(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "KEJADIAN 1-11 (Genesis 1-11 Bible Commentary, Indonesian version)"

DAFTAR ISI 

Keterangan Singkat dari Sumber-sumber teknis yang digunakan dalam Komentari ini i 

Definisi-definisi Singkat dari Bentuk-bentuk Kata Kerja Ibrani yang Mempengaruhi Eksegesis iii 

Singkatan-singkatan yang Digunakan dalam Komentari Ini viii 

Sepatah Kata Dari Penulis: Bagaimana Komentari Ini Dapat Membantu Anda? x 

Pedoman Pembacaan Alkitab Yang Baik: Pencarian Pribadi Akan Kebenaran Yang Dapat Diteguhkan xii 

Komentari: 

Pernyataan-pernyataan Pembuka mengenai Kajian Kitab Kejadian 1 

Pengantar Kitab Kejadian 3 

Kejadian 1:1-2:3 11 

Kejadian 2:4-25 37 

Kejadian 3: 1-24 48 

Kejadian 4: 1-26 65 

Kejadian 5 73 

Kejadian 6:1-22 77 

Kejadian 7 89 

Kejadian 8: 1-22 93 

Kejadian 9: 1-29 97 

Kejadian 10:1-32 106 

Kejadian 11:1-32 114 

Lampiran: Pernyataan Kedoktrinan 120 



DAFTAR ISI TOPIK-TOPIK KHUSUS 



Jaman dan Pembentukan Bumi, Kej. 1 15 

Yom, Kej. 1:5 22 

Sumber-sumber Alam, Wawasan-wawasan Kontekstual untuk Kej . 1:24-2:3 28 

Penyembahan, Kej. 2:3 33 

Nama-nama Tuhan, Kej. 2:4 39 

Pengembangan Teologis Perjanjian Baru mengenai Kejatuhan, Kej. 3 50 

SiUlar,Kej.3:l 51 

KejahatanPribadi, Kej. 3:1 52 

Mengapa Allah Memakaikan Kulit Binatang pada Adam danHawa, Kej. 3:21 60 

'Olam (Selamanya), Kej. 3:22 60 

Kerubium, Kej. 3:24 62 

"Mengenai," Kej. 4:1 66 

"anak-anak Allah" dalam Kejadian 6, Kej. 6:2 78 

Istilah-istilah yang Digunakan bagi Ksatria-ksatria atau Bangsa-bangsa yang Tinggi/Kuat, Kej. 6:4 81 

Kebenaran, Kej. 6:9 83 

Perjanjian, Kej. 6:18 87 

Anggur dan Minuman Keras, Kej. 9:21 100 

Rasialisme, Kej. 9:25 102 



KETERANGAN SINGKAT MENGENAI SUMBER-SUMBER TEKNIS 

YANG DIGUNAKAN DALAM "ANDA DAPAT MEMAHAMI ALKITAB" 

RANGKAIAN KOMENTARI PERJANJIAN LAMA 



I. Leksikal 

Ada beberapa kamus-kamus yang sangat bagus yang tersedia untuk Bahasa Ibrani kuno. 

A. Kamus Bahasa Ibrani dan Bahasa Inggris dari Perjanjian Lama oleh Francis Brown, S. R. Driver, dan 
Charles A. Briggs. Ini berdasarkan kamus Bahasa Jerman oleh William Gesenius. Kamus ini dikenal 
dengan singkatan BDB. 

B. Kamus Bahasa Ibrani dan Bahasa Aram dari Perjanjian Lamat oleh Ludwig Koehler dan Walter 
Baumgartner, diterjemahkan oleh M. E. J. Richardson. Dikenal dengan singkatan KB. 

C. Sebuah Kamus Singkat Perjanjian Lama Bahasa Ibrani dan Bahasa Aram oleh William L. Holladay dan di 
dasarkan atas kamus bahasa Jerman di atas. 

D. Sebuah Kajian kata teologis lima volume yang berjudul Kamus Internasional Baru mengenai Teologia dan 
Eksegesis Perjanjian Lama, di sunting oleh Willem A. Van Gemeren. Dikenal dengan singkatan 
NIDOTTE. 

Di mana terdapat variasi leksikal yang signifikan saya telah menunjukkan beberapa terjemahan Bahasa 
Inggris (NASB, NKJV, NRSV, TEV, NJB) baik dari penterjemahan "kata demi kata" maupun terjemahan 
ekuivalensi dinamis" (lih. Gordon Fee & Douglas Stuart, Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Mendapatkan 
Semua Nilainya, hal. 28-44). 

H. Ketata-bahasaan 

Identifikasi ketata-bahasaan biasanya berdasarkan atas karya John Joseph Owens Kunci Analitis terhadap 
Perjanjian Lama dalam empat volume. Sumber ini di periksa silangkan dengan karya Benjamin Davidson 
Kamus Perjanjian Lama Analitis Bahasa Ibrani dan Kaldean (Kasdim). 

Sumber lain yang membantu bagi corak-corak ketata-bahasaan dan sintaksis yang digunakan di kebanyakan 
volume-volume PL dari Rangkaian "Anda Dapat Memahami Alkitab" adalah "Rangkaian Pertolongan bagi 
Para Penterjemah" dari United Bible Societies. Buku-buku ini berjudul "Suatu Buku Pegangan Mengenai 



III. Kenaskahan 

Saya berkomitmen pada ilham dari naskah Ibrani berhuruf mati (bukan titik-titik vokal dan komentar- 
komentar Masoretis). Sebagaimana dalam semua naskah kuno yang di salin dengan tulisan tangan, ada 
perikop-perikop yang menimbulkan pertanyaan. Ini biasanya karena 
A. hapax legomena (kata-kata yang hanya satu kali di gunakan dalam PL Ibrani) 

C. Sitilah-istilah ungkapan (kata-kata dan frasa-frasa yang arti hurufiahnya telah hilang) 

D. Ketidak-pastian sejarah (kekurangan kita akan informasi mengenai dunia kuno) 

E. Bidang semantik yang bersifat poli-semitis dari kosa kata Ibrani yang terbatas. 

F. Masalah-masalah yang berhubungan dengan para ahli-ahli tulis di kemudian hari yang menyalin 
dengan tulisan tangan naskah-naskah Ibrani ini. 

G. Para ahli tulis Ibrni di Mesir yang merasa bebas untuk memperbarui naskah ang mereka salin 
untuk menjadikannya lengkap dan dapat dimengerti bagi jaman mereka (NIDOTTE hal. 52-54). 

Ada beberapa sumber kata-kata dan naskah Ibrani di luar tradisi kenaskahan Masoretis. 

A. Pentateukh Samaria 

B. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati 

C. Beberapa koin, surat-surat, dan ostraca-ostraca (pecahan gerabah yang belum dibakar yang digunakan untuk 
menulis) 

Namun bagi sebagian besar, tidak ada keluarga-keluarga naskah kuno dalam PL seperti yang terdapat dalam 
naskah-naskah PB Bahasa Yunani. Untuk suatu artikel singkat yang baik mengenai kebisa-dipercayaan 
Naskah Masoretis (900-an M) lihat "Kebisa-Dipercayaan Naskah Perjanjian Lama" oleh Bruce K. Waltke 
dalam NIDOTTE, vol. 1, hal. 51-67. 



Naskah Ibrani yang digunakan adalah Biblia Hebraica Stuttgartensia dari Lembaga Alkitab Jerman, 1997, yang 
didasarkan atas Leningrad Codex (1009 M). Dari waktu ke waktu versi-versi kuno (Septuaginta Yunani, Targum- 
targum Aram, Peshitta Syria, dan Latin Vulgate) akan diperiksa bila Bahasa Ibraninya bersifat mendua atau nyata- 
nyata membingungkan. 



11 



DEFINISI-DEFINISI SINGKAT MENGENAI BENTUK-BENTUK KATA KERJA 
IBRANI YANG MEMPENGARUHI EKSEGESIS 



I. Sejarah Singkat Perkembangan Bahasa Ibrani 

Bahasa Ibrani adalah bagian dari keluarga bahasa Shemitic (Semitik) Asia barat daya. Nama ini diberikan 
oleh para ahli modern) berasal dari anak Nuh, Sem (lih. Kej 5:32; 6:10). Keturunan Sem disebutkan dalam Kej 
10:21-31 sebagai bangsa Arab, Ibrani, Syria, Aram, dan Asyur. Dalam kenyataannya, beberapa bahasa Semitik 
digunakan oleh bangsa-bangsa yang disebutkan dalam garis Ham (lih. Kej 10:6-14), Kanaan, Fenisia, dan 
Etiopia. 

Bahasa Ibrani adalah bagian dari kelompok barat laut dari bahasa-bahasa Semitik ini. Para ahli modern 
memiliki sampel-sampel dari kelompok bahasa-bahasa kuno ini dari: 

A. Amori {Tablet Mori dari abad 1 8 SM dalam bahasa Akkadia) 

B. Kanaan (J ablet Ras Shamra dari abad 15 dalam bahasa Ugaritic) 

C. Kanaan (Surat-surat Amarna dari abad 14 dalam bahasa Akkadia Kanaan) 

D. Fenisia (Bahasa Ibrani menggunakan abjad Fenisia) 

E. Moab (batu Mesha, 840 SM) 

F. Aram (bahasa resmi Kekaisaran Persia yang digunakan di Kej 31:47 [2 kata]; Yer 10:11; Dan 2:4b-6; 7:28; 
Ezra 4:8-6:18; 7:12-26 dan dipakai oleh orang Yahudi di abad pertama Palestina) 

Bahasa Ibrani disebut "bahasa Kanaan" dalam Yes 19:18. Pertama kali disebut "Ibrani" dalam pembukaan 
dari Ekklusiastikus (Hikmat Ben Sirakh) sekitar 180 SM (dan di beberapa tempat awal yang lain, lih. Ramus 
Alkitab Anchor, vol. 4, hal. 205 dst.). Bahasa ini berhubungan sangat dekat dengan bahasa Moab dan bahasa 
yang digunakan di Ugarit. Contoh-contoh bahasa Ibrani kuno di luar Alkitab adalah 

A. Kalender Gezer, 925 SM. (tulisan seorang anak sekolah) 

B. Prasasti Siloam, 705 SM. (tulisan- tulisan terowongan) 

C. Ostraca Samaria, 770 SM. (catatan-catatan pajak pada pecahan gerabah) 

D. Surat-surat Lakhis, 587 SM. (komunikasi-komunikasi perang) 

E. Koin-koin dan meterai-meterai Makabe 

F. Beberapa naskah Gulungan Kitab Laut Mati 

G. Banyak prasasti lain (lih. "Bahasa-bahasa [Ibrani]," ABD 4:203 dst) 

Sebagaimana semua bahasa-bahasa Semitik lain, bahasa ini dikarakteristikkan oleh kata-kata yang tersusun 
dari tiga konsonan (akar tiga konsonan). Ini merupakan bahasa terinfleksi. Akar tiga konsonannya merupakan 
arti kata dasarnya, sementara awalan, akhiran, atau sisipannya menunjukkan fungsi-fungsi sintaksisnya (huruf- 
huruf hidup yang ditambahkan kemudian, lih. Sue Green, Analisis Kebahasaan dari Bahasa Ibrani Alkitab. hal. 
46-49). 

Kosa kata Ibrani mendemonstrasikan suatu perbedaan antara prosa dan puisi. Arti-arti kata dihubungkan 
dengan etimologi-etimologi rakyat (bukannya asal-usul kebahasaannya). Permainan-permainan kata dan 
permainan-permainan bunyi adalah cukup lazim (paronomasia). 

II. Aspek-aspek Kepredikatan 
A. KATA-KATA KERJA 

Susunan kata yang normal yang diharapkan adalah KATA KERJA, KATA GANTI, SUBYEK (dengan 
perubah), OBYEK (dengan perubah). KATA KERJA dasar yang tak ditandai adalah bentuk Qal, 
PERFECT, JANTAN, TUNGGAL. Ini adalah bagaimana kamus bahasa Ibrani dan Aram disusun. 
KATA-KATA KERJA diinfleksikan untuk menunjukkan 

1 . jumlah — tunggal, j amak, ganda 

2. jenis — jantan dan betina (tak ada netral) 

3. modus — indikatif, subjunktif, imperatif (dengan analogi kepada bahasa-bahasa barat modern, hubungan 
dari tindakan dengan kenyataan) 

4. bentuk kalimat (aspek) 

a. Bentuk PERFECT, yang menyatakan selesai dalam pengertian awal, kelanjutan, dan penyelesaian 
dari suatu tindakan. Biasanya bentuk ini digunakan untuk tindakan di masa lalu, hal yang telah 
terjadi. 

iii 



J. Wash Watts, Suatu Survei Sintaksis dalam Perjanjian Lama Ibrani, berkata 

"Keseluruhan tunggal yang dijelaskan dengan suatu perfect juga di anggap sebagai 
pasti. Sebuah bentuk imperfect bisa menggambarkan suatu status kemungkinan atau 
diingini atau diharapkan, namun suatu bentuk perfect memandangnya sebagai aktual, 
nyata, dan yakin" (hal. 36). 

S. R. Driver, Suatu Risalah mengenai Penggunaan Bentuk-bentuk Kalimat dalam Bahasa Ibrani, 

menjelaskannya sebagai: 

"Bentuk perfect digunakan untuk mengindikasikan tindakan-tindakan yang 
penyelesaiannya memang terletak di masa depan, namun dianggap sebagai 
berketergantungan pada suatu determinasi kehendak yang tak dapat digantikan, hingga 
bisa dikatakan seolah-olah telah terjadi: Jadi, suatu resolusi, janji, atau dekrit khususnya 
yang bersifat Illahi, sering diumumkan dalam bentuk kalimat perfect ini" (hal. 17, mis, 
Bentuk perfect profetik). 

Robert B. Chisholm, Jr. Dari Eksegesis kepada Eksposisi, mendefinisikan bentuk kata kerja ini 

dengan cara ini: 

". . .memandang suatu situasi dari luar, sebagai suatu kesatuan. Sebagaimana ini 
menyatakan suatu fakta yang sederhana, apakah itu suatu tindakan atau status (termasuk 
status keberadaan atau pemikiran). Ketika digunakan untuk tindakan, bentuk kata ini 
sering memandang tidakan tersebut sebagai selesai dari sudut pandang retoris dari si 
pembicara atau si narator (apakah ini benar-benar selesai atau tidak secara kenyataan 
bukan permasalahan). Bentuk perfect bisa berkenaan dengan suatu tindakan/status di 
masa lalu, sekarang, atau masa depan. Sebagaimana di catat di atas, kurun waktu, yang 
mempengaruhi bagaimana seseorang menterjemahkan bentuk sempurna ke dalam suatu 
bahasa yang berorientasi pada bentuk kalimat seperti bahasa Inggris, hams di tentukan 
dari konteksnya" (hal. 86). 

b. Bentuk IMPERFECT, yang menyatakan suatu tindakan yang tengah berlangsung (belum 
selesai, berulang, berlanjut, atau berketergantungan), sering merupakan pergerakan menuju 
suatu sasaran. Biasanya bentuk ini digunakan untuk tindakan di Masa Kini dan Masa Depan. 

J. Wash Watts, Suatu Survei Sintaksis dalam Perjanjian Lama Ibrani, berkata 

"Semua bentuk IMPERFECT mewakili status yang tidak lengkap. Bisa berulang atau 
berkembang atau berketergantungan. Dengan kata lain, atau telah berkembang sebagian, atau 
dipastikan sebagian. Dalam segala hal bentuk ini bersifat sebagian dalam beberapa pengertian, 
yaitu, belum lengkap" (hal. 55). 
Robert B. Chisholm, Jr. Dari Eksegesis kepada Eksposisi, berkata 

"Sukarlah untuk mengurangi hakikat dari bentuk imperfect menjadi suatu konsep 
tunggal, karena meliputi baik aspek maupun modusnya. Kadang-kadang bentuk imperfect 
ini digunakan dalam suatu cara indikatif dan membuat suatu pernyataan yang obyektif. Di 
kesempatan yang lain bentuk ini memandang suatu tindakan secara lebih subyektif, yaitu 
sebagai bersifat hipotetis, berketergantungan, kemungkinan, dan selanjutnya" (p. 89). 

c. Tambahan waw, yang mengaitkan KATA KERJA dengan tindakan dari KATA(-KATA) KERJA 
terdahulu. 

d. IMPERATIF, didasarkan atas kemauan si pembicara dan kemungkinan tindakan oleh si pendengar. 

e. Dalam Bahasa Ibrani kuno hanya konteks yang lebih besar yang bisa menentukan orientasi- 
orientasi waktu yang dimaksudkan oleh si penulis. 

B. Tujuh bentuk terinfleksi utama dan arti-arti dasarnya. Dalam kenyataannya bentuk-bentuk ini bekerja sama 
satu sama lain dalam satu konteks dan tidak bolah di sendirikan. 

1. Qal (Kal), bentuk paling lazim dan mendasar dari semuanya. Bentuk ini menyatakan tindakan datau 
status keberadaan yang sederhana. Tidak ada isyarat sebab akibat maupun kekhususan. 

2. Niphal, bentuk palng lazim kedua. Biasanya berbentuk PASIF, namun bentuk ini juga berfungsi sebagai 
timbal-balik dan refleksif. Bentuk ini juga tidak mengisyaratkan adanya sebab-akibat atau kekhususan. 

3. Piel, bentuk ini bersifat aktif dan menyatakan proses dari tindakan menjadi suatu status keberadaan. 
Arti dasar dari akar kata Qal dikembangkan atau diperluas menjadi suatu status keberadaan. 

4. Pual, ini bersifat PASIF pasangan dari Piel. Sering dinyatakan dengan suatu PARTICIPLE. 

iv 



6. 



7. 



Hithpael, yang merupakan akar kata refleksif atau timbal balik. Bentuk ini menyatakan tindakan 
berulang dan berkelanjutan menuju ke akar kata Piel. Bentuk PASIF nya yang langka disebut Hothpael. 
Hiphil, bentuk aktif dari akar kata sebab-akibat sebagai kontras dari Piel. Bentuk ini bisa mempunyai 
suatu aspek yang serba membolehkan, namun biasanya menunjuk pada sebab dari suatu peristiwa. Ernst 
Jenni, seorang Jerman ahli tata bahasa Ibrani, percaya bahwa Piel menyatakan sesuatu yang akan 
menjadi suatu status keberadaan, sementara Hiphil menuunjukkan bagaimana terjadinya hal itu. 
Hophal, bentuk PASIFnya yaitu pasangan dari Hiphil. Ke dua akar kata terakhir ini adalah yang paling 
jarang di gunakan dari tujuh akar kata ini. 

Kebanyakan dari informasi ini berasal dari Suatu Pengantar kepada Sintaksis Bahasa Ibrani Alkitab, oleh 

Bruce K. Waltke dan M. O'Connor, hal. 343-452. 

Bagan pelaku dan penyebab. Satu kunci dalam memahami sistem KATA KERJA Ibrani adalah 

melihatnya sebagai suatu pola hubungan-hubungan RAGAM KETETABAHASAAN. Beberapa akar kata 

merupakan kontras dari akar kata lain (yaitu, Qal - Niphal; Piel - Hiphil) 

Bagan di bawah ini mencoba untuk memvisualisasikan fungsi dasar dari akar- akar KATA KERJA nya 

dalam sebab-akibat. 



RAGAM atau Subyek 


Tanpa Pelaku Kedua 


Suatu Pelaku Kedua 
Aktif 


Suatu Pelaku Kedua 
Pasif 


AKTIF 


Qal 


Hiphil 


Piel 


PASIF TENGAH 


Niphal 


Hophal 


Pual 


REFLEKSIF/ 
TIMBAL-BALIK 


Niphal 


Hiphil 


Hithpael 



Bahan ini di ambil dari diskusi yang sangat bagus mengenai sistem KATA KERJA atas dasar penelitian 

Akkadia yang baru (lih. Bruce K. Waltke, M. O'Conner, Suatu Pengantar kepada Sintaksis Bahasa Ibrani 

Alkitab, hal.354-359). 

R. H. Kennett, Suatu Catatan Singkat mengenai Bentuk-bentuk Kalimat Ibrani, telah menyediakan suatu 

peringatan yang diperlikan. 

"Saya telah secara umum mendapati dalam pengajaran, bahwa kesulitan utama seorang murid 
dalam kata kerja Ibrani adalah untuk memahami arti menurut pemahaman orang Ibrani sendiri; 
yang dapat dikatakan, ada suatu kecenderungan untuk memberikan sebagai persamaan kepada 
setiap Bentuk Kalimat Ibrani sejumlah tertentu bentuk bahasa Latin atau Inggris yang dengannya 
Bentuk Kalimat tersebut bisa secara umum diterjemahkan. Hasilnya adalah kegagalan untuk 
mempersepsikan banyak dari nuansa halus dari makna ini, yang memberikan suatu kehidupan dan 
semangat pada bahasa Perjanjian Lama ini. 

Kesulitan dalam penggunaan dari kata kerja Ibrani terletak sepenuhnya pada sudut pandang, 
yang sedemikian berbeda secara absolut dengan yang kita miliki, dari mana bahasa Ibrani 
memandang suatu kegiatan; waktu, yang bagi kita adalah pertimbangan pertama, sebagaimana 
ditunjukkan dalam kata "bentuk kalimat" itu sendiri, bagi mereka adalah urusan yang 
kepentingannya nomor dua. Oleh karena itu sangatlah hakiki bahwa para murid hams memahami 
secara jelas, bukan kebanyakan bentuk-bentuk Latin atau Inggris yang bisa digunakan dalam 
menterjemahkan setiap bentuk kalimat Ibrani, namun aspek dari tiap tindakan, sebagaimana 
dipresentasikan sendiri kepada suatu pemahaman orang Ibrani. 

Nama 'bentuk kalimat' sebagaimana diterapkan pada kata kerja Ibrani sifatnya menyesatkan. 
Apa yang disebut sebagai 'bentuk kalimat' Ibrani tidak menyatakan waktu melainkan hanya status 
dari suatu tindakan. Sungguh seandainya penerapan istilah 'status' kepada baik kata benda dan 
kata kerja tidak akan menimbulkan kebingungan, 'status' akan merupakan sebutan yang jauh lebih 
baik daripada 'bentuk kalimat (tenses)'. Haruslah selalu diingat bahwa adalah mustahil untuk 
menterjemahkan suatu kata kerja Ibrani ke dalam Bahasa Inggris tanpa menggunakan suatu 
pembatasan (yaitu waktu) yang tidak ada sama sekali dalam bahasa Ibrani. Bahasa Ibran kuno tak 
pernah memikirkan suatu tindakan sebagai lampau, sekarang, atau masa depan, namun secara 
sederhana sebagai sempurna, yaitu, lengkap/selesai, atau tidak sempurna, yaitu, sebagaimana 

v 



dalam perkembangan. Bila kita mengatakan bahwa suatu bentuk kalimat Ibrani tertentu sesuai 
dengan suatu bentuk Sempurna, Jamak Sempurna, atau Masa Depan dalam bahasa Inggris, kita 
tidak mengartikan bahwa orang Ibrani memikirkannya sebagai Sempurna, Jamak Sempurna, atau 
Masa Depan, melainkan hanyalah karena bentuk ini harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. 
Bahasa Ibrani tidak berupaya untuk menyatakan waktu dari suatu tindakan dengan menggunakan 
bentuk-bentuk kata kerja apapun." (kata pengantar dan hal.l). 

Untuk suatu peringatan bagus yang kedua, karya Sue Groom, Analisis Kebahasaan dari Bahasa Ibrani 

Alkitab, mengigatkan kita,, 

"Tak ada cara untuk mengetahui apakah rekonstruksi bidang-bidang semantik dan hubungan- 
hubungan pengertian dalam suatu bahasa kuno yang telah mati hanyalah merupakan suatu 
cerminan dari intuisi mereka sendiri, atau bahasa ibu mereka sendiri, atau apakah biang-bidang 
tersebut ada dalam Bahasa Ibrani Klasik" (hal. 128). 

C. Modus (yang hanyalah merupakan analogi yang ditarik dari bahasa-bahasa barat modern) 

1. Sesuatu terjadi, sedang terjadi (INDIKATIF), biasanya menggunakan PERFECT tense atau 
PARTICIPLE (semua PARTICIPLE bersif at INDIKATIF) . 

2. Sesuatu akan terjadi, bisa terjadi (SUBJUNKTTF) 

a. menggunakan suatu bentuk IMPERFECT yang ditandai 

(1) COHORTATF/E (ditambah h), bentuk IMPERFECT orang pertama yang umumnya 
menyatakan suatu pengharapan, suatu permohonan, atau dorongan pribadi (yaitu, tindakan- 
tindakan yang diinginkan si pembicara) 

(2) JUSSIVE (perubahan internal), IMPERFECT orang ketiga (dapat juga orang kedua dalam 
kalimat-kalimat negatif) yang umumnya menyatakan suatu permohonan, suatu ijin, suatu 
peringatan, atau nasehat 

b. menggunakan suatu bentuk PERFECT dengan lu atau lule 
Pengembangan-pengembangan ini mirip dengan kalimat SECOND CLASS CONDITIONAL dalam 
Bahasa Yunani Koine. Suatu pernyataan yang salah (protasis) menghasilkan suatu kesimpulan 
yang salah (apodosis). 

c. menggunakan sebuah bentuk IMPERFECT dan lu 

Konteks dan lu, dan juga suatu orientasi masa depan, menandai penggunaan SUBJUNKTIF ini. 
Beberapa conoth dari J. Wash Watts, Sebuah Survei mengenai Sintaksis dalam Perjanjian Lama 
Ibrani adalah Kej 13:16; Ul 1:12; I Raj 13:8; Maz 24:3; Yes 1:18 (lih. hal. 76-77). 

D. Wow - Konversif/konsekutif/relatif. Ciri sintaksis unik dari bahasa Ibrani (Kanaan) ini telah menyebabkan 
kebingungan yang besar selama bertahun-tahun. Ini digunakan dalam suatu ragam cara yang sering 
berdasarkan pada jenis tulisan. Alasan dari kesimpulan ini adalah bahwa para ahli mula-mula adalah orang- 
orang Eropa dan mencoba untuk menafsirkan atas dasar bahasa-bahasa ibu mereka sendiri. Ketika ini 
terbukti sukar mereka menyalahkan permasalahan pada bahasa Ibrani sebagai bahasa yang dianggap kuno 
dan kolot. Bahasa-bahasa Eropa adalah KATA-KATA KERJA yang berdasarkan BENTUK KALIMAT 
(Waktu). Beberapa dari variasi dan implikasi-implikasi ketatabahasaan yang ditentukan oleh huruf WAW 
ditambahkan pada akar KATA KERJA PERFECT atau IMPERFECT. Ini merubah cara suatu tindakan di 
pandang. 

1. Dalam gaya cerita kesejarahan KATA KERJAnya terkait dalam suatu rantai dengan suatu pola baku. 

2. Awalan waw menunjukkan suatu hubungan yang khusus dengan KATA-KATA KERJA terdahulu. 

3. Konteks yang lebih luas selalu merupakan kunci untuk memahami rantai KATA KERJA. KATA- 
KATA KERJA Semitik tak dapat dianalisis dalam suati isolasi. 

J. Wash Watts, Suatu Survei Sintaksis dalam Perjanjian Lama Ibrani, mencatat perbedaan dari bahasa 
Ibrani dalam penggunaannya akan waw sebelum PERFECT dan IMPERFECT (hal. 52-53). Sebagaimana 
ide dasar dari PERFECT adalah lampau, penambahan waw sering memproyeksikannya kedalam suatu 
aspek waktu yang akan datang. Ini juga benar mengenai IMPERFECT yang ide dasarnya ialah maa kini 
atau masa yang akan datang; penambahan waw menempatkannya ke dalam masa lampau. Pergeseran waktu 
yang tidak biasa inilah yang menerangkan penambahan waw, bukannya suatu perubahan dalam arti dasar 
dari kalimat itu sendiri. Bentuk PERFECT waw bekerja baik dengan nubuatan, sementara IMPERFECT 
waw bekerja baik dengan gaya cerita (hal. 54, 68). 

vi 



Watts melanjutkan definisinya, 

"Sebagai suatu perbedaan mendasar antara kata penghubung waw dan kata berurutan waw, 
penafsiran berikut ditawarkan: 

1 . kata penghubung waw nampaknya selalu megindikasikan suatu paralel. 

2. kata berurtan waw nampaknya selalu mengindikasikan suatu rangkaian. Ini adalah satu-satunya bentuk 
waw yang digunakan dengan imperfect yang berurutan. Hubungan antara imperfect yang dikaitkan 
dengannya bisa jadi urut-urutan sementara, konsekuensi logis, penyebab logis, atau contras logis. 
Dalam segala hal ada urut-urutan" (hal. 103). 

E. INFINITE 7 - Ada duajenis INFINITE 7 

1. ABSOLUT INFINrriF, yang adalah ekspresi-ekspresi yang "kuat, independen, menyolok yang 
digunakan untuk efek dramatis. . .sebagai suatu subyek, seringkali tidak memiliki kata kerja yang 
tertulis, kata kerja 'to be' dimengerti, tentu saja, namun kata ini secara dramatis berdiri sendiri." (J. 
Wash Watts, Suatu Survei Sintaksis Perjanjian Lama Bahasa Ibrani," hal. 92). 

2. GAGASAN INFINITE 7 , yang "secara ketatabahasaan berhubungan dengan kalimat melalui kata-kata 
depan, kata ganti milik, dan hubungan gagasan" (hal. 91). 

J. Weingreen, Suatu Tata Bahasa Praktis bagi Bahasa Ibrani Klasik, menjelaskan status gagasan: 
"Bila dua (atau lebih) kata-kata sedemikian menyatu sehingga secara bersama-sama 
mendirikan suatu ide gabungan, kata(-kata) turunannya dikatakan sebagai status gagasan" 
(hal. 44). 

F. INTEROGATIF 

1 . Kata-kata ini selalu muncul pertama dalam kalimat. 

2. Signifikansi penafsiran 

a. ha - tidak mengharapkan suatu tanggapan 

b. halo ' - si penulis mengharapakan suatu jawaban "ya" 
NEGATE 7 

1 . Kata-kata ini selalu muncul sebelum kata yang dinegatifkannya. 

2. Penegatifan yang paling lazim adalah lo'. 

3. Istilah 'al memiliki suatu konotasi ketergantungan dan digunakan dengan cohortative dan jussive. 

4. Istilah lebhilti, berarti "agar supaya. . .bukan," digunakan dengan INFINITIF. 

5. Istilah 'en digunakan dengan PARTICIPLE. 

G. KALIMAT-KALIMAT CONDITIONAL 

1 . Ada empat jenis kalimat conditional yang pada dasarnya berparalel dengan bahasa Yunani Koine. 

a. sesuatu yang dianggap terjadi atau diperkirakan telah dipenuhi (FEIST CLASS dalam Bahasa 
Yunani) 

b. sesuatu yang berlawanan dengan fakta yang penggenapannya tidak mungkin terjadi (SECOND 
CLASS) 

c. sesuatu yang mungkin atau bahkan diperkirakan (THIRD CLASS) 

d. sesuatu yang kurang diperkirakan, oleh karenanya, penggenapannya meragukan (FOURTH 
CLASS) 

2. PENANDA-PENANDA KETATABAHASAAN 

a. kondisi yang dianggap benar atau nyata selalu menggunakan suatu INDICATIVE PERFECT atau 
PARTICIPLE dan biasanya protasisnya diantr dengan 

(1) 'im 

(2) ki (atau 'asher) 

(3) hin atau hinneh 

b. kondisi berlawanan dengan fakta selalu menggunakan sebuah KATA KERJA aspek PERFECT 
dengan PARTICLE pengantar lu atau Me 

c. kondisi yang lebih diperkirakan selalu menggunakan KATA KERJA IMPERFECT atau 
PARTICIPLE dalam protasisnya, biasanya 'im atau ki digunakan sebagai PARTICLE pengantar. 

d. kondisi yang kurang diperkirakan menggunakan IMPERFECT SUBJUNCTIVE dalam protasis nya 
dan selalu menggunakan 'im sebagai suatu PARTICLE pengantar. 

vii 



SINGKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM KOMENTARI INI: 

AB Anchor Bible Commentaries, ed. William Foxwell Albright and David Noel Freedman 

ABD Anchor Bible Dictionary (6 vols.), ed. David Noel Freedman 

AKOT Analytical Key to the Old Testament by John Joseph Owens 

ANET Ancient Near Eastern Texts, James B. Pritchard 

BDB A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament by F. Brown, S. R. Driver and C. A. Briggs 

BHS Biblia Hebraica Stuttgartensia, GBS, 1997 

IDB The Interpreter's Dictionary of the Bible (4 vols.), ed. George A. Buttrick 

ISBE International Standard Bible Encyclopedia (5 vols.), ed. James Orr 

JB Jerusalem Bible 

JPSOA The Holy Scriptures According to the Masoretic Text: A New Translation (The Jewish Publication 
Society of America) 

KB The Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament by Ludwig Koehler and Walter Baumgartner 

LAM The Holy Bible From Ancient Eastern Manuscripts (the Peshitta) by George M. Lamsa 

LXX Septuagint (Greek-English) by Zondervan, 1970 

MOF A New Translation of the Bible by James Moffatt 

MT Masoretic Hebrew Text 

NAB New American Bible Text 

NASB New American Standard Bible 

NEB New English Bible 

NET NET Bible: New English Translation, Second Beta Edition 

NIDOTTE New International Dictionary of Old Testament Theology and Exegesis (5 vols.), ed. Willem A. 
VanGemeren 

NRSV New Revised Standard Bible 

NIV New International Version 

NJB New Jerusalem Bible 

OTPG Old Testament Parsing Guide by Todd S. Beall, William A. Banks and Colin Smith 



vm 



REB Revised English Bible 

RSV Revised Standard Version 

SEPT The Septuagint (Greek-English) by Zondervan, 1970 

TEV Today' s English Version from United Bible Societies 

YLT Young's Literal Translation of the Holy Bible by Robert Young 

ZPBE Zondervan Pictorial Bible Encyclopedia (5 vols.), ed. Merrill C. Tenney 



IX 



Sepatah Kata dari Penulis 
Bagaimana KomentariIniBisa Membantu Anda? 

Penafsiran Alkitabiah adalah suatu proses spiritual dan rasional, yang mencoba untuk memahami penulis yang 
diilhami Tuhan di jaman dulu sedemikian hingga berita dari Tuhan itu dapat dimengerti dan diterapkan pada jaman 
kita sekarang ini. 

Proses spiritual adalah suatu proses yang sangat menentukan namun sukar untuk didefinisikan. Proses ini 
melibatkan sifat keterbukaan dan kepasrahan kepada Tuhan. Harus ada kelaparan (1) akan Dia, (2) untuk mengenal- 
Nya, dan (3) untuk melayani-Nya. Proses ini memerlukan doa, pengakuan dan kesediaan untuk merubah gaya 
hidup. Peranan Roh sangatlah menentukan dalam proses penafsiran ini, namun mengapa banyak Kristen yang 
sungguh-sungguh dan hidup kudus memahami Alkitab secara berbeda adalah suatu misteri. 

Proses rasional lebih mudah untuk dijelaskan. Kita harus bersikap konsisten adil terhadap suatu naskah, dan 
tidak boleh dipengaruhi oleh pandangan-pandangan yang bersifat denominasional ataupun kepribadian. Kita semua 
secara historis telah dipengaruhi oleh suatu pandangan tertentu. Tak satupun dari kita yang bisa menjadi penafsir 
yang benar-benar netral dan obyektif. Komentari ini menawarkan suatu proses rasional yang teliti, yang disusun 
berdasarkan tiga prinsip penafsiran untuk membantu kita mengatasi pandangan-pandangan pribadi kita. 

Prinsip Pertama 

Prinsip pertama adalah mengenali latar belakang sejarah dari situasi dan kondisi lokasi tempat suatu buku 
ditulis berikut kejadian-kejadian historis tertentu yang terjadi pada saat penulisan buku tersebut. Penulis ash 
memiliki suatu maksud tertentu, suatu berita untuk dikomunikasikan. Suatu naskah tidak akan memiliki arti bagi 
kita kalau naskah tersebut tidak memiliki arti bagi si penulis asli, di jaman dulu, yang terilhami untuk menulisnya. 
Maksud dan tujuan si penulis - bukan sejarah, perasaan, kebudayaan, kepribadian, maupun kebu tuhan 
denominasional kita - adalah kuncinya. Penerapan adalah pasangan yang tak terpisahkan dari suatu penafsiran, 
namun penafsiran yang tepat harus selalu mendahului suatu penerapan. Haruslah katakan secara terus menerus 
sampai kita pahami bahwa tiap naskah alkitab memiliki satu dan hanya satu pengertian. Pengertian di sini adalah 
apa yang dimaksudkan oleh si penulis alkitab asli melalui pimpinan Roh untuk dikomunikasikan pada jamannya. 
Pengertian yang satu ini mungkin saja memiliki banyak kemungkinan penerapan bagi situasi-situasi dan 
kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Semua penerapan ini harus terkait dengan kebenaran inti dari si penulis 
asli. Untuk alasan inilah, komentari panduan belajar ini di rancang untuk menyediakan suatu pengantar terhadap 
setiap buku dalam Alkitab. 

Prinsip Kedua 

Prinsip kedua adalah mengidentifikasi unit literatur. Setiap buku Alkitab adalah suatu kesatuan dokumen. 
Penafsir tidak memiliki hak untuk mengisolir suatu aspek kebenaran tertentu dan mengabaikan yang lain. Oleh 
karena itu kita harus berusaha keras untuk memahami maksud dari keseluruhan buku Alkitab sebelum 
kitamenafsirkan unit-unit individu dari literatur. Arti dari bagian-bagian individual - pasal-pasal, paragraf-paragraf, 
atau ayat-ayat tidak dapat menyimpang dari arti keseluruhan buku. Tafsiran harus bergerak dari pendekatan 
deduktif terhadap keseluruhan buku kepada pendekatan induktif terhadap bagian-bagiannya. Oleh karena itu, 
komentari panduan belajar ini dirancang untuk membantu siswa menganalisa struktur dari tiap unit literatur 
berdasarkan paragraf. Pembagian paragraf dan pasal tidaklah dianjurkan, namun hal ini membantu kita dalam 
mengidentifikasi unit-unit pemikiran. 

Menafsir pada tingkat paragraf - bukan kalimat, anak kalimat, frasa, maupun kata - adalah kunci dalam mengikuti 
arti yang dimaksudkan oleh para penulis buku Alkitab. Paragraf didasarkan atas kesatuan topik, yang sering kali 
disebut tema atau kalimat topik. Setiap kata. Frasa, anak kalimat, dan kalimat dalam suatu paragraf akan selalu ada 
hubungannya dengan kesatuan tema ini. Entahkah itu memberi batasan, menjabarkan, menerangkan, dan/atau 
mempertanyakannya. Kunci sesungguhnya bagi suatu penafsiran yang tepat adalah mengikuti pemikiran dari 
penulis asli atas dasar paragraf demi paragraf keseluruh unit individual literatur yang membentuk buku Alkitab. 
Komentari panduan belajar ini dirancang untuk membantu siswa untuk melakukan hal tersebut dengan 



membandingkan terjemahan-terjemahan bahasa Inggris modern. Terjemahan-terjemahan ini dipilih karena masing- 
masing mempergunakan teori -teori penterjemahan yang berbeda: 

1. Naskah Yunani dari United Bible Society yang merupakan revisi dari edisi ke-4 (UBS4). Naskah ini telah 
dibagi-bagi kedalam paragraph-paragraf oleh para ahli naskah modern. 

2. The New King James Version (NKJV) adalah terjemalah literal kata ke kata berdasarkan tradisi naskah 
bersejarah Yunani yang dikenal sebagai Textus Receptus. Pembagian paragraf dalam terjemahan ini lebih 
panjang daripada terjemahan lain. Unit-satuan yang lebih panjang ini membantu siswa dalam melihat topik- 
topik yang disatukan tersebut. 

3. The New Revised Standard Version (NRSV) adalah terjemahan kata ke kata yang telah dimodifikasi. 
Membentuk titik tengah antara dua terjemahan moderen berikut. Pembagian paragraph dalam terjemahan 
ini cukup membantu dalam mengidentifikasi suatu pokok bahasan. 

4. The Today's English Version (TEV) adalah terjemahan sama yang dinamis yang diterbitkan oleh United 
Bible Society. Terjemahan ini mencoba untuk menterjemahkan Alkitab sedemikian hingga pembaca atau 
pembicara yang berbahasa Inggris moderen dapat mengerti arti dari naskah Yunani. Sering, khususnya 
dalam kitab-kitab Injil, paragraph dibagi berdasarkan berdasar si pembicara, bukannya berdasarkan pokok 
bahasannya, sebagaimana alkitab NIV. Untuk kepentingan penafsiran, hal ini tidak menolong sama-sekali. 
Menarik untuk dicatat, bahwa kedua terjemahan ini UBS dan TEV diterbitkan oleh penerbit yang sama, 
namun memiliki pembagian paragraf yang berbeda. 

5. The Jerusalem Bible (JB) adalah terjemahan yang sama berdasarkan terjemahan Katolik Perancis. 
Terjemahan ini sangat membantu dalam membandingkan pembagian paragraph dari sudut pandang Eropa. 

6. Naskah yang tercetak disini adalah Updated New American Standard Bible (NASB) tahun 1995, yang 
merupakan terjemahan kata ke kata. Komentar ayat demi ayat akan mengikuti pembagian paragraph dari 
terjemahan ini. 

Prinsip Ketiga. 

Prinsip ketiga adalah membaca Alkitab dalam berbagai terjemahan supaya dapat menangkap bentangan 
kemungkinan pengertian (bidang semantik) daripada kata-kata atau frasa-frasa dari Alkitab yang seluas-luasnya. 
Seringkali suatu frasa atau kata dalam bahasa Yunani dapat dimengerti dalam beberapa cara. Terjemahan- 
terjemahan yang berbeda ini bisa menampilkan hal ini dan membantu untuk mengidentifikasicdan menerangkan 
variasi dari naskah Yunani tersebut. Hal ini tidak mempengaruhi doktrin, namun membantu kita untuk kembali pada 
naskah asli yang ditulis dengan ilham Tuhan oleh penulis asli dari jaman dahulu. 

Komentari ini menawarkan cara yang cepat bagi siswa untuk memeriksa penafsiran mereka. Bukan merupakan 
sesuatu yag bersifat definitif melainkan bersifat informatif dan memacu untuk berpikir. Seringkali kemungkinan 
terjemahan-terjemahan yang lain membantu kita untuk tidak bersifat parokis, dogmatis dan denominasional. 
Penafsir perlu memiliki pilihan bentang penafsiran yang lebih besar untuk bisa menyadari bahwa suatu naskah 
kuno bisa sangat bersifat mendua.Sangatlah mengejutkan, bahwa di hanya sedikit dari antara orang Kristen sendiri 
yang mengklaim bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran mereka yang saling bersetuju. 

Prinsip-prinsip ini telah membantu saya untuk mengatasi banyak dari bentukan-bentukan histories kehidupan saya 
dengan memaksa saya untuk bergelut dengan naskah kuno. Harapan saya adalah bahwa buku ini akan menjadi 
berkat bagi anda juga. 

Bob Utley 

East Texas Baptist University 

June 27, 1996 



XI 



Pedoman Pembacaan Alkitab Yang Baik: 
Pencarian Pribadi AkanKebenaran Yang Dap at Diteguhkan 



Dapatkah kita mengenal kebenaran? Dimana kita dapat menemukannya? Dapatkah kita meneguhkannya secara 
logis? Apakah otoritas tertinggi itu ada? Apakah ada sesuatu yang bersifat absolut yang dapat memandu hidup kita, 
dunia kita? Adakah arti dari kehidupan ini? Mengapa kita ada di sini? Kemana kita sedang pergi? Pertanyaan- 
pertanyaan ini - pertanyaan-pertanyaan yang digeluti oleh semua orang yang rasional - telah menghantui 
intelektualitas manusia sejak permulaan jaman (Pengk 1: 13-18;3:9-1 1). Saya masih ingat tentang pencarian pribadi 
saya akan pusat dari seluruh kehidupan saya. Saya menjadi pengikut Kristus sejak masih muda, terutama sebagai 
buah dari kesaksian orang-orang yang sangat berarti dalam keluarga. Bertumbuh memasuki masa kedewasaan, 
pertanyaan-pertanyaan mengenai diri sendiri dan dunia saya turut berkembang. Klise-klise budaya dan agamawi 
tidak memberi arti bagi pengalaman-pengalaman yang saya baca atau saya alami. Sungguh saat itu merupakan 
masa-yang dipenuhi oleh kebingungan, pencarian, kerinduan, dan seringkali bahkan perasaan ketiadaan 
pengharapan dihadapan dunia dimana saya hidup, yang keras dan tak berperasaan. 

Banyak orang mengaku memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini, namun setelah melakukan 
penelitian dan perenungan, saya mendapati bahwa jawaban-jawaban mereka adalah berdasarkan atas (1) falsafah 
pribadi, (2) mitos-mitos kuno, (3) pengalaman-pengalaman pribadi, atau (4) proyeksi-proyeksi psikologis. Saya 
memerlukan suatu tingkatan peneguhan, bukti-bukti, suatu penalaran untuk menjadi dasar pijakan bagi cara 
pandang saya terhadap dunia, pusat komando kehidupan saya, dasar alasan saya untuk hidup. 

Saya menemukan apa yang saya cari tersebut dalam memepelajari Alkitab. Saya mulai mencari bukti ke -dapat 
dipercaya-an Alkitab yang saya temukan dalam (1) kenyataan sejarah dari Alkitab yang di konfirmasikan dengan 
arkelologi, (2) ke-akurat-an dari nubuat-nubat di Perjanjian Lama, (3) Kesatuan berita dari Alkitab yang ditulis 
dalam kurun waktu seribu enam ratus tahun lamanya, dan (4) kesaksian-kesaksian pribadi dari orang-orang yang 
hidupnya telah diubahkan secara permanen karena berhubungan dengan Alkitab. Kekristenan sebagai suatu 
kesatuan sistem dari iman dan kepercayaan, memiliki kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang 
rumit mengenai kehidupan manusia. Kenyataan ini bukan hanya menyediakan kerangka kerja yang rasional, namun 
aspek pengalaman dari iman yang Alkitabiah memberikan stabilitas dan rasa sukacita bagi saya. 

Saya pikir, saya telah menemukan pusat komando kehidupan saya - Kristus, sebagaimana saya mengerti 
melalui Firman. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, suatu kelegaan perasaan. Namun demikian, saya masih bisa 
mengingat kejutan dan rasa sakit ketika saya mulai mengerti betapa beragamnya penafsiran Alkitab yang 
ditawarkan, kadang-kadang bahkan dalam satu gereja maupun suatu aliran pemikiran. Meyakini ilham dan ke-dapat 
dipercaya-an Alkitab ternyata bukanlah akhir dari pencarian, namun adalah langkah awalnya. Bagaimana saya bisa 
meneguhkan atau menolak penafsiran-penafsiran dari banyak bagian dari Alkitab yang sukar, yang beragam dan 
bahkan saling bertentangan, oleh mereka yang mengklaim otoritas dan ke-dapat dipercayaan-nya? 

Tugas ini menjadi tujuan kehidupan dan petualangan iman saya. Saya tahu bahwa iman saya di dalam Kristus 
telah (1) memberikan kepada saya suka cita dan kedamaian yang luar biasa. Pemikiran saya sungguh merindukan 
adanya suatu kebenaran mutlak ditengah-tengah kebudayaan saya yang bersifat relatif (pasca-modernitas); (2) ke- 
dogmatis-an dari sistem agama-agama yang bertentangan (agama=agama dunia); dan (3) keangkuhan 
denominasional. Dalam pencarian saya akan pendekatan yang tepat bagi penafsiran literatur kuno, saya sungguh 
terkejut menemukan kecondongan-kecondongan pemikiran saya sendiri akibat pengalaman, denominasi, maupun 
sejarah kehidupan saya. Saya ternyata sering membaca Alkitab hanya untuk memperkuat pandangan saya sendiri. 
Saya memakai Alkitab sebagai sumber dogma untuk menyerang orang lain sementara mengukuhkan kembali rasa 
ke-tidak aman-an dan kekurangan saya sendiri. Betapa menyakitkannya kenyataan ini bagi saya! 

Walaupun saya tidak akan pernah bisa sepenuhnya obyektif, saya bisa menjadi pembaca Alkitab yang lebih 
baik. Saya bisa membatasi kecondongan yang ada dengan cara mengenali dan mengakui keberadaannya. Saya 
belum sepenuhnya bebas dari kecondongan ini, tapi saya berusaha untuk melawan kelemahan saya ini. Penafsir 
seringkali menjadi musuk terburuk bagi pembacaan Alkitab yang benar! 

Berikut ini adalah beberapa pra-suposisi ysng saya bawa dalam mempelajari Alkitab sehingga anda, pembaca, 
bisa membahasnya bersama dengan saya: 

xii 



I. Pra-suposisi 

A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. Karena itu, 
penafsirannya hams menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang penulis illahi (Roh Kudus) 
yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar belakang sejarah tertentu. 

B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa - untuk semua orang! Tuhan menyediakan diriNya 
untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya tertentu. Tuhan tidak 
menyembunyikan kebenaran — la ingin kita mengerti! Oleh karena itu, Alkitab hams ditafsirkan dengan 
sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman kita saat ini. Alkitab tidak dapat berarti sesuatu 
bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang membaca dan mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah 
secara mudah dimengerti oleh akal kita, dan menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi. 

C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu dengan 
yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat paradoks. Dengan 
demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. 

D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan maksud dan 
tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. Meskipun kita tidak akan mungkin bisa sepenuhnya 
meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator menunjuk kearah hal tersebut: 

1 . Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita. 

2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan 

3. konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan. 

4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan berita. 

5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan berita. 

6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita. 

7. bagian-bagian yang bersifat paralel. 

Mempelajari setiap bidang ini adalah tujuan kita dalam mempelajari suatu bagian Alkitab. Sebelum saya 
menerangkan mengenai metodologi bagi pembacaan Alkitab yang baik, saya akan menggambarkan beberapa 
metode yang tidak tepat yang bayak digunakan saat ini, yang telah menyebabkan banyaknya keberagaman tafsiran, 
dan yang sebagai konsekuensi hams kita hindari: 

II. Metode-metode yang Tidak Tepat 

A. Mengabakan konteks tulisan dari buku Alkitab dan menggunakan tiap kalimat, anak kalimat, atau bahkan 
kata-kata secara individual sebagai suatu pernyataan kebenaran yang tidak berhubungan dengan maksud 
penulis atau konteks yang lebih luas. Hal ini sering disebut dengan "proof- tex ting". 

B. Mengabaikan latar belakang sejarah dari suatu buku, dengan menggantikannya dengan suatu pengandaian 
latar belakang sejarah yang kurang atau tidak didukung oleh naskah itu sendiri. 

C. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dan membacanya seperti sebuah surat kabar lokal yang 
ditulis terutama untuk orang-orang Kristen moderen. 

D. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dengan meng alegorisasikan naskah degan berita teologis 
atau filosofis yang tak ada hubungannya sama sekali dengan si pendengar pertama dan maksud asli si 
penulis. 

E. Mengabaikan berita asli dengan menggantikannya dengan sistem teologi seseorang, doktrin favorit, atau 
isu-isu kontemporer yang tak berhubungan dengan berita yang dinyatakan dan dimaksudkan oleh si penulis 
asli. Gejala ini sering mengikuti pembaaan mula-mula dari Alkitab sebagai cara menetapkan otoritas 
pembicara. Hal ini seringkali disebut sebagai "tanggapan pembaca" (penafsiran "arti-naskah-bagi-ku") 

Paling tidak ada tiga komponen yang saling berhubungan yang bisa ditemukan di dalam semua komunikasi 
manusia yang bersifat tertulis: 



Maksud dari 

Si Penulis 

Asli 




Naskah 
Tertulis 




Penerima Asli 







Di masa lampau, teknik-teknik pembacaan yang berbeda berfokus pada salah satu dari ketiga komponen ini. 
Namun untuk bisa meyakini dengan sesungguhnya ilham Alkitab yang unik, suatu diagram yang telah dimodifikasi 
akan lebih tepat untuk digunakan: 



xm 



Roh Kudus 






Variasi 
Naskah 








Orang 

Percaya Akhir 
Zaman 






Maksud dari 
Si Penulis 






Naskah 






Penerma Asli 














Asli 





















Dalam kenyataannya keseluruhan tiga komponen tersebut hams di ikut sertakan dalam proses penafsiran. Untuk 
tujuan peneguhan, tfsiran saya berfokus pada dua komponen pertama: si penulis dan naskah asli. Saya barangkali 
bereaksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang saya dapati: (1) peng-alegorisasi-an atau peng-rohani-an suatu 
naskah dan (2) tafsiran "tanggapan pembaca" (apa artinya bagiku). Pelanggaran dapat terjadi di tiap tingkatan. Kita 
harus selalu memeriksa motivasi, kecondongan-kecondongan, teknik-teknik, dan aplikasi-aplikasi kita.Namun 
bagaimana kita memeriksanya jika tidak terdapat pembatassan-pembatasandari suatu penafsiran, tak ada batas, 
tanpa kriteria? Di sinilah dimana maksud kepenulisan dan struktur tulisan memberikan kepada saya beberapa 
kriteria untuk membatasi cakupan dari kemungkinan penafsiran yang memenuhi syarat. 

Menanggapi teknik-teknik pembacaan yang tidak tepat ini, kemungkinan pendekatan untuk pembacaan Alkitab 
secara benar yang bagaimana yang bisa menawarkan suatu tingkat konsistensi dan peneguhan tertentu? 

III. Kemungkinan-Kemungkinan Pendekatan Untuk Pembacaan Alkitab Secara Benar. 

Di titik ini Saya tidak sedang mendiskusikan teknik tunggal untuk menafsirkan suatu kategori seni (genre) 
tertentu tetapi prinsip-prinsip umum hermenetik yang tepat untuk semua jenis naskah Alkitab. Sebuah buku yang 
baik untuk pendekatan pendekatan kategori seni (genre) tertentu adalah Bagaimana Membaca Alkitab Agar 
Mendapatkan Semua Manfaatnya. Karangan Gordon Fee dan Douglas Stuart, yang diterbitkan oleh Zondervan. 

Metodologi saya berfokus mula-mula pada pembaca yang memberi kesempatan Roh Kudus untuk menerangkan 
Alkitab melalui empat siklus pembacaan pribadi. Hal ini membuat Roh Kudus, naskah bacaan, dan si pembaca 
menjadi yang terutama dan bukan hal sekunder. Hal ini juga akan melindungi si pembaca dari pengaruh-pengaruh 
yang tidak semestinya dari si komentator. Saya mendengar ada yang berkata bahwa: "Alkitab memiliki banyak 
sekali pernyataan/keterangan pada komentari-komentari". Ini bukan berarti sebagai suatu tanggapan yang 
melemahkan mengenai alat bantu belajar ini, namun hal ini merupakan suatu permohonan untuk menggunakannya 
pada waktu yang tepat. 

Kita harus bisa mendukung penafsiran kita dengan menggunakan naskah bacaan itu sendiri. Lima bidang yang 
menyediakan setidaknya peneguhan yang terbatas: 

1. dari si penulis asli: 

a. latar belakang sejarah 

b. konteks penulisan 

2. pilihan si penulis mengenai: 

a. struktur tata bahasa (sintaksis) 

b. penggunaan bahan-bahan kontemporer 

c. kategori seni (genre) 

3. pengertian kita mengenai: 

a. kutipan paralel yang relevan. 

Kita perlu untuk memiliki kemampuan untuk memberikan alasan dan penalaran dibalik penafsiran kita. 
Alkitab adalah satu-satunya sumber iman dan perbuatan. Namun yang menyedihkan adalah orang-orang Kristen 
seringkali ridak bersetuju mengenai apa yang diajarkan atau dibenarkan oleh Alkitab ini. Adalah suatu kekalahan 
bagi kita sendiri jika kita menyatakan mendapat ilham dari Alkitab namun kemudian orang-orang percaya tidak bisa 
menyetujui apa yang di ajarkan dan disyaratkannya! 

Keempat siklus pembacaan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman-pemahaman penafsiran 
mengenai hal-hal berikut: 

A. Siklus Pembacaan Pertama 

1. Membaca buku satu kali. Baca lagi dalam terjemahan yang berbeda, sebisanya dari teori penterjemahan 
yang berbeda. 
a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 



xiv 



b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Carilah maskud pokok dari keseluruhan tulisan. Identifikasikan temanya. 

3. Pisahkan (jika mungkin) suatu unit-unit penulisan, suatu pasal, suatu paragraaf ataupun suatu kalimat 
yang secara jelas menyatakan maksud pokok atau tema tersebut. 

4. Identifikasikan kategori seni (genre) yang mendominasi. 

a. Perjanjian Lama 

(1) Cerita-cerita Ibrani 

(2) Puisi Ibrani (mazmur, tulisan- tulisan bijak) 

(3) Nubuatan Ibrani (prosa, puisi) 

(4) Aturan-aturan Hukum 

b. Perjanjian Baru 

(1) Cerita-cerita (Kitab Injil, Kisah Para Rasul) 

(2) Perumpamaan-perumpamaan (Kitab Injil) 

(3) Surat-surat/Tulisan para rasul 

(4) Tulisan-tulisan Apokaliptik 

B. Siklus Pembacaan Kedua 

1. Baca keseluruhan buku lagi, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik dan pokok-pokok utama. 

2. Ringkas topik-topik utama dan secara garis besar nyatakan maknanya dalam suatu pernyataan yang 
sederhana. 

3. Periksa pernyataan tujuan dan garis besar anda dengan alat bantu belajar. 

C. Siklus Pembacaan Ketiga 

1. Baca keseluruhan buku lagi, untuk mengidentifikasi latar belakang sejarah dan kejadian-kejadian 
spesifik dari kitab Alkitab itu sendiri. 

2. Daftarkan hal-hal historis yang disebut dalam buku Alkitab tersebut. 

a. Penulis 

b. Tanggal 

c. Penerima-penerima 

d. Alasan khusus penulisan 

e. Aspek-aspek dari latar belakang budaya yang berkaitan dengan tujuan penulisan. 

f. Referensi-referensi mengenai orang-orang dan peristiwa-peristiwa sejarah. 

3. Kembangkan garis besar anda ke tingkat paragraf dari buku Alkitab yang sedang anda tafsirkan. Selalu 
mengidentifikasikan dan meringkas unit tulisan. Ini mungkin akan mencakup beberapa pasal dan 
paragraf. Hal ini akan memampukan anda untuk mengikuti logika dan rancangan tulisan dari si penulis 
asli. 

4. Periksa latar belakang sejarah anda dengan menggunakan alat bantu belajar. 

D. Siklus Pembacaan Keempat 

1. Baca lagi bagian buku tersebut dalam beberapa terjemahan 

a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 

b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Cari struktur tulisan atau tata bahasa 

a. frasa-frasa yang berulang, Ef 1 :6, 12,13 

b. struktur tata bahasa yang berulang, Rom 8:31 

c. konsep-konsep yang kontras 

3. Daftarkan hal-ha berikut ini: 

a. istilah-istilah yang signifikan 

b. istilah-istilah yang tidak umum. 

c. Struktur tata bahasa yang penting 

d. Kata-kata, anak kalimat maupun kalimat-kalimat yang sukar dimengerti. 

4. Cari kutipan-kutipan parallel yang relevan 

a. cari kutipan pengajaran yang paling jelas dalam bidang yang anda pelajari, menggunakan 

(1) buku -buku "teologi sistematis" 

(2) Alkitab-Alkitab yang berpetunjuk 

xv 



(3) konkordansi 

b. Cari kemungkinan adanya hal-hal yang bersifat paradox dalam pokok yang anda pelajari. Banyak 
kebenaran Alkitab dinyatakan dalam bentuk pasangan dialektik; banyak konflik antar denominasi 
bersumber pada proof-texting setengah dari "ketegangan" dalam penafsiran Alkitab. Keseluruhan 
isi Alkitab adalah ilham dari Allah, hingga kita harus mencari selengkap mungkin berita yang 
terkandung didalamnya agar penafsiran kita akan Firman menjadi seimbang. 

c. Cari bagian-bagian paralel dalam satu buku, satu pengarang, dan satu kategori seni; Alkitab adalah 
penafsir terbaik dari Firman Allah, karena penulisnya adalah satu yaitu Roh Kudus. 

5. Gunakan Panduan belajar untuk memeriksa latar belakang dan peristiwa-peristiwa sejarah yang anda 
dapati. 

a. Alkitab panduan belajar 

b. Ensiklopedi, buku pegangan, dan kamus Alkitab 

c. Pengantar Alkitab 

d. Komentari Alkitab (pada titik ini dalam proses belajar anda, ijinkan komunitas orang percaya, di 
masa lalu atau masa kini, untuk membantu dan mengkoreksi proses belajar pribadi anda.) 

IV. Penerapan dari Penafsiran Alkitab 

Pada titik ini kita berpindah pada penerapan. Anda telah menggunakan waktu untuk memahami suatu naskah 
berdasarkan latarbelakang aslinya; sekarang anda harus menerapkannya ke dalam hidup anda, terhadap budaya 
anda. Saya mendefinisikan kepenulisan Alkitab sebagai "memahami apa yang dikatakan oleh penulis asli Alkitab 
kepada jamannya, dan menerapkan kebenaran tersebut kepada zaman kita." 

Penerapan harus mengikuti tafsiran dari maksud si penulis asli, baik dari sisi waktu maupun logika. Kita tidak 
bisa menerapkan suatu kutipan Alkitab kepada zaman kita sampai kita mengetahui apa arti kutipan tersebut pada 
zamannya! Suatu kutipan Alkitab tidak boleh diartikan berbeda dengan arti aslinya! 

Garis besar rinci anda, sampai ke tingkat paragraf (siklus pembacaan #3), akan menjadi panduan anda. 
Penerapan harus dilakukan di tingkat paragraph ini, bukannya di tingkat kata. Kata-kata hanya akan memiliki arti 
jika dikaitkan dalam konteks tertentu, demikian pula anak kalimat, maupun kalimat. Satu-satunya orang yang 
diilhami Allah yang terlibat dalam proses penafsiran ini adalah hanya si penulis asli. Kita hanya mengikuti 
pimpinannya dengan penerangan dari Roh Kudus. Namun Penerangan bukanlah ilham. Untuk berkata "demikian 
Firman Tuhan", kita harus sejalan dengan maksud si penulis asli. Penerapan harus terkait secara khusus kepada 
maksud umum dari keseluruhan tulisan, bagian tulisan tertentu, dan pengembangan pemikiran setingkat paragraf. 

Jangan biarkan hal-hal dari zaman kita digunakan untuk menafsir Alkitab; Biarkan Alkitab berbicara! Hal ini 
mungkin mensyaratkan kita untuk menimba prinsip-prinsip dari naskah tersebut. Hal ini tepat bila naskah tersebut 
mendukung suatu prinsip tertentu. Sayangnya, dalam banyak hal prinsip kita adalah hanya prinsip "kita sendiri", 
bukan prinsip dari naskah tersebut 

Dalam menerapkan Alkitab, penting untuk diingat bahwa (kecuali dalam nubuatan) hanya ada satu dan satu saja 
arti yang tepat bagi setiap naskah Alkitab. Arti tersebut adalahyang berhubungan dengan maksud dari si penulis asli 
pada saat ia menghadapi krisis atau keperluan-keperluan di zamannya. Banyak kemungkinan penerapan bisa ditarik 
dari arti yang satu tersebut. Penerapan akan berdasarkan kebutuhan si penerima, namun harus berhubungan dengan 
arti dari si penulis asli. 

V. Aspek Rohani dari Penafsiran 

Sejauh ini saya telah mendiskusikan proses logika dan tekstual yang digunakan dalam penafsiran dan 
penerapan. Sekarang ijinkan saya secara singkat mendiskusikan mengenai aspek rohani dari penafsiran. Daftar hala- 
hal yang harus dilakukan berikut sangat membentu saya dalam hal ini: 

A. Berdoa mohon pertolongan Roh Kudus (bdk I Kor 1:26-2:16) 

B. Berdoa untuk pengampunan dan penyucian pribadi dari dosa-dosa yang kita ketahui (bdk I Yoh 1 :9) 

C. Berdoa bagi kerinduan lebih dalam untuk mengenai Allah (bdk Maz 19:7-14; 42: 1 dst; 119:1 dst.). 

D. Terapkan dengan segera setiap pengertian yang baru dalam kehidupan anda sendiri. 

E. Tetap bersifat rendah hati dan mau belajar. 

Sangatlah sukar untuk bisa menjaga keseimbangan antara proses logika dengan kepemimpinan Rohani dari Roh 
Kudus. Cuplikan-cuplikan berikut ini telah membantu saya menyeimbangkan kedua hal tersebut: 

xvi 



A. dari James W. Sire, Scripture Twisting, hal 17-18: 

"Penerangan datang dalam pikiran dari anak-anak Allah - bukan hanya kepada orang-orang rohani 
tingkat tinggi saja. Tidak ada kelompok "guru" dalam Kekristenan yang Alkitabiah, tak ada orang bijak, tak 
ada orang yang merupakan penafsir yang sempurna. Dengan demikian, sementara Roh Kudus 
mengaruniakan karunia-karunia hikmat, pengetahuan, dan membedakan roh, la tidak menugaskan orang- 
orang Kristen yang diperlengkapi ini menjadi satu-satunya penafsir yang sah dari Firman Allah. Hal ini 
terserah kepada tiap anakNya untuk belajar, menimbang, dan memahami sesuai petunjuk Alkitab yang 
berdiri sebagai penguasa bahkan bagi mereka yang dikaruniai Allah kemampuan yang khusus. Secara 
ringkas, asumsi yang saya buat bagi keseluruhan buku adalah bahwa Alkitab adalah pernyatan yang benar 
dari Allah kepada semua umat manusia, yang merupakan penguasa teritnggi dari segala hal yang 
dikatakanNya, dan juga secara keseluruhan bukan suatu misteri, hingga bisa cukup dipahami oleh orang 
biasa dalam tiap budaya." 

B. Tentang Kierkegaard, tertulis dalam Bernard Ramm, Protestant Biblical Interpretation, hal 75.: 

Menurut Kierkegaard mempelajari kesejarahan, leksikal dan ke-tata-bahasa-an dari Alkitab adalah 
keharusan, namun hanya merupakan tahapan awal dari pembacaan Alkitab sebenarnya. "Untuk membaca 
Alkitab sebagai Firman Tuhan, seseorang hams membaca dengan hatinya dalam mulutnya, dengan 
kesadaran, dengan suatu pengharapan yang besar, dalam suatu percakapan dengan Tuhan. Membaca 
Alkitab dengan tanpa berpikir, secara sembarang, atau secara akademis, atau secara professional, bukan 
membaca Alkitab sebagai Firman Allah. Orang yang membacanya seperti membaca sebuah surat cinta, 
orang tersebut membacanya sebagai Firman Allah." 

C. H. H. Rowley dalam The Relevance of the Bible, hal. 19: 

"Tak satupun dari pemahaman secara intelektual mengenai Alkitab, betapapun lengkapnya, mampu 
mencakup keseluruhan harta di dalamnya. Pernyataan ini bukan bermaksud untuk merendahkan 
pemahaman intelektual karena pemahaman tersebut sangat hakiki bagi suatu pemahaman yang lengkap. 
Namun untuk menunjukkan perlunya pemahaman secara rohani akan harta harta rohani dalam Alkitab, 
sebagai syarat kelengkapan pemahaman. Dan untuk pemahaman rohani ini, keberadaan hal-hal di atas 
kesadaran intelektualitas merupakan suatu keharusan. Hal-hal Rohani hams dimengerti secara Rohani, dan 
siswa Sekolah Alkitab perlu memiliki sikap penerimaan rohani, yaitu kerinduan untuk mencari Tuhan untuk 
menundukkan diri kepadaNya, jika ia hams belajar melampaui batas keimiahan untuk mendapatkan 
kelimpahan warisan dari Buku di atas segala buku ini" 

VI Metode dari Komentari ini 

Komentari Pedoman Belajar ini dirancang untuk membantu prosedur penafsiran anda dengan cara-cara sebagai 
berikut: 

A. Mengawali tiap buku dengan garis besar kesejarahan. Setelah anda menyelesaikan "siklus pembacaan #3" 
Periksa informasi yang tersedia ini. 

B. Pengertian-pengertian Kontekstual dapat ditemukan di bagian awal dari setiap pasal. Hal ini akan 
membantu anda untuk melihat bagaimana kelompok-kelompok tulisan disusun. 

C. Di awal dari tiap pasal atau bagian tulisan utama pembagian-pembagian paragraph dan keterangan- 
keterangannya disediakan dalam beberapa terjemahan modem: 

1. Naskah Yunani The United Bible Society, revisi dari edisi ke-4 (UBS4). 

2. New American Standard Bible (NASB) pembaharuan tahun 1995 

3. The New King James Version (NKJV) 

4. The New Revised Standard Version (NRSV) 

5 . The Today ' s English Version (TEV) 

6. The Jerusalem Bible (JB) 

Pembagian paragraph bukan berasal dari ilham Allah. Pembagian ini hams didasarkan atas konteks. Dengan 
memperbandingkan beberapa terjemahan modem dengan teori penterjemahan dan sudut pandang teologis 
yang berbeda, kita bisa menganalisis kemungkinan stmktur pemikiran dari si penulis asli. Setiap paragraf 
memiliki satu kebenaran utama. Hal ini dinamakan "kalimat topik" atau "ide sentral dari tulisan". Pokok 
pemikiran ini adalah kunci dari penafsiran kesejarahan dan ke-tata-bahasa-an. Orang tidak sehamsnya 
menafsirkan, mengkhotbahkan, atau mengajarkan tentang hal yang kurang dari satu paragraf! Juga ingat 
bahwa tiap paragraf terkati dengan paragraf-paragraf di sekitarnya. Itulah sebabnya suatu garis besar 

xvii 



setingkat paragraf dari keseluruhan buku adalah sangat penting. Kita harus dapat mengikuti aliran logika 
dari suatu pokok bahasan yang di kemukakan oleh si penulis asli, si penerima ilham. 

D. Catatan-catatan dari Dr. Bob Utley mengikuti suatu pendekatan penafsiran ayat demi ayat. Ini akan 
memaksa kita untuk mengikuti pemikiran dari si penulis asli. Catatan-catatan ini menyediakan informasi 
dari beberapa bidang: 

1 . konteks tulisan 

2. pengertian-pengertian kesejarahan 

3. informasi ke-tata-bahasa-an 

4. pelajaran mengenai kata-kata 

5. kutipan paralel yang cocok. 

E. Di tempat-tempat tertentu dalam komentari, cetakan ayat dari New American Standard Version (pembaruan 
1995) akan digantikan dengan terjemahan dari beberapa versi modern yang lain: 

1. The New King James Version (NKJV), yang mengikuti naskah tekstual dari "Textus Receptus" 

2. The New Revised Standard Version (NRSV), yang adalah revisi kata-demi kata dari Revised Standard 
Version oleh The National Council of Churches 

3. The Today's English Version (TEV), yang merupakan penterjemahan secara ekuivalen dinamis dari 
American Bible Society. 

4. The Jerusalem Bible (JB), yang adalah terjemahan bahasa Inggris berdasarkan Terjemahan ekuivalen 
dinamis dari Katolik Perancis. 

F. Bagi mereka yang tidak bisa membaca bahasa Yunani, membandingkan terjemahan bahasa Inggris dapat 
membantu dalam mengidentifikasikan masalah-masalah dalam naskah: 

1 . variasi naskah kuno 

2. kemungkinan arti-arti dari suatu kata 

3. struktur dan naskah yang sukar tata bahasanya 

4. naskah yang memiliki arti yang mendua. 

G. Pada penutupan dari tiap pasal tersedia pertanyaan-pertanyaan yang relevan sebagai bahan diskusi yang 
diupayakan untuk dapat menuju ke arah hal-hal utama yang berkenaan dengan penafsiran dari pasal tersebut 



xvm 



PERNYATAAN- PERNYATAAN PEMBUKA PADA 
KAJIAN MENGENAI KEJADIAN 1-11 



A. Bagaimana Kejadian 1-11 berhubungan dengan ilmu pengetahuan barat moderen? 

1 . berlawanan secara total 

2. bersetuju secara total 

3. titik-titik keserupaan 

Ilmu Pengetahuan adalah metode penelitian. Merupakan gejala moderen namun selalu berubah atas 
dasar pengetahuan yang baru. Allah sebagai pencipta dan Allah sebagai juru selamat dipegang 
bersama oleh "dua buku", alam (perwahyuan alamiah, lih. Maz 19:1-6) dan Kitab Suci (perwahyuan 
khusus, lih. Maz 19:7-1 1). Allah menuliskan keduanya! Keduanya tidak berselisih paham! 

B. Bagaimana Kejadian 1-11 berhubungan dengan sejarah moderen? 

1. Jenis-jenis sastra timur dan barat berbeda. Bukan benar atau salah, bukan betul atau keliru, namun 
berbeda. Kejadian 1-11 adalah pra-sejarah. Ini secara teologis bersifat krusial, namun agak 
terselubung (pola sastra yang ringkas). Terselubung dalam jenis sastra, terselubung dalam drama 
kesejarahan, terselubung seolah-olah seperti akhir dari sejarah (yaitu Wahyu). 

2. KeKristenan, sebagaimana Yudaisme, adalh suatu agama yang berdasarkan kesejarahan. Berdiri dan 
jatuh pada peristiwa-peristiwa kesejarahannya. Namun demikian, beberapa peristiwa (misal. Kej 1- 
11) ada diluar daya paham kita, sehingga hal-hal ini dikomunikasikan dalam cara-cara yang dapat 
dimengerti oleh manusia (yaitu, akomodasi). Ini sama sekali bukan menyangkal kebisa 
dipercayaannya, namun untuk menekankan maksud teologisnya. Alkitab memilih untuk tidak 
berfokus padaa penciptaan, namun pada penciptaan kembali (penebusan). 

3. Kejadian disusun di dalam suatu kerangka rujukan "kesejarahan". Kita bisa mendokumentasikan 
keterkaitan yang nyata pada sejarah sekuler mulai dengan pasal 12 (yaitu, tab let- tab let Nuzi dan 
Mari). Namun demikian, pasal 1-3 ada diluar konfirmasi kesejarahan dan identifikasi jenis kesastraan. 

C. Bagaimana Kejadian 1-1 1 berhubungan dengan sastra? 

1. Ada paralel-paralel dari pasal 1-2, 3, dan 6-9 dari sumber-sumber Mesopotamia. Sering istilah, 
rincian, dan alur ceritanya serupa. Namun demikian, monoteisme Alkitab dan dignitas dari manusia 
adalah unik. 

2. Setidaknya ada dua bahaya dalammendekati Alkitab sebagai karya sastra. 

a. Sebagai karya sastra bersifat mitologis, tidak bersifat historis sama sekali. 

b. Sebagai karya sastra bersifat hurufiah, tanpa bahasa kiasan, tanpa jenis sastra timur, tanpa 
peristiwa-peristiwa dramatis, parabolis. 

Allah telah menyatakan DiriNya kepada suatu budaya dan masa tertentu menggunakan bahasa 
manusia (yaitu. Penggambaran-penggambaran, analogi, dan penegatifan). Benar dan bisa dipercaya, 
namun tidak lengkap dan mendalam. 

3. Penciptaan adalah suatu kebenaran perwahyuan yang bertumbuh. Kejadian 1-2 bersifat mendasari, 
namun Mazmur dan PB juga bersifat krusial bagi suatu perspektif yang tepat. Masing-masing tiga 
sumber ini menambah pada suatu pemahaman teologis dari metode dan maksud dari penciptaan. 

D. Bagaimana kita menafsirkan Kejadian 1-11? 

1. Bagaimana semua bermula dan bagaimana semua akan berakhir adalah terselubung (Kejadian 1-11 
dan Wahyu, yaitu kita melihat melalui suatu kaca secara gelap). 



2. Kita memiliki semua kebenaran yang diperlukan untuk menanggapi Allah dan memahami Alkitab. 
Namun kita tidak memiliki fakta-fakta yang lengkap, hurufiah, dan mendalam. Kita memiliki 
peristiwa-peristiwa pilihan yang secara teologis telah ditafsirkan 

3. Kita hams melihat Kejadian 1-11 melalui 

a. Jenis Kesusastraan 

b. Penekanan Teologis 

c. Peristiwa-peristiwa Sejarah 

d. Ilmu pengetahuan/budaya/kecondongan-kecondongan barat moderen 

4. Manusia yang jatuh semua berdiri dihadapan Alkitab (yaitu perwahyuan ALlah) dan dihakimi 
olehnya. Memang ini jauh di luar kemampuan mental kita, namun kita harus mampu untuk 
memahaminya agar supaya dapat menanggapinya dengan tepat. Orang-orang percaya menafsirkannya 
secara berlainan (beberapa secara salah), namun semua bertanggung jawab untuk kebenaran yang 
mereka pahami tersebut. Kebenaran ini menyatakan Allah; menyatakan pemberontakan manusia; 
menyatakan penebusan Illahi. Kekekalan kita berhubungan dengan kebenaran-kebenaran ini, bukan 
masalah bagaimana dan kapan dari penciptaan dan peristiwa dari Kej 1-11. Tetapi terutama masalah 
Siapa dan Mengapa lah yang sedemikian krusial. 

Kiranya Allah mengampuni kita semua (dan la sudah) ! 



PENGANTAR KEPADA KEJADIAN 



I. NAM A KITAB 

A. Dalam Bahasa Ibrani (yaitu, Naskah M asoretik) adalah kata pertain a dari kitab ini, bereshith, "pada 
mulanya" atau "cara bermulanya." 

B. Dari Alkitab bahasa Yunani (yaitu, terjemahan Septuaginta), adalah Genesis, yang berarti "awal" atau 
"asal-usul," yang diambil dari Kej 2:4a. Ini mungkin adalah "frasa-garis besar" kunci dari si penulis atau 
tanda penerbit untuk mengaitkan biografi-biografi teologis yang berbeda menjadi satu sebagaimana 
dilakukan oleh para penulis naskah kuno Babilonia. Frasa garis besar kunci ini berfungsi sebagai suatu 
penyajian akhir, bukannya suatu pengantar. 

II. KANONISASI 

A. Ini adalah buku pertama dari bagian pertama dari kanonika Ibrani yang disebut "Taurat" atau 
"Pengajaran" atau "Hukum." 

B. Bagian ini dalam Septuaginta dikenal sebagai Pentateukh (yaitu, lima gulungan kitab). 

C. Kadang-kadang dalam bahasa Inggris ini disebut sebagai "Lima Kitab Musa." 

D. Kejadian-Ulangan adalah suatu catatan yang bersambungan oleh (suntingan) Musa mengenai penciptaan 
sampai pada kehidupan Musa. 

III. JENIS 

Kitab Kejadian terutama merupakan suatu gaya cerita teologis, historis, namun juga mencakup tipe-tipe lain 
dari jenis sastra: 

A. Drama Kesejarahan - contoh: 1: 1-3 

B. Puisi - contoh: 2:23; 4:2; 8:22 

C. Nubuatan - contoh: 3:15; 49:1 dst (juga puitis) 

IV. KEPENULISAN 

A. Alkitab sendiri tidak menyebutkan nama penulisnya (sebagaimana terjadi juga di banyak kitab PL). 
Kejadian tidak memiliki bagian-bagian yang menyebut "say a" seperti di Ezra, Nehemia, atau bagian yang 
menyebut "kami" seperti kitab Kisah. Pada akhirnya si penulis adalah Allah! 

B. Tradisi Yahudi: 

1 . Para penulis Yahudi kuno mengatakan bahwa Musa menuliskannya: 

a. Karya Ben Sirah Ekklesiastikus, 24:23, yang ditulis sekitar 185 SM 

b. Baba Bathra 14b, suatu bagian dari Talmud 

c. Filo dari Aleksandria, Mesir, seorang filsuf Yahudi yang hidup sekitar tahun 20 SM sampai 42 M. 

d. Flavius Josefus, seorang sejarahwan Yahudi, yang hidup sekitar tahun 37-70 M. 

2. Ini adalah suatu wahyu kepada Musa 



a. Musa dikatakan telah menuliskan bagi umat: 

(1) Keluaran 17:14 

(2) Keluaran 24:4, 7 

(3) Keluaran 34:27, 28 

(4) Bilangan 33:2 

(5) Ulangan 31:9, 22, 24-26 

b. Allah dikatakan telah berbicara melalui Musa kepada umat: 

(1) Ulangan 5:4-5, 22 

(2) Ulangan 6:1 

(3) Ulangan 10:1 

c. Musa dikatakan telah mengatakan kata-kata dari Taurat kepada umat: 

(1) Ulangan 1:1, 3 

(2) Ulangan 5:1 

(3) Ulangan 27:1 

(4) Ulangan 29:2 

(5) Ulangan 31:1, 30 

(6) Ulangan 32:44 

(7) Ulangan 33:1 

3. Para penulis PL mengarahkannya pada Musa: 

a. Yosua 8:31 

b. II Raja-raja 14:6 

c. Ezra 6:18 

d. Nehemia 8:1; 13:1-2 

e. II Tawarikh 25:4; 34:12; 35:12 

f. Daniel 9:11 

g. Maleakhi 4:4 

C. Tradisi Kristen 

1 . Yesus mengarahkan kutipan dari Taurat kepada Musa: 

a. Matius 8:4; 19:8 

b. Markus 1:44; 7:10; 10:5; 12:26 

c. Lukas 5:14; 16:31; 20:37; 24:27, 44 

d. Yohanes 5:46-47; 7: 19, 23 

2. Para penulis PB lain mengarahkan kutipan dari Taurat kepada Musa: 

a. Lukas 2:22 

b. Kisah 3:22; 13:39; 15:1, 15-21; 26:22; 28:23 

c. Roma 10:5, 19 

d. I Korintus 9:9 

e. II Korintus 3:15 

f. Ibrani 10:28 

g. Wahyu 15:3 

3. Kebanyakan Baba-bapa gereja mula-mula menerima kepenulisan Musa. Namun demikian, Ireneus, 
Klemens dari Aleksandria, Origen dan Tertulian semua mempunyai pertanyaan tentang hubungan 
Musa dengan format kanonika Kejadian yang sekarang (lih. D. 2. pada halaman 5). 

D. Keahlian Moderen 

1. Secara nyata telah terdapat beberapa tambahan editorial pada Taurat (sepertinya, untuk membuat 
karya kuno menjadi lebih bisa dimengerti oleh para pembaca kontemporer, yang merupakan suatu ciri 
dari para ahli tulis penyalin dari Mesir): 

a. Kejadian 12:6; 13:7; 14:14; 21:34; 32:32; 36:31; 47:11 

b. Keluaran 11:3; 16:36 

c. Bilangan 12:3; 13:22; 15:22-23; 21:14-15; 32:33 dst 

d. Ulangan 3:14; 34:6 

e. Ahli-ahli tulis kuno sangatlah terdidik dan terlatih. Namun demikian, teknik mereka berlainan 



dari negara ke negara: 

(1) Di Mesopotamia, mereka sangat berhati-hati untuk tidak merubah apapun, dan bahkan 
memeriksa karya mereka demi keakuratannya. Ini adalah catatan kaki Ahli Tulis Sumeria 
kuno dari sekitar 1400 SM: "pekerjaan ini selesai dari awal sampai akhir, telah disalin, 
dibetulkan, diperbandingkan, dan di cocokkan tanda demi tanda". 

(2) Di Mesir, mereka dengan bebas merubah naskah-naskah kuno untuk memperbaruinya bagi 
para pembaca kontemporer. Para ahli tulis di Qumran (yaitu, Gulungan Kitab Laut Mati) 
mengikuti pendekatan ini. 

2. Para ahli dari abad ke 19 berteori bahwa Taurat adalah suatu paduan dokumen dari berbagai sumber 
selama suatu kurun waktu yang panjang (Graff- Wellhausen). Teori ini didasarkan atas: 

a. nama-nama yang berlainan bagi Allah 

b. kegandaan-kegandaan yang nampak dalam naskah 

c. bentuk kesastraan dari catatan-catatan tersebut 

d. teologia dari catatan-catatan tersebut 

3. Perkiraan sumber-sumber dan tanggal-tanggal: 

a. sumber J (penggunaan YHWH dari Israel bagian selatan) - 950 SM. 

b. sumber E (penggunaan Elohim dari Israel bagian utara) - 850 SM. 

c. gabungan JE - 750 SM. 

d. sumber D ("Kitab Hukum," II Raj 22:8, yang ditemukan pada waktu reformasi Yosia sementara 
merombak Bait Suci diperkirakan adalah kitab Ulangan, yang ditulis oleh seorang imam tak 
dikenal di jaman Yosia untuk mendukung reformasinya.) - 621 B.C. 

e. sumber P (penulisan kembali PL oleh para imam, khususnya ritual dan prosedur) - 400 B .C . 

f. Secara nyata tampak bahwa telah ada penambahan editorial terhadap Taurat. Orang Yahudi 
menegaskan bahwa ini adalah 

(1) Imam Besar (atau anggota keluarganya yang lain) pada waktu menulis 

(2) nabi Yeremia 

(3) Ezra si Ahli Tulis - P/ Esdras mengatakan ia menuliskannya kembali karena naskah aslinya 
telah dirusak dalam kejatuhan Yerusalem dalam tahun 586 SM. 

g. Namun demikian, teori J. E. D. P. mengatakan lebih banyak mengenai teori-teori dan kategori- 
kategori kesastraan moderen kita dari pada bukti dari Taurat (R. K. Harrison, Pengantar 
Perjanjian Lama, hal. 495-541 dan Komentari Tyndale, "Imamat" hal. 15-25). 

h. Karakteristik dari Sastra Ibrani 

(1) Kegandaan, seperti Kej 1 & 2, adalah lazim dalam bahasa Ibrani. Biasanya suatu penjelasan 
umum diberikan, diikuti oleh catatan khusus (lih. Sepuluh Perintah dan Kode Kekudusan). 
Ini mungkin adalah cara untuk menonjolkan kebenaran atau membantu ingatan lisan. 

(2) Para rabi kuno mengatakan dua nama terlazim bagi Allah memiliki signifikansi teologis: 

(a) YHWH - nama Perjanjian bagi Tuhan dalam hubunganNya dengan Israel sebagai Juru 
Selamat dan Penebus (lih. Maz 19:7-14; 103). 

(b) Elohim - Tuhan sebagai Pencipta, Penyedia, dan pemelihara dari segala kehidupan di 
dunia(lih. Maz 19:1-6; 104). 

(c) Naskah-naskah Timur Dekat kuno lain menggunakan beberapa nama untuk menjelaskan 
illah mereka (lih. Ensiklopedia Kesulitan-kesulitan Alkitab oleh Gleason L. Archer, hal 
68). 

(3) Lazimlah dalam sastra timur dekat bukan alkitab bagi munculnya suatu variasi gaya dan kosa 
kata dalam karya sastra yang disatukan (lih. Pengantar Perjanjian Lama, R. K. Harrison, hal. 
522-526). 

Bukti dari sastra timur dekat mengisyaratkan bahwa Musa menggunakan dokumen-dokumen tulisan 
runcing kuno tertulis atau tradisi-tradisi lisan gaya Mesopotamia (patriarchal) untuk menulis Kejadian. Ini 
sama sekali tidak mengisyaratkan berkurangnya pengilhaman namun merupakan suatu upaya untuk 
menerangkan gejala sastra dari kitab Kejadian (lih. karya P. J. Wiseman Penemuan Baru di Babilonia 
mengenai Kejadian). Mulai dari Kej 37, suatu pengaruh gaya, format dan kosa kata Mesir yang ditandai 
sepertimya mengindikasikan Musa menggunakan baik hasil-hasil sastra atau tradisi-tradisi lisan dari 
jaman Israel baik di Mesir dan Mesopotamia. Seluruh pendidikan resmi Musa adalah dari Mesir! 



Pembentukan kesusastraan yang tepat dari Pentateukh tidak pasti. Saya percaya bahwa Musa adalah 
penghimpun dan penulis dari sebagian terbesar dari Pentateukh, walaupun ia mungkin telah menggunakan 
juru tulis dan/atau tradisi-tradisi lisan (patriarchal) dan tertulis. Tulisan-tulisannya telah diperbarui oleh 
para juru tulis dikemudian hari. Kesejarahan dan kebisa dipercayaan dari buku-buku pertama PL ini telah 
dilukiskan oleh arkeologi moderen. 

F. Ada suatu teori yang muncul bahwa ada juru-juru tulis (di berbagai wilayahdi Israel) yang mengerjakan 
bagian-bagian berbeda dari Pentateukh pada kurun waktu yang sama di bawah arahan Samuel (lih. I Sam 
10:25). Teori ini pertama-tama diusulkan oleh karya E. Robertson Masalah Perjanjian Lama. 

V. TANGGAL 

A. Kejadian mencakup kurun waktu dari penciptaan dari semesta kepada keluarga Abraham. Adalah 
mungkin memberi tanggal pada kehidupan Abraham dari sastra sekuler di kurun waktu tersebut. 
Perkiraan tanggalnya kurang lebih adalah sekitar 2000 SM, yaitu milenium kedua SM. Dasar dari hal ini 
adalah 

1 . bapa bertindak sebagai imam bagi keluarga (seperti Ayub) 

2. kehidupan bersifat pengembara mengikuti kawanan ternak 

3. perpindahan dari bangsa Semitik selama kurun waktu tersebut 

B. Peristiwa-peristiwa awal dari Kejadian 1-11 sungguh merupakan peristiwa sejarah (kemungkinan drama 
kesejarahan) namun tak bisa ditanggali oleh pengetahuan yang ada sekarang ini. 

1. Saya secara pribadi telah bisa menerima umur bumi sebagai beberapa milyar tahun (yaitu 14.6 milyar 
untuk alam semesta dan 4.6 milyar untuk bumi, lih. karya Hugh Ross Pertanyaan Kejadian dan 
Penciptaan dan Waktu). 

2. Namun demikian, saya juga percaya dalam penciptaan khusus Adam dan Hawa di kurun waktu yang 
jauh setelah itu. Sepertinya bagi saya Kejadian menyajikan suatu jenis kerangka kerja "kesejarahan", 
namun aspek kesejarahannya kabur pada awalnya (yaitu, Kej 1-3). Anak-anak dari Adam dan Hawa 
memulai kemasyarakatan Mesopotamia (yaitu. pasal 4). Jika kerangka kerja dipertahankan maka 
Adam adalah seorang manusia moderen (Homo sapien) dan bukan lebih merupakan manusia primitif 
Homo erectus. Jika ini benar maka pasti ada suatu perkembangan evolusional dalam primata-primata 
(lih. Komentari PL Tyndale, "Kejadian" oleh Kidner dan Siapakah Adam itu? Oleh Fazale Rana dan 
Hugh Ross) dan juga suatu penciptaan khusus oleh Allah di suatu waktu yang jauh dikemudian hari. 
Saya tidak sepenuhnya merasa nyaman dengan hal ini, namun ini adalah yangterbaik yang ssaya bisa 
lakukan dengan pengetahuan saya akan Alkitab dab Ilmu Pengetahuan saat ini. 

C. Haruslah diingat ketika mempelajari Kejadian bahwa peristiwa-peristiwa sejarahnya dicatat oleh Musa 
yang memimpin umat Allah keliar dari Mesir bisa jadi dalam tahun (1) 1445 SM, berdasarkan atas I Raja- 
raja 6:1; atau (2) 1290 SM, berdasarkan atas bukti dari arkeologi moderen. Oleh karena itu, baik oleh 
tradisi lisan, sumber-sumber tertulis yang tak dikenal, atau perwahyuan Illahi secara langsung, Musa 
mencatat "bagaimana semua bermula" berfokus pada "siapa" dan "mengapa," bukan "bagaimana" dan 
"kapan"! 

D. Saya menulis komentari ini (Kejadian 1-1 1) di tahun 2001. Saya bergumul keras dengan hubungan antara 
Kejadian satu dan budaya barat moderen saya sendiri. Sebuah buku baru oleh John H. Walton, Dunia 
yang Hilang dalam Kejadian Satu, F/P (2009) telah membantu saya hanya untuk melihat betapa 
terpengaruhnya saya oleh latar belakang keberadaan saya sendiri. Saya percaya bahwa hermeneutika yang 
tepat dimulai dengan maksud dari si penulis asli namun nyata bagi saya bahwa teori hermeneutika saya 
lebih baik dari pada prakteknya. Buku oleh Walton ini adalah suatu pergeseran paradigma dalam 
pemikiran tentang Kejadian 1 sebagai berhubungan dengan asal-usul dari fungsi, bukan asal-usul materi 
dari alam semesta. Sungguh mrupakan suatu pembuka mata. Karya ini telah meyakinkan saya mengenai 
satu cara baru untuk memandang naskah yang krusial ini yang mem-bypass perdebatan atas Ilmu 
pengetahuan vs. Iman, dunia tua vs. dunia muda, evolusi vs. penciptaan makhluk. Saya sangat 
menyarankan buku ini pada anda! 



VI. SUMBER-SUMBER UNTUK MENGUATKAN LATAR BELAKANG SEJARAH 

A. Kitab-kitab Alkitab yang lain 

1. Penciptaan - Mazmur 8; 19; 33; 50; 104; 148 dan PB (lih. Yoh 1:3; I Kor 8:6; Kol 1:16; Ibr 1:2) 

2. Jaman Abraham - Ayub 

B. Sumber-sumber Arkeologis 

1. Kesusastraan tertua yang dikenal yang merpakan paralel dari latar belakang budaya dari Kejadian 1- 
11 adalah tablet burhuruf runcing Ebla dari Syria bagian utara bertanggal sekitar 2500 SM, ditulis 
dalam bahasa Akkadia. 

2. Penciptaan 

a. Catatan Mesopotamia terdekat yang berurusan dengan penciptaan, Enuma Elish, bertanggal dari 
(1) Alkitab Pelajaran NIV, sekitar 1900-1700 SM. atau (2) karya John H. Walton Sastra Israel 
Kuno dalam Konteks Budayanya, hal. 21, sekitar 1000 SM. Ditemukan dalam perpustakaan 
Ashurbanipal di Niniwe dan salinan-salinan lain ditemukan di beberapa tempat. Ada tujuh tablet 
berhuruf runcing yang ditulis dalam bahasa Akkadia yang menjelaskan penciptaan oleh Marduk. 

(1) Dewa-dewa, Apsu (air jernih — jantan) dan Tiamat (air asin — betina) memiliki anak-anak 
yang ribut dan tidak patuh. Kedua dewa ini mencoba untuk menenangkan dewa-dewa muda 
ini. 

(2) Satu dari anak-anak Ea dan Damkina, Marduk (kepala dewa kota Babilonia yang sedang 
terbit), mengalahkan Tiamat. la membentuk bumi dan langit dari tubuh Tiamat tersebut. 

(3) Ea membentuk manusia dari dewa lain lagi yang telah dikalahkan, Kingu, yang adalah laki- 
laki pendamping/suami Tiamat setelah kematian Apsu. Umat manusia berasal dari darah 
Kingu. 

(4) Marduk dijadikan kepala dari dewa-dewa Babilonia. 

b. "meterai penciptaan" adalah suatu tablet berhuruf runcing yang merupakan suatu gambar dari 
seorang laki-laki dan perempuan telanjang di samping sebuah pohon buah-buahan dengan seekor 
ular yang melilit batang pohon dengan kepala pada pundak si wanita seolah-olah berbicara 
kepadanya. 

Guru Besar Arkeologi yang bersifat konservatif di Wheaton College, Alfred J. Hoerth, 
berkata bahwa meterai tersebut sekarang ditafsirkan sebagai menunjuk pada prostitusi. Ini adalah 
suatu contoh bagus bagaimana suatu peninggalan masa lalu ditafsirkan secara berlainan oleh 
berbagai individu dan dari waktu ke waktu. Potongan bukti ini harus dievaluasi kembali. 

3. Penciptaan dan Air Bah - Epos Atrahasis mencatat pemberontakan dari dewa-dewa rendahan karena 
kelebihan kerja dan penciptaan tujuh pasangan manusia (dari tanah liat, darah dan air liur) untuk 
melksanakan tugas-tugas dari dewa-dewa rendahan ini. Manusia dimusnahkan karena: (1) berjumlah 
terlalu banyak dan (2) ribut. Umat manusia jumlahnya dikurangi melalui satu wabah, dua kelaparan, 
dan akhirnya suatu air bah, yang direncanakan oleh Enlil. Atrahasis membangun suatu bahtera dan 
membawa binatang-binatang ke dalamnya untuk menyelamatkannya dari air. Peristiwa utama ini 
terlihat dengan urutan yang sama dalam Kejadian 1-8. Karangan berhuruf runcing ini bertanggal dari 
sekitar kurun waktu yang sama dengan Enuma Elish dan Epos Gilgamesh, sekitar 1900-1700 SM. 
Semua dalam bahasa Akkadia. 

4. AirBahNuh 

a. Sebuah tablet Sumeria dari Nippur, yang disebut Kejadiaan Eridu, bertanggal dari sekitar 1600 
SM., memberitahukan mengenai Ziusudra dan banjir yang akan datang. 

(1) Enka, dewa air, memperingatkan Ziusudra akan suatu banjir yang akan datang. 

(2) Ziusudra, seorang imam raja, mempercayai perwahyuan ini dan membangun sebuah bahtera 
persegi dan memenuhinya dengan segala benih-benih. 

(3) Banjir tersebut berakhir dalam tujuh hari. 

(4) Ziusudra membuka satu jendela di bahtera tersebut dan melepaskan beberapa burung untuk 
melihat apakah dataran yang kering telah nampak. 

(5) la juga mempersembahkan korban lembu dan domba ketika ia meninggalkan bahtera 
tersebut. 



b. Suatu paduan catatan banjir Babilonia dari empat tablet Sumeria, yang dikenal sebagai Epos 
Gilgamesh aslinya bertanggal dari sekitar 2500-2400 SM., walaupun bentuk paduan tertulisnya 
dalam huruf runcing bahasa Akkadia, jauh di kemudian hari (sekitar 1900-1700 SM.). Hal ini 
memberitahukan mengenai seorang yang selamat dari banjr, Utnapishtim, yang menceritakan 
pada Gilgamesh, raja dari Uruk, bagaimana ia selamat dari banjir besar itu dan dianugerahi hidup 
yang kekal. 

(1) Ea, dewa air, memperingatkan akan kedatangan suatu banjir dan memberi tahu Utnapishtim 
(bentuk bahasa Babilonia dari Ziusudra) untuk membangun bahtera. 

(2) Utnapishtim dan keluarganya, beserta tanaman-tanaman penyembuh yang terpilih, selamat 
dari banjir tersebut. 

(3) Banjir tersebut berakhir tujuh hari. 

(4) Bahtera tersebut terdampar di Persia bagian utara, pada Gunung Nisir. 

(5) Ia mengirimkan tiga burung yang berbeda untuk melihat apakah dataran kering sudah 
muncul. 

5. Sastra Mesopotamia yang menjelaskan banjir kuno semuanya mengambil dari sumber yang sama. 
Nama-namanya sering berbeda, namun urutan kisahnya sama. Contohnya adalah bahwa Zivusudra, 
Atrahasis dan Utnapishtim semuanya mewakili raja manusia yang sama. 

6. Paralel-paralel sejarah pada peristiwa-peristiwa awal dari Kejadian dapat diterangkan dalam 
pandangan sebelum pemisahan (Kejadian 1-11) pengenalan dan pengalaman umat manusia akan 
Allah. Ingatan pokok kesejarahan yang benar ini telah dikembangkan dan dimitoskan kedalam catatan 
air bah sekarang yang lazim di seluruh dunia. Hal ini dapat pula dikatakan tidak hanya mengenai 
pencitaan (Kej 1,2) dan Air Bah (Kej 6-9) tetapi juga mengenai perkawinan-perkawinan anak 
manusia dan anak allah (Kej 6). 

7. Jaman Nenek Moyang (Jaman Perunggu Tengah) 

a. Tablet-tablet Mari - naskah-naskah pribadi dan undang-undang (budaya Amnion) dalam bahasa 
Akkadia dari sekitar 1700 SM. 

b. Tablet-tablet Nuzi - arsip-arsip berhuruf runcing dari keluarga-keluarga tertentu (kebudayaan Hor 
atau Hur) yang ditulis dalam bahasa Akkadia dari sekitar 100 mil sebelah Tenggara Niniwe 
sekitar 1500-1300 SM. Tablet-tablet ini mencatat prosedur-prosedur usaha keluarga. Untuk 
contoh yang lebih spesifik, lihat karya John H. Walton Sastra Kuno Israel dalam Konteks 
Budayanya, hal. 52-58 

c. Tablet-tablet Alalak - naskah-naskah berhuruf runcing dari Syria Utara dari sekitar 2000 SM. 

d. Beberapa nama yang ditemukan dalam Kejadian dicatat sebagai nama-nama dalam Tablet-tablet 
Mari: Serug, Peleg, Terah, dan Nahor. Nama-nama alkitabiah yang lain juga lazim: Abraham, 
Iskak, Yakub, Laban, dan Yusuf. Ini menunjukkan bahwa nama-nama alkitabiah cocok dengan 
waktu dan tempat ini. 

8. "Studi banding metodologi kesejarahan telah menunjukkan bahwa, sejalan dengan kaum Hitit, orang 
Ibrani kuno adalah pencatat sejarah timur dekat yang paling akurat, obyektif dan bertanggung jawab." 
R. K Harrison, Kritik Alkitab , hal 5. 

9. Arkeologi telah terbukti sangat membantu dalam menetapkan kesejarahan Alkitab. Namun demikian, 
satu kata berhati-hati merupakan keharusan. Arkeologi bukanlah suatu panduan yang bisa dipercaya 
secara absolut karena 

a. teknik-teknik yang buruk dalam penggalian-penggalian awal. 

b. berbagai penafsiran yang sangat subyektif dari barang-barang temuan yang telah ditemukan 

c. tak adanya kronologi Timur Dekat kuno yang disetujui (walaupun ada yang sedang 
dikembangkan dari cincin pohon dan barang tembikar). 

C. Catatan penciptaan Mesir dapat ditemukan dalam karya John H. Walton, Sastra Israel Kuno dalam 
Konteks Budayanya (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1990) hal. 23-24, 32-34. 

1. Dalam sastra Mesir, penciptaan dimulai dengan suatu air purba yang kacau dan tak terstruktur. 
Penciptaan dilihat sebagai suatu pengembangan strutur (bukit) keluar dari kekacauan di air tersebut. 

2. Dalam sastra Mesir dari Memphis, penciptaan muncul dari kata-kata ucapan dari Ptah. 

3. Setiap kota utama Mesir mempunyai tradisi terpisah yang menekankan dewa-dewa pelindung mereka. 



D. Sebuah buku baru oleh John H. Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu, IVP, 2009, menunjukkan 
hubungan antara kepercayaan-kepercayaan ANE mengenai keillahian dan semesta dalam suatu terang 
yang baru. la menegaskan (dan saya menyetujui) bahwa masalahnya tidaklah terlalu pada siapa menyalin 
siapa namun konsensus budaya umum dari seluruh ANE mengenai kesatuan dari yang "alamiah" dan 
"adikodrati." Semua budaya-budaya berbagi sudut pandang umum ini. Sudut pandang Israel yang secara 
unik bersifat monoteis namun juga berbagi sudut-sudut pandang budaya ini. 

VII. SATUAN-SATUAN TULISAN (KONTEKS) 

A. Garis besar berasarkan ataas penggunakan Musa akan frasa "keturunan (dari)" (toledoth): 

1. asal-usul langit dan bumi, 1:1-2:3 

2. asal-usul umat manusia, 2:4-4:26 

3 . keturunan Adam, 5:1-6:8 

4. keturunan Nuh, 6:9-9:17 

5 . keturunan anak-anak Nuh, 10:1-11:9 

6. keturunan Sem, 1 1 : 10-26 

7. keturunan Terah (Abraham), 1 1 :27-25 : 1 1 

8. keturunan Ismael, 25:12-18 

9. keturunan Iskak, 25 : 19-35:29 

10. keturunan Esau, 36:1-8 

11. keturunan anak-anak Esau, 36:9-43 

12. keturunan Jakub, 37:1-50:26 (#1-11 memiliki suatu latar belakang kesusastraan Mesopotamia namun 
#12 memiliki aroma kesusastraan Mesir.) 

B. Garis besar Teologis: 

1. penciptaan bagi umat manusia dan dari umat manusia, 1-2 

2. kejatuhan umat manusia dan makhluk ciptaan, 3 

3. akibat-akibat Kejatuhan tersebut, 4-11 

a. kejahatan mempengaruhi Kain dan keluarganya 

b. kejahatan mempengaruhi Set dan keluarganya 

c. kejahatan mempengaruhi setiap orang 

d. air bah besar 

e. kejahatan masih ada di dalam keluarga Nuh 

f. umat manusia masih dalam pemberontakan; menara Babel 

g. pemisahan Allah 

4. Satu orang bagi seluruh umat manusia (3:15), 12-50 (Rom 5:12-21) 

a. Abraham (12:1-3), 11:27-23:20 

b. Iskak, 24:1-26:35 

c. Yakub, 27:1-36:4 

(1) Yehuda (garis keturunan Mesias) 

(2) Yusuf (warisan tanah ganda), 37: 1-50:26 

VIJI. KEBENARAN-KEBENARAN UTAMA 

A. Bagaimana semuanya bermula? 

1. Bermula dengan Allah (Kejadian 1-2). Pandangan dunia Alkitab tidak bersifat politeisme namun 
monoteisme. Tidak berfokus pada masalah "bagaimana" dari penciptaan namun pada "siapa." Cukup 
pendenk namun sangat kuat dalam penyajiannya. Teologia Alkitab adalah unik secara total pada 
jamannya walau beberapa dari kata-kata, pola-pola aktivitas, dan topik-topiknya ditemukan dalam 
sastra Mesopotamia lainnya. 

2. Allah menghendaki persekutuan. Penciptaan hanya merupakan satu tahap bagi Allah untuk bersekutu 
dengan manusia. Ini adalah "planet yang dijamah" (lih. C. S. Lewis). 

3. Tidak ada kemungkinan memahami bagian selebihnya dari Alkitab tanpa Kejadian 1,2-4 dan 11-12. 

4. Manusia harus menanggapi dengan iman kehendak Allah yang mereka pahami (Kej 15:6 dan Rom 4). 

9 



B. Mengapa dunia demikian jahat dan tidak adil? Pada awalnya sebenarnya "sangat baik" (1:31), namun 
Adam dan Hawa berdosa (lih. Kej 3; Rom 3:9-18,23; 5:17-21). Akibat-akibatnya yang dahsyat sangat 
nyata: 

1 . Kain membunuh Habel (pasal 4) 

2. pembalasan Lamekh (4:23) 

3. perkawinan-perkawinan yang tidak sah (6:1-4) 

4. kejahatan manusia (6:5,1 1-12; 8:21) 

5. kemabukan Nuh (9) 

6. Menara Babel (11) 

7. politeisme Ur (1 1) 

C. Bagaimana Allah akan memperbaikinya? 

1 . Mesias akan datang bagi semua manusia (3:15) 

2. Allah memanggil seseorang untuk memanggil semua (Kej 12:1-3 dan Kel 19:5-6, lih. Rom5:12-21) 

3. Allah ingin bekerja sama dengan manusia yang telah jatuh (Adam, Hawa, Kain, Nuh, Abraham, 
bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa Lain) dan oleh anugerahnya menyediakan 

a. promises 

b. covenants (unconditional and conditional) 

c. sacrifice 

d. worship 

SIKLUS PEMBACAAN PERTAMA (lihat hal. xiv) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus. Sebutkan tema pokok dari keseluruhan buku dengan kalimat anda sendiri. 

1 . Tema keseluruhan buku. 

2. Tipe literatur (genre) 



SIKLUS PEMBACAAN KEDUA (lihat hal. xv) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus keduakalinya. Garis besarkan pokok-pokok utama dan nyatakan pokok 
tersebut dalam satu kalimat. 

1 . Pokok dari bagian tulisan yang pertama 

2. Pokok dari bagian tulisan yang kedua 

3. Pokok dari bagian tulisan yang ketiga 

4. Pokok dari bagian tulisan yang keempat 

5. dst. 



10 



KEJADIAN 1:1-2:3 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN* 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Penciptaan 




Sejarah Penciptaan 


Kisah Penciptaan 


Kisah Penciptaan 


Penciptaan Dunia Ini 


(1:1-2:3) 




(1:2-2:7) 




(l:l-2:4a) 


(l:l-2:4a) 






1:1-5 




1:1-5 




1:1-5 


1:1-5 




1:1-2 
1:3-5 


1:6-8 




1:6-8 




1:6-8 


1:6-8 




1:6-8 


1:9-13 




1:9-13 




1:9-13 


1:9-13 




1:9-10 
1:11-13 


1:14-19 




1:14-19 




1:14-19 


1:14-19 




1:14-19 


1:20-23 




1:20-23 




1:20-23 


1:20-23 




1:20-23 


1:24-25 




1:24-25 




1:24-25 


1:24-25 




1:24-25 


1:26-31 




1:26-28 

(27) 




1:26-31 


l:26-2:4a 




1:26-27 
1:28-31 


Penciptaan M 
Laki-laki dan 


anusia 
Perempuan 


1:29-31 












2:1-3 




2:1-3 
2:4-7 




2:1-3 
2:4a 






2:1-3 
2:4a 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 



W alaupun bukan merupakan suatu ilham, pembagian paragraf adalah kunci dalam memahami dan mengikuti maksud dari si penulis asli. Tiap 
terjemahan modern membagi dan meringkas pasal satu. Setiap paragraf memiliki satu topik, kebenaran dan pemikiran pokok. Setiap versi mengemas topik 
tersebut dengan cara yang berbeda-beda. W aktu anda membaca naskah ini, tanyakan pada diri anda terjemahan mana yang cocok dengan pengertian anda 
m engenai pem bagian pokok dan ayat-ayatnya. 

Dalam setiap pasal anda harus membaca Alkitab dahulu, baru mencoba mengidentifikasikan pokok-pokoknya (paragraf). Kemudian bandingkan 
pengertian anda dengan versi-versi modern tersebut. Hanya ketika seseorang memahami maksud dari penulis asli dengan cara mengikuti pola pikir dan 
penyajiannya, ia baru bisa benar-benar memahami Alkitab. Hanya si penulis aslilah yang diilhami Allah— pem baca tidak mempunyai hak untuk merubah 
atau memodifikasi berita tersebut. Pembaca Alkitab memiliki tanggung-jawab untuk menerapkan kebenaran yang diilhamkan tersebut ke dalam kehidupan 
dan zam an m ereka. 

Catat bahwa semua istilah teknis dan singkatan diterangkan sepenuhnva di Appendiks Satu, Dua dan Tiga 



11 



1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

PERNYATAAN-PERNYATAAN PEMBUKA 

A. Mempelajari Kejadian 1-11 sukar karena: 

1 . kita semua terpengaruh dengan budaya dan pelatihan denominasional kita 

2. saat ini beberapa tekanan secara sadar maupun tidak mempengaruhi pandangan kita akan "asal-usul" 

a. arkeologi moderen (paralel-paralel Mesopotamia) 

b. ilmu pengetahuan moderen (teori-teori masa kini) 

c. sejarahpenafsiran 

(1) Yudaisme 

(2) Gereja mula-mula 

3. unit sastra pembuka Alkitab ini disajikan sebagai sejarah, namun beberapa hal mengejutkan penafsir 

a. paralel-paralel Mesopotamia 

b. teknik-teknik sastra timur (dua dugaan catatan penciptaan) 

c. peristiwa-peristiwa yang tidak biasa 

(1) wanita diciptakan dari suatu "tulang rusuk" 

(2) ular yang bisa bicara 

(3) Suatu bahtera dengan sepasang dari seluruh binatang di dalamnya selama setahun. 

(4) Percampuran antara anak Allah dan manusia 

(5) Umur panjang dari orang-orang 

d. beberapa permainan kata pada nama-nama dari karakter-karakter utama (cf . Kej . 3) 

4. Orang-orang Kristen perlu diingatkan aan bagaimana PB menafsirkan kembali Kej 1 dan 2 dalam 
terang Kristus. la adalah wakil Bapa dalam penciptaan (lih. Yoh 1:3,10; I Kor 8:6; Ibr 1:2), dari baik 
alam yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan (lih. Kol 1:16). Perwahyuan baru ini menunjukkan 
perlunya untuk berhati-hati terhadap kehurufiahan dalam Kej 1-3. Trinitas terlibat dalam penciptaan. 

a. Allah Bapa dalam Kejadian 1 : 1 

b. Allah Roh Kudus dalam Kejadian 1:2 

c. Allah Anak dalam PB oleh perwahyuan bertumbuh 

Ini bisa menerangkan bentuk JAMAK dalam Kejadian 1:26; 5:1,3; 9:6 

B. Kejadian 1-11 bukanlah suatu dokumen ilmiah, namun dalam beberapa cara ilmu pengetahuan moderen 
berparalel dengan penyajiannya (urutan penciptaan dan tingkatan-tingkatan geologis). Ini bukan anti- 
ilmiah namun pra-ilmiah. Menyajikan kebenaran: 

1 . dari sudut pandang bumi (seorang manusia pengamat planet ini) 

2. dari suatu sudut pandang fenomenologis (yaitu, kelima indera; cara hal-hal muncul pada pengamat 
manusia tersebut) 

Berfungsi sebagai suatu yang menyatakan kebenaran bagi banyak budaya selama bertahun-tahun. 
Menyajikan kebenaran kepada budaya ilmiah moderen namun tanpa penjelasan spesifik dari 
peristiwa-peristiwa. 

C. Kejadian 1-1 1 ini luar biasa ringkas, dijelaskan secara indah dan disusun secara artistik. 

1 . hal-hal yang dipisahkan 

2. hal-hal yang berkembang 

3. dari kekacauan menuju pada suatu planet jasmani yang penuh dengan kehidupan 



12 



D. Kunci-kunci untuk pemahamannya ditemukan dalam 

1 . aliran sastranya 

2. hubungannya dengan jamannya sendiri (lih. John H. Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu) 

3. strukturnya 

4. monoteismenya 

5. maksud tujuan teologisnya 
Penafsirn hams menyeimbangkan: 

1 . suatu eksegesis dari ayat-ayat 

2. suatu pemahaman sistematik dari seluruh Kitab Suci 

3. kekhususan aliran sastra 

Kejadian 1-11 menyatakan asal mula hal-hal jasmani ("sungguh baik," lih. 1:31) dan kerusakan dari 
hal-halo ini (lih. Pasal 3). Dalam banyak cara peristiwa Kristus merupakan suatu penciptaan baru dan 
Yesus adalah Adam yang baru (lih. Rom 5:12-21). Jaman baru pada akhirnya bisa berupa pemulihan 
taman Eden dan persekutuan intimnya dengan Allah dan satwa (bdk Kej 1-2 dengan Wah 21-22). 

E. Kebenaran yang besar dari pasal ini bukanlah masalah bagaimana dan kapan, namun siapa dan mengapa! 

F. Kejadian mencerminkan pengetahuan yang benar, bukan pengetahuan yang lengkap dan mendalam. 
Pengetahuan ini memang diberikan pada kita dalam bentuk-bentuk pemikiran kuno (Mesopotamia), 
namun ini merupakan kebenaran teologis yang mutlak. Berhubungan dengan jamannya, namun unik 
secara total. Berbicara mengenai hal-hal yang tak bisa dinyatakan, namun membicarakannya dengan 
jujur. Pada dasarnya ini merupakan ssuatu pandangan dunia (siapa dan mengapa), dan bukan suatu 
gambaran dunia (bagaimana dan mengapa). 

G. Tanpa Kejadian 1-3 Alkitab tak bisa dimengerti. Perhatikan betapa cepatnya perjalanan kisah dari (1) 
dosa kepada penebusan dan (2) kemanusian kepada Israel. Penciptaan membentuk suatu integral namun 
menyampaikan bagian catatan dari pilihan Allah akan Israel untuk maksud penebusan seluruh dunia (lih. 
Kej 3:15; 12:3; 22:18; Kel 19:5-6 dan Yoh 3:16; Kis 3:25; Gal 3:8; I Tim 2:4; II Pet 3:9). 

H. Jawaban anda pada pertanyaan, "Apa maksud dari pengilhaman dan perwahyuan?" akan mempengaruhi 
cara anda melihat Kejadian 1. Jika anda melihat maksud tersebut sebagai impartasi dari fakta-fakta 
mengenai penciptaan, anda akan memandangnya satu jalan (yaitu kebenaran-kebenaran proposisional). 
Jika anda melihatnya sebagai menyampaikan kebenaran-kebenaran umum mengenai Allah, kemanusiaan, 
dan dosa, maka kemungkinan anda akan melihatnya secara teologis (yaitu. paradigmatis). Namun 
demikian, jika anda memandang maksud dasar ini sebagai penetapan dari suatu hubungan antara Allah 
dan umat manusia, maka kemungkinannya yang lain lagi (yaitu. Secara eksistensial). 

I. Bagian dari Kejadian ini tentu saja bersifat teologis. Sebagaimana tulah-tulah di Keluaran menunjukkan 
kuasa YHWH atas dewa-dewa alam Mesir, Kejadian 1,2 mungkin menunjukkan kuasa YHWH atas dewa- 
dewa perbintangan Mesopotamia. Subyek pokoknya adalah Allah. Allah sendiri melakukannya untuk 
maksud-maksud tujuanNya sendiri. 

J. Saya takjub atas ketidak-tahuan saya sendiri! Saya sungguh dikagetkan dengan pengkondisian dari 
sejarah, budaya dan denominasi saya sendiri! Betapa maha kuasanya Allah yang kita layani! Betapa 
dahsyatnya Allah yang telah menjangkau kita (bahkan dalam pemberontakan kita)! Alkitab adalah suatu 
keseimbangan antara kasih dan kuasa; kasih karunia dan keadilan! Semakin kita tahu, semakin kita 
mengetahui bahwa kita tidak tahu! 

K. Berikut adalah pendekatan-pendekatan dasar dari beberapa buku yang membantu: 
1 . Kej adian 1-2 ditaf sirkan disepanj ang j alur-j alur ilmu pengetahuan moderen: 

a. Karya Bernard Ramm Pandangan Kristen mengenai Ilmu Pengetahuan dan Kitab Suci (bagus 
secara ilmiah dan teologis) 

b. Karya Hugh Ross Penciptaan dan Waktu dan Pertanyaan-pertanyaan Kejadian (bagus secara 
ilmiah namun lemah secara teologis) 

13 



c. Karya Harry Peo dan Jimmy Davis Ilmu Pengetahuan dan Iman: Suatu Dialog Evanjelikal 
(sangat membantu) 

d. Darrel R. Falk, Berdamai dengan Ilmu Pengetahuan: Menjembatani Firman Antara Iman dan 
Biologi (pendekatan evanjelikal terhadap evolusi yang berkeTuhanan) 

e. Francis S. Collins, Bahasa Allah 

f. Fazale Rana dan Hugh Ross, Siapakah Adam itu? 

2. Kejadian 1-2 yang ditafsirkan di sepanjang jalur-jalur dari paralel-paralel Timur Dekat kuno 

a. Karya R. K. Harrison Pengantar kepada Jaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru 

b. Karya John H. Walton Sastra Israel Kuno dalam Konteks Budayanya 

c. Karya K. A. Kitchen Dunia Timur Kuno dan Perjanjian Lama 

d. Karya Edwin M. Yamauchi Batu-batu dan Kitab-kitab Suci 

3. Kejadian 1-2 yang diinterpretasikan disepanjang jalur-jalur teologis dari karya LaSor, Hubbard dan 
Bush Survei Perjanian Lama 

a. "Perangkat sastra juga ditemukan dalam nama-nama yang digunakan. Korespondensi dari nama 
dengan fungsi atau peran dari suatu pribadi menyolok dalam beberapa contoh. Adam berarti 
"umat manusia" dan Hawa adalah "(dia yang memberi) hidup." Tentu saja, ketika seorang 
penulis dari suatu kisah menamai peran-peran utamanya Umat manusia dan Kehidupan, ada 
sesuatu yang disampaikan mengenai tingkat kesusasteraan yang diinginkan! Dengan cara serupa 
Kain berarti "pemalsu (logam)"; Henokh dihubungkan dengan "dedikasi, pengkudusan" (4:17; 
5:18); Yubal dengan tanduk dan terumpet (4:21); sementara Kain, yang dihukum menjadi seorang 
n d, seorang "pengembara," pergi untuk tinggal di tahan Nod, suatu nama yang secara transparan 
diturunkan dari akar Ibrani yang sama, jadi tanah pengembaraan! Ini menyarankan bahwa si 
penulis menulis sebagai seorang senimaan, seorang pendongeng, yang menggunakan perangkat 
an kecerdasan sastra. Seseorang harus berusaha keras untuk memisahkan apa yang ia maksudkan 
untuk diajarkan dari alat sastra yang digunakannya." hal. 72. 

b. Implikasi teologis dari Kej 1-11: 

"Implikasi bagi Kej 1-11. Menyadari bentuk dan teknik kesusasteraan dan memperhatikan latar 
belakang kesusasteraan dari pasal 1-11 tidak merupakan tantangan terhadap realita, 
"keperistiwaan," dari fakta-fakta yang digambarkan tersebut. Seseorang tidak perlu menganggap 
catatan ini sebagai mitos; namun demikian, ini bukan "sejarah" dalam pengertian moderen yaitu 
pelaporan pandangan mata obyektif. Hal ini lebih merupakan penyampaian kebenaran-kebenaran 
teologis mengenai peristiwa-peristiwa, yang digambarkan sebagian besar dalam aliran sastra 
kiasan dan simbolis. Ini bukan untuk mengatakan bahwa Kej 1-11 menyampaikan kepalsuan 
kesejarahan. Kesimpulan itu akan mengikuti hanya jika ini dimaksudkan untuk mengandung 
penjelasan-penjelasan obyektif. Bukti jelas yang telah di teliti menunjukkan bahya yang 
demikian itu bukanlah maksudnya. Di sisi lain, pandangan bahwa kebenaran-kebenaran yang 
diajarkan dalam pasal-pasal ini tidak memiliki dasar yang obyektif adalah keliru. Pasal-pasal ini 
meneguhkan kebenaran-kebenaran mendasar: penciptaan segala hal oleh Allah; campur tangan 
Illahi khusus dalam penciptaan manusia pertama laki-laki dan perempuan; kesatuan dari umat 
manusia; kebaikan yang murni dari dunia yang diciptakan, mencakup kemanusiaan; masuknya 
dosa melalui ke tidak taatan dari pasangan pertama; kebejatan dan dosa yang merajalela setelah 
Kejatuhan. Kesemuanya kebenaran ini adalah fakta-fakta, dan kepastiannya mengisyaratkan 
kenyataan dari fakta-fakta tersebut. Dengan cara lain, si penulis alkitab menggunakan semacam 
tradisi kesastraan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa purba yang unik yang tidak memiliki 
analogi kesejarahan berdasarkan pengalaman yang terkondisi oleh waktu dan manusia dan 
karenanya hanya dapat dijelaskan melalui perlambangan. Persoalan yang sama timbul pada akhir 
jaman: si penulis alkitab di sana, dalam kitab Wahyu, mengadopsi gambaran-gambaran batin dan 
melibatkan kecerdasan sastra apokaliptis" hal. 74. 

c. Jika benar bahwa satu bahasa saja yang diucapkan dalam Kej 1-10 (lih. Samuel Noah Kramer, 
Bahasa-bahasa Babel: Suatu versi Sumeria, Jurnal Masyarakat Timur Amerika, 88:108-11), 
maka perlulah untuk dinyatakan secara jelas bahwa bahasa itu bukanlah Ibrani. Oleh karena itu, 
semua permainan kata Ibrani berasal dari jaman Musa atau dari tradisi-tradisi lisan nenek 
moyang. Ini membuktkan sifat kesastraan dari Kejadian 1-11. 



14 



4. Saya ingin membuat suatu komentar pribadi. Saya mengasihi dan menghargai orang yang mengasihi 
dan menghargai Alkitab. Saya sangat bersyukur untuk orang yang menerima beritanya sebagai berita 
yang diilhami dan berkuasa dari Satu Allah yang benar. Kita semua yang mempelajari Kitab Suci 
sedang berupaya menyembah dan memuliakan Allah dengan pikiran kita (lih. Mat 22:37). Fakta 
bahwa kita sebagai orang percaya secara pribadi mendekati Alkitab secara berlainan bukan 
merupakan aspek ketdak percayaan atau pemberontakan namun suatu tindakan pemujaan yang 
sungguh-sungguh dan suatu upaya untuk memahami sedemikian untuk memasukkan kebenaran Allah 
ke dalam hidup kita. Semakin saya mempelajari Kejadian 1-11 dan untuk hal ini, sebagian besar 
kitab Wahyu, saya menganggap ini benar namun secara sugguh-sungguh tidak hurufiah. Kunci dalam 
menafsirkan Alkitab bukan penerapan saya akan suatu falsafah pribadi atau kisi-kisi hermeneutika 
atas naskahnya namun mengijinkan maksud dari si penulis asli yang terilhami untuk menyatakan diri 
mereka sendiri sepenuhnya. Mengambil suatu bagian tulisan dan menuntutnya untuk bersifat hurufiah 
padahal naskah itu sendiri memberikan petunjuk pada sifat kiasan dan simbolisnya berarti 
memaksakan kecondongan saya terhadap suatu berita Illahi. Aliran (jenis kesastraan) adalah kunci 
dalam suatu pemahaman teologis mengenai "bagaimana semua bermula" dan "bagaimana semua akan 
berakhir." Saya menghargai kesungguhan dan komitmen dari mereka yang , untuk alasan apapun, 
biasanya jenis kepribadian atau pelatihan profesional, menafsirkan Alkitab dalam kategori-kategori 
barat, moderen, hurufiah, padahal pada kenyataannya merupakan sebuah buku timur kuno. Saya 
mengatakan semuanya ini untuk mengatakan bahwa saya bersyukur pada Allah bagi mereka yang 
mendekati Kejadian 1-11 dengan pra-supposisi yang secara pribadi tidak sama dengan saya, karena 
saya tahu hal-hal itu akan membantu, mendorong dan menjangkau orang-orang yang berkepribadian 
dan pandangan yang serupa untuk mengasihi, mempercayai, dan menerapkan Kitab Allah pada 
kehidupan mereka! Namun demikian saya tidak setuju bahsa Kejadian 1-11 atau kitab Wahyu hams 
didekati secra hurufiah, apakah ini Lembaga Penelitian Penciptaan (yaitu, bumi muda) atau karya 
Hugh Ross Alasan-alasan untuk Percaya (yaitu bumu tua). Bagi saya bagian Alkitab ini menekankan 
"Siapa" dan "mengapa" nya dan bukan aspek "bagaimana" and "kapan" dari penciptaan. Saya 
menerima kesungguhan Ilmu Pengetahuan moderen dalam mempelajari aspek- aspek jasmani 
penciptaan. Saya menolak "naturalisme" (yaitu, seluruh kehidupan adalah suatu pembangunan 
kesempatan dari proses-proses alamiah), namun sesungguhnya melihat proses sebagai suatu aspek 
yang sahih dan dapat didemonstrasikan dari dunia dan semesta kita. Saya berpendapat bahwa Allah 
mengarahkan dan menggunakan proses. Namun proses-proses alamiah tidak menerangkan keragaman 
dan kompleksitas dari kehidupan, saat ini maupun masa lalu. Untuk memahami dengan sesungguhnya 
realitas saat ini saya memerlukan baik model-model teoritis dari ilmu pengetahuan moderen dan 
model-model teologis dari Kejadian 1-11. Kejadian 1-11 adalah suatu keharusan teologis bagi 
pemahaman dari bagian Alkitab selanjutnya namun ini merupakan suatu penyajian kuno, sastra, 
ringkas, artistik, timur, bukan suatu penyajian barat, hurufiah, moderen. 

Bagian-bagian dari Alkitab memang merupakan kisah sejarah. Ada suatu tempat bagi penafsiran 
hurufiah dari Kitab Suci: ada pemanggilan Albraham, suatu Keluaran, kelahiran dari seorang 
perawan, Kalvari, suatu kebangkitan; akan ada suatu kedatangan kedua dan suatu Kerajaan kekal. 
Pertanyaannya adalah yang berhubungan dengan aliran, bukan realita, mengenai maksud, bukan 
pilihan pribadi dalam penafsiran. Biarlah semua orang menjadi pembohong-pembohong — dan Allah 
adalah benar (lih. Rom 3:4) !! ! 

TOPIK KHUSUS: UMUR DAN PEMBENTUKAN BUMI 

I. Bidang studi ini bias karena asumsi yang hams dibuat bahkan untuk mengejar pemikiran secara rasional 
mengenai pokok masalah ini. Asumsi-asumsi tersebut hams menjadi fokus dari suatu evaluasi dari pendapat- 
pendapat yang berlainan yang diungkapkan oleh para ahli kosmologi, geologi, dan ilmu-ilmu yang terkait 
dibandingkan dengan pemahaman dan interpretasi teologis. 

II. Bagi Ilmu Pengetahuan asumsi-asumsi yang nampak adalah: 

A. Bahwa tingkat pembahan (yaitu, jasmaniah, kimiawi, dan biologis) yang dicatat dan diukur pada bumi 
saat ini adalah konstan di masa lalu (yaitu, uniformitarianisme, "saat ini adalah kuci dari masa lalu") 

15 



B. Penanggalan radiometris (disebut penanggalan absolut), yang merupakan kunci kronologis untuk 
penanggalan bumi dan peristiwa-peristiwa kosmik, which is the chronological key to dating the earth and 
cosmic events, dibingungkan oleh beberapa asumsi: 

1. komposisi asli batuan-batuan (yaitu hubungan dari elemen induk dan anak dari elemen-elemen 
atomik yang tidak stabil) 

2. setengah-kehidupan dari elemen-elemen ini 

3. suhu juga mempengaruhi persentase induk dan anak dalam suatu sampel (yaitu, waktu pembentukan 
dan/atau ruangan-ruangan magma vulkanik) 

4. Sumber dan waktu asli dari pencipaan elemen-elemen radio aktif tidak pasti. Teori-teori saat ini 
menyatakan bahwa elemen-elemen yang lebih berat diciptakan dari reaksi-reaksi termonuklear dalam 
bintang generasi kedua dan ketiga dan disebarkan oleh supernova-supernova. 

C. Bahwa enam anggapan prinsip-prinsip urutan geologi (disebut penanggalan relatif) mempengaruhi 
paleontologi: 

1. hukum superposisi-dalam suatu urutan pengendapan batuan yang tak terganggu, lapisan batuan di 
bagian atas berumur lebih muda dan lapisan yang di bawah lebih tua 

2. prinsip dari lapisan-lapisan horizontal asli dari batuan yang belum sempurna diendapkan di dalam 
suatu dataran yang hampir horizontal 

3. prinsip hubungan-hubungan pemotongan silang ketika batuan terpotong atau terganti oleh satu 
keretakan, batuan ini pasti lebih tua dari keretakan tersebut. 

4. prinsip pencakupan¥massa batuan yang saling berdekatan, satu batuan biasanya memiliki pecahan 
dari yang lebih rendah menempel di lapisan bagian atas yang meneguhkan asumsi #1 

5. prinsip korelasi¥batuan yang serupa susunan bahannya namun berasal dari daerah-daerah yang 
berbeda harus di cocokkan, ketika hal ini tak dapat dilakukan maka fosil-fosil yang serupa digunakan 
untuki menunjukkan penanggalan yang serupa dari pembentukannya. 

6. prinsip suksesi fosil¥organisme fosil berganti satu sama lain dalam suatu urutan yang terbatas dan 
dapat ditentukan: 

a. Fosil-fosil yang tersebar luas 

b. Suatu rentang waktu geologis yang terbatas sampai pendek. 

m. Beberapa Komentar oleh para Ilmuwan 

A. Kebanyakan Ilmuwan menyadari bahwa ilmu pengetahuan yang sebenarnya adalah suatu metode 
penelitian yang berusaha mengkorelasikan segala fakta dan anomali yang diketahui ke dalam suatu teori 
yang bisa diuji. Beberapa hal berdasarkan sifat alamiahnya sendiri tidak dapat diuji. 

B. Beberapa komentar dari para ilmuwan mengenai asumsi ilmiah di bidang ini 

1. "Doktrin tersebut (yaitu uniformitarianisme) tidak boleh di ambil secaraa terlalu hurufiah. Untuk 
mengatakan bahwa proses-proses geologis di masa lau sama dengan apa yang ada sekarang tidak 
menyarankan bahwa hal-hal ini selalu memiliki kepentingan relatif dan beroperasi pada tingkat yang 
tepat sama" (Tarbuck dan Lutgens, Ilmu Pengetahuan Bumi, ed. ke-6. hal. 262). 

2. "Pentinglah untuk menyadari bahwa suatu penanggalan radiometrik yang akurat dapat diperoleh 
hanya jika mineral tersebut tetap dalam suatu sistem tertutup selama kurun waktu pembentukannya; 
yaitu, suatu tanggal yang benar tidaklah memungkinkan kecuali tanpa adanya penambahan tau 
pengurangan dari isotop-isotop induk atau anaknya" {Ilmu Pengetahuan Bumi, ed. ke-6. hal. 276). 

3. "Keta terburu-buru untuk menekankan bahwa keseragaman/uniformitas adalah suatu asumsi yang 
kita buat mengenai alam, demikian pula merupakan suatu doktrin lebih daripada suatu hukum yang 
telah terbukti secara logis" (Dott dan Balten, Evolusi Bumi, ed. ke 4. hal. 44). 

4. "Konstanta-kontanta pembusukan yang mencirikan tingkat pembusukan radio aktif, dan mengatur 
hubungan antara data isotopik dan pasangan umur-umur isotopik radio tidak diketahui secara tepat. 
Konsekuensinya, keakuratan dari beberapa metode penanggalan yang paling teliti, seperti teknik 
40 Ar/ 39 Ar, mungkin menjadi suatu urutan yang besar atau jauh lebih buruk lagi daripada ketelitiannya 
("Perkembangan dan tantangan dalam geokronologi" oleh Renne, Ludwig dan Karner dalam 
Perkembangan Ilmu Pengetahuan (2000), 83 (1), 107). 



16 



5. "Orang tanpa pelatihan ilmu pengetahuan mungkin tidak bisa memahami bahwa metode penanggalan 
radio aktif apapun hanya bisa dipercaya untuk sampel dengan umur mendekati setengah kehidupan 
dari elemen yang dipertanyakan (Hugh Ross, laporan berkala, Alasan-alasan untuk Percaya). 

IV. Asumsi-asumsi bukanlah keunikan masyarakat ilmiah namun ternyata juga ada dalam masyarakat agamawi. 

A. Manusia terhanyut kepada suatu prinisip dan model pemersatu untuk mengkorelasikan pengalaman akal 

mereka dan menyediakan kestabilan emosional. Dalam Ilmu Pengetahuan prinsip pemersatu ini 
adalah "evolusi" 

1. Theodosius Dobzhansky, "Manusia yang berubah," Ilmu Pengetahuan, 155, 409-415, "Evolusi 
adalah suatu proses yang telah menghasilkan kehidupan dari yang bukan kehidupan, yang telah 
menimbulkan manusia dari binatang-binatang, dan yang bisa diperkirakan akan terus melakukan hal- 
hal yang luar biasa di masa depan." 

2. Brian J. Alters dan Sandra M. Alters, Mendefinisikan Evolusi, hal. 104, "evolusi adalah konteks dasar 
dari seluruh ilmu pengetahuan biologis... evolusi adalah suatu kerangka kerja penjelasan, teori 
pemersatu. Hal ini tak boleh tidak ada dalam pelajaran biologi, sama seperti teori keatoman yang 
harus ada dalam pelajaran kimia." 

B. Bagi banyak orang Kristen konservatif teori pemersatunya (yaitu penafsiran) telah menjadi suatu 
penafsiran hurufiah dari Kejadian 1-2. Ini benar bagi para penganut literalisme bumi muda (Lembaga 
Penelitian Penciptaan yang menanggali bumi kira-kira berumur 10,000 tahun) dan para penganut 
literalisme bumi tua (Alasan-alasan untuk Percaya yang menanggali bumi atas dasar geologi moderen 
yaitu sekitar 4.6 milyar tahun). Penafsiran seseorang akan Kitab Suci menjadi suatu lensa yang 
digunakan untuk memandang dan mengevaluasi segalanya. Seseorang tak bisa menyalahkan asumsi 
subyektif, karena semua pengetahuan manusia pada tingkat tertentu bersifat pra-suposisi. Namun 
demikian, pengevaluasian dari prasuposisi seseorang sangaatlah menentukan bagi suatu pengevaluasian 
yang tepat mengenai pernyataan-pernyataan "kebenaran" mereka. 

C. Kekristenan Fundamental mencoba untuk memakai suatu argumentasi "ilmiah" padahal masalah 
pokoknya adalah suatu metodologi hermeneutika. Ini tidak mengisyaratkan bahwa "ilmu pengetahuan 
evolusi moderen" tak bersifat pra-suposisi atau bahwa kesimpulan-kesimpulannya tidak dibentuk oleh 
suatu pandangan dunia apriori. Kita harus berhati-hati dan bersikap analitis terhadap keduanya. 
Sepertinya ada bukti-bukti di kedua pihak. Saya harus bertanya pada diri saya sendiri kepada pandangan 
yang mana saya secara alamiah, emosional atau pendidikan terhanyut (yaitu asumsi kepuasan diri)? 

V. Kesimpulan Pribadi 

A. Berhubung saya adalah seorang teolog, bukan seorang ilmuwan, sangatlah penting bagi saya untuk 
membaca dan berasimilasi sebanyak yang saya bisa dari ilmu uniformitarian moderan. Saya secara 
pribadi tidak digelisahkan dengan "evolusi" namun oleh "naturalisme" (satu definisi yang dipopulerkan 
oleh Carl Sagan adalah, "alam semesta adalah semua yang telah ada, semua yang sekarang ada, dan 
semua yang akan ada"). 

Saya menyadari ini adalah suatu kecondongan namun teori pemersatu saya adalah keadi-kodratian 
dan penciptaan khusus namun saya tidak menolak atau merasa terancam dengan evolusi. Sudut pandang 
dasar saya adalah bahwa ada suatu Allah yang bersifat pribadi yang mengawali dan mengarahkan proses 
untuk suatu maksud tujuan! Bagi saya "Rancangan Cerdas" menjadi suatu teori yang bisa diterima (lih. 
M. J. Behe, Kotak Hitam Darwin dan William A. Demski, ed. Penciptaan Belaka: Ilmiu Pengetahuan, 
Iman dan Rancangan Cerdas). "Keacakan" dari evolusi dan "ketiadaan pelaku" dari naturalisme lah 
yang menyebabkan kesakitan dan kebingungan pribadi saya. Proses adalah bagian nyata dari kehidupan. 
Saya harus merasa yakin bahwa saya tidak memeluk apa yang nyaman tanpa suatu evaluasi. Saya telah 
mencoba mengidentifikasikan asumsi-asumsi saya: 
1. Kejadian 1-3 (dan dalam hal ini, sebagian besar dari kitab Wahyu), tidak dimaksudkan oleh si penulis 

aslinya yang terilhami, untuk diterima secara hurufiah. "Bagaimana segalanya bermula" dan 

"bagaimana segalanya akan berakhir" terselubung (dan pasti bagi manusia yang jatuh) dalam aliran 

kesastraan. 



17 



2. Evolusi adalah nyata pada suatu tingkat tertentu ("evolusi horizontal," "evolusi-mikro," evolusi di 
dalam spesies) namun bukan satu-satunya faktor bagi kehidupan di planet ini ataupun pembangunan 
alam semesta. Ada misteri di sini! Saya secara pribadi merasa nyaman dengan AM tab (yaitu, 
perwahyuan khusus) yang memberitahukan kepada saya tentang "Siapa" dan "mengapa" dan alam 
(yaitu perwahyuan alamiah), yang adalah, penelitian ilmiah moderen, yang memberitahu saya tentang 
"bagaimana" dan "kapan" berdasarkan teori-teori dan model-model yang terus berkembang. 

3. Bahkan kenyataan tertinggi dari "evolusi tentang kepercayaan pada Tuhan" tidak akan menyebabkan 
saya untuk menolak satupun dari asumsi-asumsi iman saya. Lihat Darrel R. Falk, Berdamai dengan 
Ilmu Pengetahuan: Menjembatani Dunia Antara Iman dan Biologi dan Francis S. Collins, Bahasa 
Allah. Saya benar-benar memiliki asumsi-asumsi iman (seperti anda juga) ! Pandangan-dunia saya 
adalah KeKristenan alkitabiah. Gambaran-dunia saya adalah suatu pemahaman yang terus bertumbuh 
dan berubah. 

B. Umur bumi yang "sebenarnya" bukanlah masalah dalam teologia saya kecuali: 

1. Konsep semesta pengorganisasian materi "Big Bang" yang jelas kelihatan, yang menegaskan bahwa 
suatu permulaan alam semesta sepertinya membatasi kemungkinan dari satu waktu tak terbatas bagi 
perkembangan evolusi (yaitu naturalisme). 

2. Mulainya dan berhentinya dalam catatan fosil bisa mengisyaratkan suatu "keseimbangan yang jelas" 
yang menyatakan bahwa kesempatan evolusi muncul dalam semburan (kemungkinan tindakan 
penciptaan Allah yang terus-menerus) dan tak selalu hanya merupakan perubahan bertahap dari 
waktu ke waktu. 

3. Suatu bumi tua dan suatu penciptaan khusus manusia yang belum lama adalah suatu model yang 
bersifat prasuposisi. 

4. Saya memilih untuk memeluk arkeologi dan ilmu pengetahuan moderen sampai saya memahami 
lebih dalam dari kajian saya akan Alkitab. Urutan ini menunjukkan kecondongan saya (namun kita 
semua memilikinya) ! 

5. Ilmu Pengetahuan bagi saya bukanlah musuh, dan bukan juga penyelamat! Sangatlah menggairahkan 
hidup di jaman peningkatan Ilmu Pengetahuan ini! Sangatlah menghibur untuk menjadi orang 
percaya yang berpengetahuan hermeneutika! Integrasi dari iman dan alasan, atau Alkitab dan Ilmu 
Pengetahuan, dngan kredibilitas, adalah suatu kemungkinan yang sangat indah! 

VI. Asumsi-asumsi masa kini mengenai umur bumi 

B. Penanggalan radiometris dari batuan bulan dan meteor adalah konsisten pada 4.6 milyar tahun. Hal-hal 
ini mengandung elemen yang sama dengan planet dari sistem tata surya ini sehingga dugaanya adalah 
bahwa matahari kita dan planet-panet, komet-komet, dan asteroid-asteroid yang berkaitan dengannya 
dibentuk pada waktu yang sama tersebut. Batuan bumi tertua telah ditanggali secara radiometrik 3.8 
milyar tahun. 

C. Suatu tanggal bagi penciptaan adi kodrati akan pasangan manusia pertama (Homo sapiens) lebih 
merupakan hal yang sukar namun dalam jarak puluhan ribu derajad, kemungkinan 40.000. lihat Fazale 
Rana dan Hugh Ross, Siapakah Adam itu?. 

Waktu hanyalah merupakan masalah bagi mereka dari kita yang diciptakan dalam suatu kerangka 
waktu yang bersifat urutan dan kronologis. Allah tidak dipengaruhi oleh berlalunya waktu. Saya percaya 
bumi dan lingkungannya diciptakan dari waktu ke waktu untuk maksud tujuan tertentu yaitu 
menyediakan "tempat" bagi Allah untuk bersekutu dengan ciptaanNya yang tertinggi, yang 
diciptakanNya dalam gambarNya. Satu-satunya sumber akan kepercayaan ini adalah suatu Alkitab yang 
terilhami. Saya berpaut padanya dan mengijinkan ilmu pengetahuan moderen untuk menambah 
pemahaman saya akan aspek jasmani dari tindakan penciptaan Allah! 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:1-5 

*Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita 
menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: 

18 



"Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah 
terang itu dari gelap. s Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan 
jadilah pagi, itulah hari pertama. 

1:1 "Pada mulanya" Bereshith (BDB 912) adalah judul buku ini dalam bahasa Ibrani. Kita mendapatkan kata 
Kejadian dari terjemahan Septuaginta. Ini adalah permulaan dari sejarah namun tidak dari aktifitas Allah (lih. Mat 
25:34; Yoh 17:5,25; Ef 1:4; Titus 1:2; H Tim 1:9; I Pet 1:19-20; Wah 13:8). R. K. Harrison mengatakan ini 
harusnya diterjemahkan "cara bermulanya" (Pengantar Perjanjian Lama, hal. 542 catatan kaki 3). John H. 
Walton, Duni yang Hilang dari Kejadian Satu mengatakan ini memperkenalkan suatu kurun waktu (hal. 45). 

□ "Allah" Elohim (BDB 43) adalah suatu bentuk JAMAK dari nama umum Allah di Timur Dekat kuno, El 
(BDB 42). Ketika merujuk pada Allah Israel kata kerjanya biasanya (6 perkecualian) TUNGGAL. Para rabi 
mengatakan bahwa nama ini berbicara tentang Allah sebagai pencipta, penyedia dan pemelihara dari segenap 
kehidupan di planet bumi ini (lih. Maz 19:1-6; 104). Perhatikan betapa seringnya dunia ini digunakan dalam 
pasal 1. 

Saya percaya bahwa ayat ini adalah suatu anak kalimat yang berdiri sendiri: Ibn Ezra mengatakan bahwa 
ini adalah suatu anak kalimat independent dengan penekanan pada ay 2 sementara Rashi mengatakan bahwa ay 2 
adalah sebuah kalimat dalam kurung dan penekanannya adalah pada ay 3. Para komentator dispensasional 
moderen mengatakan bahwa ay 1 adalah suatu anak kalimat independen supaya mendukung pandangan mereka 
akan adanya suatu kejatuhan sebelumnya (teori Celah). Perhatikan bahwa tak ada keterangan mengenai asal-usul 
Allah. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa Allah menciptakan materi dan tidak membentuk dari materi yang 
sudah ada (kosmologi Yunani). Dalam Enuma Elish, (catatan penciptaan Babilonia), seperti pemikiran Yunani, 
Roh (yang adalah baik) dan materi (yang adalah jahat) bersifat sama-sama kekal. Alkitab tidak mendiskusikan 
asal-usul Allah. la telah dan selalu ada (lih. Maz 90:2). Sungguh ada misteri di sini. Umat manusia secara 
sederhana tidak dapat memahami kepenuhan Allah! 

Diskusi mengenai anak-anak kalimat ini seara teologis sangat berarti. Lembaga Penerbitan Yahudi Amerika 
telah menterjemahkan Kej 1:1 sebagai suatu anak kalimat sementara, "Ketika Allah mulai menciptakan langit dan 
bumi — bumi yang masih tidak berbentuk dan kosong..." Terjemahan ini bisa menyimpulkan bahwa Allah dan 
materi bersifat sama-sama kekal sebagaimana kosmologi Yunani (lih. "Penciptaan dan Kosmologi" dalam 
Ensiklopedia Yudaika, vol. 5, hal. 1059). Catatan orang Sumerian mengenai penciptaan, Enuma Elish, dimulai 
dengan "ketika pada mulanya. . ." Lihat Topik Khusus: Nama-nama bagi Ketuhanan pada 2:4. 

□ "menciptakan" Bara (lih. 1:1,21,27; 2:3,4) adalah KATA KERJA Ibrani (BDB 135, KB 153, Qal 
PERFECT) yang secara eksklusif digunakan untuk aktivitas penciptaan Allah. Arti dasarnya ialah membentuk 
dengan memotong. Allah mengendaki segala sesuatu untuk terjadi kecuali DiriNya sendiri. Maz 33:6,9; Ibr 11:3 
dan II Pet 3:5 menyajikan penciptaan (kosmologi) oleh firman yang diucapkan Allah (fiat) dari tidak ada (ex 
nihilo), walaupun air tidak pernah dikatakan diciptakan. (lih. Kej 1:2). Falsafah-falsafah Yunani (Gnostik) dan 
Mesopotamia menekankan suatu dualisme abadi antara "roh' dan "materi." Apapun yang diisyaratkan oleh bara 
ini menonjolkan aktivitas dan maksud Allah! 

Alkitab menyatakan bahwa penciptaan meiliki suatu titik awal. Ilmu Pengetahuan abad dua puluh satu akan 
mengkarakterisasikan hal ini sebagai "big bang." Naturalismesekarang dapat menyatakan suatu regresi tak 
terbatas kembali ke masa lalu. Namun demikian, mungkin saja Kejadian 1 menunjuk pada permulaan dari suatu 
bumi yang berfungsi, bukan permulaan jasmaniah dari materi (John H. Walton, Dunia yang Hilang dalam 
Kejadian Satu). 

□ "langit" Kata "langit" (BDB 1029) bisa dipakai dalam beberapa pengertian: (1) menunjuk pada atmosfir dari 
bumi sebagaimana dalam ay 8 dan 20; (2) bisa menunjuk pada keseluruhan semesta (yaitu seluruh materi yang 
ada); atau (3) ini bisa menunjuk pada penciptaan dari segala hal yang nampak (materi) dan tidak nampak 
(malaikat, surga sebagai tahta Allah). Jika pilihan tiga benar, maka sebuah paralel adalah Kol 1:16. Jika tidak, 
maka Kejadian 1 hanya berfokus pada penciptaan planet ini. Alkitab menekankan suatu sudut pandang geosentris 
(yaitu penciptaan dilihat sebagai apa yang diamati seorang penonton di planet ini). Beberapa akan menyatakan 
bahwa Kej 1 mengurusi penciptaan alam semesta (yaitu matahari, bulan, bintang, dan galaksi-galaksi, sementara 
Kej 2-3 berfokus pada planet ini dan penciptaan manusia. Ini tentu bisa saja karena pasal 2-4 membentuk suatu 
unit sastra. Dalam keduanya (yaitu Kej 1 dan 2-4) penciptaan bersifat geosentristik. (berfokus pada bumi). 

19 



□ "bumi" Kata ini (BDB 75) dapat menunjuk pada suatu tanah tertentu, negara, atau keseluruhan planet. 
Kejadian 1 diakui sebagai geosentris (lih. ay 15). Ini cocok dengan maksud teologis dari pasal ini, bukan ilmu 
pengetahuan. Ingat bahwa Alkitab ditulis dalam bahasa penjelasan bagi maksud-maksud teologis. Ini bukan anti- 
ilmiah, namun pra-ilmiah. 

1:2 "Bumi (adalah)" KATA KERJA ini (BDB 224, KB 243, Qal PERFECT) hanya secara sangat jarang dapat 
diterjemahkan sebagai "menjadi". Secara ketatabahasaan dan kontekstual "adalah" lebih disukai. Jangan biarkan 
(yaitu pramilenial dispensasional) teologi prasuposisi anda yaitu dua kejatuhan (teori Celah) mempengaruhi 
eksegesis dari naskah ini. 

□ 

NASB "belum berbentuk dan kosong" 

NKJV "tanpa bentuk, dan kosong" 

NRSV, NJB "suatu kekosongan yang tak berbentuk" 

TEV "belum berbentuk dan sunyi" 

NIV "belum berbentuk dan tak berisi" 

REV "kesia-siaan besar" 

SEPT "tak nampak dan tak berperabot" 

JPSOA "belum berbentuk dan kosong" 

Kedua kata ini ditemukan dalam BDB 1062, KB 1688-1690 dan BDB 96, KB 111. Apakah ini 
mengisyaratkan hanya air? Bumi berubah bentuk (yaitu lempengan tektonik) terus menerus (yaitu satu benua 
mula-mula yang disebut Pangea menjadi beberapa benua). Pertanyaannya lagi adalah umur dari bumi. Kata-kata 
ini muncul bersamaan dalam Yer 4:23. Kata-kata ini dipakai dalam catatan penciptaan Babilonia dan Sumeria 
namun dalam pengertian mitologis. Tahapan penciptaan ini menunjukkan bahwa Allah menggunakan suatu proses 
pertumbuhan untuk suatu bumi yang tak bisa didiami (lih. Yes 45:18). Kedua kata ini menjelaskan, bukan 
permulaan dari materi, namun suatu status sistem aturan yang belum terbentuk dan belum berfungsi (John H. 
Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu hal. 49). Bumi belum siap bagi manusia! 

□ "kegelapan" Kata ini (BDB 365) tidak mewakili kejahatan, namun kekacauan mula-mula. Allah menamai 
kegelapan dalam ay 5 saat la menamai terang. Kedua istilah ini, walau sering digunakan dalam Alkitab untuk 
menyatakan realita-realita rohani, di sini mewakili kondisi-kondisi fisik mula-mula. 

□ "samudera raya" Istilah Ibrani nya tehom (BDB 1062 #3, KB 1690-91). Suatu akar Semitik yang mirip 
namun berbeda dipersonifikasikan sebagai Tiamat dalam mitos-mitos penciptaan Babilonia dan Sumeria yaitu 
sebagai raksasa kekacauan dan ibu dari dewa-dewa, istri dari Apsu. la mencoba untuk membunuh semua dewa- 
dewa rendahan yang lahir darinya. Marduk membunuhnya. Dari tubuhnya Marduk membentuk langit dan bumi 
dalam Kejadian Babilonia yang disebut Enuma Elish. Orang Ibrani percaya bahwa air adalah elemen awal dari 
penciptaan (lih. Maz 24:1; 104:6; U Pet 3:5). Air tak pernah dikatakan telah diciptakan. Namun demikian, kata 
Ibraninya berbentuk jantan, bukan betina dan ini secara etimologis tak berhubungan dengan Tiamat. 

Ada perikop-perikop dalam PL yang menjelaskan YHWH yang bertentangan dengan kekacauan air yang 
dipersonifikasikan (lih. Maz 74:13-14; 89:9-10; 104:6-7; Yes 51:9-10). Namun demikian, hal-hal ini selalu ada 
dalam perikop-perikop puitis dan penggambaran. Air adalah suatu aspek krusial dalam penciptaan (lih. l:2b,6-7). 

□ 

NASB, NKJV, 

TEV, NIV "Roh Allah" 
NRSV, JPSOA "suatu angin dari Allah" 
NJB "suatu angin Illahi" 

REB "roh Allah" 

SEPT "suatu nafas Allah" 

Kata Ibrani ruach (BDB 924) dan kata Yunani pneuma (lih. Yoh 3:5,8) dapat berarti "roh," "nafas" atau 
"angin" (lih. Yoh 3:5,8). Roh sering dihubungkan dengan penciptaan (lih. Kej 1:2; Ayb 26:13; Maz 104:29-30; 
147:14-18). PL tidak secara jelas mendefinisikan hubungan antara Allah dengan Roh. Dalam Ayb 28:26-28; Maz 

20 



104:24 dan Ams 3:19; 8:22-23 Allah menggunakan hikmat (suatu kata benda betina) untuk menciptakan segala 
sesuatu. Dalam PB Yesus dikatakan sebagai pelaksana Allah dalam penciptaan (lih. Yoh 1:1-3; I Kor 8:6; Kol 
1:15-17; Ibr 1:2-3). Sebagaimana dalam penebusan, demikian juga dalam penciptaan, semua tiga pribadi ke- 
Allahan terlibat. Kejadian 1 itu sendiri tidak menekankan suatu penyebab sekunder apapun. 



□ 

NASB, TEV 


"bergerak" 


NKJV, NIV 


"melayang-layang" 


NRSV 


"menyapu" 


NJB 


"sedang menyapu" 



Istilah ini (BDB 934, KB 1219, Piel PARTICIPLE) mengembangkan konotasi "merenung" atau melayang- 
layang secara aktif ' (lih. JB). Ini adalah sebuah kata induk burung (lih. Kel 19:4; Ul 32:11; Yes 31:5; 40:31; Hos 
3; 11:4). Ini tidak berhubungan pada kosmologi Fenisia yang menyatakan bahwa bumi berasal dari sebuah telur, 
namun suatu penggambaran betina bagi pemeliharaan aktif Allah seperti seorang tua, dan juga pengembangan 
dari ciptaanNya pada tahap mula-mula! 

1:3 "Berfirmanlah Allah" Inilah konsep teologis dari penciptaan melalui firman yang diucapkan, menggunakan 
kata Latin/z'af (lih. 9,14,20,24,29; Maz 33:6; 148:5; II Kor 4:6; Ibr 11:3). Ini telah banyak dijelaskan sebagai "dari 
tidak ada menjadi ada menggunakan," oleh perintah Allah, menggunakan frasa Latin ex nihilo (lih. II Mak 7:28). 
Namun demikian, bisa jadi bahwa Kejadian 1 bukanlah tentang asal-usul penciptaan dari materi namun 
pengorganisasian materi yang telah ada. (lih. John H. Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu, hal. 54 dst). 
Kuasa dari firman yang diucapkan ini dapat juga dilihat dalam: 

1 . pemberkatan kebapaan 

2. Firman penebusan Allah yang melaksanakan sendiri kehendakNya, Yes 55:6-13, khususnya ay 1 1 

3. Yesus sebagai Firman dalam Yoh 1 : 1 dan 

4. Yesus yang kembali dengan suatu pedang bermata dua dalam mulutNya (lih. II Tes 2:8; Ibr 4:12; 
Wah 1:6; 2:12,16; 19:15,21). Ini adalah suatu cara pengungkapan dari penciptaan oleh kehendak 
Allah melalui pemikiran dan firman. Apa yang diingini Allah, terjadi! 

□ "Jadilah" Ini adalah JUSSIVES (lih. ay 3, 6[dua kali], 9[dua kali dalam arti, bukan bentuk], 11, 14, 20[dua 
kali dalam arti, bukan bentuk], 22, 24, 26[dalam arti, bukan bentuk]). 

1:4 "Allah melihat bahwa terang itu baik" (ay 4,10,12,18,21,25,31) Semua ciptaan adalah baik (lih. 1:31). 
Kejahatan bukan merupakan bagian dari ciptaan asli Allah, namun suatu pemutar-balikandari yang baik tersebut. 
"Baik" di sini kemungkinan berarti "cocok dengan maksudnya" (lih. Yes 41:7) atau "secara intrinsik tanpa cacat" 
(BDB 373). 

□ "Allah memisahkan" KATA KEPJA ini (BDB 95, KB 110, Hiphil IMPERFECT) adalah ciri dari 
bagaimana Allah membangun ciptaanNya. la memisahkan (KJV) dan memulai hal-hal yang baru (lih. ay 
4,6,7,14,18). 

□ "terang" Ingat bahwa matahari belum ada. Berhati-hatilah untuk tidak bersifat dogmatis mengenai urutan 
waktunya (yaitu 24 jam bagi bumi untuk berputar yang belum menjadi konstan diseluruh sejarah bumi). 

Terang (BDB 21) adalah suatu lambang alkitabiah bagi kehidupan, kemurnian, dan kebenaran (lih. Ayb 
33:30; Maz 56:13; 112:4; Yes 58:8,10; 59:9; 60:1-3; Yoh 1:5-9; II Kor 4:6). Dalam Wah 22:5 ada terang tanpa 
matahari. Juga perhatikan bahwa kegelapan diciptakan (lih. Yes 45:7) dan dinamai oleh Allah (lih. ay 5) yang 
menunjukkan pengendalianNya (lih. Maz 74:16; 104:20-23; 139:12). 

John H. Walton, Dunia yang Hilang darii Kejadian Satu (hal. 55 dst), berdasarkan atas ayat 4 dan 5, 
menyatakan bahwa ini berarti "suatu kurun waktu terang," bukannya asal-usul matahari. 

1:5 "Allah menamai" (ay 8,10) Penamaan ini menunjukkan keemlikan dan pengendalian Allah. . 

□ "Jadilah petang dan jadilah pagi" Urutan ini bisa mencerminkan keberadaan dari kegelapan sebelum 
penciptaan terang. Para rabi menafsirkannya sebagai hari sebagai suatu satuan waktu yang dimulai dari sore hari. 

21 



Ada kegelapan dulu baru kemudian ada terang. Ini dicerminkan dalam jaman Yesus juga di mana hari yang baru 
dimulai pada senja, di sore hari. 

□ "hari" Kata Ibrani yom (BDB 398) bisa menunjuk pada suatu kurun waktu (lih. 2:4; 5:2; Rut 1:1; Maz 50:15; 
90:4; Pkh 7: 14; Yes 4:2; 1 1:2; Zak 4: 10) namun biasanya ini menunjuk pada satu hari 24 jam. (yaitu Kel 20:9-10). 



TOPIK KHUSUS: YOM 

Teori-teori mengenai arti dari yom (hari) diambil dan diadaptasikan dari karya Dr. John Harris (Dekan dari 
Sekolah Studi KeKristenan dan Guru Besar PL dari East Texas Baptist University) Survei PL yang saya catat: 

1 . Teori Hurufiah Periode Dua Puluh Empat Jam 

Ini adalah pendekatan yang bersifat terang-terangan (lih. Kel 20:9-11). Pertanyaan-pertanyaan yang 
timbul dari pendekatan ini: 

a. Bagaimana ada terang pada hari pertama sedangkan matahari belum diciptakan sampai hari ke 
empat? 

b. Bagaimana semua binatang (khususnya yang berasal-usul dari bagian-bagian lain di dunia) dinamai 
dalam waktu kurang dari sehari? (lih. Kej 2:19-20)? 

2. Teori Hari-Jaman 

Teori ini berupaya untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan (khususnya geologi) dengan Kitab Suci. Teori 
ini menyatakan bahwa "hari" tersebut panjangnya adalah sepanjang "jaman/umur geologis". Panjang ini 
tidak seragam, dan mendekati berbagai lapisan yang dijelaskan dalam geologi uniformitarian. Ilmuwan 
cenderung untuk menyetujui perkembangan umum dari Kej 1: uap dan suatu masa yang berair 
mendahului pemisahan tanah dan laut sebelum munculnya kehidupan. Kehidupan tanaman muncul 
sebelum binatang, dan manusia mewakili bentuk kehidupan yang terakhir dan paling kompleks. 
Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari pendekatan ini: 

a. Bagaimana tumbuh-tumbuhan bisa bertahan selama "jaman" ini tanpa matahari? 

b. Bagaimana polinasi bisa terjadi dalam tanaman jika serangga dan burung-burung belum diciptakan 
sampai "bertahun-tahun" kemudian? 

3. Teori Hari-Jaman Alternatif 

Hari -hari pada kenyataannya adalah periode -periode dua puluh empat jam, namun tiap hari dipisahkan 
oleh suatu jaman yang di dalamnya apa yang diciptakan berkembang. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul 
dari pendekatan ini: 

a. Masalah yang sama yang timbul dalam Teori Hari-Jaman. 

b. Apakah naskah ini menunjukkan "hari" yang digunakan baik sebagai dua puluh empat jam dan suatu 
jaman? 

4. Teori Penciptaan-Malapetaka yang Bertumbuh 

Teori ini berjalan sebagai berikut: di antara Kej 1:1 dan 1:2, ada suatu kurun wamtu yang tak terbatas 
yang di dalamnya jaman-jaman geologi terjadi; Selama periode ini, makhluk-makhluk pra-sejarah sesuai 
dengan urutan yang disarankan oleh fosil-fosilnya diciptakan; sekitar 200,000 tahun yang lalu, suatu 
bencana yang adi kodrati muncul dan merusakkan sebagian besar kehidupan di planet ini dan membuat 
banyak binatang punah; kemudian hari-hari dari Kejadian 1 muncul. Hari-hari ini lebih menunjuk pada 
suatu penciptaan kembali, daripada suatu penciptaan aslinya. 

5. Teori Hanya-Eden 

Catatan penciptaan ini hanya menunjuk pada penciptaan dan aspek jasmaniah dari Taman Eden. 

6. Teori Celah 

Berdasarkan Kej 1:1, Allah menciptakan suatu dunia yang sempurna. Berdasarkan Kej 1:2, Lusifer 
(Setan) ditempatkan untuk menguasai dunia dan memberontak. Allah kemudian menghakimi Lusifer dan 
dunia dengan kehancuran total. Selama jutaan tahun, dunia ditinggalkan demikian saja dan jaman-jaman 
geologis berlalu. Berdasarkan atas Kej 1:3-2:3, kira-kira dalam tahun 4004 SM, enam dari hurufiah dua 
puluh empat jam penciptaan kembali terjadi. Uskup Ussher (1654 M) menggunakan silsilah dari Kejadian 
5 dan 1 1 untuk menghitung dan menanggali penciptaan manusia kira-kira 4004 SM. Namun demikian, 
silsilah tidak mewakili skema-skema kronologis yang lengkap. 



22 



7. Teori Minggu Sakral 

Penulis kitab Kejadian menggunakan konsep hari dan satu minggu sebagai suatu perangkat sastra untuk 
menguraikan berita Illahi mengenai aktivitas Allah dalam penciptaan. Susunan yang sedemikian tersebut 
melukiskan keindahan dan simetri dari pekerjaan penciptaan Allah. 

8. Peresmian Kuil Kosmik 

Ini adalah pandangan akhir-akhir ini oleh John H. Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu, IVP. 
2009, yang melihat enam hari tersebut sebagai suatu "ontologi fungsional, bukan suatu ontologi 
material". Hari-hari tersebut menjelaskan penataan dan penyusunan oleh Allah akan suatu semesta yang 
berfungsi bagi kebaikan umat manusia. Ini cocok dengan kosmologi-kosmologi kuno lainnya. Contohnya, 
tiga hari pertamanya mewakili Allah yang menyediakan "musim (yaitu waktu)," "iklim (yaitu, bagi 
tanam-tanaman)" dan makanan. Frasa yang berulang "adalah baik" menyatakan fungsionalitas. 
Hari ke tujuh menjelaskan Allah memasuki "kuil kosmik" Nya yang telah berfungsi penuh dan 
berpenghuni, sebagai pemegang hak milik, pengendali dan pengarahnya. Kejadian 1 tak ada hubungannya 
dengan penciptaan material dari materi namun penataan dari materi tersebut untuk mewujudkan suatu 
tempat yang berfungsi bagi Allah dan manusia untuk bersekutu. 

"Hari-hari" menjadi suatu perangkat sastra untuk mengkomunikasikan konsensus umum Timur Dekat 
Kuno bahwa: 

a. Tak ada perbedaan antara yang "alamiah" dan yang "adi-kodrati" 

b. KeTuhanan terlibat dalam setiap aspek kehidupan. Keunikan Israel bukanlah pandangan dunia umum 
nya, namun yang berikut ini: 

(1) monoteisme nya 

(2) penciptaan adalah bagi umat manusia, bukan bagi para dewa 

(3) tak ada konflik antar dewa-dewa maupun antara dewa-dewa dengan manusia dalam catatan 
Israel. 

Israel tidak meminjam catatan penciptaannya dari bangsa lain namun hanya berbagi pandangan dunia 
umum mereka. 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:6-8 

6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka 
Allah menjadikan cakrawala dan la memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di 
atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, 
itulah hari kedua. 



1:6 Ayat ini memiliki dua Qal JUSSIVES ("Jadilah...) Dari kata kerja "adalah" (BDB 224, KB 243). Susunan 
yang sama ada dalam ayat-ayat 14 dan 22. 

□ 

NASB, NET 

JPSOA "suatu bentangan" 

NKJV "cakrawala" 

NRSV, TEV "kubah" 

NJB "kolong" 

Istilah ini (BDB 956, KB 1290) bisa berarti "menuntaskan" atau "mengulurkan" sebagaimana dalam Yes 
42:5. Ini menunjuk pada atmosfir bumi (lih. 1:20) yang digambarkan secara penggambaran sebagai suatu kubah 
udara atau mangkok terbalik di atas permukaan bumi (lih. Yes 40:22). 

□ "segala air" Air tawar dan air asin adalah elemen penting dalam catatan penciptaan di luar alkitab, namun 
dalam Alkitab air-air ini dikendalikan oleh Allah. Tak ada perbedaan yang dibuat dalam Kej 1 antara air asin dan 
air tawar. Air dalam atmosfir dipisahkan dari air di bumi. Analisis dari Kej 1 menunjukkan bahwa Allah 
memisahkan beberapa hal sebagai suatu proses kepada bumi yang dihuni (terang dari gelap, air di atas dari air di 
bawah, air di bawah dari daratan, waktu matahari dari waktu bulan). 



23 



□ "memisahkan air dari air" Allah berkuasa dalam mengendalikan kekacauan air (BDB 95, KB 110, Hiphil 
PARTICIPLE). la menyusun batasan-batasannya (lih. Ayb 38:8-1 1; Maz 33:6-7; Yes 40:12). 

1:7 "dan jadilah demikian" Apapun yang Allah kehendaki terjadi dan terus terjadi (lih. 1:9,11,15,24,30). 

NASKAH NASB (UPDATED): 1:9-13 

9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, 
sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan 
kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. ' ' Berfirmanlah Allah: 
"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon 
buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah 
demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan 
segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu 
baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 

1:9-10 Dua KATA KEPJA mula-mulanya (BDB 876, KB 1082 dan BDB 906, KB 1157) adalah Niphal 
EVIPERATIVES yang digunakan sebagai JUSSIVES. Apakah ini mengisyaratkan satu benua (yaitu Pangaea)? 
Bumi berubah bentuk (yaitu lempengan tektonik) secara terus menerus. Pertanyaannya lagi adalah umur dari 
bumi. Perhatikan juga Allah mengendalikan semua gejala alam. Tidak ada dewa-dewa alam! 

1:9 "sehingga kelihatan yang kering" Ini mirip dengan asal gunung suci dari kosmologi Mesir. Satu contoh lagi 
dari keberbagian akan suatu pandangan dunia umum diseluruh Timur Dekat Kuno adalah bahwa manusia 
diciptakan dari tanah liat. Ini umum bagi catatan penciptaan Mesopotamia, Mesir dan Israel. 

1:11-12 Ini tidak dimaksudkan sebagai suatu penjelasan teknis bagi asal-usul dari semua kehidupan tanaman. 
Sepertinya ini menunjuk pada tiga jenis tanaman: rerumputan, biji-bijian, dan buah-buahan. Binatang-binatang 
akan makan yang pertama dan kedua, manusia akan memakan yang kedua dan ketiga. Allah mempersiapkan bumi 
langkah demi langkah sebagai suatu panggung atau pentas yang akan digunakan untuk bersekutu dan memelihara 
ciptaan tertinggiNya, manusia. 

Telah ada beberapa teori-teori ilmiah moderen mengenai urutan perkembangan kehidupan tumbuhan. 
Beberapa ilmuwan akan menyatakan urutan seperti ini. Namn kita harus berhati-hati karena teori-teori ilmiah 
berubah. Orang-orang Kristen tidak percaya Alkitab karena ilmu pengetahuan dan arkeologi menegaskan suatu 
hal. Kita mempercayainya karena damai yang kita tmukan di dalam Kristus dan pernyataan pengilhaman dari 
Alkitab itu sendiri. 

1:11 "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda" Ini adalah suatu Hiphel JUSSIVE dari kata kerja 
"bertunas" (BDB 205, KB 233). 

□ "yang menghasilkan buah yang berbiji" Penciptaan telah disusun (lih. ay 12,21,24,25; 6:20; 7:14) sehingga 
sekali diciptakan, tanaman, binatang, dan manusia dapat berkembang biak dan beradaptasi di dalam dan dari diri 
mereka. Allah menciptakan kehidupan untuk beradaptasi. Pada tingkat ini, evolusi kepada kondisi-kondisi yang 
berbeda secara pasti terjadi dari waktu-ke waktu (evolusi mikro atau evolusi horizontal). 

Ada suatu kecenderungan yang bertumbuh dalam teologia menunju kepada konsep penciptaan progresif yang 
mengisyaratkan bahwa Allah mungkin telah menciptakan umat manusia (1) dalam tahapan-tahapan atau (2) Adam 
dan Hawa diciptakan pada tahapan akhir, telah berkembang sepenuhnya (lih. tulisan-tulisan dari Bernard Ramm 
dan Hugh Ross). 

Sebagai kontras dengan Timur Dekat Kuno di mana kesuburan disembah sebagai dewa kembar, ini 
menunjukkan sumber kehidupan sebagai Allah bukan aktivitas seksual. Dalam banyak hal catatan penciptaan ini 
mengecilkan dewa-dewa dari Timur Dekat kuno (air; terang/gelap; badan-badan surgawi, kekuatan alam; dan 
dewa-dewa kesuburan) pada saar tulah dari Keluaran mengecilkan dewa-dewa Mesir. Satu-satunya inisiator 
adalah satu-satunya Allah yang esa! 



24 



NASKAH NASB (UPDATED): 1: 14-19 

14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari 
malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan 
hari-hari dan tahun-tahun, H dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi 
bumi." Dan jadilah demikian. "Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang 
lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga 
bintang-bintang. "Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk 
menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu 
baik. "jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 

1:14 "menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun" Benda- 
benda penerang di langit adalah untuk menandai hari-hari raya (lih. 18:14; Im 23; Ul 31:10) dan siklus 
peristirahatan, kerja, dan penyembahan (lih. Maz 104:19-23). Matahari diciptakan untuk membagi kalender dan 
tiap hari ke dalam bagian-bagian waktu untuk membantu manusia memenuhi semua tanggung jawab mereka 
(yaitu jasmani dan rohani). 

1:16 "kedua benda penerang yang besar itu... dan menjadikan juga bintang-bintang." Allah adalah pencipta 
dari benda-benda langit (lih. Yes 40:26). Benda-benda ini bukanlah dewa-dewa untuk disembah (penyembahan 
bintang Mesopotamia, lih. Ul 4:19; Yeh 8:16) namun hamba-hamba jasmani (lih. Maz 19:1-6). Ini adalah suatu 
pernyataan teologis ! 

1:17-18 Struktur paralel dari bahasa Ibrani mengisyaratkan tiga maksud sebagai tambahan dari ay 14. 

NASKAH NASB (UPDATED): 1:20-23 

2(l Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah 
burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut 
yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis 
burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, 
firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan 
hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." u Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari 
kelima. 

1:20-23 Binatang-binatang tak bertulang belakang muncul dalam Periode Cambria secara tiba-tiba dan dalam 
berbagai bentuk. Tidak ada bukti jasmani akan adanya perkembangan bertahap. 

Kata kerja "berkeriap" (BDB 1056, KB 1655) dan "terbang" (BDB 733, KB 800) yang digunakan dalam ayat 
20 keduanya berbentuk IMPERFECT yang digunakan sebagai JUSSIVES. 

1:20 "makhluk yang hidup" kata yang sama ini, nephesh (BDB 659), digunakan mengenai manusia (lih. 2:7) 
dan binatang (lih. 2:19; Im 11:46; 24:18). Ini mewakili daya hidup (lih. Yeh 18:4) yang berhubungan dengan dan 
bergantung pada planet ini. 

□ "burung-burung" Secara hurufiah ini adalah "hal-hal yang terbang" (BDB 733) karena dalam Ul 14:19-20 
ini bisa menunjuk pada serangga. 

1:21 "menciptakan" Ini adalah istilah bara (BDB 135, KB 153, Qal IMPERFECT) sebagaimana dalam Kej 1:1. 
Ini mengisyaratkan penciptan Illahi. "Manusia dan binatang" adalah di "buat" dalam 1:24-25 yang 
mengisyaratkan berasal dari materi yang telah ada sebelumnya (yaitu debu). Namun demikian, bara digunakan 
untuk "manusia" dalam 1:27 (tiga kali). 

Istilah khusus ini digunakan mengenai (1) alam semesta (atau bumi) dalam 1:1; (2) mengenai makhluk- 
makhluk lautan dalam 1:21; dan (3) mengenai umat manusia dalam 1:27. 



25 



□ 

NASB, NRSV, 

TEV, NJB "binatang laut yang besar" 
NKJV, NIV "makhlk-makhluk laut yang besar" 

LXX, KJV, "ikan-ikan paus yang besar" 

JB "ular-ular laut yang besar" 

Ini mungkin menunjuk pada lewiatan (BDB 1072, lih. Maz 104:26; 148:7; Ayb 41:dst). Kadang-kadang 
firman tersebut dikaitkan dengan musuh-musuh Israel: (1) Mesir, Yes 51:9; Yeh 29:3; 32:2 (kadang-kadang 
dirujuk sebagai "Rahab" lih. Maz 89:10; Yes 51:9) dan (2) Babilonia, Yer 51:34. Seringkali ini dikaitkan dengan 
musuh-musuh rohani/kosmik, Ayb 7:12; Maz 74:13; Yes 27:1. Catatan Penciptaan Kanaan membuat hal ini suatu 
dewa yang berkelahi melawan Baal namun di dalam Alkitab ini adalah ciptaan yang baik dari Allah yang esa dan 
benar. 

□ "segala jenis burug yang bersayap" Ini termasuk segala yang terbang, burung-burung dan serangga- 
serangga (lih. Ul 14:19-20). 

1:22 Sebagaimana tanaman dibuat untuk berkembang biak, demikian pula, binatang-binatang. Allah 
menginginkan planetNya dipenuhi dengan kehidupan (rente tan dari Qal IMPERATIVES [dan satu JUSSIVE], lih. 
1:28; 9:1,7). Ini adalah satu daru masalah pemberontakan (yaitu ketidak bersediaan untuk berpisah dan memenuhi 
bumi) Menara Babel (lih. Kej 10-11). 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Bagaimana ilmu pengetahuan berhubungan dengan Alkitab? 

2. Pertanyaan yang sebenarnya adalah siapa dan mengapa dari penciptaan, bukan bagaimana dan kapan. 
Jika ini benar, lalu bagaimana kita harus menafsirkan Kejadian 1-2? 

3. Bagaimana Allah menciptakan dunia jasmani? Haruskah kita menekan /z'af, ex nihilo jika ini adalah 
puisi? 

4. Apakah dorongan utama Kejadian 1? 

5. Bagaimana Alkitab menyerupai/tidak menyerupai catatan-catatan penciptaan lainnya? 

BEBERAPA SUMBER YANG MEMBANTU 

A. Tujuan-tujuan yang Dipertahankan oleh Phillip Johnson 

B. Darwinisme dalam Pengadilan oleh Phillip Johnson 

C. Peciptaan dan Waktu oleh Hugh Ross 

D. Sang Pencipta dan Kosmos oleh Hugh Ross 

E. Pertayaan Kejadian oleh Hugh Ross 

F. Pandangan Kristem akan Ilmu Pengetahuan dan Kitab Suci oleh Bernard Ramm 

26 



G. Usaha Ilmiah dan Iman Kristen oleh Malcolm A. Jeeves 

H. Berdamai dengan Ilmu Pengetahuan oleh Darrel R. Falk 

I. Bahasa Allah oleh Francis S. Collins 

J. Siapakah Adam itu? oleh Fazale Rana dan Hugh Ross 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL KE DALAM KEJADIAN 1:24-2:3 
PENGANTAR 

A. Dalam dua abad yang lalu, para ahli PL telah sering menyatakan bahwa Kejadian mencatat dua catatan 
penciptaan oleh dua penulis yang berbeda, menggunakan nama-nama yang berbeda untuk Allah. Namun 
demikian: 

1 . ini mungkin merupakan kekhasan bentuk sastra timur mengeni suatu catatan umum yang diikuti oleh 
suatu catatan yang lebih khusus. 

2. Kejadian 1:1-2:3 mungkin merupakan catatan rangkuman dari penciptaan dari planet ini dan Kej 2:4- 
25 pada penciptaan dari pasangan manusia pertama. 

3. ini mungkin mencerminkan aspek-aspek yang berbeda dari sifat Allah (yaitu kerabian) 

a. Elohim - pencipta, penyedia dan pemelihara segala kehidupan 

b. YHWH - penyelamat, penebus, dan Allah perjanjian Israel 

B. Sepertinya ada perbedaan yang dibuat antara Allah menciptakan dari yang tidak ada dan menciptakan hal- 
hal yang ilahirkan. Contoh: Allah menciptakan dalam ay 21 namun dalam ay 20 airlah yang 
menghasilkan; dalam ay 25 Allah membuat namun di ay 24 bumilah yang menghasilkan. Agustinus 
mencatat perbedaan ini dan mengemukakan dua tindakan penciptaan: (1) materi dan makhluk-makhluk 
rohani dan (2) organisasi dan diversifikasi mereka. 

C. Perikop ini secara jelas mengajarkan bahwa manusia adalah seperti binatang-binatang tanah tinggi: (1) 
keduanya memiliki nephesh, 1:24 dan 2:7; (2) keduanya diciptakan di hari ke enam, 1:31; (3) keduanya 
diciptakan dari tanah, 2:19; (4) keduanya memakan tanaman untuk makanan, 1:29-30; (5) keduanya 
berkembang biak. Namun demikian, manusia juga seperti Allah: (1) ciptaan yang khusus, 1:26; 2:7; (2) 
diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, 1:26; dan (3) memiliki kuasa, 1:26,28. 

D. Kejadian 1:26 "Marilah kita . . . " (lih. 1:26; 3:22; 11:7; 19:24; Yes 6:8) telah didiskusikan secara besar- 
besaran. Beberapa teori telah muncul: 

1. Kejamakan Kemuliaan (namun tanpa contoh-contoh awal dalam Alkitab atau dalam satra kerabian) 

2. Allah berbicara mengenai DiriNya sendiri dan sidang malaikat surgawi, I Raj 22:19 

3. Menunjuk kepada Kejamakan dalam Allah, dan oleh karena itu, menjadi pertanda dari Trinitas, 
3:22; 11:7; Yes 6:8; 61:14. Untuk dicatat bahwa (a) Elohim berbentuk JAMAK dan (b) pribadi-pribadi 
Illahi disebutkan dalam Maz 2:2; 1 10: 1 ,4: Zak 3:8-9, 1 1 . 

E. Teori-teori mengenai arti dari gambar dan rupa: 

1 . Irenaeus dan Tertullian: 

a. Gambar-aspek jasmani dari kemanusiaan 

b. Rupa-aspek rohani dari kemanusiaan 

2. Klemens dari Aleksandria, Origen, Atanasius, Hilary, Ambrose, Agustinus, dan Yohanes dari 
Damaskus 

a. Gambar-sifat bukan j asmani dari manusia 

b. Rupa-aspek-aspek manusia yang dapat dikembangkan seperti kesucian atau moralitas, dan jika 
tidak dikembangkan maka akan terhilang. 

27 



3. Kaum Skolastik (Thomas Aquinas) 

a. Gambar-kemampuan dan kebebasan rasional manusia (alamiah) 

b. Rupa-kebenaran asli dan karunia-karunia adi kodrati yang terhilang pada saat kejatuhan. 

4. Kaum Pembaharu (Reformer) 

a. Semua pada dasarnya menolak perbedaan apapun antara kedua istilah tersebut (Kej 5 : 1 ; 9:6). 

b. Baik Luther dan Kalvin menyatakan konsep ini dalam istilah-istilah yang berlainan, namun pada 
dasarnya menyatakan kebenaran yang sama. 

5. Saya pikir bahwa mereka mennjuk pada (1) kepribadiaan; (2) kesadaran; (3) ketrampilan bahasa; (4) 
keinginan; dan/atau (5) moralitas kita. 

F. Topik Khusus: Sumber Daya Alam 
TOPIK KHUSUS: SUMBERDAYA ALAM 

I. Pendahuluan 

A. Semua ciptaan adalah suatu latar belakang atau panggung bagi kisah kasih Allah terhadap umat manusia. 

B. Berbagi dalam kejatuhan (lih. Kej 3:17; 6: Iff; Rom 8:18-20). Juga, akan berbagi dalam penebusan 
eskatologis (lih. Yes 11:6-9; Rom 8:20-22; Wah 21-22). 

C. Penuh dosa, umat manusia yang jatuh telah memperkosa lingkungan alam dengan kebebasan yang 
mementingkan diri sendiri. Berikut adalah kutipan dari Kanon Westminster oleh Edward Carpenter. 

". . .penyerangan yang tak berbelas kasihan oleh manusia, dalam suatu konteks yang global, 
terhadap alam sekitar mereka — yaitu terhadap ciptaan Allah — serangan terhadap udara yang 
dikotorinya dengan polusi; batang-batang air alamiah yang dipenuhinya dengan limbah, tanah 
yang diracuninya; hutan-hutan yang ditebanginya, tanpa mempedulikan pengaruh jangka panjang 
dari tindakan perusakan yang ceroboh ini. Serangan-serangan ini adalah satu demi satu dan tidak 
terkoordinir. Sangatlah langka perhatian dan rasa hormat yang diberikan pada keseimbangan 
alam, dan konsekuensinya masih sangat kecillah rasa tanggung jawab mengenai hutang atau 
kewajiban dari satu generasi terhadap generasi berikutnya." 

D. Bukan hanya kita menuai hasil polusi dan eksploitasi planet kita, namun anak-cucu kita akan menuai 
konsekuensi yang jauh lebih parah, dan tak bisa di perbaiki kembali. 

II. Bahan Alkitabiah 
A. Perjanjian Lama 

1. Kejadian 1-3 

a. Ciptaan adalah suatu tempat khusus yag diciptakan oleh Allah untuk persekutuan dengan umat 
manusia (lih. Kej 1:1-25). 

b. Ciptaan adalah baik (lih. Kej 1:4,10,12,18,21,25), sungguh sangat baik (lih. Kej 1:31). Ini 
dimaksudkan untuk menjadi saksi Allah (lih. Maz 19:1-16). 

c. Manusia ialah maksud yang terutama (mahkota) dari ciptaan (lih. Kej 1:26-27). 

d. Manusia dimaksudkan untuk melaksanakan penguasaan (Ibrani, "menapak") sebagai seorang 
pengurus rumah tangga bagi Allah (lih. Kej 1:28-30; Maz 8:3-8; Ibr 2:6-8). Allah adalahdan tetap 
sebagai Pencipta/Pememlihara/Penebus/Tuhan atas segala ciptaan (lih. Kel 19:5; Ayb 37-41; Maz 
24:1-2; 95:3-5; 102:25; 115:15; 121:2; 124:8; 134:3; 146:6; Yes 37:16). 

e. Pengelolaan umat manusia atas ciptaan dapat di lihat dalam Kej 2:15, "mengolahnya dan 
memelihara dan melindunginya" (lih. Im 25:23; I Taw 29:14). 

2. Allah menyayangi ciptaan, khususnya binatang-binatang. 

a. Hukum Musa bagi perlakuan yang pantas terhadap binatang. 

b. YHWH bermain denganp Lewiatan (lih. Maz 104:26) 

c. Allah mempedulikan binatang-binatang (lih. Yunus 4:11) 

d. Kehadiran alam secara eskatologis (lih. Yes 1 1:6-9; Wah 21-22) 



28 



3. Alam, sampai batas tertentu, memuliakan Allah. 

a. Mazmur 19:1-6 

b. Mazmur 29:1-9 

c. Ayub 37-41 

4. Alam adalah salah satu cara yang Allah gunakan untuk menunjukkan kasih dan loyalitas pada 
perjanjianNya. 

a. Ulangan 27-28; I Raja-raja 17 

b. Keseluruhan kitab nabi-nabi 
B. New Testament 

1 . Allah dipandang sebagai pencipta. Hanya ada satu Pencipta, Allah Tritunggal (Elohim, Kej 1:1; Roh, 
Kej 1:2; dan Yesus, PB). Segala hal yang lain adalah diciptakan. 

a. Kisah 17:24 

b. Ibrani 11:3 

c. Wahyu4:ll 

2. Yesus adalah pelaksana penciptaan dari Allah 

a. Yohanes 1:3,10 

b. I Korintus 8:6 

c. Kolose 1:16 

d. Ibrani 1:2 

3. Yesus berbicara mengenai kepedulian Allah akan alam secara tidak langsung dalam khotbah- 
khotbahNya. 

a. Matius 6:26,28-30, burung-burung diudara dan bunga bakung di padang 

b. Matius 10:29, burung pipit 

4. Paulus menyatakan bahwa semua manusia bertanggung jawab atas pengenalannya akan Allah dalam 
penciptaan (yaitu perwahyuan alamiah, lih. Rom 1:19-20; Wah 21-22). 

III. Kesimpulan 

A. Kita terikat pada hukum-hukum alam! 

B. Manusia yang penuh dosa telah menyelewengkan pemberian Allah yaitu alam sebagaimana juga 
pemberian-pemberian indah yang lain yang dari Allah. 

C. Hukum alam adalah bersifat sementara. Semuanya akan berlalu (II Pet 3:7). Allah menggerakkan dunia 
kita kepada suatu keterkaitan yang histories. Dosa akan merajalela, namun Allah telah menetapkan 
batasannya. Ciptaan akan ditebus (lih. Rom 8:18-25). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:24-25 

24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan 
binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 2s Allah menjadikan segala jenis 
binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa 
semuanya itu baik. 



1:24 "Berfirmanlah Allah," Elohim (BDB 43) adalah nama kuno yang jamak bagi Allah yang mendominasi 
pasal 1. Etimologinya tidak pasti. Para rabi mengatakan bahwa ini menunjukkan Allah sebagai pencipta, penyedia 
dan pemelihara segenap kehidupan di planet bumi. Bentuk JAMAK ini sepertinya secara teologis signifikan jika 
dihubungkan dengan 1:26; 3:22; 11:7 dan kejamakan dari kata "esa" yang ditemukan dalam doa monoteisme yang 
terkenal (Shema), Ul 6:4-6. Ketika diguakan mengenai Allah Israel KATA KERJAnya hampir selalu berbentuk 
TUNGGAL. Kata elohim dalam PL dapat menunjuk pada (1) para malaikat (lih. Maz 8:5); (2) hakim-hakim 
manusia (lih. Kel 21:6; 22:8,9; Maz 82:1); atau (3) dewa-dewa lain (lih. Kel 18:11; 20:3; I Sam 4:8). Lihat Topik 
Khusus: Nama bagi KeTuhanan pada 2:4. 

29 



□ "Hendaklah bumi mengeluarkan" Ini (BDB 422, KB 425) adalah sebuah Hiphil JUSSIVE. Ada perbedaan 
yang dibuat dalam Kej 1 antara Allah yang menciptakan dengan firman yang terucap dari yang tidak ada dan apa 
yang telah diciptakanNya, berkembang biak (yaitu beradaptasi). Bandingkan ayat 20 dan 21 dan ayat 24 dan 25. 

□ "segala jenis makhluk yang hidup" Ayat 24-25 menjelaskan binatang-binatang darat baik besar maupun 
kecil, jinak atau liar. Perhatikan kata "makhluk yang hidup" (BDB 659 dan 311) didasarkan atas kata nephesh 
yang adalah kata yang digunakan bagi manusia dalam Kej 2:7. Nyatalah bahwa keunikan manusia bukanlah 
ditemukan dalam kata nephesh, yang sering diterjemahkan dalam bahasa Yunani sebagai "jiwa." 

□ "binatang melata" Secara hurufiah ini menunjuk pada "meluncur" or "menggeser" (BDB 943). Ini adalah 
kata yang sama yang digunakan dalam ay 21, "yang bergerak." Sepertinya ini menunjuk pada semua binatang 
yang tidak berjaan dengan kaki atau memiliki kaki yang demikian pendek sehingga tak terlihat. 

□ "dan jadilah demikian" Hasrat Allah menjadi kenyataan! Lihat catatan pada 1 :7. 

1:25 "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" Ciptaan Allah adalah baik (BDB 373) dan diproklamirkan 
sebagai "sangat baik" dalam 1:31. Ini mungkin adalah suatu ungkapan Ibrani yang berarti memadai untuk suatu 
maksud yang ditugaskan. Secara teologis ini bisa juga berbicara tentang ke tidak hadiran dosa dari ciptaan Allah 
yan mula-mula. Dosa adalah hasil dari pemberontakan, bukan penciptaan. 

NASKAH NASB (UPDATED): 1:26-31 

26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya 
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh 
bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 27 Maka Allah menciptakan manusia itu 
menurut gambar- Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan- 
Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan 
bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung- 
burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 2, Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku 
memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan 
yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan 
segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh- 
tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang 
dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. 

1:26 "Baiklah Kita menjadikan" Bentuknya (BDB 793, KB 889) adalah Qal IMPERFECT, namun digunakan 
dalam suatu pengertian COHORT ATIVE. Telah ada banyak diskusi mengenai bentuk JAMAK "kita." Philo dan 
Eben Ezra mengatakan ini adalah "kejamakan kemuliaan," namun bentuk ketatabahasaan ini tidak terjadi sampai 
jauh di kemudian hari dalam sejarah kesastraan Yahudi (Alkitab NET mengatakan bahwa ini tidak muncul dengan 
KATA KERJA, hal. 5); Rashi mengatakan bahwa ini menunjuk pada sidang surgawi (lih. I Raj 22:19-23; Ayb 
1:6-12; 2:1-6; Yes 6:8), namun ini tak dapat mengisyaratkan bahwa malaikat memiliki bagian dalam penciptaan, 
ataupun bahwa mereka memiliki gambar illahi. Orang-orang lain menganggap bahwa ini adalah suatu bentuk 
yang baru jadi dari konsep mengenai Allah Tritunggal. 

Adalah fakta yang menarik bahwa dalam catatan penciptaan Mesopotamia dewa-dewa (biasanya dikaitkan 
pada kota-kota secara individu) selalu bertarung satu dengan yang lain namun di sini bukan sekedar merupakan 
bukti monoteisme bahkan dalam sedikit pernyataan JAMAK ada terdapat keselarasan dan bukannya ketidak 
puasan yang plin-plan. 

□ "manusia (laki-laki)" Ini adalah kata Ibrani "Adam" (BDB 9), yang adalah suatu permainan yang nyata akan 
kata Ibrani bagi tanah, adamah (lih. ay 9). Istilah ini bisa juga mengisyaratkan "kemerahan." Banyak ahli percaya 
bahwa ini menunjuk pada manusia yang dibentuk dari gumpalan merah atau tanah liat dari lembah sungai 
Tigris/Efrat (lih. 2:7). Hanya dalam pasal pembuka dari Kejadian inilah kata Ibrani "Adam" digunakan sebagai 
suatu nama yang pantas. Septuaginta menggunakan kata anthropos untuk menterjemahkan kata ini yang 
merupakan suatu istilah generik yang merujuk pada manusia laki-laki/perempuan (lih. 5:2; 6:1,5-7; 9:56). Kata 

30 



Ibrani yang lebih umum bagi manusia laki-laki atau suami adalah ish (BDB 35, lih. 2:23 etimologinya tidak 
diketahui) dan ishah (BDB 61) bagi perempuan atau istri. 

Pada titik ini dalam pemahaman teologis saya, sangatlah sukar untuk menghubungkan catatan Alkitab 
mengenai penciptaan dari pasangan manusia mula-mula dengan fosil sisa-sisa dari beberapa jenis makhluk 
berkaki dua Homo erectus. Beberapa dari situs kuburan purba mencakup penguburan benda-benda yang 
nempaknya berhubungan dengan suatu kepercayaan suatu kehidupan setelah kematian. Saya tidak tersinggung 
oleh evolusi dalam satu spesies. Jika ini benar, maka Adam dan Hawa adalah manusia-manusia primitif dan the 
kurun waktu sejarah dari Kej 1-11 harus diperluas secara radikal. 

Kemungkinan Allah menciptakan Adam dan Hawa pada periode waktu yang jauh terkemudian (yaitu 
penciptaan progresil), menjadikan mereka manusia "moderen" {Homo sapiens). Jika demikian, maka hubungan 
mereka dengan masyarakat Mesopotamia menuntut suatu penciptaan khusus suatu waktu yang dekat sebelum 
mulainya budaya tersebut. Saya ingin menekankan bahwa ini hanyalah spekulasi pada waktu saat ini. Ada 
demikian banyak yang tidak diketahui dunia moderen mengenai masa kuno yang telah berlalu. Lagi, secara 
teologis, "siapa" dan "mengapa", bukan "bagaimana" dan "kapan" lah yang bersifat krusial! 

□ "menurut gambar dan rupa Kita" kata "gambar" dapat ditemukan juga dalam 5:1,3; 9:6. Ini sering 
digunakan dalam PL untuk menyatakan berhala-berhala (KB 1028 II). Etimologi dasarnya adalah "menatah 
menjadi suatu bentuk tertentu." Telah ada banyak diskusi dalam sejarah penafsiran untuk mengidentifikasi arti 
tepatnya dari kata gambar (BDB 853, KB 1028 #5) dan rupa (BDB 198) ini. Padan kata Yunaninya ditemukan 
dalam PB untuk menjelaskan kemanusiaan (lih. I Kor 11:7; Kol 3:10; Ef 4:24; Yak 3:9). Dalam pemikiran saya 
kata-kata ini bersinonim dan menjelaskan bagian dari kemanusiaan tersebut yang secara unik mampu untuk 
berhubungan dengan Allah. Inkarnasi Yesus menunjukkan kemampuan seperti apa yang mestinya dimiliki 
manusia di dalam Adam dan satu hari nanti akan dimiliki melalui Yesus Kristus. Lihat Siapakah Adam itu? Oleh 
Fazale Rana dan Hugh Ross, hal. 79. 

□ "supaya mereka berkuasa" Ini secara hurufiah "menginjak-injak" (BDB 853, KB 1190, Qal IMPERFECT 
yang digunakan dalam pengertian sebuah JUSSIVE). Ini adalah kata yang keras yang berbicara mengenai 
penguasaan manusia atas alam (lih. Maz 8:5-8). Konsep yang sama seperti ini ditemukan dalam ay 28. Kedua 
istilah, "berkuasa" dalam ay 26 dan 28, dan "taklukkan" dalam ay 28 memiliki etimologi dasa yang sama yang 
artinya "melangkahi" atau "menginjak." Walaupun KATA-KATA KERJA ini sepertinya keras, namun ini 
mencerminkan gambar dari pemerintahan Allah. Umat manusia memiliki kekuasaan atas bumi yang diciptakan 
karena hubungan mereka dengan Allah. Mereka memerintah/berkuasa sebagai perwakilanNya, dalam sifatNya. 
Kekuatan bukanlah masalah teologisnya, melainkan cara melaksanakannya (bagi diri sendiri atau bagi kebaikan 
orang lain) ! 

Perhatikan JAMAKnya, yang mengisyaratkan kekuasaan mutual dari laki-laki dan perempuan (lih. 5:23). 
Juga perhatikan PLURAL IMPERATIVE dari ay 28. Penyerahan diri seorang wanita hanya ada setelah 
Kejatuhan dari pasal 3. Pertanyaan sebenarnya ialah, "Apakah penyerahan diri ini tetap ada setelah peresmian 
jaman baru dalam Kristus?" 

1:27 "Allah menciptakan" Ada penggunaan tiga kali lipat {Qal IMPERFECT diikuti oleh dua Qal PERFECTS) 
dari kata bara (BDB 127) dalam ayat ini, yang berfungsi sebagai suatu pernyataan rangkuman dan juga sebagai 
penekanan pada penciptaan Allah akan kemanusiaan sebagai laki-laki dan perempuan. Ini dicetak sebagai puisi 
dalam NRSV, NJB dan diakui demikian dalam catatan kaki NIV. Istilah bara hanya digunakan dalam PL untuk 
penciptaan Allah. 

□ "menurut gambarNya" Sungguh sangatlah menarik bahwa bentuk JAMAK dari ay 26 sekarang menjadi 
TUNGGAL. Ini mencakup misteri dari kejamakan, namun keesaan dari Allah. Gambar Allah (BDB 853) setara 
dalam laki-laki maupun perempuan! 

□ "laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" Aspek seksual kita berhubungan dengan keperluan dan 
lingkungan dari planet ini. Allah terus memisahkan (lihat catatan pada 1:4). Perhatikan kebersamaan di sini, 
dalam 2: 18 dan 5:2. Gambar Illahi kita mengijinkan kitauntuk berhubungan secara unik dengan Allah. 



31 



1:28 "Allah memberkati mereka... Beranakcuculah dan bertambah banyak" Bagian dari berkat Allah (BDB 
138, KB 159, Piel IMPERFECT) adalah berkembang biak (lih. Ul 7:13). Berkat ini ada baik pada binatang (lih. 
ay 22) maupun pada manusia (lih. ay 28;9:1,7). Dalam catatan penciptaan Mesopotamia kegaduhan dari 
kepadatan yang berlebih dari penduduk manusia adalah alasan bagi penghancuran kemanusiaan oleh dewa-dewa. 
Catatan Kejadian mendesak pertumbuhan penduduk. Cukup mengejutkan bahwa salah satu dari tindkan 
pemberontakan (lih. Kej 10-11) adalah keengganan manusia untuk berpisah dan memenuhi bumi. 

□ "penuhilah bumi dan taklukkanlah itu" Ada dua perintah dalam naskah Ibrani yang berparalel dengan 
"beranakcuculah dan bertambah banyak" (rentetan tiga Qal IMPERATIVES). Ini menjadikan baik seksualitas 
manusia dan kendali manusia kehendak Allah. 

Kedua kata kerja Ibrani, "menaklukkan" (BDB 461, KB 460) dan "memerintah" (BDB 921, KB 1190), dapat 
memiliki konotasi negatif (yaitu dominasi yang kej am). Konteks khususnya harus menentukan apakah artinya 
jinak atau agresif. 

1:29 Kerajaan tanaman ini dibagi ke dalam tiga kelompok. Rantai makanannya dimulai dengan fotosintesis dalam 
tanaman. Semua kehidupan binatang duniawi bergantung pada mujizat kehidupan tanaman. Dalam ayat ini, umat 
manusia diberikan biji-bijian dan buah-buahan untuk makanannya (lih. 2:16; 6:21), sementara kelompok ketiga, 
rerumputan, diberikan kepada binatang-binatang. Manusia baru diijinkan memakan daging nanti setelah air bah 
(lih.Kej 9:3). Ini mungkinberubujngan dengan fakta bahwa tidak mungkin ada panen pada tahun itu. Ini secara 
teologis tidak pantas untuk menarik undang-undang makanan diet dari Kej 1 . 

Ada kemungkinan juga bahwa penjelasan ini hanya berhubungan dengan Taman Eden. Kematian dan 
pemakan daging kembali pada fosil tertua yang berhubungan dengan lempengan Cambria 500,000 tahun yang lalu 
di mana catatan kehidupan yang terfosilkan ini dimulai dengan jumlah yang sangat berlebihan. 

1:30 "Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya" Dorongan dari pernyataan ini 
adalah bahwa semua kehidupan adalah berdasarkan pada proses fotosintesis (yaitu rantai makanan). 

1:31 "sungguh amat baik" Ini adalah suatu kesimpulan yang amat sangat penting karena dalam pemikiran 
Gnostik di kemudian hari, nateri adalah jahat dan roh adalah baik. Dalam sistem Yunani ini (juga beberapa 
naskah-naskah Mesopotamia) baiik materi maupun roh sama-sama kekal yang berlaku sebagai penjelasan mereka 
mengenai permasalahan di bumi ini. Namun catatan Ibrani sangatlah berbeda. Hanya Allah yang kekal dan materi 
diciptakan untuk maksudNya. Tak ada kejahatan dalam ciptaan asli Allah, hanya "kebebasan"! 

□ "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam" Pentinglah untuk dicatat bahwa, seperti hari ke tiga, 
hari ke enam memiliki dua tindakan penciptaan, sehingga ada delapan tindakan penciptaan dalam enam hari. Para 
rabi memulai hari yang baru pada saat senja yang didasarkan atas frasa berikut, "sore dan pagi." 

NASB (UPDATED) TEXT: 2:1-3 

TJemikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah 
menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah la pada hari ketujuh dari segala pekerjaan 
yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada 
hari itulah la berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. 

2:1 "langit" Di sisni kata ini (BDB 1029) mennjuk pada atmosfir di atas bumi. Dalam beberapa konteks ini 
menunjuk pada langit berbintang di atas atmosfir. 

□ "Demikianlah diselesaikan... bumi dan segala isinya" Ciptaan jasmani Allah telah menjadi matang (BDB 
477, KB 476, Pual IMPERFECT, ay 1 dan Piel PMPERFECT, ay 2). Sekarang telah siap untuk dihuni manusia. 
Setiap tingkatan penciptaan memiliki penghuni yang tepat. (yaitu "isi" BDB 838). Ini tidak secara spesifik yang 
menunjuk pada penciptaan malaikat-malaikat. (kecuali 1:1 menyertakannya). Naskah ini berurusan dengan 
ciptaan jasmani This text is dealing with physical creation. 

Kata Ibrani "isi", dalam beberapa konteks, menunjuk pada (1) penyembahan berhala Mesopotamia 
berhubungan dengan terang-terang di langit (yaitu, matahari, bulan, planet-planet, komet-komet, rasi-rasi bintang 

32 



(lih. Ul 4:19) atau (2) tentara kemalaikatan YHWH (lih. Yos 5:14), namun di sini kepada semua jenis-jenis yang 
berbeda dari kehidupan yang diciptakan. 

2:2 "Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu" Ini sangat merupaja 
antropomorfis namun tidak mengisyaratkan bahwa Allah menjadi lelah atau la berhenti secara tetap dari 
keterlibatan aktifNya dengan penciptaan dan umat manusia. Ini adalah suatu pola dasar yang ditetapkan bagi 
manusia yang memerlukan istirahat dan penyembahan yang teratur. 

□ "berhentilah la" Ini adalah akar Ibrani yang sama dengan "Sabat" (BDB 991, KB 1407, Qal IMPERFECT, 
lih. Kel 20:11; 31:12-17). Ulangan 5:15 memberikan satu lagi alasan bagi Sabat untuk alasan sosiologis, bukan 
alasan teologis sebagaimana dalam Kel 20:8:11. 

Kata ini digunakan dalam beberapa cara berbeda, khususnya dalam kitab PB Ibr. 3:7-4:1 1 dan penafsitan nya 
akan Maz 95:7-11. Dalam Ibrani istilah "berhenti" ini berlaku baik untuk berhenti Sabat, Tanah Perjanjian, dan 
persektuan dengan Allah (surga). Allah memberikan teladan bagi ciptaan khususNya, manusia. Persekutuan 
secara teratur antara Allah dan manusia memang tidak disebutkan, namun secara kontekstual adalah merupakan 
hal pokok, maksud tujuan dari penciptaan! 

□ "hari ke tujuh" Hari ke 1-6 dimulai dengan sore hari dan ditutup dengan pagi (lih. 1:31), namun hari ke 
tujuh pagi tak pernah disebutkan. Oleh karena itu, para rabi dan juga penulis PB Ibrani (3:7-4:11) menggunakan 
hal ini untuk menyimpulkan bahwa perhentian Allah masih tersedia (lih. Maz 95:7-1 1). 

2:3 "Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya" Istilah "mengkuduskan" berarti 
"menjadikannya kudus" (BDB 872, KB 1073, Piel IMPERFECT). Istilah ini digunakan dalam pengertian 
menyendirikan sesuatu untuk secara khusus digunakan oleh Allah. Sangat dini Allah telah menetapkan suatu hari 
khusus dan teratur secara tetap untuk DiriNya dan umat manusia bersekutu. Ini tidak berarti bahwa semua hari 
bukan milik Allah, namun satu secara unik disisihkan untuk persekutuan, penyembahan, pujian dan beristirahat 
untuk memulihkan tenaga. 

Asal usul dari seminggu tujuh hari terbungkus dalam kepurbaan dan misteri. Seseorang dapat melihat 
bagaimana bulan dalam kalender berhubungan dengan fase dari bulan dan bagaimana tahun berhubungan dengan 
perubahan musim, namun satu minggu tak memiliki sumber yang nyata. Namun demikian, setiap budaya kuno 
yang kita ketahui, sepertinya telah mengetahuinya ketika sejarah tertulis mereka dimulai. 



TOPIK KHUSUS: PENYEMBAHAN 

I. Pengantar 

A. Beberapa pertanyaan penting 

1 . Apakah Penyembahan itu? 

2. Kapan dan bagaimana mulainya? 

3. Apakah isinya? 

4. Siapa yang berpartisipasi? 

5. Di mana dan kapan ini dilakukan? 

B. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membentuk garis besar dari kajian ini. Haruslah diingat bahwa tidak ada 
jawaban yang definitif dari pertanyaan-pertanyaan ini, namun ada implikasi-implikasi kitab suci dan 
perkembangan-perkembangan kesejarahan. 

n. Apakah Penyembahan Itu? 

A. Kata bahasa Inggrisnya berasal dari istilah Saxon, "weorthscipe," yang menyatakan sesorang yang 
kepadanya kehormatan dan penghrgaan tertuju. 

B. Istilah-istilah utama PL nya adalah: 

1. 'Abodah, yang berasl dari akar Ibrani yang berarti "melayani" atau "bekerja" (BDB 715). Ini 
biasanya diterjemahkan "pelayanan Allah." 

2. Hishtahawah, yang berasal dari suatu akar Ibrani yang berarti "membungkuk" atau "menyujudkan 
diri" (BDB 1005, lih. Kel 4:31). 



33 



C. Istilah-istilah utama PB mengikuti istilah-istilah Ibraninya. 

1. Untuk 'abodah adalah latreia, yang merupkan status dari pekerja atau budak. 

2. Untuk hishtahawah adalah proskuneo, yang artinya "bersujud," "memuja," atau "menyembah." 

D. Perhatikan bahwa penyembahan berdampak pada dua bidang. 

1. sikap rasa hormat kita 

2. tindakan-tindakan gaya hidup kita 

Kedua hal ini harus berjalan bersama-sama atau bisa menghasilkan masalah yang besar (lih. Ul. 11:13). 

III. Kapan dan Bagaimana Mulainya? 

A. PL tidak menyatakan secara khusus asal-usul penyembahan, namun ada beberapa petunjuk dalam kitab 
Kejadian. 

1. Pelembagaan Sabat oleh Allah dalam Kej 2:1-3 dikemudian hari berkembang menjadi hari 
penyembahan mingguan utama. Dalam Kejadian ini menyatakan bahwa Allah menetapkan suatu 
teladan bagi peristirahatan dan penyembahan manusia dengan tindakan dan sikapNya terhadap 
segmen waktu mingguan ini. 

2. Pembunuhan binatang-binatang oleh Allah untuk menyediakan pakaian bagi pasangan manusia yang 
jatuh untuk bisa bertahan dalam lingkungan kejatuhan mereka yang baru dalam Kej 3:21 sepertinya 
menetapkan suatu panggung bagi penggunaan binaang-binatang untuk keperluan manusia, yang akan 
berkembang menjadi sistem korban persembahan. 

3. Persembahan Kain dan Habel dari Kej 4:3 dst sepertinya merupakan suatu kejadian yang teratur 
secara tetap, bukan suatu peristiwa sekali saja. Ini bukanlah suatu perikop peremehan akan korban 
persembahan tanam-tanaman atau suatu resep bagi pengorbanan binatang, namun suatu contoh yang 
jelas akan perlunya suatu sikap yang pantas terhadap Allah. Ini memang menunjukkan bahwa Allah 
bagaimanapun mengkomunikasikan penerimaan dan penolakanNya. 

4. Jalur keMesiasan yang saleh dari Set dibangun dalam Kej 4:25 dst. Hal ini menyebutkan nama 
perjanjian Allah, YHWH, dalam ay 26 dalam suatu yang nampaknya merupakan tata cara 
penyembahan (perikop ini harus dicocokkan dengan Kel 6:3). 

5. Nuh menyatakan suatu perbedaan antara binatang yang najis dan tidak najis dalam Kej 7:2. Ini 
menetapkan status korban persembahannya dalam Kej 8:20-21. Ini mengisyaratkan bahwa korban 
telah ditetapkan sejak kurun waktu yang sangat dini. 

6. Abraham sangat akrab dengan korban persembahan, yang sangat nyata dari Kej 12:7,8; 13:18; 22:9. 
Ini membentuk tanggapannya kepada hadirat dan janji-janji Allah. Tampaknya keturunannya 
melanjutkan praktek ini. 

7. Kitab Ayub adalah dalam suatu tata cara kebapaan (yaitu 2000). la tidak asing dengan pengrbanan 
sebagaimana terlihat dalam Ayb 1:5. 

8. Bahan Alkitab sepertinya menjelaskan bahwa pengorbanan dikembangkan dari rasa kekaguman dan 
hormat manusia bagi Allah dan prosedur-prosedur yang dinyatakan Allah tentang bagaimana untuk 
menyatakan hal ini. 

a. Ke sepuluh Perintah dan Aturan-aturan Kesucian 

b. Kultus Tabernakel 

IV. Apakah Isinya? 

A. Nyatalah bahwa sikap umat manusia adalah kunci dalam pengorbanan (lih. Kej 4:3 dst). Elemen pribadi 
ini telah selalu menjadi suatu tiang penyangga dalam iman alkitabiah yang dinyatakan (lih. Ul 6:4-9; 
11:13; 30:6; Yer. 31:31-34; Yeh 36:26-27; Rom 2:28-29; Gal 6:15). 

B. Namun demikian, sikap menghargai umat manusia ini sejak awal telah dikodekan menjadi suatu ritual. 

1 . ritual pemurnian (berhubungan dengan suatu pengetahuan akan dosa) 

2. ritual pelayanan/kebaktian (perayaan-perayaan, korban, persembahan, dll.) 

3. ritual penyembahan pribadi (doa-doa dan pujian umum atau pribadi) 

C. ketika kita menyampaikan pertanyaan akan isi pentinglah kita perhatikan tiga sumber dari perwahyuan 
(lih. Yer 18:18). 



34 



1 . Musa dan para kultus (imam-imam) 

2. Guru-guru Sastra Hikmat 

3. Para nabi 

Setiap hal ini menambah pemahaman kita akan penyembahan, Setiap pihak ini berfokus pada suatu aspek 
vital dan konsisten dari penyembahan. 

1 . bentuk (Keluaran-Bilangan) 

2. gaya hidu (Maz 40: 1 dst; Mik 6:6-8) 

3. motif (I Sam 15:22; Yer 7:22-26; Hos 6:6) 

D. Yesus mengkuti pola penyembahan PL. la tidak pernah mengejek PL (lih. Mat 5:17 dst), namun la 
memang menolak Tradisi Lisan sebagaimana yang telah dikembangkan menjelang abad pertama. 
Gereja mula-mula melanjutkan Yudaisme untuk satu periode (yaitu sampai dengan kebangunan dan 
pembaharuan kerabian tahun 90 M) dan lalu memulai mengembangkan keunikannya sendiri, namun 
secara umum tetap pada pola sinagoga. Kepusatan dari yesus, kehidupanNya, pengajaranNya, 
penyalibanNya dan kebangkitanNya menggantikan tempat dari Kultus PL. Khotbah, baptisan, dan 
Perjamuan Syukur menjadi pusat tindakan. Sabat digantikan dengan Hari Tuhan. 

V. Siapa yang Berpartisipasi? 

A. Budaya kebapaan dari Tumur Dekat kuno menetapkan panggung bagi peran kepemimpinan laki-laki 
dalam segenap bidang kehidupan, termasuk agama. 

B. Bapa-bapa bertindak sebagai imam bagi keluarganya baik dalam korban dan perintah agama (Ayb 1:5). 

C. Bagi Israel imam mengemban tugas-tugas keagamaan dalam tata cara penyembahan bersama, umum, 
sementara bapa-bapa mempertahankan tempat ini dalam tata cara penyembahan pribadi. Dengan 
Pembuangan Babilonia (586 SM) Sinagoga dan para rabi berkembang ke dalam suatu posisi pusat dalam 
pelatihan dan penyembahan. Setelah penghancuran Bait Suci di tahun 70 M, Yudaisme kerabian, yang 
dikembangkan dari Farisi, menjadi dominan. 

D. Dalam tata cara gereja pola kebapaan dipertahankan, namun dengan penambahan tekanan pada 
keberbakatan dan kesetaraan wanita (lih. I Kor 11:5; Gal 3:28; Kis 21:9; Rom 16:1; II Tim 3:11). 
Kesetaraan ini terlihat dalam Kej 1:26-27; 2:18. kesetaraan ini dirusak oleh pemberontakan Kej 3, namun 
dipulihkan melalui Kristus. 

Anak-anak telah selalu dipersekutukan dalam tata cara penyembahan melalui orang tua mereka, 
namun demikian, Alkitab adalah suatu buku yang berorientasi pada orang dewasa. 

VI. Di mana dan Kapan Penyembahan Dilakukan? 

A. Dalam Kejadian umat manusia memuja tmpat- tempat di mana mereka telah berjumpa dengan Allah. 
Situs-situs ini menjadi mesbah-mesbah. Setelah menyeberangi sungai Yordan beberapa situs berkembang 
(Gilgal, Bethel, Sikhem), namun Yerusalem dipilih sebagai tempat kediaman Allah yang khusus yang 
dihubungkan dengan Tabut Perjanjian (lih. Ul.). 

B. Waktu-waktu pertanian selalu menetapkan suatu status bagi rasa syukur manusia kepada Allah karena 
penyediaanNya. Keperluan-keperluan khusus lain yang dirasakan, seperti pengampunan, berkembang 
menjadi hari-hari raya keagamaan (yaitu, Im 16, Hari Penebusan). Yudaisme mengembangkan 
sekumpulan hari-hari raya — Paskah, Pentakosta, dan Tabernakel (lih. Im 23). Ini juga mengijinkan 
kesempatan khusus bagi pribadi -pribadi (lih. Yeh 18). 

C. Pembangunan dari sinagoga menyediakan struktur bagi konsep penyembahan Sabat. Gereja merubahnya 
dengan Hari Tuhan (hari pertama dari satu minggu) nampaknya karena pola berulang penamapkan Yesus 
pada hari Minggu sore setelah kebangkitan. 

D. Awalnya gereja mula-mula bertemu setiap hari (Kis 2:46), namun ini nampaknya segera ditiadakan untuk 
penyembahan pribadi selama seminggu dan penyembahan bersama pada tiap hari Minggu. 

VII. Kesimpulan 

A. Penyembahan Allah bukanlah sesuatu yang diciptakan atau dilembagakan manusia. Penyembahan adalah 
kebutuhan yang terasa. 

B. Penyembahan adalah suatu tanggapan terhadap siapa Allah itu dan apa yang telah la lakukan bagi kita 
dalam Kristus. 

35 



C. Penyembahan melibatkan keseluruhan pribadi. Ini mencakup bentuk dan sikap. Secara umum dan pribadi. 
Terjadwal dan secara mendadak. 

D. Penyembahan yang benar adalah suatu hasil dari suatu hubungan pribadi. 

E. Perikop PB tentang penyembahan yang secara teologis paling membantu mungkin adalah Yoh 4: 19-26. 



□ "dibuat" Ini secara hurufiah "membuat." Tindakan penciptaan Allah berlanjut (BDB 793 I, KB 889, Qal 
INFINITP/E CONSTRUCT). Allah menciptakan makhluk-makhluk organik untuk berkembang. Frasa berulang 
"beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi" mencerminkan rancangan dan rencana Allah. Allah 
menciptakan makhluk-makhluk hidup (termasuk umat manusia) yang berkembang biak sendiri masing-masing 
berdasarkanjenisnya. Tidakanini menyebabkan keberagaman. 



36 



KEJADIAN 2:4-25 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Penciptaan Laki-laki 
dan Perempuan 


(1:1-2:7) 


Penciptaan Laki-laki 
dan Perempuan 


Taman Eden 


Firdaus, dan Ujian 
Kehendak Bebas 


2:4-9 




Kehidupan di dalam 
Taman Allah 

2:8-9 


2:4b-9 




2:4b-6 

2:7 

2:8-9 




2:4b-7 
2:8-9 


2:10-14 




2:10-14 


2:10-14 




2:10-14 




2:10-14 


2:15-17 




2:15-17 


2:15-17 




2:15-17 




2:15-17 


2:18-25 




2:18-25 


2:18-25 




2:18-20 
2:21-24 




2:18-23 

(23) 


(23) 




(23) 


(23) 




(23) 
2:25 




2:24 
2:25 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



LATAR BELAKANG 

A. Saya secara pribadi menolak kritik teori sumber J (YHWH), E (Elohim), D (Deuteronomy-Ulangan), P 
(Priests-Imam-imam) yang menyatakan penulis yang berbeda bagi beberapa kitab PL Pentateukh (lih. 
Pengantar kepada Kejadian, Keahlian Moderen, D.). Untuk informasi selebihnya mengenai pokok 
bahasan ini baca karya Josh McDowell Bukti-bukti Lebih Banyak yang Menuntut Vonis atau karya H. C. 
Leupold Eksposisi Kejadian, vol. 1 . 



37 



B. Kejadian 2:4-25 adalah suat pengembangan teologis khusus dari Kejadian 1:1-2:3. Ini adalah teknik sastra 
Ibrani yang lazim. Secara tologis pasal dua menetapkan panggung bagi pasal tiga. 

C. Kejadian 1:31 memahkotai awal mulainya dunia kita dengan maksud kehendak Allah, "kebaikan"; 2:1-3 
harusnya masuk dalam pasal 1 karena 1:1-2:3 adalah satu satuan tulisan. 

D. Secara teologis 2:4-25 lebih berhubungan dengan pasal 3 daripada pasal 1. Ini menetapkan panggung 
kesastraan bagi pencobaan da dosa Hawa dengan konsekuensinya yang sangat menghancurkan bagi 
keseluruhan planet (lih. Rom 5:12-21; 8:18-23). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 2:4-9 

4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi 
dan langit, — s belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, 
sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan 
tanah itu; 6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu — 'ketika 
itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam 
hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. 8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat 
taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 'Lalu 
TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk 
dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang 
yang baik dan yang jahat. 



2:4 "Demikianlah riwayat" Secara hurufiah ini adalah "inilah generasi" (BDB 41 ditambah 410). Frasa ini 
adalah cara si penulis untuk membagi Kejadian ke dalam segmen-segmen kesastraan (lih. 5:1; 6:9; 10:1; 11:10,27; 
25:12,19; 36:1,8; 37:2, yaitu, inilah cara si penulis menggais beasarkan buku ini). Beberapa ahli melihatnya 
sebagai pengantar sebuah bagian (yaitu, Derek Kidner) sementara yang lainnya melihatnya sebagai menutup suatu 
bagian (yaitu, R. K. Harrison dan P. J. Wiseman). Sepertinya ini melakukan keduanya. Ada kemungkinan bahwa 
1:1-2:3 berurusan dengan penciptaan dari kosmos dan 2:4-15 berfokus pada penciptaan manusia yang secar 
kontekstual berhubungan dengan pasal 3 dan 4. 

□ "waktu" Kata Porani yom (BDB 398) biasanya digunakan untuk suatu kurun waktu 24-jam. Namun demikian, 
ini juga digunakan untuk waktu yang lebih panjang sebagai penggambaran (lih. 2:4; 5:2; Rut 1:1; Yes 2:11,12,17; 
4:2; Maz 90:4). Kemungkinan ay 4a adalah sub-judul di bagian atas dan 4b memulai diskusinya. Lihat Topik 
Khusus pada 1:5. 

□ "TUHAN Allah" Ini secara hurufiah adalah YHWH Elohim yang menggabungkan dua nama paling lazim 
bagi Allah. Ini adalah pertama kalinya nama ini disebutkan secara bersama. Banyak para ahli moderen 
menganggap adanya dua penulis untuk Kej 1 dan 2 karena penggunaan dari nama-nama Illahi ini. Namun 
demikian, para rabi menegasskan bahwa nama-nama ini menunjuk pada sifat-sifat keTuhanan: (1) Elohim sebagai 
pencipta, penyedia, dan pemelihara segenap kehidupan di planet ini (lih. Maz 19:1-6) dan (2) YHWH sebagai 
keTuhanan juru selamat, penebus, dan pembuat perjanjian. (lih. Maz 19:7-14). Secara Teologis ini 
mengisyaratkan satu-satunya Allah yang hidup dan kekal. Orang Yahudi mejadi takut untuk mengucapkan nama 
yang kudus ini supaya mereka jangan sampai melanggar perintah untuk tidak menyebut nama Allah dengan sia- 
sia atau sembarangan. Lalu, mereka menggantikannya dengan istilah Porani Adon (suami, pemilik, penguasa, 
tuan) kapanpun mereka membaca naskah ini dengan keras. Inilah mengapa dalam bahasa Inggris (juga Indonesia) 
YHWH diterjemahkan sebagai TUHAN. 



38 



TOPIKKHUSUS: SEBUTAN-SEBUT AN UNTUK TUHAN 

A. El 

1. Arti asli dari istilah umum untuk tuhan ini tidaklah pasti, walau banyak ahli percaya kata ini berasal 
dari akar Akkadian, "jadi kuat" atau "menjadi berkuasa" (lih Kej 17:1; Bil 23:19; Ul 7:21; Maz 50:1). 

2. Dalam kepercayaan bangsa Kanaan, dewa yang tinggi disebut El (teks Ras Shamra) 

3. Dalam Alkitab El biasanya digabungkan dengan istilah lain. Kombinasi ini menjadi cara untuk 
menggambarkan Allah. 

a. El-Elyon ("Allah Maha Tinggi"), Kej 14:18-22; Ul 32:8; Yes 14:14 

b. El-Roi ("Allah yang melihat" or "Allah yang menyatakan DiriNya"), Kej 16:13 

c. El-Shaddai ("Allah yang Maha Kuasa" or "Allah yang berbelaskasihan" or "Allah dari gunung"), 
Kej 17:1; 35:11; 43:14; 49:25; Kel 6:3 

d. El-Olam ("Allah yang kekal"), Kej 21:33. Istilah ini secara teologis berkait dengan janji Allah 
pada Daud, II Sam 7:13,16 

e. El-Berit ("Allah dari Perjanjian"), Hak 9:46 

4. El disetarakan dengan 

a. YHWH dalam Maz 85:8; Yes 42:5 

b. Elohim dalam Kej 46:3; Ayb 5:8, "Akulah El, Elohim dari bapamu" 

c. Shaddai dalam Kej 49:25 

d. "cemburu" dalam Kel 34:14; Ul 4:24; 5:9; 6:15 

e. "kasih karunia" dalam Ul 4:31 ; Neh. 9:31 ; "setia" dalam Ul 7:9; 32:4 

f. "besar dan dahsyat" dalam Ul 7:21; 10:17; Neh 1:5; 9:32; Dan. 9:4 

g. "pengetahuan" dalam I Sam. 2:3 

h. "perlindunganku yang kuat" dalam II Sam 22:33 

i. "pembalas dendam ku" dalam II Sam. 22:48 

j . "yang kudus" dalam Yes 5:16 

k. "perkasa" dalam Yes 10:21 

1. "keselamatanku" dalam Yes 12:2 

m. "besar dan berkuasa" dalam Yer 32: 1 8 

n. "ganjaran" dalam Yer 51:56 

5. Kombinasi dari semua sebutan-sebutan Allah dalam PL didapati dalam Yosua 22:22 {El, Elohim, 
YHWH, berulang) 

B. Ely on 

1. Arti dasar kata ini adalah "tinggi", ditinggikan" atau "diangkat" (lih. Kej 40:17; I Raj 9:8; II Raj 18:17; 
Neh 3:25; Yer 20:2; 36:10; Maz 18:13). 

2. Kata ini digunakan sebagai paralel dari beberapa nama/jabatan Allah yang lain. 

a. Elohim- Maz 47:1-2; 73:11; 107:11 

b. YHWH - Kej 14:22; H Sam 22:14 

c. El-Shaddai - Maz 91:1,9 

d. El- Bil 24:16 

e. Elah - sering dipakai dalam Daniel 2-6 dan Ezra 4-7, dihubungkan dengan illair (Bahasa Aram 
untuk "Allah Maha Tinggi") dalam Dan 3:26; 4:2; 5:18,21 

3. Kata ini sering dipakai oleh orang-orang bukan Israel. 

a. Melkisedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24:16 

c. Musa, berbicara tentang bangsa-bangsa dalam Ul 32:8 

d. Injil Lukas dalam PB, menulis kepada orang kafir, juga menggunakan bahasa Yunani yang searti 
dengan kata ini yaitu Hupsistos (lih 1:32,35,76; 6:35; 8:28; Kis 7:48; 16:17) 

C. Elohim (jamak), Eloah (tunggal), digunakan terutama dalam puisi. 

1 . Istilah ini tidak dijumpai diluar Perjanjian Lama. 

2. Kata ini dapat menunjuk kepada Allah Israel atau illah bangsa-bangsa (lih Kel 12:12; 20:3). Keluarga 
Abraham menyembah banyak illah (Yos 24:2) 

3. Kata ini dapat berhubungan kepada hakim-hakim Israel (Kel 21:6; Maz 82:6) 



39 



4. Istilah elohim juga digunakan mahluk-mahluk spiritual lain (malaikat, kuasa kegelapan) sebagaimana 
dalam Ul 32:8 (LXX); Maz 8:5; Ayb 1:6; 38:7. Kata ini juga bisa berbicara tentang hakim-hakim 
manusia (lih. Kel 21:6; Maz 82:6) 

5. Dalam Alkitab kata ini adalah nama atau gelar pertama Tuhan (Kej 1:1). Kata ini dipakai secara 
ekslusif sampai Kej 2:4, dimana di sini kata ini digabung dengan YHWH. Pada dasarnya (secara 
teologis) kata ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta, penopang dan penyedia dari segala yang 
hidup dalam planet ini. 

Kata ini adalah sinonim dari El (Ul 32:15-19). Dapat juga merupakan paralel dengan YHWH 
sebagaimana Maz 14 (elohim) adalah tepat sama dengan Mazmur 53 (YHWH), kecuali dalam hal 
adanya perbedaan nama kelllahian tersebut. 

6. dalam bentuk jamak dan dipakai untuk menamakan illah lain, istilah ini sering menunjuk pada Allah 
Israel, hanya biasanya menggunakan bentuk tunggal untuk menekankan penggunaannya secara 
monoteistik. 

7. Istilah ini ditemui dalam mulut orang-orang bukan Israel sebagai nama keTuhanan. 

a. Melkisedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24:2 

c. Musa, ketika berbicara tentang bangsa-bangsa, Ul 32:8 

8. Aneh memang bahwa nama umum dari Allah Israel yang Esa ditulis dalam bentuk jamak! Walaupun 
tidak ada kepastian, berikut ini beberapa teori mengenai hal ini: 

a. Bahasa Ibrani mempunyai banyak kata jamak, yang sering digunakan sebagai penekanan makna. 
Yang cukup dekat dengan hal ini adalah suatu hal ketata-bahasaan Ibrani saat ini yang disebut 
"jamak dari kemuliaan", dimana bentuk jamak digunakan untuk membesarkan suatu konsep. 

b. Hal ini mungkin menunjuk kepada sidang para malaikat, yang ditemui oleh Allah di dalam surga, 
dihadapan tahtaNya. (lih I Raj 22:19-23; Ayb 1:6; Maz 82:1; 89:5,7). 

c. Barangkali hal ini bahkan bisa mencerminkan perwahyuan PB dari satu Allah dalam tiga pribadi. 
Dalam Kej 1:1 Allah mencipta; Kej 1:2 Roh menyelubungi dan dari PB Yesus adalah pelaksana 
penciptaan (lih. Yoh 1:3,10; Rom 11:36; I Kor 8:6; Kol 1:15; Ibr 1:2; 2:10) 

D. YHWH 

1. Ini adalah nama yang mencerminkan keTuhanan sebagai Allah pembuat perjanjian; Allah sebagai 
juru selamat, penebus! Manusia melanggar perjanjian, tapi Allah loyal kepada Firman, janji, dan 
persetujuanNya (Maz 103). 

Nama ini disinggung pertama kali dalam kembinasi dengan Elohim dalam Kej 2:4. Tidak ada dua 
kisah penciptaan dalam Kej 1-2, namun ada dua penekanan: (1) Allah sebagai pencipta semesta 
(badaniah) dan (2) Allah sebagai pencipta khusus kemanusiaan. Kejadian 2:4 memulai perwahyuan 
khusus mengenai posisi dan maksud yang istimewa dari kemanusaan, an juga masalah dosa dan 
pemberontakan yang berhubungan dengan posisi unik tersebut. 

2. Dalam Kej 4:26 dikatakan "orang mulai memanggil nama Tuhan" (YHWH). Namun demikian, Kel 
6:3 menunjukkan bahwa umat perjanjian yang terdahulu (para nenek moyang beserta keluarga 
mereka) mengenai Allah hanya sebagai El-Shaddai. Nama YHWH diterangkan hanya satu kali dalam 
Kel 3:13-16, khususnya ay.4. Namun demikian, penulisan dari Musa sering menafsirkan kata-kata 
berdasarkan kata yang sedang populer, bukan etimologi (lih Kej 17:5; 27:36; 29:13-35). Ada 
beberapa teori mengenai arti dari nama ini (diambil dari IDB, vol 2, hal 409-11). 

a. dari akar bahasa Arab, "menunjukkan cinta yang membara" 

b. dari akar bahasa Arab, "meniup" (YHWH sebagai Allah badai) 

c. dari akar bahasa Urgatic (bahasa Kanaan), "berkata" 

d. mengikuti prasasti phoenix, sebuah bentu kata causative participle berarti "Yang menopang" atau 
"Yang menegakkan" 

e. dari bahasa Ibrani Qal dari "la yang ada," atau "la yang hadir" (dalam bentuk yang akan datang, 
"la yang akan ada) 

f. dari bahasa Ibrani Hiphil dari "la yang menyebabkan terjadi" 

g. dari akar bahasa Ibrani "hidup" (mis. Kej 3:20), berarti "la yang selalu hidup, satu-satunya yang 
hidup)" 

40 



h. dari konteks Kel 3:13-16 suatu permainan pada bentuk IMPERFECT digunakan dalam arti 
PERFECT, "Aku akan terns menjadi apa yang aku pernah jadi" atau "Aku akan terns menjadi 
apa yang aku selalu jadi" (lih. J.Wash Watts, Penelitian Sintaksis dalam Perjanjian Lama, hal. 67 
Nama lengkap YHWH sering dinyatakan dalam suatu singkatan atau dalam format aslinya. 

(1) Yah (mis. Hallelu - yah) 

(2) Yahu (nama-nama, mis. Yesaya) 

(3) Yo (nama-nama, mis Yoel) 

3. Dalam Yudaisme dikemudian hari nama perjanjian ini menjadi sedemikian kudusnya (singkatan 
empat huruf terebut) sehingga orang-orang Yahudi takut untuk mengatakannya, untuk menghindari 
kesalahan dan pelanggaran perintah dalam Kel 20:7; Ul 5:11 6:13. Hingga mereka menggantikanNya 
dengan istilah Ibrani "pemilik, "tuan", "suami", "Tuhan" — adon atau adonai. (tuanku). Ketika 
mereka tiba pada YHWH dalam pembacaan mereka tentang naskah PL, mereka menyebutnya "tuan". 
Inilah sebabnya YHWH ditulis sebagai Tuhan dalam terjemahan bahasa Inggris. 

4. Sebagaimana dengan El, sering YHWH dibagungkan dengan istilah lain untuk menekankan 
karakteristik tertentu dari Allah Perjanjian Israel. Ada banyak kemungkinan kombinasi istilah istilah 
tersebut, berikut ini beberapa di antaranya: 

a. YHWH - Yireh (YHWH akan menyediakan), Kej 22: 14 

b. YHWH - Rofeka (YHWH penyembuhmu), Kel 15:26 

c. YHWH - Nissi (YHWH panjiku), Kel 17: 1 

d. YHWH - Mekadishkem (YHWH Yang menyucikanmu) Kel 3 1 : 3 

e. YHWH - Shalom (YHWH adalah Damai) Hak 6:24 

f. YHWH - Sabbaoth (YHWH semesta alam), I Sam 1:3,11; 4:4, 15:2; sering di dalam Nabi-nabi) 

g. YHWH - Roi (YHWH gembalaku), Maz 23: 1 

h. YHWH - Sidkenu (YHWH kebenaranku), Yer 23:6 
i. YHWH - Syama (YHWH ada di sana), Yeh 48:35 

□ "bumi dan langit" urutan dari kata-kata ini adalah kebalikan dari ay 1 namun tidak pasti mengapa. 
2:5 "semak apapun di bumi" ini menunjuk pada tanaman-tanaman liar (lih. Kej 21:15; Ayb 30:4,7). 

□ "tumbuh-tumbuhan apapun di padang" Ini menunjuk pada tanaman-tanaman rumah tangga yang 
dibudidayakan. 

2:6 "kabut" Ini (BDB 15, KB 11) adalah sitilah Akkadia bagi (1) banjir atau (2) aliran air bawah tanah. Ini 
kemungkinan berarti bahwa pengairan terjadi melalui banjir ("(biasanya) naik," BDB 748, KB 828, Qal 
IMPERFECT). Paralel bahasa Arabnya adalah kabut yang merupakan asal dari terjemahan "embun." Kita 
mengatakannya embut yang lebat. 

Lagi ini mungkin mencerminkan keadaan di Taman Eden saja. Geologi sepertinya meneguhkan hasil purba 
dari air terhadap permukaan bumi jauh sebelum penciptaan khusus Adam dan Hawa. 

2:7 "membentuk" Secara hurufiah ini berarti "membentuk tanah liat" (BDB 427, KB 428, Qal IMPERFECT, cf. 
Yer 18:6). Ini adalah istilah ketiga yang digunakan untuk menjelaskan tindakan penciptaan Allah dalam 
hubungannya dengan manusia ("membuat," 1:26 (BDB 793, KB 889); "menciptakan," 1:27 (BDB 135, KB 153) 
dan "membentuk," 2:7). PB menyatakan bahwa Yesus adalah pelaku wakil Allah dalam penciptaan (lih. Yoh 1:3; 
IKor8:6;Kol 1:16; Ibr 1:2). 

□ "manusia itu dari debu tanah" Manusia adalah kata Ibrani, Adam (BDB 9), yang berarti (1) suatu 
permainan dari kata "merah" (lih. Kel 25:5; 28:17; Bil 19:2; Yes 63:2; Zak 1:8) atau (2) "tanah" iadamah, lih. ay 
6), kemungkinan menyinggung pada "gumpalan tanah liat merah." Ini mencerminkan kerendahan dan kerapuhan 
manusia. Ada suatu ketegangan dialektikal di sini antara tempat manusia yang ditinggikan (diciptakan dalam 
gambar dan rupa Allah) dan kondisi yang rendah dan rapuh! Binatang dibentuk dengan cara yang sama dalam ay 
19. Mungkin juga ini menunjuk pada asal manusia dari debu (lih. Kej 3:19; Maz 103; Pkh 12:7). Ini menyatakan 
manusia sebagai tanah liat dan Allah sebagai Penjunan (lih. Yes 29: 16; 45:9; 64:8; Yer 18:6; Rom 9:20-23). 

41 



□ "menghembuskan... nafas hidup" KATA KERJAnya "menghembskan" (BDB 655, KB 708) adalah suatu 
Qal IMPERFECT. KATA BENDA "nafas" (BDB 675) menunjukkan bahwa Allah sangat berhati hari dengan 
penciptaan manusia. Namun demikian, manusia masih secara badani berfungsi seperti juga semua binatang di 
planet ini (yaitu, bernafas, makan, mengeluarkan, dan berkembang biak). Manusia secara unik dapat berhubungan 
dengan Allah, namun kita secara rumit terikat pada planet ini. Ada aspek ganda di sifat kita (rohani dan jasmani). 

□ "manusia itu menjadi makhluk yang hidup" Manusia menjadi suatu nephesh (BDB 659, KB 711-713), 
namun demikian pula ternak (lih. 1:24; 2:19). Keunikan manusia adalah pembentukan dan penghembusan nafas 
secara pribadi oleh Allah. Manusia tidak memiliki jiwa, mereka adalah jiwa! Kita adalah suatu kesatuan dari hal 
jasmani dan rohani. Kita akan selalu memiliki perasaan kejasmanian kecuali untuk status perantara antarra 
kematian dan kebangkitan (lih. I Tes 4:13-15). 

Apakah Adam seorang manusia primitif atau manusia moderen? Bagaimana ia behubungan dengan primata 
purba lain? Manusia jaman batu ada di daerah Gunung Karmel 200,000 tahun yang lalu. Kapan Adam diciptakan? 
Apakah ia akhir dari perkembangan atau ia adalah yang pertama dari suatu penciptaan khusus? 

2:8 "taman" Kata ini (BDB 171) digunakan dalampengertian suatu taman yang tertutup. Septuaginta 
menterjemahkannya dengan suatu kata bahasa persia, "paradise (firdaus)." 

□ "di Eden" Dalam bahasa Ibrani Eden berarti means "kesenangan" atau "tanah bahagia" (BDB 727 III, KB 
792 II). Perhatikan taman ini tidak disebut "Eden," namun berlokasi di Eden. Ini secara nyata adalah suatu lokasi 
geografis, nama suatu tempat. Istilah Sumeria yang berkaitan dapat berarti "dataran subur." Penjelasan dalam ay 
8, 10-14 sangatlah rinci yang dimaksudkan untukmenyampaikan lokasi tepatnya namun secara grografis lokasi ini 
tidak diketahui. Kebanyakan komentator menempatkannya (1) di mulut sungai Tigris dan Efrat moderen (2) di 
mata-mata air dari sugai-sungai ini. 

Namun demikian nama dari semua sungai tidalah cocok dengan geografi moderen. Berapa banyak bumi telah 
diubahkan oleh Air Bah tidaklah pasti. Kemiripan dari catatan Alkitabiah dengan Mesopotamia secara logis akan 
menempatkan taman ini di Mesopotamia namun ini hanyalah spekulasi. Lihat Siapakah Adam Itu? Oleh Fazale 
Rana dan Hugh Ross, hal. 46. 

2:9 "pohon kehidupan... pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" Anak alimat terakhir ini 
mungkin ada dalam kurung (lih. Alkitab NET, hal. 7). Kejadian 3:3 menyatakan bahwa hanya ada satu pohon, 
sementara 3:22 mengisyaratkan dua pohon. Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tidak memiliki 
paralel dalam sastra Timur Dekat kuno. Pohon ini tidak bersifat magis, namun sepertinya ini menawarkan kepada 
manusia suatu jalan untuk berdiri sendiri terpisah dari Allah pencipta mereka atau setidaknya menjanjikan bahwa 
mereka bisa memperoleh pengetahuan dan wawasan yang setara atau sebanding dengan Allah. Inilah hakikat dari 
dosa. Mungkin juga bahwa pohon ini menawarkan pada Hawa satu jalan untuk mendominasi Adam, yang 
melanggar kesetaraan yang diciptakan. 



NASKAH NASB (UPDATED): 2:10-14 

10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi 
menjadi empat cabang. "Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah 
Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama 
sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat 
ialah Efrat. 



2:10 "sungai" Ini adalah "cabang-cabang aliran" (BDB 625). 

2:11 "Pison" Secara hurufiah ini adalah "memancar" (BDB 810). Ini mungkin menunjuk pada suatu jalan air 
atau kanal kuno di Mesopotamia selatan yang disebut "Pisanu." 

□ "mengalir mengelilingi" Ini secara hurufiah berarti "melingkar melalui" (BDB 685, KB 738, Qal ACTIVE 
PARTICIPLE). 

42 



□ "Hawila" Secara hurufiah ini berarti "padang pasir" (BDB 296). Ini bukan yang berlokasi di Mesir namun 
berkaitan dengan Kush dalam 10:7. Istilah ini digunakan lagi di dalam 10:29 bagi suatu padang pasir di Arabia. 

2:12 "damar bedolah" Ini kemungkinan merupakan getah pohon yang wangi (BDB 95). Arti dari kata ini dan 
kata berikutnya tidak pasti. Beberapa orang mengusulkan bahwa ini seharusnya diterjemahkan sebagai "mutiara- 
mutiara" (lih. terjemahan Helen Spurrell dan James Moffatt). 

□ "krisopras" Seluruh istilah kuno untuk permata sangat tidak pasti (BDB 995). Batuan ini adalah satu dari dua 
belas batu pada pelindung dada Imam Besar (lih. Kel 28:9). Permata-permata Eden digunakan sebagai 
penggambaran dalam Yeh 28:13. 

2:13 "Gihon" Secara hurrufah ini berarti "gelembung" (BDB 161). Ini mungkin menunjuk pada suatu jalan air 
atau kanal di Mesopotamia selatan yang disebut "Guhana." 

□ "Kush" Istilah ini digunakan dalam tiga cara dalam PL: (1) di sini dan 10:6 dst untuk menunjuk pada orang- 
orang Kassit di sebelah timur dari Lembah Tigris; (2) Hab 3:8; II Taw 14:9 dst; 16:8; 21:16 untuk menunjuk pada 
Arabia utara; dan (3) biasanya digunakan untuk menunjuk pada Etiopia atau Nubia di Afrika Utara (BDB 468). 

2:14 "Tigris" Ini secara hurufiah adalah "Hiddekel" (BDB 293). 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV, TEV "Assyria" 

NJB "Asyur" 

JPSOA, NIV "Asyur" 

Istilah ini (BDB 78) dapat menunjuk pada (1) suatu orang (contoh. Bil 24:22,24; Hosea 12:2; 14:4) atau (3) 
suatu tanah (lih. Kej 2:14; 10:11; Hos 5:13; 7:11; 8:9; 9:3; 10:6). Dalam konteks ini #2 lah yang paling cocok 

"Efrat" Secara hurufiah ini adalah "perath." Ini juga sering disebut "Si Sungai" (lih. Kej 15:18; I Raj. 4:21,24). 



NASKAH NASB (UPDATED): 2:15-17 

15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk 
mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: 
"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, "tetapi pohon pengetahuan 
tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau 
memakannya, pastilah engkau mati." 



2:15 "untuk mengusahakan dan memelihara taman itu" Bekerja adalah tugas umat manusia sebelum 
kejatuhan dan bukanlah hasil dari dosa. Istilah "mengusahakan" berarti "melayani" (BDB 712, KB 773, Qal 
INFESrrriVE CONSTRUCT), sementara "memelihara" adalah "melindungi" (BDB 1036, KV 1581, satu lagi Qal 
INFFNFJTVE CONSTRUCT). Ini adalah bagian dari tanggung-jawab dominasi manusia. Kita harus menjadi 
pengelola, bukan si pengeksploitasi, dari sumber-sumber daya planet ini. 

Dalam mitologi Sumeria dan Babilonia manusia selalu diciptakan untuk melayani dewa-dewa namun dalam 
Alkitab Adam dan Hawa dibuat dalam gambar Allah, untuk berkuasa atas makhluk ciptaan. Ini adalah satu- 
satunya pekerjaan yang ditugaskan pada mereka dan ini tak ada hubungannya dengan keperluan Allah! 

2:16 "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas" Ini adalah suatu Qal infinitive 
absolute DIGABUNG dengan suatu Qal IMPERFECT dari akar yang sama (BDB 37, KB 40), yang digunakan 
untuk penekanan. Perintah Allah bukanlah membebani. Allah sedang menguji (lih. Kej 22:1; Kel 15:22-25; 16:4; 
20:20; Ul 8:2,16; 13:3; Hak 2:22; II Taw 32:31) loyalitas dan ketaatan dari ciptaan tertinggiNya. 

2:17 "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" Ini bukanlah suatu pohon magis. Pohon ini tidak 
mengandung bahan-bahan rahasia secara jasmani dalam uahnya untuk merangsang otak manusia. Ini adalah suatu 
ujian ketaatan dan kepercayaan. 

43 



Perhatikan bahwa pohon ini menawarkan kekuatan dan kelemahan. Apa yang telah manusia hasilkan dari 
sumber-sumber daya jasmani dari planet ini sungguh membuat saya kagum. Manusia adalah suatu ciptaan yang 
luar biasa dengan potensi baik bagi kebaikan maupun kejahatan. Pengetahuan menuntut tanggung jawab. 

□ "jahat" Ini adalah kata Ibrani ra yang artinya "pecan" atau "runtuh" (BDB 948). Ini menggabungkan indakan 
dan konsekuensinya (lih. karya Robert B. Girdlestone Sinonim-sinonim dari Perjanjian Lama, hal. 80.) 

□ "hari" Dalam pandangan bahwa Hawa dan Adam tetap terus hidup setelah mereka makan, ini adalah 
penggunaan kata "hari" sebagai suatu kurun waktu, bukanlah 24 jam (BDB 398). 

□ 

NASB "kamu pasti akan mati" 

NKJV "kamu akan benar-benar mati" 

NRSV "kamu akan mati" 

TEV "kamu akan mati hari itu juga" 

NJB "pastilah engkau mati" 

Ini adalah sebuah INFINITE ABSOLUTE dan sebuah COGNATE ACCUSATIVE, "sekarat akan mati" 
(BDB 559, KB 562) yang adalah suatu cara ketatabahasaan Ibrani untuk menunjukkan penekanan. Ini sama 
dengan ay 16. Struktur ini membawa beberapa kemungkinan terjemahan (lih. Dua Puluh Enam Terjemahan dari 
Perjanjian Lama). Secar nyata kematian di sini menunjuk pada kematian rohani (lih. Ef 2:1), yang menghasilkan 
kematian jasmani (lih. Kej 5). Dalam Alkitab dijelaskan tiga tahapan kematian: (1) kematian rohani (lih. 2:17; 
3:1-7; Yes 59:2; Rom 5:12-21; 7:10-11; Ef 2:1,5; Kol 2:13a; Yak 1:15); (2) kematian jasmani (lih. Kej 5); dan (3) 
kematian kekal, disebut "kematian kedua" (lih. Wah 2:11; 20:6,14; 21:8). Dalam suatu pengertian sesungguhnya 
hal ini menunjuk pada ketiga-tiganya. 



NASKAH NASB (UPDATED): 2:18-25 

18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan 
penolong baginya, yang sepadan dengan dia." "Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala 
binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, 
bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang 
hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 2 " Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada 
burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai 
penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia 
tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu 
dibawa-Nya kepada manusia itu. 

23 Lalu berkatalah manusia itu: 

"Inilah dia, tulang dari tulangku 

dan daging dari dagingku. 

Ia akan dinamai perempuan, 

sebab ia diambil dari laki-laki." 
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 
sehingga keduanya menjadi satu daging. 2S Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi 
mereka tidak merasa malu. 



2:18 "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja" Inilah satu-satunya tempat di dalam pasal-pasal 
pembuka dari PL dimana kata "tidak baik" digunakan. Allah telah membuat kita memerlukan seseorang lain, 
bahkan jauh di luar dari persekutuan denganNya! Manusia tidak dapat memenuhi peranannya untuk berkuasa atas 
makhluk ciptaan tanpa adanya persahabatan dari wanita, tidak juga ia dapat memenuhi perintah untuk bertambah 
banyak dan memenuhi bumi tanpanya. 



44 



□ 

NASB "seorang penolong yang sesuai bagi dia" 

NKJV "seorang penolong... yang sepadan dengan dia" 

NRSV "seorang penolong sebagai pasangannya" 

TEV "seorang kawan yang sesuai untuk membantunya" 

NJB "seorang penolong" 

Ini berarti "seseorang yang memperlengkapi atau menyempurnakan" (BDB 740 I, KB 811 I). Alkitab NET 
memiliki "kawan yang sangat diperlukan" (hal. 8). Istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan pertolongan 
Allah (lih. Kel 18:4; Ul 33:4, 7, 29; Maz 33:20; 115:9-11; 121:2; 124:8; 146:5). Perhatikan kesetaraan antara laki- 
laki dan perempuan sebagaimana dalam 1:26-27 dan PLURAL IMPERATIVES dari 1:28. Penyerahan diri tidak 
terjadi sampai setelah Kejatuhan (lih. 3:16). Catatan khusus mengenai penciptaan perempuan ini bersifat unik 
dalam sastra Timur Dekat kuno. 

Suatu kajian kata yang menarik ditemukan dalam Kata-kata Keras Alkitab, hal. 92-94, dimana Walter Kaiser 
menyatakan terjemahan "suatu kuasa (atau kekuatan) yang sama dengan laki-laki" (atau setara dengan laki-laki). 

2:19 "Allah membentuk... segala binatang" Beberapa orang telah mengambil hal ini untuk menyatakan bahwa 

Allah menciptakan binatang setelah Adam dalam apa yang mereka sebut sebagai catatan penciptaan kedua (lih. 

Kej 2:4-25). KATA KERJAnya (BDB 427, KB 428, Qal IMPERFECT) bisa diterjemahkan "telah menciptakan" 

(lih. NIV). Elemen waktu dalam KATA KERJA Ibrani bersifat kontekstual. 

Dr. Rich Johnson, Guru Besar Agama di East Texas Baptist University, mengkomentari saya dalam suatu 

ulasan terhadap komentari ini: 

"Arti dari IMPERFECT dengan suatu waw conversive, yang ada di kata kerja ini, adalah seperti 
past tense (kalimat lampau) yang sederhana. Ini adalah cara bahasa Ibrani menstrukturkan suatu urutan 
peristiwa. Suatu rentetan dari kata-kata kerja jenis ini memberitahukan peristiwa-peristiwa sesuai 
dengan urutan terjadinya. Anda menunjuk di sini pada pra-supposisi dari si penafsir yang 
mempengaruhi penterjemahan. Di sini, pra-supposisi dari penterjemah NIVlah yang telah memimpin 
mereka kepada kesalahan menterjemahkan ayat ini dan juga 2:8, 'Sekarang TUHAN Allah telah 
membuat sebuah taman. . . ' . Para penterjemah NIV telah berasumsi bahwa pasal ini harus cocok dengan 
pasal satu dan melangkahi aturan normal dari pembacaan narasi Ibrani untuk memenuhi asumsi 
tersebut. Pertanyaan yang mendesak adalah dari mana mereka mendapatkan asumsi tersebut. Kata kerja 
ini diterjemahkan sebagai suatu bentuk past sederhana oleh KJV, ASV, ERV, RSV, NRSV, NASB, 
ESV, NEB, REB, terjemahan NET, terjemahan hurufiah Youngs, terjemahan Lembaga Publikasi 
Yahudi, TANAKH, New American Bible, dan New Jerusalem Bible. NIV adalah yang aneh sendiri" 

□ "untuk melihat, bagaimana ia menamainya" KATA KERJA "menamai" (BDB 894, KB 1128) digunakan 
tiga kali dalam ay 19 dan 20. Nama-nama sangat penting bagi orang Ibrani. Ini menunjukkan wewenang dan 
kekuasaan manusia atas binatang-binatang. 

Apakah ini menunjuk pada (1) seluruh binatang-binatang yang berbeda di seluruh dunia, (2) jenis-jenis asli 
binatang yang mula-mula atau (3) binatang-binatang dari Mesopotamia? 

2:21 Ayat ini memperkuat keunikan hubungan antara laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa (lih. ay 23). Ini 
mungkin adalah ungkapan Ibrani untuk kedekatan dan keintiman. Kata bahasa Ibrani untuk "tulang rusuk" 
diterjemahkan ditempat-tempat lain sebagai "sisi" (BDB 854, KB 1030 I). 

Menarik bahwa dalam bukunya, Pengantar pada Perjanjian Lama, hal. 555-556, R. K. Harrison menyatakan 
bahwa kata Ibrani bagi "tulang rusuk" di sini berarti "suatu aspek kepribadian" yang akan membentuk suatu 
analogi dengan Adam yang dibuat dalam gambar dan rupa Allah untuk juga mencakup aspek-aspek kepribadian. 

Juga menarik bahwa suatu "tulang rusuk" adalah bagian dari penciptaan perempuan dalam catatan penciptaan 
Sumeria: dari enki datanglah nin-ti (lih. karya D. J. Wiseman Ilustrasi-ilustrasi dari Arkeologi Alkitab). Dalam 
konteks ini kata Sumeria bagi tulang rusuk (yaitu, ti) juga berarti "menghidupkan." Hawa akan menjadi ibu dari 
semua yang hidup (lih. 3:20). 

Haruslah diingat bahwa Musa menulis (menyunting atau menghimpun) pasal-pasal ini pada wamtu yang jauh 
terkemudian. Memang ini adalah permainan-permainan kata Ibrani, namun bahasa Ibrani bukanlah bahasa asli 
yang digunakan. 



45 



2:22 "lalu dibawa-Nya kepada manusia itu" para rabi mengatakan bahwa Allah bertindak sebagai pengiring 
pengantin laki-laki. 

2:23 "Perempuan. . .Laki-laki" Ayat ini merupakan puisi. Secara hurufiah kata ini adalah Ishah (BDB 35). . Ash 
(BDB 35), suatu permainan bunyi yang nyata (khususnya "namanya Ishah"). Adam juga menamai (atau 
setidaknya menjelaskan keserupaan Hawa dengan dirinya) Hawa. Etimologinya tidaklah pasti. Biasanya adam 
menunjuk pada umat manusia dan ish kepada suatu pribadi tertentu. 

2:24 "meninggalkan ayahnya dan ibunya" KATA KERJA ini (BDB 736, KB 806) adalah sebuah Qal 
IMPERFECT, kemungkinan digunakan dalam suatu pengertian JUSSIVE. Arti penting dari suatu keluarga 
menyebabkan komentar ini dibacakan kembali ke dalam catatan awal ini. Musa sedang mencerminkan pada 
jamannya sendiri dan arti penting dari satuan keluarga dalam suatu keadaan kehidupan di dalam suatu keluarga 
dalam arti luasnya. Perkawinan lebih terutama dari mertua. 



□ 
NASB 


"bersatu" 


NKJV 


"bergabung" 


NRSV 


"berpaut" 


TEV 


"dipersatukan dengan" 


NJB 


"menjadi melekat pada" 



Ini adalah suatu ungkapan Ibrani mengenai loyalitas, bahkan keintiman (BDB 179, KB 209, Qal PERFECT, 
lih. Rut 1:14; Mat 19:5-6; Ef 5:31). 

□ "satu daging" Ini menunjukkan persatuan yang lengkap dan hubungan prioritas dari pasangan suami-istri. 
Bentuk TUNGGAL dari "satu" berbicara mengenai penggabungan dari kedua pribadi ini. 

2:25 "keduanya telanjang... tetapi mereka tidak merasa malu" Ini harusnya menjadi bagian pasal 3. 
Implikasi dari frasa ini adalah bahwa Adam tidak memiliki satupun yang tersembunyi dari dirinya, istrinya, 
Allahnya (BDB 101, KB 161, Hithpolel IMPERFECT). Oleh karena itu hal ini merupakan ungkapan ke tidak 
berdosaan. Hal ini akan segera berubah! 

Fakta bahwa laki-laki dan perempuan telanjang (BDB 736, ADJECTIVE) mengisyaratkan suatuu lingkungan 
yang terkendali. Ini bisa menjadi dasar bagi pandangan bahwa Taman Eden adalah sesuatu yang terlindung yang 
nantinya menjadi ciptaan khusus yang berbeda dari bagian lain planet ini (yaitu, faham penciptaan progresif). 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap AM tab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah ada perbedaan yang dibuat dalam Kejadian 1 antara Allah yang menciptakan dan ciptaan- 
ciptaanNya yang menghasilkan? Jika demikian, apa yang diisyaratkan hal ini? 

2. Bagaimana manusia serupa dengan binatang-binatang? Bagaimana manusia serupa dengan Allah? 

3. Apakah perempuan diciptakan dalam gambar Allah atau hanya dari gambar Adam? 

4. Apakah implikasi perintah bahwa manusia akan menaklukkan dan berkuasa atas makhluk ciptaan? 

5. Bagaimana frasa "Beranakcuculah dan bertambah banyak berhubungan dengan ledakan penduduk? 

6. Apakah merupakan kehendak Allah bahwa manusia menjadi pemakan sayuran? 



46 



7. Tidak pantaskah bagi manusia untuk menyembah pada hari Minggu dan bukannya Sabtu dalam 
pemahaman akan Kej 2:2,3? 

8. Mengapa pasal 1 dan 2 sedemikian serupa, walau berbeda? 

9. Mengapa Adam diterjemahkan baik sebagai suatu nama yang layak dan suatu nama umum? 
10. Mengapa situs geografis Eden diberikan dengan sedemikian rinci? 

11. Sebutkan tiga bentuk kematian menurut Alkitab. 

12. Apa yang dikatakan ay at 18 tentang kita sebagai makhluk seksual? 

13. Apakah "penolong" mengisyaratkan kesetaraan? 



47 



KE J ADIAN 3:1-24 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Kain dan Habel 


Pencobaan dan 
Kejatuhan Manusia 


Kisah Pencobaan 


Ketidaktaatan Manusia 


Kejatuhan 


3:1-7 


3:1-8 


3:1-7 


3:1 
3:2-3 
3:4-5 
3:6-7 


3:1-7 


3:8-19 


3:9-19 


3:8-19 


3:8-9 

3:10 

3:11 

3:12 

3:13a 

3:13b 


3:8-13 


(14-16) 


(14-16) 


(14-16) 


Allah Mengumumkan 
Penghakiman 




(17b-19) 


(17b-19)) 


(17b-19) 


3:14-15 


3:14-16 
(14-16) 


3:20-21 


3:20-24 


3:20-21 


3:20-21 

Adam dan Hawa Diusir 
Keluar dari Taman 


3:17-19 
(17-19) 
3:20-24 


3:22-24 




3:22-24 


3:22-24 





SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 



48 



1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



PENGANTAR 

C. Kejadian 3 bersifat sangat penting dalam pemahaman akan masalah kejahatan dan penderitaan di dalam 
dunia kita. Cukup mengejutkan bahwa mayoritas dari para rabi tidak menggunakan naskah ini dalam 
diskusi mereka mengenai kejahatan, dosa, dan pemberontakan manusia. 

D. Pengaruh pemberontakan manusia secara sengaja melawan Allah yang penuh kasih, peduli, menyediakan, 

dan suka bersekutu telah mempengaruhi bukan hanya kehidupan keagamaan mereka namun juga kehidupan 
pribadi, kekeluargaan, dan dunia mereka. 

Perhatikan harga mahal yang telah dibayar secara pribadi oleh Allah sendiri supaya manusia bisa 
menikmati kemerdekaan. Sukacita Allah dan maksud tujuan asli bagi/dengan penciptaan telah 
terpengaruhi secara radikal (namun tidak secara permanen) oleh pemberontakan manusia. Jika kita 
menerima kebaikan dan kasih pemberian Allah, pemberontakan umat manusia (dan kemungkinan para 
malaikat) akan terlihat dalam ke tidak hormatan dan keberpusatan pada dirinya secara radikal. 
Keberlanjutan kasih dan janji keselamatan Allah (lih. 3:15) juga menjadi semakin radikal dalam sifat 
kemurahannya! 

C. Walaupun pasal ini memiliki motif-motif yang serupa dengan naskah-naskah Timur Dekat kuno yang 
lain, penyajiannya bersifat monoteistis dan bukan dualistis. 

ASAL USUL DAN MAKSUD DARI DOSA 

A. Bahan Alkitabiah 

1. Ini adalah anggapan teologis saya bahwa maksud yang diciptakan setan adalah (1) untuk menawarkan 
pada makhluk-makhluk Allah yang sadar suatu pilihan yang akan membawa kepada keberdiri- 
sendirian dan kemudian pendakwaan, Ayb 1-2; Zak 3; atau (2) Kejadian 3 memprasuposisikan suatu 
pemberontakan kemalaikatan sebelumnya di dalam ciptaan Allah atau setidaknya secara jelas 
memfitnah Allah untuk manusia melalui lembaga malaikat. 

2. Manusia dipengaruhi oleh pencobaan. 

3. Alkitab tidak secara khusus mendiskusikan asal maupun maksud dari "kejahatan." 

a. Beberapa tulisan-tulisan Yahudi baru menegaskan bahwa dosa dimulai dari Kej 3 (dalam setan, 
kemudian dalam umat manusia) 

b. Tulisan-tulisan antar-alkitab Yahudi lain menyatakan bahwa dosa dimulai dalam Kej 6 (dalam 
"anak-anak Allah") 

c. Setelah jaman Yesus para guru palsu menggabungkan Yudaisme dengan pemikiran Yunani dan 
menyatakan bahwa kejahatan melekat dalam benda-benda jasmani (yaitu pemikiran gnostik 
Yunani, lih. Kol; Ef; I Tim; E Tim; dan Titus) 

4. Ada anggapan bahwa kejahatan memiliki suatu maksud tujuan atau jika tidak hal ini tidak akan ada. 
Namun ada suatu intensifikasi yang nyata dari kejahatan dan setan dari PL kepada PB (lih. Teologia 
dari PL oleh A. B. Davidson, hal 300-306). Dalam PL setan bukanlah suatu musuh Allah (kecuali 
kemungkinan di pasal ini) namun selalu merupakan musuh dari manusia. Para rabi mengatakan si 
jahat merasa cemburu akan kasih dan perhatian Allah bagi manusia. 

5. Dosa Adam mempengaruhi seluruh ciptaan (yaitu, yang merupakan konsep kebersamaan Ibrani lih. 
Kej 3:14-24; Rom 5:12-21; 8:18-23). 



49 



B. Perkembangan Historis-Teologis (diambil dari Teologia Sistematis oleh L. Berkhof). 

1. Para rabi menolak dosa asal dan lebih memilih pada dua maksud (baik versus jahat). PL tidak 
mendiskusikan Kej 3 secara panjang lebar (tidak pula pra rabi). 

2. Irenaeus (130-202 M) adalah bapa gereja pertama yang mendiskusikan dosa Adam dan konsekuensi- 
konsekuensinya. Pandangan mengenai kejatuhan manusia melalui dosa Adam menjadi dominan 
dalam Gereja Barat (yaitu Agustinus). Nampaknya ini digunakan untuk memerangi gnostisisme yang 
menempatkan masalah kejahatan pada materi itu sendiri. 

3. Origen (182-251 M) mempertahankan bahwa tiap manusia berdosa secara sukarela dalam suatu 
keberadaan yang sebelumnya (Platonis). 

4. Bapa-bapa Yunani (Gereja Timur) dari abad ke tiga dan ke empat melonggarkan penekanan peran 
Adam dalam masalah kejahatan di dalam dunia kita. Hal ini berkembang menjadi Pelagianisme (dari 
seorang biarawan Inggris) yang menolak adanya keterkaitan sama-sekali. 

5. Bapa-bapa Latin (yaitu gereja barat), mengikuti Agustinus, menekankan tempat Adam dalam masalah 
kejahatan, dosa, dan penderitaan dalam dunia kita. 

6. Selama Reformasi Protestan para pembaharu utamanya mengikuti Agustinus, sementara Armenius 
mengembangkan suatu reaksi semi-Pelagian terhadap Kalvinisme dogmatis. 

7. Para filsuf dan teolog menyatakan beberapa teori tentang dosa: 

a. Kant — sesuatu yang tidak diketahui, tak dapat diterangkan, dalam bidang yang supersensibel 

b. Leibnitz — dikarenakan oleh keterbatasan yang melekat dari kosmos material 

c. Schleiermacher — dikarenakan oleh sifat kepancainderaan manusia 

d. Ritschl — dikarenakan oleh kedunguan manusia 

e. Barth — terlibat dengan misteri pra destinasi 

f. Whitehead — dosa melekat dalam sistem dunia ini. Ini berfungsi untuk membangun baik Allah 
dan manusia. 

8. Pendorong utama dari Alkitab ialah penebusan umat manusia dari dosa dan kejahatan, yang dilakukan 
oleh suatu Allah yang bersifat pribadi, penuh kasih melalui Kristus. Asal-usul Dosa tidak pernah 
didiskusikan. 

TOPIK KHUSUS: 

PERKEMBANGAN TEOLOGIS PERJANJIAN BARU MENGENAI KEJATUHAN 

1. Kejatuhan mempengarhi seluruh umat manusia sejelas yang dinyatakan dalam diskusi Paulus mengenai 
Rom 5:12-21. 

Roma 5:12-21 adalah suatu diskusi mengenai Yesus sebagi Adam yang kedua (lih. I Kor 15:21-22, 
45-49; Flp 2:6-8). Perikop ini memberikan penekanan pada konsep teologis baik tentang dosa 
perseorangan dan kesalahan bersama. Pengembangan Paulus akan kejatuhan manusia (dan seluruh 
makhluk ciptaan) dalam Adam adalah unik dan berbeda dengan para rabi, sementara pandangannya 
mengenai kebersamaan sedikit banyak sejalan denan pengajaran para rabi. Ini menunjukkan kemampuan 
Paulus di bawah pengilhaman untuk menggunakan, atau melengkapi, kebenaran-kebenaran yang telah 
diajarkan kepadanya selama masa pelatihannya di Yerusalem di bawah Gamaliel, (lih. Kis 22:3). 

Doktrin dosa asal dari Kej 3 dikembangkan oleh Agustinus dan Kalvin. Doktrin ini menegaskan 
bahwa manusia lahir berdosa. Sering Mazmur 51:5; 58:3; dan Ayb 15:14; 25:4 digunakan sebagai kutipan 
bebas OT. Posisi teologis lainnya yaitu bahwa manusia secara moal dan rohani bertanggung jawab atas 
pilihan dan tujuan hidupnya sendiri dikembangkan pertama-tama oleh para rabi dan kemudian di dalam 
gereja oleh Pelagius dan Arminius. Ada beberapa bukti untuk pandangan mereka dalam Ul 1:39; Yes 
7:15; dan Yun 4:11; Yoh 9:41; 15:22,24; Kis 17:30; Rom 4:15. Pendorong dari posisi teologis ini adalah 
bahwa anak-anak tidaklah berdosa sampai pada usia pertanggungjawaban moral (bagi para rabi umur ini 
adalah 13 tahun untuk anak laki-laki dan 12 tahun untuk perempuan). 

Ada suatu posisi penengah yang di dalamnya baik suatu kecenderungan jahat bawaan dan suatu umur 
pertanggungjawaban moral adalah benar! Kejahatan tidak hanya bersifat bersama-sama, namun 
merupakan suatu perkembangan kejahatan dari diri dan dosa (hidup yang terpisah dari Allah). 
Kenakalan/kejahatan manusia bukanlah masalahnya (lih. Kej 6:5,11-12,13; Rom 3:9-18,23), namun 
kapan , sejak lahir atau nanti dalam kehidupan? 



50 



2. "Langit bam dan bumi bam" menjadi tenia eskatologis PB. 

"Suatu langit bam dan bumi bam." Kata Yunani bagi "bam," kainos, menekankan kualitas, bukanlah 
waktu secara kronologis (lih. 2:17; 3:12; 5:9; 14:3; 21:1,2,5). Ini adalah suatu tema PL, suatu bumi yang 
diciptakan kembali (lih. Yes 11:6-9; 65:17; 66:22; Rom 8:18-25; II Pet 3:10,12). Semua orang percaya 
adalah warga negara dari Kerajaan yang bam ini (lih. Flp 3:20; Ef 2:19; Ibr 12:23) dan berbagi ciptaan 
bam ini (lih. II Kor 5:17; Gal 6:15; Ef 4:24). Suatu konsep teologis paralelnya adalah "kota Allah yang 
bukan buatan tangan manusia" dari Ibr 11:10,16; 12:22; 13:14. 

Ciptaan bam ini akan seperti ciptaan yang mula-mula. Surga akan mempakan Taman Eden yang 
dipulihkan. Allah, umat manusia, binatang-binatang, dan semua alam ciptaan akan bersekutu dan 
bersukacita kembali! AM tab dimulai dengan Allah, umat manusia dan binatang-binatang dalam 
persekutuan yang sempuma di dalam sebuah taman (lih. Kej 1-2). Alkitab diakhiri dengan Allah dan 
umat manusia di dalam suatu lokasi taman (lih. Wah 21-22) dan dengan implikasi pofetik, binatang- 
binatang (lih. Yes 11:6-8; 65:25). Orang-orang percaya tidak akan pergi ke Surga; Yemsalem bam lah 
yang tumn dari surga (lih. Wah 21:2) dan datang ke bumi yang telah disucikan dan diciptakan kembali. 
Allah dan umat manusia akan bersama lagi (lih. Kej 3:15; Yes 7:14; 8:8,10; Wah 21:3). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:1-7 

*Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN 
Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini 
jangan kamu makan buahnya, bukan?" 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon- 
pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah 
taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 4 Tetapi ular itu 
berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, s tetapi Allah mengetahui, bahwa pada 
waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang 
yang baik dan yang jahat." 'Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap 
kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari 
buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan 
suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka 
telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 



3:1 "Adapun" Ini bukan berkenaan dengan waktu namun suatu teknik kesastraan untuk mengantar suatu tahapan 
bam dalam drama penciptaan. Kita tidak tahu berapa lama Adam dan Allah telah bersama-sama atau berapa lama 
Adam, Hawa, dan Allah telah bersama-sama sebelum catatan ini. 

□ "ular" Lihat Topik Khusus berikut. Seekor ular juga mempakan musuh dalam Epos Gilgamesh (lih. 11:287- 
289) yang mencuri tanaman yang memberikan kehidupan kekal. 



TOPIK KHUSUS: SI ULAR 

A. Istilah "ular" adalah Nakhash (BDB 638). Ini memiliki beberapa kemungkinan etimologi: 

1 . Kal Stem - "mendesis" 

2. Piel Stem - "berbisik" seperti dalam sihir atau peramalan 

3. Dari 4:22 -"berkilau" kemungkinan berhubungan dengan istilah "perunggu" 

4. Dari akar bahasa Arab -"merayap" 

B. Artikel definite nya adalah present yang menunjukkan seekor ular tertentu atau wujud yang 
dipersonifikasikan. 



51 



C. Kehurufiahan dari ular didukung oleh: 

1 . Ini disebutkan hanya sebagai salah satu dari binatang di padang yang Allah ciptakan. 

2. Penghukumannya dalam 3:14 sebagai seekor binatang secara hurufiah. 

3. Ini secara khusus disinggung dalam PB, II Kor 11:3 dan I Tim 2: 13-14. 

D. Si ular secara khusus diidentifikasikan dengan setan dalam: : 

1. buku "Hikmat" antar perjanjian 2:23-24. "karena Allah menciptakan manusia untuk abadi; .... 
meskipun demikian, melalui iri hati si iblis kematian datang ke dalam dunia." 

2. Irenaeus (sekitar 130-202 M) 

3. Wahyu 12:9; 20:2 

4. Pengidentifikasian ini tidak hadir dari PL sendiri karena PL tidak mendiskusikan Kejadian 3 
sepanjang apapun. Ini bahkan tidak disebut ataupun ditafsirkan dalam buku PL yang manapun. 

E. Mengapa setan tidak secara khusus disebutkan - Penekanan dari naskah ini ialah pada tanggung jawab 
manusia, bukan pada pencobaan yang adi kodrati. Dalam Roma 1-3 di mana keberdosaan manusia 
disajikan dan 4-8 di mana pengaruhnya di catat, setan tidak pernah disebutkan. 



□ "licik" Ada dua kemungkinan permainan kata (istilah ini bunyinya sangat dekat dengan "telanjang" di 2:25) 
yangberhubungan denan istilah ini (BDB 791, KB 886): (1) "licik" or "arif ' dan (2) "bijaksana" (mis. Ams 1:4; 
8:5,12; 12:16,23; 13:16; 14:8,15,18; 22:3; 27:12). Sepertinya bukan merupakan kata yang negatif yang diterapkan 
pada si ular namun secara sederhana suatu pengakuan akan sifat-sifatnya (lih. Mat 10:16). Inilah kemungkinan 
mengapa si jahat memilih untuk berinkarnasi menjadi binatang yang ini. 

□ "segala binatang di darat" Ini menunjukkan bahwa ular hanyalah satu dari banyak bentuk binatang ciptaan. 

□ "TUHAN Allah" kata pertama "TUHAN" adalah nama perjanjian Allah, YHWH, dari kata Ibrani "ada" (lih. 
Kel 3: 14). Kate kedua "Allah" adalah kata Ibrani Elohim yang adalah bentuk JAMAK dari kata umum bagi Allah 
di Timur Dekat kuno, El. Para rabi mengatakan bahwa YHWH mewakili kemurahan perjanjian Allah sementara 
Elohim mewakili Allah sebagai pencipta. Lihat Topik Khusus: Sebutan-sebutan KeTuhanan pada 2:4. 

□ "Ular itu berkata" Telah ada banyak spekulasi mengenai suatu ular yang pandai berbicara (lihat kata ganti 
orang nya). Kita tidak tahu hubungan antara manusia dengan binatang sebelum kejatuhan walaupun hubungan ini 
pasti bersahabat. Namun demikian, saya menganggap bahwa bicara ini adalah bagian dari gambar Allah dalam 
manusia dan oleh karenanya bukan hal yang normal bagi binatang-binatang. Persekutuan yang sama ini akan 
dipulihkan dalam suatu rancangan eskatologis (lih. Yes 11:6-11). Saya menganggap bahwa ular tersebut dirasuki 
setan dan karenanya suara setanlah yang terdengar. Apakah yang mengejutkan secara teologis adalah bahwa 
Hawa tidak terkejut! 

□ "perempuan itu" Telah ada banyak spekulasi di antara para komentator atas mengapa Hawa terpisah dari 
Adam, walaupun kata kerja yang digunakan oleh setan berbentuk JAMAK. Dalam 3:6 ini mengisyaratkan Adam 
mungkin telah hadir di sebagian dialog tersebut. Beberapa orang menyatakan bahwa ini adalah perlambangan dari 
Hawa yang mencari identitas dirinya. Orang lain lagi percaya bahwa setan mencobai Hawa karena ia tidak 
mendengar perintah Allah secara langsung (lih. 2:16-17). Semuanya ini adalah spekulasi. 

□ "Tentulah Allah berfirman" para rabi mengatakan bahwa setan tidak bisa menggunakan kata YHWH 
karena ia tidak mengenai kemurahan Allah. Namun dimikian, sepertinya ada intensifikasi kejahatan dalam diri 
setan dalam Alkitab (lih. Teologia Perjanjian Lama oleh A. B. Davidson, hal. 300-306). 



TOPIK KHUSUS: KEJAHATAN PRIBADI 

Ini adalah sebuah pokok bahasan yang sangat sukar karena beberapa sebab: 

1 . PL tidak menyatakan suatu musuh besar dari kebaikan, namun seorang hamba YHWH yang menawarkan 
kepada umat manusia suatu alternatif dan menuduh manusia sebagai tidak benar. 

52 



2. Konsep dari musuh besar pribadi dari Allah berkembang dalam tulisan-tulisan antar alkitab (bukan 
kanon) yang di bawah pengaruh agama Persia (Zoroastrianisme). Hal ini, pada gilirannya, banyak sekali 
mempengaruhi Yudaisme kerabian. 

3. PB mengembangkan tema-tema PL ini secara mengejutkan dalam bentuk yang kaku, namun terpilih, 
dan berkelompok. 

Jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari sudut pandang teologia alkitabiah (tiap buku atau 
penulis atau jenis dipelajari dan di garis besarkan secara terpisah), maka pandangan-pandangan yang sangat 
berbeda tentang kejahatan akan terungkap. 

Namun demikian, jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari pendekatan agama-agama 
dunia atau agama-agama timur yang tidak alkitabiah atau terlalu alkitabiah, maka kebanyakan pengembangan 
PB dibayangi oleh dualisme Persia dan spiritisme Romawi-Yunani. 

Jika seseorang secara pra-suposisi untuk mengikatkan diri kepada otoritas Illahi Alkitab, maka 
pengembangan PB harus dilihat sebagai suatu perwahyuan yang berkembang. Orang-orang Kristen hams 
berjaga terhadap sikap membiarkan dongeng-dongeng Yahudi atau tulisan-tulisan barat (yaitu: Dante, Milton) 
untuk mendefinisikan konsep alkitab. Sudah pasti akan ada suatu misteri dan kemenduaan dalam bidang 
perwahyuan ini. Allah telah memilih untuk tidak mengungkap semua aspek dari kejahatan, asalnya, maksudnya, 
namun la telah mengungkapkan kekalahannya! 

Dalam PL istilah setan atau penuduh sepertinya berhubungan dengan tiga kelompok yang terpisah 

1. para penuduh manusia (I Sam 29:4; II Sam 19:22; I Kgs 11:14,23,25; Maz 109:6) 

2. para penuduh kemalaikatan (Bil 22:22-23; Zak 3:1) 

3. penuduh-penuduh iblis (I Taw 21:1; I Raj 22:21; Zak 13:2) 

Hanya dikemudian hari dalam periode di antara perjanjian si ular dari Kej 3 dikenali sebagai setan (cf. Kitab 
Hikmat 2:23-24; II Enoch 31:3), dan bahkan tidak sampai dikemudian hari hal ini menjadi suatu pilihan 
kerabian (lih Sot 9b dan Sank. 29a). "Anak Allah" dari Kej 6 menjadi malaikat dalam I Enoch 54:6. Saya 
menyebutkan halini, bukan untuk menyatakan keakuratan teologisnya, namun untuk menunjukkan 
perkembangannya. Dalam PB akti vitas PL ini menjadi ciri kejahatan yag dipersonifikasikan dalam bentuk 
kemalaikatan, (yaitu setan) dalam II Kor 11:3; Wah 12:9. 

Asal dari kejahatan yang dipersonifikasikan ini sukar atau tidak mungkin (tergantung dari sudut pandang 
anda) untuk ditentukan dari PL. Satu alasan dari hal ini adalah monoteisme Israel yang kuat (lih. I Raj 22:20-22; 
Pkh 7:14; Yes 45:7; Am 3:6). Semua kausalitas dihubungkan dengan YHWH untuk mempertunjukkan keunikan 
dan keutamaanNya (lih. Yes 43:11; 44:6,8,24; 45:5-6,14,18,21,22). 

Sumber-sumber dari kemungkinan informasi befokus pada (1) Ayub 1-2 di mana Satan adalah satu dari 
"anak-anak Allah" (yaitu para malaikat) atau (2) Yes 14; Yeh 28 di mana raja-raja timur yang penuh 
keangkuhan (Babilonia dan Tirus) digunakan untuk melukiskan keangkuhan setan (lih. I Tim 3:6). Saya 
memiliki perasaan yang bercampur mengnai pendekatan ini. Yehezkiel menggunakan penggambaran Taman 
Eden bukan hanya bagi raja Tirus sebagai setan (lih. Yeh 28:12-16), namun juga bagi raja Mesir sebagai Pohon 
Pengetahuan Baik dan Jahat (Yeh 31). Namun demikian, Yes 14, khususnya ay 12-14, sepertinya menjelaskan 
suatu pemberontakan kemalaikatan melalui keangkuhan. Jika Allah ingin menyatakan pada kita sifat khas dan 
asal dari setan hal ini adalah cara dan tempat yang sangat menyerong untuk melakukannya. Kita harus berjaga 
terhadap trend dari teologia sistematik yang mengambil bagian-bagian yang kecil dan mendua dari perjanjian- 
perjanjian, penulis, kitab-kitab, dan jenis-jenis tulisan yang berbeda dan menggabungkannya sebagai bagian- 
bagian dari satu puzzle Illahi. 

Alfred Edersheim (Kehidupan dan Jaman Yesus Sang Mesias, vol. 2, lampiran XIII [hal. 748-763] dan XVI 
[hal. 770-776]) mengatakan bahwa Yudaisme Kerabian sangat berlebihan dipengaruhi oleh dualisme Persia dan 
spekulasi keiblisan. Para rabi bukanlah sumber yang baik bagi kebenaran di bidang ini. Yesus secara radikal 
menyimpang dari pengajaran dari Sinagoga. Saya kira konsep kerabian mengenai perantaraan dan perlawanan 
kemalaikatan dalam pemberian hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai membeuka pintu kepada konsep 
musuh besar kemalaikatan dari YHWH dan juga umat manusia. Ke dua allah yang tinggi dari faham dualisme 
Iran (Zoroastrian), Ahkiman dan Ormaza, baik dan jahat, dan dualisme ini berkembang menjadi suatu dualisme 
terbatas Yudaisme mengenai YHWH dan setan. 

Tentu saja ada perwahyuan yang bertumbuh dalam PB akan hal perkembangan kejahatan, namun tdaklah 
serumit yang diproklamirkan para rabi. Suatu contoh yang bagus dari perbedaan ini adalah "peperangan di 
surga." Kejatuhan setan adalah suatu keharusan yang logis, namun rinciannya tidak diberikan. Bahkan apa yang 

53 



sudah diberikanpun diselubungi dalam jenis tulisan perwahyuan (lih. Wah 12:4,7,12-13). Meskipun setan 
dikalahkan dan dibuang ke bumi, ia masih berfungsi sebagai hamba YHWH (lih. Mat 4:1; Luk 22:31-32; I Kor 
5:5; I Tim 1:20). 

Kita hams mengesampingkan rasa keingin-tahuan kita dalam bidang ini. Ada kekuatan pencobaan dan 
kejahatan pribadi, namun hanya ada satu Allah dan manusia masih bertanggung jawab atas pilihannya. Ada 
peperangn rohani, yang ada baik sebelum dan sesudah keselamatan. Kemenangan hanya bisa datang dan tinggal 
tetap dalam dan melalui Allah Tritunggal. Kemenangan bisa hanya datang dan tinggal di dalam dan melalui 
Allah Tritunggal. Kejahtan telah dikalahkan dan akan dihilangkan! 



□ "Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya" Frasa Ibrani ini sangat khusus namun 
sepertinya ini berhubungan dengan suatu peneguhan, bukan suatu pertanyaan. Si ular secara sederhana hanya 
memulai suatu dialog denga perempuan itu dalam kaitan dengan larangan Allah terhadap pohon yang di tengah- 
tengah taman tersebut. 

3:2 Hawa menyatakan ketetapan Allah mengenai semua pohon yang lain sebagai makanan (cf. 2:16). Namun ular 
tersebut mengesampingkan hal ini untuk berfokus pada larangan Allah akan pohon pengetahuan akan yang baik 
dan yang jahat. 

3:3 "tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman" Dari Kej 2:9 kita mempelajari bahwa ada 
dua pohon di tengah-tengah taman itu, poho kehidupan dan pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat. 
Nampaknya pada saat yang tepat buah dri kedua pohon ini akan diberikan kepada manusia, namun penyambaran 
kepentingan diri manusia membawa hal ini keluar dari rencana Allah (betapa berlawananya tanggapan Yesus 
dalam Flp 2:6-11). Pohon kehidupan adalah umum dalam catatan penciptaan Timur Dekat kuno, namun 
demikian, pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat bersifat unik hanya ada dalam Alkitab. Tak ada hal 
yang magis dari buahnya. Cara Allah menggunakannya, dan bukan apapun yang melekat dalam kualitas jasmani 
dari buah itu sendiri lah yang membuatnya sangat penting. 

□ "nanti kamu mati" Istilah ini (BDB 559, KB 502) digunakan tiga kali dalam ay 3 dan 4. Tidaklah pasti apa 
yang dipahami Hawa mengenai kematian karena tak ada satupun binatang yang telah mati. Namun demikian, ini 
entah bagaimana mungkin telah dikomunikasikan kepada manusia laki-laki dan perempuan. Alkitab mengenai 
tiga macam kematian: (1) kematian rohani yang muncul dalam Kej 3; Yes 59:2; Rom 7:10-11; Ef 2:1; Yak 1:15; 
(2) kematian jasmani yang dihasilkan, Kej 5; dan (3) kematian kekal sebagai konsekuensi dari hati manusia yang 
keras-kepala dan suka memberontak (lih. Wah 2:11; 20:6,14; 21:8). 

3:4 "Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: 'Sekali-kali kamu tidak akan mati.'" Ini adalah bentuk 
INFINITIVE ABSOLUTE dan sebuah Qal IMPERFECT dari akar yang sama (BDB 559, KB 562) yang 
digunakan untuk penekanan. Setan pertama-tama telah menyerang kejujuran Allah; sekarang ia menyerang 
kebenaran firman Allah. Dan di ay 5, ia akan menyerang kemurahan hati dan kebaikan Allah kepada umat 
manusia. Bentuk bahasa Ibrani dari kalimat ini adalah di dalam suatu bentuk yang diintensifkan secara menyolok. 
Setan menolak pernyataan Allah. 

3:5 "tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka" Ada 

kebenaran yang terbatas dalam apa yang setan katakan, namun ini merupakan suatu kebenaran setengah-setengah 
yang tragis (lih. Titus 1:15). Ini sepertinya suatu penggunaan kesastraan (secara penggambaran) akan kata "hari" 
oleh si penterjemah, yang berarti "kapanpun." Secara hurufiah frasa Ibraninya adalah "bahwa ketika." 

KATA KERJAnya "terbuka" (BDB 824, KB 959, Niphal PERFECT, lih. ay 7) mengisyaratkan seorang 
pelaku, kemungkinan kuasa dari pohon tersebut atau si jahat. 

□ "kamu akan menjadi seperti Allah" Kata bagi Allah ini adalah Elohim. Lihat Topik Khusus pada 2:4. 
Digunakan dalam konteks ini untuk Allah sendiri dan ini adalah bagaimana banyak terjemahan menafsirkan frasa 
ini. Namun demikian, istilah ini dapat juga digunakan untuk malaikat (lih. Maz 8:5,6; 82:1,6 [dikutip dalam Ibr 
2:7]; 97:7); ini dapat digunakan untuk suatu "makhluk roh" (lih. I Sam 28:13) dan ini dapat digunakan untuk para 
hakim Israel (lih. Kel 21:6; 22:8-9). Sepertinya akan lebih masuk akal bahwa ini adalah suatu janji mengenai 

54 



makhluk seperti malaikat-malaikat, makhluk rohani yang ada bersama dengan Allah atau kemungkinan dewan 
illahi (lih. 3:22). Ironislah bahwa manusia mencoba untuk merenggut dari Allah apa yang telah menjadi miliknya. 
Umat manusia adalah suatu tingkataan rohani yang lebih tnggi daripada para malaikat (lih. Ibr 1:14; 2:14-16; I 
Kor6:3). 

3:6 "Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula 
pohon itu menarik hati karena memberi pengertian" Di sini kita melihat tia kai lipat pengembangan dari ujian 
menjadi tindakan dosa sebenarnya. Para rabi mengatakan bahwa mata dan telinga adalah jendela jiwa dan apa 
yang kita biarkan masuk akan tumbuh dalam hati kita sampai tindakan fatal tersebut dilakukan. 

□ "dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun 
memakannya" Telah ada banyak spekulasi mengenai ayat ini. Para rabi menegaskan bahwa Adam memakannya 
sehingga ia tidak dipisahkan dari istrinya. Ini djuga ditegaskan oleh Milton dalam Firdaus yang Terhilang. 
Namun demikian, sepertinya dari konteksnya, Hawa bertindak terhadap Adam sebagaimana si ular bertindak 
terhadapnya, sejalan dengan bukti pengalaman bahwa ia telah memakannya dan tidak mati. Para rabi bahkan 
menegaskan bahwa si ular menggunakan teknik yang sama ini dengan Hawa; yaitu bahwa ia memaksa Hawa 
untuk memegang buah itu dan berkata, "Lihat, kamu tidak mati." Kemungkinan Hawa memberitahukannya 
kepada Adam, "Lihat, saya tidak mati." 

3:7 "dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang" Ini telah digunakan oleh banyak komentator untuk 
menegaskan sesuatu yang sifat seksual terhadap pencobaan. (lih. II Kor 11:3, "ular membujuk/memperdaya 
Hawa"). Bahkan para rabi berkata bahwa si ular memikat Hawa secara seksual, namun ini sepertinya merupakan 
suatu kecondongan dalam pembacaan naskah ini. Pengetahuan mereka yang baru bukanlah berkat seperti yang 
disanjung-sanjung sebelumnya (lih. Titus 1:15). 

□ "menyemat daun pohon ara" Pendirian tradisional bahwa hawa memakan suatu apel sangatlah bersifat 
spekulatif. Para rabi mengatakan bahwa ia memakan buah ara dari pohon yang sama yang daunnya mereka ambil 
untuk dijadikan pakaian mereka. Namun demikian, "buah tersebut" bisa jadi adalah sebuah buah kurma atau 
jenis-jenis buah lain - yang hanya saja tidak kita ketahui. Jenis buah ini bukanlah pokok masalahnya. 

NASKAH NASB (UPDATED): 3:8-13 

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada 
waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon- 
pohonan dalam taman. 'Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di 
manakah engkau?" 1(l Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku 
menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." u Firman-Nya: "Siapakah yang 
memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang 
Kularang engkau makan itu?" 12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, 
dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN 
Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang 
memperdayakan aku, maka kumakan." 

3:8 "mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu" King James 
menuliskan "suara dari TUHAN Allah" namun kata Ibraninya mengisyaratkan suara dari Dia yang sedang 
berjalan (BDB 229, KB 246, Hithpael PARTICIPLE). Struktur dari bahasa hbrani dan konteksnya sepertinya 
mengisyaratkan bahwa ini adalah suatu aktivitas yang biasa dilakukan di mana Allah dan pasangan manusia 
pertama bertemu untuk bersekutu. Ini merupakan suatu frasa yang bersifat sangat antropomorfis bagi Allah yang 
adalah makhluk rohani dan tak memiliki tubuh jasmani. Beberapa orang mengemukakan bahwa Allah 
mengenakan bentuk tubuh manusia bagi DiriNya untuk bersekutu dengan pasanganmanusia pertama ini. Inu 
mungkin saja benar, namun satu-satunya bagian dari Allah Tritunggal yang memiliki suatu keberadaan yang 
memenuhi syarat badaniah adalah Anak. Beberapa orang telah berspekulasi bahwa berhubung PB menegaskan 
penciptaan yang dilakukan oleh Anak (lih. Yoh 1:3,10; I Kor 8:6; Kol 1:16; Ibr 1:2), dan bahwa sering ada 
manifestasi jasmani dari Allah (yaitu, Malaikat Tuhan, mis. Kej 16:7-13; 22:11-15; 31:11, 15; 48:15-16; Kel 
3:2,4; 13:21; 14:19) ini mungkin menunjuk pada Kristus sebelum berinkarnasi. 

55 



□ "pada waktu hari sejuk" Frasa Ibrani ini berhubungan dengan kata untuk angin (BDB 398). Ini berbicara 
mengenai angin sepoi-sepoi yang sejuk bisa di pagi hari atau sore hari. 

□ "bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah" KATA KERJA ini (BDB 285, KB 

284) adalah Hithpael IMPERFECT. Tragedi dosa telah dapat dilihat dalam keterpisahan secara emosional dan 
juga jasmani antara Allah dan ciptaanNya (lih. Maz 139; Wah 6:16). 

3:9 "Dimanakah engkau?" Nyatalah bahwa ini bukannya Allah yang mencari informasi, namun menayakan 
suatu pertanyaan sehungga mereka bisa menyadari apa yang telah mereka perbuat (lih. ay 11). Jenis-jenis dari 
pertanyaan retoris ini dalam PL telah digunakan untuk menyatakan suatu aspek yang berkembang dalam sifat- 
sifat Allah, yang disebut "Teisme Terbuka" (yaitu, Clark Pennock, Pemindah yang Paling Tergerak). 

3:10 "aku menjadi takut, karena aku telanjang" Betapa tragis! Adam menjadi takut terhadap Allah yang 
pengasih yang menciptakannya dan ingin mengenalnya. Intensitas kejahatan dapat dilihat dengan jelas di sini 
sebagaimana manusia masih terus menyembunyikan bersembunyi dari Allah, dari dirinya sendiri, dari 
keluarganya dan dari tata alamiah. Fakta bahwa ia telanjang secara sederhana hanyalah merupakan 
menyelubungan dari masalah yang sebenarnya yang adalah pemberontakan secara terang-terangan terhadap 
kehendak Allah. 

3:12 "Manusia itu menjawab" Di sini kita memiliki tekanan pada fakta bahwa Adam tetap bertanggung jawab 
walaupun ia mencoba untuk menyalahkan Hawa, bahkan Allah sendiri. Bahkan di tengah-tengah berbagai dalih, 
penyalahan baik Hawa atau Allah, manusia tetap bertanggung jawab untuk tindakannya sendiri. Teologia Flip 
Wilson, "Iblis membuatku melakukannya!" adalah alasan yang tidak lebih dari "Lingkungan budaya telah 
menyebabkan saya melakukannya" atau "Pradisposisi Genetik telah membuatku melakukannya," dsb. 

3:13 "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan" Hawa dengan cepat belajar dari Adam dan ia 
mulai membuat dalih-dalih. Istilah "memperdayakan" sepertinya berarti "menyebabkan lupa" (BDB 674, KB 728, 
Hiphil PERFECT). Ini bisa jadi merupakan suatu bentuk kata yang menirukan bunyi dari desisan si ular (yaitu, 
hissi'ani). PB menyebutkan tindakan Hawa dalam II Kor 11:3 dan I Tim 2:14. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL KE DALAM KEJADIAN 3:14-24 

PENGANTAR 

A. Perikop ini, seperti 3:1-12, bersifat krusial dalam pemahaman kita tentang kondisi sekarang dari dosa, 
penyakit, penderitaan, ketidak-adilan, dan kejahatan dunia. Ini bukanlah dunia yang diinginkan Allah. 

B. Perikop ini, khususnya ay 15, memberikan pada kita kata pertama kita tentang akan mejadi apakah dunia 
kita akibat intervensi penebusan Allah! Ini adalah janji akbar penebusan kepada umat manusia yang jatuh 
dan memberontak dan janji ini akan digenapi melalui "perempuan ini." 

C. Konsekuensi dari pemberontakan melawan pribadi dan firman Allah digambarkan dengan sangat jelas! 
Setan sangat jelas terlihat sebagai pendusta dan dosa sepenuhnya menjalankan programnya dalam 
kehidupan Adam dan Hawa dan anak-anak mereka. 

D. Hubungan antara laki-laki dan perempuan digambarkan secara jelas di ay 16 (lih. II Tim 2:9-15; Ef 5:22; 
Kol 3:18; I Pet 3:1). Hubungan-hubungan yang ditekankan dunia kita ini adalah akibat langsung dari 
ketidaktaatan secara sengaja, mula-mula. Jika ada etiologi dalam PL, ini bisa jadi suatu contoh. Namun 
demikian, mereka juga telah dipengaruhi oleh anugerah Allah dalam Kristus (lih. I Kor 11:11; Gal 3:28). 

E. Para rabi menolak dosa asal dan menempatkan dua "yetzers" (maksud). Namun demikian, sepertinya ada 
penguatan PL bagi Adam yang berdosa mula-mula dalam Ayb 14:4; 15:14; 25:4; Maz 51:5 dan perikop 
PBklasikRom5:12-21. 

56 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:14-19 

14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah 
engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan 
menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. ls Aku akan mengadakan permusuhan 
antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan 
meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." "Firman-Nya kepada perempuan itu: 
"Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan 
melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 17 Lalu 
firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari 
buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah 
karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan 
menjadi makananmu; "dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi 
menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi 
debu." 



3:14 "TUHAN Allah" Ini adalah kombinasi dari dua kata utama untuk Allah dalam PL, YHWH dan Elohim. 
Lihat catatan pada 2:4. 

□ "berfirman... kepada ular itu" Allah tidak mengajukan pertanyaan tentang ular itu sebagaimana yang 
dilakukanNya pada Adam dan Hawa. Ular itu dihakimi karena menjadi alat dari si jahat. 

□ "terkutuklah engkau (lebih dari) di antara segala ternak" KATA KERJAnya (BDB 76, KB 91) adalah 
suatu Qal PASSIVE PARTICIPLE. Ini tidak mengisyaratkan bahwa semua ternak (pengertian yang lebih luas 
dari sekedar sapi, kemungkinan binatang-binatang darat) telah dikutuk. Frasa "lebih dari" dapat berarti "di antara 
semua ternak." Para rabi mengatakan bahwa ini menunjuk pada periode kehamilan dari ternak dibanding ular, 
yang menurut Talmud adalah tujuh tahun. 

□ "dengan perutmulah engkau akan menjalar" Apapun yang menjalar dengan perutnya dianggap najis oleh 
orang Ibrani (lih. Im 11:42). Para rabi mengatakan bahwa Allah memotong kaki-kaki ular tersebut untuk 
menjadikannya menjalar, namun ini mungkin mirip dengan tanda pelangi dari Kej 9:13 yang kemungkinan selalu 
ada namun sekarang mempunyai tambahan arti ketika digunakan oleh Allah secara khusus. 

□ "dan debu tanahlah akan kaumakan" Ini disinggung dalam Yes 65:25. Sepertinya terdapat aspek bahwa 
Allah benar-benar mengutuk seekor ular secara hurufiah. Frasa ini mungkin merupakan sebuah penggambaran 
dalam Alkitab untuk menunjuk pada kekalahan dan rasa malu. (lih. Maz 79:9; Yes 49:23; Mik 7:17). Kedua 
bentuk IMPERFECT dari ayat ini digunakan dalam suatu pengertian JUSSIVE. 

3:15 "Aku akan mengadakan permusuhan" Permusuhan (BDB 33) adalah suatu kata yang digunakan diantara 
pribadi-pribadi. Ini sepertinya merupakan transisi di mana penghakiman Allah dialamatkan kepada setan, bukan 
seekor ular secara hurufiah (lih. Wah 12:9; 20:2). Lihat "Hadirat Allah yang menjadikan Gagasan Penafsiran 
Ketatabahasaan-kesejarahan Memenuhi Syarat: Kejadian 3:15 sebagai suatu Kasus Ujian" oleh Vern S. Poythress, 
JETS, vol. 50.1, hal. 87-103). 

□ "antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya" Telah ada banyak diskusi 
di antara para komentator mengenai ayat ini. Dalam suatu konteks kanonika yang lebih luas sepertinya ini 
menunjuk pada anak-anak (yaitu "Benin," BDB 282) dari si jahat (lih. Mat 13:38; Yoh 8:44) dan anak-anak dari 
Mesias (lih. Irenaeus). Namun karena ayat berikutnya menggunakan bentk TUNGGAL "ia" dan "kamu" 
sepertinya ini menunjuk pada ketegangan antara Allah dan si jahat yang dilambangkan dalam karya penebusan 
Mesias yang akan datang (lih. Irenaeus). Nyatalah bahwa Adam dan Hawa tidak memahami percabangan ini, 
bahkan kemungkinan tidak juga Musa, walaupun Musa mengakui dalam Ul 18:18 bahwa seorang nabi yang lebih 

57 



besardari dirinya sedang datang. Saya pikir ini kemungkinan mempunyai singgungan terhadap kelahiran dari 
perawan, walau hal ini tentu saja tidak diketahui oleh si manusia penulis aslinya, melainkan diketahui oleh si 
penulis IllahiNya (Roh Kudus). Sebagaimana manusia jatuh melaui sifat menuruti kata hati dari seorang wanita, 
umat manusi akan ditebus melalui ketaatan seorang wanita dalam kehamilan yang adi kodrati akan Mesias oleh 
Roh Kudus (lih. Yes 7:14; Mat 1:18-25; Luk 1:26-38, lihat Suatu Pedoman Kepada Nubuatan Alkitabiah, hal. 78 
dan 80). Terjemahan Vulgate merubah kata "dia"(laki-laki) dalam frasa berikutnya menjadi "dia" (perempuan), 
yang secara total tidak tepat, namun ini bisa menangkap intisari dari arti pentingnya yang lebih penuh. 

Sebagaimana nubuatan ini tidak sepenuhnya dimengerti sampai penggenapannya yang bersejarah dalam 
kelahiran Yesus dari seorang perawan, hal yang sama juga dikatakan mengenai penafsiran dari Kej 1 dan 2. 
Sejarah mengungkapkan kebenaran dari perwahyuan sementara kajian ilmiah yang berkelanjutan tentang bumi 
kita menunjukkan seluk beluk dan kesaling terkaitan dari tindakan-tidakan penciptaan Allah! Tak ada 
pertentangan, hanya suatu pengetahuan yang lebih lengkap di sisi manusia terhadap tindakan-tindakan Allah! 

□ 

NASB "la akan melukaimu di kepala" 

NKJV "la akan melukai kepalamu" 

NRSV "ia akan memukul kepalamu" 

TEV "keturunannya akan meremukkan kepalamu" 

NJB "ini akan melukai kepalamu" 

Istilah "melukai" bisa berati "meremukkan," "menumbuk," "mengikis," "menggiling," atau "memukul" 
(BDB 1003, KB 1446, Qal IMPERFECT, digunakan dua kali, lih. Ayb 9:17). Perhatikan SINGULAR 
PERSONAL PRONOUN nya (lih. Rom 16:20). Peperangan pada akhirnya akan sampai pada pribadi-pribadi. 

□ 

NASB "Dan kamu akan melukai Dia di tumit" 

NKJV "dan kamu akan melukai tumitNya" 

NRSV "dan engkau akan meremukkan tumitNya" 

TEV "dan kamu akan menggigit tumit keturunannya" 

NJB "dan kamu akan memukul tumitnya" 

KATA KERJA yang sama (BDB 1003, KB 1446, Qal IMPERFECT) digunakan untuk keduanya, namun 
nyatalah bahwa setan mendapatkan hasil akhir yang terburuk dari kesepakatan ini. Sepertinya ini menunjuk pada 
penyaliban jika dipahami dari sudut pandang PB. 

3:16 "Firman-Nya kepada perempuan itu" Sepertinya ada empat elemen utama di sink (1) melipat gandakan 
kesakitan pada saat melahirkan {Hiphil PNFINFTIVE ABSOLUTE dan suatu Hiphil IMPERFECT dari KATA 
KERJA yang sama, BDB 915, KB 176); (2) terlalu banyak anak-anak utuk dibesarkan; (3) masalah-masalah yang 
berkaitan dengan membesarkan anak-anak; dan (4) dominasi suami. Bisa kita lihat bagaimana hal-hal ini 
berhubungan dengan pemberontakan Hawa: (a) ia ingin berdiri sendiri, namun sekarang ia justru menjadi 
sepenuhnya bergantung pada suaminya (dan bukan Allah); (b) ia mencari suka cita dan kebahagiaan dalam buah 
terlarang, namun sekarang ia mempunyai rasa sakit dalam aspek normal kehidupannya. Nyatalah bahwa PB 
memahami ini sebagai suatu arti penting secara teologis dari hubungan yang rusak antara laki-laki dan perempuan 
(lih. I Tim 2:9-15). Kita harus menyeimbangkan antara siapa kita di dalam Kristus, I Kor 11:11; Gal 3:28, dan 
terus menjadi apakah kita, dalam beberapa hal, di dalam Adam, Ef 5:22; Kol 3:18; I Pet 3:1. 

Ada beberapa kebingungan dalam naskah Ibraninya di titik ini. Kata yang diterjemahkan di sini "dalam 
melahirkan" dieja secara berbeda. Huruf mati Ibraninya dapat berati "berbaring dalam penantian akan," myang 
merujuk pada kejahatan yang mencobai anak-anak (lih. Kata-kata Keras Alkitab, hal. 90-99). 

□ "namun engkau akan berahi kepada suamimu" Kata Ibrani ini diterjemahkan di sini "berahi" atau "rindu" 
(BDB 1003, KB 1801). Walter Kaiser menyatakan bahwa ini bisa berarti "berpaling," kemungkinan dalam 
pengertian "mendominasi" (lih. Kej 4:7). Hawa berpaling dari YHWH. Hukumannya adalah keterus- 
menerusannya untuk berpaling pada suaminya, yang sering mengambil keuntungan dari situasi ini (lih. Kata-kata 
Keras Alkitab, INV hal. 97-98). 



58 



□ "ia akan berkuasa atasmu" KATA KERJA nya (BDB 605, KB 647) adalah suatu Qal IMPERFECT. Ini 
sepertinya meruupakan hasil dari kejatuhan dan, kiranya Allah menolong kita, sifat keberdosaan dari laki-laki 
telah membawanya ke puncak. Kecemburuan, perkosaan, perceraian, dan penguasaan yang tak berTuhan telah 
menjadi ciri-ciri dorongan seksual manusia! Kita telah menjadi seperti binatang namun dengan maslah ego yang 
ditambahkan pada hasrat seksual! 

3:17 "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu" Adam seharusnya mengikuti Firman Allah, namun 
ia malh mengikuti kata isterinya dan melanggar perintah khusus Allah (lih. 2:15-17). 

□ "terkutuklah tanah karena engkau" KATA KERJAnya (BDB 76, KB 91, Qal PASSIVE PARTICIPLE) 

berarti lawan dari diberkati. Tanah tidak akan lagi menghasilkan dengan demikian saja dan melimpah. Bumi yang 
sekarang ini bukanlah yang diinginkan Allah! 

Ada suatu permainan pada kata "Adam" (Adam, BDB 9) dan kata "tanah" (adamah, BDB 9). Keduanya 
memiliki akar yang sama. Kita dapat melihat konsekuensi dari kejatuhan umat manusia dan alam dalam Rom. 
8:18-23. 

Sudahlah disarankan juga bahwa hal ini mencerminkan status alam di luar Taman Eden. Setelah 
pemberontakan mereka Adam dan Hawa diusir keluar dari tempat khusus Allah masuk kedalam realita dari suatu 
dunia pemburu/pengumpul, gigi dan cakar. 

□ "dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu" Adam diberikan 
tugas untuk memelihara taman sebelum kejatuhan (lih. 2:15), yang adalah tanda keberkuasaannya, namun 
sekarang tugas tersebut akan menjadi melelahkan, berulang-ulang, keharusan, dan tak ada akhirnya (yaitu. "susah 
payah/kerja keras" BDB 781). Dan bahkan dengan pekerjaan manusia, tanah menghasilkan hasil yang kurus (lih. 
ay 18). 

Perhatikan berapa kali KATA KERJA "makan" (BDB 37, KB 46) digunakan dalam pasal-pasal pembuka ini 
(lih. 2:16,17; 3:1,2,3,6,11, 12,13,14,17[dua kali], 18, 19,22)! Ini berhubungan dengan baik kelimpahan maupun 
kutukan. 

3:19 "sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil" Ini adalah suatu 
hubungan langsung antara kejatuhan Adam, kematian rohani (pasal 3) dan kematian jasmani (pasal 5). Allah bisa 
dipercaya. Ia berfirman bahwa mereka akan mengalami kematian dalam semua percabangnya dan mereka 
memang mengalaminya! 

□ "engkau debu" (lih. Kej 2:7). 
KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:20-21 

20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang 
hidup. 21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, 
lain mengenakannya kepada mereka. 



3:20 "Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang 
hidup" Penguasaan suami atas isterinya sekarang dilambangkan dengan penamaan isterinya olehnya. Secara 
etimologis, kata "Hawa" (hawwa) dan "yang hidup" (haya) sangatlah serupa dan ini kemungkinan adalah suatu 
permainan kata Ibrani yang populer. Permainan kata pada Adam, Hawa, Kain-Nod ini menunjukkan sifat 
kesastraan dari catatan-catatan awal ini. Adalah hal yang ironis bahwa ia dinamakan "Hawa" yang berarti "hidup" 
padahal ia membawa kematian, bukannya kehidupan. 

3:21 Bukanlah hal yang biasa bahwa manusia memerlukan pakaian jenis ini kecuali iklim dan/atau perubahan- 
perubahan radikal yang lain menantikan manusia di luar taman Eden. 

Kematian pertama, yang dilembagakan oleh Allah untuk keperluan manusia, seara jelas menunjukkan 
kepedulian dan pengadaan sekaligus realita penghakiman dan konsekuensi Allah! 

59 



Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: 

MENGAPA ALLAH MENGENAKAN KULIT BINATANG PADA ADAM DAN HAWA 

B. Sebagai pengadan bagi kehidupan yang keras di luar Eden 

C. Untuk menutupi rasa malu akibat ketelanjangan mereka 

D. Untuk menunjukkan keabsahan dalam menggunakan binatang bagi keperluan manusia 

E. Untuk menunjukkan perbedaan dalam pengadaan umat manusia (dedaunan) dan Allah (kulit) 

F. Untuk mengingatkan mereka akan kematian mereka yang akan datang. (lih. Kej 5) 

G. Untuk menggambarkan di muka penggambaran kebenaran anugerah Kristus yang diberikan kepada kita 
sebagai pakaian yang baru. (lih. Rom 13:14; Gal 3:27; Ef 4:24; Kol 3:8,10,12,14; Yak 1:21 I Pet 2:1) 

H. Untuk menunjukkan keberlanjutan kasih dan pengadaan Allah bagi umat manusia, sekalipun telah jatuh. 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:22-24 

22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, 
tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan 
mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama- 
lamanya." 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana 
ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa 
kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon 
kehidupan. 



3:22 "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita" Telah ada banyak diskusi 
mengenai KEJAMAKAN ini dalam Kejadian (lih. 1:26; 3:22; 11:7). Ayat 22 dimulai dengan suatu bentuk 
TUNGGAL dan berkembang menjadi suatu JAMAK. Jika kita mengijinkan Kitab Suci untuk menafsirkan Kitab 
Suci, ini secara nyata menunjuk pada Allah Tritungggal, bukannya pada bentuk ketatabahasaan Ibrani yang 
disebut jamak dari kemuliaan. Namun demikian, ini bisa menunjuk pada (1) dewan kemalaikatan (lih I Raj. 
22:19), (2) dua pribadi Illahi dalam Maz 110:1, atau bahkan (3) personifikasi dari ketuhanan yang dikenal sebagai 
malaikat Tuhan; untuk satu dari banyak contoh, lihat semak yang terbakar dari Kel 3:2,4. 

□ "pohon kehidupan" Kita telah mencatat sebelumnya bahwa suatu pohon kehidupan adalah hal yang umum 
dalam kebanyakan naskah-naskah penciptaan Timur Dekat kuno. Di sini, manusia dikecualikan, bukan karena 
kecemburuan dari para dewa, namun karena ini akan menjadi kutukan bagi manusia untuk hidup selamanya dalam 
statu kejatuhannya saat ini. 

□ "hidup untuk selama-lamanya" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: 'OLAM (Selama-lamanya) 

Ini adalah kata yang sangat lazim (yang digunakan lebih dari 400 kali) 'olam (BDB 761, KB 798). Kata ini 
digunakan mengenai jangka waktu dalam beberapa pengertian, yang masing-masing harus dikaitkan pada sifat 
dari hal yang ditunjuk olehnya. 

A. Sisa masa lalu (sekedar contoh) 

1. "orang gagah perkasa di zaman purbakala," Kej 6:4 

2. "gunung-gungung dan bukit43ukit," Kej 49:21 



60 





3. "generasi jaman dulu kala," Ul 32:7 






4. "nenek moyang," Yos 24:2 






5 . "j aman purbakala," Yes 5 1 :9 




B. 


Terus-menerus seumur hidup (sekedar contoh) 

1. "percaya kepadamu seumur hidup" (yaitu, Musa), Kel 19:9 

2. "budak seumur hidup," Ul 15:17; I Sam 27:12 

3. "seumur hidupmu," Ul 23:6 

4. Samuel "diam di sana seumur hidup," I Sam 1 :22 

5. Raja "seumur hidup," I Raj 1:21; Neh 2:3; Maz 21:4 

6. "memuji Tuhan selamanya," Maz 115:18; 145:1-2 

7. "menyanyi selamanya," Maz 89:1; 115:18; 145:1-2 

8. "mengandung selama-lamanya (penggambaran), Yer 20:17 

9. kemungkinan Ams 10:25 




C. 


Keberadaan terus menerus (namun dengan batasan-batasan yang nyata) 

1. manusia hidup selamanya, Kej 3:22 

2. bumi, Maz 78:69; 104:5; 148:6; Pkh 1:4 (cf. II Pet 3:10) 

3. imamat Harun, Kel 29:9; 40:15 (lih. I Sam 2:30) 

4. Sabat, Kel 31:16-17 

5. hari-hari raya, Kel 12:14,17,24; Im 16:29,31,24; 23:14,21,41 

6. sunat, Kej 17:13 (lih. Rom 2:28-29) 

7. tanahperjanjian, Kej 13:15; 17:18; 48:4; Kel 32:13 (lih Pembuangan) 

8. kota-kota yang diruntuhkan, Yes 25 :2; 32: 14; 34: 10 




D. 


Perjanjian Bersyarat 

1. Abraham, Kej 17:7,8,13,19 

2. Israel, Ul 5:29; 12:28 

3. Daud, II Sam 7:13,16,25,29; Maz 89:2,4 

4. Israel, Hak 2: 1 (lih. Gal 3) 




E. 


Perjanjian Tak Bersyarat 

1. Nuh, Kej 9:12,16 

2. Perjanjian Baru, Yes 55:3; Yer 32:40; 50:5 (yaitu, Yer 31:31-34; Yeh 36:22-30) 




F. 


Allah Sendiri 

1. KeberadaanNya, Kej 21:33; Ul 32:40; Maz 90:2; 93:2; Yes 40:28; Dan 12:7 

2. NamaNya, Kel 3:15; Maz 135:13 

3. PemerintahanNya, Kel 15:18; Maz 45:6; 66:7; Yer 10:10; Mik4:7 

4. FirmanNya, Maz 119:89,160; Yes 40:8; 59:21 

5. Kasih setiaNya, Maz 25:6; 89:2; 103:17; 118:1-4,29; Yer 33:1 




G. 


MesiasNya 

1. NamaNya, Maz 72:17,19 

2. Diberkati Selamanya, Maz 45:2,17; 89:52 

3. PemerintahanNya, Maz 89:36,37; Yes 9:7 

4. Imam, Maz 110:4 

5. Pra-eksistensi, Mik 5 :2 




H. 


Kehidupan Jaman Baru 

1. kehidupan kekal, Dan 12:2 

2. kehinaan selamanya, Dan 12:2 

3. tak ada air mata, Yes 65:19 (Wah 21:4) 

4. tak ada matahari, Yes 60: 19-20 (Wah 21 :23) 




Catat berapa banyak kata bahasa Inggris yang digunakan untuk menterjemahkan kata Ibrani ini 


dalam NIV 




1 . forever = selama-lamanya 






2. old, of old = lama 






3. everlasting = kekal 






4. eternal = abadi 





61 



5. lasting = awet 

6. always = selalu 

7. for life = seumur hidup 

8. continue = terus-menerus 

9. regular = tetap 

10. permanent = permanen 

1 1 . any time = setiap waktu 

12. ancient, ancient times = purba 

13. endless = tak berakhir 

14. forevermore = selama-lamanya 

15. to the very end = sampai saat terakhir 

16. a long time = waktu yang panjang 

17. long ago = dahulu kala 



3:23 "Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden" Ini adalah suatu bentuk KATA KERJA yang keras 
(BDB 1081, KB 1511, Piel IMPERFECT) yang memiliki konotasi negatif. Dalam Ul 21:14 ini menunjuk pada 
perceraian, dan dalam I Raj 9:7 ini menunjuk pada penghakiman atas bangsa Israel. 

3:24 "kerub" Ini adalah makhluk kemalaikatan yang bersayap (BDB 500) yang menjaga taman Allah untuk 
menjaga agar manusia tetap di luar. Mereka dikemudian nampak di dalam seni tabernakel/bait suci. Fakta bahwa 
Taman tersebut dijaga menunjukkan bahwa taman itu adalah tempat yang khusus, suatu lingkungan yang 
terlindungi, yang sekarang ada di luar batas kemanusiaan. Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: KERUBIM 

A. Satu dari beberapa jenis makhluk kemalaikatan. Jenis yang ini menjaga wilayah-wilayah yang kudus (lih. 
Kel 25:18-22; I Raj 8:6-7). 

B . Etimologinya tidak pasti : 

1 . Dari bahasa Akkadian "pensyafaaat" atau "pengantara" antara Allah dan manusia 

2. Dari bahasa Ibrani ini kemungkinan merupakan suatu permainan kata, "kereta perang" dengan 
"kerub" (lih. Yen 1; 10) 

3. Beberapa orang mengatakan ini berarti "penampakan yang kemilau" 

C. Bentuk fisik - Ini sukar dipastikan karena beragamnya penjelasan di dalam Alkitab dan beragamnya 
benuk-bentuk manusia-binatang yang ditemukan di Timur Dekat kuno. Beberapa mengaitkan mereka 
dengan: 

1. Lembu Bersayap dari Mesopotamia 

2. Singa-Berkepala dan Bersayap Elang dari Mesir yang disebut "griffin" 

3. Makhluk Bersayap pada Hiram, tahta Raja Tims 

4. Sphinx dari Mesir dan bentuk-bentuk serupa yang ditemukan dalam istana gading Ahab di Samaria 

D. Penjelasan Fisik 

1. Bentuk Kerubim dikaitkan dengan Serafim dari yesaya 6. 

2. Contoh-contoh dari bentuk-bentuk yang berbeda 

a. Jumlah muka 

(1) dua-Yeh 41:18 

(2) empat- Yeh 1:6, 10; 10:14,16,21,22 

(3) satu - Wah 4:7 

b. Jumlah sayap 

(1) dua - 1 Raj 6:24 

(2) empat- Yeh 1:6,11; 2:23; 10:7,8-21 

(3) enam (seperti Serafim dari Yes 6:2) - Wah 4:8 



62 



3. Ciri-ciri istimewa lain 

a. Tangan manusia - Yeh 1:8; 10:8,21 

b. Kaki 

(1) Lurus, tak ada lutut - Yeh 1:7 

(2) Kaki anak lembu - Yeh 1 :7 

4. Flavius Yosefus mengakui bahwa tak seorangpun tahu seperti apakah rupa dari kerubim ini (lih. 
Barang-barang Antik Yahudi, VIII:3:3). 

E. Tempat dan maksud yang ditemukan di dalam Alkitab 

1. Penjaga pohon kehidupan, Kej 3:24 (kemungkinan digunakan secara penggambaran mengenai setan 
dalam Yeh 28:14,16) 

2. penjaga Tabernakel 

a. Di atas Tabut Perjanjian; Kel 25:18-20; Bil 7:89; I Sam 4:4 

b. Digambarkan pada kerudung dan thai; Kel 26: 1,31; 36:8,35 

3 . Penj aga B ait Allah Sulaiman 

a. Dua kerub yang diukirkan di Ruangan Maha Suci; I Raj 6:23-28; 8:6-7; II Taw 3:10-14; 5:7-9 

b. Di dinding dalam Bait Suci; I Raj 6:29,35; H Taw 3:7 

c. Di panel-panel yang berhubungan dengan beberapa lapisan; I Raj 7:27-39 

4. Penjaga dari Bait Suci Yehzkiel 

a. Diukir pada dinding-dinding dan pintu-pintu; Yeh 41:1 8-20, 25 

5. Berhubungan dengana transportasi dari keTuhanan 

a. kemungkinan merupakan gambaran untuk angin; II Sam 22: 1 1 ; Maz 18:10; 104:3-4; Yes 19:1 

b. penjaga dari tahta Allah; Maz 80:1; 99:1; Yes 37:16 

c. penjaga dari kereta kencana tahta Allah; Yeh 1 :4-28; 10:3-22; I Taw 28: 1 8 

6. Istana Herodes 

a. Di gambarkan pada dinding-dinding (yaitu penjaga lih. Talmud "Yoma" 54a) 

7. Adegan tahta di Wahyu (yaitu penjaga lih. Wah 4-5) 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah ini suatu alegori, mitos, atau cerita-kesejarahan? 

2. Apakah ular ini hurufiah dan apakah ia berbicara? 

3. Apakah ular itu disemangati dan dirasuk oleh si jahat? Jika semikian, bagaimana dan mengapa? 

4. Tahukah Allah apa yang akan dilakukan Adam dan Hawa? Jika tahu, mengapa Ia mengijinkannya? 

5. Jelaskan dalam kata-kata sendiri tingkat perkembangan dari ujian si ular dan tuduhan khususnya 
melawan Allah. 

6. Bagaimana Allah bisa, sebagai makhluk rohani, memiliki suatu tubuh? 

7. Apakah pasal 3 menerangkan kehadiran kejahatan dalam dunia kita dan kehadiran rasa bersalah 
dalam hati manusia? Jika demikian, mengapa hal ini tidak didiskusikan lebih lengkap dalam PL? 

8. Apakah si ular melayani sebagai hamba Allah untuk menguji manusia atau apakah ia telah menjadi 
pemberontak melawan Allah (lih. Ayb 1-2 dan Zak 3)? 

9. Mengapa Allah menghakimi binatang yang secara sederhana hanya digunakan oleh setan? 

10. Apakah ayat 15 suatu singgungan terhadap Mesias yang akan datang atau hanyalah ketakutan antara 
perempuan dengan ular? 

63 



11. Nyatalah bahwa masyarakat moderen kita yang menekankan kesejajaran antara laki-laki dan 
perempuan menolak ayat 16 sebagai suatu prinsip universal. Mengapa anda percaya bahwa ayat ini 
masih atau sudah tidak sahih? 

12. Apakah ayat 20 suatu tindakan pertobatan dan iman di sisi Adam ataukah suatu pernyataan secara 
sengaja bahwa ia dan Hawa dapat melakukannya sendiri? 

13. Teangkan penggunaan dari bentuk-bentuk JAMAK untk Allah dalam ay 22. Apakah ini suatu 
bayangan kemuka mengenai doktrin Trinitas atau sesuatu yang lain? Mengapa atau mengapa tidak? 



64 



KEJADIAN 4:1-26 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Kain dan Habel 


Kain Membunuh Habel 


Kain, Habel, 


dan Set 


Kain dan Habel 


Kain dan Habel 


4:1-8 




4:1-8 


4:1-7 
4:8-16 




4:1-7 
4:8 


4:1-8 


4:9-15 




4:9-15 
Keluarga Kain 






4:9a 

4:9b 

4:10-12 

4:13-14 

4:15-16 


4:9-16 


4:16 




4:16-18 






Keturunan Kain 




4:17-22 




4:19-24 


4:17-22 




4:17-22 


4:17-22 


4:23-24 






4:23-24 




4:23-24 


4:23-24 


(23-24) 




(23-24) 
Seorang Anak Baru 


(23-24) 




(23-24) 
Set dan Henokh 


(23-24) 
Set dan Keturunannya 


5:25-26 




4:25-26 


4:25-26 




4:25-26 


4:25-26 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



65 



PENGANTAR 

A. Telah dinyatakan oleh banyak komentator bahwa 4:1-24 menelaskan perkembangan dari benih 
pemberontakan Kain, sementara 4:25-5:32 menjelaskan perkembangan dari benih saleh dari Set. Walau 
ini sangat membantu dalam melihat pasal ini, namun ini secara lengkap menjabarkan kejahatan dari 
semua manusia yang nampak dalam 6:5-6, 1 1-12,13. 

B. Banyak orang telah menyatakan bahwa pasal 4 bikanlah suatu silsilah barat yang rinci namn suatu suatu 
silsilah Ibrani Timur yang secara sederhana hanya menunjuk titik tertingginya saja. Jika anda 
menjumlahkan tanggal-tanggal dari Kejadian 4 hal-hal ini sepertinya saling bertumpang tindih dan hanya 
mencakup jangka waktu sekitar 2000 tahun. Oleh karena itu, saya percaya bahwa tanggal-tanggal ini 
hanyalah merupakan sampel-sampel yang mewakili atau suatu angka perlambang saja (seperti anga- 
angka mengenai Yesus dalam Matius dan Lukas), dan bukanlah silsilah yang lengkap. 

C. Pasal 5 telah dijelaskan sebagai pasal kematian, namun ayat 21-24 menggenggam pengharapan yang 
besar akan penebusan manusia dalam terjemahan dari Henokh. Istilah-istilah yang sama digunakan untuk 
Elia dalam II Raj 2:3,5,9,10. 

D. Kejadian 3:8-1 1:9 mengungkap konsekuensi buruk dosa yang terus bertumbuh dari generasi ke generasi. 

E. Keturunan Kain tidak didokumentasikan seperti keturunan Set (yaitu tidak ada tanggal maupun usia). 
Garis keturunan Kain mati dalam air bah seluruhnya. Kemungkinan karena siapa yang dikawininya. 
Semua makhluk berkaki dua, pembuat alat-alat, bertengkorak besar tidak merupakan gambar Allah. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 4:1-8 

^emudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu 
melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan 
pertolongan TUHAN." 2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala 
kambing domba, Kain menjadi petani. 3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan 
sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4 Habel juga 
mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; 
maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 'tetapi Kain dan korban 
persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 
6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7 Apakah mukamu tidak 
akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di 
depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." 8 Kata Kain kepada 
Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul 
Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 



4:1 "manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya" Secara hurufiah, "Adam mengenai Hawa." Kata ibrani 
mengenai berbicara tentang hubungan intim pribadi (BDB 393, KB 390, Qal PERFECT, lih. Yer 1:5). Apakah ini 
penyatuan secara seksual yang pertama antara Adam dan Hawa tidak disebutkan. Alkitab tidak memberitahukan 
berapa banyak anak yang mereka miliki dan kapan mereka mendapatkan mereka. Kita hanya mengetahui tiga 
yang disebutkan namanya. Ini sangat menentukan dalam menafsirkan kata PB untuk "mengenai" Allah yang 
menunjukkan bahwa ini bukan hanya sekedar isi yang nyata, namun suatu hubungan pribadi yang sedang 
ditekankan. Pada dasarnya tanggapan manusia terhadap Allah mencakup (1) kebenaran untuk dipercayai, (2) 
seseorang untuk disambut, dan (3) suatu kehidupan yang pantas untuk dihidupi! Lihat Topik khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: MENGENAL (kebanyakan menggunakan Ulangan sebagai suatu paradigma) 

Kata Ibrani "mengenai" (BDB 393) memiliki beberapa pengertian (bidang-bidang semantik) dalam Qal. 

1. mengetahui baik dan jahat - Kej 3:22; Ul 1:39; Yes 7:14-15; Yun4:ll 

2. mengenai oleh pengertian - Ul 9:2,3,6; 18:21 

3. mengenai karena pengalaman - Ul 3:19; 4:35; 8:2,3,5; 11:2; 20:20; 31:13; Yos 23:14 

66 



4. mempertimbangkan - Ul 4:39; 1 1:2; 29: 16 

5. mengenal secara pribadi 

a. seseorang - Kej 29:5; Kel 1:8; Ul 22:2; 28:35,36; 33:9 

b. suatu illah - Ul 11:28; 13:2,6,13; 28:64; 29:26; 32:17 

c. YHWH-U1 4:35,39; 7:9; 29:6; Isa. 1:3; 56:10-11 

d. seksual - Kej 4:1,17,25; 24:16; 38:26 

6. suatu pengetahuan atau ketrampilan yang dipelajari - Yes 29:11,12; Am 5:16 

7. menjadi bijaksana - Ul 29:4; Ams 1:2; 4:1; Yes 29:24 

8. pengenalah Allah 

a. akan Musa - Deut. 34: 10 

b. akan Israel - Deut. 31:21,27,29 



□ "Kain" Nama "Kain" (qayin, BDB 884 III, KB 1097, dan BDB 888-89) adalah permainan bunyi dari kata 
Ibrani "mendapat" (qaniti). Sepertinya ini untuk menegaskan bahwa Kain adalah suatu pemberian khusus dengan 
pertolongan dari YHWH (bankan kemungkinan suatu penggenapan 3:15). 

□ "seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN" Terjemahan, "anak laki-laki," sepertinya untuk 
menangkap penekanannya. Beberapa orang menegaskan bahwa Hawa telah memiliki anak-anak perempuan 
sebelumnya dan ini adalah anak laki-laki yang pertama, namun ini adalah spekulasi. Frasa penutup dari ay 1, 
"dengan pertolongan Tuhan," (BDB 86) mengisyaratkan bahwa ini adalah suatu pernyataan iman oleh Hawa 
berdasarkan Kej 3:15. Ini adalah penggunaan pertama nama YHWH dengan sendirinya. Di waktu berikutnya 
nama ini muncul sendiri adalah dalam penyembahan oleh ketuunan Set dalam 4:26. 

4:2 "Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain" Para rabi mengatakan bahwa karena frasa "dan Adam 
mengenal Hawa" tak ada di ay 2, Kain dan Habel adalah kembar, namun ini tampaknya sangat tidak mungkin. 

□ "Habel" Istilah Ibrani ini berarti "nafas," "uap," atau "kesia-siaan" (BDB 211 II, lih. Pkh 1:2). Ada tiga 
kemungkinan implikasi dari nama ini: (1) ini bisa mencerminkan (a) Kekecewaan Hawa mengenai kondisi 
kejatuhannya atau (b) suatu prediksi mengenai kependekan dari kehidupannya; (2) suatu kemungkinan kaitan 
pada kata Akkadia "anak" (ibil); dan (3) orang lain talah menyatakan bahwa ini berhubungan dengankata 
"kelemahan" karena kekecewaan Hawa atas kutukan banyak anak (lih. Kej 3:16). 

4:3 "maka Kain mempersenibahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban 
persembahan" Perhatikan bahwa Kain adalah yang pertama yang memberikan suatu persembahan kepada Tuhan 
(BDB 97, KB 112, Hiphil IMPERFECT). Tidak ada yang secara bawaan lebih rendah antara suatu persembahan 
biji-bijian dibanding persemahan binatang. Apa yang penting adalah dalam iman dari si pemberi korban, bukan 
korbannya itu sendiri. Kemungkinan mereka membawa korban tersebut ke depan pintu gerbang Eden. 

4:4 "Habel juga mempersenibahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya" Kuncinya 
sepertinya ada pada kata "sulung" (BDB 114). Kain membawa beberapa dari hasil pertanianya, namun Habel 
membawa yang terbaik dari ternaknya, yang menunjukan suatu sikap iman dan hormat. Namun haruslah diingat 
bahwa naskah ini sendiri bersifat sangat mendua dan singkat. Kita hams berhati-hati membaca terlalu banyak ke 
dalam catatan-catatan awal ini. 

□ 

NASB "dan lemak-lemaknya" 

NKJV "dan lemaknya" 

NRSV "yakni lemak-lemaknya" 

TEV "bagian terbaik darinya" 

NJB "dan beberapa lemak-lemaknya" 

SEPT "bahkan beberapa dari yang tergemuk di antaranya" 

JPSOA "yang sangat terpilih" 

NET "bahkan yang tergemuk darinya" 

67 



Tampaknya di sini dan di Yudaisme yang kemudian, usus dan lemak yang berhubugan dengannya adalah apa 
yang dipersembahkan di altar: (1) bagian ini dilihat sebagai kursi dari emosi atau (2) lemak adalah lambang 
kemakmuran dan kesehatan. 

Terjemahan SEPT, JPSOA, dan Alkitab NET memahami frasa ini sebagai merujuk bukan pada lemak usus 
yang dikorbankan di altar, namun yang terbaik dari ternak tersebut. Ini lebih cocok dengan konteks. 

□ "maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu" Secara hurufiah ini berarti 
"memandang" dengan suatu konotasi positif (BDB 1043, KB 1609, Qal IMPERFECT, lih. TEV dan NJB). 
Bagaimana caranya tidak pasti walau ada banyak spekulasi. Adalah hal yang nyata bahwa Allah 
mengkomunikasikan sukacitaNya kepada seseorang dan ketidaksukaanNya kepada yang lain. Telah dicatat oleh 
para komentator, baik dari jaman kuno dan moderen, bahwa Allah menerima Habel lebih dulu dan baru 
persembahannya. Ini selalu merupakan urutannya (lih. Ibr 1 1 :4). Masalahnya dengan Kain adalah sikapnya. Ada 
kemungkinan Allah menunjukkan kedaulatanNya dengan mengasihi yanglebih muda dan bukan yang lebih tua. 
Hal ini tampak di seluruh Kejadian. 

4:5 "hati Kain menjadi sangat panas" Kata-kata Ibrani yang menjelaskan emosi Kain sangatlah tajam di sini. 
(BDB 354, KB 351, Qal IMPERFECT ditambah dengan ADVERB "sangat," BDB 547). Perhatikan bahwa ia 
marah kepada Allah namun ia akan melampiaskan kemarahannya keada saudaranya. Konteksnya di sini adalah 
kemarahan di tengah penyembahan. Kemungkinan ia kesal karena ia membawa korban persembahan lebih 
dahulu, namun persembahan Habel diterima, dan persembahannya tidak. 

□ "mukanya muram" Ada suatu permainan kata antara "muram" dalam ay 5 dan 6 (BDB 656, KB 709) dan 
"apakah mukamu tidak akan berseri" dalam ay 7. Istilah "berseri" dapat berarti "diterima" (BDB 669, KB 724, 
Qal INFINITIVE CONSTRUCT, lih. NKJV, NRSV, TEV). 

4:6 "Mengapa hatimu panas" Di sini lagi Allah menanyakan beberapa pertanyaan, bukan untuk informasi, 
namun untuk membantu seseorang untuk memahami perasaan dan motifnya sendiri (lih. ay 9 dan 3:9,1 1,13). 

4:7 "dosa sudah mengintip di depan pintu" Dalam ayat ini dosa dipersonifikasikan sebagai seekor binatang 
buas yang hasratnya adalah untuk menghancurkan (lih. I Pet 5:8). Ada suatu kemungkinan hubungan dengan 
bahasa Akkadia untuk kata "mengintip" yang digunakan bagi iblis (BDB 918, KB 1181, Qal PARTICIPLE). Ini 
menunjukkan kebenaran sifat dosa di dunia kita. 

□ "ia sangat menggoda engkau" Istilah "menggoda" (BDB 1003, KB 1802) digunakan dalam Kej 3:16. Ini 
menunjukkan bahwa maksud dari kejahatan ialah kehancuran kita (yaitu, "mengendalikan" dan "mendominasi"). 

□ "tetapi engkau harus berkuasa atasnya" KATA KERJA nya (BDB 605, KB 647) adalah suatu Qal 
IMPERFECT. Ini menunjukkan bahwa kita bukanlah suatu boneka ditangan kejahatan, namun kita memiliki 
kemampuan, dengan pertolongan Allah, untuk melawan kejahatan (lih. Ef 6:13; Yak 4:7; I Pet 5:9), untuk 
bertobat dan dipulihkan! Kain tidak terikat oleh dosa Adam (lih. Yeh 18:2-4). Memang kita dipengaruhi oleh 
pemberontakan Adam dan Hawa, namun kita bertanggung jawab bagi pilihan-pilihan kita sendiri. 

4:8 "Kata Kain kepada Habel, adiknya" Telah ada banyak diskusi mengenai frasa ini. Beberapa orang 
menyatakan bahwa Kain memberitahu Habel mengenai apa yang telah difirmankan Allah dalam ay 6 dan 7. 
Orang-orang lain menyatakan, sejalan dengan Terjemahan-terjemahan Pentateukh Samaria, Septuaginta, Syriac, 
Vulgate dan RSV, bahwa Kain membujuk nya ke ladang sehingga ia bisa membunuhnya (yaitu pembunuhan 
terrencana). 

□ "Kain memukul Habel" Pasal 3 menekankan cobaan adi kodrati; pasal 4 menekankan perkembangan dari 
sifat kejatuhan Adam dalam umat manusia. Tidak ada yang mencobai di sini, yang ada hanyalah dosa yang telah 
berkembang sepenuhnya yaitu dosa yang diakibatkan oleh dosa Adam dan Hawa dan yang merambat kepada 
seluruh keturunannya (lih. Rom 8:9-18,23; I Yoh 3:12). KATA KERJA "memukul" (BDB 877, KB 1086, Qal 
IMPERFECT) dan "membunuh" (BDB 246, KB 255, Qal IMPERFECT) menunjukkan kekerasan yang 
berkembang. 

68 



NASKAH NASB (UPDATED): 4:9-15 

9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah 
aku penjaga adikku?" 10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak 
kepada-Ku dari tanah. n Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang 
mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 12 Apabila engkau 
mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; 
engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi." 13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku 
itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan 
aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa 
yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." ls Firman TUHAN kepadanya: "Sekali- 
kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian 
TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan 
dia. 



4:9 "Apakah aku penjaga adikku?" Masalah besar dengan Kain adalah hatinya yang tak bertobat. Istilah 
"penjaga" dapat berarti "gembala" (BDB 1036, KB 1581, Qal ACTIVE PARTICIPLE), yang mungkin 
merupakan suatu permainan pada pekerjaan Habel (lih. ay 2). 

4:10 "Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah" Frasa ini sangatlah menentukan ("berteriak" BDB 
858, KB 1042, Qal ACTIVE PARTICIPLE). Bagi orang Ibrani, daya kehidupan adalah di dalam darah (lih. Im 
17:11; Wah 6:9,10). Kata "darah" berbentuk JAMAK dalam bahasa Ibrani. Rashi mengatakan keJAMAKan ini 
menunjuk pada Habel dan kemungkinan benih-benihnya. KeJAMAKan ini juga menunjukkan intensitas. 

4:11 "sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah" Ini adalah kutukan pertama yang langsng 
pada manusia. Dengan dosa Adam tanah terkutuk. Sangatlah penting bahwa Kain yang adalah seorang petani, 
tidak dapat lagi mengguhakan hal ini sebagai pekerjaannya. Ia dibuang ke padang gurun yang adalah tempat 
kediaman iblis dan dengan hal ini tidak ada aktivitas pertanian. 

4:12 "tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu" Ini adalah sebuah bentuk Hiphil 
JUSSIVE (BDB 414, KB 418). Banyak komentator telah menyatakan bahwa ini adalah alasan mengapa keturunan 
Kain lebih mengembangkan kehidupan perkotaan dan bukannya kehidupan pedesaan (lih. ay 16-24). 

□ "engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara" Kedua istilah yang mirip bunyinya ini (BDB 631, 
KB 681 dan BDB 626, KB 678, lih. ay 14) menjelaskan kehidupan pengembaraan Kain. Istilah-istilah ini adalah 
permainan kata pada tanah Nod (BDB 627 II). Permainan kata-kata ini menunjukkan pembentukan kesastraan 
dari pasal-pasal awal ini. 

4:13 "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung" Kain tidak menyesali perbuatannya 
namun ia menyesali konsekuensinya. 

4:14 "menghalau aku sekarang dari tanah ini" Ini adalah akibat dosa Kain pada pekerjaan sementara frasa 
berikutnya "aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu" adalah akibat rohani (lih. 3:8) dari dosa Kain. 

□ "barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku" Kain takut akan 
kehidupannya. Para rabi mengatakan bahwa ia takut akan binatang-binatang. Namun demikian, konteksnya 
sepertinya mengisyaratkan bahwa saudara-saudaranya sendiri, yang akan menjadi "go'els" (penebus darah) bagi 
Habel, akan membunuhnya. Ini mengisyaratkan bahwa Adam dan Hawa mempunyai banyak anak yang tak 
disebutkan namanya. 

Ada suatu diskusi yang sangat menarik mengenai hubungan Adam dan Hawa terhadap makhluk-makhluk 
purba seperti manusia yang lain dalam karya Kidner Komentari Kejadian Tyndale dan diskusi antropologi 
Bernard Ramm dalam Pandangan Kristen akan Emu Pengetahuan dan Kitab Suci. Ayat ini mengisyaratkan ada 
banyak makhluk-makhluk rasional lainnya. Untuk diskusi mengenai makhluk-makhluk seperti manusia dan 
tanggal pendudukan mereka dari Timur Dekat kuno lihat karya R. K. Harrison Pengantar Perjanjian Lama, hal. 

69 



147-163 dan Siapakah Adam itu? oleh Fazale Rana dan Hugh Ross. 

Jika Kain mengawini seorang yang bukan homosapien tanpa Roh Allah, maka Kej 6:1-4 akan berarti 
campuran antara makhluk ciptaan khusus Allah dengan binatang berkaki dua dan bukannya manusia dengan 
malaikat. 

4:15 "dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat" Kata "tujuh kali lipat" sepertinya berarti pembalasan yang 
lengkap (BDB 988). Nampaknya Allah membiarkan Kain hidup sebagai tanda dosa yang lebih memedihkan lagi. 
Para rabi mengatakan bahwa Allah akan melakukan pembalasan padanya dalam tujuh generasi yaitu sampai pada 
Lamekh. Ada suatu legenda kerabian bahwa ayat 23 menunjuk pada Lamekh dan anaknya, Tubal-Kain, 
membunuh Kain secara tidak sengaja. 

□ "menaruh tanda pada Kain" Ini bisa jagi suatu tanda (BDB 16, "sebuah tanda") dari (1) kemurahan Allah 
di tengah penghukuman atau (2) Penetapan Allah akan penghakimanNya dari waktu-ke waktu. Para rabi 
mengatakan bahwa Allah menaruh sebuah tanduk binatang di tengah kepala Kain. Namun demikian, sepertinya 
lebih memungkinkan bahwa ini adalah suatu tanda di dahinya (lih. Yeh 9:4,6). 



NASKAH NASB (UPDATED): 4:16 

16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. 



4:16 "Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN" Ini sepertinya merupakan akibat jasmani yang melambangkan 
akibat rohaninya ("pergi" BDB 422, KB 425, Qal IMPERFECT). Ayat 16-24 sungguh-sungguh menunjukkan 
manusia yang dibuang memulai suatu sistem dunia yang terpisah dari Allah. Sistem dunia yang anti-YHWH ini 
dapat dilihat dalam kerajaan-kerajaan dari penglihatan Daniel. Ini menjadi dilambangkan dalam pelacur besar dari 
Babel dalam kitab Wahyu dan dalam penggunaan Yohaners akan istilah "dunia." 

□ "tanah Nod" "Nod" adalah suatu kata Ibrani untuk "mengembara" atau "tanah dari para pengembara" (BDB 
627 II). Ini jelas merupakan permainan pada nama Kain. Kita tidak tahu di mana lokasi dari tempat ini namun 
yang pasti lebih ke sebelah timur lagi dari Eden daripada tempat Adam dan hawa pergi. 



NASKAH NASB (UPDATED): 4:17-22 

17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; 
kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya. 18 Bagi 
Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, 
dan Metusael memperanakkan Lamekh. "Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, 
yang lain Zila. 2(l Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan 
memelihara ternak. 21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan 
kecapi dan suling. 22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan 
tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama. 



4:17 "Kain bersetubuh dengan isterinya" Siapakah yang dikawininya? Kebanyakan ahli konservatif berasumsi 
bahwa ia kawin dengan salah satu saudara perempuannya, namun ini tak pernah dinyatakan dalam Alkitab. Kej 
5:4 memang menyatakan bahwa Adam dan Hawa memiliki anak-anak laki-laki dan perempuan lain. Orang 
bertanya-tanya mengenai orang-orang di luar taman yang ditakuti Kain dalam 4: 14 (lihat catatan pada 4: 14). 

□ "mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh" Semua etimologi dari nama-nama ini 
sangatlah meragukan. Nama Henokh bisa berarti "pemula" atau "pendahulu" (BDB 335). Ada suatu kemiripan 
yang nyata antara daftar anak-anak Kain dan daftar anak-anak Set di pasal 5 (mis. Henokh dan Lamekh). Alasan 
tepatnya bagi kemiripan etimologis ini tidak pasti, namun ini menunjukkan (1) bahwa kedua keluarga memliki 
banyak hubungan sosial, atau (2) perbedaan rohani dari dua Henokh ini. 

Juga perhatikan bahwa panjang kehidupan dari keturunan Kain tidak disebutkan. Ini bisa mengisyaratkan 
bahwa umur yang panjang dari keturunan Set adalah perlambang dari kemasyuran atau pujian (sedemikian juga 
dengan daftar dari sepuluh raja-raja Sumeria yang memiliki umur sangat panjang sebelum dan sesudah air bah. 
Panjang kehidupan ini menurun setelah air bah namun masih sangat panjang untuk ukuran sekarang). 

70 



□ "Kain mendirikan suatu kota" Ini sepertinya merupakan tantangan langsung terhadap perintah Allah 
bahwa ia akan menjadi pengembara (lih ay 12,14). Orang-orang lain telah melihat hal ini sebagai suatu contoh 
dari ketakutan Kain bahwa seseorang akan membunuhnya; oleh karenanya, ia mendirikan sebuah benteng untuk 
melindungi dirinya dan keluarganya (serupa dengan maksud dari Menara Babel). 

4:18 "Bagi Henokh lahirlah Irad" kemungkinan etimologi dari kata ini adalah: (1) hiasan/semarak kota; (2) 
warga kota; atau (3) tangkas (BDB 747). 

□ "Mehuyael" Kemungkinan etimologi dari kata ini adalah: (1) "Allah adalah pemberi hidup"; (2) "Allah ialah 
pemberi mata air kehidupan"; (3) "dipukul oleh Allah"; atau (4) "dibentuk oleh Allah" (BDB 562). 

□ "Metusael" Kemungkinan etimologi dari kata ini adalah (1) "Hamba Allah"; (2) "orang muda yang kuat"; 
atau (3) "raja" (BDB 607). 

4:19 "Lamekh mengambil isteri dua orang" Ini adalah catatan pertama mengenai poligami dan ini dimulai 
dalam garis keturunan Kain yang jatuh. Nama Lamekh tidak jelas asalnya (BDB 541). 

□ "Ada. . .Zila" Kedua nama wanita ini adalah permainan pada istilah-istilah bagi kecantikan jasmani. Para rabi 
mengatakan bahwa satu diantaranya adalah istrinya untuk melahirkan anak, dan yang lain adalah gundiknya untuk 
kenikmatan semata. Nama "Ada" bisa berarti "hiasan" atau "pagi" (BDB 725), sementara nama "Zila" sepertinya 
berarti "bayangan" atau "naungan," "gemerincing" atau "pemain musik" (BDB 853). 

4:20 "Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak" Kata in 
sepertinya berarti "pengembara" (BDB 385 II), yang menjelaskan kehidupan pengembaraan yang nampaknya ia 
kembangkan. 

4:21 "Yubal... semua orang yang memainkan kecapi dan suling" Beberapa orang menyatakan bahwa nama 
ini berarti "bunyi." Inilah awal dari bakat-bakat ketrampilan musik tertentu. Musik diubungkan dengan si jahat 
dalam Yehezkiel 18:13. Sebagaimana semua karunia Allah, ini bisa disesatkan. Kelompok suku bangsa ini tidak 
hanya mengembangkan alat-alat musik berdawai namun juga alat-alat tiup. 

4:22 "Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi" Orang ini (BDB 1063) adalah yang pertama 
yang membuat senjata untuk perang. Ada kemungkinan bahwa ke tiga orang yang disebutkan dalam ay 21-22 ini 
dinamai untuk mencerminkan pekerjaan mereka. 

□ "Naama" Nma ini berarti "ramah" atau "cantik" (BDB 653 I). Para rabi mengatakan bahwa ia kawin dengan 
Nuh namun ini sangatlah tidak mungkin. 



NASKAH NASB (UPDATED): 4:23-24 

23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri- 
isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki 
karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; 24 sebab jika 
Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat." 



4:23 "Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu" Ini adalah penggunaan puisi pertama kalinya yang 
dicatat dalam Alkitab (sekitar 40% dari PL adalah dalam bentuk puisi). Secara ketatabahasaan ini berhubungan 
dengan ayat 22. Legenda kerabian mengatakan bahwa kedua istrinya ini telah meninggalkan dia karena ia telah 
membunuh Kain secara tidak sengaja dan juga anaknya, Tubal-Kain, saat berburu. Sepertinya hal ini sangat 
khayal. Apa yang sesungguhnya ditekankan adalah perkembangan dari dosa sedemikian sehingga Lamekh 
bersesumbar atas kerasnya pembalasannya. Beberapa orang telah menyatakan bahwa ia mengangkat senjata 
perang yang pertama dari Tubal-Kain dan menjadikannya bualan berirama. Telah ada banyak diskusi di antara 
para komentator mengenai elemen waktunya (lampau, masa depan). Kebanyakan mengasumsikan bahwa hal-hal 
ini menunjuk pada sesuatu yang akan terjadi, bukan sesuatu yang telah terjadi. 

71 



4:24 "tujuh puluh tujuh kali lipat" Ini menunjukkan keparahan pembalasan Lamekh (lih. 4:15). Beberapa 
komentator melihat suatu kontras antara hal ini dengan kata-kata Yesus mengenai pengampunan dalam Mat 
18:21,22. 

NASKAH NASB (UPDATED): 4:25-26 

25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan 
menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti 
Habel; sebab Kain telah membunuhnya." 2 'Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu 
dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN. 

4:25-26 Ini secara konteks harusnya merupakan bagian dari pasal 5. Pembagian pasal dan ayat bukanlah bagian 
dari naskah asli baik PL Ibrani maupun PB Yunani. 

4:25 Ini adalah satu lagi permainan kata antara kata Ibrani "ditunjuk" (shot, BDB 1011, KB 1483, Qal 
PERFECT) dan Set (shet, BDB 1011 I). Permainan kesastraan (bunyi) atas nama-nama dalam Kej 1-11 ini 
menunjukkan sifat dari kesastraanya. 

4:26 "anak itu dinamainya Enos" Ini adalah satu dari kata-kata Ibrani untuk "laki-laki" (BDB 60), bersinonim 
dengan Adam (lih. Ayb 25:6; Maz 8:4; 96:3; 144:3; Yes 51:12; 56:2). 

□ "Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN" Sepertinya ini mengisyaratkan kebaktian umum 
reguler karena penggunaan dari nama perjanjian Illahi YHWH. Banyak orang melihat suatu kontradiksi antara 
ayat ini dan Kel 6:3. Kemungkinan, manusia telah menggunakan nama YHWH tanpa mengetahui arti 
pentingannya secara penuh sampai pada jaman Musa. Inilah awal dari garis silsilah keMesiasan (lih. Luk 3:38). 



72 



KEJADIAN 5 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Keturunan Adam 


Keluarga 


Adam 


Generasi Dari Adam 


Keturunan Adam 


Para Kepala Keluarga 








sampai pada Nuh 






sebelum Air Bah 


5:1-2 


5:1-5 




5:1-2 


5:1-5 




5:1-2 


5:3-5 






5:3-5 






5:3-5 


5:6-8 


5:6-8 




5:6-8 


5:6-8 




5:6-8 


5:9-11 


5:9-11 




5:9-11 


5:9-11 




5:9-11 


5:12-14 


5:12-14 




5:12-14 


5:12-14 




5:12-14 


5:15-17 


5:15-17 




5:15-17 


5:15-17 




5:15-17 


5:18-20 


5:18-20 




5:18-20 


5:18-20 




5:18-20 


5:21-24 


5:21-24 




5:21-24 


5:21-24 




5:21-24 


5:25-27 


5:21-24 




5:21-24 


5:21-24 




5:21-24 


5:28-31 


5:28-31 




5:28-31 


5:28-31 




5:28-31 


5:32 


5:32 




5:32 


5:32 




5:32 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:1-2 

^nilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia 
menurut rupa Allah; 2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. la memberkati mereka dan 
memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. 

73 



5:1 "keturunan" Istilah ini (BDB 410) diulangi sepuluh kali dalam Kejadian (lih. 2:4; 5:1; 6:9; 10:1; 11:10,27; 
25:12,19; 36:1; 37:2). Ini sepertinya mengisyaratkan suatu dokumen tertulis (kemungkinan tablet tanah liat atau 
gulungan kitab kulit). Dalam tablet berhuruf runcing Mesopotamia kuno suatu kata atau frasa digunakan untuk 
mengaitkan beberapa tablet tanah liat sebagai suatu keseluruhan karya sastra. (yaitu tanda penerbit). Saya percaya 
bahwa Musa menggunakan (1) tradisi-tradisi lisan, (2) sumber-sumber tertulis dari pada kepala-kepala keluarga, 
dan juga (3) perwahyuan langsung untuk menuliskan Pentateukh. 

Frasa ini diulangi banyak kali dalam Kejadian. Ini selalu menutup suatu konteks. Fungsinya adalah sebagai 
tanda penutup kesastraan. 

□ "Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah" Ini mungkin memulai satu lagi tablet batu berhuruf 
runcing karena ini merangkum Kejadian 1-2. 

5:2 "memberikan nama Manusia" Perhatikan bahwa ini adalah penggunaan secara umum dari kata adam, 
sementara ay 3 adalah penggunaan khususnya. Penggunaan umum ini adalah satu peneguhan lagi mengenai 
kesetaraan, sebagaimana juga 1:26-27. 

□ "pada waktu" Ini adalah penggunaan akan kata "hari", bukan sebagai jurun waktu dua puluh empat jam. 
Penggunaan yang sama dapat dilihat dalam Kej 2:4; Maz 90:4. Lihat Topik Khusus pada 1:5. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:3-5 

3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan 
gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. 4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus 
tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 'Jadi Adam mencapai umur sembilan 
ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati. 



5:3 "Adam... memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya" Ada dua kemungkinan 
penafsiran frasa ini: (1) seperti binatang-binatang darat lainnya, Adam menghasilkan keturunan yang sejenis 
dengannya (lih. 1:11) atau (2) ini menunjukkan bahwa gambar Allah (lih. 1:26-27) masih ada pada umat manusia 
bahkan setelah kejatuhan. 

5:5 "jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun" Telah ada banyak diskusi mengenai 
panjang kehidupan manusia sebelum dan tepat setelah air bah (yaitu. here has been much discussion about the 
length of human life before and immediately after the great flood (i.e. periode purba). Beberapa orang 
menyatakan bahwa (1) ini adalah kiasan; (2) mereka menghitung tahun secara berbeda; (3) dosa belum merasuki 
dunia seperti saat ini; atau (4) angka yang besar digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada para 
pemimpin terdahulu sebagaimana dalam daftar sepuluh raja-raja purba Sumeria. Dalam daftar tersebut, raja-raja 
sebelum air bah hidup jauh lebih panjang daripada raja-raja setelah air bah, mirip dengan silsilah dari AM tab. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:6-8 

'Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos. 7 Dan Set masih hidup delapan ratus 
tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati. 



Ini dirujuk sebelumnya dalam 4:26. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:9-11 

'Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan. 1(l Dan Enos masih hidup 
delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak 
lelaki dan perempuan. "jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati. 



5:10 "Kenan" Ini bisa berarti: (1) "penguasa"; (2) "anak"; (3) "makhluk ciptaan"; (4) "pemuda"; atau (5) "ahli 
tombak" (BDB 884). Nyatalah dengan banyaknya pilihan ini (sebagaimana hampir selalu demikian) kita tidak 
tahu apa arti kata ini sesungguhnya. 

74 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:12-14 

12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel. 13 Dan Kenan masih hidup 
delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak- 
anak lelaki dan perempuan. 14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati. 



Nyatalah bahwa ini adalah pernyataan-pernyataan kesastraan yang bersifat paralel atau standar. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:15-17 

ls Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared. 16 Dan Mahalaleel masih 
hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak- 
anak lelaki dan perempuan. 17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, 
lalu ia mati. 



5:15 "Mahalaleel" Ini berarti "yang terpuji dari Allah" (BDB 239). 
□ "Yared" Ini berarti "keturunan" (BDB 434). 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:18-20 

18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh. "Dan Yared masih 
hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki 
dan perempuan. 2(l Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati. 



5:18 "Henokh" Ini bisa berarti (1) "pemula"; (2) "berbakti/mengabdi"; or (3) "pendahulu" (BDB 335). Lihat 
catatan pada 4:17b untuk kemiripan dalam nama antara keturunan Kain (pasal 4) dan keturunan Set (pasal 5). 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:21-24 

2 'Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. 22 Dan Henokh hidup 
bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia 
memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh 
lima tahun. 24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh 
Allah. 



5:21 "Metusalah" ini bisa berarti (1) "manusia lembing" atau (2) "manusia senjata" (BDB 607). Ia dikatakan 
memiliki umur lebih panjang dari seluruh orang di dalam Alkitab namun tidak terdapat alasan atau penekanan 
yang dilampirkan pada fakta ini. Para rabi mengatakan bahwa air bah datang pada hari kematian Metusalah. 

5:22 "Henokh hidup bergaul dengan Allah" Istilah Ibrani ini (BDB 229, KB 246) adalah pokok Hithpael yang 
menyatakan persekutuan intim hampir sampai pada titik "hidup bersama." Sebagaimana dengan semua nama- 
nama Ibrani kuno ini, kita secara sederhana, tidak yakin apa arti kata setepatnya (BDB 335). Ibrani 11:5 
menjelaskan perjalanan iman Henokh. Satu-satunya orang lain lagi yang disebut dengan frasa yang sama ini 
adalah Nuh dalam 6:9. 

5:24 "sebab ia telah diangkat oleh Allah" kata yang sama ini (BDB 542, KB 534, Qal PERFECT) digunakan 
untuk menjabarkan Elia dalam II Raj 2:3,5,9,10. Ini mengisyaratkan perpindahan ke dalam hadirat Allah tanpa 
menghadapi kematian jasmani. Hubungan Henokh dengan Allh menghasilkan persekutuan pribadi yang intim. 
Dalam suatu pasal yang kenyang dengan frasa "lalu ia mati" hal ini merupakan suatu contoh yang menyegarkan 
dari pengharapan (1) akan kasih Allah dan (2) bagi semua yang percaya kepadaNya. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:25-27 

2 'Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh. 26 Dan 
Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia 

75 



memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam 
puluh sembilan tahun, lain ia mati. 



5:26 "Lamekh" Nama ini kemungkinan berarti: (1) "kuat" (2) "masa muda"; (3) "pejuang"; atau (4) "penakluk" 
(BDB 541). KB menyebutkan suatu akar kata Arab yang berarti "orang yang sangat kuat." Nama ini juga 
ditemukan dalam garis keturunan Kain (lih. 4:18 dst). Ini mengisyaratkan (1) nama ini adalah nama umum atau 
(2) ada beberapa keterkaitan antara kedua silsilah. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:28-31 

28 Setelah Lamekh hidup se ratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki, 
2, dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam 
pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN." 3(l Dan Lamekh masih 
hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan 
anak-anak lelaki dan perempuan. 31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu 
ia mati. 



5:28 Betapa berlawanannya kedua Lamekh ini. Yang satu suka membual tentang pembalasan dendam (gais 
keturunan Kain); yang lain adalah harapan akan rahmat Allah (garis keturunan Set)! 

5:29 "Nuh. . .penghiburan" Ini adalah suatu etimologi populer dan bukan filologis dari kata "penghiburan" 
(BDB 629). Ini sepertinya menyatakan iman Lamekh, bahwa melalui Nuh, suatu pembalikan yang signifikan dari 
kutukan dari Kej 3:17 akan terjadi. Ini adalah pernyataan iman Lamekh. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:32 

32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet. 



5:32 "Sem" Kata ini bisa berarti "termasyur" atau "nama" (BDB 1028). 

□ "Ham" Kata ini bisa berarti "menjadi panas" atau "menjadi gelap" (BDB 325). 

□ "Yafet" Kata ini bisa berarti "cantik/indah" atau "menyebar" (BDB 834). 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap AM tab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal4ial pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah hubungan secara teologis antara Kejadian 4 dan 5? 

2. Mengapa silsilah Kain berkembang dan secara total hilang dari Kitab Suci? 

3. Mengapa nama-nama kaum Kain dan Set sebegitu serupa? 

4. Apa yang terjadi pada Henokh? 



76 



KEJADIAN 6:1-22 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Kecurangan 
Manusia 


Umat 


Kejahatan dan 
Penghakiman Manusia 


Kelahiran Kaum 
Nephilim 


Kejahatan Manusia 


Anak-anak Allah dan 
Para Wanita 


6:1-4 




6:1-4 


6:1-4 
Air Bah 

(6:5-8:22) 


6:1-4 




6:1-4 

Kecurangan Umat 
Manusia 


6:5-8 




6:5-8 

Nuh Menyenangkan 
Allah 


6:5-8 


6:5-8 
Nuh 




6:5-8 


6:9-10 




6:9-10 


6:9-10 


6:9-12 




0.25625 
6:9b-12 


6:11-12 




6:11-13 


6:11-22 






Persiapan Menghadapi 
Air Bah 

(6:13-7:16) 


6:13-22 




Bahtera Telah Siap 
6:14-21 

6:22 




6:13-22 




6:13-16 

6:17-22 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



77 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 6:1-4 

^etika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak- 
anak perempuan, 2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik- 
cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai 
mereka. 3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena 
manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." 4 Pada waktu itu orang- 
orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak- 
anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang- 
orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 



6:1 "manusia" Ini adalah penggunaan secara umum kata ini (lih. 5:2). Jika kata ini digunakan dalam pengertian 
umum dalam ay 2 yang sepertinya lebih memungkinkan maka teori kemalaikatan diperkuat. 

□ "dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan" Ini tidak mengisyaratkan bahwa ini anak-anak ini adalah 
anak-anak perempuan pertama (lih. 5:4) namun suatu penyataan umum dari perluasan ras manusia (BDB 408, KB 
41 1, Qal PASSIVE PERFECT). 

6:2 "anak-anak (laki-laki) Allah" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: "ANAK-ANAK ALLAH" DALAM KEJADIAN 6 

A. Ada perbedaan besar atas pengidentifikasian frasa "anak-anak Allah." Telah ada tiga penafsiran utama 

1. frasa ini menunjuk pada garis keturunan Set yang saleh (lih. Kej 5, lihat catatan pada 4:14) 

2. frasa ini menunjuk pada sekelompok makhluk-makhluk kemalaikatan 

3. frasa ini menunjuk pada raja-raja atau tirani-tirani dari garis keturunan Kain (lih. Kej 4) 

B. Bukti bagi frasa ini menunjuk pada garis keturunan Set 

1. konteks kesastraan terdekat dari Kej 4 dan 5 menunjukkan perkembangan dari garis keturunan Kain 
yang memberontak dan garis keturunan Set yang tepilih. Oleh karena itu, bukti kontekstual sepertinya 
lebih condong pada garis keturunan Set yang saleh. 

2. para rabi telah terbagi mengenai pemahaman mereka mengenai perikop ini. Beberapa menyatakan 
bahwa ini menunjuk pada Set (namun kebanyakan pada malaikat). 

3. frasa jamak "anak-anak Allah," walau paling sering digunakan untuk makhluk kemalaikatan, 
sangatlah jarang menunjuk pada manusia 

a. Ul 14: 1 - "anak-anak dari YHWH Allahmu" 

b. Ul 32:5 - "anak-anak Nya" 

c. Kel 22:8-9; 21:6 (kemungkinan hakim Imamat) 

d. Maz 73: 15 - "anak-anak Mu" 

e. Hos 1:10- "anak-anak Allah yang hidup" 

C. Bukti bagi frasa ini merujuk pada makhluk-makhluk kemalaikaan 

1. ini telah menjadi pemahaman tradisional yang paling umum mengenai perikop ini. Konteks yang 
lebih luas dari Kejadian bisa mendukung pandangan ini sebagai satu contoh lain dari kejahatan yang 
adi kodrati yang mencoba untuk menggagalkan kehendak Allah bagi umat manusia (para rabi 
mengatakannya atas dasar kecemburuan) 

2. frasa jamak ("anak-anak Allah") ini sangat banyak digunakan dalam PL untuk malaikat-malaikat 

a. Ayub 1:6 

b. Ayub 2:1 

c. Ayub 38:7 

d. Mazmur29:l 

e. Mazmur 89:6,7 

f. Daniel 89:6 

78 



3. kitab-kitab antar perjanjian I Henokh (lih. I Henokh 6:1-8:4; 12:4-6; 19:1-3; 21:1-10) dan Yobel (lih. 
Ayub 5:1), yang sangat populer di antara orang percaya dalam periode PB, sejalan dengan Apokrip 
Kejadian dari Gulungan Kitab Laut Mati, menafsirkannya sebagai malaikat-malaikat pemberontak. 

4. konteks terdekat dari pasal 6 sepertinya mengisyaratkan bahwa "orang -orang perkasa jaman purba, 
orang termasyur" berasal dari pencampur adukan yang tidak tepat dari urutan penciptaan ini 

5. Septuaginta menterjemahkan frasa "anak-anak Allah" ini sebagai "malaikat-malaikat Allah" 

6. I Henokh bahkan menyatakan bahwa Air Bah Nuh datang untuk membinasakan persatuan 
manusia/malaikat yang memusuhi Allah dan rencana Nya bagi penciptaan (lih. I Henokh 7:1 dst; 15:1 
dst; 86:1 dst) 

7. dalam sastra Ugarit "anak-anak Allah" menunjuk pada anggota-anggota dari pantheon (yaitu 
makhluk-makhluk yang kurang rohani) 

D. Bukti bagi frasa ini merujuk pada raja-raja atau tirani-tirani dari garis keturunan Kain 
1. ada beberapa terjemahan kuno yang mendukung pandangan ini 

a. Targum dari Onkelos (abad kedua M) menterjemahkan "anak-anak Allah sebagai anak-anak 
bangsawan" 

b. Terjemahan PL bahasa Yunani Symmachus (abad kedua M), menterjemahkan "anak-anak Allah" 
sebagai anak-anak raja-raja" 

c. Istilah "elohim" digunakan untuk para pemimpin Israel (lih. Kel 21:6; 22:8; Maz 82:1,6), catat 
Alkitab NIV dan NET. 

d. Nephilim dikatikan pada Gibborim dalam Kej 6:4, Gibborim berasal dari kata Gibbor yang 
berarti "seorang perkasa yang penuh keberanian; kekuatan; kemakmuran atau kuasa 

e. Penafsiran ini dan buktinya di ambil dari Kata-kata Keras Alkitab hal. 106-108. 

E. Bukti Sejarah dari pedukung kedua penggunaan 
1 . frasa tersebut menunjuk pada kaum Set 



a. 


Cyril dari Aleksander 


e. Kalvin 




b. 


Theodoret 


f. Kyle 




c. 


Agustinus 


g. Gleason Archer 




d. 


Jerome 


h. Watts 




frasa tersebut menunjuk pada makhluk-makhluk kemalaikatan 




a. 


para penulis Septuaginta 


g. Tertullian 


m. Olford 


b. 


Filo 


h. Origen 


n. Westermann 


c. 


Yosefus {Antiquities 1:3:1) 


i. Luther 


o. Wenham 


d. 


Yustinus Martyr 


j. Ewald 


p. Alkitab NET 


e. 


Irenaeus 


k. Delitzsch 




f. 


Klemens dari Aleksandria 


1. Hengstenberg 





F. Bagaimana kaum "Nephilim" dari Kej 6:4 berhubungaan dengan "anak-anak Allah" dan "anak-anak 
perempuan manusia dari Kej 6: 1-2? Catat teori -teori ini: 

1. Mereka adalah raksasa-raksasa (lih. Bil 13:33) hasil persatuan antara para malaikat dan wanita 
manusia. 

2. Mereka tidak berhubungan sama sekali. Secara sederhana mereka disebutkan sebagai di dunia di 
jaman peristiwa Kej. 6:1-2 dan juga setelahnya. 

3. R. K. Harrison dalam Pengantar keada Perjanjian Lama, hal. 557, memiliki kutipan tersamar 
berikut, "untuk melalaikan secara keseluruhan wawasan-wawasan antropologis yang tak ternilai ke 
dalam saling keterhubungan dari Homo sapiens dan spesies pra-Adam yang terkandung dalam 
perikop ini, dan yang setuju dengan para ahli yang memiliki cukup kemampuan untuk mengejarnya." 

Ini bagi saya mengisyaratkan bahwa ia melihat kedua kelompok ini sebagai mewakili perbedaan 
kelompok kemanusiaan. Hal ini akan mengisyaratkan suatu penciptaan khusus Adam dan Hawa, 
namun juga suatu perkembangan secara evolusi dari Homo erectus. 



79 



G. Hanyalah adil untuk mengungkapkan pemahaman saya sendiri akan naskah yang kontroversial ini. 
Pertama, ijinkan saya mengingatkan kita semua bahwa naskah dalam Kejadian adalah singkat dan tidak 
jelas. Para pendengar pertama Musa asti telah memiliki tambahan wawasan kesejarahan atau Musa 
menggunakan tradisi lisan atau tertulis dari periode para kepala keluarga yang ia sendiri tidak memahami 
sepenuhnya. Masalah ini bukanlah suatu pokok bahasan yang krusial. Kita sering merasa ingin tahu akan 
hal-hal yang disinggung Kitab Suci namun kurang jelas. Akan sangat tidak menguntungkanlah untuk 
membangun suatu teologia yang rinci atas dasar hal ini atau kepingan-kepingan informasi alkitabiah yang 
serupa. Jika kita memerlukan informasi ini Allah pasti sudah menyediakannya dalam suatu bentuk ang 
lebih lengkap dan jelas. Saya secara pribadi percaya ini adalah para malaikat dan manusia karena: 

1 . penggunaan secara konsisten, walau tidak eksklusif frasa "anak-anak Allah" bagi malaikat dalam PL. 

2. Septuaginta (Aleksandria) menterjemahkan (akhir abad pertama SM) "anak-anak Allah" sebagai 
malaikat-malaikat Allah" 

3. kitab pseudepigraf nubuatan I Henokh (kemungkinan ditulis sekitar 200 SM) bersifat sangat spesifik 
bahwa ini menunjuk pada para malaikat (lih. pasal 6-7) 

4. kaitan teologis kepada II Pet 2 dan Yudas tentang para malaikat yang berdosa dan tidak memelihara 
posisi mereka yang sepantasnya 

Saya tahu bahwa bagi beberapa orang ini sepertinya bertentangan dengan Mat 22:30, namun para 
malaikat ini bukanlah di surga, ataupun di ddalam suatu penjara khusus (Tartarus). 

5. Saya pikir bahwa satu alasan banyaknya peristiwa dari Kejadian 1-11 ditemukan dalam budaya- 
budaya lain (yaitu catatan peristiwa penciptaan yang mirip, catatan air bah yang serupa, catatan 
mengenai malaikat yang mengawini perempuan manusia yang) adalah karena semua manusia adalah 
bersama-sama dan memiliki suatu pengertian akan YHWH dalam periode ini, namun setelah 
pemisahan Menara Babel pengetahuan ini menjadi tergerogoti dan diadaptasikan kepada model 
politeistik. 

Sebuah contoh bagus mengenai hal ini adalah mitologi Yunani di mana raksasa yang setengah 
manusia dan setengah manusia super yang disebut Titan dipenjarakan di dalam Tartarus, nama yang 
sama ini digunakan hanya sekali dalam Alkitab (lih. II Pet 2) untuk tempat penahanan malaikat- 
malaikat yang tidak mempertahankan posisi mereka yang sepantasnya. Dalam teologia kerabian 
Hades dibagi menjadi bagian bagi orang benar (firdaus) dan satu bagian bagai yang jahat (Tartarus). 



□ "anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik" Istilah "cantik" secara hurufian adalah "baik" atau 
"wajar/cantik" (BDB 373). Ini telah menjadi suatu konsep teologis kunci dari pasal 1 (khususnya 1:31). Apa yang 
Allah lihat sebagai baik sekarang dilihatNya sebagai jahat (lih. ay 5-6). 

□ "mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka" 

Frasa pertama mengisyaratkan perkawinan yang akan bertentangan dengan pandangan bahwa ini adalah malaikat 
(BDB 542, KB 534, Qal IMPERFECT). Namun demikian, frasa kedua mengisyaratkan bahwa mereka wanita- 
wanita yang sudah pernah kawin ataupun belum, siapapun yang mereka pilih (BDB 103, 119, Qal PERFECT). 
Ini bisa mngisyaratkan (1) makhluk-makhluk kemalaikatan atau (2) para pemimpin manusia yang perkasa dari 
garis keturunan Kain (yaitu para tirani) yang melakukan poligami. 

6:3 "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia" Isitlah "tinggal" dapat diterjemahkan 
sebagai "berjuang keras" (BDB 192, KB 220, Qal IMPERFECT, lih. NRSV "berdiam"). Ini bisa menunjuk pada 
(1) kesabaran Allah (yaitu Ia menunda air bah sampai bahtera selesai dibangun lih. I Pet 3:20) atau (2) jangka 
kehidupan manusia yang dikurangi. 

Bagaimana 6:3 berhubungan dengan 6:1-2 dan 6:4? Sangatlah sukar untuk mengikuti maskud dari si penulis 
asli melalui konteks ini. Kemungkinan meskipun manusia telah bercampur dengan malaikat mereka masih akan 
mati. Sebagaimana hawa "melihat" dan mengambil demikian pula sekarang "anak- anak Allah" "melihat" dan 
mengambil, yaitu mengisyaratkan jenis pemberontakan yang sama (yaitu kemungkinan menggenggam hidup 
kekal dan kemandirian). 

□ "karena manusia itu adalah daging" Sepertinya ini menambah bobot pada penafsiran bahwa orang-orang 
lain yang dibicarakan di perikop ini adalah makhluk-makhluk kemalaikatan dalam pertentangan dengan manusia 

80 



yang fana. AM tab Bahasa Inggris Sehari-hari (Today's English Version) menterjemahkan "mereka fana." 

□ "tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja" Ini sepertinya mengisyaratkan suatu kurun waktu 
kemurahan (lih. II Pet 2:5) yang menyatakan bahwa Nuh berkhotbah ditahun-tahun ini, oleh karena itu, ini 
menunjuk pada waktu sampai datangnya air bah. Ini juga bisa menunjuk kepada jangka hidup manusia yang 
diperpendek setelah datangnya air bah. 

6:4 "Orang-orang raksasa" ini mengisyaratkan "mereka yang telah jatuh" (dari bahasa Ibrani naphal, BDB 658, 
KB 709). Bagi saya sepertinya mereka beranalogi dengan para raksasa (lih. Bil 13:33; juga Ul 2:10-11; 9:2; dan 
Septuaginta, terjemahan Vulgate dan Peshitta). Namun demikian, para penafsir lain seperti Martin Luther dan 
H.C. Leupold menegaskan bahwa istilah ini harusnya ditafsirkan sebagai para tirani yang mengisyaratkan raja- 
raja perkasa dai garis keturunan Kain yang memiliki kumpulan selir (harem) yang besar. 

J. Wash Watts dalam Pengajaran Perjanjian Lama, hal. 28-30, mengatakan "Nephilim menunjuk pada Nuh 
dan keluarganya sebagai mereka yang meisahkan diri dari orang-orang yang berasal dari garis keturunan Kain dan 
keturunan Set yang saling mengawini. Dalam penafsiran ini Nephilim adala anak-anak dari "Allah yang Benar 
dan Esa" (lih. "Allah" 5:22,24; 6:9). Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: ISTILAH-ISTILAH YANG DIGUNAKAN BAGI KELOMPOK-KELOMPOK 
ORANG ATAU PARA PEJUANG YANG TINGGI/PERKASA 

Orang-orang yang besar/tinggi/perkasa ini disebut dengan beberapa nama: 

1. Nephilim (BDB 658) - Kej 6:4; Bil 13:33 

2. Rephaim (either BDB 952 or BDB 952 II) - Kej 14:5; Ul 2:11,20; 3:11,13; Yos 12:4; 13:12; II Sam 
21:16,18,20,22; I Taw 20:4,6,8 

3. Zamzummin (BDB 273), zuzim (BDB 265) - Kej 14:5; Ul 2:20 

4. Emim (BDB 34) - Kej 14:5; Ul 2:10-11 

5. Anakim (anak dari Enak, BDB 778 I) - Bil 13:33; Ul. 1:28; 2:10-11,21; 9:2; Yos 11:21-22; 14:12,15 



□ "Pada waktu itu... ada di bumi" Mereka yang percaya pada malaikat-malaikat yang tinggal bersama-sama 
dengan manusia perempuan menggunakan setengah bagian belakang ayat 4 sebagai suatu teks mandiri di luar 
konteks untuk menunjukkan bahwa para raksasa dihasilkan dari hubungan ini. Namun demikian, orang lain 
menggunakan setengah bagian pertama dari ay 4 untuk menegaskan bahwa para raksasa telah ada di dunia pada 
saat itu. 

Buku nubuatan antar perjanjian I Henokh menegaskan bahwa para raksasa ini adalah ahsil dari persatuan dari 
malaikat dan manusia dan bahwa percampuran dari susunan penciptaan adalah alasan Allah mengirimkan air bah. 
I Henokh juga menegaskan bahwa para raksasa ini yang kehilangan tubuh-tubuh jasmani mereka dalam air bah 
adalah iblis yang ingin merasuki tubuh manusia untuk alasan-alasan kepentingan diri mereka sendiri. 

□ 

NASB, NKJV "orang-orang yang gagah perkasa" 

NRSV,NJB "para pahlawan" 

TEV "pahlawan-pahlawan besar" 

Ini adalah kata Ibrani gibbor (BDB 150), yang berarti seseorang, binatang, atau sesuatu yang diperkuat secara 
khusus. Ini digunakan tentang (1) Nimrod dalam Kej 10:8-9; (2) para tirani dalam Maz 52:1; Yeh 32:27; dan (3) 
para malaikat dalam Maz 104:20 (jug a dalam Hymne Pengucapan Syukur 8:11 dan 20:34 dari Gulungan Kitab 
Laut Mati) 

□ 

NASB, NKJV 

NJB, NIV "orang-orang kenamaan" 

NRSV "para pejuang kenamaan" 

TEV "orang-orang terkenal" 

Penyajian pertama adalah terjemahan dar kebanyakan Alkitab bahasa Inggris moderen dan juga Septuaginta. 

81 



Namun demikian, secara hurufiah ini adalah "orang-orang dari nama itu" (BDB 1027). Ini mengakibatkan adanya 
tiga teori: 

(1) ini menunjuk pada garis keturunan Set yang saleh yang menyembah YHWH (yaitu nama Allah, lih. J. 
Wash Watts) 

(2) ini menunjuk pada para Nephilim sebagai keturunan malaikat dan manusia yang perkasa (yaitu para 
raksasa lih. TEV) 

(3) ini menunjuk pada para raja dari garis keturunan kain yang tak bertuhan yang merupakan tirani-tirani (lih. 
NRSV); meeka mengambil banyak wanita sebagai istri (yaitu pologami kerajaan lih. NJB) 

Ini adalah suatu paragraf yang singkat dan tidak jelas. Dukungan utamnya adalah keberlanjutan dan 
peningkatan kejahatan makhluk ciptaan yang menyusun panggung bagi penghakiman Allah secara radikal. 
Namun demikian, kejahatan terus berjalan bahkan di dalam Nuh dan keluarganya. 

NASKAH NASB (UPDATED): 6:5-8 

5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan 
hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6 maka menyesallah TUHAN, bahwa la telah 
menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan 
menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan 
binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah 
menjadikan mereka." 8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. 

6:5 "Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar" bagian Alkitab ini meneknkan perkembangan 
kejahatan di dalam hati manusia (BDB 906, KB 1157, Qal IMPERFECT, lih. Kej 6:ll-12,13b; 8:21; Maz 14:3; 
51:5) yang adalah paradoks langsung trhadap kebaikan ciptaan dalam Kej 1:31. 

□ "dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata" Akibat dari 
kejatuhan Adam dan Hawa ini telah mencapai proporsi universal. Semua kecuali enam orang di dunia ini fengan 
ketidak berdayaannya telah terpengaruhi oleh kejahatan. Mereka tinggal dan berpikir mengenai kejahatan siang 
dan malam! 

Konsep "maksud jahat" (ysr, BDB 428) menjadi pemahaman kerabian akan sifat moral manusia. Mereka 
melihat manusia sebagai melakukan satu dari dua maksud (baik atau jahat). Amsal terkenal ini, "dalam setiap hati 
manusia ada seekor anjing hitm dan seekor anjing putih, mana yang anda beri makan lebih banyak akan menjadi 
yang paling besar" (uraian dengan kata-kata sendiri), menjabarkan manusia. Pandangan akan manusia ini 
dikuatkan oleh 4:7. Teolog Yahudi tidak menekankan Kej 3 namun Kej 6 sebagai sumber kejahatan di dunia ini. 
Anak-anak tidak jaat pada waktu lahir karena tanggung jawab moral hanya datang beserta pengetahuan (bar 
mitzvah, bat mitzvah). Kejahatan terdiri dari pilihan-pilihan! 

6:6 "menyesallah TUHAN... dan hal itu memilukan hati-Nya" Ini adalah frasa-frasa atropomorfis. Yang 
pertama ditafsirkan "TUHAN menghela nafas dan mendesah" (BDB 636, KB 688, Niphal EVIPERFECT). Yang 
kedua ditafsirkan "TUHAN berduka di dalam hatiNya" (BDB 780, KB 864, Hithpael IMPERFECT). Ini adalah 
frasa-frasa Ibrani yang tajam (lih. 34:7; 45:5; I Sam 2:33; 20:34; II Sam 19:2; Maz 78:40; Yes 54:6). Allah sering 
dikatakan dalam Alkitab sebagai merasa sedih atau menyesali (lih. Kej 6:6-7; Kel 32:14; I Sam 15:11; H Sam 
24:16; Yer 18:7,8; 26:13,19; Yun 3:10). Namun demikian, perikop-perikop lain menegaskan bahwa Allah tidak 
pernah menyesal dan berubah pikiran (lih. Bil 23:19; I Sam 15:29; Yer 4:28; Maz 132:11). Inilah ketegangan 
yang selalu muncul ketika kita menggunakan kata-kata manusia untuk menjabarkan Allah. Allah bukanlah 
seorang manusia, namun satu-satunya kata-kata yang kita punyai untuk menjabarkanNya dan perasaanNya adalah 
istilah-istilah manusia. Haruslah ditegaskan bahwa Allah tidak bersifat plin-plan. la setia dan sabar dalam maksud 
penebusanNya bagi manusia, namun tanggapan manusia dalam pertobatan dari dosa sering menentukan tindakan- 
tindakan Allah dalam suatu keadaan tertentu (lih. Maz 106:45; Yunus). 

Secara teologis Allah lah yang mengubahkan, bukan manusia. Allah memilih untuk bekerja sama dengan 
manusia berdosa. SasaranNya tetap sama — suatu bangsa yang benar yang mencerminkan sifatNya. Ini hanya akan 
bisa dicapai oleh suatu hati yang baru, suatu perjanjian yang baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:26-38). Allah lebih 
memilih anugerah daripada penghakiman! 



82 



6:7 "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu" Istilah "menghapuskan" ini berarti 
"membersihkan" (BDB 562, KB 567, Qal IMPERFECT, yaitu air bah). Binatang-binatang menderita karena dosa 
manusia (lih. Rom 8:19-22). Ikan tidak dimasukkan dalam penghukuman ini. Penghukuman ini tidak didasarkan 
atas tindakan plin-plan dan tak terduga dari para dewa sebagaimana di dalam catatan Mesopotamia namun 
kejahatan moral manusia. Kejahatan ini tetap ada bahkan di dalam keluarga orang benar Nuh (lih. 8:21-22) namun 
anugerah Allah lebih memilih untuk menyelubungi kejahatan manusia yang terus berlanjut ini sampai pada 
kedatangan Kristus (lih. Gal 3). 

6:8 "di mata TUHAN" Ini adalah satu lagi contoh dari frasa antropomorfis untuk menjabarkan Allah. la tidak 
memiliki mata, la adalah Roh. Ini adalah penggambaran kepahaman Allah akan segalanya (yaitu. maha tahu). 

NASKAH NASB (UPDATED): 6:9-10 

9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang 
sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, 
Ham dan Yafet. 

6:9 "Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya" Dua kata-kata 
penjelasan ini sangatlah penting. Yang pertama mengisyaratkan bahwa Nuh memenuhi tolok ukur pemahamannya 
mengenai kehendak Allah. Lihat Topik Khusus: Kebenaran. Yang kedua (BDB 1070) mengisyaratkan bahwa ia 
memiliki hati yang penuh mengarah kepada TUHAN (mis 17:1; Maz 18:23). Kata kedia ini nantinya digunakan 
bagi korban persembahan yang tak bercela. Kedua kata ini tidak mengisyaratkan ketidak berdosaan Nuh 
sebagaimana ditunjukkan dalam 9:21. 

TOPIK KHUSUS: KEBENARAN 

"Kebenaran" adalah suatu topic yang sangat penting yang membuat siswa-siswa sekolah Alkitab secara 
pribadi harus mempelajari konsepnya dengan panjang lebar. 

Dalam PL karakter Allah dijabarkan sebagai "adil" atau "benar" (BDB 843) kata-kata Mesopotamia itu 
sendiri berasal dari buluh dalam air yang dipakai dalam konstruksi untuk mengukur kelurusan secara horizontal 
dari sebuah tembok atau pagar. Allah memilih istilah ini untuk digunakan sebagai penggambaran dari sifatNya 
sendiri. Ia adalah pengukur (penggaris) yang lurus yang dipakai mengevaluasi segala sesuatu. Konsep ini 
menyatakan kebenaran Allah berikut hakNya untuk mengadili. 

Manusia diciptakan dalam gambar Allah (Kej 1:26-27; 5:1,3; 9:6). Manusia diciptakan untuk bersekutu 
dengan Allah. Semua ciptaan adalah suatu panggung atau latar belakang bagi interaksi dari Allah dan manusia. 
Allah menginginkan ciptaan tertinggiNya, manusia, untuk mengenalNya, mengasihiNya, melayaniNya, dan 
menjadi seperti Dia! Loyalitas manusia diuji (Kej 3) dan pasangan manusia mula-mula gagal dalam ujian ini. Ini 
menghasilkan gangguan dalam hubungan antara Allah dan umat manusia (Kej 3; Rom 5:12-21). 

Allah berjanji untuk memperbaiki dan memulihkan persekutuan itu (Kej 3:15). Ia melakukan ini atas dasar 
kehendakNya dan melalui AnakNya sendiri. Manusia tidaklah berkemampuan untuk memulihkan keretakan ini 
(lih. Rom 1:18-3:20). 

Setalah Kejatuhan, langkah pertama Allah untuk pemulihan adalah konsep perjanjian berdasarkan atas 
undanganNya dan tanggapan pertobatan, kesetiaan dan ketaatan manusia. Karena kejatuhan itu, manusia tidak 
sanggup untuk bertindak secara tepat. (Rom 3:21-31; Gal 3). Allah sendiri harus mengambil inisiatif untuk 
memulihkan manusia pelanggar perjanjian itu. Ia melakukannya dengan: 

A. menyatakan manusia berdosa benar melalui karya Kristus (kebenaran forensic) 

B. memberi kebenaran secara gratis pada manusia melalui karya Kristus (anugerah kebenaran) 

C. menyediakan Roh yang berdiam untuk menghasilkan kebenaran (kebenaran etis) dalam diri manusia. 

D. memulihkan persekutuan dari Taman Eden dengan Kristus memulihkan gambar Allah (Kej 1:26-27) 
dalam orang-orang percaya (kebenaran hubungan). 

Bagaimanapun, Allah memerlukan tanggapan perjanjian. Allah memerintahkan (memberikan secara cuma- 
cuma) dan menyediakan, namun manusia harus menanggapi dan terus menerus menanggapi dalam: 

A. pertobatan 

B. iman 



83 



C. ketaatan gaya hidup 

D. ketahan-ujian 

Kebenaran, oleh karena itu, adalah bersifat perjanjian, tindakan timbal batik antara Allah dan ciptaan 
tertinggiNya. Ini didasarkan atas karakter Allah, karya Kristus, dan Roh Kudus yang memampukan, yang 
kesemuanya secara pribadi dan berkesinambungan hams ditanggapi dengan semestinya. Konsep ini disebut 
"pembenaran oleh iman". Konsep ini diungkapkan dalam Injil namun tidak dengan istilah ini. Konsep ini 
terutama didefinisikan oleh Paulus, yang menggunakan istilah Yunani "kebenaran" dalam berbagai bentuk lebih 
dari 100 kali. 

Paulus, yang telah dilatih untuk menjadi seorang Rabi, menggunakan istilah dikaiosun dalam pengertian 
Ibrani dari istilah SDQ yang dipakai di Septuaginta, bukan dari literature Yunani. Dalam satra Yunani istilah 
tersebut dihubungkan dengan seseorang yang menuruti syarat-syarat keagamaan dan masyarakat. Dalam 
pengertian bahasa Ibrani hal ini selalu disusun dalam istilah perjanjian. YHWH adalah Allah yang bersifat adil, 
etis dan moral. la menghendaki umatNya mencerminkan karakterNya. Manusia yang ditebus menjadi ciptaan 
baru. Kebaruan ini menghasilkan gaya hidup baru yang bersifat kudus (fokus pembenaran dari Katolik Roma). 
Karena Israel adalah Teokratis, maka tidak ada suatu batas yang jelas antara hal-hal sekuler (norma masyarakat) 
dan hal-hal kudus (kehendak Allah). Pembedaan ini dinyatakan dalam kata-kata bahasa Ibrani dan Yunani yang 
diterjemahkan dlam bahasa Inggris sebagai "keadilan" (berhubungan dengan masyarakat) dan "kebenaran" 
(berhubungan dengan agama). 

Injil (kabar baik) dari Yesus adalah bahwa manusia yang telah jatuh itu telah dipulihkan persekutuannya 
dengan Allah. Paradoks Paulus ialah bahwa Allah, melalui Kristus, membebaskan orang yang bersalah dari 
tuduhan. Hal ini telah terlaksana melalui kasih, kemurahan dan anugerah Bapa; kehidupan, kematian, dan 
kebangkitan Allah Anak; dan dorongan dan tarikan kearah Injil oleh Roh Kudus. Pembenaran adalah tindakan 
yang cuma-cuma dari Allah, namun hal ini harus menerbitkan kekudusan (posisi Agustinus, yang mencerminkan 
baik penekanan pihak Reformasi pada kecuma-cumaan dari Injil danpenekanan Katolik Roma pada kehidupan 
kasih dan kesetiaan yang diubahkan). Bagi kaum Reformis istilah "kebenaran Allah" adalah suatu OBJECTIVE 
GENITIVE (yaitu tindakan yang membuat manusia yang penuh dosa menjadi dapat diterima oleh Allah 
[penyucian posisional]), sementara untuk Katolik, ini adalah suatu SUBJECTIVE GENITIVE, yang adalah proses 
menjadi seperti Allah (penyucian eksperensial progresif). Dalam kenyataannya hal ini sesungguhnya kedua- 
duanya. ! ! 

Dalam pandangan saya keseluruhan Alkitab, dari Kejadian 4 - Wahyu 20, adalah catatan tentang tindakan 
pemulihan dari Allah terhadap persekutuan di Eden. Alkitab memulai dengan Allah dan manusia dalam 
persekutuan dalam kerangka keduniaan (Kej 1-2) dan Alkitab mengakhiri dengan kerangka yang sama (Wah 21- 
22). Gambar dan maksud Allah akan dipulihkan!. 

Untuk mendokumentasikan diskusi di atas berikut ini catat pitihan ayat-ayat PB yang menggambarkan 
kelompok kata Yunani: 

A. Allah adalah benar (sering dihubungkan pada posisi Allah sebagai hakim) 

1. Roma 3:26 

2. IITesalonika 1:5-6 

3. nTimotius4:8 

4. Wahyu 16:5 

B. Yesus adalah benar 

1. Kisah 3:14; 7:52; 22:14 (judul Mesias) 

2. Matius 27:19 

3. IYohanes 2:1,29; 3:7 

C. Kehendak Allah bagi ciptaanNya adalah kebenaran. 

1. Imamat 19:2 

2. Matius 5 :48 (bandingkan. 5 : 17-20) 

D. Cara allah menyediakan dan menghasilkan kebenaran 

1. Roma 3:21-31 

2. Roma 4 

3. Roma 5:6-11 

4. Galatia 3:6-14 



84 



5. Diberikan oleh Allah 

b. Roma 3:24; 6:23 

c. IKorintus 1:30 

d. Efesus 2:8-9 

6. Diterima dengan Iman 

a. Roma 1:17; 3:22,26; 4:3,5,13; 9:30; 10:4,6,10 

b. I Korintus 5:21 

7. Melalui karya AnakNya 

a. Roma 5:21-31 

b. H Korintus 5:21 

c. Filipi 2:6-11 

E. Kehendak Allah agar para pegikutNya menjadi benar. 

1. Matius 5:3-48; 7:24-27 

2. Roma 2:13; 5:1-5; 6:1-23 

3. II Korintus 6:14 

4. ITimotius 6:11 

5. II Timotius 2:22; 3:16 

6. I Yohanes 3:7 

7. I Petrus 2:24 

F. Allah akan mengadili dunia dengan kebenaran. 

1. Kisah 17:31 

2. II Timotius 4:8 

Kebenaran adalah karakteristik Allah, diberikan secara cuma-cuma kepada manusia berdosa melalui Kristus. 
Ini adalah: 

A. perintah Allah 

B. pemberian Allah 

C. karya Kristus 

Namun demikian ini adalah juga suatu proses menjadi benar yang harus dikejar dengan semangat dan 
tidak kendor; hal ini satu hari nanti akan disempurnakan pada Kedatangan Yesus Kedua kalinya. 
Persekutuan dengan Allah dipulihkan pada saat keselamatan, namun bertumbuh sepanjang kehidupan 
sampai pada perjumpaan muka dengan muka pada saat kematian atau kedatangan kedua (parousia) ! 
Berikut adalah kutipan yang bagus dari Ramus Paulus dan Surat-suratnya dari F/P 

"Kalvin, lebih daripada Luther, menekankan aspek hubungan dari kebenaran Allah. Pandangan Luther 
tentang kebenaran Allah nampaknya mengandung aspek pembebasan dari tuduhan. Kalvin menekanakan 
bentuk mulia dari komunikasi atau impartasi dari kebenaran Allah pada kita" (hal. 834). 

Bagi saya hubungan orang percaya pada Allah memiliki tiga aspek: 

A. injil adalah suatu pribadi (tekanan dari Kalvin dan Gereja Timur) 

B. injil adalah kebenaran (penekanan dari Luther dan Agustinus) 

C. injil adalah hidup yang diubahkan (penekanan Katolik) 

Hal-hal ini adalah benar dan harus dipegang bersama untuk membentuk suatu Kekristenan yang alkitabiah, 

masuk akal, dan sehat. Jika salah satu terlalu ditekankan atau kurang ditekankan, akan menimbulkan 

permasalahan. 

Kita harus menyambut Yesus ! 

Kita harus percaya pada Injil! 

Kita harus mengejar Keserupaan dengan Kristus! 



□ "Nuh itu hidup bergaul dengan Allah" Ini (BDB 229, KB 246, Hithpael PERFECT) adalah frasa yang 
sangat serupa dengan 5:21-22 {Hithpael IMPERFECT) di mana frasanya digunakan untuk Henokh. 



85 



NASKAH NASB (UPDATED): 6:11-12 

"Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. n Allah menilik bumi 
itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 

6:11-12 Kehendak Allah adalah bagi manusia dan binatang uantuk memenuhi bumi namun dosa memenuhi 
(BDB 569, KB 583, Niphal IMPERFECT) bumi dengan kekerasan dan kejahatan (lih. ay 13; Maz 14:1-3; Rom 
3:10-18). Sebutan "sangat baik: dari Kej 1:31 tidak lagi merupakan penjabaran yang pantas lagi. Ini bukan dunia 
seperti yang dimaksudkan oleh Allah! 

NASKAH NASB (UPDATED): 6:13-22 

13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, 
sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama- 
sama dengan bumi. 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat 
berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. ls Beginilah engkau harus 
membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta 
tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan 
pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. " Sebab 
sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup 
dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku 
akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama 
dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. "Dan dari segala yang hidup, dari segala 
makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara 
hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 2(l Dari segala jenis burung dan 
dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang 
satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang 
dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." "Lain 
Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah 
dilakukannya. 

6:14 "Buatlah bagimu sebuah bahtera" KATA KERJA nya (BDB 793 I, KB 889) adalah sebuah Qal 
IMPERATIVE. Ini mungkin sebuah kata pinjaman dari Mesir bagi "peti" atau "kotak" (BDB 1061). Satu-satunya 
penggunaan lain dari kata ini adalah untuk keranjang dimana Musa ditempatkan (lih. Kel 2:3,4). 

□ "kayu gofir" Kita tidak memiliki kepastian mengenai etimologi dari kata ini (BDB 781 dan 172). Beberapa 
dari berbagai penafsiran adalah: (1) Septuagint mempunyai "kayu yang dipotong persegi"; (2) terjemahan Vulgate 
memiliki "kayu halus"; (3) kebanyakan komentator percaya bahwa ini menunjuk pada beberapa jenis pohon, 
kemungkinan besar sejenis pohon cemara (NRSV, REB) karena kebanyakan kapal di Timur Deat kuno terbuat 
dari kayu ini dan dilapis dengan damar. 

□ "bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak" Ini nampaknya untuk memisahkan binatang-binatang dan 
juga untuk membantu mendukung struktur dari bahtera tersebut (juga tiga tingkat). 

6:15 "hasta" Ada dua hasta (BDB 52) di dalam Alkitab. Hasta yang umum adalah jarak antara ujung jari 
terpanjang dan siku dari rata-rata manusia, biasanya sekitar 45 cm (lih. Ul 3:11; n Taw 2:3). Ada juga suatu hasta 
yang lebih panjang (hasta kerajaan) yang digunakan dalam pembangunan (yaitu Bait Suci Salomo), yang bersifat 
umum di Mesir, Palestina, dan kadang-kadang Babilonia. Ini adalah sekitar 53 cm (lih. Yeh 40:5; 43:13). Ukuran 
fisik dari bahtera ini kemungkinan sekitar 137.00 m kali 23.00 m kali 13.70 m. Ini adalah sekitar setengah dari 
ukuran kapal Queen Elizabeth n. Sudah diduga bahwa bentuknya adalah persegi namun ada kemungkinan 
memiliki sisi yang miring untuk menolong pengendalian tekanan gelombang terhadap lambung kapal. 

Orang-orang kuno menggunakan bagian dari tubuh manusia untuk pengukuran. Bangsa Timur Dekat kuno 
menggunakan: 

1 . lebar antara dua lengan terbuka 

2. panjang dari siku ke ujung jari tengah (hasta) 

86 



3. lebar dari ujung ibu jari yang terbuka dengan ujung jari kelingking (jengkal) 

4. panjang antara seluruh empat jari dari suatu tangan yang tertutup (lebar tangan) 
Hasta (BDB 52, KB 61) tidak dibakukan secara lengkap, namun ada dua panjang dasar. 

1. siku sampai ujung jari tengah manusia normal (sekitar 45 cm, lih. Ul 3: 1 1) 

2. hasta kerajaan sedikit lebih panjang (sekitar 54 cm, lih. II Taw 3:3; Yeh 40:5; 43:13) 

6:16 "Buatlah atap pada bahtera itu" Ini bukan kata yang sama untuk jendela yang digunakan dalam 8:6. 
Banyak yang menganggap bahwa ini menunjuk pada suatu sistem penerangan dan ventilasi di sekitar bagian atas 
dari bahtera, tepat di bawah atap. 

6:17 "air bah" Telah menjadi suatu dugaan bahwa kata ini (BDB 550) berhubungan dengan kata Asyur 
"menghancurkan." 

Apakah air bah di jaman Nuh meliputi seluruh dunia atau hanya di Timur Dekat kuno saja? Istilah "bumi" 
(eres) sering diterjemahkan "tanah" dalam pengertian kelokasian (lih. Kej 41:57). Jika manusia belum menyebar 
ke seluruh bagian bumi seperti yang diisyaratkan dengan jelas dalam pengalaman menara Babel dari pasal 10-11, 
lalu suatu banjir lokal saja sudah cukup. Buku terbaik yang pernah saya baca mengenai bukti rasional bagi suatu 
banjir lokal adalah karya Bernard Ramm Pandangan Kristen akan Ilmu Pengetahuan dan Kitab Suci.. 

□ "nyawa" Ini adalah istilah Ibrani ruach. Dapat digunakan untuk angin, kehidupan, nafas, atau roh. Baik 
manusia dan binatang dikatakan memiliki nephesh namun hanyalah manusia yang dibuat dalam gambar Allah 
(lih. 1:26-27) dan memiliki sebuah ciptaan "khusus" (lih. 2:7). Dalam konteks ini semua yang bernafas mati . 
7:22, binatang-binatang dan manusia-manusia! 

6:18 

NASB, NKJV, 

NRSV "Aku akan menetapkan" 

TEV "Aku akan mengadakan" 

NET "Aku akan meneguhkan" 

Arti dasar KATA KERJA nya (BDB 877, KB 1086, Hiphil PERFECT) adalah "bankit" atau "berdiri." Pokok 
Hiphil nya digunakan "untuk menetapkan," "untuk meratifikasi" (lih. 6:18; 9:9,11,17; 17:7,19,21; Kel 6:4; Yeh 
16:62). 

Tidaklah jelas kepada janji/perjanjian yang mana ini menunjuk. Kemungkinan ini adalah suatu bayangan 
masa depan dari 9:9,11,17. Kuncinya ialah bahwa Allah Sendiri akan meneguhkan dan memelihara janjiNya 
denan manusia yang jatuh dan memberontak. Bahkan di tengah kejahatan mereka rencana-rencana kekal Allah 
untuk persekutuan tinggal! 

□ "perjanjian-Ku" Ini adalah penggunaan pertama dari kata berith (BDB 136). Kata ini diterangkan dan 
diperkuat dalam Kej 9:8-17. Ini membentuk suatu motif sentral bagi baik pemahaman PL dan PB akan hubungan 
antara Allah dan manusia. Ada saling tanggung jawab, kewajiban, dan janji-janji bersama di kedua sisi. Ini 
menyusun panggung bagi pemahaman kita akan ketegangan dialektis antara perjanjian tak bersyarat di bagian 
Allah, namun aspek persyaratannya pada tanggapan manusia di tiap generasi. Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: PERJANJIAN 

Istilah PL berith (BDB 136), perjanjian, tidak mudah didefinisikan. Tidak ada KATA KERJA yang cocok 
dalam bahasa Ibrani. Semua upaya untuk menurunkan suatu definisi etimologis telah terbukti tidak meyakinkan. 
Namun demikian, sentralitas yang nyata dari konsep ini telah memaksa para ahli untuk memeriksa pnggunaan 
dari kata ini untuk berupaya menentukan arti fungsionalnya. 

Perjanjian adalah alat yang digunakan Allah yang esa dan benar untuk berurusan dengan manusia ciptaanNya. 
Konsep dari perjanjian, pakta, atau persetujuan adalah krusial dalam memahami perwahyuan alkitab. Ketegangan 
antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia terlihat jelas dalam konsep perjanjian ini. Beberapa 
perjanjian berdasarkan secara eksklusif pada sifat dan tindakan-tindakan Allah. 



87 



1. penciptaan itu sendiri (lih. Kej 1-2) 

2. pemanggilan Abraham (lih. Kej 12) 

3. perjanjian dengan Abraham (lih. Kej 15) 

4. pemeliharaan dan janji kepada Nuh (lih. Kej 6-9) 

Namun demikian, sifat utama perjanjian adalah menuntut suatu tanggapan 

1 . oleh iman Adam harus mentati Allah dan tidak memakan buah dari pohon yang ditengah-tengah Eden 

2. oleh iman Abraham harus meninggalkan keluarganya, mengikuti Allah, dan percaya akan keturunan 
yang akan datang 

3. oleh iman Nuh harus membangun perahu yang besar jauh dariair dan mengumpulkan binatang- 
binatang 

4. oleh iman Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir ke gunung Sinai dan menerima panduan 
khusus bagi kehidupan keagamaan dan sosial dengan janji-janji berkat dan kutuk (lih. Ul 27-28) 

Ketegangan yang sama yang melibatkan hubungan Allah dengan manusia dibicarakan dalam "perjanjian 
baru." Ketegangan ini bisa jelas terlihat dalam membandingkan Yeh 18 dengan Yeh 36:27-37 (tindakan YHWH). 
Apakah perjanjian ini berdasarkan tindakan- tindakan kemurahan Allah atau tanggapan manusia yang 
dimandatkan? Ini adalah masalah yang panas dari Perjanjian Lama dan yang Baru. Sasaran keduanya adalah 
sama: (1) pemulihan persekutuan dengan YHWH yang hilang dalam Kej 3 dan (2) penetapan suatu bangsa yang 
benar yang mencerminkan sifat Allah. 

Perjanjian yang baru dari Yer 31:31-34 menyelesaikan ketegangan ini dengan menghilangkan prestasi 
manusia sebagai cara untuk mencapai penerimaan. Hukum Allah menjadi suatu hasrat dari dalam dan bukannya 
suatu kitab undang-undang hukum eksternal. Sasaran untuk bangsa yang benar dan saleh tetap sama, namun 
metodologinya berubah. Manusia yang jatuh membuktikan diri mereka sendiri tidak layak untuk menjadi gambar 
cerminan Allah. Masalahnya adalah bukan perjanjian Allah, namun keberdosaan dan kelemahan manusia. (lih. 
Rom 7; Gal 3). 

Ketegangan yang sama antara perjanjian-perjanjian PL yang tak bersyarat dan bersyarat tetap ada dalam PB. 
Keselamatan adalah sungguh-sungguh cuma-cuma dalam karya paripurna Yesus Kristus, namun ini mensyaratkan 
pertobatan dan iman (baik di awal dan seterusnya). Ini merupakan suatu pengumuman hukum dan sebuah 
panggilan kepada keserupaan dengan Kristus, suatu pernyataan tanda penerimaan dan suatu bentuk perintah 
kepada kesucian! Orang-orang percaya tidak diselamatkan oleh prestasi mereka, namun kepada ketaatan (lih. Ef 
2:8-10). Hidup saleh menjadi bukti dari keselamatan, bukan cara mendapatkan keselamatan. Namun demikian, 
hidup kekal memiliki sifat-sifat yang dapat diamati! Ketegangan ini terlihat jelas dalam Ibrani. 



□ "engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu 
dan isteri anak-anakmu" Ke tidak bercelaan Nuh meluas pada keluarganya (lih. I Kor 7: 14). 

6:19 "haruslah engkau bawa" Ini bisa mengisyaratkan bahwa binatang-binatang tersebut (apakah lokal atau 
sedunia tidak jelas) datang kepada Nuh, namun Nuh menempatkan mereka di dalam bahtera. la mungkin mulai 
melakukan ini sebelum minggu yang terakhir. Bagaimana binatang-binatang tersebut hidup bersama-sama dan 
makan di dalam bahtera adalah suatu misteri, namun ini tidak mengesampingkan kemungkinan adanya latar 
belakang alami atau adi kodrati. 

6:21 Ada makanan di bahtera bagi Nuh dan binatang-binatang tersebut (BDB 542, KB 534, Qal IMPERATIVE). 
Namun demikian, apa rinciannya tidak dicatat. Catatan ini lebih bersifat teologis daripada sekedar informasi. 

6:22 "Lalu Nuh melakukan" Tema kuncinya adalah bahwa Nuh mentaati Allah (lih. 7:5,9,16), yang merupakan 
tanggapan yang semestinya, namun demikian, Adam dan Hawa dan manusia yang lain tidak (mis. 6:5,1 1-12,13). 



88 



KEJADIAN 7 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Air Bah 


Air Bah Besar 


Air Bah Besar 

(6:5-8:22) 


Air Bah 




Persiapan untuk Air Bah 
(6:13-7:16) 


7:1-5 


7:1-12 


7:1-5 


7:1-5 




7:1-5 


7:6-12 




7:6-10 


7:6-10 




7:6 
7:7-10 






7:11-16 


7:11-16 




7:11-12 


7:13-16 


7:13-16 








7:13-16a 
7:16b 
Air Bah 


7:17-24 


7:17-24 


7:17-24 


7:17-24 




7:17-24 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:1-5 

*Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi 
rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala 
binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang 
yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan 
dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan 
menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan 



menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu. 
diperintahkan TUHAN kepadanya 



Lalu Nuh melakukan segala yang 



89 



7:1 "berfirmanlah TUHAN kepada Nuh" Ini adalah nama perjanjian Allah, YHWH, di sini namun dalam ayat 
16 Dia disebut Elohim. Pemahaman kerabian dari istilah-istilah yang merujuk pada Allah sebagai penyelamat 
(YHWH) dan sebagai Pencipta (Elohim) ini sepertinya cocok dengan penggunaan Pentateikh. Lihat Topik 
Khusus: Nama-nama bagi Tuhan pada 2:4. 

□ "Masuklah ke dalam bahtera" KATA KERJA INI (BDB 92, KB 1 12) adalah sebuah Qal IMPERATIVE. 

□ "sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini" Istilah "benar" di sini 
digunakan dalam pengertian yang sama yang merujuk pada Ayub sebagai "tak bercela" (lih 6:9). Ini tidak 
mengisyaratkan suatu ketidak berdosaan namun seorang yang sudah mengikuti dan melaksanakan semua yang 
mereka pahami atau secara budaya dinyatakan berhubungan dengan Allah. Perhatikan bahwa kebenaran Nuh 
mempengaruhi keluarganya. Ini adalah kebenaran Alkitabiah. Ini tidak berarti bahwa seseorang bisa menjadi 
benar dengan Allah atas dasar prestasi orang lain, namun ini sungguh mengisyaratkan bahwa berkat rohani 
mengalir dari mereka yang mengenal Allah kepada mereka yang berhubungan dan terlibat secara intim 
dengannya (bandingkan Ul 5:9-10; 7:9 dan I Kor 7:14). 

7:2 "binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya" Catat perbedaan 
antara haram dan tidak haram dalam konteks ini karena ini adalah suatu latar belakang pengorbanan pra-Musa 
(lih. Im 1-7). Tak dikatakan mengenai kriteria ataupun maksud dari binatang yang tidak haram. Nyatalah bahwa 
Musa mengembangkan perbedaan ini nantinya dalam Imamat (lih. pasal 1 1) dalam hubungannya dengan hukum 
makanan dan sistem pengorbanan. Telah ada banyak diskusi mengenai tujuh pasang ini (lih. NRSV, NJB, 
JPSOA). Apakah ini berarti tujuh ekor binatang atau tujuh pasangan binatang? 

7:4 "tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi" Rashi mengatakan bahwa ini adalah periode 
berkabung bagi Metusalah yang saleh yang baru saja meninggal. Para rabi percaya Allah tidak mengirimkan 
banjir sampai Metusalah meninggal. 

Satu minggu tujuh hari adalah demikian kunonya sampai-sampai asal-usulnya belum pernah ditelusuri. Baik 
bulan dan tahun depat disimpulkan dari fase-fase bulan dan perubahan musim, namun tidak demikian dengan 
minggu. Bagi orang percaya Kej 1 lah yang menyusun polanya. 

□ "empat puluh hari empat puluh malam" Kata "empat puluh" cukup sering digunakan dalam Alkitab (lihat 
konkordansi). Pada suatu saat ini dimaksudkan untuk di pahami secara hurufiah namun di kesempatan lain ini 
pada dasarnya berarti suatu waktu yang lama yang tak terbatas (lebih panjang daripada siklus bulan yang adalah 
dua puluh delapan setengah hari, namun lebih pendek dari suatu perubahan musim). Dalam beberapa catatan 
Mesopotamia kerangka waktu dari air bah adalah tujuh hari. 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:6-12 

6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 'Masuklah Nuh ke dalam 
bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 
8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di 
muka bumi, datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang 
diperintahkan Allah kepada Nuh. 10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. "Pada waktu 
umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari 
itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 
12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 



7:11 "terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit" 

Penanggalan dari ayat 11 sangat spesifik di ayat ini (yang mengisyaratkan suatu peristiwa sejarah) dan juga kata 
kerjanya yang menjabarkan malapetaka alami yang terjadi di bumi. (dua Niphal PERFECTS, BDB 131, KB 149 
dan BDB 834, KB 986). Kita bisa melihat besarnya kehancuran dalam ay 18 dan 19 dalam naskah hbrani. Banyak 
dari ciri alamiah bumi mungkin telah berubah khususnya di daerah timur dekat. Ada dua sumber dari air: (1) mata 
air samudera dan (2) tingkap-tingkap (yaitu jendela-jendela, lih. Maz 78:23 dst; Mai 3:10) langit. Ini adalah suatu 
pembalikan yang nyata dari apa yang Allah kerjakan dalam Kej 1. Kekacauan akibat air kembali lagi. 

90 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:13-16 

13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan 
ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis 
binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala 
jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; ls dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah 
sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. "Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari 
segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu 
di belakang Nuh. 



7:14 Ini mencakup semua kategori dari binatang darat yang disebutkan dalam Kej 1 kecuali binatang laut. 

7:16 "lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh" YHWH (yaitu Tuhan perjanjian, 
Penyelamat) Sendiri menutup pintunya. Para rabi mengatakan bahwa la melakukan hal ini supaya menjaga agar 
kejahatan tetap diluar bahtera. Mereka bahkan lebih jauh lagi menyatakan bahwa Allah mengelilingi bahtera 
dengan singa-singa dann beruang-beruang untuk menjauhkan dari orang-orang. Bagi saya, bahtera tersebut adalah 
satu lagi tindakan kemurahan YHWH kepada manusia untuk melanjutkan garis keturunan keMesiasan, bahkan di 
tengah penghukuman, yang akhirnya akan menyediakan penebusan (lih. Kej 3:15). 

NASKAH NASB (UPDATED): 7:17-24 

17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, 
sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan 
hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. "Dan air itu sangat hebatnya 
bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 
20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. 
2 'Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar 
dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada 
nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, 
segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di 
udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang 
bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh 
hari lamanya. 

7:19 Bahasa dari ayat ini secara pasti mengisyaratkan suatu air bah di seluruh dunia (lih. 8:21; n Pet 3:6). Namun 
apakah benar? Istilah "bumi" (eres, BDB 75) bisa berarti "tanah" (lih. 41:57). Ini bisa jadi suatu ungkapan serupa 
dengan Luk 2:1 dan Kol 1:23 (lih. Kata-kata Keras Alkitab, F/P hal. 112-114). Akan hal teologia dari air bah, 
tingkatannya bukanlah hal yang relevan. Tidak ada suatu endapan sisa banjir yang konsisten bahkan di 
Mesopotamia apa lagi di seluruh dunia! Air bah adalah hal lazim di Mesopotamia karena kedua sistem sungai 
yang bertemu di muaranya. Untuk suatu diskusi yang baik lihat Bernard Ramm, Pandangan Kristen mengenai 
Ilmu Pengetahuan dan Kitab Suci. 

7:22 "nafas hidup" (lih. catatan pada 1:30). Kehidupan perairan terhindar. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 



91 



Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Apa pengertian anda akan frasa "anak-anak Allah" dan mengapa? 

2. Mengapa anda berpikir bahwa para malaikat ingin mengambil perempuan-perempuan manusia? 

3. Siapakan kaum Nephilim itu? 

4. Bagaimana Allah bisa menyesal? 

5. Apakah artinya berjalan dengan Allah? 

6. Mengapa ikan tidak dihakimi seiring dengan binatang-binatang darat? 

7. Apakah binatang yang haram dan tidak haram dalam latar belakang Nuh? 

8. Apakah air bah ini bersifat lokal atau universal? Mengapa? 



92 



KEJADIAN 8:1-22 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Air Bah Surut 


Pembebasan Nuh 


Air Bah Besar 


Akhir dari Air Bah 


Air Bah Surut 








(6:5-8:22) 








8:1-5 




8:1-5 


8:1-5 


8:1-5 




8:1-5 


8:6-12 




8:6-12 


8:6-12 


8:6-12 




8:6-12 


8:13-19 




8:13-14 
8:15-19 


8:13-19 


8:13-14 
8:15-19 




8:13 

8:14 

Mereka Mendarat 

8:15-19 






Perjanjian Allah dengan 
Makhluk Ciptaan 




Nuh Mempersembahkan 
Korban 








(8:20-9:17) 










8:20-22 
(22) 




8:20-22 
(22) 


8:20-22 

(22) 


8:20-22 

(22) 




8:20-22 

(22) 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Ada suatu paralel yang nyata antara Kej 1 dan Kej 7 dalam kembalinya kekacauan akibat air. 

B. Ada suatu paralel yang nyata antara Kej 1 dan Kej 8 dalam Allah memulihkan suatu tanah penghidupan 

1 . bandingkan 1 : 2 dengan 8 : 1 

2. bandingkan 1:6-7 dengan 8:2 



93 



3. bandingkan 1 :22,24 dengan 8:17 

4. bandingkan 1:28 dengan 9:1-2 

C. Kejadian 8: 1-19 adalah suatu kebalikan dari 7: 1 1-24. Ini sungguh merupakan penstrukturan sastra. 
KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:1-5 

*Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan 
dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. 
2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari 
langit, 3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima 
puluh hari. 4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu 
pada pegunungan Ararat. s Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang 
kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung. 



8:1 "Allah" Ini adalah kata Elohim. Lihat catatan pada Kej 1:1 atau Topik Khusus pada 2:4. 

□ "mengingat" Kata ini (BDB 269, KB 269, Qal IMPERFECT) digunakan dalam pengertian Allah mengambil 
tindakan pribadi yang tepat terhadap seseorang (lih. 8:1; 9:15; 16; 19:29; 30:22). Allah Perjanjian hampir 
bertindak lagi karena siapa Dia. Nuh akan menjadi sumber dari suatu kemanusiaan yang baru. 

□ "Nuh" Nama ini (BDB 629) bisa berarti "beristirahat," suatu etimologi populer berdasarkan bunyi, bukan 
filologi. 

□ "Allah membuat angin menghembus" KATA KERJA nya (BDB 716, KB 778) adalah sebuah Hiphal 
IMPERFECT. Allah menggunakan suatu cara alami dalam cara mempercepat pengeringan air sisa banjir tersebut, 
ay 2, sebagaimana la lakukan dalam Keluaran (lih. Kel 14:21). 

Ada kemungkinan juga untuk bisa me lihat tindakan Allah dalam pasal 8-9 sebagai berparalel dengan tindakan 
Allah di pasal 1. Ini adalah permulaan yang baru bagi manusia. Jika demikian, angin di sini berparalel dengan 
"Roh Allah yang melayang-layang" dari 1:2. 

□ "turun" Istilah yang sama (BDB 1013, KB 1491, Qal IMPERFECT) digunakan untuk kemarahan Raja dalam 
Ester 2:1. 

8:4 "pegunungan Ararat" Ini telah diterangkan dalam tiga cara: (1) sebuah pegunungan di perbatasan Turki dan 
Rusia; (2) sebuah pegunungan di sebelah utara dekat Danau Van; dan (3) istilah itu sendiri menunjuk pada suatu 
keseluruhan bentangan pegunungan (Asyur urartu, BDB 76), tidak suatu puncak tertentu (perhatikan kejamakan 
kata "pegunungan"). 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:6-12 

6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. 
7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi 
kering dari atas bumi. 8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu 
telah berkurang dari muka bumi. 'Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya 
dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; 
lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. 10 Ia 
menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera; "menjelang 
waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun 
zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. 12 Selanjutnya 
ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak 
kembali lagi kepadanya. 

94 



8:6 "empat puluh hari" Frasa ini biasanya berarti "suatu kurun waktu yang lama dan tak terbatas." Dalam 
konteks ini, tanggalnya sedemikian spesifik hingga ini mungkin berarti tepat empat puluh hari. 

□ "tingkap" Ini adalah istilah yang berbeda (BDB 319) dari istilah yang tidak jelas dari 6:16 (secara hurufian 
adalah "atap," BDB 8441). Ukuran dan lokasinya tidak pasti namun kemungkinan adalah ada di atap itu sendiri. 

8:6-12 Berhati-hatilah untuk tidak mengalegorisasikan burung-burung ini! Ada suatu paralel ayng tepat sama 
dalam sastra Mesopotamia (yaitu Epos Gilgamesh 11:145-55), yang sepertinya juga terlalu spesifik untuk suatu 
kebetulan. Ada suatu hubungan kesastraan antara Alkitab (yaitu Kej 1-11) dan sastra Mesopotamia. 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:13-19 

13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering 
air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka 
bumi sudah mulai kering. 14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah 
kering. ls Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh: ""Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama 
dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; "segala binatang yang bersama-sama 
dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di 
bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta 
berkembang biak dan bertambah banyak di bumi." 18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak- 
anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya. " Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala 
burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera 
itu. 



8: 13 "Nuh membuka tutup" Ini sepertinya mengisyaratkan ia membuka bagian dari atapnya (BDB 492). 
Walaupun nantinya istilah yang sama ini akan menunjuk pada kulit binatang yang menutupi tabernakel, sukarlah 
untuk mendukung arti tersebut di sini. 

8:15 "berfirmanlah Allah kepada Nuh" keseluruhan konteks ini mengungkapkan kesabaran dan ketaatan Nuh. 
Perintah-perintah Allah (yaitu 8:15-19) berparalel dengan 7:1-5. 

8:16 "Keluarlah" Ini adalah yang pertama dari beberapa perintah dalam ay 16-17. 

1. "keluarlah," Qal PMPERATIVE (BDB 422, KB 425), ay 16 

2. "bawalah keluar," Hiphil IMPERATIVE (BDB 422, KB 425), ay 17 

3. "berkeriapan," Qal PERFECT yang digunakan dalam suatu pengertian IMPERATF/E (BDB 1056, 
KB 1655), ay 17 

4. "berkembang biak," Qal PERFECT yang digunakan dalam suatu pengertian IMPERATIVE (lih. 
9:1,7 BDB 826, KB 953), ay 17 

5. "bertambah banyak," Qal PERFECT yang digunakan dalam suatu pengertian PMPERATIVE (lih. 
9:1,7 BDB 915, KB 1176), ay 17 

Perintah-perintah ini berparalel dengan Kej 1:22,24. Dalam pengertian Allah mulai dari awal lagi. Air kekacauan 
menghancurkan semua kehidupan darat kecuali yang ada di bahtera. Maksud asli Allah berlanjut (lih. 6:18) 

8:17 Perintah Allah (juga 9: 1) ini berparalel dengan Kej 1:22,24. Lihat Wawasan Kontekstual di awal pasal ini. 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:20-22 

2(l Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala 
burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di 
atas mezbah itu. 21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam 
hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya 
adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah 
Kulakukan. 22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan 
panas, kemarau dan hujan, siang dan malam. 

95 



8:20 "lalu Nuh mendirikan mezbah" Tindakan pertamanya adalah penyembahan dan ucapan syukur. Korban 
adalah suatu lembaga kuno (lih. 4:3; 12:7,8; 13:18; 22:19). Ini juga tindakan pertama dari Gilgamesh dalam Epos 
Gilgamesh setelah banjir (lih. 11:156-158). 

□ "segala binatang yang tidak haram" Kriteria yang menentukan haram atau tidak haram tidak jelas (lih. 
7:2), namun nampaknya berhubungan dengan korban, bukan pedoman diet (lih. Im 1 1 ; Ul 14). 

8:21 "TUHAN mencium persembahan yang harum itu" Frasa ini digunakan dalam AM tab dalam pengertian 
Allah menerima suatu persembahan (khususnya Im dan Bil). Ini tidak mengisyaratkan bahwa daging adalah 
makanan bagi Allah sebagaimana dalam Epos Gilgamesh (lih. 11:159-161). Alkitab tak pernah melihat sistem 
pengorbanan sebagai makanan bagi makhluk Illahi sebagaimana dilakukan bangsa-bangsa di sekitarnya. 

□ "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi... Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup" Pernyataan- 
pernyataan paralel ini menunjukkan ketegangan dalam hati Allah antara kasihNya (lih. Yes 54:9) akan ciptaanNya 
dan keadilanNya. Manusia jahat dan curang namun Allah telah memilih untuk bekerja sama dengan kita pada 
saatnya dan meluruskannya dalam eskhaton (yaitu hari-hari terakhir). Dalam penghakiman ini sikap Allah 
terhadap manusia berdosa berubah. Manusia masih jahat. Sikap Allah akan berubah lagi ketika umatNya tidak 
mampu melaksanakan perjanjian Musa. Allah akan membentuk suatu perjanjian yang baru (lih. Yer 31:31-34 dan 
Yeh 36:27-38). Manusia akan dibenarkan dengan Allah melalui hasil karya dan kematian pengorbanan Mesias. 

Meskipun sungguh benar bahwa Allah menjanjikan untuk tidak mengirimkan air bah lagi, II Pet. 3:10 
menegaskan bahwa la akan memurnikan bumi dengan api. Allah akan bekerja sama dengan manusia berdosa 
namun sasarannya adalah kebenaran (lih. Im 19:2; Mat 5:48). 

□ "yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya" Kejahatan yang begitu nyata sebelum air 
bah (lih. 6:5,11,12,13) akan masih ada di dalam manusia yang jatuh, sebagaimana akan ditunjukkan dengan jelas 
oleh Nuh dan keluarganya! 

8:22 Ketetapan dalam alam inilah yang membangkitkan ilmu pengetahuan barat moderen. Allah menetapkan 
uniformitarianisme (yaitu aktifitas alam yang teratur dan seragam). Namun demikian, perhatikan frasa awalnya 
"selama bumi masih ada." Ayat 22 dicetak dalam terjemahan Bahasa Inggris dalam suatu perikop puitis. 



96 



KE J ADIAN 9:1-29 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Perjanjian Pelangi 


Perjanjian Allah dengan 
Makhluk Ciptaan 


Perjanjian Allah dengan 
Nuh 


Perjanjian Allah dengan 
Nuh 


Orde Dunia Baru 






(8:20-9:17) 














9:1-7 




9:1-7 


9:1-7 




9:1-6 






9:1-7 


(6-7) 




(6-7) 


(6) 




9:7 






(6) 


9:8-17 




9:8-17 


9:8-17 




9:8-17 






9:8-11 

9:12-16 
9:17 






Null dan Anak-anaknya 


Kutukan Nuh atas 
Kanaan 


Nuh dan Anak- 


anaknya 


Nuh dan Anak-anaknya 


9:18-19 




9:18-19 


9:18-19 




9:18-19 






9:18-19 


9:20-27 




9:20-23 


9:20-27 




9:20-27 






9:20-27 


(25-27) 




9:24-27 
(25-27) 


(25-27) 




(25-27) 






(25-27) 


9:28-29 




9:28-29 


9:28-29 




9:28-29 






9:28-29 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:1-7 

x Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah 
dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang 

97 



di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam 
tanganmulah semuanya itu diserahkan. 3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. 
Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. 4 Hanya daging 
yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. s Tetapi mengenai darah kamu, yakni 
nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap 
manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. 6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, 
darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. 
7 Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, 
bertambah banyaklah di atasnya." 



9:1 "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi" Perhatikan tiga Qal IMPERATIVES: 
"beranakcuculah" (BDB 826, KB 963), "bertambah banyaklah" (BDB 915, KB 1176), "penuhilah bumi" (BDB 
569, KB 583). Ini adalah awal kedua bagi manusia (lih. 1:28), namun prhatikan bahwa dosa telah menyebabkan 
suatu perubahan dalam perintah tersebut, "taklukkan dan berkuasalah" di tinggalkan. 

9:2 "takut. . .gentar" Manusia memiliki hubungan yang baru denan binatang-bonatang, bukannya damai dan 
persahabatan sebagaimana di Eden dan di eskhaton (Yesaya 11), namun ketakutan (BDB 432) dan kegentaran 
(BDB 369). Septuaginta menambahkan "ternak" pada ayat ini namun binatang-binatang piaraan di rumah tidak 
terpengaruhi . 

9:3 "Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu" Manusia aslinya adalah pemakan 
sayuran (setidaknya di taman Eden) namun sejak kejatuhannya dan sejak tak ada tanaman yang bisa menghasilkan 
untuk sementara waktu, daging disediakan. Juga perhatikan bahwa tidak ada perbedaan antara binatang yang 
haram dan tidak haram sejauh menyangkut masalah makanan (sangat berbeda dengan Im 11), namun ada suatu 
perbedaan dalam korban (lih. 7:2 dst). 

9:4 "Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan" Ini adalah 
landasan teologis bagi sistem pengorbanan (lih. Im 17:10-16; Ul 12:16,23; Kis 15:29) dan arti penting dari 
kematian Kristus. Dosa menuntut bayaran kehidupan. Allah dengan penuh kemurahan menggantikannya dengan 
kehidupan binatang. 

9:5-6 "darahnya akan tertumpah oleh manusia" Ini adalah pernyataan pertama dari keadilan "mata ganti 
mata". Ini menunjukkan pengesahan Allah akan hak pemerintah atas hukuman mati. Dalam PL, ini dicapai 
dengan "go'el" (sanak penebus). Untuk kemungkinan rujukan PB lihat Kis 25: 1 1 dan Rom 13:4. 

Ayat 5 berupa prosa sementara ay 6 dicetak dalam garid-garis paralel puisi. 

Ada suatu kemungkinan permainan kata Ibrani yang bahkan bisa mempengaruhi etimologi antara darah 
(dam) dan manusia (adam). Dalam bahasa Asyur istilah manusia laki-laki (adamu) berhubungan dengan tempat 
perlindungan/suci (adman). Oleh karena itu, mungkin ada kaitan antara darah-penyembahan-manusia (lih. Robert 
B. Girdlestone, Sinonim-sinonim Perjanjian Lama, hal. 45). 

□ "sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri" Ini menunjukkan prioritas manusia 
(lih. 1:26,27; 5:1,3). Betapa suatu hakistimewa dan tanggung jawab yang mengagumkan. 

9:7 "sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi" Ini berparalel dengan 1:22,24,28. Pasal 8-9 membentuk 
suatu pemulaian kembali dari kehendak dan tindakan Allah yang dinyatakan dalam Kej 1. Ayat ini memiliki 
empat Qal IMPERATIVE, sementara ay 1 mempunyai tiga. Para rabi mengatakan bahwa karena konteks 
pembunuhannya (ay 5-6) mereka yang menolak memiliki anak juga melanggar perintah ini. 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:8-17 

8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 
9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, "dan dengan 
segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang 
liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di 

98 



bumi. n Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan 
dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah 
berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang 
hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di 
awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan 
di atas bumi dan busur itu tampak di awan, ls maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada 
antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak 
lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan 
melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang 
hidup, segala makhluk yang ada di bumi." "Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian 
yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi. 



9:9 "Aku mengadakan" Perjanjian ini bersifat tak bersyarat dan sepenuhnya dari anugerah Allah, (lih. 
9,11,12,17). Perjanjian-perjanjian yang lain termasuk perjanjian dengan Adam dan Abraham memiliki 
persyaratan-persyaratan. Lihat Topik Khusus: Perjanjian pada 6:18. 

9:12 "turun-temurun" "Semua" (olam), sebagaimana dalam ay 16, berarti "tak akan berakhir." Lihat Topik 
Khusus pada 3:22. Juga Rashi menyebutkan bahwa "generasi-generasi" salah dieja dalam naskah Ibraninya. la 
menafsirkankannya sebagai berarti bahwa perjanjian ini hanyalah untuk generasi dengan iman yang salah. 

9:13 "busur... tanda" Pelangi bisa jadi tampak pertama kalinya di sini. Kejadian 2:5-6 mengisyaratkan bahwa 
awalnya pengairan terjadi melalui cara yang berbeda dengan hujan (yaitu embun dari tanah). Sangatlah mungkin 
bahwa busur ini (BDB 905) adalah suatu senjata yang Allah tanggalkan (yaitu tidak akan menghancurkan 
manusia dalam penghukuman). Dalam masa purba menggantungkan busur adalah lambang perdamaian. Ini juga 
mungkin bahwa Allah menaruh suatu arti yang baru pada suatu kejadian alami yang biasa. 

9:15 "Aku akan mengingat" Busur tersebut adalah suatu tanda bagi Allah dan manusia. Ini adalah suatu barang 
alami yang melambangkan fakta bahwa Allah tidak lupa (serupa dengan konsep "kitab kehidupan" dan "kitab 
perbuatan"). 

□ "air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup" Ini tidak berarti tak ada banjir 
sama sekali, namun tidak ada banjir sedunia yang menghancurkan seluruh manusia dan berbagai jenis binatang. 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:18-19 

18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan. 
19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. 



9:18 "Sem" Etimologi dari nama ini bisa jadi "kenamaan" atau "nama" (BDB 1028 II). 

□ "Ham" Nama ini bisa berarti "panas" (KB 325II). Ini bisa mencerminkan suatu nama purba dari Mesir (yaitu 
"tanah panas"). 

□ "Yafet" Etimologi dari nama ini bisa jadi "penyambung" atau "diperluas" (BDB 834, lihat kata Ibrani dalam 

ay 22). 

□ "Kanaan" la (BDB 488) kemungkinan disebutkan untuk dua alasan: (1) kemabukan Nuh dan kutukan yang 
diakibatkannya akan mempengaruhi Kanaan atau (2) orang-orang Kanaan menjadi massalah teologis utama Israel 
di tahun-tahun kemudian (yaitu kehidupan Musa). 

9:19 Ini adalah maksud Allah yang dinyatakan berulang-ulang (yaitu penuhilah bumi). Menara Babel adalah 
penyimpangan langsung hal ini. 

Cukup menarik bahwa studi DNA mitokondria moderen menyimpulkan bahwa manusia mula-mula berasal 
dari Afrika utara sementara filologi moderen telah menentukan bahwa seluruh bahasa manusia dimulai di India 

99 



utara. Perhatikan betapa dekatnya secara geografis pada catatan alkitabiah ini. 

Nampaknya semua ras manusia yang berbeda adalah keturunan langsung dari ketiga saudara-bersaudara ini. 
Penelitian DNA moderen telah menunjukkan bahwa semua ras manusia secara genetik adalah sama! 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:20-27 

20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 21 Setelah ia minum anggur, 
mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. 22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, 
lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. 23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai 
kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi 
aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. 24 Setelah Nuh sadar 
dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, 2S berkatalah ia: 
"Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." 2 'Lagi 
katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. 27 Allah 
meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi 
hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya." 



9:20 "Nuh menjadi petani" Terjemahan NASB dan RSV sepertinya membaca terlalu banyak ke dalam susunan 
kata Ibraninya; Nuh bukanlah petani yang pertama — bagaimana dengan Kain (4:2) atau Lamekh (5:29)? Alkitab 
NRSV memiliki "Nuh, seorang yang mengerjakan tanah." 

9:21 "mabuklah ia" Kemabukan (BDB 1016 I, KB 1500) disesalkan berulang-ulang kali dalam Kitab Suci (lih. 
Ams 23:29-35). Namun anggur bukanlah masalahnya, yang jadi masalah adalah penyalahgunaannya oleh manusia 
(lih. Ul 14:26; Maz 104:15; Ams 31:6-7). 



TOPIK KHUSUS: ANGGUR DAN MINUMAN KERAS 

I. Istilah-istilah Alkitab 

A. Perjanjian Lama 

1. Yayin - Ini adalah istilah umum bagi anggur (BDB 406), yang digunakan 141 kali. Etimologinya 
tidaklah jelas karena kata ini tidak berasal dari akar kata Ibrani. Kata ini selalu berarti sari buah, 
biasanya anggur yang telah difermentasikan. Beberapa ayat yang umum adalah Kej 9:21; Kel 29:40; 
Bil 15:5,10. 

2. Tirosh - Ini adalah "anggur baru" (BDB 440). Karena kondisi iklim di Timur Dekat, fermentasi akan 
mulai segera setelah sari buah berumur enam jam. Istilah ini menunjuk pada anggur yang masih 
dalam proses fermentasi. Untuk beberapa ayat mengenai hal ini, lihat Ul 12:17; 18:4; Yes 62:8-9; 
Hos4:ll. 

3. Asis - Ini jelas-jelas merupakan minuman beralkohol ("anggur manis" BDB 779, mis., Yes 49:26). 

4. Sekar - Inilah istilah bagi "minuman keras" (BDB 1016). Akar kata Ibraninya digunakan dalam kata 
"mabuk" atau "pemabuk". Ada sesuatu yang ditambahkan sehingga menjadikannya lebih 
memabukkan. Kata ini berparalel dengan yayin (lih. Ams 20:1; 31:6; Yes 28:7). 

B. New Testament 

1 . Oinos - padan kata bahasa Yunani bagi yayin 

2. Neos oinos (new wine) - padan kata bahasa Yunani dari tirosh (lih. Mar 2:22) 

3. Gleuchos vinos (sweet wine, asis) - anggur di tahapan awal fermentasi (lih. Kis 2:13). 

II. Fermentasi 

A. Fermentasi mulai sangat cepat, kira-kira 6 jam setelah anggur diperas khususnya dalam iklim panas dan 
dengan kondisi tidak sehat. 

B. Tradisi Yahudi mengatakan bahwa ketika sedikit busa nampak di permukaan (tanda fermentasi), ini 
masuk dalam hitungan persepuluhan-anggur (Ma aseroth 1:7). Ini disebut "anggur baru" atau "anggur 
manis". 

C. Fermentasi utama yang paling keras dan membahayakan diselesaikan dalam satu minggu. 



100 



D. Fermentasi sekundernya memakan waktu 40 hari. Pada tahapan ini anggur ini dianggap "anggur tua" dan 
bisa dipersembahkan di mezbah. (Edhuyyoth 6:1). 

E. Anggur yang telah didiamlan pada tempat teduh (anggur tua) dianggap baik, namun ini harus disaring 
baik-baik sebelum digunakan. 

F. Anggur dianggap cukup umur biasanya setelah satu tahun fermentasi. Tiga tahun adalah periode terlama 
suatu anggur dapat disimpan dengan baik. Ini disebut "anggur tua" dan harus dicairkan dengan air. 

G. Hanya dalam 100 tahun terakhir dengan lingkungan yang steril dan adanya tambahan bahan kimia proses 
fermentasi bisa ditunda. Dunia kuno tidak bisa menghentikan proses fermentasi alamiah ini. 

m. Penggunaan dalam Alkitab 

A. Perjanjian Lama 

1. Anggur adalah pemberian Allah (Kej 27:28; Maz 104:14-15; Pkh 9:7; Hos 2:8-9; Yoe 2:19,24; Amo 
9:13; Zak 10:7). 

2. Anggur adalah bagian dari persembahan korban (Kel 29:40; Im 23:13; Bil 15:7,10; 28:14; Ul 14:26; 
Hak9:13). 

3. Anggur digunakan sebagai obat (II Sam 16:2; Ams 31:6-7). 

4. Anggur dapat menjadi masalah yang nyata (Nuh- Kej 9:21; Lot- Kej 19:33,35; Simson- Hak 16:19; 
Nabal- I Sam 25:36; Uria- II Sam 11:13; Amon- II Sam 13:28; Elah- I Raj 16:9; Benhadad- I Raj 
20:12; Para penguasa- Amos 6:6; dan Para wanita- Amos 4). 

5. Anggur dapat disalah gunakan (Ams 20:1; 23:29-35; 31:4-5; Yes 5:11,22; 19:14; 28:7-8; Hos 4:11). 

6. Anggur terlarang bagi kelompok tertentu (Imam-imam yang bertugas, Im 10:9; Yeh 44:21; Orang 
bernazar, Bil 6; dan Penguasa, Ams 31:4-5; Yes 56:11-12; Hos 7:5). 

7. Anggur igunakan dalam suatu latar belakang eskatologis (Amos 9:13; Yoel 3:18; Zak 9:17). 

B. Antar Kitab 

1. Anggur yang secukupnya sangat membantu (Ecclesiasticus 31:27-30). 

2. Para rabi berkata, "Anggur adalah yang terbaik di antara segala obat, dimana ada kelangkaan anggur, 
maka baru obat diperlukan" (BB 58b). 

C. Perjanjian Baru 

1. Yesus mengubah sejumlah besar air menjadi anggur (Yoh 2:1-11). 

2. Yesus minum anggur (Mat 1 1:18-19; Luk 7:33-34; 22:17ff). 

3. Petus dituduh mabuk oleh anggur baru pada hari Pentakosta (Kis 2:13). 

4. Anggur dapat digunakan sebagai obat (Mar 15:23; Luk 10:34; I Tim 5:23). 

5. Para pemimpin tak boleh menyalah gunakannya. Ini tidak berarti tidak boleh meminumnya. (I Tim 
3:3,8; Titus 1:7; 2:3; I Pet 4:3). 

6. Anggur yang digunakan dalam latar belakang eskatologis (Mat 22: Iff; Wah 19:9). 

7. Kemabukan disesalkan (Mat 24:49; Luk 11:45; 21:34; I Kor 5:11-13; 6:10; Gal 5:21; I Pet 4:3; Rom 
13:13-14). 

IV. Wawasan Teologis 

A. Ketegangan Dialektis 

1. Anggur adalah pemberian Allah 

2. Kemabukan adalah masalah yang utama. 

3. Prang percaya dalam beberapa kebudayaan harus membatasi kebebasan mereka demi Injil (Mat 15:1- 
20; Mar 7:1- 23; I Kor 8-10; Rom 14:1-15:13). 

B. Kecenderungan untuk melampaui batas-batas yang telah ditetapkan 

1. Allah adaah sumber dari segala yang baik (penciptaan adalah "sangat baik," Kej 1:31). 

2. Umat manusia yang jatuh telah menyalah-gunakan semua pemberian Allah dengan membawanya 
melampaui batas yang telah ditetapkan Allah. 

C. Penyalah-gunaan itu adalah di dalam kita , bukan dalam bendanya. Tak ada yang jahat dalam ciptaan 
jasmani (lih. Mar 7:18-23; Rom 14:14,20; I Kor 10:25-26; I Tim 4:4; Titus 1:15). 



101 



9:22 "melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar" Dosa Ham adalah (1) 
ketidakhormatannya pada bapanya atau (2) suatu jenus tindakan seksual (lih. Im 18:6,7). Orang Ibrani sangat 
sadar akan ketelanjangan. 

Dalam suatu pengertian teologis, ini menunjukkan keberlanjutan penarikan kebawah dari kejatuhan. Nuh 
mabuk! Ham sangat menikmati baik kebodohan dan ketelanjangan bapanya! Kecenderungan menuju 
ketidakhormatan dan pelecehan seksual ini menjadi begitu nyata dalam keturunan Kanaan! Kecenderungan ini 
pasti telah nyata bagi Nuh yang mengutuk Kanaan dan bukannya Ham. 

Sebagai suatu catatan tambahan, episode ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan [peremehan secara 
alkitabiah akan ras kulit hitam. Orang Afrika memang berasal dari Ham namun orang Kanaan tidak berkulit hitam 
(yaitu gambar-gambar tembok di Mesir) ! 

9:24 "Nuh... mendengar" la kemungkinan mengetahui karena ia bertanya, namun kemungkinan ini karena 
penyelimutan yang dikenakan Sem dan Yafet kepadanya. 

□ "anak bungsunya" Ham selalu disebutkan di urutan kedua dalam daftar anak-anak Nuh. Kata Ibrani ini bisa 
jadi merupakan suatu puncak "yang paling muda" atau perbandingan "yang lebih muda." 

9:25 "berkatalah ia" Ingat konsep Ibrani mengenai kuasa perkataan, Kej 1, juga arti penting dari berkat orang 
tua, Kej 49. 

□ "Terkutuklah Kanaan" KATA KERJA ini (BDB 76, KB 91) adalah sebuah Qal PASSIVE PARTICIPLE. 
Para rabi mengatakan Kanaan melihat ketelanjangan Nuh dahulu lalu memberitahukannya kepada ayahnya, Ham, 
namun kemungkinan Nuh melihat bukti sifat tidak hormat dalam anak bungsu Ham, atau Kanaan, anak bungsu, 
adalah satu cara merujuk seluruh keturunan Ham. Perhatikan bahwa ini bukanlah kutukan oleh Allah namun oleh 
si penyalah guna alkohol, Nuh! 

Nyatalah dari sejarah Israel nantinya bahwa orang Kanaan dipandang sebagai bangsa penyembah berhala 
yang jahat yang harus dibinasakan sepenuhnya. Di tanah merekalah para raksasa masih hidup. Penyembahan 
mereka pada dewa kesuburan lah yang dilarang dalam kitab Imamat. 



TOPIK KHUSUS: RASIALISME 

I. Pengantar 

A. Ini adalah penrnyataan universal dari manusia yang jatuh di dalam masyarakat. Ego manusia ini, 
mendukung dirinya sendiri di belakang orang lain. Rasialisme adalah, dalam banyak hal, suatu gejala 
moderen, semen tara nasionalisme (atau kesukuan) lebih merupakan pernyataan kuno. 

B. Nasionalisme dimulai di Babel (Kej 11) dan aslinya berkaitan dengan ke tiga anak dari Nuh yang 
merupakan cikal-bakal apa yang disebut ras manusia. (Kej 10). Namun demikian, nyata dari Kitab Suci 
bahwa kemanusiaan berasal dari satu sumber. (lih. Kej 1-3; Kis 17:24-26). 

C. Rasialisme hanyalah merupakan satu dari banyak prasangka. Beberapa yang lainnya adalah (1) 
kesombongan karena pendidikan; (2) keangkuhan sosial-ekonomis; (3) legalisme agamawi yang 
membenarkan diri; dan (4) afiliasi politik yang dogmatis 

II. Bahan Alkitabiah 
A. Perjanjian Lama 

1. Kej 1:27- Umat manusia, laki-laki dan perempuan, diciptakan dalam gambar dan keserupaan dengan 
Allah, yang membuat mereka unik. Hal ini juga menunjukkan harga diri dan martabatnya (lih. Yoh 
3:16). 

2. Kej 1:11-25 - Catat frasa, ". . .dan yang sejenisnya. . ." sepuluh kali. Ini telah digunakan untuk 
mendukung pemisahan rasial. Namun demikian, nyata dari konteks bahwa ini menunjuk pada 
binatang dan tumbuhan, dan bukan pada manusia. 



102 



3. Kej 9:18-27 - Ini telah digunakan untuk mendukung dominasi rasial. Haruslah diingat bahwa Allah 
tidak mengutuk Kanaan. Nuh, bapanyalah, yang mengutukinya setelah tersadar dari kemabukannya. 
Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Allah meneguhkan sumpah/kutukan ini. Bahkan bila la 
melakukannya, ini tidak akan mempengaruhi ras kulit hitam. Kanaan adalah bapa dari mereka yang 
mendiami Palestina dan Lukisan tembok Mesir menunjukkan bahwa mereka tidak berkulit hitam. 

4. Yosua 9:23 - Ini telah digunakan untuk membuktikan satu ras akan melayani yang lainnya. Namun 
demikian, dalam konteks, bangsa Gibeon berasal dari ras yang sama dengan orang Yahudi. 

5. Ezra 9-10 dan Neh 13 - Ayat-ayat ini sering sekali digunakan dalam suatu pengertian rasial, namun 
konteksnya menunjukkan bahwa perkawinan tersebut terkutuk, bukan karena rasnya (mereka sama- 
sama berasal dari anak Nuh, Kej 10), namun karena alasan-alasan keagamaan. 

B. Perjanjian Baru 

1. Kitab-kitab Injil 

a. Yesus menggunakan kebencian antara orang Yahudi dengan Samaria pada beberapa contoh, yang 
menunjukkan bahwa kebencian rasial bukanlah hal yang pantas. 

(1) Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati (Luk 10:25-37) 

(2) Perempuan di sumur (Yoh 4:4) 

(3) Orang Kusta yang Tahu Berterima Kasih (Luk 17:7-19) 

b. Injil adalah bagi seluruh umat manusia. 

(1) Yohanes3:16 

(2) Lukas 24:46-47 

(3) Ibrani 2:9 

(4) Wahyu 14:6 

c. Kerajaan Allah akan mencakup seluruh umat manusia 

(1) Lukas 13:29 

(2) Wahyu 5 

2. Kisah Para Rasul 

a. Kisah 10 merupakan suatu bagian definitif mengenai kasih universal Allah dan berita universal 
Injil. 

b. Petrus diserang karena tindakannya dalam Kis 11 dan masalah ini tidak terselesaikan sampai 
Konsili Yerusalem dalam Kis 15 bertemu dan menemukan suatu penyelesaian. Ketegangan 
antara orang Yahudi dan bukan Yahudi di abad pertama amat sangat hebat. 

3. Paulus 

a. Tidak ada pagar pembatas dalam Kristus 

(1) Gal 3:26-28 

(2) Ef 2:11-22 

(3) Kol3:ll 

b. Allah bersikap tidak pandang muka 

(1) Rom 2: 11 

(2) Ef6:9 

4. Petrus dan Yakobus 

a. Allah tidak memandang muka, I Pet 1:17 

b. Karena Allah tidak menunjukkan parsialitas, maka umatNya harus juga demikian, Yakobus 2: 1 

5. Yohanes 

6. Satu dari pernyataan terkuat tentang tanggung jawab dari orang percaya ditemukan dalam I John 4:20 

III. Kesimpulan 

A. Rasialisme, atau untuk hal ini, prasangka apa saja, secara menyeluruh bukanlah hal yang pantas bagi 
anak-anak Allah. Ini adalah kutipan dari Henlee Barnette, yang berbicara pada sebuah forum di Glorieta, 
New Mexico untuk Christian Life Commission dalam tahun 1964. 

"Rasialisme ialah kesesatan karena tidak alkitabiah dan bukan keKristenan, bahkan tidak pula ilmiah." 



103 



B. Masalah ini memberikan pada orang Kristen kesempatan untuk menunjukkan kasih, pengampunan, dan 
pengertian mereka yang seperti Kristus terhadap dunia yang tersesat. Penolakan orang Kristen di bidang 
ini menunjukkan ketidak dewasaan dan merupakan suatu kesempatan bagi sijahat untuk menghambat 
iman, jaminan, dan pertumbuhan dari orang percaya. Ini akan juga bertindak sebagai suatu pembatas bagi 
kedatangan orang yang terhilang kepada Kristus. 

C. Apa yang bisa saya perbuat? (bagian ini diambil dari traktat Christian life Commission yang berjudul 
"Hubungan Ras" 

"PADA TINGKAT PRffiADI" 

Menerima tanggung jawab anda sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan 

dengan ras. 

Melalui doa, Pelajaran Alkitab, dan persekutuan dengan mereka yang berasal dari ras yang lain, 

berusaha keras untuk membuang kehidupan anda yang penuh dengan prasangka rasial. 

Nyatakan keyakinan anda mengenai ras, khususnyadi tempat di mana mereka yang menghasut 

kebencian rasial tidak tertandingi. 
'DALAM KELUARGA" 

Sadari kepentingan pengaruh keluarga dalam pembentukan sikap terhadap ras lain. 

Berusaha membangun sikap Kristen dengan membicarakan mengenai masalah-masalah ras di luar 

rumah yang didengar oleh orang tua maupun anak-anak. 

Orang tua harus berhati-hati untuk memberikan contoh Kristen dalam hubungan dengan orang-orang 

dari ras yang berbeda. 

Mencari kesempatan untuk membangun persahabatan keluarga melampaui batasan ras. 
'DI DALAM GEREJA ANDA" 

Dengan berkhotbah dan mengajar kebenaran Alkitab yang berkaitan dengan ras, jemaat dapat 

dimotivasi untuk menjadi contoh bagi masyarakat luas. 

Penyembahan, persekutuan, dan pelayanan seluruh gereja harus terbuka bagi semua orang, 

sebagaimana gereja-gereja PB tidak mengenai halangan rasial. (Ef 2: 1 1 -22; Gal 3:26-29). 
'DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI" 

Membantu mengatasi semua diskriminasi rasial di dunia kerja. 

Bekerja melalui semua jenis organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk menjunjung tinggi 

persamaan hak dan kesempatan, dengan mengingat bahwa yang harus diserang adalah masalah ras 

dan bukan orangnya. Tujuannya ialah untuk mempromosikan pengertian, bukan menciptakan 

kepahitan. 

Bila nampaknya bijak, organisir suatu panitia khusus yang terdiri dari warga yang peduli untuk tujuan 

membuka jalur-jalur komunikasi di masyarakat untuk pendidikan masyarakat umum dan untuk 

tindakan khusus dalam meningkatkan hubungan. 

Dukung undang-undang dan wakil rakyat dalam meloloskan undang-undang yang meninggikan 

keadilan rasial dan menentang undang-undang yang melakukan prasangka untuk keuntungan politik 

Percayakan petugas-petugas penegak hukum untuk melaksanakan hokum tanpa diskriminasi. 

Hentikan kekerasan, dan dorong ketaatan pada hukum, melakukan apapun yang mungkin sebagai 

warga Kristen untuk meyakinkan bahwa struktur hukum tidak menjadi alat-alat ditangan mereka yang 

mendukung diskriminasi. 

Menjadi teladan dari roh dan pikiran Kristus dalam semua hubungan antar manusia. 



□ "hamba yang paling hina" Ini adalah sebuah bentuk puncak bahasa Ibrani yang berarti "hamba terrendah." 
Ini digenapi dalam penaklukan Yosua atas Palestina! 

9:26-27 Kata "hendaaklah" dari dua ayat ini berbentuk JUSSIVE, tiga bentuk khusus dan satu yang secara 
kontekstual diisyaratkan. 

9:26 "TUHAN" "YHWH" sepertinya menjadi penggunaan khusus dari nama perjanjian ini (lihat catatan pada 
2:4) untuk mengakui Sem sebagai garis keMesiasan (lih. Lukas 3:36). 



104 



□ "Allah Sem" Sem berarti "nama" dan bisa merupakan suatu permainan pada nama khusus Allah, YHWH 
(BDB 1028 II). Garis keturunan Sem adalah garis keMesiasan. Ini adalah berlawanan dengan 11:4! 

9:27 "hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem" Beberapa orang melihat hal ini (1) dalam suatu 
pengertian politik seperti dominasi budaya Romawi atau Eropa atau (2) dalam suatu pengertian rohani mengenai 
pencakupan orang non Yahudi dengan berkat dari orang Yahudi, yang juga menjadi bagian dari perjanjian 
Abraham (lih. 12:3; Ef 2: 11-3: 13). 

NASKAH NASB (UPDATED): 9:28-29 

28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. 29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan 
ratus lima puluh tahun, lalu ia mati. 

9:29 Kematian masih bertahta (lih pasal 5)! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Bagaimana kejatuhan mempengaruhi perjanjian Allah dengan Nuh? 

2. Apakah hukuman mati suatu persepsi alkitabiah (lih. ay 6)? 

3. Apakah Nuh mengutuk ras kulit hi tarn? 

4. Menunjuk pada apakah ay at 27? 



105 



KEJADIAN 10:1-32 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Keturunan Nuh 


Bangsa-bangsa 
Diturunkan dari Nuh 


Tabel dari Bangsa- 
bangsa 


Keturunan Anak-anak 
Nuh 


Pemenuhan Bumi 
Dengan Orang-orang 


10:1 


10:1 


10:1 


10:1 




10:1 


10:2-5 




10:2-5 


10:2-5 




10:2-5a 
10:5b 


10:6-14 


10:6-14 


10:6-14 


10:6-12 
10:13-14 




10:6-7 

10:8-12 

10:13-14 


10:15-20 


10:15-20 


10:15-20 


10:15-20 




10:15-19 
10:20 


10:21-31 


10:21-31 


10:21-31 


10:21-31 




0.43125 
10:22-23 
10:24-30 
10:31 


10:32 


10:32 


10:32 


10:32 




10:32 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



106 



PENGANTAR 

A. Apa maksud teologis dari sifat yang dirinci dari pasal 10? 

1. Ini menunjukkan bahwa Allah peduli dengan segala bangsa. Pasal 11 secara kronologis tidak sesuai 
aturan. Ini sepertinya untuk menunjukkan bahwa 10 bukan hanya sekedar penghakiman (lih. 1 1 : 1-9), 
namun terutama adalah penggenapan dari 1:28 dan 9:1,7 (yaitu berkembangbiak dan penuhi bumi). 

2. Bangsa-bangsa yang sama ini sering dirujuk dalam kitab nabi-nabi (lih. Yes 7-23; Yer 46-5 1 ; Yeh 27- 
30; 38-39) sebagai kelompok-kelompok yang dihakimi Allah. 

3. Ini menyusun panggung bagi pemanggilan Abraham dan benihnya sebagai suatu kerajaan imam- 
imam untuk membawa seluruh dunia kepada YHWH (lih. 12:3; Kel 19:5-6). 

4. Ini mengikuti pola dari Kejadian yaitu menyempitkan fokus dari garis keMesiasan (lih. 9:26). 

5. Sepertinya ada sekitar 70 kelompok yang disebutkan. Para rabi mengatkan bahwa ada 70 bahasa di 
dunia, kemungkinan dari Ul 32:5. Banyak orang mengaitkan Lukas 10:1 dengan hal ini untuk 
menyatakan dorongan penginjilan ke seluruh dunia dari Kitab Injil. 

B. Bagaimana dan mengapa ini tidak sesuai dengan penelitian etnologis moderen? 

1 . Penelitian moderen didasarkan atas prinsip-prinsp linguistik sementara catatan alkitab berfokus pada 
data geografis. Informasi geografis ini dipengaruhi oleh (1) tanggal dan (2) pergerakan orang baik 
dari perpindahan penduduk dan perang (lih. Yeh 16:3; Hos 12:7). 

2. Seseorang hams memperhitungkan sifat teologis dari catatan ini 

a. Pencakupan Selektif 

b. Kesatuan dari manusia (Adam dan Nuh) 

c. Bangsa-bangsa yang terjauh kaitannya dengan Israel dibahas sedikit (atau tidak sama sekali) 

3. Pasal ini mengandung banyak nama-nama jamak. Ini menunjukkan bahwa sering seorang leluhur 
mewakili suatu kelompok. Sering, kelompok-kelompok menduduki lebih dari satu lokasi geografis. 

4. Ini bukanlah sebuah catatan ilmiah barat yang rinci. Kita sering lupa bahwa ini adalah upaya pertama 
pada suatu daftar jenis ini. Keakuratannya diyakinkan oleh komitmen pra-supposisi kita pada Kitab 
Suci. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa ini dimaksudkan untuk menginformasikan pada kita 
secara lengkap dan rinci dalam segala bidang atau sesuai dengan pemikiran barat kita. Bagi 
jamannya keakuratan hal ini sungguh mengagumkan! 

5. Daftar ini, sebagaimana seluruh Torah, dipengaruhi oleh revisi-revisi oleh juru tulis dan pembaruan- 
pembaruan. Beberapa nama dalam daftar ini (yaitu Cimmeria, Scythia, Filistin, dan Medes) tidak 
ditemukan dalam sastra Timur Dekat kuno lain sampai dengan 1500-1000 SM. 

6. Ada kemungkinan karena bangsa-bangsa Asia dan Polynesia (dan juga bangsa-bangsa Amerika) dan 
banyak bangsa Afrika tidak dibahas, maka daftar ini mungkin hanya mencakup sebagian dari 
keberagaman rasial yang terlihat sekarang. Jika kini benar, maka adalah merupakan pernyataan 
teologis yang berlebihan untuk mengatakan bahwa ras-ras tersebut berasal langsung dari tiga anak- 
anak Nuh. 

Ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan kesatuan manusia (yang telah diteguhkan oleh studi 
DNA) yang dengan jelas ditegaskan dalam pasangan manusia mula-mula dalam Kej 1 dan 2. 

C. Strukturnya 

1. Yafet, ay 2-5, menduduki wlayah di utara Mesopotamia dari Spanyol sampai Laut Kaspia. 

2. Ham, ay 6-20, menduduki wilayah di selatan Mesopotamia dari Afrika sampai ke India 

3. Sem, ay 21 dst, berurusan dengan pendudukan Mesopotamia oleh kaum Semitik dari Laut Tengah 
sampai ke India . 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:1 

^nilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki 
bagi mereka. 



107 



10:1 "Inilah keturunan" Frasa ini diulang tiga kali dalam konteks dari pasal 10 dan 11 (10:1; 11:10,27). Ini 
mungkin telah menjadi cara si penulis untuk menggaris besarkan buku ini atau suatu tanda penerbit babilonia 
untuk menandai tablet-tablet tanah liat berhuruf runcing yang merupakan bagian dari satu kumpulan yang sama. 

□ "Sem, Ham, dan Yafet" Urutan dari penyebutan nama-nama mereka ini terutama teidak berhubungan 
dengan umur mereka namun suatu rancangan teologis, menyebutkan mereka yang dalam garis keMesiasan 
terdahulu, dan mereka yang paling jauh di taruh di belakang. 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:2-5 

2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. 3 Keturunan Gomer 
ialah Askenas, Rifat dan Togarma. 4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang 
Dodanim. s Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing- 
masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka. 



10:2 "Gomer" Ini sepertinya menunjuk pada kaum Cimmeria (BDB 170), yang disebutkan dalam karya Homer 
Iliad, pasal 11:13-19. Mereka berdiam di bagian utara Asia Kecil. Mereka kemungkinan telah berpindah ke utara 
dan menjadi kelompok-kelompok suku bangsa Eropa. Ini bisa dilihat melaluai suatu istilah yang serupa bagi 
mereka di Jerman utara, "Cimbi" dan di Wales, "Cymri." 

□ "Magog" Telah ada banyak diskusi mengenai nama ini karena hubungannya dengan Yeh 38-39 dan 
peristiwa-peristiwa akhir jaman. Namun demikian, haruslah ditegaskan bahwa Magog (BDB 156), sejalan dengan 
Mesekh dan Tubal, yang juga disebutkan dalam ay 2, terutama merupakan suku-suku bangsa yang berhubungan 
dengan Asia Kecil dan pantai Laut Hi tarn. Sangat mungkin bahwa mereka telah berpindah ke utara dan menjadi 
kelompok-kelompok suku bangsa Rusia moderen. Namun, di jaman kuno, mereka jauh lebih dekat ke Tanah 
Perjanjian. Kebanyakan orang menyatakan bahwa Magog dihubungkan dengan kaum Scythia, sebelah tenggara 
Laut Hitam. Informasi ini berasal dari Yosefus. 

□ "Madai" Kebanyakan orang menyatakan bahwa ini menunjuk pada kaum Medes (BDB 552), yang hidup di 
selatan dan tenggara Laut Kaspia, yang menjadi begitu penting bagi Israel dalam menggabungan mereka dengan 
Persia untuk menggulingkan Kekaisaran Babilonia Baru (Nebukadnezar). 

□ "Yawan" Ini (BDB 402) sepertinya menunjuk pada kaum Yunani Yonian (sebelah selatan)(lih. Dan 8:21; 
10:20; 11:2). Kelompok ini dalam bahasa Sansekerta dieja sebagai "Javana"; "Juna" dalam bahasa Persia kuno 
dan "Jounan" pada batu Rosetta. Mereka nantinya menjadi, bukan hanya kerajaan Yunani, namun kemungkinan 
suatu bagian dari orang-orang lautan di wilayah Aegea (yaitu. Fenisia dan Filistn). 

□ "Tubal" Banyak yang menyatakan bahwa ini (BDB 1063) menunjuk pada kaum Tiberenia dari Asia Kecil 
bagian tengah. Baik Tubal maupun Mesekh muncul di Yeh 38-39 sebagai penduduk Asia Kecil. 

□ "Mesekh" Banyak orang menyatakan bahwa ini adalah sebuah kelompok suku bangsa (BDB 604) yang hidup 
di selatan dan barat daya Laut Hitam (lih. Yeh 27:13; 32:26; 38:2; 39:1). Informasi ini berasal dari Herodotus. 

□ "Tiras" Ada beberapa kemungkinan identifikasi bagi kelompok ini (BDB 1066), sebagaimana sangat lazim 
di antara para komentator. Banyak dari nama-nama dan lokasi ini tidak jelas. Kemungkinannya mencakup (1) 
kaum Etrusca; (2) suatu bangsa bajak laut daerah Aegea yang disebut Pelasgia; (3) Yosefus mengatakan ini kaum 
Thracia; atau (4) Rashi mengatakan bahwa ini menunjuk pada Persia. 

10:3 "Askenas" Ini adalah nama (BDB 79) yang diadopsi oleh orang-orang Yahudi Eropa di kemudian hari 
(yaitu Jerman). Teorinya saat ini adalah (1) Kaum Scythia di wilayah Jerman; (2) orang-orang yang dekat dengan 
Danau Urumia; atau (3) suatu kelompok suku bangsa dari Bitinia di Asia Kecil. 

□ "Rifat" Ini diduga merupakan sebuah kelompok suku bangsa (BDB 937) di dekat sungai Rhebas atau suatu 
kelompok suku bangsa dekat Bosporus. 

108 



□ "Togarma" Ini (BDB 1062) adalah (1) kelompok suku bangsa di daerah Kapadokia di Asia Kecil; (2) dekat 
kota kuno Carchemish; atau (3) suatu kelompok suku bangsa di Frigia. Seluruh tiga kemungkinan ini ada di 
negara Turki moderen. 

10:4 "Elisa" Kebanyakan orang menyatakan bahwa ini menunjuk (BDB 47) pada penduduk asli Siprus. Mereka 
disebutkan dalam Yeh 27:7. 

□ "Tarsis" Walaupun Albright melokasikan ini di Sardinia, kebnyakan peneliti moderen melokasikannya di 
Spanyol selatan (yaitu Tartessos). Ini disebutkan dalam II Taw 9:21; Maz 48:7; 72: 10; Yun 1:3; 4:2). 

□ "Kitim" Ada pendapat yang konsisten bahwa ini menunjuk pada penduduk di pantai timur dari Siprus (BDB 
1076 II). 

□ "Dodanim" Banyak yang menyatakan bahwa kemiripan dengan huruf Ibrani, D (*7) and R (1), telah 
dibingungkan dan bahwa ini menunjuk pada suku bangsa pnduduk Pulau Rhodes (lih. terjemahan NIV). Namun 
demikian, orang lain lagi menyatakan bahwa ini adalah Yunani Utara dan ada lagi yangmengatakan ini sebagai 
Italia Selatan. Secara sederhana nyatalah bahwa hal ini tidak diketahui (BDB 187). 

10:5 "Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir" Frasa ini digunakan secara penggambaran 
bagi bangsa-bangsa yang jauh sekali, namun di sini ini sepertinya menunjuk pada para penduduk di sepanjang 
pantai Laut Tengah dan Laut Hitam yang mengikuti perpindahan dari anak-anak Yafet. 

□ "tanahnya. . .bahasanya. . .kaumnya. . .bangsa mereka" Ini sepertinya menjadi sebuah pembagian empat 
kali lipat mengenai bagaimana pasal ini dibagi: (1) secara geografis; (2) secara linguistik; (3) secara etnis; dan (4) 
secara politis. 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:6-14 

6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. 7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, 
Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan. 8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah 
yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 'ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan 
TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan 
TUHAN." 1(l Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. 
"Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah 12 dan Resen di antara 
Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang 
Lehabim, orang Naftuhim, 14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah 
berasal orang Filistin. 



10:6 "Kush, Misraim, Put and Kanaan" Anak-anak Ham ini didiskusikan lebih lanjut di ayat-ayat berikut: 
Kush (BDB 468) dalam ay 7-12; Misraim (BDB 595) dalam ay 13-14; dan Kanaan (BDB 488) dalam ay 15-19. 
Put (BDB 806), walau tidak didiskusikan, sepertinya bisa menunjuk pada Afrika Timur (somalia), Arab selatan, 
Libia atau Kirene. Nyatalah dari banyaknya kemungkinan lokasi ini bahwa kita tidak merasa pasti 

10:7 "Seba" Ini adalah wilayah bagian atas sungai Nil sejauh yang bisa kita katakan dari informasi yang tersedia 
sekarang (BDB 685). Ini disebutkan di Yes 43:3. 

□ "Hawila" Secara hurufiah ini adalah "tanah pasir" (BDB 296), kemungkinan berlokasi di suatu tempat di 
Mesir. 

□ "Sabta" Ini (BDB 688) bisa merupakan wilayah Etiopia moderen, yaitu di Afrika Timur atau kota di Arab. 

□ "Raema" Ini sepertinya adalah kaum Sabatea dari Barat daya Arab (BDB 947). 

□ "Sabtekha" Ini juga menunjuk pada Etiopia (BDB 688). 

109 



□ "Syeba" Ini (BDB 985) sepertinya adalah daerah terkenal dari Ratu Syeba, Barat daya Arab (lih. I Raj 10:1- 
10; Ayb 1:15; 6:19; Maz 72:10,15; Yes 60:6; Yer 6:20). 

□ "Dedan" Ini sepertinya adalah suatu tempat di Arab (BDB 186). Nyatalah bahwa anak-anak Kush berlokasi 
di Afrika Timur dan jazirah Arab. Ini disebutkan dalam Yes 21:13; Yer 25:23; 49:8; Yeh 25:13; 27:20. 

10:8 "memperanakkan Nimrod" Nimrod (BDB 650) secara khusus disebut namanya karena ia adalah pendiri 
dari masyarakat utama yang pertama. Ini berarti bahwa keturunan Hamlah yang membangun Babilonia. Ia 
dikaitkan dengan anak-anak Kush karena kemiripan secara liguistik terhadap nama Kassite. Ada dua kelompok 
dari Kush, satu di ay 7 di bagian timur dari Laut Merah dan yang ini dalam ay 8 di sebelah barat Laut Merah. 

□ "Nimrod" Kata ini sepertinya berarti "memberontak" menurut Rashi dan Leupold. Dengan mengingat hal ini 
dua frasa utama berikutnya, "orang yang berkuasa" dan "pemburu yang gagah perkasa," ditafsirkan secara negatif 
sebagai "tirani" atau "penakluk" atau "pembunuh manusia." Namun demikian, kita tidak pasti apakah ini 
konotasinya, walau cocok dengan konteksnya. Orang ini akan membangun beberapa kota utama Mesopotamia 
dan nampaknya akan memulai kekuatan dunia yang pertama. Banyak yang menyatakan bahwa ini menunjuk pada 
Tukuli-ninurta I, namun ia tidak hidup sampai abad ke tiga belas SM ketika ia berkuasa atas Asyur dan Babilonia. 
Ia disebut Ninus, namun waktunya sangat terlambat untuk cocok dengan Nimrod. Orang-orang lain menyatakan 
bahwa ini menunjuk pada Sargon I, penguasa kota Akkad. 

10:9 "seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN" Beberapa komentator menyatakan bahwa 
Allah memperhatikan adanya seorang pemburu di bawah martabatNya, namun jika frasa ini menunjuk pada 
penakluk dan pembangun sistem dunia manusia yang pertama (lih. Mik 5:6), maka bahwa Allah 
memperhatikannya dapatlah dimengerti. 

10:10 "Babel" Orang Babilonia mengatakan bahwa istilah ini (bab-ili) berarti "gerbang para dewa." Namun 
demikian, dalam Kejadian 11, orang Yahudi menafsirkannya sebagai berarti (balil), "ia bingung" (BDB 93). 

□ Semua kota-kota yang disebutkan di ayat ini adalah kota-kota utama di Sinear diberbagai kurun waktu. 

□ "Kalne" Beberapa orang mengatakan bahwa ini (BDB 484) menunjuk pada kota Nippur, sementara yang lain 
memverbalkan kembali kata ini menjadi berarti "kesemuanya." 

□ "tanah Sinear" Secara linguistik ini berhubungan dengan istilah "Sumer" atau "Sumeria" (BDB 1042). Ini 
menunjuk pada suatu wilayah di bagian selatan Mesopotamia. 

10:11 "ia pergi ke Asyur" Beberapa orang mengatakan bahwa ini menunjuk pada Nimrod dan ini sepertinya 
paling cocok dengan konteksnya (lih. Mik 5:6). Namun demikian, yang lain, termasuk Septuaginta, Vulgate, 
Syriac, Martin Luther, dan John Calvin, mengatakan ini menunjuk pada Asshur. 

□ "Niniwe" Ini (BDB 644) adalah ibukota utama dari Kerajaan Asyur yang berlokasi di Sungai Tigris (lih. n 
Raj 19:36; Yes. 37:37; Yun 1:2; 3:2-7; 4:11; Nah 1:1; 2:8; 3:7; Zef 2:13).. 

□ "Rehoboth-Ir" Ini secara hurufiah berarti "kota dengan jalanan yang lebar" atau "tempat luas dari kota" dan 
kemungkinan adalah penjabaran dari Niniwe (BDB 944 IT). 

□ "Kalah" Ini adalah sebuah kota utama Asyur (BDB 480 II). Nama moderennya adalah Nimrud yang dengan 
jelas berhubungan dengan nama Nimrod. 

10:13 "Misraim" Banyak yangmenyatakan ini menunjuk pada bagian atas dan bawah Mesir (BDB 595). 

□ "Ludim" Ini bisa menunjuk pada kaum Lydia di Asia Kecil (BDB 530). 



110 



□ "Anamim" Ini bisa jadi suatu kelompok bangsa yang menduduki oase di sebelah barat Mesir (BDB 777). 

□ "Lehabim" Ini sepertinya menunjuk pada suku-suku bangsa di gurun patai utara Afrika (BDB 529). 

□ "Naftuhim" Ini sepertinya adalah kelompok suku bangsa dekat kota Memfis (BDB 661). Semua yang disebut 
dalam ay 13 secara nyata berhubungan dengan Mesir dan daerah sekitarnya. 

10:14 "Patrusim" Ini berarti tanah selatan dan kemungkinan menunjuk pada bagian atas Mesir (BDB 837). 

□ "Kasluhim (dari mereka inilah berasal orang Filistin)" Telah ada banyak diskusi mengenai frasa ini 
karena dari Amos 9:7 ini sepertinya mengisyaratkan bahwa orang Filistin berasal dari Kreta. Ini adalah satu dari 
tempat-tempat yang rujukan ini mungkin bersifat geografis. Keberlanjutan gelombang serangan dan perpindahan 
penduduk dari orang-orang lautan dari Aegea mempengaruhi kebanyakan pantai dunia Laut Tengah, termasuk 
Mesir dan Palestina. Untuk Kasluhim lihat BDB 493. 

□ "Kaftorim" Ini sepertinya menunjuk pada penduduk pulau Kreta yang dikenal sebagai Kaftor (BDB 499). 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:15-20 

15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 16 serta orang Yebusi, orang Amori dan 
orang Girgasi; "orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; 
kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. "Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah 
Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 20 Itulah keturunan 
Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 



10:15 "Sidon" Ini adalah kota pelabuhan Fenisia yang terkenal dan mulanya adalah ibukotanya, sebelah utara 
Palestina (BDB 850). 

□ "Het" Ini (BDB 366) sepertinya adalah bukan nama Semitik. Ada kemungkinan ini adalah awal dari 
kelompok Heti. Dalam Alkitab mereka berlokasi di dua tempat: (1) disekitar kota Hebron dan (2) utara dari 
Palestina di Turki bagian tengah. Mereka mendominasi keseluruhan wilayah ini antara 1800-1200 SM. Kelompok 
suku bangsa yang disebut Hewi mungkin juga berhubungan dengan kata Het ini. 

10:16 "orang Yebusi" Ini adalah penduduk kota Salem atau Yebus, nantinya Yerusalem (BDB 101). 

□ "Amori" Kata (BDB 57) orang Amori ini bisa merupakan kata kolektif (lih. Kej 15:16) seperti kata orang 
Kanaan. Kita berkpikir bahwa ini memiliki konotasi "orang gunung" (nama hurufiahnya berarti "orang barat) 
sementara orang Kanaan memiliki konotaasi "orang lembah" (nama hurufiahnya berarti tanah ungu). Dalam 
Alkitab penghuni Kanaan disebutkan di beberapa tempat: (1) oleh dua kelompok suku bangsa dalam Kej 13:7, 
34:30; Hak 1:4,5; (2) oleh tujuh bangsa dalam Ul 7:1; Yos 3:10; 24:11; (3) oleh sepuluh bangsa dalam Kej 15:19- 
20; dan (4) penggunaan yang paling lazimnya adalah suatu bangsa keenam yang paling banyak kali disebut di 
dalam Pentateukh. 

□ "Girgasi" Ini adalah suatu suku bangssa Kanaan yang sering disebut di berbagai daftar suku-suku Kanaan 
(BDB 173, lih. Kej 10:16; 15:21; Ul 7:11; Yos 3:10; 24:11; Neh 9:8; I Taw 1:14), namun tak ada lokasi pasti yang 
pernah diidentifikasi. 

10:17 "orang Hewi" mereka sepertinya adalah penghuni Palestina tengah (BDB 295). Beberapa mengidentifikasi 
mereka sebagai orang-orang Hurria. Bilangan 13:29 adalah suatu ringkasan geografis yang baik mengenai 
pembagian suku-suku bangsa ini di Palestina. 

□ "Arki" Ini sepertinya adalah penghuni kota pantai dan pulau di utara Sidon (BDB 792). 

□ "Sini" Ini sepertinya adalah penghuni suatu kota dekat dengan Arki (BDB 696). 

Ill 



10:18 "orang Arwadi" Ini sepertinya menunjuk pada penghuni suatu pulau lepas pantai Palestina Utara (BDB 
71). Seperti dua yang terdahulu ini adalah di utara dari Tripolis. 

□ "Hamati" Ini menunjuk pada penghuni suatu kota di tepi Sungai Orontes (BDB 333). 

10:19 "Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim" Ini adalah kota-kota di dataran yang nantinya dihancurkan Allah. 
Kota-kota ini berlokasi di tepi selatan Laut Mati 

□ "Lasa" Jerome mengatakan bahwa ini adalah di sebelah timur Laut Mati (BDB 546). 
10:20 Ini adalah suatu ringkasan dari pembagian seperti ay 5. 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:21-31 

21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet. 22 Keturunan Sem ialah 
Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram. 23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas. 24 Arpakhsad 
memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. 2s Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang 
seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. 26 Yoktan 
memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, 27 Hadoram, Uzal dan Dikla, 28 Obal, Abimael 
dan Syeba, 2, Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 3(l Daerah kediaman mereka 
terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur. 31 Itulah keturunan Sem, menurut 
kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka. 



10:21 " Sem" Ini adalah kata Ibrani "nama" (BDB 1028 II). Arti pentingnya terlihat karena ia disebutkan baik di 
sini dan di 11:10-26. Bangsa pemberontak dari pasal 10-11 ingin membangun sebuah "nama" bagi mereka 
sendiri. Namanya terkait dengan 4:26 (yaitu nama YHWH dipermuliakan). Ia akan mewakili garis berkat yang 
terpilih (lih. 12:2). 

□ "Eber" Etimologi dari nama ini sangat mirip dengan kata "Ibrani" (BDB 720 II), yang menunjujk pada 
kelompok yang lebih luas dari pada hanya orang Yahudi. Ada banyak spekulasi mengenai hubungan antara Eber 
dan frasa yang ditemukan pada banyak dokumen dan tugu-tugu peringatan di Mesir yang disebut "Habirv" (lih. 
Kej 14:13). Suatu kemungkinan etimologi dari nama Eber adalah "melalui dan melampaui," yang sepertinya 
mengisyaratkan suatu kelompok pengembara. 

□ "abang Yafet" Rashi menegaskan bahwa bahasa Ibrani bersifat rancu akan siapa saudara yang lebih tua ini. 

10:22 "Elam" Ini adalah sebuah kerajaan utama di sebelah timur Sungai Tigris yang ibukotanya adalah Susan. 
Ini kemungkinan adalah kelompok bangsa yang paling timur yang disebutkan di pasal ini (BDB 743). 

□ "Asyur" Ini (BDB 78) bisa menunjuk pada (1) seseorang; (2) suatu kota; atau (3) suatu bangsa (yaitu Asyur). 

□ "Arpakhsad" Ini (BDB 75) sepertinya adalah klompok bangsa di utara Niniwe (ibukoa Asyur yang lain). 
Terjemahan NIV mempunyai Arfaksad. 

□ "Lud" Ini kemungkinan menunjuk pada kaum Lidia banga di Asia Kecil (BDB 530). Heriditus menegaskan 
bahwa mereka mengakui asalnya dari Niniwe, suatu kota Semit. 

□ "Aram" Ini menunjuk pada wilayah Syria moderen (BDB 74). 

10:25 "Peleg" Ini adalah garis keturunan khusus dari mana Abraham berasal dan silsilahnya didiskusikan 
sepenuhnya dalam 11:18-27. Mungkin artinya adalah "terbagi" (BDB 811 IT). 

□ "sebab dalam zamannya bumi terbagi" Kata Ibrani ini secara hurufiah berarti "kanal-kanal irigasi" yang 
akan cocok dengan Mesopotamia selatan, namun etimologi populernya adalah "pembagian" (BDB 811, KB 928, 
Niphal PERFECT). Ada permaainan bunyi antara Peleg dan terbagi (niplega). Ini mungkin menunjuk pada 

112 



pembagian bahasa yang disebutkan di pasal 11. Oleh karena itu, dispersi pasal 10 ada di luar urutan kronologis 
ketika dibandingkan dengan pasal 1 1 . 

10:26-29 Ini adalah penggambaran dari suku-suku bangsa Arab. 

10:28 "Syeba. . .Hawila" Ini, sejalan dengan Asyur dalam ay 22, sepertinya dicakup baik dalam daftar kaum 
Hamit dan daftar kaum Semit. Ini bisa karena (1) perpindahan penduduk secara geografis; (2) kemenangan- 
kemenangan dari peperangan; atau (3) penggabungan dua keluarga karena perkawinan. Daftar ini dalam banyak 
hal tidak bersifat spesifik. 

NASKAH NASB (UPDATED): 10:32 

32 Itulah segala kaum anak-anak Nun menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari 
mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah maksud dari Kejadian 10? 

2. Mengapa Nimrod disendirikan untuk perlakuan yang khusus? 

3. Mengapa Israel, Moab, dan Edom tidak disebutkan dalam daftar bangsa-bangsa ini? 



113 



KEJADIAN 11:1-32 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



NASB 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Bahasa Universal, 


Menara Babel 


Menara Babel 


Menara Babel 


Menara Babel 


Babel, Kebingungan 










11:1-9 


11:1-9 


11:1-9 


11:1-9 


11:1-4 
11:5-9 


Keturunan Sem 


Keturunan Sem 


Silsilah Abraham 


Keturunan Sem 


Para Kepala Keluarga 
Setelah Air Bah 


11:10-11 


11:10-11 


11:10-11 


11:10-11 


11:10 
11:1 Ob- 1 1 


11:12-13 


11:12-13 


11:12-13 


11:12-13 


11:12-13 


11:14-15 


11:14-15 


11:14-15 


11:14-15 


11:14-15 


11:16-17 


11:16-17 


11:16-17 


11:16-17 


11:16-17 


11:18-19 


11:18-19 


11:18-19 


11:18-19 


11:18-19 


11:20-21 


11:20-21 


11:20-21 


11:20-21 


11:20-21 


11:22-23 


11:22-23 


11:22-23 


11:22-23 


11:22-23 


11:24-25 


11:24-25 


11:24-25 


11:24-25 


11:24-25 


11:26 


11:26 


11:26 


11:26 


11:26 




Keturunan Terah 




Keturunan Terah 


Keturunan Terah 




11:27-30 


11:27-30 


11:27-30 


11:27 


11:27-30 








ll:27b-30 


11:31-32 


11:31-32 


11:31-32 


11:31-32 


11:31 
11:32 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh 
Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 



114 



1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Pasal-pasal 10-11 mempunyai urutan kronologis terbalik. 

B. Walaupun kebingungan dari bahasa-bahasa dengan akibatnya yaitu terseraknya bangsa-bangsa sepertinya 
merupakan suatu tindakan penghukuman, ingat bahwa ini adalah perkembangan nasionalisme yang telah, 
sampai titik ini, menggagalkan pergerakan politis menuju kepada suatu pemerintahan tunggal dunia. Oleh 
karena itu, hal ini adalah dalam suatu pengertian, satu lagi berkat Allah. 

Bagi orang Kristen, Pentakosta adalah pembalikan secara teologis dari Menara Babel! 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:1-9 

*Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah 
timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata 
seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata 
itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita 
dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita 
cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." s Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan 
menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan la berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan 
satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga 
yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan 
mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 
8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan 
kota itu. 'itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah 
dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh 
bumi. 



11:1 "Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya" Jelaslah bahwa pasal 11 menerangkan 
penyebaran yang dijelaskan dalam pasal 10. 

Bahasa yang satu ini, yang nampaknya kembali ke Eden, bukanlah bahasa Ibrani. Bahasa tertulis tertua yang 
diketahui bahasa Sumeria yang berhuruf runcing, bertanggalkan dari 3,000 SM. (ABD, vol. 1, hal. 1213), dan 
budayanya dari 10,000-8,000 SM. 

11:2 "Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur" Ini sepertinya mengisyaratkan suatu perpindahan jauh 
meninggalkan lokasi bahtera, yaitu pengunungan Ararat. Frasa hurufiahnya "berangkat" berarti "berpindah 
tempat" (BDB 652, KB 704), Qal INFINITIVE CONSTRUCT). Mesopotamia ada di sebelah tenggara dari 
pegunungan Ararat (yang terbentang dari Turki moderen ke Iran). 

□ "tanah Sinear" Ini menunjuk pada Mesopotamia bawah atau Babilonia, juga disebut Kaldea (BDB 1 1042). 

11:3 Ayat ini memiliki satu Qal IMPERATIVE dan dua bentuk COHORT ATIVE yang berhubungan. Ini 
menjelaskan teknik-teknik pembangunan yang secara historis akurat bagi Mesopotamia (tidak berbelit). Tidak ada 
batu-batuan di wilayah ini, sehingga mereka membakar batu bata. King lames memiliki "slime," namun ini 
secara nyata menunjuk pada substansi yang melekat dan berwarna hitam yang mendidih di wilayah ini. Kita akan 
menyebutnya tar, aspal, atau ter (BDB 330, lih. 6:14). 

115 



11:4 Ayat ini memiliki satu Qal IMPERATIVE dan dua IMPERFECT yang berhubungan yang digunakan sebagai 
COHORT ATIVE. Sepertinya ada empat elemen yang terlibat dalam catatan ini: (1) pembangunan dari suatu kota 
dan suatu menara; (2) ukurannya yang menyaingi bangunan-bangunan lain di jaman itu; (3) mereka ingin 
membuat nama bagi mereka sendiri; dan (4) mereka tidak ingin menyebar luas (yaitu seluruh dunia). Konotasi 
tepat dari hal ini tidak jelas. Banyak yang menyatakan bahwa ini berhubungan dengan zigurat-zigurat Babilonia, 
namun kata Ibraninya adalah migdal yang diterjemahkan "menara yang dibentengi" (BDB 153, lih. Hak 8:9-17). 
Ini nyata-nyata suatu upaya manusia untuk mengorganisir diri mereka terpisah dari Allah, dan dengannya 
menggagalkan kehendakNya. Filo bahka mengatakan bahwa mereka menuliskan nama-nama mereka pada tiap 
batu bata sehingga mereka tidak akan terserak. Ini adalah contoh pertama dari keangkuhan manusia, yang 
terorganisir dan berfungsi jauh dari Allah (lih. Daniel dan Wahyu 18 dan 19). 

□ "sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit" Orang-orang Mesopotamia adalah penyembah 
bintang-bintang (yaitu terang di langit adalah dewa-dewa). Menara ini adalah panggung untuk melihat langit 
malam. Ini adalah tempat para dewa disembah dan ditemui. 

11:5 Ini adalah sangat antropomorfis (lih. 18:21; Kel. 3:8). 

11:7 "Baiklah kita turun" Ayat ini juga memiliki sebuah Qal IMPERATF/E dengan dua COHORTATF/E 

yang berhubungan. Ini adalah suatu bentuk JAMAK, seperti 1:26; 3:22. Walaupun perikop ini sepertinya bersifat 
antropomorfis dalam bahasa Inggris, ini tidak merujuk pada kelemahan di bagian Allah namun pada suatu 
tindakan anugerah dengan mana la menghentikan manusia berdosa dari mencoba menjalanjan hidup mereka 
dalam cara mereka sendiri telah jatuh (lih. Rom 1-3). 

"Baiklah Kita" dari aktivitas Illahi menggagalkan "baiklah kita" dari pemberontakan manusia (lih. ay 3,4,7). 

11:9 "Babel" Menarik untuk dicatat bahwa arkeologi telah menggali dokumen-dokumen sastra dari budaya 
Sumeria di Mesopotamia yang menyatakan bahwa pada waktu ini semua orang berbicara satu bahasa (yaitu 
Samuel Noah Kramer dalam artikelnya "Babel dari Bahasa-bahasa: Sebuah Versi Sumeria" dalam Jurnal 
Masyarakat Timur Amerika, 88:108-111). Etimologi Ibrani populernya adalah "kebingungan" (yaitu balal, BDB 
93), yang sepertinya menjabarkan Allah yang merancukan bahasa tunggal mereka. Babel secara hurufian berarti 
"gerbang Allah" (Bahasa Akkadia bab-ilani), yang sangat mirip dengan beberapa dari nama-nama zigurat, yang 
merupakan bangunan besar dengan kuil di bagian atas untuk menyembah dewa-dewa perbintangan. Babilonia 
menjadi suatu lambang dari suatu kekuatan dunia yang jatuh, dicontohkan dalam Nimrod, dan nantinya dalam 
Nebukadnezar, dan pada akhirnya dalam makhluk lautan dari kitab Wahyu. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:10-11 

10 Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua 
tahun setelah air bah itu. n Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan 
ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 



Keturunan Sem melanjutkan garis keMesiasan dari Set dari Kej 5:3-32 dan 10:21-31. Garis ini akan terus 
berlanjut dalam Terah/ Abraham dalam 11:10-25 (lih. Lukas 3:23-38). 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:12-13 

12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah. 13 Arpakhsad masih hidup 
empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan 
perempuan. 



Naskah Masoretis mengecualikan Kainan dalam ay 13 namun Septuaginta mengikut sertakannya sebagaimana 
juga Lukas 3:36. 

□ "Selah" Lihat BDB 1019 II. 



116 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:14-15 

14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber. H Selah masih hidup empat ratus tiga 
tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 



□ "Eber" Lihat BDB 720. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:16-17 

16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg. 17 Eber masih hidup empat 
ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan 
perempuan. 



□ "Peleg" Lihat BDB 8 1 1 II. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:18-19 

18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu. " Peleg masih hidup dua ratus 
sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan 
perempuan. 



'Rehu" Lihat BDB 946. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:20-21 

2 "Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug. 21 Rehu masih hidup dua ratus 
tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 



□ "Serug" Lihat BDB 974. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:22-23 

22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor. 23 Serug masih hidup dua ratus 
tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. 



□ "Nahor" Lihat BDB 637. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab 
terhadap penafsiran anda terhadap AM tab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah priori tas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada 
komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Apakah menara Babel itu? 

2. Apa yang dicoba dilakukan manusia melawan Allah dalam Kej 11? 



117 



PENGANTAR KEPADA KEJADIAN 11:24-13:18 

A. Bagian dari Kejadian ini memulai diskusi yang lebih lengkap mengenai garis keturunan keMesiasan 
melalui Abraham. 

B. Lima puluh pasal dari Kejadian berurusan dengan penebusan dari umat perjanjian Allah, bukannya 
penciptaan. Pemanggilan seseorang untuk memanggil semua adalah fokus dari kitab ini. 

C. Abram terlihat dalam kelemahannya dan juga kesetiaannya. Allah dari pemilihan dan kasih karunia 
memanggilnya untuk maksud-maksud penebusanNya sendiri. 

D. Allah memilih Abraham untuk memilih suatu dunia (lih. 12:3c; Kel 19:4-6; II Pet 2:5,9; Wah 1:6). Allah 
menginginkan semua orang yang diciptakan dalam gambarNya ditebus (lih. Kej 3:15; Yeh 18:23,32; I 
Tim 2:4; II Pet 3:9) 

E. Talmud merinci tujuh berkat dari panggilan tersebut: 

1 . Abram akan menjadi bapa dari suatu bangsa yang besar. 

2. la akan keberkatan di sepanjang hidupnya. 

3. Namanya akan menjadi ternama. 

4. la akan menjadi berkat pada orang -orang lain. 

5 . Orang-orang lain akan diberkati yaitu yang menghormatinya. 

6. Orang-orang lain akan dikutuk yaitu yang menolak dia. 

7. Pengaruhnya akan bersifat universal. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:24-25 

24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah. 2S Nahor masih hidup 
seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki 
dan perempuan. 



11:24 "Terah" "Terah" kemungkinan berarti "berlambat-lambat," "menunda," atau "berpindah" (BDB 1076). 
Dari Yos 24:2 nyata bahwa ia dan keluarganya percaya banyak dewa. Nama-nama keluarganya menyarankan 
terutama bahwa merek amenyembah dewi bulan Zin. Dewi ini disembah di Ur, Tema, dan Haran. Namun 
demikian, Kej 31:53 mengisyaratkan bahwa ia mengenai YHWH. 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:26 

26 Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran. 



11:26 "Abram, Nabor dan Haran" Ini bisa jadi urutan berdasarkan kepentingan dan bukan usia. Nama Abram 
bisa berarti (1) "bapa yang ditinggikan"; (2) "orang yang meninggikan bapa"; atau (3) "Yang Ditinggikan dari 
bapaku" (BDB 4). Nama Nahor berarti "terengah-engah" atau suatu nama tempat di Asyur (BDB 637), sementara 
Haran berarti "pendaki gunung" (BDB 248). 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:27-30 

27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran 
memperanakkan Lot. 28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur- 
Kasdim. 2, Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai, dan nama isteri Nahor 
ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska. 30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak. 



11:27 "Lot" Lihat BDB 532 II. 



118 



11:28 "Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran" Ini adalah suatu ungkapan Ibrani bagi Haran 
yang mati sebelum ayahNya. 

□ "Ur-Kasdim" Budaya Kaldea/Kasdim berkembang (yaitu dibangun di atas kekuatan budaya Sumeria) dan 
maju setelah jaman Abram (BDB 505). 

11:29 "Sarai" Lihat BDB 979. 

□ "Milka" lihat BDB 574. 

□ "dan Yiska" Orang ini (BDB 414) dan alasan bagi kehadirannya dalam ayat ini tidak diketahui. Para rabi 
(juga Yosefus, Jerome, dan Agustinus) mengtakan ini adalah Sarai, namun naskahnya menyatakan bahwa mereka 
memiliki ayah yang berbeda. 

11:30 "Sarai itu mandul" Ketidakmampuan Sarai, Rakhel, dan Ribkah untuk melahirkan anak (BDB 785) 
adalah satu cara yang digunakan Allah untuk mempertunjukkan kuasa dan kendaliNya atas sejarah dan silsilah 
manusia. Generasi seksual manusia bukanlah aspek kunci dari garis silsilah keMesiasan. 

Gaya aspek teologis yang sama terhadap sejarah Israel juga terlihat dalam kenyataan bahwa anak sulung 
tidaklah dalam garis keMesiasan. Secara budaya anak sulung adalah kepala marga, namun tidak demikian di 
antara umat YHWH. Hal ini adalah terserah pada pilihanNya! 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:31-32 

31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, 
menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk 
pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. 32 Umur Terah ada dua 
ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran. 



11:31 "ia berangkat bersama-sama" Ada banyak diskusi apakah Terah yang membawa keluarganya ataukah 
Abram yang membawa mereka. Beberapa berdalil bahwa Allah aslinya memanggil terah namun ia kembali 
kapada penyembahan berhala. Bagi saya sepertinya Abraham adalah fokus dari keseluruhanbagian ini, dan 
bukannya Terah. Dengan meninggalkan Ur Abram tidk hanya meninggalkan keluarga besarnya, namun juga 
dewa-dewa kebangsaan mereka. Ia meinggalkan kehidupan yang tetap dan nyaman untuk mengikuti suatu Allah 
yang baru yang telah berbicara kepadanya dalam gaya yang agak samar. 

11:32 "Uraur Terah ada 205 tahun" Apabila seseorang menjumlahkan 11:26 dengan 12:4 yang sama dengan 
145 tahun dan mengurangkannya dari 205, ini menjadi nyata bahwa Terah hidup 60 tahun setelah Abraham 
meninggalkan Haran. Ini sepertinya bertentangan dengan khotbah Stefanus dalam Kis 7:4. beberapa aspek dari 
tinjauan kesejarahan Stefanus bertentangan dengan pengertian moderen kita akan sejarah Perjanjian Lama. 
Kemungkinan ia menggunakan metode-metode penafsiran kerabian. Beberapa ahli lain menyatakan bahwa 
Abram, meskipun disebutkan pertama kali dalam 11:26, lahir jauh lebih terkemudian dan bahwa Stefanus akurat. 
Sangat menarik bahwa Pentateukh Samaria memiliki "144" di sini. 



119 



PERNYATAAN KEDOKTRINAN 



Saya tidak secara khusus peduli dengan pernyataan iman atau kredo. Saya lebih suka meneguhkan Alkitab itu 
sendiri. Namun demikian, saya menyadari bahwa suatu pernyataan iman akan menyediakan pada mereka yang 
belum terbiasa dengan saya suatu cara mengevaluasi sudut pandang kedoktrinan saya. Dalam jaman kita yang 
memiliki demikian banyak kesalahan dan muslihat teologis ini, saya menawarkan ringkasan singkat dari teologia 
saya sebagai berikut.. 

1. Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Baru, adalah Firman Allah yang abadi, terilhami, tidak 
mengandung kesalahan, dan berkuasa. Merupakan pernyataan Diri Allah sendiri yang dicatat oleh manusia di 
bawah pimpinan adi kodrati. Inilah satu-satunya sumber kebenaran yang jelas tentang Allah dan maksudNya. 
Juga satu-satunya sumber iman dan perbuatan bagi gerejaNya. 

2. Hanya ada satu Allah yang kekal, pencipta, dan penebus. la pencipta segalanya, yang terlihat dan 
yang tak terlihat. la telah menyatakan DiriNya sebagai pengasih dan penyayang walau la juga adil dan tegas. la 
telah menyatakan DiriNya dalam tiga pribadi: Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; benar-benar terpisah dan 
memiliki hakikat yang tunggal. 

3. Allah secara aktif berkuasa atas dunia ini. Ada rencana abadi bagi ciptaanNya yang tak dapat diubah 
dan suatu rencana yang berfokus pada pribadi yang mengijinkan kehendak bebas manusia. Tak satupun terjadi 
tanpa sepengetahuan dan seijin Allah, namun la mengijinkan hak-hak pilih baik di antara manusia dan malaikat. 
Yesus adalah Manusia Pilihan Allah Bapa dan semua dapat dipilih dalam Dia. Pengetahuan Allah tentang masa 
depan tidak menyempitkan manusia kepada tulisan yang telah ditetapkan dan telah ditulis sebelumnya. Kita 
semua bertanggung jawab atas pikiran dan perbuatan kita. 

4. Umat manusia, walau diciptakan menurut gambar Allah dan bebas dari dosa, memulih memberontak 
melawan Allah. Walaupun dicobai oleh seorang pelaku adi kodrati, Adam dan Hawa bertanggung jawab atas 
kehendak mereka untuk mementingkan diri sendiri. Pemberontakan mereka telah mempengaruhi manusia dan 
segala makhluk. Kita semua membutuhkan kemurahan dan anugerah Allah baik bagi kondisi kita bersama dalam 
Adam dan pemberontakan pribadi kita sendiri. 

5. Allah telah menyediakan cara pengampunan dan pemulihan bagi manusia yang jatuh. Yesus Kristus, 
anak tunggal Allah, menjadi manusia, hidup tanpa dosa, dan dengan cara kematian penebusannya, membayar 
hukuman dosa manusia. la adalah satu-satunya jalan kepada pemulihan dan persekutuan dengan Allah. Tak ada 
cara lain untuk keselamatan kecuali melalui iman dalam karya paripurnaNya. 

6. Setiap kita hams secara pribadi menerima penawaran Allah akan pengampunan dan pemulihan di 
dalam Yesus. Ini dicapai dengan cara mempercayakan diri pada janji Allah melalui Yesus dan suatu kehendak 
untuk berbalik dari dosa yang diketahui. 

7. Kita semua telah diampuni sepenuhnya dan dipulihkan berdasarkan kepercayaan kita pada Kristus 
dan pertobatan dari dosa. Namun demikian, bukti dari hubungan baru ini nampak dalam suatu kehidupan yang 
diubahkan dan berubah. Sasaran Allah bagi umat manusia bukanlah hanya surga suatu hari nanti, namun 
keserupaan dengan Kristus sekarang. Mereka yang telah sungguh-sungguh ditebus, walau kadang-kadang 
berdosa, akan terus dalam iman dan pertobatan di seluruh hidup mereka. 

8. Roh Kudus adalah "Yesus yang lain". la hadir dalam dunia dan memimpin orang yang hilang kepada 
Kristus dan membangun keserupaan dengan Kristus dalam orang yang telah diselamatkan. Karunia-karunia Roh 
diberikan pada saat keselamatan. Ini adalah kehidupan dan pelayanan Yesus yang dibagi-bagikan pada tubuhNya, 
yaitu gereja. Karunia-karunia ini yang pada dasarnya adalah sikap dan motif dari Yesus perlu di motivasikan 
dengan buah-buah Roh. Roh Kudus bersifat aktif dalam jaman kita sebagaimana la aktif pada masa Alkitab. 

9. Bapa telah menjadikan Yesus Kristus yang telah bangkit Hakim dari segalanya. la akan datang 
kembali ke dunia untuk menghakimi seluruh umat manusia. Mereka yang telah mempercayakan diri pada Kristus 
dan namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba akan menerima tuguh kemuliaan mereka yang kekal 
pada kedatanganNya. Mereka akan bersama denganNya selama-lamanya. Namun demikian, mereka yang telah 
menolak untuk menanggapi kebenaran Allah akan dipisahkan secara kekal dari kesukaan dari persekutuan dengan 
Allah Tri tunggal. Mereka akan dihukum sejalan dengan lb lis dan para malaikatnya. 

Ini jelas tidaklah lengkap atau menyeluruh namun saya harap dapat memberikan pada anda selera teologis 
dari hati saya. Saya menyukai pernyataan ini: 

"Yang diperlukan — Kesatuan, Yang menjadi pokok — Kemerdekaan, Dalam segala hal — Kasih" 

120