(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "WAHYU (Revelation Bible commentary, Indonesian version)"

DAFTAR ISI 

Sepatah Kata Dari Penulis: Bagaimana Komentari Ini Dapat Membantu Anda? i 

Pedoman Pembacaan Alkitab Yang Baik: Pencarian Pribadi Akan Kebenaran Yang Dapat Diteguhkan iv 

Komentari 

Artikel Pengantar Krusial: (Mengapa Orang Kristen Mempunyai Begitu Banyak Penafsiran 

Dogmatik akan Wahyu) 1 

Pengantar kepada Nubuatan Perjanjian Lama 7 

Pengantar kepada Wahyu 12 

Wahyu 1 23 

Wahyu 2 -3 42 

Wahyu 4 -5 72 

Wahyu6-7 86 

Wahyu 8 -9 99 

Wahyu 10 - 11 109 

Wahyu 12 -14 122 

Wahyu 15 -16 149 

Wahyu 17- 18 162 

Wahyu 19 173 

Wahyu 20 186 

Wahyu 21 -22 197 

Lampiran Satu: Definisi-definisi Singkat dari Struktur Ketatabahasaan Bahasa Yunani 214 

Lampiran Dua: Kristik Kenaskahan 223 

Lampiran Tiga: Glossary 227 

Lampiran Empat: Pernyataan Kedoktrinan 237 

Lampiran Lima: Bagan tentang Pandangan-pandangan Milenial 239 

Puisidi Wahyu 242 



TOPIK-TOPIK KHUSUS UNTUK WAHYU 

Datang Kembali Segera, 1:3 25 

Gereja (Ekklesia), 1:4 27 

Ke-Tujuh Roh, 1:4 27 

Anak Sulung, 1:5 28 

KeKristenan adalah Kebersamaan, 1:6 29 

Amin, 1:6 30 

Kedatangan di Awan-awan, 1:7 31 

Nama-nama Bagi Tuhan, 1:8 32 

Dimanakah Orang-orang Yang Mati Itu?, 1:18 39 

Ketekunan/Keberlanjutan, 2:2 47 

Istilah Yunani untuk Ujian, 2:2 49 

Wanita-wanita Dalam Alkitab, 2:20 57 

Hati, 2:23 59 

Pengakuan, 3:5 63 

Arche, 3:14 67 

Kemakmuran, 3:17 68 

Orang-orang Kudus, 5:8 80 

Tebusan/Menebus, 5:9 81 

Memerintah Dalam Kerajaan Allah, 5:10 83 

Uang Logam yang Digunakan di Palestina di Masa Yesus, 6:6 89 

Meterai, 7:2 94 

Nomor Dua Belas, 7:4 95 

Misteri, 10:7 113 

Empat Puluh Dua Bulan, 11:2 115 

Setan, 12:3 125 

Peperangan di Udara, 12:7 128 

Kejahatan Pribadi, 12:9 129 

Orang Kristen dan Pemerintah, Pengantar kepada Pasal 13 133 

Tak Bernoda, Tak Berdosa, Tak Bersalah, Tanpa Cela, 14:5 142 

Kemuliaan, 15:8 153 

Nubuatan Perjanjian Baru, 16:6 155 

Api, 16:8 157 

Menghancurkan, Meruntuhkan, Merusak (phtheiro), 19:2 175 

Kebenaran, 19:11 179 

Latar Belakang dari Logos, 19:13 182 

Yesus Orang Nazaret, 22:16 210 

Trinitas, 22:17 211 

Maranatha, 22:20 213 



Sepatah Kata dari Penulis 
Bagaimana KomentariIniBisa Membantu Anda? 

Penafsiran Alkitabiah adalah suatu proses spiritual dan rasional, yang mencoba untuk memahami 
penulis yang diilhami Tuhan di jaman dulu sedemikian hingga berita dari Tuhan itu dapat dimengerti 
dan diterapkan pada jaman kita sekarang ini. 

Proses spiritual adalah suatu proses yang sangat menentukan namun sukar untuk didefinisikan. 
Proses ini melibatkan sifat keterbukaan dan kepasrahan kepada Tuhan. Harus ada kelaparan (1) akan 
Dia, (2) untuk mengenal-Nya, dan (3) untuk melayani-Nya. Proses ini memerlukan doa, pengakuan dan 
kesediaan untuk merubah gaya hidup. Peranan Roh sangatlah menentukan dalam proses penafsiran ini, 
namun mengapa banyak Kristen yang sungguh-sungguh dan hidup kudus memahami Alkitab secara 
berbeda adalah suatu misteri. 

Proses rasional lebih mudah untuk dijelaskan. Kita harus bersikap konsisten adil terhadap suatu 
naskah, dan tidak boleh dipengaruhi oleh pandangan-pandangan yang bersifat denominasional ataupun 
kepribadian. Kita semua secara historis telah dipengaruhi oleh suatu pandangan tertentu. Tak satupun 
dari kita yang bisa menjadi penafsir yang benar-benar netral dan obyektif. Komentari ini menawarkan 
suatu proses rasional yang teliti, yang disusun berdasarkan tiga prinsip penafsiran untuk membantu kita 
mengatasi pandangan-pandangan pribadi kita. 

Prinsip Pertama 

Prinsip pertama adalah mengenali latar belakang sejarah dari situasi dan kondisi lokasi tempat 
suatu buku ditulis berikut kejadian-kejadian historis tertentu yang terjadi pada saat penulisan buku 
tersebut. Penulis asli memiliki suatu maksud tertentu, suatu berita untuk dikomunikasikan. Suatu naskah 
tidak akan memiliki arti bagi kita kalau naskah tersebut tidak memiliki arti bagi si penulis asli, di jaman 
dulu, yang terilhami untuk menulisnya. Maksud dan tujuan si penulis - bukan sejarah, perasaan, 
kebudayaan, kepribadian, maupun kebutuhan denominasional kita - adalah kuncinya. Penerapan adalah 
pasangan yang tak terpisahkan dari suatu penafsiran, namun penafsiran yang tepat harus selalu 
mendahului suatu penerapan. Haruslah katakan secara terus menerus sampai kita pahami bahwa tiap 
naskah alkitab memiliki satu dan hanya satu pengertian. Pengertian di sini adalah apa yang dimaksudkan 
oleh si penulis alkitab asli melalui pimpinan Roh untuk dikomunikasikan pada jamannya. Pengertian 
yang satu ini mungkin saja memiliki banyak kemungkinan penerapan bagi situasi- situasi dan 
kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Semua penerapan ini harus terkait dengan kebenaran inti dari si 
penulis asli.Untuk alasan inilah, komentari panduan belajar ini di rancang untuk menyediakan suatu 
pengantar terhadap setiap buku dalam Alkitab. 

Prinsip Kedua 

Prinsip kedua adalah mengidentifikasi unit literatur. Setiap buku Alkitab adalah suatu kesatuan 
dokumen. Penafsir tidak memiliki hak untuk mengisolir suatu aspek kebenaran tertentu dan 
mengabaikan yang lain. Oleh karena itu kita harus berusaha keras untuk memahami maksud dari 
keseluruhan buku Alkitab sebelum kitamenafsirkan unit-unit individu dari literatur. Arti dari bagian- 
bagian individual - pasal-pasal, paragraf-paragraf, atau ayat-ayat tidak dapat menyimpang dari arti 
keseluruhan buku. Tafsiran harus bergerak dari pendekatan deduktif terhadap keseluruhan buku kepada 
pendekatan induktif terhadap bagian-bagiannya. Oleh karena itu, komentari panduan belajar ini 
dirancang untuk membantu siswa menganalisa struktur dari tiap unit literatur berdasarkan paragraf. 
Pembagian paragraf dan pasal tidaklah dianjurkan, namun hal ini membantu kita dalam mengidentifikasi 
unit-unit pemikiran. 



Menafsir pada tingkat paragraf - bukan kalimat, anak kalimat, frasa, maupun kata - adalah kunci dalam 
mengikuti arti yang dimaksudkan oleh para penulis buku Alkitab. Paragraf didasarkan atas kesatuan 
topik, yang sering kali disebut tema atau kalimat topik. Setiap kata. Frasa, anak kalimat, dan kalimat 
dalam suatu paragraf akan selalu ada hubungannya dengan kesatuan tema ini. Entahkah itu memberi 
batasan, menjabarkan, menerangkan, dan/atau mempertanyakannya. Kunci sesungguhnya bagi suatu 
penafsiran yang tepat adalah mengikuti pemikiran dari penulis asli atas dasar paragraf demi paragraf 
keseluruh unit individual literatur yang membentuk buku Alkitab. Komentari panduan belajar ini 
dirancang untuk membantu siswa untuk melakukan hal tersebut dengan membandingkan terjemahan- 
terjemahan bahasa Inggris modern. Terjemahan-terjemahan ini dipilih karena masing-masing 
mempergunakan teori -teori penterjemahan yang berbeda: 

1. Naskah Yunani dari United Bible Society yang merupakan revisi dari edisi ke-4 (UBS4). Naskah 
ini telah dibagi-bagi kedalam paragraph-paragraf oleh para ahli naskah modern. 

2. The New King James Version (NKJV) adalah terjemalah literal kata ke kata berdasarkan tradisi 
naskah bersejarah Yunani yang dikenal sebagai Textus Receptus. Pembagian paragraf dalam 
terjemahan ini lebih panjang daripada terjemahan lain. Unit-satuan yang lebih panjang ini 
membantu siswa dalam melihat topik-topik yang disatukan tersebut. 

3. The New Revised Standard Version (NRSV) adalah terjemahan kata ke kata yang telah 
dimodifikasi. Membentuk titik tengah antara dua terjemahan moderen berikut. Pembagian 
paragraph dalam terjemahan ini cukup membantu dalam mengidentifikasi suatu pokok bahasan. 

4. The Today's English Version (TEV) adalah terjemahan sama yang dinamis yang diterbitkan oleh 
United Bible Society. Terjemahan ini mencoba untuk menterjemahkan Alkitab sedemikian 
hingga pembaca atau pembicara yang berbahasa Inggris moderen dapat mengerti arti dari naskah 
Yunani. Sering, khususnya dalam kitab-kitab Injil, paragraph dibagi berdasarkan berdasar si 
pembicara, bukannya berdasarkan pokok bahasannya, sebagaimana alkitab NrV. Untuk 
kepentingan penafsiran, hal ini tidak menolong sama-sekali. Menarik untuk dicatat, bahwa kedua 
terjemahan ini UBS dan TEV diterbitkan oleh penerbit yang sama, namun memiliki pembagian 
paragraf yang berbeda. 

5. The Jerusalem Bible (JB) adalah terjemahan yang sama berdasarkan terjemahan Katolik 
Perancis. Terjemahan ini sangat membantu dalam membandingkan pembagian paragraph dari 
sudut pandang Eropa. 

6. Naskah yang tercetak disini adalah Updated New American Standard Bible (NASB) tahun 1995, 
yang merupakan terjemahan kata ke kata. Komentar ayat demi ayat akan mengikuti pembagian 
paragraph dari terjemahan ini. 

Prinsip Ketiga. 

Prinsip ketiga adalah membaca Alkitab dalam berbagai terjemahan supaya dapat menangkap 
bentangan kemungkinan pengertian (bidang semantik) daripada kata-kata atau frasa-frasa dari Alkitab 
yang seluas-luasnya. Seringkali suatu frasa atau kata dalam bahasa Yunani dapat dimengerti dalam 
beberapa cara. Terjemahan-terjemahan yang berbeda ini bisa menampilkan hal ini dan membantu untuk 
mengidentifikasicdan menerangkan variasi dari naskah Yunani tersebut. Hal ini tidak mempengaruhi 
doktrin, namun membantu kita untuk kembali pada naskah asli yang ditulis dengan ilham Tuhan oleh 
penulis asli dari jaman dahulu. 

Komentari ini menawarkan cara yang cepat bagi siswa untuk memeriksa penafsiran mereka. Bukan 
merupakan sesuatu yag bersifat definitif melainkan bersifat informatif dan memacu untuk berpikir. 
Seringkali kemungkinan terjemahan-terjemahan yang lain membantu kita untuk tidak bersifat parokis, 
dogmatis dan denominasional. Penafsir perlu memiliki pilihan bentang penafsiran yang lebih besar 
untuk bisa menyadari bahwa suatu naskah kuno bisa sangat bersifat mendua.Sangatlah mengejutkan, 



n 



bahwa di hanya sedikit dari antara orang Kristen sendiri yang mengklaim bahwa Alkitab adalah sumber 
kebenaran mereka yang saling bersetuju. 

Prinsip-prinsip ini telah membantu saya untuk mengatasi banyak dari bentukan-bentukan histories 
kehidupan saya dengan memaksa saya untuk bergelut dengan naskah kuno. Harapan saya adalah bahwa 
buku ini akan menjadi berkat bagi anda juga. 



Bob Utley 

East Texas Baptist University 

June 27, 1996 



in 



Pedoman Pembacaan Alkitab Yang Baik: 
Pencarian Pribadi AkanKebenaran Yang Dap at Diteguhkan 

Dapatkah kita mengenal kebenaran? Dimana kita dapat menemukannya? Dapatkah kita meneguhkannya 
secara logis? Apakah otoritas tertinggi itu ada? Apakah ada sesuatu yang bersifat absolut yang dapat 
memandu hidup kita, dunia kita? Adakah arti dari kehidupan ini? Mengapa kita ada di sini? Kemana kita 
sedang pergi? Pertanyaan-pertanyaan ini - pertanyaan-pertanyaan yang digeluti oleh semua orang yang 
rasional - telah menghantui intelektualitas manusia sejak permulaan jaman (Pengk 1 : 1 3- 1 8;3:9- 1 1 ). 
Saya masih ingat tentang pencarian pribadi saya akan pusat dari seluruh kehidupan saya. Saya menjadi 
pengikut Kristus sejak masih muda, terutama sebagai buah dari kesaksian orang-orang yang sangat 
berarti dalam keluarga. Bertumbuh memasuki masa kedewasaan, pertanyaan-pertanyaan mengenai diri 
sendiri dan dunia saya turut berkembang. Klise-klise budaya dan agamawi tidak memberi arti bagi 
pengalaman-pengalaman yang saya baca atau saya alami. Sungguh saat itu merupakan masa-yang 
dipenuhi oleh kebingungan, pencarian, kerinduan, dan seringkali bahkan perasaan ketiadaan 
pengharapan dihadapan dunia dimana saya hidup, yang keras dan tak berperasaan. 

Banyak orang mengaku memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini, namun 
setelah melakukan penelitian dan perenungan, saya mendapati bahwa jawaban-jawaban mereka adalah 
berdasarkan atas (1) falsafah pribadi, (2) mitos-mitos kuno, (3) pengalaman-pengalaman pribadi, atau 
(4) proyeksi-proyeksi psikologis. Saya memerlukan suatu tingkatan peneguhan, bukti-bukti, suatu 
penalaran untuk menjadi dasar pijakan bagi cara pandang saya terhadap dunia, pusat komando 
kehidupan saya, dasar alasan saya untuk hidup. 

Saya menemukan apa yang saya cari tersebut dalam memepelajari Alkitab. Saya mulai mencari 
bukti ke-dapat dipercaya-an Alkitab yang saya temukan dalam (1) kenyataan sejarah dari Alkitab yang 
di konfirmasikan dengan arkelologi, (2) ke-akurat-an dari nubuat-nubat di Perjanjian Lama, (3) 
Kesatuan berita dari Alkitab yang ditulis dalam kurun waktu seribu enam ratus tahun lamanya, dan (4) 
kesaksian-kesaksian pribadi dari orang-orang yang hidupnya telah diubahkan secara permanen karena 
berhubungan dengan Alkitab. Kekristenan sebagai suatu kesatuan sistem dari iman dan kepercayaan, 
memiliki kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang rumit mengenai kehidupan 
manusia. Kenyataan ini bukan hanya menyediakan kerangka kerja yang rasional, namun aspek 
pengalaman dari iman yang Alkitabiah memberikan stabilitas dan rasa sukacita bagi saya. 

Saya pikir, saya telah menemukan pusat komando kehidupan saya - Kristus, sebagaimana saya 
mengerti melalui Firman. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, suatu kelegaan perasaan. Namun 
demikian, saya masih bisa mengingat kejutan dan rasa sakit ketika saya mulai mengerti betapa 
beragamnya penafsiran Alkitab yang ditawarkan, kadang-kadang bahkan dalam satu gereja maupun 
suatu aliran pemikiran. Meyakini ilham dan ke-dapat dipercaya-an Alkitab ternyata bukanlah akhir dari 
pencarian, namun adalah langkah awalnya. Bagaimana saya bisa meneguhkan atau menolak penafsiran- 
penafsiran dari banyak bagian dari Alkitab yang sukar, yang beragam dan bahkan saling bertentangan, 
oleh mereka yang mengklaim otoritas dan ke-dapat dipercayaan-nya? 

Tugas ini menjadi tujuan kehidupan dan petualangan iman saya. Saya tahu bahwa iman saya di 
dalam Kristus telah (1) memberikan kepada saya suka cita dan kedamaian yang luar biasa. Pemikiran 
saya sungguh merindukan adanya suatu kebenaran mutlak ditengah-tengah kebudayaan saya yang 
bersifat relatif (pasca-modernitas); (2) ke-dogmatis-an dari sistem agama-agama yang bertentangan 
(agama=agama dunia); dan (3) keangkuhan denominasional. Dalam pencarian saya akan pendekatan 
yang tepat bagi penafsiran literatur kuno, saya sungguh terkejut menemukan kecondongan-kecondongan 
pemikiran saya sendiri akibat pengalaman, denominasi, maupun sejarah kehidupan saya. Saya ternyata 
sering membaca Alkitab hanya untuk memperkuat pandangan saya sendiri. Saya memakai Alkitab 
sebagai sumber dogma untuk menyerang orang lain sementara mengukuhkan kembali rasa ke-tidak 
aman-an dan kekurangan saya sendiri. Betapa menyakitkannya kenyataan ini bagi saya! 

iv 



Walaupun saya tidak akan pernah bisa sepenuhnya obyektif, saya bisa menjadi pembaca Alkitab 
yang lebih baik. Saya bisa membatasi kecondongan yang ada dengan cara mengenali dan mengakui 
keberadaannya. Saya belum sepenuhnya bebas dari kecondongan ini, tapi saya berusaha untuk melawan 
kelemahan saya ini. Penafsir seringkali menjadi musuk terburuk bagi pembacaan Alkitab yang benar! 

Berikut ini adalah beberapa pra-suposisi ysng saya bawa dalam mempelajari Alkitab sehingga 
anda, pembaca, bisa membahasnya bersama dengan saya: 

I. Pra-suposisi 

A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. 
Karena itu, penafsirannya harus menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang 
penulis illahi (Roh Kudus) yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar 
belakang sejarah tertentu. 

B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa - untuk semua orang! Tuhan menyediakan 
diriNya untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya 
tertentu. Tuhan tidak menyembunyikan kebenaran — la ingin kita mengerti! Oleh karena itu, 
Alkitab harus ditafsirkan dengan sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman 
kita saat ini. Alkitab tidak dapat berarti sesuatu bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang 
membaca dan mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah secara mudah dimengerti oleh akal 
kita, dan menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi. 

C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu 
dengan yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat 
paradoks. Dengan demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. 

D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan 
maksud dan tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. Meskipun kita tidak akan 
mungkin bisa sepenuhnya meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator 
menunjuk kearah hal tersebut: 

1 . Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita. 

2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan 

3. konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan. 

4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan 
berita. 

5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan 
berita. 

6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita. 

7. bagian-bagian yang bersifat paralel. 

Mempelajari setiap bidang ini adalah tujuan kita dalam mempelajari suatu bagian Alkitab. 
Sebelum saya menerangkan mengenai metodologi bagi pembacaan Alkitab yang baik, saya akan 
menggambarkan beberapa metode yang tidak tepat yang bayak digunakan saat ini, yang telah 
menyebabkan banyaknya keberagaman tafsiran, dan yang sebagai konsekuensi harus kita hindari: 

II. Metode-metode yang Tidak Tepat 

A. Mengabakan konteks tulisan dari buku Alkitab dan menggunakan tiap kalimat, anak kalimat, 
atau bahkan kata-kata secara individual sebagai suatu pernyataan kebenaran yang tidak 
berhubungan dengan maksud penulis atau konteks yang lebih luas. Hal ini sering disebut dengan 
"proof- texting". 

B. Mengabaikan latar belakang sejarah dari suatu buku, dengan menggantikannya dengan suatu 
pengandaian latar belakang sejarah yang kurang atau tidak didukung oleh naskah itu sendiri. 

C. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dan membacanya seperti sebuah surat kabar lokal 
yang ditulis terutama untuk orang-orang Kristen moderen. 



D. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dengan meng alegorisasikan naskah degan berita 
teologis atau filosofis yang tak ada hubungannya sama sekali dengan si pendengar pertama dan 
maksud asli si penulis. 

E. Mengabaikan berita asli dengan menggantikannya dengan sistem teologi seseorang, doktrin 
favorit, atau isu-isu kontemporer yang tak berhubungan dengan berita yang dinyatakan dan 
dimaksudkan oleh si penulis asli. Gejala ini sering mengikuti pembaaan mula-mula dari Alkitab 
sebagai cara menetapkan otoritas pembicara. Hal ini seringkali disebut sebagai "tanggapan 
pembaca" (penafsiran "arti-naskah-bagi-ku") 

Paling tidak ada tiga komponen yang saling berhubungan yang bisa ditemukan di dalam semua 
komunikasi manusia yang bersifat tertulis: 



Maksud dari Si 
Penulis Asli 




Naskah Tertulis 




Penerima Asli 







Di masa lampau, teknik-teknik pembacaan yang berbeda berfokus pada salah satu dari ketiga 
komponen ini. Namun untuk bisa meyakini dengan sesungguhnya ilham Alkitab yang unik, suatu 
diagram yang telah dimodifikasi akan lebih tepat untuk digunakan: 



Roh Kuc 


us 






Variasi 


Maskah 






Orang P 
AkhirZ 


ercaya 
aman 






Maksud dari Si 






Naskah 






Penerma Asli 














Penulis 


ASll 






Tertulis 













Dalam kenyataannya keseluruhan tiga komponen tersebut haras di ikut sertakan dalam proses 
penafsiran. Untuk tujuan peneguhan, tfsiran saya berfokus pada dua komponen pertama: si penulis dan 
naskah asli. Saya barangkali bereaksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang saya dapati: (1) peng- 
alegorisasi-an atau peng-rohani-an suatu naskah dan (2) tafsiran "tanggapan pembaca" (apa artinya 
bagiku). Pelanggaran dapat terjadi di tiap tingkatan. Kita haras selalu memeriksa motivasi, 
kecondongan-kecondongan, teknik-teknik, dan aplikasi-aplikasi kita.Namun bagaimana kita 
memeriksanya jika tidak terdapat pembatassan-pembatasandari suatu penafsiran, tak ada batas, tanpa 
kriteria? Di sinilah dimana maksud kepenulisan dan straktur tulisan memberikan kepada saya beberapa 
kriteria untuk membatasi cakupan dari kemungkinan penafsiran yang memenuhi syarat. 

Menanggapi teknik-teknik pembacaan yang tidak tepat ini, kemungkinan pendekatan untuk 
pembacaan Alkitab secara benar yang bagaimana yang bisa menawarkan suatu tingkat konsistensi dan 
peneguhan tertentu? 



III. Kemungkinan-Kemungkinan Pendekatan Untuk Pembacaan Alkitab Secara Benar. 

Di titik ini Saya tidak sedang mendiskusikan teknik tunggal untuk menafsirkan suatu kategori 
seni (genre) tertentu tetapi prinsip-prinsip umum hermenetik yang tepat untuk semua jenis naskah 
Alkitab. Sebuah buku yang baik untuk pendekatan pendekatan kategori seni (genre) tertentu adalah 
Bagaimana Membaca Alkitab Agar Mendapatkan Semua Manfaatnya. Karangan Gordon Fee dan 
Douglas Stuart, yang diterbitkan oleh Zondervan. 

Metodologi saya berfokus mula-mula pada pembaca yang memberi kesempatan Roh Kudus 
untuk menerangkan Alkitab melalui empat siklus pembacaan pribadi. Hal ini membuat Roh Kudus, 
naskah bacaan, dan si pembaca menjadi yang terutama dan bukan hal sekunder. Hal ini juga akan 
melindungi si pembaca dari pengarah-pengaruh yang tidak semestinya dari si komentator. Saya 
mendengar ada yang berkata bahwa: "Alkitab memiliki banyak sekali pernyataan/keterangan pada 

vi 



komentari-komentari". Ini bukan berarti sebagai suatu tanggapan yang melemahkan mengenai alat bantu 
belajar ini, namun hal ini merupakan suatu permohonan untuk menggunakannya pada waktu yang tepat. 
Kita haras bisa mendukung penafsiran kita dengan menggunakan naskah bacaan itu sendiri. 
Lima bidang yang menyediakan setidaknya peneguhan yang terbatas: 

1. dari si penulis asli: 

a. latar belakang sejarah 

b. konteks penulisan 

2. pilihan si penulis mengenai: 

a. straktur tata bahasa (sintaksis) 

b. penggunaan bahan-bahan kontemporer 

c. kategori seni (genre) 

3. pengertian kita mengenai: 

a. kutipan paralel yang relevan. 

Kita perlu untuk memiliki kemampuan untuk memberikan alasan dan penalaran dibalik 
penafsiran kita. Alkitab adalah satu-satunya sumber iman dan perbuatan. Namun yang menyedihkan 
adalah orang-orang Kristen seringkali ridak bersetuju mengenai apa yang diajarkan atau dibenarkan oleh 
Alkitab ini. Adalah suatu kekalahan bagi kita sendiri jika kita menyatakan mendapat ilham dari Alkitab 
namun kemudian orang-orang percaya tidak bisa menyetujui apa yang di ajarkan dan disyaratkannya! 

Keempat siklus pembacaan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman-pemahaman 
penafsiran mengenai hal-hal berikut: 

A. Siklus Pembacaan Pertama 

1. Membaca buku satu kali. Baca lagi dalam terjemahan yang berbeda, sebisanya dari teori 
penterjemahan yang berbeda. 

a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 

b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Carilah maskud pokok dari keseluruhan tulisan. Identifikasikan temanya. 

3. Pisahkan (jika mungkin) suatu unit- unit penulisan, suatu pasal, suatu paragraaf ataupun suatu 
kalimat yang secara jelas menyatakan maksud pokok atau tema tersebut. 

4. Identifikasikan kategori seni (genre) yang mendominasi. 

a. Perjanjian Lama 

(1) Cerita-cerita Ibrani 

(2) Puisi Ibrani (mazmur, tulisan-tulisan bijak) 

(3) Nubuatan Ibrani (prosa, puisi) 

(4) Aturan-aturan Hukum 

b. Perjanjian Bara 

(1) Cerita-cerita (Kitab Injil, Kisah Para Rasul) 

(2) Perumpamaan-perumpamaan (Kitab Injil) 

(3) Surat-surat/Tulisan para rasul 

(4) Tulisan-tulisan Apokaliptik 

B. Siklus Pembacaan Kedua 

1. Baca keseluruhan buku lagi, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik dan pokok-pokok 
utama. 

2. Ringkas topik-topik utama dan secara garis besar nyatakan maknanya dalam suatu 
pernyataan yang sederhana. 

3. Periksa pernyataan tujuan dan garis besar anda dengan alat bantu belajar. 

C. Siklus Pembacaan Ketiga 

1. Baca keseluruhan buku lagi, untuk mengidentifikasi latar belakang sejarah dan kejadian- 
kejadian spesifik dari kitab Alkitab itu sendiri. 



vn 



2. Daftarkan hal-hal historis yang disebut dalam buku Alkitab tersebut. 

a. Penulis 

b. Tanggal 

c. Penerima-penerima 

d. Alasan khusus penulisan 

e. Aspek-aspek dari latar belakang budaya yang berkaitan dengan tujuan penulisan. 

f. Referensi-referensi mengenai orang-orang dan peristiwa-peristiwa sejarah. 

3. Kembangkan garis besar anda ke tingkat paragraf dari buku Alkitab yang sedang anda 
tafsirkan. Selalu mengidentifikasikan dan meringkas unit tulisan. Ini mungkin akan 
mencakup beberapa pasal dan paragraf. Hal ini akan memampukan anda untuk mengikuti 
logika dan rancangan tulisan dari si penulis asli. 

4. Periksa latar belakang sejarah anda dengan menggunakan alat bantu belajar. 
D. Siklus Pembacaan Keempat 

1 . Baca lagi bagian buku tersebut dalam beberapa terjemahan 

a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 

b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Cari struktur tulisan atau tata bahasa 

a. frasa-frasa yang berulang , Ef 1 : 6 , 1 2 , 1 3 

b. struktur tata bahasa yang berulang, Rom 8:31 

c. konsep-konsep yang kontras 

3. Daftarkan hal-ha berikut ini: 

a. istilah-istilah yang signifikan 

b. istilah-istilah yang tidak umum. 

c. Struktur tata bahasa yang penting 

d. Kata-kata, anak kalimat maupun kalimat-kalimat yang sukar dimengerti. 

4. Cari kutipan-kutipan parallel yang relevan 

a. cari kutipan pengajaran yang paling jelas dalam bidang yang anda pelajari, menggunakan 

(1) buku-buku "teologi sistematis" 

(2) Alkitab-Alkitab yang berpetunjuk 

(3) konkordansi 

b. Cari kemungkinan adanya hal-hal yang bersifat paradox dalam pokok yang anda pelajari. 
Banyak kebenaran Alkitab dinyatakan dalam bentuk pasangan dialektik; banyak konflik 
antar denominasi bersumber pada proof-texting setengah dari "ketegangan" dalam 
penafsiran Alkitab. Keseluruhan isi Alkitab adalah ilham dari Allah, hingga kita harus 
mencari selengkap mungkin berita yang terkandung didalamnya agar penafsiran kita akan 
Firman menjadi seimbang. 

c. Cari bagian-bagian paralel dalam satu buku, satu pengarang, dan satu kategori seni; 
Alkitab adalah penafsir terbaik dari Firman Allah, karena penulisnya adalah satu yaitu 
Roh Kudus. 

Gunakan Panduan belajar untuk memeriksa latar belakang dan peristiwa-peristiwa sejarahyang anda 
dapati. 

d. Alkitab panduan belajar 

e. Ensiklopedi, buku pegangan, dan kamus Alkitab 

f. Pengantar Alkitab 

g. Komentari Alkitab (pada titik ini dalam proses belajar anda, ijinkan komunitas orang 
percaya, di masa lalu atau masa kini, untuk membantu dan mengkoreksi proses belajar 
pribadi anda.) 



vin 



IV. Penerapan dari Penafsiran Alkitab 

Pada titik ini kita berpindah pada penerapan. Anda telah menggunakan waktu untuk memahami 
suatu naskah berdasarkan latarbelakang aslinya; sekarang anda harus menerapkannya ke dalam hidup 
anda, terhadap budaya anda. Saya mendefinisikan kepenulisan Alkitab sebagai "memahami apa yang 
dikatakan oleh penulis asli Alkitab kepada jamannya, dan menerapkan kebenaran tersebut kepada zaman 
kita." 

Penerapan harus mengikuti tafsiran dari maksud si penulis asli, baik dari sisi waktu maupun 
logika. Kita tidak bisa menerapkan suatu kutipan Alkitab kepada zaman kita sampai kita mengetahui apa 
arti kutipan tersebut pada zamannya! Suatu kutipan Alkitab tidak boleh diartikan berbeda dengan arti 
aslinya! 

Garis besar rinci anda, sampai ke tingkat paragraf (siklus pembacaan #3), akan menjadi panduan 
anda. Penerapan harus dilakukan di tingkat paragraph ini, bukannya di tingkat kata. Kata-kata hanya 
akan memiliki arti jika dikaitkan dalam konteks tertentu, demikian pula anak kalimat, maupun kalimat. 
Satu-satunya orang yang diilhami Allah yang terlibat dalam proses penafsiran ini adalah hanya si penulis 
asli. Kita hanya mengikuti pimpinannya dengan penerangan dari Roh Kudus. Namun Penerangan 
bukanlah ilham. Untuk berkata "demikian Firman Tuhan", kita harus sejalan dengan maksud si penulis 
asli. Penerapan harus terkait secara khusus kepada maksud umum dari keseluruhan tulisan, bagian 
tulisan tertentu, dan pengembangan pemikiran setingkat paragraf. 

Jangan biarkan hal-hal dari zaman kita digunakan untuk menafsir Alkitab; Biarkan Alkitab 
berbicara! Hal ini mungkin mensyaratkan kita untuk menimba prinsip-prinsip dari naskah tersebut. Hal 
ini tepat bila naskah tersebut mendukung suatu prinsip tertentu. Sayangnya, dalam banyak hal prinsip 
kita adalah hanya prinsip "kita sendiri", bukan prinsip dari naskah tersebut 

Dalam menerapkan Alkitab, penting untuk diingat bahwa (kecuali dalam nubuatan) hanya ada 
satu dan satu saja arti yang tepat bagi setiap naskah Alkitab. Arti tersebut adalahyang berhubungan 
dengan maksud dari si penulis asli pada saat ia menghadapi krisis atau keperluan-keperluan di 
zamannya. Banyak kemungkinan penerapan bisa ditarik dari arti yang satu tersebut. Penerapan akan 
berdasarkan kebutuhan si penerima, namun harus berhubungan dengan arti dari si penulis asli. 

V. Aspek Rohani dari Penafsiran 

Sejauh ini saya telah mendiskusikan proses logika dan tekstual yang digunakan dalam penafsiran 
dan penerapan. Sekarang ijinkan saya secara singkat mendiskusikan mengenai aspek rohani dari 
penafsiran. Daftar hala-hal yang harus dilakukan berikut sangat membentu saya dalam hal ini: 

A. Berdoa mohon pertolongan Roh Kudus (bandingkan I Kor 1:26-2:16) 

B. Berdoa untuk pengampunan dan penyucian pribadi dari dosa-dosa yang kita ketahui (bandingkan 
IYohl:9) 

C. Berdoa untuk kerinduan yang lebih dalam untuk mengenai Allah (bandingkan Maz 19:7-14; 42:1 
dst; 119:1 dst). 

D. Terapkan dengan segera setiap pengertian yang baru dalam kehidupan anda sendiri. 

E. Tetap bersifat rendah hati dan mau belajar. 

Sangatlah sukar untuk bisa menjaga keseimbangan antara proses logika dengan kepemimpinan 

Rohani dari Roh Kudus. Cuplikan-cuplikan berikut ini telah membantu saya menyeimbangkan kedua 

hal tersebut: 

A. dari James W. Sire, Scripture Twisting, hal 17-18: 

"Penerangan datang dalam pikiran dari anak-anak Allah - bukan hanya kepada orang- 
orang rohani tingkat tinggi saja. Tidak ada kelompok "guru" dalam Kekristenan yang Alkitabiah, 
tak ada orang bijak, tak ada orang yang merupakan penafsir yang sempurna. Dengan demikian, 
sementara Roh Kudus mengaruniakan karunia-karunia hikmat, pengetahuan, dan membedakan 

ix 



roh, la tidak menugaskan orang-orang Kristen yang diperlengkapi ini menjadi satu-satunya 
penafsir yang sah dari Firman Allah. Hal ini terserah kepada tiap anakNya untuk belajar, 
menimbang, dan memahami sesuai petunjuk Alkitab yang berdiri sebagai penguasa bahkan bagi 
mereka yang dikaruniai Allah kemampuan yang khusus. Secara ringkas, asumsi yang saya buat 
bagi keseluruhan buku adalah bahwa Alkitab adalah pernyatan yang benar dari Allah kepada 
semua umat manusia, yang merupakan penguasa teritnggi dari segala hal yang dikatakanNya, 
dan juga secara keseluruhan bukan suatu misteri, hingga bisa cukup dipahami oleh orang biasa 
dalam tiap budaya." 

B. Tentang Kierkegaard, tertulis dalam Bernard Ramm, Protestant Biblical Interpretation, hal 75.: 

Menurut Kierkegaard mempelajari kesejarahan, leksikal dan ke-tata-bahasa-an dari 
Alkitab adalah keharusan, namun hanya merupakan tahapan awal dari pembacaan Alkitab 
sebenarnya. "Untuk membaca Alkitab sebagai Firman Tuhan, seseorang haras membaca dengan 
hatinya dalam mulutnya, dengan kesadaran, dengan suatu pengharapan yang besar, dalam suatu 
percakapan dengan Tuhan. Membaca Alkitab dengan tanpa berpikir, secara sembarang, atau 
secara akademis, atau secara professional, bukan membaca Alkitab sebagai Firman Allah. Orang 
yang membacanya seperti membaca sebuah surat cinta, orang tersebut membacanya sebagai 
Firman Allah." 

C. H. H. Rowley dalam The Relevance of the Bible, hal. 19: 

"Tak satupun dari pemahaman secara intelektual mengenai Alkitab, betapapun 
lengkapnya, mampu mencakup keseluruhan harta di dalamnya. Pernyataan ini bukan bermaksud 
untuk merendahkan pemahaman intelektual karena pemahaman tersebut sangat hakiki bagi suatu 
pemahaman yang lengkap. Namun untuk menunjukkan perlunya pemahaman secara rohani akan 
harta harta rohani dalam Alkitab, sebagai syarat kelengkapan pemahaman. Dan untuk 
pemahaman rohani ini, keberadaan hal-hal di atas kesadaran intelektualitas merupakan suatu 
keharusan. Hal-hal Rohani harus dimengerti secara Rohani, dan siswa Sekolah Alkitab perlu 
memiliki sikap penerimaan rohani, yaitu kerinduan untuk mencari Tuhan untuk menundukkan 
diri kepadaNya, jika ia haras belajar melampaui batas keimiahan untuk mendapatkan kelimpahan 
warisan dari Buku di atas segala buku ini" 

VI Metode dari Komentari ini 

Komentari Pedoman Belajar ini dirancang untuk membantu prosedur penafsiran anda dengan 
cara-cara sebagai berikut: 

A. Mengawali tiap buku dengan garis besar kesejarahan. Setelah anda menyelesaikan "siklus 
pembacaan #3" Periksa informasi yang tersedia ini. 

B. Pengertian-pengertian Kontekstual dapat ditemukan di bagian awal dari setiap pasal. Hal ini akan 
membantu anda untuk melihat bagaimana kelompok-kelompok tulisan disusun. 

C. Di awal dari tiap pasal atau bagian tulisan utama pembagian-pembagian paragraph dan 
keterangan-keterangannya disediakan dalam beberapa terjemahan modern: 

1 . Naskah Yunani The United Bible Society, revisi dari edisi ke-4 (UBS4). 

2. New American Standard Bible (NASB) pembaharuan tahun 1995 

3. The New King James Version (NKJV) 

4. The New Revised Standard Version (NRSV) 

5. The Today' s English Version (TEV) 

6. The Jerusalem Bible (JB) 

Pembagian paragraph bukan berasal dari ilham Allah. Pembagian ini harus didasarkan atas 
konteks. Dengan memperbandingkan beberapa terjemahan modern dengan teori penterjemahan 
dan sudut pandang teologis yang berbeda, kita bisa menganalisis kemungkinan struktur 
pemikiran dari si penulis asli. Setiap paragraf memiliki satu kebenaran utama. Hal ini dinamakan 
"kalimat topik" atau "ide sentral dari tulisan". Pokok pemikiran ini adalah kunci dari penafsiran 



kesejarahan dan ke-tata-bahasa-an. Orang tidak seharusnya menafsirkan, mengkhotbahkan, atau 
mengajarkan tentang hal yang kurang dari satu paragraf! Juga ingat bahwa tiap paragraf terkati 
dengan paragraf-paragraf di sekitarnya. Itulah sebabnya suatu garis besar setingkat paragraf dari 
keseluruhan buku adalah sangat penting. Kita harus dapat mengikuti aliran logika dari suatu 
pokok bahasan yang di kemukakan oleh si penulis asli, si penerima ilham. 

D. Catatan-catatan dari Dr. Bob Utley mengikuti suatu pendekatan penafsiran ayat demi ayat. Ini 
akan memaksa kita untuk mengikuti pemikiran dari si penulis asli. Catatan-catatan ini 
menyediakan informasi dari beberapa bidang: 

1. konteks tulisan 

2. pengertian-pengertian kesejarahan 

3. informasi ke-tata-bahasa-an 

4. pelajaran mengenai kata-kata 

5. kutipan paralel yang cocok. 

E. Di tempat-tempat tertentu dalam komentari, cetakan ayat dari New American Standard Version 
(pembaruan 1995) akan digantikan dengan terjemahan dari beberapa versi modern yang lain: 

1. The New King James Version (NKJV), yang mengikuti naskah tekstual dari "Textus 
Receptus" 

2. The New Revised Standard Version (NRSV), yang adalah revisi kata-demi kata dari Revised 
Standard Version oleh The National Council of Churches 

3. The Today's English Version (TEV), yang merupakan penterjemahan secara ekuivalen 
dinamis dari American Bible Society. 

4. The Jerusalem Bible (JB), yang adalah terjemahan bahasa Inggris berdasarkan Terjemahan 
ekuivalen dinamis dari Katolik Perancis. 

F. Bagi mereka yang tidak bisa membaca bahasa Yunani, membandingkan terjemahan bahasa 
Inggris dapat membantu dalam mengidentifikasikan masalah-masalah dalam naskah: 

1 . variasi naskah kuno 

2. kemungkinan arti-arti dari suatu kata 

3. struktur dan naskah yang sukar tata bahasanya 

4. naskah yang memiliki arti yang mendua. 

G. Pada penutupan dari tiap pasal tersedia pertanyaan-pertanyaan yang relevan sebagai bahan 
diskusi yang diupayakan untuk dapat menuju ke arah hal-hal utama yang berkenaan dengan 
penafsiran dari pasal tersebut 



XI 



PENGHARAPAN DI MASA-MASA SUKAR— 



TIRAI PENGHABISAN: 



WAHYU 



ARTIKEL PENGANTAR KRUSIAL 

"Mengapa Orang Kristen Mempunyai Begitu Banyak Penafsiran Dogmatis mengenai Wahyu" 

Melalui bertahun-tahun pengkajian saya akan eskatilogi, saya pelajari bahwa kebanyakan orang Kristen tidak 
memiliki atau menginginkan suatu kronologi akhir jaman yang telah disistematiskan dan dikembangkan. Ada 
beberpa orang Kristen yang berfokus atau mengutamakan bidang keKristenan ini untuk alasan-alasan teologis, 
psikologis, ataupun denominasional. Orang-orang Kristen ini sepertinya menjadi trobsesi dengan bagaimana 
semua akan berakhir, dan justru meleset dari arti penting injil itu sendiri! Orang-orang percaya tidak bisa 
mempengaruhi agenda eskatologis (akhir jaman) Allah, namun mereka bisa berpartisipasi dalam mandat injil (lih. 
Mat 28:19-20; Luk 24:47; Kis 1:8). Kebanyakan orang percaya meneguhkan suatu Kedatangan Kedua Kristus dan 
suatu puncak akhir jaman dari janji-janji Allah. Permasalahan-permasalahan penafsiran yang timbul dari 
bagaimana memahami puncak sementara ini berasal dari beberapa paradoks alkitabiah. 

1. ketegangan antara model-model nubuatan Perjanjian Lama dan model-model kerasulan Perjanjian Baru. 

2. ketegangan antara monoteisme Alkitab (satu Allah bagi semua) dan pemilihan Israel (suatu bangsa yang 
khusus) 

3. ketegangan antara aspek persyaratan dari perjanjian dan janji-janji Alkitab ("jika. . .maka") dan kesetiaan 
tak bersyarat dari Allah terhdap penebusan umat manusia yang jatuh. 

4. ketegangan antara jenis-jenis sastra Timur Dekat dan model-model sastra barat moderen 

5. ketegangan antara Kerajaan Allah sebagai masa kini, namun masa depan. 

6. ketegangan antara kepercayaan dalam kedatangan kembali Kristus sewaktu-waktu dan kepercayaan 
bahwa beberapa peristiwa harus terjadi lebih dulu. 

Marilah kita diskusikan ketegangan-ketegangan ini satu demi satu. 
KETEGANGAN PERTAMA (kategori-kategori rasial, kebangsaan, dan geografis PL vs. semua orang percaya 
di seluruh dunia) 

Para nabi PL memprediksikan suatu pemulihan dari suatu kerajaan Yahudi di Palestina yang berpusat di 
Yerusalem di mana semua bangsa di bumi berkumpul utuk memuji danmelayani seorang penguasa keturunan 
Daud, namun Yesus maupun para Rasul PB tak pernah berfokus pada agenda ini. Bukankah PL berdasarkan 
ilham (lih. Mat 5:17-19)? Apakah para penulis PB telah mengabaikan peristiwa-peristiwa krusial akhir jaman? 

Ada beberapa sumber informasi mengenai kesudahan dari dunia: 

1 . para nabi PL (Yesaya, Mikha, Maleakhi) 

2. para penulis apokaliptis PL (lih. Yeh 37-39; Dan 7-12; Zak) 

3. para penulis apokaliptis Yahudi antar perjanjian, non kanonika (seperti I Henokh, yang disinggung di 
dalam Yudas) 

4. Yesus Sendiri (lih. Mat 24; Mar 13; Luk 21) 

5. tulisan-tulisan Paulus (lih. I Kor 15; II Kor 5; I Tes 4-5; II Tes 2) 

6. tulisan-tulisan Yohanes (I Yoh dan Wahyu). 

Apakah semua sumber-sumber ini secara jelas mengajarkan suatu agenda akhir jaman (peristiwa-peristiwa, 
kronologi, orang-orang)? Jika tidak, mengapa? Bukankah mereka semua diilhami (kecuali tulisan-tulisan antar 
perjanjian Yahudi)? 

Roh menyatakan kebenaran kepada para penulis PL dalam istilah-istilah dan kategori-kategori yang bisa 
mereka pahami. Manum demikian, melalui perwahyuan progresif Roh telah memperluas konsep-konsep 
eskatologis PL ini menjadi suatu cakupan universal ("misteri Kristus," lih. Ef 2:1 1-3:13. Lihat Topik Khusus pada 
10:7). Berikut adalah beberapa contoh relevan: 

1. Kota Yerusalem dalam PL digunakan sebagai penggambaran dari umat Allah (Zion), namun 
diproyeksikan ke dalam PB sebagai suatu istilah yang menyatakan penerimaan Allah akan semua orang 
yang bertobat dan percaya (Yerusalem baru dari Wahyu 21-22). Perluasan teologis dari suatu kota 
jasmani dan hurufiah kepada umat Allah yang baru (orang percaya Yahudi dan Bukan Yahudi) telah di 
isyaratkan dalam janji Allah untuk menebus umat manusia yang jatuh dalam Kej 3:15, jauh bahkan 
sebelum adanya orang Yahudi ataupun ibukota Yahudi. Bahkan panggilan Abraham (lih. Kej 12:1-3) 
mencakup Bangsa bukan Yahudi (lih. Kej 12:3; Kel 19:5). 



2. Dalam PL musuh umat Allah adalah bangsa-bangsa di sekitar wilayah Timur Dekat Kuno, namun dalam 
PB mereka telah diperluas menjadi semua bangsa yang tidak percaya, anti Allah, dan diilhami setan. 
Peperangan telah bergeser dari suatu konflik geografis dan kewilayahan, menjadi suatu konflik yang 
kosmik dan mendunia (lih. Kolose). 

3. Janji akan suatu tanah yang demikian tak terpisahkan di dalam PL (Janji-janji kebangsaan dari Kejadian, 
lih. Kej 12:7; 13:15; 15:7,15; 17:8) kini telah menjadi seluruh dunia. Yerusalem Baru turun pada suatu 
dunia yang diciptakan kembali, bukan hanya atau semata-mata Timur Dekat saja (lih. Wah 21-22). 

4. Beberapa contoh lain dari konsep-konsep PL yang diperluas adalah: 

a. benih Abraham sekarang disunat secara rohani (lih. Rom 2:28-29) 

b. umat perjanjian sekarang mencakup bangsa Non Yahudi (lih. Hos 1:10; 2:23, yang dikutip dalam 
Rom 9:24-26; juga Im 26:12; Kel 29:45, yang dikutip dalam II Kor 6:16-18 dan Kel 19:5; Ul 14:2, 
yang dikutip dalam Titus 2:14) 

c. Bait Allah sekarang adalah Yesus (lih. Mat 26:61; 27:40; Yoh 2:19-21) dan melalui Dia gereja lokal 
(lih. I Kor 3:16) atau individu orang percaya (lih. I Kor 6:19) 

d. bahkan Israel dan frasa-frasa PL yang menjabarkan karakteristiknya sekarang menunjuk pada 
keseluruhan umat Allah (yaitu,"Israel," lih. Rom 9:6; Gal 6:16, yaitu "imamat rajani," lih. I Pet 2:5, 
9-10; Wah 1:6) 

Model nubuatan ini telah digenapi, diperluas, dan kini menjadi lebih luas cakupannya. Yesus dan para rasul 
penulis tidak menyajikan akhir jaman dengan cara yang sama dengan para nabi PL (lih. Martin Wyngaarden, 
Kerajaan Masa Depart dalam Nubuatan dan Penggenapan). Para penafsir moderen yang mencoba membuat 
model PL hurufiah atau normatif membelokkan Wahyu menjadi suatu buku yang sangat Yahudi dan memaksakan 
artinya ke dalam frasa-frasa Yesus dan Paulus yang teratomisasi dan rancu! Para penulis PB tidak menegatifkan 
para nabi PL, namun menunjukkan implikasi universal akhir dari mereka. Tidak ada sistem yang logis dan 
terorganisir untuk eskatologi Yesus atau Paulus. Makksud mereka terutama adalah penegusan atau pastoral. 

Namun demikian, bahkan di dalam PB itu sendiri ada ketegangan. Tak ada sistemisasi dari peristiwa- 
peristiwa eskatologis. Dalam banyak hal Wahyu secara mengejutkan lebih menggunakan singgungan-singgungan 
PL dalam menjabarkan akhir jaman daripada pengajaran-pengajaran Yesus (lih. Mat 24; Mar 13)! Hal ini 
mengikui jenis sastra yang diawali oleh Yehezkiel, Daniel, dan Zakharia, namun berkembang selama periode 
antar perjanjian (sastra apokaliptik Yahudi). Ini barangkali adalah cara Yohanes menghubungkan Perjanjian Lama 
dan Baru. Ini menunjukkan pola berabad-abad dari pemberontakan manusia dan komitmen Allah akan penebusan! 
Namun haruslah dicatat bahwa meskipun menggunakan bahasa-bahasa, orang-orang, dan peristiwa-peristiwa, 
Wahyu menafsirkan kembali hal-hal tersebut dalam pemahaman Romawi abad pertama (lih. Wah. 1:7). 
KETEGANGAN KEDUA (monoteisme vs. suatu umat pilihan) 

Penekanan alkitabiah adalah pada suatu Allah yang merupakan pribadi, rohani, pencipta-penebus yang esa 
(lih. Kel 8:10; Yes 44:24; 45:5-7,14,18,21-22; 46:9; Yer 10:6-7). Keunikan PL di jamannya sendiri adalah sifat 
monoteismenya. Semua bangsa-bangsa sekitar bersifat politeis. Keesaan Allah adalah inti perwahyuan PL (lih. Ul 
6:4). Penciptaan adalah suatu tahapan untuk tujuan persekutuan antara Allah dan umat manusia, yang diciptakan 
dalam serupa dengan gambarNya (lih. Kej 1:26-27). Namun demikian, umat manusia memberontak, berdosa 
melawan kasih, kepemimpinan, dan maksud Allah (lih. Kej 3). Kasih dan maksud Allah adalah sedemikian kuat 
dan meyakinkannya hingga la menjanjikan untuk menebus umat manusia yang jatuh (lih. Kej 3:15)! 

Ketegangan meningkat ketika Allah memilih untuk menggunakan satu orang, satu keluarga, satu bangsa 
untuk menjangkau umat manusia selebihnya. Pemilihan Allah akan Abraham dan orang Yahudi sebagai suatu 
imamat rajani (lih. Kel 19:4-6) menyebabkan keangkuhan dan bukannya pelayanan, pengecualian bukannya 
pencakupan. Pemanggilan Allah akan Abraham mencakup berkat yang tersedia bagi seluruh umat manusia (lih. 
Kej 12:3). Haruslah diingat dan ditekankan bahwa pemilihan PL adalah untuk pelayanan, bukan keselamatan. 
Seluruh Israel tidak pernah benar dengan Allah, tak pernah selamat secara kekal hanya berdasarkan hak kelahiran 
semata (lih. Yoh 8:31-59; Mat 3:9), namun oleh iman dan ketaatan pribadi (lih. Kej 15:6, yang dikutip dalam 
Rom 4). Israel kehilangan misinya (gereja kini adalah imamat rajani, lih. 1:6; II Pet 2:5,9), merubah mandat 
menjadi hak istimewa, pelayanan menjadi status khusus! Allah memilih seseorang untuk memilih semua! 
KETEGANGAN KETIGA (perjanjian bersyarat vs. perjanjian tak bersyarat) 

Ada suatu ketegangan teologis atau paradiks antara perjanjian yang bersyarat dan tak bersyarat. Sungguhlah 
benar bahwa rencana/maksud penebusan Allah tidak bersyarat (lih. Kej 15:12-21). Namun demikian, tanggapan 
manusia yang dimandatkan selalu bersyarat! 

2 



Pola "jika...maka" muncul baik di PL dan PB. Allah setia; manusia tidak setia. Ketegangan ini telah 
menyebabkan banyak kebingungan. Para penafsir telah cenderung hanya berfokus pada satu "tanduk dari dilema," 
kesetiaan Allah atau usaha manusia, kedaulatan Allah atau kehendak bebas manusia. Keduanya adalah alkitabiah 
dan keharusan. 

Ini berhubungan dengan eskatologi, terhadap janji-janji PL Allah kepada Israel. Jika Allah menjanjikannya, 
itu sudah cukup! Allah terikat pada janji-janjiNya; reputasiNya terlibat (lih. Yeh 36:22-38). Perjanjian bersyarat 
dan tak bersyarat bertemu dalam Kristus (lih. Yes 53), bukan Israel! Kesetiaan utama Allah terletak pada 
penebusan semua yang bertobat dan percaya, bukan pada siapa ayah/ibu anda! Kristus, bukan Israel, adalah kunci 
kepada semua perjanjian dan janji-janji Allah. Jika ada tanda kurung teologis dalam Alkitab, ini bukanlah Gereja 
namun Israel (lih. Kis 7 dan Gal 3). 

Misi mendunia dari proklamasi Injil telah diteruskan kepada Gereja (lih. Mat 28:19-20; Luk 24:47; Kis 1:8). 
Ini masih merupakan perjanjian bersyarat! Ini bukan mengisyaratkan bahwa Allah telah menolak orang Yahudi 
sepenuhnya (lih. Rom 9-11). Mungkin ada suatu tempat dan maksud bagi akhir jaman, Israel yang percaya (lih. 
Zak 12:10). 
KETEGANGAN KEEMPAT (model-model sastra Timur Dekat vs. model-model barat). 

Jenis sastra adalah suatu elemen kritikal dalam penafsiran Alkitab secara benar. Gereja dibangun dalam suatu 
latar belakang budaya barat (Yunani). Sastra Timur jauh lebih bersifat penggambaran, lukisan, dan simbolis 
daripada model-model sastra budaya barat moderen. Sastra ini berfokus lebih pada orang-orang, pertemuan- 
pertemuan, dan peristiwa-peristiwa daripada kebenaran-kebenaran sebanding yang singkat. Orang-orang Kristen 
telah bersalah karena menggunakan sejarah dan model-model sastra mereka untuk menafsirkan nubuatan alkitab 
(baik PL maupun PB). Setiap generasi dan satuan geografis telah menggunakan budaya, sejarah, dan kesastraan 
mereka untuk menafsirkan Wahyu. Mereka semua telah salah! Adalah keangkuhan untuk berpikir bahwa budaya 
barat moderen adalah fokus nubuatan alkitab ! 

Jenis sastra yang dipilih oleh si penulis asli yang terilhami untuk menulis adalah sebuah kontrak kesastraan 
dengan si pembaca. Kitab Wahyu bukanlah suatu kisah kesejarahan. Melainkan suatu kombinasi dari surat (pasal 
1-3), nubuatan, dan sebagian besar sastra apokaliptik. Sama-sama salahlah untuk membuat Alkitab berkata lebih 
dari apa yang dimaksudkan oleh si penulis asli dan membuatnya berkata kurang dari apa yang dimaksudkan! 
Keangkuhan dan dogmatisme para penafsir bahkan lebih tidak tepat lagi dalam sebuah buku seperti Wahyu ini. 

Gereja tidak pernah menyetujui sebuah penafsiran yang tepat terhadap Wahyu. Keprihatinan saya adalah 
untuk mendengar dan menangani seluruh Alkitab, tidak pada bagian tertentu saja. Gaya pemikiran timur Alkitab 
menyajikan kebenaran dalam pasangan penuh ketegangan. Kecenderungan barat kita terhadap kebenaran 
proposisional bukanya tidak valid, tapi tidak seimbang! Saya pikir adalah mungkin untuk menghapus setidaknya 
beberapa dari kebuntuan dalam menafsirkan Wahyu dengan mencatat tujuannya yang berubah untuk generasi- 
generasi orang percaya. Jelaslah bagi kebanyakan penafsir bahwa Wahyu hams ditafsirkan dalam terang jaman 
dan jenis sastranya sendiri. Suatu pendekatan historis untuk Wahyu hams berurusan dengan apa yang akan dan 
bisa dimengerti oleh pembaca pertamanya. Dalam banyak hal penafsir modern telah kehilangan makna dari 
simbol dari buku ini. Dorongan awal yang temtama dari Wahyu adalah untuk menguatkan orang percaya 
dianiaya. Kitab ini menunjukkan kendali Tuhan atas sejarah (seperti yang dilakukan para nabi PL); kitab ini 
menegaskan bahwa sejarah bergerak menuju sebuah titik akhir, penghakiman atau berkat yang telah ditetapkan 
(seperti yang dilakukan para nabi PL). Kitab ini menegaskan dalam istilah apokaliptik Yahudi abad pertama, 
kasih, keberadaan, kekuasaan, dan kedaulatan Allah! 

Buku ini berfungsi dengan cara-cara teologis yang sama untuk setiap generasi orang percaya. Ini 
menggambarkan perjuangan kosmik yang baik dan jahat. Rincian abad pertama mungkin telah hilang bagi kita, 
tetapi bukan kebenaran-kebenarannya yang kuat dan menghibur. Ketika para penafsir barat modem mencoba 
untuk memaksa rincian Wahyu dalam sejarah kontemporer mereka, pola penafsiran palsu berlanjut! 

Sangatlah mungkin bahwa rincian buku ini dapat menjadi amat sangat hurufiah lagi (seperti yang dilakukan 
PL sehubungan dengan kelahiran, kehidupan, dan kematian Kristus) untuk generasi terakhir orang percaya saat 
mereka menghadapi serangan gencar seorang pemimpin anti-Tuhan (lih. n Tes 2) dan budaya. Tidak ada yang 
bisa tahu penggenapan hurufiah dari kitab Wahyu ini sampai kata-kata Yesus (lih. Mat 24; Mar 13; dan Luk 21) 
dan Paulus (lih. I Kor 15;. I Tes 4-5; dan II Tes 2). juga menjadi bukti sejarah nyata. Menebak, spekulasi, dan 
dogmatisme semuanya tidaklah pantas. Sastra apokaliptik memungkinkan fleksibilitas ini. Syukur pada Tuhan 
untuk gambar, dan simbol yang melampaui kisah sejarah! Tuhan memegang kendali, Dia berkuasa, Dia datang! 



Kebanyakan komentar-komentar modern salah tangkap mengenai jenis sastra ini! Para penafsir barat modern 
seringkali mencari sistem teologia yang logis dan jelas dan bukannya berlaku adil dengan suatu jenis sastra 
apokaliptiis Yahudi yang dramatis, simbolis dan rancu. Kebenaran ini diungkapkan dengan baik oleh Ralph P. 
Martin dalam artikelnya, "Pendekatan untuk eksegesis Perjanjian Baru," dalam buku Interpretasi Perjanjian 
Baru, yang diedit oleh I. Howard Marshall: 

"Jika kita tidak mengakui kualitas dramatis tulisan ini dan mengingat bagaimana bahasa digunakan 
sebagai wahana untuk mengungkapkan kebenaran agama, kita akan secara menyedihkan keliru dalam 
pemahaman kita tentang Hari Kiamat, dan secara keliru mencoba menafsirkan penglihatan- 
penglihatannya seakan- akan sebagai buku prosa hurufiah dan berkepedulian untuk menjabarkan 
kejadian-kejadian sejarah empiris dan ada datanya. Mencoba cara yang terakhir berarti menjalankan 
segala macam masalah penafsiran. Lebih serius lagi ini mengarah kepada suatu distorsi tentang makna 
penting dari apokaliptik dan dengan begitu melenceng dari nilai tinggi dari bagian dari Perjanjian Baru 
sebagai pernyataan dramatis dalam bahasa mitos puitis dari kedaulatan Allah di dalam Kristus dan 
paradoks dari pemerintahannya yang menggabungkan kekuatan dan kasih (lih. 5:5,6; Singa itu adalah 
Anak Domba)" (hal. 235). 
W. Randolph Tate dalam bukunya Penafsiran Alkitab mengatakan: 

"Tidak ada jenis sastra lain dalam Alkitab yang telah begitu sungguh-sungguh dibaca dengan hasil 
yang semenyedihkan seperti kiamat, khususnya buku Daniel dan Wahyu. Jenis sastra ini telah menderita 
dari bencana sejarah akibat salah tafsir karena kesalahpahaman mendasar akan bentuk, struktur, dan 
tujuan kesusastraannya. Karena klaimnya sendiri untuk mengungkapkan apa yang segera terjadi, wahyu 
telah dilihat sebagai peta jalan ke dan cetak biru masa depan. Kelemahan tragis dalam pandangan ini 
adalah asumsi bahwa kerangka referensi dari buku ini adalah jaman kontemporer dari si pembaca, 
bukannya dari si penulis. Pendekatan yang salah terhadap kitab apokaliptis ini (khususnya Wahyu) 
memperlakukan karya ini seolah-olah merupakan sebuah kriptogram yang olehnya peristiwa 
kontemporer dapat digunakan untuk menafsirkan simbol dari naskah tersebut. . . Pertama, penafsir harus 
menyadari bahwa pesan apokaliptik berkomunikasi melalui simbolisme. Menginterpretasikan simbol 
secara hurufiah yang mestinya penggambaran secara sederhana berarti salah menafsirkan. Masalahnya 
bukanlah apakah peristiwa di apokaliptik meupakan sejarah. Peristiwa tersebut bisa saja merupakan 
sejarah, mungkin benar-benar terjadi, atau mungkin bisa terjadi, tetapi penulis menyajikan peristiwa dan 
mengkomunikasikan maknanya melalui gambar-gambar dan pola-pola dasar" (hal. 137). 
Dari Ramus Gambaran Alkitab, yang diedit oleh Ryken, Wilhost dan Longman III: 

"Para pembaca sekarang sering dibingungkan dan merasa frustrasi dengan jenis sastra ini. Gambaran 
yang tak terduga dan pengalaman yang di luar kebiasaan sepertinya tampak aneh dan tidak sinkron 
dengan sebagian besar Kitab Suci. Memahami sastra ini hanya dipermukaan akan meninggalkan banyak 
pembaca berebut untuk menentukan 'apa yang akan terjadi dan kapan,' sehingga kehilangan maksud dari 
pesan apokaliptiknya" (hal. 35). 
KETEGANGAN KELIMA (Kerajaan Allah sebagai sekarang namun masa depan) 

Kerajaan Allah adalah masa kini, namun masa depan. Paradoks teologis ini menjadi fokus pada titik 
eskatologi. Jika seseorang mengharapkan pemenuhan secara hurufiah dari semua nubuat Perjanjian Lama kepada 
Israel maka Kerajaan sebagian besar akan menjadi pemulihan Israel ke sebuah wilayah geografis lokal dan suatu 
keunggulan teologis! Hal ini akan mengharuskan bahwa Gereja secara diam-diam diangkat keluar pada bab 5 dan 
bab-bab selanjutnya berkaitan dengan Israel (tapi catat Why 22:16). 

Namun demikian, jika fokusnya adalah pada kerajaan yang diresmikan oleh Mesias PL yang dijanjikan, maka 
kerajaan ini ada bersama kedatangan pertama Kristus, dan kemudian fokusnya menjadi inkarnasi, kehidupan, 
pengjaran, kematian dan kebangkitan Kristus. Penekanan teologisnya adalah pada keselamatan saat ini. Kerajaan 
telah datang, PL talah digenapi di dalam penawaran Kristus akan keselamatan bagi semua, bukan kerajaan Seribu 
tahun Nya atas orang-orang lain! 

Sungguhlah benar bahwa Alkitab berbicara tentang ke dua kedatangan Kristus, tetapi di mana penekanannya 
harus ditempatkan? Sepertinya bagi saya kebanyakan nubuatan PL berfokus pada kedatangan pertama, 
pembentukan kerajaan Mesianik (lih. Dan 2). Dalam banyak hal ini beranalogi dengan pemerintahan Allah yang 
kekal (lih. Dan 7). Dalam PL fokusnya adalah pada pemerintahan Allah yang kekal, namun mekanisme untuk 
manifestasi pemerintahan itu adalah pelayanan Mesias (lih. I Kor 15:26-27). Ini bukan pertanyaan tentang mana 
yang benar; keduanya benar, tetapi di manakah penekanannya? Haruslah dikatakan bahwa beberapa penafsir 

4 



menjadi begitu terfokus pada kerajaan Seribu Tahun Mesias (lih. Wah 20) bahwa mereka telah melewatkan fokus 
AM tab pada pemerintahan abadi dari Bapa. Pemerintahan Kristus adalah acara pendahuluan. Sebagaimana dua 
kedatangan Kristus tidak jelas dalam PL, demikian pula kekuasaan temporal dari Mesias! 

Kunci dari khotbah dan pengajaran Yesus adalah Kerajaan Allah. Kerajaan ini meliputi baik saat ini (dalam 
keselamatan dan pelayanan), dan masa depan (dalam penyebaran dan kekuasaan). Wahyu, jika berfokus pada 
pemerintahan Mesianik milenial (lih. Wah 20), adalah awalnya, bukan akhirnya (lih. Wah 21-22). Tidaklah jelas 
dari PL bahwa suatu pemerintahan sementara dibutuhkan; bahkan pemerintahan Mesianik dari Daniel 7 bersifat 
kekal, bukan seribu tahunan. 
KETEGANGAN KEENAM (kedatangan Kristus sewaktu-waktu vs. penundaannya Parousia) 

Kebanyakan orang percaya telah diajarkan bahwa Yesus akan datang segera, tiba-tiba, dan tak terduga (lih. 
Mat 10:23, 24:27,34,44; Mar 9:1; 13:30; Wah 1:1,3; 2:16; 3:11; 22:7,10,12,20). Tetapi setiap generasi orang 
percaya yang mengharapkan hal tersebut sejauh ini salah! Kesegeraan (kedekatan) dari kembalinya Yesus adalah 
suatu pengharapan yang luar biasa dari setiap generasi, tapi kenyataannya hanyalah bagi satu generasi saja (dan 
yang satu ini adalah generasi yang teraniaya). Orang percaya harus hidup seolah-olah Dia akan datang besok, tapi 
merencanakan dan melaksanakan Amanat Agung (cf. Matt 28:19-20). Jika la tertunda. 

Beberapa bagian dari Injil (lih. Mar 13:10; Luk 17:02, 18:8) dan I dan II Tesalonika didasarkan pada 
Kedatangan Kedua yang tertunda {Parousia). Ada beberapa peristiwa sejarah yang harus terjadi terlebih dahulu: 

• Penginjilan ke seluruh dunia (lih. Mat 24: 14; Mar 13: 10) 

• Pengungkapan "manusia Dosa" (lih. Mat 24:15; II Tes 2; Wah 13) 

• Penganiayaan besar (lih. Mat 24:21,24; Wah 13) 

Ada kerancuan yang disengaja (lih. Mat 24:42-51; Mar 13:32-36)! Hidup setiap hari seolah-olah seperti hari 
terakhir anda namun berrencana dan berlatih bagi pelayanan di masa depan! 

KONSISTENSI DAN KESEIMBANGAN 

Haruslah dikatakan bahwa aliran-aliran penafsiran eskatologis modern yang berbeda semuanya mengandung 
setengah kebenaran. Mereka menjelaskan dan menafsirkan beberapa naskah dengan baik. Masalahnya terletak 
pada konsistensi dan keseimbangan. Seringkali ada seperangkat pra-suposisi yang menggunakan naskah 
alkitabiah untuk mengisi kerangka teologis yang telah ditetapkan. Alkitab tidak mengungkapkan, eskatologi yang 
logis, kronologis, dan sistematis. Melainkan seperti sebuah album keluarga. Gambar-gambarnya benar, tetapi 
tidak selalu berurutan, dalam konteks, dalam suatu urutan logis. Beberapa gambar telah jatuh keluar dari album 
dan generasi berikutnya dari anggota keluarga tidak tahu persis bagaimana memasukkan mereka kembali. Kunci 
untuk penafsiran yang tepat terhadap Wahyu adalah niat dari penulis asli sebagaimana terungkap dalam pilihan 
jenis aliran sastra. Kebanyakan penafsir mencoba untuk membawa alat-alat penafsiran dan prosedur mereka dari 
jenis aliran lain dari NT ke dalam penafsiran mereka akan Wahyu. Mereka berfokus pada PL bukannya 
mengijinkan ajaran-ajaran Yesus dan Paulus untuk menetapkan struktur teologisnya dan membiarkan Wahyu 
bertindak sebagai penggambarannya. 

Harus saya akui bahwa saya mendekati komentari ini dengan beberapa rasa takut dan gentar, bukan karena 
kutukan dari Wah 22:18-19, tetapi karena tingkat kontroversi interpretasi di antara umat Allah yang telah 
diakibatkan dan terus diakibatkan dari buku ini. Saya menyukai perwahyuan Allah. Memang benar, bila semua 
orang adalah pendusta (lih. Rom 3:4)! Gunakanlah komentari ini sebagai upaya untuk merangsang pemikiran dan 
tidak bersifat definitif, sebagai tiang rambu dan bukan peta jalan, sebagai "bagaimana jika," bukan "demikianlah 
firman Tuhan." Saya telah berhadapan dengan kekurangan, bias, dan agenda teologis saya sendiri. Saya juga 
sudah melihat hal yang sama pada para penerjemah lainnya. Sepertinya hampir-hampir bahwa orang bisa 
menemukan dalam Wahyu apa yang mereka harapkan untuk ditemukan. Jenis aliran sastranya membuka jalan 
bagi penyalahgunaan! Namun demikian, buku ini ada dalam Alkitab untuk suatu maksud. Penempatannya sebagai 
"firman" penutup bukanlah tidak sengaja. Buku ini memiliki pesan dari Allah kepada anak-anak-Nya dari masing- 
masing dan setiap generasi. Tuhan ingin kita mengerti! Mari kita bergandengan tangan, bukannya membentuk 
perkampungan; marilah kita menegaskan yang jelas danintinya, bukan semua yang mungkin, bisa jadi, barangkali 
benar. Tuhan menolong kita semua! 

Gunakan ruang ini untuk mendaftar prasuposisi anda sendiri tentang cara menafsirkan Wahyu. Semua dari 
kita membawa bias kita bersama ke dalam penafsiran dari buku ini. Pengidentifikasian hal ini membantu kita 
mengatasi pengaruh dari hal-hal ini dan membatasi dogmatisme kita. 



1. 

2. 
3. 
4. 



PENGANTAR PADA NUBUATAN PERJANJIAN LAMA 

I. PENDAHULUAN 

A. Pernyataan-pernyataan Pembuka 

1. Masyarakat yang percaya tidak bersetuju mengenai bagaimana menafsirkan nubuatan. Kebenaran 
yang lain telah ditetapkan sebagai posisi ortodoks selama berabad-abad, namun ini bukan salah 
satunya. 

2. Ada beberapa tahapan-tahapan nubuatan PL yang telah didefinisikan secara baik 

a. pra-kerajaan (sebelum Raja Saul) 

1) individu-individu yang disebut nabi-nabi 

a) Abraham - Kej 20:7 

b) Musa-Bil 12:6-8; Ul 18:15; 34:10 

c) Harun - Kel 7: 1 (juru bicara bagi Musa) 

d) Miry am- Kel 15:20 

e) Medad dan Eldad - Bil 1 1 : 24-30 

f) Debora - Hak 4:4 

g) tak disebut namanya - Hak 6:7-10 
h) Samuel - 1 Sam 3:20 

2) Rujukan pada para nabi sebagai suatu kelompok - Ul 13:1-5; 18:20-22 

3) Kelompok-kelompok profetik atau serikat kerja - I Sam 10:5-13; 19:20; I Raj 20:35,41; 
22:6,10-13; II Raj 2:3,7; 4:1,38; 5:22; 6:1, dst. 

4) Mesias disebut nabi - Ul 1 8 : 1 5 - 1 8 

b. non-writing monarchial prophets (they address the king) 

1) Gad -I Sam 7:2; 12:25; II Sam 24:11; I Taw 29:29 

2) Natan - E Sam 7:2; 12:25; I Raj 1:22 

3) Ahia-IRaj 11:29 

4) Yehu - 1 Kgs. 16:1,7,12 

5) Tak disebut namanya - 1 Raj 18:4,13; 20:13,22 

6) Elia-IRaj 18; II Raj 2 

7) Milkha - 1 Raj 22 

8) Elisa-H Raj 2:8,13 

c. para nabi penulis klasik (mereka menulis pada seluruh bangsa dan juga raja): Yesaya — Maleakhi 
(kecuali Daniel) 

B. Istilah-istilah Alkitab 

1. ro'eh = pelihat, I Sam 9:9. Rujukan ini menunjukkan peralihan kepada istilah Nabi, yang artinya 
"nabi = penubuat" dan berasal dari akar, "memanggil" Ro'eh berasal dari istilah umum Ibrani 
"melihat." Orang ini memahami cara dan rencana Allah dan dimintai nasehat untuk meyakini 
kehendak Allah dalam suatu perkara. 

2. hozeh = pelihat, II Sam 24:11. Pada dasarnya ini adalah sinonim dari ro'eh. Ini berasal dari suatu 
istilah Ibrani yang lebih langka "melihat." Bentuk kata kerja lampau ini digunakan lebih sering untuk 
menunjuk pada nabi-nabi. 

3. nabi' = nabi atau penubuat, kata kerja yang seasal dengan kata kerja Akkadia nabu = "memanggil" 
dan Arab naba'a = "mengumumkan." Ini adalah istilah PL yang paling umum untuk menunjuk pada 

7 



seorang nabi. Kata ini digunakan lebih dari 300 kali. Etimologi tepatnya tidak jelas, namun 
"memanggil" saat ini merupakan pilihan terbaiknya. Kemungkinan pengertian terbaiknya datang dari 
penjabaran YHWH akan hubungan Musa dengan Firaun melalui Harun (lih. Kel 4:10-16; 7:1; Ul 
5:5). Seorang nabi adalah seseorang yang berbicara bagi Allah kepada umatNya (lih. Amos 3:8; Yer 
1:7,17; Yeh 3:4). 

4. Kesemua tiga istilah tersebut digunakan untuk jabatan kenabian dalam I Taw 29:29; Samuel - Ro'eh; 
Natan - Nabi'; dan Gad - Hozeh. 

5. Frasa 'ish ha - 'elohim, "hamba Allah," juga suatu panggilan yang lebih luas bagi orang yang 
berbicara bagi Allah. Digunakan sekitar 76 kali ddalam PL dalam pengertian "nabi." 

6. Kata "nabi" berasal dari bahasa Yunani. Kata ini berasal dari (1) pro = "sebelum" atau "bagi"; (2) 
phemi = "berbicara." 

II. DEFINISI DARI NUBUATAN 

A. Istilah "nubuat" memiliki bidang semantik yang lebih luas dalam bahasa Ibrani daripada dalam bahasa 
Inggris. Orang-orang Yahudi memberi label buku-buku sejarah dari Yosua hingga Raja-raja (kecuali 
Ruth) "para mantan nabi" Baik Abraham (Kej 20:07; Maz 105:5) maupun Musa (U118:18) disebut 
sebagai nabi (juga Miryam, Kel 15:20). Oleh karena itu, waspadalah terhadap definisi bahasa Inggris 
yang diasumsikan! 

B. "Profetisisme mungkin dapat secara sah didefinisikan sebagai suatu pemahaman sejarah yang hanya 
menerima suatu makna hanya dalam hal keprihatinan ilahi, tujuan ilahi, partisipasi ilahi" (Kamus Penafsir 
Alkitab, vol. 3, hal 896). 

C. "Seorang Nabi bukanlah seorang filsuf ataupun seorang teolog sistematis, namun seorang penengah 
perjanjian yang menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya untuk membentuk masa depan mereka 
dengan mereformasi keadaan mereka sekarang" ("Nabi dan Nubuatan," Ensiklopedia Yudaika, vol. 13, 
hal 1152). 

m. MAKSUD TUJUAN NUBUATAN 

A. Nubuatan adalah suatu cara bagi Allah untuk berbicara kepada umat-Nya, memberikan bimbingan dalam 
pengaturan keadaan mereka saat ini dan pengharapan dalam pengendalian-Nya akan kehidupan mereka 
dan peristiwa-peristiwa dunia. Pesan mereka pada dasarnya bersifat umum. Hal ini dimaksudkan untuk 
menegur, mendorong, melahirkan iman dan pertobatan, dan memberitahu umat Tuhan tentang diriNya 
dan rencana-Nya. Sering ini digunakan untuk mengungkap secara jelas pilihan Allah akan seorang juru 
bicara (Ul 13:1-3; 18:20-22). Hal ini, pada akhirnya, akan menunjuk pada Mesias. 

B. Seringkali, nabi mengambil suatu krisis sejarah atau teologis dari jamannya dan memproyeksikannya ke 
dalam suatu kerangka eskatologis. Pandangan akhir-jaman akan sejarah (teologis) ini unik sifatnya bagi 
Israel dan pengertiannya akan pemilihan Illahi dan janji-janji perjanjian. 

C. Jabatan nabi sepertinya menyeimbangkan (Yer 18:18) dan menggantikan jabatan Imam Besar sebagai 
suatu cara mengenali kehendak Allah. Urim dan Tumim bertransendensi ke dalam suatu berita lisan dari 
jurubicara Allah. Jabatan nabi sepertinya juga telah mati di Israel setelah Maleakhi (atau penulisan kitab 
Tawarikh). Jabatan ini tidak muncul lagi sampai 400 tahun kemudian dengan munculnya Yohanes 

8 



Pembaptis. Tidaklah jelas bagaimana karunia "bernubuat" Perjanjian Baru berhubungan dengan PL. Para 
nabi Perjanjian Baru (Kis 11:27-28; 13:1; 14:29,32,37; 15:32; I Kor 12:10,28-29; Ef 4:11) bukanlah para 
pengungkap wahyu yang baru, melainkan para pemberi tahu hal ke depan dan pemberi tahu lebih dahulu 
mengenai kehendak Allah dalam situasi-situasi kontemporer. 

D. Nubuat ini tidak lah eksklusif atau terutama bersifat prediksi. Prediksi adalah salah satu cara untuk 
mengkonfirmasi jabatan dan pesannya, tetapi harus dicatat ". . kurang dari 2% dari nubuatan Perjanjian 
Lama bersifat Mesianik. Kurang dari 5% yang secara khusus menggambarkan jaman Perjanjian Baru. 
Kurang dari 1% peduli dengan peristiwa yang belum terjadi" (Fee & Stuart, Bagaimana Membaca Alkitab 
Untuk Mendapat Semua Manfaatnya, hal 166). 

E. Para nabi mewakili Allah bagi umat, sementara Imam-imam mewakili umat di hadapan Allah. Ini adalah 
suatu pernyataan umum. Ada perkecualian-perkecualian seperti Habakuk, yang mengalamatkan 
pertanyaan-pertanyaan pada Allah. 

F. Salah satu alasan sulit untuk memahami para nabi adalah karena kita tidak tahu bagaimana buku-buku 
mereka terstruktur. Mereka tidak kronologis. Mereka tampaknya tematik, tetapi tidak selalu seperti yang 
diharapkan. Seringkali tidak ada latar belakang historis, kerangka waktu yang nyata, atau pembagian yang 
jelas antara nubuat-nubuat; sulitlah (1) untuk membaca buku-buku sampai selesai sekaligus; (2) 
menggarisbesarkannya berdasarkan topik, dan (3) untuk memastikan kebenaran inti atau maksud 
pengarang dalam setiap nubuatan. 

IV. KARAKTERISTIK DARI NUBUATAN 

A. Dalam Perjanjian Lama sepertinya ada suatu pengembangan konsep "nabi" dan "nubuat." Di Israel mula- 
mula ada berkembang persekutuan para nabi, yang dipimpin oleh seorang pemimpin karismatik yang kuat 
seperti Elia atau Elisa. Kadang-kadang istilah "anak-anak para nabi" digunakan untuk menunjuk 
kelompok ini (II Raj 2). Para nabi kadang-kadang ditandai dengan bentuk-bentuk sukacita yang besar (I 
Sam 10:10-13; 19:18-24). 

B. Namun demikian, periode ini berlalu cepat dan masuk ke jaman nabi -nabi individu. Ada nabi -nabi seperti 
ini (baik benar dan palsu) yang dikenali bersama dengan Raja, dan tinggal di istana (Gad, Nathan). Juga, 
ada nabi-nabi yang berdiri sendiri, kadang-kadang sama sekali tidak berhubungan dengan status quo 
masyarakat Israel (Amos). Mereka ada yang laki-laki maupun perempuan (II Kgs 22:14). 

C. Nabi sering merupakan pengungkap masa depan, tergantung pada tanggapan langsung seseorang atau 
masyarakat. Seringkali tugas nabi adalah untuk membuka rencana universal Allah bagi ciptaan-Nya yang 
tidak dipengaruhi oleh tanggapan manusia. Rencana eskatologis universal ini adalah unik di antara nabi- 
nabi Israel di Timur Dekat kuno. Prediksi dan kesetiaan pada Perjanjian adalah fokus kembar dari pesan 
kenabian (lih. Fee dan Stuart, hal 150). Ini mengisyaratkan bahwa para nabi tersebut terutama mempunyai 
kebersamaan dalam fokus. Mereka biasanya, tapi tidak eksklusif, mengalamatkan pesan pada bangsa 
Israel 

Kebanyakan bahan kenabian disampaikan secara lisan. Adalah dikemudian hari hal ini 
dikombinasikan dengan tema atau kronologi, atau pola lainnya dari sastra Timur Dekat, yang telah hilang 
bagi kita. Karena lisan, maka bahan ini tidak terstruktur seperti suatu prosa tertulis. Hal ini membuat 



buku-buku ini sulit untuk dibaca secara langsung sekaligus dan sulit dipahami tanpa adanya suatu konteks 
sejarah yang spesifik. 

Para nabi menggunakan beberapa pola untuk menyampaikan pesan-pesan mereka 

1. Skenario Persidangan - Allah menyidangkan umatNya; sering ini merupakan kasus perceraian di 
mana YHWH menolak istrinya (Israel) karena ketidaksetiaannya (Hosea 4; Mikha 6). 

2. Lagu Penguburan - Ukuran khusus dari jenis pesan dan karakteristik "celakalah" ini membedakannya 
sebagai bentuk khusus (Isaiah 5; Habakkuk 2). 

3. Pengumuman Berkat Perjanjian - sifat bersyarat dari Perjanjian ditekankan dan konsekuensinya, baik 
positif dan negatif, dieja keluar untuk masa depan (Ulangan 27-28). 

V. KUALIFIKASI ALKITABIAH BAGI VERIFIKASI DARI SEORANG NABI YANG BENAR 

A. Ulangan 13:1-5 (prediksi-prediksi/tanda-tanda) 

B. Ulangan 18:9-22 (nabi-nabi palsu/nabi-nabi benar) 

C. Baik laki-laki maupun perempuan dipanggil dan ditunjuk sebagai nabi atau nabiah 

1. Miry am - Keluaran 15 

2. Debora - Hakim-hakim 4:4-6 

3. Hulda - H Raja-raja 22: 14-20; II Tawarikh 34:22-28 

Si budaya sekitar para nabi diverifikasikan dengan cara ramalan atau firasat. Di Israel mereka di 
verivikasikan dengan 

1 . suatu ujian teologis - penggunaan nama YHWH 

2. suatu ujian sejarah - prediksi-prediksi yang akurat 

VI. PEDOMAN YANG MEMBANTU BAGI PENAFSIRAN NUBUATAN 

A. Cari maksud dari si nabi penulis (penyunting) aslinya dengan memperhatikan latar belakang sejarah dan 
konteks dari tiap nubuatan. Biasanya ini akan melibatkan Israel yang dalam beberapa hal melanggar 
Perjanjian Musa. 

B. Baca dan tafsirkan keseluruhan nubuatan, bukan hanya sebagian; garis besarkan hal ini sebagaimana 
isinya. Lihat bagaimana hal ini berkaitan dengan nubuatan-nubuatan di sekitarnya. Cobalah menggaris 
besarkan keseluruhan buku (berdasarkan unit-unit sastra dan sampai ke tingkat paragraf). 

C. Asumsikan suatu penafsiran hurufiah dari bagian tersebut sampai sesuatu dalam naskah itu sendiri 
menunjukkan pada anda pada penggunaan kiasan; kemudian cobalah untuk menempatkan bahasa kiasan 
tersebut ke dalam prosa. 

D. Analisislah tindakan simbolis dalam terang latar belakang sejarah dan bagian-bagian paralelnya. Haruslah 
diingat bahwa ini adalah sastra Timur Dekat kuno, bukan sastra barat atau moderen. 

E. Perlakukan prediksi-prediksi dengan hati-hati 

1 . Apakah prediksi-prediksi tersebut hanya eksklusif untuk jaman si penulis? 

10 



2. Apakah prediksi tersebut dikemudian hari digenapi dalam sejarah Israel? 

3. Apakah prediksi tersebut peristiwa masa depan yang belum terjadi? 

4. Apakah prediksi tersebut memiliki suatu penggenapan kontemporer dan juga suatu penggenapan di 
masa depan? 

5. Ijinkan para penulis Alkitab, dan bukan para penulis moderen, untuk membimbing jawaban anda. 

Perhatian khusus: 

1 . Apakah prediksi tersebut memenuhi kualifikasi atas dasar tanggapan bersyarat? 

2. Apakah ada kepastian kepada siapa nubuatan itu dialamatkan (dan mengapa)? 

3. Adakah kemungkinan baik alkitabiah dan/atau secara sejarah bagi penggenapan berganda? 

4. Para penulis PB di bawah pengilhaman mampu melihat Mesias di banyak tempat dalam PL yang 
tidak merupakan hal yang nyata bagi kita. Mereka sepertinya menggunakan tipologi atau permainan 
kata. Karena kita tak diilhami, kita sebaiknya jangan menggunakan cara pendekatan mereka. 

VII. BUKU-BUKU YANG MEMBANTU 

Mata Bajak dan Kait Pemangkas: Memikirkan Kembali Bahasa Nubuatan dan Perwahyuan Alkitab oleh D. 

Brent Sandy 

Sebuah Pedoman kepada Nubuatan Alkitab oleh Carl E. Armerding dan W. Ward Gasque 

Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Mendapatkan Semua Manfaatnya oleh Gordon Fee dan Douglas Stuart 

Hamba-hambaKu Para Nabi oleh Edward J. Young 

Komentari Alkitab bagi Para Pengeksposisi, vol. 6, "Isaiah - Ezekiel," Zondervan 

Nubuatan-nubuatan dari Yesaya oleh J. A. Alexander, 1976, Zondervan 

Eksposisi dari Yesaya oleh H. C. Leupold, 1971, Baker 

Sebuah Komentari Pedoman Belajar, "Yesaya" oleh D. David Garland, 1978, Zondervan 
Mata Bajak dan Kait Pemangkas by D. Brent Sandy 



11 



PENDAHULUAN KITAB WAHYU 

PERNYATAAN PEMBUKA 

A. Sebagian besar kehidupan teologis /akademik secara dewasa yang saya miliki beranggapan bahwa orang- 
orang yang percaya Alkitab menafsirkannya secara "harfiah" (dan itu pasti benar dalam hal kisah sejarah). 
Namun, bagi saya telah menjadi lebih dan lebih jelas bahwa untuk menafsirkan nubuatan, puisi, 
perumpamaan, dan sastra apokaliptik secara harfiah adalah dengan melewatkan inti dari naskah yang 
terinspirasi. Tujuan penulis, tidak literal, adalah kunci untuk pemahaman yang tepat dari Alkitab. Untuk 
membuat Alkitab mengatakan lebih (spesifisitas doktrinal) adalah sama berbahayanya dan menyesatkan 
dengan menafsirkannya sedemikian rupa untuk membuatnya mengatakan kurang dari yang dimaksudkan 
oleh penulis asli yang diilhami. Fokusnya haruslah konteks yang lebih luas, pengaturan sejarah, dan 
maksud penulis dalam naskah itu sendiri dan dalam pilihan genre. Genre adalah kontrak tertulis antara 
penulis dan pembaca. Jika petunjuk ini dilewatkan pasti akan terjadi kesalahpahaman! 

Kitab Wahyu pasti benar, tetapi bukan narasi sejarah, jadi tidak dimaksudkan untuk dipahami secara 
harfiah. Genre tersebut meneriakan hal ini kepada kita hanya jika kita mendengarnya. Bukan berarti 
bahwa itu tidak diilhami, atau tidak benar; itu hanyalah kiasan, samar, simbolis, metaforis, dan imajinatif. 
Orang-orang Yahudi dan Kristen Abad pertama akrab dengan jenis penulisan ini, tetapi kami tidak! 
Simbolisme Kristen di dalam The Lord of The Rings atau Chronicles of Narnia mungkin bisa paralel 
secara modern 

B. Pewahyuan adalah genre penulisan khas Yahudi, apokaliptik. Sering digunakan pada waktu-waktu yang 
penuh ketegangan untuk mengungkapkan keyakinan bahwa Allah mengendalikan sejarah dan akan 
membawa kelepasan bagi umat-Nya. Jenis penulisan ini ditandai dengan 

1 . Arti yang kuat dari kedaulatan Allah secara universal (monoteisme dan determinisme) 

2. Perjuangan antara yang baik dan jahat, masa yang jahat ini dan masa kebenaran yang akan datang 
(dualisme) 

3. Penggunaan kata-kata kode rahasia (biasanya dari PL atau intertestamental sastra apokaliptik Yahudi) 

4. Penggunaan warna-warna, angka, binatang, kadang-kadang hewan / manusia 

5. Penggunaan mediasi oleh malaikat melalui penglihatan dan mimpi-mimpi, tetapi biasanya melalui 
mediasi malaikat dan interpretasi 

6. Terutama berfokus pada peristiwa yang akan datang, peristiwa iklim dari akhir zaman (zaman baru) 

7. Penggunaan seperangkat simbol tetap, bukan realitas, untuk mengkomunikasikan pesan akhir zaman 
dari Tuhan 

8. Beberapa contoh dari jenis penulisan ini adalah: 

a. Perjanjian Lama 

(1) Yesaya 13-14; 24-27; 56-66 

(2) Yehezkiel 1; 26-28; 33-48 

(3) Daniel 7-12 

(4) Yoel 2:28-3:21 

(5) Zakaria 1-6, 12-14 

b. New Testament 

(1) Matius 24, Markus 13, Lukas 21, and I Korintus 15 (dalam beberapa cara) 

(2) II Thesalonika 2 (Dalam banyak cara) 

(3) Wahyu (pasal 4-22) 

c Daniel 7-12 and Wahyu 4-22 adalah contok klasik dari genre ini dalam Alkitab 

9. non-canonical (diambil dari D. S. Russell, The Method and Message of Jewish Apocalyptic, 
hal. 37-38) 

a. I Henokh, II Henokh (Rahasia Henokh) 

b. Kitab Yobel 

12 



c. Sibylline Oracles III, IV, V 

d. Perjanjian kedua belas suku 

e. Amsal Salomo 

f. Asumsi Musa 

g. Kemartiran Yesaya 

h. Wahyu Musa (kehidupan Adam dan Hawa) 
i. Wahyu Abraham 
j. Perjanjian Abraham 
k. II Esdras (IV Esdras) 
1. II & III Baruch 
10. Ada dualitas arti di genre ini. la melihat kenyataan sebagai rangkaian dualisme, kontras, atau 
penekanan (begitu umum dalam tulisan-tulisan Yohanes) antara: 

a. langit - bumi 

b. Masa yang jahat (manusia yang jahat dan malaikat yang jahat) - masa kebenaran 
(manusia ilahi dan malaikat ilahi) 

c. Keberadaan saat ini - keberadaan masa depan 

Semua ini bergerak menuju penyempurnaan yang dibawa oleh Allah. Ini bukanlah dunia yang 

dimaksudkan Allah, tetapi Dia terns merencanakan, bekerja, dan merancangkan kehendak-Nya 

untuk pemulihan persekutuan intim yang dimulai di Taman Eden. Peristiwa Kristus adalah 

rencana Tuhan, tetapi kedatangan-Nya yang kedua kali telah membawa dualisme saat ini. 

C. Karya-karya apokaliptik tidak pernah disajikan secara lisan, selalu tertulis. Karya-karya sastra yang 

sangat terstruktur. Struktur sangat penting untuk sebuah penafsiran yang tepat. Sebagian besar dari 

struktur yang direncanakan dari kitab Wahyu adalah tujuh unit penulisan, yang sejajar satu sama lain 

untuk tingkat tertentu (misalnya, tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan). Dengan setiap siklus 

penilaian meningkat: meterai, 1/4 kebinasaan, sangkakala, 1/3 kebinasaan, cawan, kehancuran total. 

Dalam setiap unit penulisan Kedatangan Kedua Kristus atau beberapa peristiwa eskatologis 

terdapat: (1) keenam meterai, 6:12-17; (2) ketujuh sangkakala, 11:15-18; seorang malaikat 

penghakiman akhir jaman di 14:14 - 20; (3) ketujuh cawan, 16:17-21 dan jugai dalam 19:11-21 dan 

masih terdapat lagi dalam 22:6-16 (juga perhatikan sebutan tiga kali kepada Tuhan dalam 1:4,8 dan 

Kristus dalam 1 : 17,18, "yang awal, yang akhir, dan yang akan hidup", perhatikan aspek masa depan 

yang tersisa dalam 11:17 dan 16:5 yang berarti masa depan yang akan datang [yaitu kedatangan-Nya yang 

kedua). Hal ini menunjukkan bahwa buku ini tidak kronologis sekuensial, tapi sebuah drama di beberapa 

kisah para rasul yang meramalkan periode waktu yang sama di PL yang secara progresif dipenuhi motif 

penghakiman dan kekerasan (lih. James Blevins, Wahyu sebagai Drama dan "Genre Wahyu" dalam 

Tinjauan dan ekspositor , September 1980, hal 393-408). 

Ada tujuh bagian penulisan ditambah prolog dan epilog 

1 . Kata pengantar, 1:1-8 

2. Pasal 1-3 (Kristus dan ketujuh jemaat) 

3. Pasal 4-8:1 (Surga dan ketujuh meterai [2:1-17 waktu jeda antara meterai keenam dan 
ketujuh]) 

4. Pasal 8:2-11 (ketujuh malaikat dengan sangkakala [10:1-11:13 waktu jeda antara sangkakala 
keenam dan ketujuh]) 

5. Pasal 12-14 (kedua komunitas dan pemimpinnya) 

6. Pasall5- 16 (ketujuh malaikat dengan cawan) 

7. Pasal 17-19 (Babilonia and penghakimannya) 

8. Pasal 20-22 (penghakiman dan surge dan bumi yang baru) 

9. Penutup, 22:6-21 

Penulis lain yang percaya pada teori rekapitulasi adalah William Hendriksen. Dalam bukunya, More 
Than Conquerors, ia menguraikan buku tersebut sebagai berikut: 
1. Pasal 1-3 (Kristus ditengah-tengah ketujuh kaki dian) 

13 



2. Pasal 4-7 (Kitab dengan ketujuh meterai) 

3. Pasal 8-11 (Ketujuh sangkakala penghakiman) 

4. Pasal 12-14 (perempuan dan anaknya dianiaya oleh naga dan penolongnya [binatang dan 
sipelacur]) 

5. Pasal 15-16 (ketujuh cawan murka Allah) 

6. Pasal 17-19 (kejatuhan si pelacur besar dan binatang itu) 

7. Pasal 20-22 (penghakiman atas naga (Satan) diikuti oleh surge dan bumi yang baru, 
Yerusalem yang baru), hal. 28 

Dalam buku More Than Conquerors, William Hendriksen mengatakan bahwa Wahyu memiliki 
tujuh bagian: 1-3; 4-7, 8-11; 12-14; 15-16; 20-22 dan bahwa masing-masing adalah paralel dan 
mencakup periode antara Kristus pertama kali datang dan kedatangan-Nya yang kedua kali. 
Semuanya berakhir dengan beberapa aspek yang terkait dengan penghakiman dan Kedatangan-Nya 
yang kedua kali (hal. 22-31). 

Walaupun saya sangat setuju dengan paralelisme dramatis dari ketujuh meterai itu, sangkakala, 
dan cawan dan saya juga sangat tertarik dengan 17-19 yang paralel dengan20-22 (ada tentang 
kedatangan kedua di 19:11-21 dan kedatangan kedua yang lainnya di 22 :6-16), saya tidak bisa 
melihat di mana masing-masing ketujuh bagian berakhir di Parousia, terutama bab 1-3, kecuali ada 
aspek penghakiman dilihat sebagai suatu peristiwa eskatologis (lih. 2:5,7,11,16 -17,25-26; 
3:5,10,12,18-21). Namun, bagi saya, ketujuh kali lipat rekapitulasi menjadi lebih dan lebih banyak 
kemungkinan untuk memahami struktur paralel dari seluruh buku. 

D. Jelas bahwa angka "tujuh" memainkan peranan besar dalam struktur buku seperti dapat dilihat dari tujuh 
jemaat, tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan. Beberapa contoh lain dari angka "tujuh" adalah: 

1. 7berkat, 1:3; 14:13; 16:15; 19:9; 20:6; 22:7,14 

2. 7kakidian, 1:12 

3. 7 Roh Allah, 1:4; 3:1; 4:5; 5:6 

4. 7 bintang, 1:16,20; 2:1 

5. 7 obor, 4:5 

6. 7 meterai pada gulungan kitab, 5:1 

7. 7 tanduk, 7 mata anak domba, 5:6 

8. 7 sifat Allah yang dipuji, 5:12 

9. 7 tanda-tanda alam, 6:12-14 

10. 7 tipe manusia, 6:15 

11.7 sifat Allah yang dipuji, 7:12 

12. 7 malaikat dihadapan Allah, 8:2,6 

13. 7 sangkakala yang dipegang oleh tujuh malaikat, 8:6 (15:1,6,7,8; 17:1; 21:9) 

14. 7tanda, 12:1,3; 13:13,14; 15:1; 16:14; 19:20 

15. 7 kepala, 7 mahkota dari naga merah, 12:3 

16. 7 kepala binatang laut, 13:1; 17:3,7 

17. 7 malaikat, 14:6-20 

18. 7malapetaka, 15:1; 21:9 

19. 7 gunung, 17:9 

20. 7 raja-raja 17:10 

21. 7 hal yang tidak terdapat dalam bab 21-22 (21:l,4[empat kali]; 21:25; 22:3) 

E. Penafsiran kitab ini adalah yang paling rentan terhadap bias teologis. Prasangka seseorang mendorong 
penafsiran rincian ambigu. Prasangka teologis ini berfungsi pada beberapa tingkat 

1. Asal usul simbol 

a. Kiasan perjanjian Lama 

(1) Tema-tema Perjanjian Lama seperti penciptaan, kejatuhan, air bah, keluaran, Yerusalem yang 
dipulihkan 

(2) Ratusan kiasan (bukan kutipan langsung) dari para nabi 

14 



b. intertestamental penulisan Yahudi (I Enoch, II Baruch, Sibylline Oracles, II Esdras) 

c. abad pertama dunia Yunani-Romawi 

d. Timur Dekat kosmologis kuno - tentang penciptaan (terutama Wahyu 12) 

2. Kerangka waktu dari kitab 

a. Abad pertama 

b. Setiap abad 

c. Generasi terakhir 

3. Grid teologis sistematis (lihat definisi di halaman 14, "Historical Theories of Interpretation," C; 
ringkasan yang baik, Four Views on the Book of Revelation, ed. C. Marvin Pate) 

a. Preteris 

b. Histories 

c. Futuris 

d. Idealis 

4. Posisi teologis pada pasal 20 (lihat bagan di hal. 193; ringkasan yang baik: (1) The Meaning of 
the Millennium: Four Views, ed. Robert G. Clouse dan Three Views of the Millennium and 
Beyond, ed. Darrell L. Bock) 

a. sebuah milenium 

b. post milenium 

c. pra milenium 

d. dispensasional pra- milenium 

Mengingat perbedaan hermeneutis (pendekatan yang berbeda untuk interpretasi) dan dogmatisme 
yang tidak patut (sikap yang-tahu- semua), bagaimana seharusnya penterjemah melanjutkan? 

1. Mari kita akui bahwa orang Kristen Barat modern tidak memahami genre dan tidak mengakui kiasan 
sejarah yang akan langsung dimengerti oleh orang Kristen abad pertama. 

2. Mari kita akui bahwa setiap generasi orang Kristen telah mendorong Wahyu kepengaturan 
sejarah pribadi dan sejauh ini semuanya telah salah 

3. Mari kita membaca Alkitab sebelum kita membaca sistem teologis. lihatlah konteks penulisan dari 
setiap visi/ oracle dan nyatakan inti kebenaran dalam satu kalimat deklaratif. Inti kebenaran akan 
sama untuk setiap generasi orang percaya sedangkan spesifisitas rincian mungkin relevan hanya 
untuk generasi orang percaya pertama dan/ atau terakhir. Rinciannya mungkin relevan, tetapi sejarah, 
bukan teologi, akan mengungkapkan tujuan mereka. 

4. Mari kita ingat bahwa kitab ini terutama adalah kata-kata penghiburan dan dorongan untuk tetap setia 
di tengah-tengah penganiayaan orang percaya oleh orang-orang kafir. Kitab ini tidak dimaksudkan 
untuk menjawab keingintahuan setiap generasi orang percaya, atau garis besar rencana detail 
peristiwa akhir zaman. 

5. Aman untuk menegaskan bahwa masyarakat manusia yang telah jatuh pada bertabrakan dengan 
Kerajaan Allah. Pada mulanya akan tampak kemenangan dunia (seperti Kalvari), tapi tunggu dulu; 
Tuhan berdaulat, Dia yang memegang kendali sejarah, hidup dan mati. umat-Nya adalah pemenang di 
dalam Dia! 

F. Meskipun kesulitan dan ambiguitas penafsiran, Kitab ini memiliki pesan dan merupakan kata inspirasi 
dari Tuhan untuk umat-Nya di setiap zaman. Diperlukan usaha ekstra untuk meneliti kitab unik ini. Posisi 
strategisnya dalam kanon PB berbicara pesan tentang batu penjuru. Alan Johnson, The Expositor's 
Bible Commentary, vol. 12, mengatakan "Memang, mungkin bahwa, dengan pengecualian dalam Injil, 
Wahyu berisi pengajaran tentang doktrin Kristen paling mendalam dan bergerak dan pemuridan 
ditemukan dimana saja dalam Kitab Suci. Baik fanatisme beberapa orang yang menetapkan perhatian 
mereka pada nubuatan bukan pada Kristus, maupun keragaman poin pandangan interpretatif yang 
mencegah kita dari mengejar kebenaran Kristen dalam kitab yang luar biasa ini "(hal 399). 
Ingat, ini benar-benar merupakan kata-kata terakhir Yesus kepada jemaat-Nya! Gereja modern 
tidak berani mengabaikan atau meminimalkan mereka! Mereka mempersiapkan orang percaya untuk 

15 



menghadapi penganiayaan dan konflik dalam terang kedaulatan Allah (monoteisme), realitas dari si jahat 
(dualisme terbatas), hasil kejatuhan yang sedang berlangsung (pemberontakan manusia), dan janji-janji 
Allah untuk menebus umat manusia (perjanjian tak bersyarat, lih. Kejadian 3:15.; 12:1-3; Kel. 19:5-6; 
3:16 Yohanes; II Kor 5:21). 



PENULIS 



A. Bukti internal kepenulisan Rasul Yohanes 

1. Penulis menyebut dirinya sebagai Yohanes empat kali (lih. 1:1,4,9; 22:8) 

2. la juga menyebut dirinya 

a. Seorang hamba (lih. 1 : 1 ; 22:6) 

b. Seorang sudara dan rekan dalam kesusahan (lih. 1:9) 

c. Seorang nabi (lih. 22:9), dan menyebut kitabnya sebagai nubutan (lih. 1:3; 22:7,10,18,19) 

3. Dia mengenal PL (tidak menggunakan LXX, tapi Targum) seperti periode pengembaraan di 
padang gurun, Kemah Suci dan prosedur Synagogue kontemporer 

B. Bukti eksternal kepenulisan Rasul Yohanes dari penulis Kristen mula-mula 

1. Rasul Yohanes, putra Zebedeus 

a. Martir Yustinus (Roma 1 10-165 Masehi) dalam Dialogue with Trypho 81.4 

b. Irenaeus (Lyons 120-202 Masehi) dalam Against Heresies IV.14.2; 17.6; 21.3; V.16.1; 
28.2; 30.3; 34.6; 35.2 

c. Tertullian (Africa Utara 145-220 Masehi) dalam Against Praxeas 27 

d. Origen (Alexandria 181-252 Masehi) dalam 

(1) On the Soul, L: 8:1 

(2) Against Marcion, 11:5 

(3) Against Heretics, 111:14, 25 

(4) Against Celsus, VI:6, 32; VIII: 17 

e. Canon Muratorian (Roma 180-200 Masehi) 

2. Kandidat lainnya 

a. Yohanes Markus - ini pertama kali disebutkan oleh Dionysius, Uskup Alexandria (247-264 
Masehi), yang menyangkal kepenulisan Rasul Yohanes tetapi masih bekerja sebagai kanonik. Dia 
mendasarkan penolakannya pada kosa kata dan gaya serta sifat anonim dari tulisan-tulisan lain 
Yohanes. Dia meyakinkan Eusebius dari Kaisarea. 

b. Yohanes sang penatua - ini berasal dari kutipan dalam Eusebius dari Papias (Eccl. His 3.39.1-7). 
Namun, kutipan Papias mungkin menggunakan sebutan ini untuk Rasul Yohanes daripada 
menyatakan penulis lain. 

c. Yohanes Pembaptis - (dengan penambahan editorial kemudian) telah disarankan oleh J. 
Massyngberde Ford dalam the Anchor Bible commentary, terutama didasarkan pada 
penggunaan Yohanes Pembaptis dari kata "domba" untuk Yesus. Peristiwa lainnya dari sebutan 
ini adalah dalam Wahyu. 

C. Dionysius, uskup dari Alexandria (247-264 Masehi) dan mahasiswa Origenes, adalah yang pertama kali 
mengekspresikan keraguan (bukunya telah hilang, namun dia dikutip oleh Eusebius dari Caesara, yang 
setuju dengan dia) tentang kepenulisan Rasul Yohanes, berdasarkan 

1 . Rasul Yohanes tidak menunjuk dirinya sebagai Yohanes dalam Injil atau surat-suratnya, tetapi Wahyu 
adalah dari "Yohanes" 

2. Struktur Wahyu berbeda dari Injil dan surat-surat 

3. Kosakata Wahyu berbeda dari Injil dan surat-surat 

4. Gaya gramatikal Wahyu adalah kualitas yang rendah kepada Injil dan surat-surat 



16 



D. Mungkin tantangan modern yang paling serius terhadap kepenulisan Rasul Yohanes berasal dari R. H. 
Charles di Saint John, Vol. I hal. xxxixff. 

E. Mayoritas beasiswa modern telah menolak kepenulisan tradisional dari beberapa kitab PB. Mungkin 
sebuah contoh yang baik dalam tren ini terkait dengan penulis Wahyu, Raymond E. Brown, seorang 
sarjana Johannine Katolik yang terkenal. Volume pengantar dari serf the Anchor Bible Commentary 
mengatakan, "ditulis oleh seorang nabi Kristen Yahudi bernama Yohanes yang bukan Yohanes, anak 
Zebedeus, maupun penulis Injil Yohanes atau Surat-surat rasul" (hal. 774). 

F. Dalam banyak hal penulisnya tidak pasti. Ada kesejajaran yang mencolok dengan tulisan-tulisan Rasul 
Yohanes yang lain dan juga perbedaan yang mencolok. Kunci untuk memahami kitab ini tidak ada dalam 
penulis manusia, tetapi dalam penulis Ilahi nya! Penulis percaya dirinya menjadi nabi yang diwahyukan 
(lih. 1:3; 22:7,10,18,19). 

TANGGAL 

A. Hal ini tentunya dikaitkan secara integral dengan penulis dan perspektif interpretif (lih. Teori C 
bersejarah.) 

B. Beberapa tanggal yang memungkinkan 

1. Tanggal tradisional adalah selama masa pemerintahan Domitianus (81-96 Masehi) karena sesuai 
bukti internal penganiayaan 

a. Irenaeus (dikutip oleh Eusebius) dalam Against Heresies, 5.30.3. "Ini (penganiayaan ini) terlihat 
tidak terlalu lama, hampir di generasi kita, pada akhir masa pemerintahan Domitianus" 

b. Clement dari Alexandria 

c. Asal Alexandria 

d. Eusebius dari Kaesarea, Church History, iii.23.1 

e. Victorinus, Apocalypse x. 1 1 

f. Jerome 

2. Epifanius, seorang penulis abad ketiga, di Haer, 51,12 32, mengatakan bahwa Yohanes menulis itu 
setelah ia dibebaskan dari Patmos selama masa pemerintahan Claudius (41-54 Masehi). 

3. Yang lainnya menduga hal itu terjadi selama masa pemerintahan Nero (54-68 Masehi) karena: 

a. the obvious background of Emperor cult persecution 

b. Kaisar Nero, ditulis dalam bahasa Ibrani, sama dengan angka binatang, 666 

c. Jika preterists benar bahwa Wahyu Yohanes merujuk kepada kehancuran Yerusalem, maka untuk 
kitab menjadi nubuatan, pasti ditulis sebelum 70 M. 

PENERIMA 

A. Dari 1:4 jelas bahwa penerima asli adalah ketujuh jemaat di Provinsi Romawi di Asia. Jemaat-jemaat ini 
dibahas sedemikian rupa untuk menyiratkan rate perjalanan pembawa surat itu. 

B. Pesan Wahyu secara unik berhubungan dengan semua jemaat dan orang percaya yang mengalami 
penganiayaan dari sistem dunia yang telah jatuh. 

C. Sebagai kesimpulan kanonik PB kitab ini adalah pesan penyempurnaan untuk semua orang percaya dari 
segala masa. 



17 



KESEMPATAN 

A. Pengaturannya adalah penganiayaan disebabkan oleh pemisahan gereja-gereja lokal dari perlindungan 
hukum Roma berdasarkan Yudaisme. Secara resmi divisi ini terjadi sekitar tahun 70 Masehi ketika para 
rabbi dari Jamnia menerapkan formula sumpah yang menuntut anggota Sinagoga lokal untuk mengutuk 
Yesus dari Nazaret. 

B. Dokumen Roma menunjukkan bahwa menyembah Kaisar menjadi konflik besar bagi gereja dari 
kebangkitan Nero (54-68 Masehi) sampai Domitianus (81-96 Masehi). Namun, tidak ada dokumentasi 
dari penganiayaan kekaisaran. Rupanya Wahyu mencerminkan kegembiraan ibadah kultus Kaisar lokal di 
Provinsi Timur Kekaisaran Romawi (lih. "Biblical Archaeology Review," Mei / Juni 1993 hal 29-37). 

SINTAKSIS 

A. Ada banyak masalah gramatikal dalam naskah Yunani. 

B. Beberapa kemungkinan alasan untuk masalah ini 

1 . Pola pikir John Aram. 

2. Dia tidak memiliki juru tulis di Patmos yang menulis untuknya. 

3. Kegembiraan dari visi yang luar biasa. 

4. Bertujuan untuk efek. 

5. Genre (apokaliptik) sangat figuratif. 

C. Keanehan gramatikal serupa ditemukan di tulisan-tulisan apokaliptik Yahudi lainnya. Oleh karena itu, 
Wahyu tidak ditulis dalam gaya gramatikal miskin, tetapi dalam genre dengan distinctives gramatikal. 

KANONIKASI 

A. Pada mulanya ditolak oleh Gereja Timur, kitab tersebut tidak muncul dalam Peshitta (versi Syria abad 
kelima). 

B. Pada awal abad keempat Eusebius, berikut Dionysius dari Alexandria pada akhir abad ketiga, berkata 
Wahyu tidak ditulis oleh Rasul Yohanes. Dia terdaftar sebagai salah satu kitab "sengketa", tetapi 
memasukannya dalam daftar kanonik-nya (lih. Ecclesiastical History, 111.24.18; III.25.4 dan III.39.6). 

C. Dewan Laodikia (sekitar 360 Masehi) menghilangkannya dari daftar kitab-kitab kanonik. Jerome 
menolaknya sebagai kanonik, tapi Dewan Carthage (397 Masehi) memasukkannya. Wahyu diakui sebagai 
sarana kompromi antara gereja-gereja timur dan barat dimana Ibrani dan Wahyu diterima ke dalam kanon 
PB. 

D. Kita harus mengakui bahwa itu adalah presuposisi iman orang percaya bahwa Roh Kudus membimbing 
proses historis dalam mengembangkan kanon Kristen. 

E. Dua teolog utama dari Reformasi Protestan menolak penempatannya dalam ajaran Kristen 

1 . Martin Luther menyebutnya baik kenabian atau kerasulan, pada intinya menolak inspirasi. 

2. John Calvin, yang menulis komentar di setiap kitab PB kecuali Wahyu, pada dasarnya menolak 
relevansinya. 

SEJARAH TEORI PENAFSIRAN 

A. Telah sangat sulit untuk menafsirkan, sehingga, dogmatisme adalah tidak tepat! 

18 



B. Simbol diambil dari 

1. Bagian Perjanjian Lama apokaliptik di 

a. Daniel 

b. Yehezkiel 

c. Zakaria 

d. Yesaya 

2. Penulisan intertestamental apokaliptik Yahudi 

3. Pengaturan sejarah Yunani-Romawi abad pertama (terutama Wahyu 17) 

4. Tentang penciptaan mitologi Timur Dekat kuno (terutama Wahyu 12) 

C. Secara umum ada empat grid penafsiran atau prasangka 

1. PRETERIST - grup ini memandang kitab sebagai terutama atau eksklusif yang terkait dengan gereja- 
gereja abad pertama di Provinsi Romawi di Asia. Semua rincian dan nubuatan digenapi dalam abad 
pertama (lihat John L Bray, Matthew 24 Fulfilled). 

2. HISTORIS - grup ini memandang kitab sebagai gambaran sejarah, terutama peradaban Barat dan 
dalam beberapa pengertian Gereja Katolik Roma. Sering surat-surat kepada ketujuh jemaat pasal 2 
dan 3 digunakan sebagai deskripsi periode waktu tertentu. Beberapa orang memandang ini sebagai 
temporal sinkron dan yang lainnya memandangnya sebagai kronologis berurutan 

3. FUTURES - grup ini memandang kitab ini sebagai merujuk kepada peristiwa menjelang dan 
mengikuti Parousia (Kedatangan Kristus Kedua kali) yang akan digenapi secara harfiah dan historis 
(lihat Progressive Dispensationalim,by Craig A. Blaising and Darrell L Bock). 

4. IDEALIS - grup ini memandang kitab ini benar-benar simbolis dari perjuangan antara yang baik dan 
yang jahat yang tidak memiliki referensi sejarah (lihat Ray Summers, Ray Summers, Worthy Is the 
Lamb; William Hendriksen, More Than Conquerors). 

Semua ini valid, tetapi kehilangan ambiguitas yang disengaja, pilihan Yohanes dari genre dan citra. 
Masalahnya adalah keseimbangan, bukan mana yang benar. 

TUJUAN DARI KITAB 

A. Tujuan Wahyu adalah untuk menunjukkan kedaulatan Allah atas sejarah dan puncak janji dari segala 
sesuatu di dalam Dia. Kesetiaan itu adalah untuk tetap dalam iman dan pengharapan di tengah 
penganiayaan dan agresi dari sistem dunia yang telah jatuh. Fokus kitab ini adalah penganiayaan 
(menyembah Kaisar di provinsi-provinsi timur) dan kesetiaan (nabi-nabi palsu dan kompromi budaya) 
orang percaya pada abad pertama dan di setiap abad (lih. 2:10). Ingat, nabi berbicara tentang masa depan 
dalam upaya reformasi saat ini. Wahyu tidak hanya tentang bagaimana ini akan berakhir, tapi bagaimana 
ia akan berjalan. Dalam artikelnya di The Expositors Bible Commentary, Vol. I yang berjudul, "The 
Eschatology of the Bible," Robert L. Sancy berkata, "para nabi alkitabiah tidak peduli dengan susunan 
kronologis waktu dan peristiwa masa depan. Bagi mereka keadaan rohani dari rekan-rekan mereka adalah 
titik penting dan kunjungan eskatologis Allah yang besar untuk penghakiman atas ketidakbenaran dan 
berkat orang saleh adalah untuk dampak etis di masa kini "(hal 104) 

B. Tujuan umum disimpulkan dengan baik dalam pengenalan singkat bagi Terjemahan TEV dan NJB 

1. TEV, hal. 1122, "Wahyu kepada Yohanes ditulis pada saat ketika orang Kristen dianiaya karena 
iman mereka kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Perhatian utama penulis adalah untuk memberi 
pengharapan dan dorongan bagi para pembacanya, dan untuk mendorong mereka supaya tetap setia 
pada saat penderitaan dan penganiayaan." 

2. NJB, hal 1416, "Alkitab diringkas dalam pesan pengharapan dan simbolisme yang kaya dari kitab ini. 
Ini adalah visi penyelamatan dari pencobaan yang menimpa umat Tuhan, dan janji masa depan yang 
gemilang. Pesan diekspresikan melalui citra yang menarik di seluruh Alkitab, sehingga setiap fitur, 
binatang, warna, angka, adalah menggugah dan penuh nuansa supaya pembaca akrab dengan PL. 

19 



Dengan cara ini adalah wahyu rahasia dan kiasan dari apa yang akan datang, meskipun simbolisme 
alam tindakan besar ibadah dan visi terakhir dari kemegahan mesianis Kota Suci baru cukup jelas. 
Ada tradisi penulisan seperti dalam Yudaisme dari Daniel dan seterusnya, untuk memperkuat umat 
Allah dalam penganiayaan dengan jaminan pembebasan akhir dan kemenangan. " 

C. Sangat penting bahwa penterjemah memberikan prioritas tenia penebusan. 

1. Allah telah membawa pribadi, setiap orang bersama-sama, dan keselamatan alam semesta melalui 
Kristus. 

2. Penebusan Allah baik spiritual dan fisik. Jemaat diselamatkan, tetapi tidak aman! Namun suatu hari 
pasti ! 

3. Allah tetap mengasihi manusia yang telah jatuh, memberontak, egois. Murka Allah dalam meterai dan 
sangkakala adalah untuk penebusan (lih. 9:20-21; 14:6-7; 16:9,11; 21:06 b-7; 22:17). 

4. Allah tidak hanya memulihkan manusia yang telah jatuh, tetapi juga penciptaan yang telah jatuh (lih. 
Rom 8:18-25). Kejahatan di setiap tingkatan akan dibersihkan! 

Upaya berulang oleh Tuhan untuk menjangkau manusia yang telah hilang dengan Injil 
memperbesar karakter kemurah hatian Allah. Cawan penghakiman adalah akibat kejahatan, bukan 
karena Tuhan tidak mengasihi. Allah hanya menghakimi dan mengisolasi mereka yang menolak untuk 
bertobat lagi dan lagi. Kitab ini berakhir dengan undangan Injil (lih. 22: 17). 

D. Buku ini tidak harus dilihat sebagai sebuah bagan kronologis kejadian, waktu, dan cara Kedatangan 
Kedua. Sudah sering ditafsirkan sebagai "rahasia" untuk sejarah barat (tujuh gereja dilihat sebagai masa). 
Setiap generasi telah memaksa sejarah ke dalam simbol-simbol apokaliptik; setiap orang telah salah 
selama ini. 

Rincian nubuatan ini akan jauh lebih jelas kepada generasi terakhir orang percaya yang menderita 
di bawah Anti-Kristus. Sebuah penafsiran harfiah telah menyebabkan kitab ini diabaikan oleh beberapa 
orang (Calvin), disusutkan oleh orang lain (Luther, "bukan apostolik atau kenabian"), dan ditekankan oleh 
orang lain (millennialists). 

KUNCI BOB UNTUK PENAFSIRAN 

A. Kita perlu mempertimbangkan aspek PL 

1. Genre apokaliptik PL adalah jenis sastra yang sangat simbolis 

2. Banyak kiasan diambil dari Perjanjian Lama (beberapa memperkirakan bahwa 275 dari 404 ayat 
termasuk kiasan pada teks-teks Perjanjian Lama); makna simbol-simbol ini telah ditafsirkan kembali 
dalam situasi Romawi abad pertama 

3. Tanda-tanda profetik mengambil peristiwa terkini untuk meramalkan peristiwa eskatologis. 
Seringkali pemenuhan sejarah abad pertama menunjuk ke akhir pemenuhan historis akhir zaman. 

B. Keseluruhan Struktur dari kitab ini membantu kita untuk melihat tujuan penulis 

1. Meterai, Sangkakala, dan cawan pada dasarnya meliputi periode waktu yang sama (bab 6-16). Wahyu 
adalah sebuah drama dalam tindakan-tindakan berurutan. 

2. Ada kemungkinan bahwa bab 17-19 sejajar dengan 20-22. Bagian dari bab 19 (yaitu ,19:11-21) 
adalah rekapitulasi dalam 20:7-10. 

3. Lihat tujuh unit penulisan di Pernyataan Pembukaan, C. 

C. Konteks historis harus diperhitungkan setiap kali penafsiran kitab 

1 . Kehadiran penyembahan kepada Kaisar 

2. Penganiayaan Lokal di Provinsi Timur 

3. Alkitab tidak bisa berarti apa yang tidak pernah dimaksudkannya. Penafsiran Wahyu harus dikaitkan 
lebih dahulu dengan masa Yohanes. Mungkin beberapa penggenapan atau aplikasi, tapi harus 
didasarkan pada abad pertama. 

D. Arti beberapa istilah yang samar telah hilang sehubungan dengan pengaturan budaya, linguistik dan 
eksistensial kita. Mungkin peristiwa akhir zaman itu sendiri akan menjelaskan penafsiran yang tepat dari 

20 



simbol-simbol ini. Hati-hati untuk tidak mendorong semua rincian dari drama apokaliptik. Penafsir 
modern hams mencari kebenaran utama di masing-masing penglihatan. 

E. Saya akan meringkas beberapa elemen kunci interpretative 

1. Asal-usul sejarah simbolisme 

a. Asal-usul sejarah simbolisme 

b. Tema PL, Kiasan PL 

c. Penulisan Intertestamental apokaliptik 

d. Pengaturan Yunani-Romawi abad pertama 

2. Cara penulis untuk mendefinisikan simbolisme nya 

a. Percakapan dengan panduan malaikat 

b. Nyanyian paduan suara surgawi 

c. Penulis sendiri yang menyatakan arti 

3. Struktur kitab (paralelisme dramatis) 

F. Bantuan lebih lanjut 

1 . Dua komentator favorit saya dalam Wahyu adalah George Eldon Ladd dan Alan F. Johnson. Mereka 
tidak sependapat. Ada begitu banyak ketidaksepakatan di antara orang saleh, berpendidikan, sarjana 
bahwa kata peringatan adalah yang sesuai. Saya mengutip Alan Johnson dalam Commentary on 
Revelation yang diterbitkan oleh Zondervan: 

"Mengingat penggunaan rumit perumpamaan dan penglihatan dari 4: 1 
sampai akhir Wahyu dan pertanyaan bagaimana materi ini berhubungan dengan 
pasal 1-3, tidak mengherankan bahwa komentator sangat berbeda dalam 
perlakuan mereka terhadap pasal-pasal ini. Satu masalah tentang interpretasi: 
Apakah arti perumpamaan dan penglihatan? Masalah lain menyangkut 
kronologi: Kapan hal ini terjadi? Selain itu, apakah Yohanes sering menafsirkan 
gambar Perjanjian Lama dengan tepat sesuai dengan sumber-sumber Perjanjian 
Lama, atau apakah ia menafsirkan kembali perumpamaan-perumpamaan ini 
dengan bebas? Apa yang simbolis dan apa yang harfiah? Jawaban untuk 
pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan pendekatan yang dipakai 
penterjemah. Karena beberapa pertanyaan-pertanyaan ini mampu atas jawaban 
dogmatis, ada kebutuhan untuk toleransi terhadap pendekatan yang berbeda 
dengan harapan bahwa Roh dapat menggunakan diskusi secara terbuka untuk 
membawa kita lebih jauh ke dalam arti dari Wahyu "(hal. 69). 

2. Untuk Pengantar umum kaitan Wahyu dengan Perjanjian Lama, saya sarankan John P. Milton 's 
Prophecy Interpreted dan John Bright, The Authority of the Old Testament. Untuk diskusi yang 
baik mengenai kaitan Wahyu dengan Paulus, Saya sarankan James S. Stewart 's, A Man In Christ. 

SIKLUS PEMBACAAN PERTAMA (lih. hal. vi) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus. Sebutkan tema pokok dari keseluruhan buku dengan kalimat anda sendiri. 

1 . Tema keseluruhan buku. 

2. Tipe literatur (genre) 



21 



SIKLUS PEMBACAAN KEDUA (lih. hal. vi-vii.) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus keduakalinya. Garis besarkan pokok-pokok utama dan nyatakan pokok 
tersebut dalam satu kalimat. 

1 . Pokok dari bagian tulisan yang pertama 

2. Pokok dari bagian tulisan yang kedua 

3. Pokok dari bagian tulisan yang ketiga 

4. Pokok dari bagian tulisan yang keempat 

5. dst. 



22 



WAHYU 1:1-20 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN* 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Pendahuluan dan salam 


Pendahuluan dan ucapan 
syukur 


Kata pembuka 


Pendahuluan 


Kata pembuka 


1:1-3 


1:1-3 


1:1-2 
0.04375 


1:1-3 


1:1-3 




Salam kepada ketujuh 


Salam pembuka 


Salam kepada ketujuh 


Menujukan dan 




jemaat 




jemaat 


menyampaikan salam 


l:4-5a 


1:4-8 


l:4-5a 


l:4-5a 


1:4-8 


l:5b-7 




l:5b-7 


l:5b-6 

5:7 




5:8 




5:8 


5:8 




Penglihatan tentang Kritus 


Penglihatan tentang anak 
manusia 


Persiapan penglihatan 


Penglihatan tentang Kritus 


Awal penglihatan 


1:9-11 


1:9-20 


1:9-11 


1:9-11 


1:9-16 


1:12-16 




1:12-16 


1:12-20 




1:17-20 




1:17-20 




1:17-20 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun 
adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 



Walaupun bukan merupakan suatu ilham , pembagian paragraf adalah kunci dalam memahami dan mengikuti maksud dari si penulis asli. Tiap 
terjemahan modern membagi dan meringkas pasal satu. Setiap paragraf memiliki satu topik, kebenaran dan pemikiran pokok. Setiap versi mengemas topik 
tersebut dengan cara yang berbeda-beda. W aktu anda membaca naskah ini, tanyakan pada diri anda terjemahan mana yang cocok dengan pengertian anda 
mengenaipembagian pokok dan ayat-ayatnya. 

Dalam setiap pasal anda harus membaca Alkitab dahulu, baru mencoba mengidentifikasikan pokok-pokoknya (paragraf). Kemudian bandingkan 
pengertian anda dengan versi-versi modern tersebut. Hanya ketika seseorang memahami maksud dari penulis asli dengan cara mengikuti pola pikir dan 
penyajiannya, ia baru bisa benar-benar memahami Alkitab. Hanya si penulis aslilah yang diilhami Allah— pem baca tidak mempunyai hak untuk merubah 
atau memodifikasi berita tersebut. Pembaca Alkitab memiliki tanggung-jawab untuk menerapkan kebenaran yang diilhamkan tersebut ke dalam kehidupan 
dan zam an mereka. 

Catat balm a semua istilah teknis dan singkatan diterangkan sepenuhnya di A ppendiks Satu, Dua dan T iga 



23 



1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 1:1-3:22 

A. Ayat 1-8 formulir pmembentuk sebuah prolog terhadap seluruh nubuatan. Tiga ayat pertama 
memperkenalkan penulis, waktu, genre, dan berkat. 

1. Penulis adalah Yohanes (nama Yahudi yang umum). 

2. Waktunya segera (lb; 3c). 

3. Pesannya adalah komunikasi dalam penglihatan dan melalui mediasi malaikat dan disebut nubuatan. 
Tiga bab pertama sangat mirip dengan gaya normal untuk surat dari abad pertama. 

4. Berkat adalah bagi mereka yang mendengar, membaca dan mematuhi nasihat untuk tetap setia di 
tengah-tengah penganiayaan. 

B. Empat ayat berikutnya (4-7) ditujukan kepada penerima yaitu ketujuh jemaat (1:11) dan ketujuh roh (lih. 
1:4,20; 3:1; 4:05; 5:6). Bagianini ditandai dengan 

1 . YHWH yang ditandai (ay. 4) 

2. Yesus yang ditandai (ay. 5,6 b, 7) 

3. Orang-orang percaya yang ditandai (ay. 6a) 

4. Perkataan YHWH (ay. 8) 

C. Ayat 1:9-3:22 adalah kata-kata terakhir Yesus kepada jemaat-Nya. Dalam 1:9-20 dan pada awalnya 
ditujukan untuk masing-masing dari ketujuh jemaat, Yesus ditandai sebagai YHWH oleh sebutan PL. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 1:1-3 

1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada 
hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, la telah 
menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. 2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang 
kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. 3 Berbahagialah ia 
yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang 
ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah clekat.. 



1:1 "Wahyu" Ini adalah istilah Yunani apocalypsis. Berasal dari dua istilah Yunani yang berarti "dari tempat 
persembunyian" atau "untuk mengungkapkan atau menyingkapkan sesuatu". Digunakan dalam tiga arti: 

1. Yang tertutup dan yang sekarang dibukakan (lih.Lukas 12:2) 

2. Fakta bahwa orang Yahudi dan bukan Yahudi sekarang adalah satu tubuh dalam Yesus Kristus (lih. 
"misteri," Ef. 2:11-3:13) 

3. Jenis genre penulisan yang ditemukan dalam kitab-kitab tertentu dari Perjanjian Lama, seperti 
Yehezkiel, Daniel, dan Zakharia dan di Perjanjian Baru dalam Mat. 24, Markus 13, Lukas 21, II 
Tesalonika 2, dan kitab Wahyu. 

Dalam kitab ini berarti kebenaran dari Allah melalui Yesus Kristus dimediasi oleh penglihatan dan interpretasi 
malaikat. Ini berfokus pada saat kejahatan dan kemenangan kebenaran yang akan datang melalui intervensi 
supranatural Allah. Allah akan mengatur segala sesuatu dengan benar! 

24 



□ "Yesus Kristus" Ini adalah salah satu OBJECTIVE GENITIVE yang berkaitan dengan pesan tentang Yesus 
Kristus (lih.Gal 1:12), atau SUBJECTIVE GENITIVE, yang berkaitan dengan pesan yang diberikan oleh Yesus 
Kristus 

□ "Yang dikaruniakan Allah kepada-Nya" Yesus tidak mengajarkan atau melakukan sesuatu tanpa wahyu 
atau ijin dari Bapa (lih. Yoh. 3:11-13, 31-36; 4:34; 5:19-23,30; 6:38; 7:16; 8:28-29; 12:49-50, 14:10,24; 17). 
Secara teologis ini adalah karakteristik dari tulisan-tulisan Yohanes 

NASB, NKJV "hal-hal yang harus segera terjadi" 
NRSV "apa yang harus segera terjadi" 

TEV "apa yang harus trejadi dengan segera" 

NJB "apa yang sekarang harus segera terjadi" 

Elemen waktu adalah sangat penting untuk interpretasi dari seluruh kitab karena secara khusus menyatakan 
bahwa pesan Yohanes memiliki relevansi pada masanya sama seperti pada masa depan. Istilah "harus" (dei) 
berarti "yang mengikat, yang secara moral diperlukan, yang tepat atau bisa dihindari" (lih. Wahyu 22:6). 



TOPIK KHUSUS: SEGERA KEMBALI 

Untuk konsep "harus segera terjadi" bandingkan Wahyu 1:3; 2:16; 3:11; 22:7,10,12,20. Hal ini 
mungkin adalah kiasan PL dari Dan. 2:28, 29, dan 45. Yohanes tidak pernah mengutip PL tapi membuat 
banyak kiasan. Dari 404 ayat, mungkin 275 diantaranya memiliki latar belakang PL. Penerjemah telah 
dibagi dalam interpretasi frasa ini karena prasangka teologis mereka tentang tujuan dari kitab Wahyu: 

1 . Tiba-tiba 

2. Mulai akan terjadi dengan cepat sekali 

3. Segera akan terjadi 

4. Pasti akan terjadi 

5. Dalam waktu dekat. 

Penggunaan istilah ini dalam Wahyu 22:07, 12, 20 menunjukkan bahwa Yohanes mengharapkan 
peristiwa ini cepat terjadi selama hidupnya (lihat catatan lengkap pada ay. 3; 10:6). Karena ada 
kesenjangan 2000 tahun antara penulisan kitab dan masa sekarang ini, banyak yang mengatakan bahwa 
Yohanes salah. Namun, penggunaan kerangka waktu langsung tampaknya khas penulisan kenabian dari 
Perjanjian Lama yang menyatakan bahwa peristiwa terkini meramalkan kejadian akhir zaman. Yohanes 
menggunakan Roma abad pertama untuk menggambarkan eskaton (hari terakhir) sama seperti Yesaya dan 
Yehezkiel menggunakan pemulihan (pasca-pembuangan) Yehuda, dan seperti Daniel menggunakan 
Epifanes Antiokhus IV. Kedatangan zaman baru kebenaran adalah pengharapan dan dorongan bagi setiap 
generasi orang percaya. Lihat catatan lengkap di 22:6. 



□ "menyatakannjfl" Secara harfiah "ditandai" (semain) (lih. NKJV). "Tanda-tanda" adalah format penulisan 
yang digunakan Yohanes untuk mengkomunikasikan pesan ini dalam pemberitaannya (semeion, lih. 12:33; 18:32; 
21:19). Mungkin memiliki hubungan PL dengan para nabi PL (lih. Yes. 7:11,14; 8:18, 19:20, 20:3, 37:30, 
38:7,22, 55:13, 66:19; Yer 10:2; 32:20-21, 44:29 dan Yeh. 4:3, 14:8, 20:12,20). Kenyataan bahwa kitab ini 
disebut "wahyu" melalui "tanda-tanda" dan "nubuatan" memberi kita petunjuk untuk genre penulisan kitab ini. 
Istilah penulisan modern "apokaliptik" yang digunakan untuk menjelaskan suatu genre, tidak dikenal untuk 
Yohanes. 

□ "hamba-Nya Yohanes" Tidak seperti kebanyakan penulis apokaliptik, Yohanes mengidentifikasi dirinya 
dan membuat struktur pembukaan kesaksian profetiknya dalam bentuk tujuh surat (pasal 1-3). Beberapa orang 
menyangkal kepenulisan Rasul Yohanes dari kitab Wahyu karena dia tidak dikenal dalam tulisan-tulisan yang lain 
(dia menyebut dirinya "murid yang terkasih" dalam Injil dan "tua-tua" dalam II dan III Yohanes), namun 
menyebut namanya sendiri di Wahyu 1 : 4, 9; 22:8 

25 



1:2 "kesaksian Yesus Kristus" Seperti ay. 1, ini dapat berupa sebuah OBJECTIVE, kesaksian tentang Yesus, 
atau SUBJECTIVE GENITIVE, kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Kadang-kadang dalam tulisan-tulisan 
Yohanes ada maksud ambiguitas yang menggabungkan kedua konotasi 

1:3 "Berbahagialah" Ini adalah berkat pertama dari tujuh berkat dalam kitab ini (lih. 1:3; 14:13, 16:15, 19:09, 
20:6, 22:7,14). Kenyataan bahwa orang-orang yang membacanya diberkati menunjukkan bahwa tidak hanya 
diinspirasikan tetapi juga relevansinya dengan orang-orang pada masa itu dan setiap masa. 

□ "la yang membacakan" NRSV menambahkan "nyaring" menyiratkan pembacaan dihadapan umum (lih.I 
Tim 4:13). Pembacaan Kitab Suci secara Kongregasional itu awalnya dilakukan oleh anggota jemaat yang terlatih 
khusus seperti di sinagoga (penyanyi). Gereja mengadopsi bentuk ibadah dari sinagoga awal (lih.Lukas 4:16; Kis 
13:15; Kol 4:16; I Tesalonika. 5:27). Kami memiliki konfirmasi historis dalam Pembacaan Kitab Suci di hadapan 
public dari Martir Yustinus, 167 Masehi, yang menyebutkan bahwa jemaat membaca bagian dari Injil dan 
sebagian dari para nabi 

□ "Yang mendengar. . . dan yang menuruti" Mendengar dan melakukan adalah inti dari istilah Ibrani 
"Shema" (lih.Ul. 5:1; 6:4-6; 9:1; 20:3; 27:9-10; Lukas 11:28). Perhatikan sifat bersyarat dari berkat. Mereka yang 
mendengar harus merespon. Pola persekutuan "jika... maka" adalah pola PL dan PB. Berkat berhubungan tidak 
hanya pengetahuan, tapi juga untuk gaya hidup. 

□ "apa yang ada tertulis" Istilah ini menunjukan keilahi-an isi kitab ini dan genre penulisan. kitab ini adalah 
kombinasi dari surat (pasal 1-3), sebuah presentasi apokaliptik (meterai, sangkakala, cawan), dan sebuah nubuatan 
(lih.22:7,10,18,19). Penting untuk diingat bahwa "nubuatan" memiliki dua konotasi: (1) pesan Tuhan yang 
ditujukan kepada para pendengar saat ini, dan (2) untuk menunjukkan bagaimana iman saat ini mempengaruhi 
kejadian masa depan. Keduanya adalah pemberitaan dan prediksi. 

□ "Sebab waktunya sudah dekat" Sekali lagi ini menunjukkan relevansi nubuatan pada hari-hari tersebut 
(contoh lain adalah dalam Roma 16:20). Lihat lebih lengkap catatan di ay. 1 



NASKAH NASB (UPDATE) : 1:4-7 

4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera 
menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang 
ada di hadapan takhta-Nya, s dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara 
orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah 
melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya-- 6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, 
menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. 
Amin. 7 Lihatlah, la datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah 
menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. 



1:4 "kepada ketujuh jemaat" Tepatnya tidak pasti mengapa ditujukan hanya kepada tujuh jemaat itu. Ada 
beberapa teori: 

1. Beberapa telah menegaskan bahwa ini adalah jemaat-jemaat dimana Yohanes memiliki hubungan 
pelayanan khusus 

2. Yang lain telah menegaskan bahwa mereka membentuk sebuah rute pos di Provinsi Romawi Asia 

3. Angka tujuh memiliki makna besar bagi orang Yahudi, khususnya dalam penulisan apokaliptik antar- 
alkitabiah. 

Itu adalah angka kesempurnaan dari penggunaannya dalam Kejadian 1. Oleh karena itu, mungkin digunakan 
dalam kedua arti harfiah- Yohanes melakukan memang menulis surat kepada beberapa jemaat yang membentuk 
rute Romawi pos di Asia Kecil dan secara simbolis sebagai cara untuk mengacu pada semua jemaat dari segala 
masa 



26 



TOPIK KHUSUS: GEREJA (EKKLESIA) 

Istilah Yunani ini, ekklesia, berasal dari dua kata, "keluar dari" dan "dipanggil," oleh karena itu, istilah 
ini mengisyaratkan mereka yang dipanggil keluar secara Illahi. Gereja mula-mula mengambil kata ini dari 
kegunaan sekulernya (lih. Kis 19:32,39,41) dan karena penggunaan kata ini di dalam Septuaginta untuk 
"jemaat" Israel (Bil 16:3; 20:4). Mereka menggunakannya untuk menyebut mereka sendiri sebagai 
kelanjutan dari umat Allah di PL. Mereka adalah Israel yang baru (lih. Rom 2:28-29; Gal 6:16; I Pet 2:5,9; 
Wah 1:6), penggenapan atas misi Allah di seluruh dunia (lih. Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5-6; Mat 28:18-20; 
Luk 24:47; Kis 1:8). 

1 . Istilah ini digunakan dalam beberapa pengertian dalam Injil dan Kisah Para Rasul. 

2. Rapat Kota sekuler, Kis 19:32,39,41 

3. Umat Allah dalam Kristus secara universal, Mat 16: 18 dan Efesus 

4. Jemaat lokal dari orang percaya dalam Kristus, Mat 18: 17; Kis 5:11 (dalam ayat-ayat ini gereja di 
Yerusalem) 

5. Umat Israel secara kolektif, Kis 7:38, dalam khotbah Stefanus 

6. Umat Allah di suatu wilayah, Kis 8:3 (Yudea atau Palestina) 



□ "di Asia" mengacu pada ujung barat negara modern Turki, yang sebagian besar negara lama Frigia, yang 
menjadi provinsi Romawi dari" Asia Kecil. " 

□ "Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu" Ini adalah bentuk salam tradisional yang begitu 
sering terlihat dalam tulisan-tulisan Paulus. Banyak orang menegaskan bahwa orang-orang Kristen mengubah 
salam tradisional penulisan Yunani dari "charein" (lih.Yakobus 1:1) menjadi salam Kristen yang terdengar mirip 
charts, yang berarti "kasih karunia". "Damai sejahtera" mengacu pada istilah Ibrani "shalom", olek karenanya 
menggabungkan salam Yunani dan Ibrani untuk berhubungan dengan kedua kelompok di dalam jemaat. Namun, 
ini hanyalah spekulasi 

□ "dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang" Ini jelas merupakan sebutan untuk Allah 
yang perjanjian-Nya tidak pernah berubah (lih. Maz 102:7; Mai. 3:6; Yak 1:17). Bentuk gramatikalnya adalah 
canggung dalam bahasa Yunani tetapi mungkin mencerminkan latar belakang bahasa Aram. Frasa literalnya 
adalah "dari Dia yang adalah, dari Dia Yang sudah ada, dan satu-satunya yang akan datang" (lih. 4:8). frasa ini 
mencerminkan sebutan dalam perjanjian PL "I Am" (YHWH, lih. Kel 3:14). Frase ini digunakan bagi Allah Bapa 
dalam ay. 4 dan 8, dan Yesus Kristus dalam ay. 17 dan 18 (lih.Ibr 13:8). Pengalihan tujuan dari sebutan YHWH 
kepada Yesus adalah salah satu cara penulis PB menegaskan ke Ilahi-an Yesus. 

Tiga Frase dari Allah sebagai masa lalu, sekarang, dan masa depan dimodifikasi di 11:17, dan 16:05 yang 
merupakan Kedatangan Kedua pada akhir sangkakala, untuk mengadili masa sekarang dan masa lalu karena masa 
depan (akhir zaman) telah tiba. 

Perhatikan kemungkinan bentuk Trinitarian dari ay. 4 (jika "ketujuh Roh" mewakili Roh Kudus, yang 
mungkin saja bukan). Istilah "trinitas" bukan kata yang Alkitabiah, namun konsep esensi tunggal ilahi, tetapi tentu 
ketiga Pribadi ilahi yang kekal, aktif dalam karya penebusan. Lihat Topik Khusus di 22: 17 

□ "Dan dari ketujuh Roh yang ada di hadapan takhta-Nya" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: KETUJUH ROH 

Ada beberapa teori tentang identitas ketujuh roh. 

1. karena frase ini ada di antara referensi Allah sebagai Bapa dan Yesus sebagai Mesias, banyak 
komentator menyatakan bahwa pasti merujuk pada Roh Kudus. Mungkin saja, tetapi tidak tentu. 
Kalimat yang sama juga digunakan dalam 3:1; 4:5 dan 5:6. Dalam kasus lain, sama sekali tidak yakin 
bahwa itu merujuk kepada Roh Kudus kecuali diasumsikan sebagai sebuah kiasan dalam Zak. 4. 



27 



2. Yang lain percaya bahwa hal itu merupakan kiasan kepada Yes. 11:2 dari Septuaginta, di mana 
ketujuh karunia Roh disebutkan. Namun, dalam teks Masoret hanya ada enam karunia yang 
disebutkan. 

3. Orang-orang dari latar belakang antar-alkitabiah Yahudi akan mengidentifikasi kehadiran 
malaikat ini sebagai tujuh malaikat di hadapan takhta Allah (lih. 8:2) 

4. Yang lain menghubungkannya dengan malaikat atau utusan Allah dari tujuh jemaat yang 
disebutkan dalam 1:20. 



1:5 "dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia" Ini adalah yang pertama dari tiga frasa yang menggambarkan 
Yesus sebagai Mesias. Ayat-ayat pembukaan ini paralel dengan 20:6-21. Setia memiliki konotasi PL orang yang 
setia, benar, dan dapat diandalkan (lih. Yes. 55:3-5). Sebagai Firman Allah tertulis (Alkitab) dapat dipercaya, 
begitu juga wahyu akhir-Nya, Firman yang Hidup, Yesus (lih. 3:14). Injil adalah berita untuk dipercayai, pribadi 
untuk diterima, dan suatu teladan kehidupan untuk dihidupi seseorang. 

□ "Yang pertama bangkit dari antara orang mati" 



TOPIK KHUSUS: ANAK SULUNG 

Kata "anak sulung" (prototokos) dignakan dalam Alkitab dalam beberapa pengertian yang berbeda- 
beda. 

1. Latar belakang PL nya menunjuk pada keunggulan dari anak sulung laki-laki dari suatu keluarga 
(lih. Maz 89:27; Luk 2:7; Rom 8:29; Ibr 1 1 :28) 

2. Penggunaannya dalam Kol 1:15 berbicara tentang Yesus sebagai yang sulung dari ciptaan yang 
kemungkinan adalah kiasan PL terhadap Ams 8:22-31, atau Pelaksana dari penciptaan Allah (lih. 
Yoh 1:3; I Kor 8:6; Kol 1:15-16; Ibr 1:2) 

3. Penggunaannya dalam Kol 1:18; I Kor 15:20 (dan di sini) menunjuk pada Yesus sebagai yang 
sulung dari yang mati. 

4. Merupakan gelar PL bagi Mesias (lih. Maz 89:27; Ibr 1:6; 12:23). Ini adalah gelar yang 
kenggabungkan beberapa aspek dari keutamaan dan sentralitas Yesus. Dalam konteks ini 
#3 atau #4 adalah yang paling cocok. 



□ "Dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini" frasa ini, seperti yang sebelumnya, adalah kiasan untuk Maz. 
89:27 (lih. Maz. 72:11; Yes. 48:23), yang berbicara tentang Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. Hal ini juga 
mencerminkan reaksi Yohanes terhadap (1) penyembahan kaisar di provinsi timur Kekaisaran Romawi atau (2) 
penggunaan ungkapan kerajaan Mesopotamia "Raja segala raja" (lih. wahyu 11:15; 17:14; 19 : 16). 

□ "Bagi Dia, yang mengasihi kita" Ini adalah PRESENT ACTrVE PARTICIPLE, yang berarti "Yesus terus 
menerus mengasihi kita." Penegasan ini sangat penting dalam kelemahan dan kegagalan lima diantara ketujuh 
jemaat (lih.pasal 2-3). 

"Dan yang telah melepaskan kita dari dosa-dosa kita" Ini adalah AORIST ACTF/E PARTICIPLE. Versi 
Vulgata dan Koptik, serta beberapa manuskrip Yunani yang sangat kecil, dan KJV memiliki kata "dibasuh" (lou) 
yang diucapkan persis seperti kata "dilepaskan" (lu). Para ahli Taurat kuno menghasilkan naskah PB oleh satu 
orang membaca naskah dengan suara yang keras sedangkan yang lain menuliskannya. Istilah "dilepaskan" 
(dengan tambahan) muncul dalam manuskrip Yunani kuno P 18 , X*, X 2 , A, dan C, sedangkan "dibasuh" hanya 
ditemukan di naskah uncial kemudian, P (abad keenam) dan 046, serta di beberapa naskah kemudian yang sangat 
kecil (menjalankan skrip Yunani). Oleh karena itu, "dilepaskan" atau "dibebaskan" adalah pilihan membaca. The 
UBS 4 menulis "dilepaskan" a "tertentu" rating. Lihat Lampiran Dua: Kritik Tekstual. 

28 



□ "Oleh darah-Nya" Ini merupakan kiasan yang jelas untuk korban (lih. Im. 1-7), mengganti penebusan Yesus 
Kristus (lih. 5:9; 7:14; 12:11, Markus 10:45; II Kor 5:21; Yes 52:13-53:12). Entah bagaimana dalam misteri 
Allah, keadilan-Nya dan rahmat-Nya bagi semua manusia yang telah jatuh bertemu dalam kematian Yesus 
sebagai pengganti (lihlbr. 9:11-28). 

1:6 "Dia yang telah membuat kita" Ini adalah AORIST ACTIVE INDICATIVE. Ketika Yesus telah 
melepaskan kita dari dosa-dosa kita (ay. 5), Dia juga telah menjadikan kita kerajaan imam untuk mewakili-Nya! 

NASB "suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah" 

NKJV "raja-raja dan imam-imam bagi Allah" 

NRSV "suatu kerajaan, menjadi imam-imam yang melayani Allah" 

TEV, NJB "suatu Kerajaan imam untuk melayani Allah" 

Ini merupakan kiasan istilah PL yang digunakan Israel dalam Kel. 19:6 dan Yes. 61:6 di mana bangsa 
tersebut dianggap sebagai kerajaan imam-imam. Allah memilih Abraham untuk memilih Israel untuk memilih 
dunia yang hilang (lih. Kejadian 3:15; 12:3). Israel dimaksudkan sebagai saksi bagi bangsa-bangsa tetapi mereka 
gagal dalam tugas penginjilan yang diberikan (lih.Yeh. 36:22-38). Oleh karena itu, Allah memilih gereja untuk 
menjangkau dunia (lih. Mat. 28:19-20; Lukas 24:47, Kis. 1:8). Ungkapan yang sama yang digunakan untuk Israel 
sekarang digunakan untuk jemaat (lih. Gal. 3:29; 6:16, Fil 3:3; I Pet. 2:5,9; Wahyu 1:6; 5: 10; 20:6). 

Penting untuk diperhatikan bersama, penekanan AM tab untuk "keimamatan orang percaya". Kekristenan 
Barat terlalu menekankan tempat dan peran individu dan kurang menekankan corporality Alkitab. Metafora PB 
untuk tubuh Kristus (lih. I Kor. 12) adalah metafora yang sama. Judul Perjanjian Lama tidak pernah dimaksudkan 
sebagai alasan bagi orang percaya untuk menyatakan kebebasan individual mereka. Penekanan ini dikembangkan 
dari sejarah perjuangan antara Martin Luther dan Gereja Katolik pada zamannya. Fokus konteks ini adalah 
penginjilan (lih.ay. 7), melibatkan setiap orang percaya, berusaha untuk menjangkau setiap setiap yang terhilang 
dan manusia yang membutuhkan yang diciptakan menurut gambar Allah untuk siapa Kristus telah mati 
(lih.Yohanes 3:16; I Tim. 2:4; II Pet. 3:09; I Yohanes 2:2; 4:14). 



TOPIK KHUSUS: KEKRISTENAN ADALAH KEBERSAMAAN 

A. Penggambaran-penggambaran j amak Paulus 

1. tubuh (lih. I Kor 12:12-20) 

2. ladang (lih. I Kor 3:9) 

3. bangunan (lih. I Pet 2:4-5Paul's plural metaphors 

B. Istilah "orang kudus" selalu berbentuk JAMAK (keculai Flp 4:21, namun di sanapun ini juga 
merupakan kebersamaan) 

C. Penekanan reformasi Martin Luther pada "keimaman orang percaya" tidak sesunggunya Alkitabiah. 
Ini mestinya adalah keimaman orang-orang percaya (lih. Kel 19:6; I Pet 2:5,9; Wah 1:6). 

D. Setiap orang percaya di beri karunia untuk kebaikan bersama (lih. I Kor 12:7) 

E. Hanya dalam suatu kerja sama lah umat Allah akan menjadi efektif. Pelayanan adalah 
kebersamaan (lih. Ef 4:11-12). 



□ "bagi Dialah kemuliaan dan kuasa" Istilah "Kemuliaan" adalah istilah komersial PL (menggunakan neraca 
untuk pembelian) yang berarti "menjadi berat"; dimana yang berat (misalnya, emas) adalah yang berharga. Istilah 
ini digunakan untuk kemuliaan Allah, keagungan, kekudusan, dari Awan Kemuliaan Shekinah dalam Keluaran. 
Kemuliaan sering dianggap berasal dari Allah Bapa dalam PB (lih. Rom. 11:36, 16:27, Ef. 3:21; Fil. 4:20; I Tim. 
1:17; II Tim. 4:18; I Pet. 4:11; 5:11; II Pet. 3:18, Yudas2:5, Wahyu 1:6; 5:13; 7:12). Lihat Topik Khusus: 
kemuliaan di 15:08. 

Istilah "Kuasa" yang ditujukan kepada Allah Bapa, secara teologis mirip subordinasi Anak (lih.Yohanes 17). 
Yesus adalah agen Bapa dalam segala hal, tetapi tujuannya adalah Kemuliaan akhir dari Bapa (lih. I Kor. 15:27- 
28). 

29 



□ "Amin" adalah bentuk istilah Ibrani Perjanjian Lama untuk "iman" (lih.Hab. 2:4). Etimologi aslinya adalah 
"hams tegas atau yakin". Namun, konotasinya diubah menjadi yang harus ditegaskan (lih. II Kor. 1:20). 
Digunakan secara metafora untuk seseorang yang setia, lulus hati, teguh, dapat dipercaya (gelar bagi Yesus dalam 
3:14, lih. II Kor. 1:20). 



TOPIK KHUSUS: AMIN 

I. PERJANJIAN LAMA 

A. Istilah "Amin" berasal dari kata bahasa Ibrani kebenaran (emeth) atau kejujuran (emun, emunah) dan 
iman atau kesetiaan. 

B. Etimologinya adalah dari suatu kuda-kuda seseorang yang stabil. Lawan katanya adalah yang tidak 
stabil, atau bergeser (lih. Ul 28:64-67; 38:16; Maz 40:2; 73:18; Yer 23:12) atau jatuh (lih. Maz 73:2). 
Dari penggunaan literal ini terbentuk penggambaran luas dari kesetiaan, kebisa-dipercayaan, loyalitas, 
dan kedapat-diandalkan-an (lih. Kej 15:16; Hab 2:4). 

C. Penggunaan-penggunaan khusus: 

1 . suatu tiang (pilar) , H Raj 1 8 : 1 6 (I Tim 3:15) 

2. jaminan, Kel 17:12 

3. ketetapan, Kel 17:12 

4. kestabilan, Yes 33:6; 34:5-7 

5. kebenaran, I Raj 10:6; 17:24; 22:16; Ams 12:22 

6. kekakuan, II Taw 20:20; Yes 7:9 

7. terpercaya (Torah), Maz 119:43,142,151,168 

D. Dalam PL dua istilah Ibrani lain digunakan untuk iman yang aktif 

1 . bathach, kepercayaan 

2. yra, takut, hormat, menyembah (lih. Kej 22:12) 

E. Dari pengertian percaya atau kebisa-dipercayaan dibangun penggunaan liturgis yang dipakai untuk 
meneguhkan suatu kebenaran atau pernyataan kebisa dipercayaan dari oranglain (lih. Ul 27:15-26; 
Neh 8:6; Maz 41:13; 72:19; 89:52; 106:48). 

F.Kunci teologis untuk istilah ini adalah bukan kesetiaan manusia namun kesetiaan YHWH (lih. Kel 34:6; 
Ul 32:4; Maz 108:4; 115:1; 117:2; 138:2). Pengharapan satu-satunya dari manusia yang telah jatuh 
adalah loyalitas YHWH pada perjanjian kesetiaan yang prenuh dengan kasih karunia dan janji- 
janjiNya. 

Mereka yang mengenal YHWH akan menjadi seperti Dia (lih. Hab 2:4). Alkitab adalah sejarah 
dan suatu catatan dari Allah yang sedang memulihkan gambarNya (lih. Kej 1:26-27) dalam manusia. 
Keselamatan memulihkan kemampuan manusia untuk memiliki persekutuan yang intim dengan Allah. 
Inilah alasan penciptaan kita. 

II. PERJANJAN BARU 

A. Penggunaan kata "amin" sebagai peneguhan liturgis penutup terhadap kebisa-dipercayaan dari suatu 
pernyataan adalah lazim dalam PB (lih. I Kor 14:16; II Kor 1:20; Wah 1:7; 5:14; 7:12). 

B. Penggunaan istilah ini sebagai penutup dari doa lazim dalam PB (lih. Rom 1:25; 9:5; 11:36; 16:27; 
Gal 1:5; 6:18; Ef 3:21; Flp 4:20; II Tes 3:18; ITim 1:17; 6:16; II Tim 4:18). 

C. Yesus adalah satu-satunya orang yang menggunakan kata ini (seringkali berganda dalam Yohanes) 
utuk mengantar suatu pernyataan yang signifikan. (Luk4:24; 12:37; 18:17, 29; 21:32; 23:43) 

D. Kata ini digunakan sebagai gelar bagi Yesus dalam Wahyu 3:14 (kemungkinan suatu gelar dari 
YHWH dari Yes 65:16). 

E. Konsep kesetiaan atau iman, kebisa-dipercayaan, atau percaya dikemukakan dalam istilah Yunani 
pistos atau pistis, yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai kepercayaan, iman, percaya. 



30 



1:7 "Lihatlah, ia datang dengan awan-awan" Mungkin Ayat ini adalah seruan oleh malaikat di ay. 1. 
Merupakan referensi yang jelas untuk Kedatangan Kristus yang Kedua kali. 



TOPIK KHUSUS: DATANG DI ATAS AWAN-AWAN 

Datang di atas awan adalah tanda eskatologis yang sangat signifikan. Digunakan dalam tiga cara 
berbeda dalam Perjanjian Lama 

1. untuk menunjukkan kehadiran fisik Tuhan, awan Kemuliaan Shekinah (lih. Kel. 13:21; 16:10; Bil. 
11:25) 

2. untuk menyelubungi kekudusan-Nya sehingga manusia tidak akan melihat-Nya dan mati (lih.Kel 
33:20;. Yes. 6:5) 

3. Sebagai angkutan Tuhan (lih. Yes. 19:1) 

Dalam Daniel 7:13 awan-awan digunakan sebagai transportasi Mesias, manusia Ilahi. Nubuatan dalam 
Daniel ini disinggung minimal 30 kali dalam PB. Hubungan yang sama tentang Mesias dengan awan-awan 
di langit dapat dilihat dalam Mat. 24:30; Markus 13:26, Lukas 21 :27, Kis. 1:9,11 dan I Tesalonika 4: 17. 



□ "dan setiap mata akan melihat Dia" Tampaknya ini menyiratkan tubuh, fisik, dapat dilihat, kedatangan 
kembali Kristus yang universal, bukan pengangkatan rahasia bagi orang percaya. Menurut pendapat saya Alkitab 
tidak pernah mengajarkan pengangkatan rahasia atau yang akan datang. Ayat-ayat dalam Injil (lih. Mat. 24:37-44; 
Lukas 17:22-37) yang sering digunakan untuk mendukung pengangkatan rahasia, secara kontekstual berhubungan 
dengan perbandingan pada zaman Nuh. Pada zaman Nuh yang diambil dihancurkan! Hati-hati terhadap bukti- 
tulisan bagian kecil dari Kitab Suci diluar dari pengaturan asli yang diinspirasikan dan menggunakannya untuk 
mendukung sistem eskatologis teologis presuppositional Anda! 

□ "juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia" Merupakan 
kiasan untuk Zak. 12:10,12 (lih. Yoh. 19:37). Ini adalah contoh yang baik bagaimana Yohanes mengolah kembali 
naskah-naskah Perjanjian Lama-nya agar sesuai dengan situasi Romawi (sejenis reinterpretasi Yahudi yang 
disebut pesher). Naskah Zakharia adalah musim semi-board untuk aplikasi Yohanes yang baru. Dalam Zakharia, 
naskah tersebut merujuk kepada penduduk Yerusalem yang berduka atas "dia yang ditusuk", tapi di sini Yohanes 
menggunakannya untuk pemimpin Roma dan Yahudi yang menyalibkan Kristus (lih. Yohanes 19:37). Kata ganti 
"mereka" dalam naskah Ibrani Masoret diubah menjadi "semua suku bangsa di bumi" (lih. Mat. 24:30, frasa ini 
bukan dari Septuagint). Begitu juga dengan "berkabung," dalam konteks kutipan Zakharia sering ditafsirkan 
berkaitan dengan Roma 11, di mana orang-orang Yahudi bertobat dan percaya Yesus adalah Mesias. Namun, 
dalam Wahyu 1:7 ratapan bukanlah untuk pertobatan, tetapi karena penghakiman Allah telah jatuh pada orang- 
orang kafir dari segala suku (lih. Mat. 24:30). Konteks Zakharia menyinggung penghakiman bangsa-bangsa pada 
akhir zaman dengan menyebutkan "dataran Megiddo," dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon (lih. Zak. 12:11; 
II Taw. 35:22 dan Mzm. 2; Wahyu 16 : 16), tempat pertempuran akhir zaman antara Allah dan umatNya dan setan 
dan orang-orangnya, bangsa-bangsa yang tidak percaya. 

□ "Ya. Amin." Ini adalah kata Yunani untuk menegaskan (nai) dan kata Ibrani untuk penegasan (amin) 
diletakkan berdampingan untuk ditegaskan (lih. 22:20). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 1:8 

8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan 
datang, Yang Mahakuasa" 



1:8 YHWH sendiri yang berbicara di ayat ini, menegaskan kebenaran pernyataan sebelumnya tentang Yesus. Ini 
menggabungkan empat gelar bagi-Nya dengan kiasan bagi yang kelima dan mungkin keenam. Rupanya, ay. 8 
adalah Allah meeguhkan pribadi-Nya kepada pernyataan di atas dengan menggunakan nama-nama yang megah. 



31 



1. "Akulah," yang merupakan acuan bagi nama perjanjian YHWH (lih.Kel. 3:14)., Suatu bentuk kata 
kerja "menjadi." Yesus menggunakannya bagi diri-Nya sendiri (lih. Yoh. 8:56-59). Sebutan "Tuhan" 
(kurios) dalam Perjanjian ini mencerminkan sebutan dalam PL. 

2. "Alfa dan Omega" adalah kata pertama dan terakhir dari abjad Yunani yang beranggapan bahwa 
Allah adalah yang awal dan yang akhir, penguasa segala sejarah (lih. Yes. 44:6.; Why. 21:6); Sebutan 
ini juga digunakan Yesus dalam Wahyu 1:17 dan 22: 13. 

3. "Tuhan" adalah cara modern untuk menerjemahkan YHWH. 

4. "Allah" dalam Kejadian 2:4, YHWH, dan Elohim adalah kombinasi (TUHAN Allah) nama untuk 
Allah. El adalah nama umum untuk dewa di Timur Dekat, dari akar kata "menjadi kuat." 

5. "Yang ada dan Yang sudah ada dan Yang akan datang " adalah frasa yang digunakan sebelumnya 
dalam ay. 4 yang berbicara tentang Allah yang kekal, yang tidak pernah berubah (lih. Maz. 102:27; 
Mai. 3:6; Yak.l: 17). frasa ini digunakan Allah Bapa, YHWH, dalam ay. 4 dan 8 dan Yesus, Allah 
Putra, di ay. 17,18 dan 22:13 (lih.Ibr 13:8). 

6. "Yang Mahakuasa" yang merupakan istilah PL, "El-Shaddai," patriarkal nama untuk Allah (lih.Kel 
6:3). 

Manuskrip Yunani awal, aleph (X ), dan beberapa naskah kemudian menambahkan frase "yang awal dan 
yang akhir" setelah Alfa dan Omega. Para ahli-ahli Taurat menyertakannya dari 21:6, tapi mungkin bukan 
merupakan bagian asli dari teks Yunani asli yang diilhami. UBS 4 membuat tingkat pengecualiannya sebagai 
"tertentu." 



TOPIK KHUSUS: SEBUTAN-SEBUTAN UNTUK TUHAN 

A. El 

1. Arti asli dari istilah umum untuk tuhan ini tidaklah pasti, walau banyak ahli percaya kata ini 
berasal dari akar Akkadian, "jadi kuat" atau "menjadi berkuasa" (lih Kej 17:1; Bil 23:19; Ul 7:21; 
Maz 50:1). 

2. Dalam kepercayaan bangsa Kanaan, dewa yang tinggi disebut El (teks Ras Shamra) 

3. Dalam Alkitab El biasanya digabungkan dengan istilah lain. Kombinasi ini menjadi cara untuk 
menggambarkan Allah. 

a. El-Elyon ("Allah Maha Tinggi"), Kej 14: 18-22; Ul 32:8; Yes 14: 14 

b. El-Roi ("Allah yang melihat" or "Allah yang menyatakan DiriNya"), Kej 16:13 

c. El-Shaddai ("Allah yang Maha Kuasa" or "Allah yang berbelaskasihan" or "Allah dari 
gunung"), Kej 17:1; 35:1 1; 43:14; 49:25; Kel 6:3 

d. El-Olam ("Allah yang kekal"), Kej 21:33. Istilah ini secara teologis berkait dengan janji 
Allah pada Daud, II Sam 7: 13,16 

e. El-Berit ("Allah dari Perjanjian"), Hak 9:46 

4. El disetarakan dengan 

a. YHWH dalam Maz 85:8; Yes 42:5 

b. Elohim dalam Kej 46:3; Ayb 5:8, "Akulah El, Elohim dari bapamu" 

c. Shaddai dalam Kej 49:25 

d. "cemburu" dalam Kel 34:14; Ul 4:24; 5:9; 6:15 

e. "kasih karunia" dalam Ul 4:31 ; Neh. 9:31 ; "setia" dalam Ul 7:9; 32:4 

f. "besar dan dahsyat" dalam Ul 7:21; 10:17; Neh 1:5; 9:32; Dan. 9:4 

g. "pengetahuan" dalam I Sam. 2:3 

h. "perlindunganku yang kuat" dalam II Sam 22:33 

i. "pembalas dendam ku" dalam II Sam. 22:48 

j . "yang kudus" dalam Yes 5 : 1 6 

k. "perkasa" dalam Yes 10:21 

1. "keselamatanku" dalam Yes 12:2 

m. "besar dan berkuasa" dalam Yer 32:18 

n. "ganjaran" dalam Yer 5 1 :56 

5. Kombinasi dari semua sebutan-sebutan Allah dalam PL didapati dalam Yosua 22:22 {El, Elohim, 
YHWH, berulang) 

32 



B. Ely on 

1. Arti dasar kata ini adalah "tinggi", ditinggikan" atau "diangkat" (lih. Kej 40:17; I Raj 9:8; II Raj 
18:17; Neh 3:25; Yer 20:2; 36:10; Maz 18:13). 

2. Kata ini digunakan sebagai paralel dari beberapa nama/jabatan Allah yang lain. 

a. Elohim- Maz 47:1-2; 73:11; 107:11 

b. YHWH - Kej 14:22; II Sam 22: 14 

c. El-Shaddai - Maz 9 1 : 1 ,9 

d. El -Bil 24:16 

e. Elah - sering dipakai dalam Daniel 2-6 dan Ezra 4-7, dihubungkan dengan illair (Bahasa 
Aram untuk "Allah Maha Tinggi") dalam Dan 3:26; 4:2; 5:18, 21 

3. Kata ini sering dipakai oleh orang-orang bukan Israel. 

a. Melkisedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24: 16 

c. Musa, berbicara tentang bangsa-bangsa dalam Ul 32:8 

d. Injil Lukas dalam PB, menulis kepada orang kafir, juga menggunakan bahasa Yunani yang 
searti dengan kata ini yaitu Hupsistos (lih 1:32,35,76; 6:35; 8:28; Kis 7:48; 16:17) 

C. Elohim (jamak), Eloah (tunggal), digunakan terutama dalam puisi. 

1 . Istilah ini tidak dijumpai diluar Perjanjian Lama. 

2. Kata ini dapat menunjuk kepada Allah Israel atau illah bangsa-bangsa (lih Kel 12:12; 20:3). 
Keluarga Abraham menyembah banyak illah (Yos 24:2) 

3. Kata ini dapat berhubungan kepada hakim-hakim Israel (Kel 21:6; Maz 82:6) 

4. Istilah elohim juga digunakan mahluk-mahluk spiritual lain (malaikat, kuasa kegelapan) 
sebagaimana dalam Ul 32:8 (LXX); Maz 8:5; Ayb 1:6; 38:7. Kata ini juga bisa berbicara tentang 
hakim-hakim manusia (lih. Kel 21:6; Maz 82:6) 

5. Dalam Alkitab kata ini adalah nama atau gelar pertama Tuhan (Kej 1:1). Kata ini dipakai secara 
ekslusif sampai Kej 2:4, dimana di sini kata ini digabung dengan YHWH. Pada dasarnya (secara 
teologis) kata ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta, penopang dan penyedia dari segala yang 
hidup dalam planet ini. Kata ini adalah sinonim dari El (Ul 32:15-19). Dapat juga merupakan 
paralel dengan YHWH sebagaimana Maz 14 {elohim) adalah tepat sama dengan Mazmur 53 
(YHWH), kecuali dalam hal adanya perbedaan nama kelllahian tersebut. 

6. Meski dalam bentuk jamak dan dipakai untuk menamakan illah lain, istilah ini sering menunjuk 
pada Allah Israel, hanya biasanya menggunakan bentuk tunggal untuk menekankan 
penggunaannya secara monoteistik. 

7. Istilah ini ditemui dalam mulut orang-orang bukan Israel sebagai nama keTuhanan. 

a. Melkisedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24:2 

c. Musa, ketika berbicara tentang bangsa-bangsa, Ul 32:8 

8. Aneh memang bahwa nama umum dari Allah Israel yang Esa ditulis dalam bentuk jamak! 
Walaupun tidak ada kepastian, berikut ini beberapa teori mengenai hal ini: 

a. Bahasa Ibrani mempunyai banyak kata jamak, yang sering digunakan sebagai penekanan 
makna. Yang cukup dekat dengan hal ini adalah suatu hal ketata-bahasaan Ibrani saat ini yang 
disebut "jamak dari kemuliaan", dimana bentuk jamak digunakan untuk membesarkan suatu 
konsep. 

b. Hal ini mungkin menunjuk kepada sidang para malaikat, yang ditemui oleh Allah di dalam 
surga, dihadapan tahtaNya. (lih I Raj 22:19-23; Ayb 1:6; Maz 82:1; 89:5,7). 

c. Barangkali hal ini bahkan bisa mencerminkan perwahyuan PB dari satu Allah dalam tiga 
pribadi. Dalam Kej 1:1 Allah mencipta; Kej 1:2 Roh menyelubungi dan dari PB Yesus adalah 
pelaksana penciptaan (lih. Yoh 1:3,10; Rom 11:36; I Kor 8:6; Kol 1:15; Ibr 1:2; 2:10) 



33 



D. YHWH 

1. Ini adalah nama yang mencerminkan keTuhanan sebagai Allah pembuat perjanjian; Allah sebagai 
juru selamat, penebus! Manusia melanggar perjanjian, tapi Allah loyal kepada Firman, janji, dan 
persetujuanNya (Maz 103). Nama ini disinggung pertama kali dalam kembinasi dengan Elohim 
dalam Kej 2:4. Tidak ada dua kisah penciptaan dalam Kej 1-2, namun ada dua penekanan: (1) 
Allah sebagai pencipta semesta (badaniah) dan (2) Allah sebagai pencipta khusus kemanusiaan. 
Kejadian 2:4 memulai perwahyuan khusus mengenai posisi dan maksud yang istimewa dari 
kemanusaan, dan juga masalah dosa dan pemberontakan yang berhubungan dengan posisi unik 
tersebut. 

2. Dalam Kej 4:26 dikatakan "orang mulai memanggil nama Tuhan" (YHWH). Namun demikian, 
Kel 6:3 menunjukkan bahwa umat perjanjian yang terdahulu (para nenek moyang beserta keluarga 
mereka) mengenai Allah hanya sebagai El-Shaddai. Nama YHWH diterangkan hanya satu kali 
dalam Kel 3:13-16, khususnya ay .4. Namun demikian, penulisan dari Musa sering menafsirkan 
kata-kata berdasarkan kata yang sedang populer, bukan etimologi (lih Kej 17:5; 27:36; 29:13-35). 
Ada beberapa teori mengenai arti dari nama ini (diambil dari IDB, vol 2, hal 409-11). 

a. dari akar bahasa Arab, "menunjukkan cinta yang membara" 

b. dari akar bahasa Arab, "meniup" (YHWH sebagai Allah badai) 

c. dari akar bahasa Urgatic (bahasa Kanaan), "berkata" 

d. mengikuti prasasti phoenix, sebuah bentu kata causative participle berarti "Yang menopang" 
atau "Yang menegakkan" 

e. dari bahasa Ibrani Qal dari "la yang ada," atau "la yang hadir" (dalam bentuk yang akan 
datang, "la yang akan ada) 

f. dari bahasa Ibrani Hiphil dari "la yang menyebabkan terjadi" 

g. dari akar bahasa Ibrani "hidup" (mis. Kej 3:20), berarti "la yang selalu hidup, satu-satunya 
yang hidup)" 

h. dari konteks Kel 3:13-16 suatu permainan pada bentuk IMPERFECT digunakan dalam arti 
PERFECT, "Aku akan terus menjadi apa yang aku pernah jadi" atau "Aku akan terus menjadi 
apa yang aku selalu jadi" (lih. J.Wash Watts, Penelitian Sintaksis dalam Perjanjian Lama, 
hal. 67. Nama lengkap YHWH sering dinyatakan dalam suatu singkatan atau dalam format 
aslinya. 

(1) Yah (mis. Hallelu - yah) 

(2) Yahu (nama-nama, mis. Yesaya) 

(3) Yo (nama-nama, mis Yoel) 

3. Dalam Yudaisme dikemudian hari nama perjanjian ini menjadi sedemikian kudusnya (singkatan 
empat huruf terebut) sehingga orang-orang Yahudi takut untuk mengatakannya, untuk 
menghindari kesalahan dan pelanggaran perintah dalam Kel 20:7; Ul 5:11 6:13. Hingga mereka 
menggantikanNya dengan istilah Ibrani "pemilik, "tuan", "suami", "Tuhan" — adon atau adonai. 
(tuanku). Ketika tiba pada YHWH dalam pembacaan tentang naskah PL, mereka menyebutnya 
"tuan". Inilah sebabnya YHWH ditulis sebagai Tuhan dalam terjemahan bahasa Inggris. 

4. Sebagaimana dengan El, sering YHWH dibagungkan dengan istilah lain untuk menekankan 
karakteristik tertentu dari Allah Perjanjian Israel. Ada banyak kemungkinan kombinasi istilah 
istilah tersebut, berikut ini beberapa di antaranya: 

a. YHWH - Yireh (YHWH akan menyediakan), Kej 22: 14 

b. YHWH - Rofeka (YHWH penyembuhmu), Kel 15:26 

c. YHWH - Nissi (YHWH panjiku), Kel 17: 1 

d. YHWH - Mekadishkem (YHWH Yang menyucikanmu) Kel 3 1 : 3 

e. YHWH - Shalom (YHWH adalah Damai) Hak 6 : 24 

f. YHWH - Sabbaoth (YHWH semesta alam), I Sam 1:3,11; 4:4, 15:2; sering dalam Nabi-nabi) 

g. YHWH - Roi (YHWH gembalaku), Maz 23: 1 

h. YHWH - Sidkenu (YHWH kebenaranku), Yer 23:6 
i. YHWH - Syama (YHWH ada di sana), Yeh 48:35 

34 



NASKAH NASB (UPDATE) : 1:9-11 



9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan 
menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang 
diberikan oleh Yesus. ' ° Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku 
suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, ' ' katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di 
dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke 
Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia." 

1:9-20 Ini merupakan penglihatan Yohanes tentang kebangkitan, kenaikan, Kristus yang dimuliakan. Penjelasan 
yang sama digunakan untuk ketujuh jemaat (pasal 2-3). Yohanes menunjukkan identifikasi-Nya dengan para 
pembaca dengan (1) menggunakan istilah "saudaramu" dan (2) menyebutkan pengalaman penderitaannya, 
kerajaan Allah, dan ketekunan. Istilah-istilah kunci - penderitaan, kerajaan Allah, dan ketekunan - juga adalah 
contoh kehidupan Yesus yang ditiru pembaca seperti Yohanes. (lih. Yoh. 16:33, Kis. 14:22, Roma 8:17). 
Salah satu alasan interpreter Barat modern tidak memahami kitab Wahyu adalah karena tidak pernah 
mengalami penganiayaan dan penghakiman oleh dunia Romawi abad pertama. Wahyu adalah firman Tuhan bagi 
orang-orang percaya yang disakiti, hampir mati, dan ketakutan. 

1:9 "Sekutumu dalam kesusahan" Lihat catatan pada 7:14. 

□ "Berada di pulau yang bernama Patmos" Bangsa Romawi menggunakan pulau-pulau kecil di lepas pantai 
Asia Kecil untuk mengasingkan para tahanan politik (lih. Tacitus Annals, 3,68, 4:30, 15,71). Rupanya Yohanes 
dibuang ke pulau kecil ini, 37 mil dari Miletus. Pulau tersebut berbentuk sabit, menghadap ke timur, panjang 
sepuluh mil dan lebar enam mil 

□ "Karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus" Ada dua kemungkinan penafsiran untuk 
kalimat ini. Bisa menunjuk untuk (1) Yohanes memberitakan Injil atau (2) Yohanes menerima wahyu itu. Kami 
memiliki beberapa referensi sejarah pembuangan politikal Yohanes. 

1 . Tertullian, On the Prescription of Heretics, 36 

2. Origen, Homilies on Matthew 

3. Clement of Alexandria, The Rich Man's Salvation, 47 

4. Eusebius, Ecclesiastical History, III.20.8-9; dan (4) Jerome, Concerning Illustrious Men, 9. 

1:10 "Aku dikuasai oleh Roh" Ini adalah ungkapan khusus yang menandai penglihatan yang berbeda yang 
diterima Yohanes. (lih. 1:10; 4:2; 17:3; 21:10). Tampaknya merujuk pada negara trans seperti yang diberikan 
dalam wahyu (lih. Kis 10:10; 22:17; II Kor. 12:1). Ini adalah karakteristik dari literatur apokaliptik Yahudi. 

□ "Pada hari Tuhan" ini adalah satu-satunya referensi dalam Alkitab, yang menggunakan frase ini yang 
merujuk pada hari Minggu. Hari minggu disebut sebagai "hari pertama dari satu minggu" dalam Yohanes 20:19, 
Kis. 20:07 dan I Kor. 16:02. 

□ "Seperti bunyi sangkakala" frase ini digunakan dalam konteks Allah memberikan Sepuluh Perintah Allah 
di Gunung Sinai (lih.Kel. 19:16). Namun, karena ay. 12a dan 4:1, maka mungkin mengacu pada suara malaikat. 
Malaikat sebagai Mediator adalah karakteristik dari literatur apokaliptik Yahudi. Wahyu berbicara lebih banyak 
tentang malaikat daripada kitab PB lainnya. 

1:11 "dalam sebuah kitab" Ini adalah istilah Yunani biblion. Digunakan dalam arti sebuah buku kecil atau 
gulungan kitab. Kemudian menjadi istilah teknis untuk naskah atau kitab. Yohanes diperintahkan untuk 
menuliskan penglihatan-nya. Yaitu Allah yang mengungkapkan dirinya. Bukan untuk keuntungan pribadi 
Yohanes, tetapi bagi Jemaat. Salah satu ciri literatur apokaliptik yaitu bahwa itu adalah genre penulisan yang 
sangat terstruktur, tidak diberikan secara lisan, seperti nubuatan dalam PL. Sebuah kitab atau gulungan kitab 

35 



terjadi berulang kali dalam literatur apokaliptik Yahudi sebagai cara untuk menyampaikan pesan bagi pembaca 
yang akan datang. 

□ "Kirimkanlah kepada ketujuh jemaat" Urutan gereja-gereja ini mengikuti rute pos Romawi yang dimulai 
dan berakhir di Efesus. Surat edaran Paulus dikenal sebagai "Efesus" mungkin telah melakukan rute perjalanan 
yang sama. Wahyu Allah tidak pernah untuk individu saja, tetapi untuk umat Allah, tubuh Kristus 

□ Terjemahan King James menambahkan frasa "Aku adalah Alfa dan Omega" lagi, tapi tidak ada dukungan 
naskah kuno Yunani untuk frasa dalam ayat ini. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 1:12-16 

12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, 
tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas; 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa 
Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang 
dari emas 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala 
api. 1S Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau 
air bah 16 Dan di tangan kanan-Nya la memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang 
tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. 



1:12 "Aku melihat tujuh kaki dian dari emas" Ini tidak merujuk pada Menorah (tujuh-tangkai tempat lilin) 
yang ada di Kemah Suci (lih.Kel. 25:31-40) atau kaki dian di Zak. 4:2. Kaki dian tunggal yang terpisah adalah 
cara simbolis mengacu kepada ketujuh jemaat (lih. 1:20; 2:1). 

1:13-18 Dalam deskripsi tentang Yesus ini banyak dari gambarnya yang mungkin memiliki dua latar belakang 
OT: (1) YHWH, tetapi juga (2) malaikat dalam Dan. 10. 

1:13 

NASB "seorang serupa anak manusia" 

NKJV "seorang serupa anak manusia" 

NRSV "seorang serupa anak manusia" 

TEV "tampak seperti seorang manusia" 

NJB "seorang serupa anak manusia" 

Perhatikan variasi dalam huruf besar. Alasannya adalah ambiguitas istilah tersebut. Dalam Perjanjian Lama 
itu merupakan frase deskriptif bagi manusia (lih. Maz. 8:4; Yeh. 2:1). Namun, juga digunakan di Dan. 7:13 dan 
mungkin Yeh. 1:26 untuk merujuk kepada Mesias sebagai manusia, yang diasumsikan sebagai Tuhan karena 

1 . la muncul di hadapan Allah 

2. Dia naik di atas awan-awan di langit 

3. Kepadanya diberikan kerajaan yang kekal. 

Yesus menggunakan istilah ini untuk merujuk kepada diri-Nya sendiri karena tidak ada penggunaan rabinis, 
tidak ada konotasi nasionalisme atau militeristik. Ini mengkombinasikan pribadi Yesus sebagai manusia dan Allah 
(lih. I Yohanes 4:1-3; Yohanes 1:1-2,14). 

Perhatikan bahwa NRSV dan NKJV mencatat kata "the" sementara NASB, TEV, dan JB mencatat kata "a". 
Tidak ada PASAL yang pasti dalam teks Yunani (lih. Dan. 7:13, Ibr 1:2; 3:6; 5:8; 7:28). Namun, kenyataan 
bahwa itu adalah sebuah sebutan yang membuatnya pasti. Ketidakjelasan tersebut mungkin memiliki tujuan (salah 
satu aspek tulisan Yohanes). Yesus adalah manusia yang sebenarnya dan juga Mesias yang Ilahi. 

□ "berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari 
emas" frasa ini telah dipahami dalam beberapa cara. 

1. sebagai referensi untuk Imam Besar (lih.Kel 28:4;. 29:5, Im. 16:4 dan Zak. 3:4) 

2. sebagai referensi untuk orang kaya dari sebuah kerajaan (lih. I Sam 18:24;. 24:12 dan Yeh. 26:16) 

3. sebagai penglihatan malaikat penterjemah yang mulia di Dan. 10:5-21, yang mungkin menandakan Yesus 
sebagai pembawa pesan Allah. 

36 



Josephus, dalam bukunya, Antiquities of the Jews 111.7.2,4, mengatakan bahwa Imam Besar memakai ikat 
pinggang berlilitkan emas. Oleh karenanya, Yesus adalah Imam Besar dari tempat kudus surgawi (lih. Ibr 8:1-13; 
Maz. 110). 

1:14 "Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah" ini merupakan acuan bagi hari-hari 
Kuno dalam Daniel 7:9. Ini adalah contoh dari penulis PB yang menghubungkan gelar dan deskripsi YHWH 
kepada Yesus, menekankan ketuhanan Yesus 

□ "Matanya bagaikan nyala api" ini melambangkan penetrasi pengetahuan-Nya (lih. Dan 10:6; Why. 2:18; 
19:12). 

1:15 

NASB "mengkilap bagaikan tembaga, yang membara di dalam perapian" 

NKJV "seperti tembaga halus, yang membara di dalam perapian" 

NRSV "mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian" 

TEV "seperti perunggu yang telah disempurnakan dan dipoles" 

NJB "mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian" 

Kata tembaga (chalkolibanori) yang tertulis disini tidak pasti. Kuningan adalah istilah yang terkait, chalkos 
(lih. Mat. 10:9; I Kor. 13:1; Why. 18:22). Digunakan di Yeh. 1:7 untuk kaki kerubiun dan di Dan. 10:6 untuk 
malaikat. Kaki Yesus dijelaskan dalam istilah-istilah yang sama (lih. 1:15; 2:15) untuk menunjukkan asal surgawi 
atau karakter keagungan-Nya 

NASB, NKJV, 

NRSV "Suaranya bagaikan desau air bah" 

TEV "terdengar suara seperti air terjun menderu" 

NJB "suara seperti suara laut" 

Ini digunakan untuk (1) YHWH dalam Yeh. 1:24; 43:2; (2) sayap kerubim dari Yeh. 1:24; dan mungkin (3) 
malaikat di Dan. 10:6. Rupanya itu adalah simbol dari suara berwibawa seseorang yang berasal dari surgawi (lih. 
14:2; 19:6). 

1:16 "Di tangan kanan-Nya la memegang tujuh bintang" frasaini diulang dalam 1:16,20; 2:1; 3:1. Hal ini 
menunjukkan perhatian khusus Yesus bagi jemaat-jemaat lokal-Nya. 

□ "dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua" Hromphaia mengacu pada Thracian 
yang besar, pedang yang dibawa tentara Romawi. Metafora ini muncul dalam Perjanjian Lama di Yes. 11:4; 49:2. 
Ini melambangkan (1) perang (lih. 2:16; 6:8) dan (2) kekuatan firman Allah, terutama penghakiman (lih. 2:12; 
19:15,21; II Tesalonika 2:8). Ibrani 4:12 menggunakan jenis lain dari pedang (machaira), tetapi idenya sama - 
kekuatan firman Allah 

□ "wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik" Sebuah frasa yang sama digunakan untuk 
menggambarkan malaikat di Dan. 10:6 dan Wahyu 10:1. Dalam Dan. 12:3 (lih. Mat. 13:43) itu adalah simbol 
kebangkitan Allah kebenaran. Yesus digambarkan dalam hal serupa di transfigurasi-Nya (lih. Mat. 17:2) 

NASKAH NASB (UPDATE) : 1:17-20 



17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi la 
meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 



dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang 
segala kunci maut dan kerajaan maut. "Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang 
maupun yang akan terjadi sesudah ini. 20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku 
dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah 
ketujuh jemaat." 

37 



1:17 "tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati" Jenis wahyu ini selalu 
menyebabkan ketakutan bagi manusia untuk menerimanya (lih.Dan. 8:17; 10:9; Yeh. 1:28; 3:23; II Baruch 21:26; 
IV Ezra 5:14). Ini adalah hal yang luar biasa untuk dunia roh supernatural untuk menyingkap diri nya kepada 
manusia. 

□ "la meletakkan tangan kanan-Nya di atasku" sikap ini menunjukkan kepedulian dan perhatian Yesus 
kepada umat-Nya (lih. Dan. 8:18, 10:10, 18). 

□ "Jangan takut" Ini adalah PRESENT IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE, umumnya berarti 
menghentikan tindakan yang sudah dalam proses. Manusia takut akan alam supranatural (lih. perkataan Yesus 
dalam Mat. 14:27, 17:7, 28:10, Markus 6:50, 5:10 Lukas; 12:32, Yohanes 6:20 dan kata-kata malaikat dalam Mat. 
28:5; 1:13,30 Lukas; 2:10 

□ "Aku adalah yang awal dan yang akhir" Biasanya mengacu kepada YHWH (lih. Yes. 41:4, 44:6, 48:12), 
tapi di sini digunakan untuk Kristus yang dimuliakan (lih. Ay. 8 ). Ini adalah setara dengan frase 'Alfa dan 
Omega" Lihat catatan pada ay. 4 dan 8 

1:18 

NASB, NRSV "Yang hidup" 

NKJV "Akulah Dia yang hidup" 

TEV "Akulah yang hidup!" 

NJB "Aku adalah yang hidup" 

Ini merupakan kiasan untuk nama perjanjian Allah, YHWH, yang berasal dari kata Ibrani "menjadi" (lih.Kel 
3:14). Lihat Topik Khusus: Nama-nama Tuhan di 1:8. Dia adalah yang hidup, satu-satunya yang hidup (lih.Dan 
12:7). Sekali lagi, penulis PB menggunakan sebutan dalam Perjanjian Lama bagi Allah untuk menggambarkan 
Yesus. Sangat mirip dengan Yesus yang menggunakan nama YHWH untuk diri-Nya dalam Yohanes 8:58 

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya" Kebangkitan adalah: 

1. Tanda persetujuan Bapa (lih. Kis 2:24; 3:15; 4:10; 5:30; 10:40; 13:30,33,34,37; 17:31; Roma 4:24; 10:9; 
IKor. 6:14; 15:15; Ef. 1:20; Kol 2:12; Ibrani. 13:20; I Pet. 1:21) 

2. demonstrasi kuasa Roh Kudus (lih.Rm. 8:1 1) 

3. demonstrasi kekuatan pribadi Yesus (lih. Yohanes 10:11,15,17,18) 

Hal ini mengacu pada kematian Yesus mungkin juga cara untuk menghalangi nabi-nabi palsu Gnostik yang 
menyangkal kemanusiaan-Nya 

□ "Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" Orang-orang Yahudi melihat kematian sebagai 
penjara dengan gerbang (lih. Ayub 38:17; Maz. 9:13; 107:18; Yes. 38:10; Mat. 16:19). Kunci adalah metafora 
untuk otoritas. Ini adalah simbol otoritas Yesus atas kematian bagi diriNya dan pengikut-Nya (lih. 5:9-10; I Kor. 
15) 

NASB, NKJV, 

NRSV, NJB "Hades" 

TEV "dunia orang mati" 

The King James Version menerjemahkannya sebagai "neraka," tapi ini adalah kebingungan terjemahan 
bahasa Inggris dari kata Yunani, Hades dan Gehenna. Hades sesuai dengan kata PL Sheol (lih. 6:8; 20:13-14). 
Dalam PL manusia digambarkan sebagai turun ke bumi di mana mereka dikumpulkan dalam keluarga. Suatu 
kesadaran namun tanpa adanya sukacita. Perlahan-lahan Tuhan mulai mengungkapkan lebih dan lebih banyak lagi 
(wahyu progresif) tentang kehidupan setelah kematian atau akhirat. Para rabi menyatakan bahwa ada divisi orang 
tentang benar (surga) dan orang jahat (neraka) di Sheol (lih. Luk. 23:43). Alkitab sangat lengkap rincian akhirat. 

38 



Berbicara secara metafora tentang surga (yaitu, jalan-jalan yang terbuat dari emas, kota seluas 1.500 kilometer 
kubik, tidak ada pintu tertutup, dll) dan neraka (api, kegelapan, cacing-cacing, dll) 



TOPIK KHUSUS: KEMANA ORANG MATI PERGI? 

I. Perjanjian Lama 

A. Semua manusia menuju ke She'ol (etimologi tidak pasti), merupakan cara yang mengacu pada kematian 
atau kuburan, kebanyakan dalam literature hikmat dan Yesaya. Dalam Perjanjian Lama itu adalah 
negeri yang kelampekat, kacau balau, tidak ada sukacita (lih.Ayub 10:21-22; 38:17; Mzm 107:10,14).. 

B. She 'ol ditandai dengan 

1. terkait dengan penghakiman Allah (api), Ul. 32:22 

2. terkait dengan hukuman bahkan sebelum hari kiamat, Maz. 18:4-5 

3. terkait dengan Abaddon (kebinasaan), tetapi juga terbuka dihadapan Allah, Ayub 26:6; Maz. 139:8; 
Amos 9:02 

4. terkait dengan "Pit" (kuburan), Maz.16: 10; Yes. 14:15; Yeh. 31:15-17 

5. orang jahatturun dalam keadaan hidup ke She'ol, Bil. 16:30,33; Maz. 55:15 

6. sering dipersonifikasikan sebagai binatang dengan mulut besar, Bil. 16:30; Yes. 5:14; 14:9; Hab. 
2:5 

7. orang-orang di sana disebut Shades, Yes. 14:9-1 1) 

II. Perjanjian Baru 

A. Kata Ibrani She'ol diterjemahkan oleh orang Yunani sebagai Hades (dunia gaib) 

B. Hades ditandai dengan 

1 . mengacu pada kematian, Mat. 16:18 

2. terkait dengan kematian, Wahyu 1:18; 6:8; 20:13-14 

3. sering analogi dengan tempat hukuman tetap (Gehenna), Mat. 11:23 (kutipan PL); Lukas 10:15; 
16:23-24 

4. sering analogi dengan kuburan, Lukas 16:23 

C. Mungkin dibagi (rabi) 

1. bagian orang benar disebut surga (sebenarnya nama lain dari surga, lih. II Kor.l2:4; Why.2:7), 
Lukas 23:43 

2. bagian orang jahat disebut Tartarus, II Pet. 2:4, di mana itu adalah tempat kepunyaan malaikat 
jahat (lih.Kejadian 6; I Henokh) 

D. Gehenna 

1. Mencerminkan frase PL, "lembah bani Hinom," (selatan Yerusalem). Ini adalah tempat di mana 
dewa api Fenisia, Molech disembah oleh pengorbanan anak (lih. II Raj. 16:3, 21:6; II Taw. 28:3, 
33:6), yang dilarang dalam Im. 18:21; 20:2-5 

2. Yeremia merubahnya dari tempat penyembahan berhala menjadi sebuah sisi penghakiman YHWH 
(lih.Yer 7:32; 19:6-7). Ini menjadi tempat nyala api, penghakiman kekal dalam I Henokh 90:26-27 
dan Sib. 1:103. 

3. Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus begitu terkejut dengan ikut sertanya nenek 
moyang mereka dalam ibadah penyembahan berhala dengan mengorbanan anak, kemudian 
mereka merubah daerah ini menjadi tempat pembuangan sampah di Yerusalem. Banyak dari 
metafora Yesus bagi penghakiman kekal datang dari timbunan ini (api, asap, cacing, bau, lih. 
Markus 9:44,46). Istilah Gehenna hanya digunakan oleh Yesus (kecuali dalam Yakobus 3:6). 

4. Penggunaan Yesus untuk Gehenna 

a. Api, Mat. 5:22; 18:9; Markus 9:43 

b. kekal, Markus 9:48 (Mat. 25:46) 

c tem,pat kebinasaan (baik jiwa dan tubuh), Mat. 10:28 

d. pararel dengan She'ol, Mat. 5:29-30; 18:9 

e. menyebut orang fasik sebagai "anak neraka," Mat. 23:15 

f. Hasil kalimat peradilan, Mat. 23:33; Lukas 12:5 

39 



g. konsep Gehenna pararel dengan kematian kedua kalinya (lih. Rev 2:11; 20:6,14) atau dalam 
lautan api (lih. Matt. 13:42,50; Wahyu 19:20; 20:10 ,14-15; 21:8). Mungkin lautan api 
menjadi tempat tinggal permanen bagi manusia (dari She'ol) dan malaikat jahat (dari Tartarus, 
H Pet 2:4; Yudas 6 atau jurang, lih. Lukas 8:31; Wahyu 9 :1-10; 20:1,3). 

h. Tidak dirancang untuk manusia, tetapi untuk setan dan malaikatnya, Mat. 25:41 
E. Hal ini dimungkinkan, karena tumpang tindih pengertian She'ol, Hades, dan Gehenna itu 

1 . Awalnya semua manusia menuju ke She'ol / Hades 

2. pengalaman mereka di sana (baik atau buruk) diperburuk setelah hari kiamat, tetapi tempat orang 
fasik tetap sama (inilah alasan mengapa KJV menerjemahkan hades (kuburan) sebagai Gehenna 
(neraka) 

3. hanya naskah PB menyebutkan siksaan sebelum Penghakiman adalah perumpamaan Lukas 16: 19- 
31 (Lazarus dan Orang Kaya). She'ol juga digambarkan sebagai tempat hukuman sekarang (lih. 
Ul. 32:22; Maz. 18:1-5). Namun, tidak dapat membangun doktrin di sebuah perumpamaan. 

III. Pernyataan Intermediate antara kematian dan kebangkitan 

A. PB tidak mengajarkan "keabadian jiwa," yang merupakan salah satu pandangan kuno tentang 
kehidupan setelah kematian. 

1 . jiwa manusia sudah ada sebelum kehidupan secara fisik 

2. jiwa manusia kekal sebelum dan sesudah kematian fisik 

3. tubuh fisik sering dilihat sebagai sebuah penjara dan kematian mengembalikannya kembali ke 
keadaan sebelum-ada 

B. petunjuk PB pada keadaan tanpa tubuh antara kematian dan kebangkitan 

1. Yesus berbicara tentang pembagian antara tubuh dan jiwa, Mat. 10:28 

2. Abraham mungkin memiliki tubuh sekarang, Markus 12:26-27; Lukas 16:23 

3. Musa dan Elia memiliki tubuh fisik di transfigurasi, Mat. 17 

4. Paulus menegaskan bahwa pada Kedatangan jiwa yang Kedua bersama dengan Kristus akan 
mendapatkan tubuh pertama mereka yang baru, II Tesalonika. 4:13-18 

5. Paulus menegaskan bahwa orang percaya akan mendapat tubuh rohani mereka yang baru pada 
Hari Kebangkitan, I Kor. 15:23,52 

6. Paulus menegaskan bahwa orang percaya tidak pergi ke Hades, tetapi pada kematian bersama 
dengan Yesus, II Kor. 5:6,8; Fil. 1:23. Yesus mengalahkan maut dan membawa orang-orang benar 
ke surga bersama-Nya, I Pet. 3:18-22 

IV. Surga 

A. Istilah ini digunakan dalam tiga arti di Alkitab 

1 . Atmosfir di atas bumi, Kejadian 1:1,8; Yes. 42:5 ; 45 : 1 8 

2. langit yang berbintang, Kejadian 1 : 14; Ul. 10: 14; Maz. 148:4; Ibr. 4: 14; 7:26 

3. tempat takhta Allah, Ul. 10:14; I Raj. 8:27; Maz. 148:4; Ef. 4:10; Ibr. 9:24 (surga ketiga, II Kor. 
12:2) 

B. Alkitab tidak mengungkapkan banyak tentang akhirat. Mungkin karena manusia yang jatuh tidak 
mengerti cara atau kapasitas untuk memahami (lih. II Kor. 2:9). 

C. Surga adalah tempat (lih.Yohanes 14:2-3) dan pribadi (lih. II Kor. 5:6,8). Surga mungkin adalah 
Taman Eden yang dipulihkan (Kej. 1-2; Why. 21-22). Bumi akan dibersihkan dan dipulihkan (lih. Kis 
3:21; Roma 8:21; II Pet. 3:10). Gambar Allah (Kej. 1:26-27) dipulihkan dalam Kristus. Sekarang 
persekutuan intim Taman Eden sudah memungkinkan lagi. Namun, ini mungkin metafora (surga 
sebagai kota berbentuk kotak yang besar dari Wahyu rohani sebagai benih untuk tanaman dewasa. 
Sekali lagi I Kor. 2:9 (kutipan dari Yes 64:4 dan 65:17) adalah sebuah janji yang besar dan 
pengharapan! Aku tahu bahwa ketika kita melihat-Nya kita akan menjadi seperti Dia (lih.I Yoh 3:2). 

V. Sumber yang membantu. 

B. William Hendriksen, The Bible On the Life Hereafter 

C. Maurice Rawlings, Beyond Death 's Door 2 1 :9-27) dan tidak harfiah. I Korintus 15 menjelaskan 
perbedaan antara tubuh fisik dan tubuh 



40 



1:19 frasa ini telah digunakan sebagai pola untuk menafsirkan kitab Wahyu. Hal ini terlihat baik sebagai dua 
bagian atau tiga bagian penglihatan. Ungkapan Yunani adalah deskripsi ganda dari apa yang sekarang ini dan apa 
yang akan terjadi. Yohanes sedang berbicara pada masanya juga untuk masa depan. Kitab ini menggabungkan 
kedua aspek dalam arti tradisional kenabian kejadian terkini menggambarkan peristiwa eskatologis. Kitab ini 
membahas masa penganiayaan Yohanes dan penindasan di segala masa tetapi juga akhirnya penganiayaan 
terhadap akhir zaman anti-Kristus (lih.Dan. 9:24-27; II Tesalonika 2). 

1:20 "Rahasia ketujuh bintang" Istilah (rahasia bintang) digunakan dalam beberapa arti oleh Paulus, 
semuanya berhubungan dengan kekekalan, tetapi tersembunyi rencana Allah bagi keselamatan manusia, yaitu 
orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi bersatu menjadi satu tubuh baru dalam Kristus (lih.Ef 2:11-3:13). 
Namun di sini, tampaknya digunakan sehubungan dengan tujuh jemaat Yesus yang disebut dalam pasal 2 dan 3. 
Dari ayat 20 jelas bahwa tujuh roh, tujuh bintang, tujuh kaki dian dari emas, dan tujuh malaikat semua adalah 
simbolis dari tujuh jemaat. Istilah ini digunakan sama dengan makna tersembunyi ke simbol di 17:7. Lihat catatan 
dan Topik Khusus di 10:7. 

□ "malaikat" Istilah Bahasa Yunani (aggelos) dan bahasa Ibrani (Malak) dapat diterjemahkan "utusan" atau 
"malaikat". Ada beberapa teori mengenai identitas mereka.: 

1 . ada yang mengatakan mereka adalah tujuh roh yang disebut dalam ayat 4 

2. yang lain mengatakan mereka adalah para pendeta dari jemaat-jemaat ini (lih.Mal. 2:7) 

3. yang lain mengatakan itu merujuk kepada malaikat penjaga jemaat-jemaat ini (lih.Dan. 10:13,20,21) 
Yang terbaik adalah mereka melihat gereja-gereja secara keseluruhan, apakah dilambangkan sebagai seorang 
pendeta atau malaikat. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah Bab 1 memberikan petunjuk tentang cara untuk menafsirkan kitab Wahyu? Jika demikian, apa 
kah itu? 

2. Apakah kitab Wahyu terutama untuk hari-hari tersebut atau hari-hari terakhir? Mengapa? 

3. Mengapa Yohanes membuat begitu banyak kiasan di Perjanjian Lama tetapi tidak pernah mengutip 
langsung darinya? 

4. Mengapa ada begitu banyak gelar yang berbeda yang digunakan untuk Allah dalam pasal ini? 

5. Mengapa gambaran ay. 12-20 digunakan untuk memperkenalkan masing-masing dari tujuh jemaat 
dalam pasal 2 dan 3? 

6. Mengapa Yesus yang dimuliakan digambarkan begitu mirip dengan malaikat di Dan. 10? 



41 



WAHYU 2-3 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Pesan kepada jemaat di 
Efesus 


Jemaat tanpa kasih 


Surat yang pertama 


Pesan kepada jemaat di 
Efesus 


Efesus 


2:1a 


2:1-7 


2:1 


2:1a 


2:1-7 


2:lb-7 




2:2-7 


2:lb-7a 
2:7b 




Pesan kepada jemaat di 
Smirna 


Jemaat yang dianiaya 


Surat yang kedua 


Pesan kepada jemaat di 
Smirna 


Smirna 


2:8a 


2:8-11 


2:8 


2:8a 


2:8-11 


28b- 11 




2:9-11 


2:8b-10 

2:11a 

2:11b 




Pesan kepada jemaat di 
Pergamus 


Jemaat yang berkompromi 


Surat yang ketiga 


Pesan kepada jemaat di 
Pergamus 


Pergamus 


2:12a 


2:12-17 


2:12 


2:12a 


2:12-13 


2:12b-17 




2:13-17 


2:12b-16 

2:17a 

2:17b 


2:14-17 


Pesan kepada jemaat di 
Tiatira 


Jemaat yang korupsi 


Surat yang keempat 


Pesan kepada jemaat di 
Tiatira 


Tiatira 


2:18a 


2:18-29 


2:18 


2:18a 


2:18-29 


2:18b-29 




2:19-29 


2:18b-23 

2:24-28 
2:29 




Pesan kepada jemaat di 
Sardis 


Jemaat yang mati 


Surat yang kelima 


Pesan kepada jemaat di 
Sardis 


Sardis 


3:1a 


3:1-6 


3:1a 


3:1a 


3:1-6 


3:lb-6 




3:lb-6 


3:lb-5 

3:6 




Pesan kepada jemaat di 
Filadelfia 


Jemaat yang setia 


Surat yang keenam 


Pesan kepada jemaat di 
Filadelfia 


Filadelfia 


3:7a 


3:7-13 


3:7 


3:7a 


3:7-13 


3:7b-13 




3:8-13 


3:7b-12 
3:13 




Pesan kepada jemaat di 
Laodikia 


Jemaat yang suam-suam 
kuku 


Surat ketujuh 


Pesan kepada jemaat di 
Laodikia 


Laodikia 


3:14 


3:14-22 


3:14 


3:14a 


3:14-22 



42 



3:14b-22 3:15-22 3:14b-21 

3:22 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. Vii dalam seksi pendahuluan) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

LATAR BELAKANG UMUM 

A. Unit literal ini (pasal 2-3) terhubung ke sebutan PL untuk YHWH digunakan untuk Mesias (lih. 1 : 12-20). 
Ini adalah salah satu cara penulis PB menegaskan keTuhanan-Nya. Mentransfer sebutan dalam Perjanjian 
Lama dan tindakan YHWH kepada Yesus, Mesias yang naik dan dimuliakan. 

B. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebutuhan rohani dari jemaat-jemaat abad pertama, dan dengan 
analogi, semua gereja. Pelayanan Yohanes pada usia tuanya di Asia Minor, terutama di Efesus. Yohanes 
jelas akrab dengan jemaat-jemaat dan kota-kota. Surat-surat ini menampilkan aspek etika kekristenan. 
Mereka adalah panggilan untuk kesetiaan dan kesalehan. Jemaat juga akan dihakimi (lih. II Kor. 5:10). 

C. Ada banyak jemaat di provinsi Romawi di Asia Kecil pada jaman Yohanes. Mengapa penulis hanya 
menulis tujuh diantara mereka? 

1. Ini adalah angka alkitabiah untuk menunjukkan kesempurnaan (lih. Kejadian 1). Ada berbagai 
struktur literal dari angkaTujuh dalam nubuatan Yohanes. 

2. Jemaat-jemaat ini membentuk rate perjalanan, dimulai di Efesus dan berakhir di Laodikia. Itu 
mungkin rate pos kerajaan 

3. Mereka beberapa perwakilan tingkat jenis jemaat yang ditemukan di segala masa dan budaya 

D. Apa signifikansi dari unit literal ini pada masa sekarang? 

1. Beberapa menafsirkan gereja-gereja ini sebagai deskripsi kenabian sejarah Barat dari Pentakosta 
untuk Kedatangan Kedua kali 

a. Efesus = Periode Apostolik, 33-100 Masehi(Pentakosta sampai Yohanes) 

b. Smirna = Periode penganiayaan, 100-313 Masehi (Yohanes sampai Konstantin) 

c. Pergamus = Periode Konstantin, 313-590 Masehi (Konstantin sampai Gregori) 

d. Tiatira = Kepausan Roma, 590-15 17 Masehi (Gregori sampai Luther) 

e. Sardis = Reformasi, 1517-1792 Masehi (Luther sampai Carey) 

f. Filadelfia = Gerakan Misionaris Modern, 1792-1914 Masehi (Carey sampai pengangkatan) 

g. Laodikia = Periode kemurtadan, 1914 Masehi - Parousia (Perang dunia I - Parousia) 

43 



Ini adalah interpretasi grid yang relatif bam yang telah datang untuk mencirikan " premilenialisme 
dispensasional " (yang biasanya melihat Matius 13 paralel dengan 7 jemaat). Namun, tidak ada dalam 
naskah itu sendiri untuk menghargai pandangan ini. Meskipun beberapa aspek sejarah Barat sesuai 
dengan skema ini, namun yang lainnya tidak. Suatu kesombongan untuk menyatakan bahwa Alkitab 
itu ditulis secara khusus untuk menangani hanya budaya barat. Skema tersebut akan bermakna bagi 
khalayak abad pertama. 
2. Beberapa orang menafsirkan jemaat-jemaat ini sebagai contoh yang representatif dari jenis jemaat 
yang ditemukan dalam segala masa dan budaya. 

KESATUAN STRUKTURAL ATAS KETUJUH SURAT 

A. Banyak komentator melihat tujuh struktur elemen hadir dalam ketujuh surat, walaupun tidak semua tujuh 
yang ada di setiap jemaat. 

1. Yesus biasanya menyebutkan "kepada malaikat jemaat menulis . . ." (lih.2:l,8,12,18; 

3:1,7,14). 

2. Deskripsi Yesus diambil dari 1:12-20, dimana gelar dan tindakan YHWH dalam Perjanjian Lama, 
memperkenalkan setiap pesan. 

3. Pengetahuan Yesus tentang jemaat-jemaat, baik positif maupun negatif, "Aku tahu...." (lih.2:2, 
9,13,19; 3:1,8,15). 

4. Yesus mengalamatkan kepada jemaat-jemaat individu dan budaya mereka, peluang geografis dan 
spiritual. 

5. Yesus berbicara tentang kedatangan-Nya yang tiba-tiba, segera akan datang, baik dalam penghakiman 
sementara atau Kedatangan Kedua, (lih.l:l,3; 2:5,16,25; 3:3,11). 

6. Yesus memperingatkan pendengaran rohani dan pengertian, (lih.2:7, 11,17,29; 3:6,13,22). Yesus 
menggunakan "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar" dalam Injil (lih.Mat. 11:15, 13:9, 43;. 
Markus 4:24.) 

7. Yesus menjanjikan penghargaan bagi para pengikut yang setia, (lih.2:7,l 1,17,25-26; 3:4-5,1 1-12,21). 
Ketujuh langkah ini tidak selalu konsisten dalam setiap surat. Perintahnya berubahdan beberapa unsur 
yang tersisa di gereja-gereja tertentu, tetapi secara keseluruhan struktur ini menunjukkan salah satu dari 
beberapa struktur tujuh bagian literal Yohanes. 

KOTA-KOTA DIMANA SURAT-SURAT TERSEBUT DITUJUKAN 

A. Efesus 

1 . Adalah kota terbesar di provinsi Romawi di Asia Kecil. Bukan ibukota, meskipun gubernur Romawi 
tinggal di sana. Itu adalah pusat komersial karena pelabuhan alam yang sangat baik. 

2. Ini adalah kota bebas, yang memungkinkan untuk memiliki pemerintahan lokal dan memiliki banyak 
kemerdekaan, termasuk tidak adanya garnisun tentara Romawi. 

3. Satu-satunya kota yang diizinkan untuk menyelenggarakan permainan Asia 2 tahunan. 

4. Ini adalah tempat Kuil Artemis (Diana dalam bahasa Latin), yang merupakan salah satu dari tujuh 
keajaiban dunia pada masa itu. 425 "x 220" dengan 127 kolom tinggi 60 '; 86 diantaranya disalut 
dengan emas (lihat Pliny's Hist. Nat 36:95). Gambar Artemis diduga sebuah meteor yang menyerupai 
sosok wanita berpayudara banyak. Ini berarti bahwa ada banyak pelacur ibadat di kota tersebut 
(lih.Kisah Para Rasul 19). Ini adalah sebuah kota multikultural, yang sangat tidak bermoral. 

5. Paulus tinggal di kota ini lebih dari 3 tahun (lih.Kis. 18:18; 20:13). 

6. Tradisi menegaskan bahwa kemudian kota ini menjadi rumah Yohanes setelah kematian Maria di 
Palestina. 

B. Smirna 

1 . Seharusnya didirikan oleh seorang amazon (pemimpin wanita yang kuat) bernama Smirna. Pada masa 
Yohanes itu adalah kota berpenduduk sekitar 200.000. 

44 



2. Terletak di Laut Aegea. Memiliki pelabuhan alam yang ideal dan karena itu pusat komersialnya 
hanya dikalahkan oleh Efesus di Asia Kecil. Ini adalah kota yang sangat kaya. 

3. Kota ini dihancurkan oleh Lidia sekitar tahun 600 SM, tetapi dibangun kembali oleh Lysimicus 
berdasarkan rencana Alexander Agung dimana angin laut meniup setiap jalan. 

4. Ini juga sebuah kota merdeka karena telah membantu tentara Romawi mundur setelah kekalahan 
mereka oleh Mithradates. 

5. Kota ini adalah pusat pemujaan dewi Roma (195 SM) dan menyembah Kaisar. Memiliki kuil pertama 
kepada Kaisar Tiberius (26 Masehi). 

6. Merupakan pusat keagamaan yang memuja Cybele dan panteon Homer. Bahkan ada sebuah tradisi 
Homer lahir di sini. Kuilnya yang banyak terletak di Acropolis disebut Pagos dengan jalan emas 
antara Kuil Zeus dan Cybele. 

7. Memiliki populasi aktif terbesar Yahudi anti-Kristen. 

8. Kota di mana Polikarpus (murid Rasul Yohanes itu) menjadi martir di tahun 155 Masehi. 

C. Pergamus 

1. Adalah kota besar dan kaya di Asia Kecil (sejak 282 SM) walaupun tidak terletak di jalan 
perdagangan utama. 

2. Memiliki perpustakaan terbesar yang membanggakan di dunia Romawi luar dari Alexandria, Mesir. 
Memiliki lebih dari 200.000 gulungan perkamen 

3. Vellum ditemukan di sini. Yaitu kulit binatang yang diproses untuk digunakan menulis. Media 
menulis ini dikembangkan karena Alexandria, Mesir menolak untuk menjual buluh papirus. Hal ini 
terjadi karena raja mereka, Eumenes II (197-159 SM) berusaha untuk mempekerjakan pustakawan 
Aleksandria, Aristophanes. Ketika raja Ptolemian, Epifanes (205-182 SM) dari Alexandria tahu, dia 
ditangkap pustakawan dan diembargo papyrus dari Pergamus. Ada persaingan yang nyata antara dua 
kota pusat belajar. Anthonius kemudian mengirim perpustakaan Pergamus ke Alexandria sebagai 
hadiah untuk Cleopatra. 

4. Ini adalah rumah dokter Galen dan pusat seni penyembuhan Asclepios. Bahkan dikatakan bahwa 
Asclepios adalah "dewa Pergamus". Simbol untuk dewa ini adalah ular. 

5. Kota ini juga memiliki kuil untuk Roma dan Kaisar Augustus (29 Masehi) dan merupakan pusat 
administrasi (neokopros) kultus Kaisar. Sangat terkenal dengan kesetiaannya kepada Roma. 

6. Dikenal karena ibadah dan pertahanan panteon Yunani. Ada Kuil besar untuk Zeus di acropolis yang 
menghadap ke seluruh kota. Berbentuk seperti sebuah takhta (yaitu, takhta Setan). 

D. Tiatira 

1 . Ini adalah kota perdagangan yang berorientasi lebih kecil. Ada banyak catatan jumlah perdagangan 
dan serikat berkembang, masing-masing dengan dewa pelindungnya sendiri. Terletak di jalan utama 
antara Pergamus, Sardis yang dilanjutkan ke Filadelfia dan Laodikia. Saat itu terkenal untuk produk 
wol nya. Lydia (lih.Kisah 16: 14), seorang penjual kain ungu, berasal dari kota ini. 

2. Kota ini diperbesar oleh Seleukus Nicateo, tentara Macedonia yang menetap di sini. 

3. Memiliki beberapa kuil dewa-dewi local 

a. Tyrimnos (Apollo) - dewa matahari 

b. Artemis (Diana) - dewi cinta 

c. Peramal Sambathe - seorang peramal perempuan local 

E. Sardis 

1. Adalah sebuah kota kuno yang besar dan kaya. Selama bertahun-tahun kota itu adalah kota mewah 
ibukota Kekaisaran Lydian karena posisi militer yang luar biasa, 1500 'di atas gunung taji. Disebutkan 
dalam catatan Persia karena Cyrus Agung merebut kota. Hal ini juga disebutkan dalam Obaja ay. 20. 
Sudah sangat menurun pada masa Yohanes. 

2. Dikenal karena produk wol. Prosesnya ditemukan di sini, begitulah mereka mengklaim. 

3. Adalah pusat pemujaan Cybele, dewi ibu. Reruntuhan kuil masih terlihat di akropolis. Penyembahan 
diluar batas ini dikenal dan menyesalkan seluruh Kekaisaran Romawi. 

45 



F. Filadelfia 

1. Terletak di dataran tinggi dan dkelilingi oleh air. Menjadikannya posisi militer yang sangat 
diinginkan. Ini adalah kota yang terbaru dari tujuh kota. Didirikan oleh Attalus II (159-138 sebelum 
Masehi). 

2. Terletak pada rute perdagangan utama ke Sardis dan berkembang. 

3. Terletak di daerah pertanian yang baik, terutama untuk anggur. Dewa Bacchus, atau Dionysus, adalah 
salah satu dewa utamanya. Kota itu juga merupakan daerah gempa aktif dan hancur dalam gempa 
besar tahun 17 Masehi, yang juga menghancurkan 10 kota besar lainnya di daerah tersebut. Namun, 
kejutan berlanjut di daerah ini dan penduduk pindah ke daerah sekitarnya. 

4. Merupakan pusat kultus Kaisar (seperti halnya Smirna dan Pergamus) yang mungkin merupakan 
sumber dari banyak penganiayaan jemaat di provinsi-provinsi. 

5. Adalah pusat utama kebudayaan Helenistik dan mengekspor pengaruhnya secara agresif. Tampaknya 
telah didirikan untuk tujuan ini di perbatasan Misia, Lidia dan Frigia. 

G. Laodikia di sungai Likus 

1. Adalah salah satu dari tiga kota di lembah Sungai Likus (kota-kota lainnya Kolose dan Hierapolis). 
Jemaat-jemaat didirikan di masing-masing tiga kota, mungkin oleh karena pertobatan Paulus, Epafras 
(lih. Kol 1:17; 4:12-13). 

2. Didirikan oleh penguasa Seleukus, Antiokhus II, yang menamakannya istrinya, Laodike, dalam tahun 
250 SM. Terletak di tempat pertahanan militer seperti Filadelfia. 

3. Terletak di sebuah rute timur besar / perdagangan barat. Terkenal sebagai pusat perbankan. 

4. Terletak di daerah pertanian dan pastoral yang subur, terutama cocok untuk membesarkan seekor 
domba hitam khusus yang terkenal di seluruh dunia. Ini pakaian luar hitam yang diproduksi secara 
massal disebut "trimeta." 

5. Memiliki populasi Yahudi yang sangat besar. 

6. Sama seperti Pergamus, merupakan pusat penyembahan dewa penyembuhan Asclepios. Kota ini 
adalah tempat sekolah kedokteran yang terkenal dengan salep telinga dan mata. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 2:1 

1 Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh 
bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 



2:1 "Malaikat" Istilah Ibrani dan Yunani untuk malaikat bisa berarti utusan. Itu bisa mengacu pada (1) pendeta 
(lih. Mai 2:7); (2) malaikat jemaat (lih. Dan 10), Atau (3) semangat unik atau karakter jemaat individu. Kalimat 
yang sama ini setiap memperkenalkan setiap surat (lih.2:l, 8, 12, 18; 3:1, 14). 

□ "Jemaat" Gabungan kata Yunani ekklesia adalah kombinasi dari dua istilah Yunani, "dari" dan 
"memanggil". Digunakan dalam Septuagint untuk menterjemahkan istilah Ibrani, qahal, atau "jemaah Israel". 
Orang Kristen mula-mula menggunakannya untuk menunjuk kepada diri sendiri karena (1) mereka melihat diri 
mereka sebagai umat Allah, sama seperti Israel, dan (2) mereka melihat diri mereka sebagai mahkluk ilahi 
dipanggil oleh Allah baik untuk keselamatan maupun pelayanan. Lihat Topik Khusus di 1 :4. 

□ "yang memegang ketujuh bintang" Ini adalah deskripsi Yesus diambil dari 1:16. Ketujuh Bintang ini 
disebut jemaat-jemaat (lih. 1:20). Istilah "memegang" berbicara tentang memegang dengan penuh keyakinan dan 
teguh (lih.Yoh. 10:28). Tidak ada dan tidak seorangpun yang bisa memisahkan jemaat dari Yesus (lih.Roma 8:31- 
39). Kecuali mereka sendiri menolak untuk bertobat dan mengikuti Dia! 

□ "di tangan kanan-Nya" Ini adalah antropomorfik (berbicara tentang Allah dalam bentuk fisik) metafora 
kekuasaan dan otoritas (lih. 1:16, 17,20; 2:1; 5:1,7). 

□ "berjalan di antara" Metafora antropomorfis ini digunakan dalam Kejadian 3:8 sebagai simbol kehadiran 
Allah diantara manusia (lih.Im. 26:12). 

46 



□ "kaki dian emas" ini tidak mengacu pada Kemah Suci Menorah, tetapi merupakan simbol lain bagi tujuh 
jemaat. 

NASKAH NASB (UPDATE) : 2:2-7 

2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau 
tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut 
dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 
3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun 
demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. s Sebab itu 
ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau 
lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari 
tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 'Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala 
perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan 
apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon 
kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." 

2:2 "Aku tahu" Bentuknya adalah PERFECT ACTIVE INDICATIVE dari oida, tetapi diterjemahkan sebagai a 
PRESENT. Yesus melihat, memahami dan peduli kepada jemaat-Ny a. Perhatian-Nya melibatkan baik penegasan 
maupun disiplin. Kalimat yang sama diulangi dalam semua ketujuh surat (lih.2:2,4,13,19, 3:1,8,15). Latar 
belakang Perjanjian Lama istilah ini berarti keintiman, hubungan pribadi (lih.Kej 4:1; Yer. 1:5). 

□ "segala pekerjaanmu dan jerih payahmu" Ini adalah jemaat yang aktif, tapi mereka melupakan prioritas 
persekutuan dengan Kristus (lih.2:4). Terlalu banyak hal baik yang telah merampas mereka dari yang terbaik (lih. 
Gal 3:1). 

□ "ketekunan" Istilah ini menyiratkan sukarelawan yang aktif, memiliki daya tahan dan sabar. Ini adalah tema 
utama dari kitab (lih.l:9; 2:2,3,19; 3:10; 13:10; 14:12). 

Ketekunan harus diimbangi dengan keamanan (lih.2:7, 11,17,26; 3:5,11-12,21). Kebanyakan kebenaran Alkitab 
disajikan dalam dialektis, tampak paradoks, sepasang. Keduanya sama-sama benar, tetapi tidak benar-benar 
sendirian. Keselamatan adalah awal pertobatan dan iman diikuti oleh gaya hidup pertobatan, iman, ketaatan, 
:>elayanan, dan ketabahan! Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: KETEKUNAN / KELANJUTAN 

Doktrin-doktrin Alkitabiah yang berkaitan dengan kehidupan Kristen sulit untuk dijelaskan karena 
biasanya disajikan dalam khas timur, sepasang dialektik. Pasangan ini tampak bertentangan, namun kedua 
kutub adalah Alkitabiah. Kristen Barat cenderung memilih salah satu kebenaran dan mengabaikan atau 
mendepresiasi kebenaran yang berlawanan. 

1 . Apakah keselamatan adalah keputusan awal untuk percaya Kristus atau komitmen pemuridan seumur 
hidup? 

2. Apakah keselamatan adalah pemilihan dengan cara kasih karunia dari Allah yang berdaulat atau iman 
dan respon pertobatan pada bagian manusia untuk tawaran ilahi? 

3. Apakah keselamatan, sekali diterima, tidak mungkin hilang, atau apakah ada kebutuhan untuk 
ketekunan terus-menerus? 

Masalah ketekunan telah diperdebatkan sepanjang sejarah gereja. Masalahnya dimulai dengan bagian- 
bagian yang tampaknya bertentangan dari PB. 

1 . Naskah sebagai j aminan 

a. Pernyataan Yesus dalam Injil Yohanes (Yohanes 6:37; 10:28-29) 

b. Pernyataan Paulus (Roma 8:35-39; Ef. 1:13; 2:5,8-9; Fil. 1:6;. 2:13; II Tesalonika. 3:3; II Tim. 
1:12; 4:18) 

c. Pernyataan Petrus (I Pet. 1:4-5) 

47 



2. Naskah untuk kebutuhan ketekunan 

a. Pernyataan Yesus dalam Injil Sinoptik (Mat. 10:22; 13:1-9,24-30; 24:13; Markus 13:13) 

b. Pernyataan Yesus dalam Injil Yohanes (Yoh. 8:31; 15:4-10) 

c. Pernyataan Paulus (Rom. 11:22; I Kor. 15:2; II Kor. 13:5; Gal. 1:6; 3:4; 5:4; 6:9; Fil. 2:12; 3:18- 
20;Kol. 1:23; n Tim. 3:2) 

d. Pernyataan penulis Ibrani (2:1; 3:6,14; 4:14; 6:11) 

e. Pernyataan Yohanes (I Yoh. 2:6; II Yoh. 9; Wahyu 2:7,17,20; 3:5,12,21; 21:7) 

Isu-isu keselamatan Alkitabiah dari kasih, anugerah, dan kasih karunia Allah Tritunggal yang berdaulat. 
Tidak ada manusia yang dapat diselamatkan tanpa inisiasi dari Roh Kudus. Tuhan lebih dahulu mengatur 
agenda, dan menuntut manusia untuk merespon dalam iman dan pertobatan, baik awalnya dan 
berkesinambungan. Allah bekerja dengan umat manusia dalam suatu hubungan perjanjian. Ada hak dan 
tanggung jawab! 

Keselamatan ditawarkan kepada semua manusia. kematian Yesus berurusan dengan masalah dosa dari 
ciptaan Allah yang telah jatuh! Allah telah menyediakan jalan dan menginginkan semua yang diciptakant 
menurut gambar-Nya untuk menanggapi kasih-Nya dan ketentuan dalam Yesus. 

Jika Anda ingin membaca lebih lanjut tentang topik ini lihat 

1. Dale Moody, The Word of Truth, Eerdmans, 1981 (hal. 348-365) 

2. Howard Marshall, Kept by the Power of God, Bethany Fellowship, 1969 

3. Robert Shank, Life in the Son, Westcott, 1961 

Alkitab mencatat dua masalah yang berbeda di sink (1) menerima jaminan keselamatan sebagai lisensi 
untuk hidup sia-sia, hidup egois atau (2) mendorong orang-orang yang berjuang dengan pelayanan dan dosa 
pribadi. Masalahnya adalah bahwa kelompok yang salah mengambil pesan yang salah dan membangun sistem 
teologis pada ayat-ayat Alkitab yang terbatas. Beberapa orang Kristen sangat membutuhkan kabar tentang 
jaminan keselamatan, sementara yang lain memerlukan peringatan untuk tetap tekunan! Anda berada di 
kelompok yang mana? 

Ada kontroversi teologis historis yang melibatkan Agustinus versus Pelagius dan Calvin versus Arminius 
(semi-Pelagian). Isu ini melibatkan pertanyaan tentang keselamatan: jika seseorang benar-benar diselamatkan, 
haruskah ia bertekun dalam iman dan menghasilkan buah? 

Calvinis berbaris di belakang naskah-naskah Alkitab yang menegaskan kedaulatan Allah dan memelihara 
kuasa (Yohanes 10:27-30; Roma 8:31-39; I Yohanes 5:13,18; I Pet. 1:3-5) dan VERB TENSES seperti 
PERFECT PASSIVE PARTICIPLES dari Ef. 2:5,8. 

Garis Arminians di belakang naskah-naskah Alkitab yang memperingatkan orang percaya untuk 
"bertahan," "tetap kuat" atau "melanjutkan" (Matius 10:22; 24:9-13, Markus 13:13, Yohanes 15:4-6 ; I 
Korintus 15:02;. Gal. 6:9; Wahyu 2:7,11,17,26; 3:5,12,21; 21:7). Saya pribadi tidak percaya bahwa Ibr. 6 dan 
10 yang berlaku, namun banyak Arminians menggunakannya sebagai peringatan terhadap kemurtadan. 
Perumpamaan seorang penabur dalam Mat. 13 dan Markus 4 mencatat masalah keyakinan yang jelas, seperti 
halnya Yoh. 8:31-59. Sebagai Calvinis mengutip kata kerja PERFECT TENSE VERBS yang digunakan untuk 
menggambarkan keselamatan, Arminians mengutip pasal PRESENT TENSE seperti I Kor. 1:18; 15:2; II Kor. 
2:15. 

Ini adalah contoh sempurna tentang bagaimana sistem teologis melecehkan metode bukti-texting 
penafsiran. Biasanya prinsip bimbingan atau teks kepala digunakan untuk membangun sebuah grid teologis 
oleh semua teks-teks lain yang terlihat. Berhati-hatilah terhadap grid dari sumber manapun. Berasal dari logika 
barat, bukan wahyu. Alkitab adalah kitab timur. Menyajikan kebenaran dalam arti sebenarnya, pasangan yang 
tampaknya paradoks. Orang Kristen dimaksudkan untuk menegaskan keduanya dan menghidupinya. PB 
menyajikan keduanya, baik keamanan orang percaya dan permintaan untuk terus hidup dalam iman dan 
kesalehan. 

Kekristenan adalah respons awal pertobatan dan iman yang diikuti dengan respon terus menerus dalam 
pertobatan dan iman. Keselamatan bukanlah sebuah produk (tiket ke surga atau kebijakan asuransi kebakaran), 
tetapi sebuah hubungan. Ini adalah sebuah keputusan dan pemuridan 



48 



Hal ini dijelaskan dalam Perjanjian Baru di semua VERB TENSES: 

AORIST (tindakan yang sudah selesai), Kis. 15:11; Roma 8:24; H Tim 1:9; Titus 3:5 

PERFECT (tindakan yang sudah selesai dengan hasil yang terus menerus), Ef. 2:5,8 

PRESENT (Tindakan berkelanjutan), I Kor. 1:18; 15:2; II Kor. 2:15 

FUTURE (kejadian masa depan atau peristiwa tertentu), Roma 5:8,10; 10:9; I Kor. 3:15; Fil. 1:28; I Tes. 

5:8-9; Ibr. 1:14; 9:28 



□ "engkau telah mencobai" Istilah Yunani (peiraz ) berarti menguji mayoritas niat baik atau buruk 
(lih.2:2,10; 3:10). Istilah terkait (peirasmos) memiliki konotasi pengujian dengan pandangan ke arah kehancuran. 
Keseimbangannya ditemukan dalam I Yohanes 4:1 di mana orang percaya diuji (dokimaz) dengan maksud 
untuk persetujuan mereka yang mengklaim berbicara atas nama Allah. Panggilan bagi orang percaya untuk 
menguji mereka yang mengklaim berbicara bagi Allah ditemukan dalam kedua Perjanjian (lih. Ul. 13: 1-5; 18:22; 
Mat. 7:15-23; I Yohanes 4:1-6). 

Ada ketegangan dalam PB terkait dengan orang percaya yang saling menghakimi dengan kritis (lih. Mat. 7:1- 
5). Namun, orang Kristen dipanggil untuk mengevaluasi satu sama lain untuk peran-peran kepemimpinan 
(lih.Mat. 7:5,6,15; I Kor. 5:1-12; I Tim. 3; I Yohanes 4: 1-6). Sikap dan motifasi adalah kunci untuk penilaian 
yang tepat (lih.Gal 6:1.; Roma 2:1-11; 14:1-23; Yak. 4 :11-12). 



TOPIK KHUSUS: ISTILAH YUNANI UNTUK "PENGUJIAN" BERIKUT KONOTASINYA 

Ada dua istilah Yunani yang memiliki pengertian menguji seseorang untuk tujuan tertentu. 

1. Dokimazo, dokimion, dokimasia 

Istilah ini adalah istilah metalurgi untuk menguji keaslian sesuatu (penggambaran dari seseorang) oleh 
api. Api ini menyatakan logam yang sesungguhnya dengan membakar habis (memurnikan dari) 
kotoran-kotorannya. Proses alamiah ini menjadi suatu ungkapan yang kuat bagi Allah atau manusia 
yang menguji orang lain. Istilah ini digunakan hanya dalam pengertian positif dari pengujian dengan 
suatu pandangan kepada penerimaan. 
Kata ini digunakan dalam PB untuk menguji: 

a. lembu jantan, Lukas 14:19 

b. diri kita sendiri, I Kor 1 1 :28 

c. iman kita, Yak 1:3 

d. bahkan Allah, Ibr 3:9 

Hasil dari pengujian ini diasumsikan akan positif (lih. Rom 1:28; 14:22; 16:10; II Kor 10:18; 13:3; Flp 
2:27; I Pet 1:7). Oleh karena itu, istilah ini membawa pengertian mengenai seseorang yang telah diuji 
dan terbukti 

a. bernilai tinggi 

b. baik 

c. asli 

d. berharga 

e. terhormat 

2. Peirazo, peirasmos 

Istilah ini memiliki konotasi ujuan untuk maksud mencari kesalahan atau penolakan. Ini sering 
digunakan dalam kaitan dengan pencobaan Yesus di padang gurun. 

a. Kata ini membawa pengertian uantk menjebak Yesus (lih. Mat. 4:1; 16:1; 19:3; 22:18,35; Mar 
1:13; Luk 4:2; 10:25; Ibr 2:18). 

b. Istilah ini {peirazo) digunakan sebagai gelar dari Setan dalam Mat 4:3; I Tes 3:5. 

c. Kata ini (dalam bentuk majemuk, ekpeirazo) digunakan oleh Yesus untuk tidak mencobai Allah, 
(lih. Mat 4:7; Luk 4:12; juga lihat I Kor 10:9) 

d. Kata ini digunakan dalam hubungan dengan godaan dan pencobaan bagi orang-orang percaya (lih. 
I Kor 7:5; 10:9,13; Gal 6:1; I Tes 3:5; Ibr 2:18; Yak 1:2,13,14; I Pet 4:12; II Pet 2:9). 

49 



□ "Mereka yang menyebut dirinya rasul" Penggunaan istilah "rasul" tidak mengacu kepada Dua Belas 
murid, tapi untuk penggunaan istilah yang lebih luas (lih.Kis. 14:14; Roma 16:7; I Kor. 15: 7; Gal. 1:19, Ef. 4:11; 
I Tesalonika. 2:6). PB sering mengalamatkan subyek rasul-rasul atau guru palsu (lih.Mat. 7:15-16;. 24:24, Kis. 
20:29; II Kor. 11:13-15; I Yohanes 4:01 dan seluruh Surat-surat Pastoral). Jemaat ini telah mengidentifikasi 
dengan benar rasul-rasul palsu dan menolak mereka. 

2:3 Jemaat ini setia di tengah-tengah situasi yang sulit, bahkan penganiayaan. Mereka tidak menyangkal Kristus 
atau jemu dalam berbuat baik (lih. Gal 6:9.; Ibr 12:3; Yak.5 :7-8). Lihat catatan di 2:7. 

2:4 

NASB, NKJV "kamu telah meninggalkan kasihmu yang semula" 
NRSV "Kamu telah meninggalkan kasih yang pertama kali kamu miliki" 

TEV "Kamu tidak mengasihiKu sekarang seperti yang kamu lakukan pada awalnya" 

NJB "Kasihmu berkurang sekarang daripada sebelumnya" 

Ada beberapa teori tentang arti ini: 

1. Terjemahan TEV dan Charles Williams menganggap itu berarti cinta bagi Kristus 

2. James Moffatt berasumsi itu berarti cinta untuk satu sama lain 

3. Hershell Hobbs dalam komentarnya mengasumsikan itu berarti cinta yang hilang 

4. J.B. Phillips dalam terjemahannya menggabungkan semua hal di atas 

5. Beberapa orang berpikir hal itu berkaitan dengan masalah orang-orang percaya generasi kedua 
(lih.Hak. 2: 7-10) 

6. Beberapa orang melihatnya sebagai jemaat tanpa cinta dari ortodoksi yang dingin (lih.I Kor. 13) 

2:5 "Ingatlah" ini adalah PRESENT ACTWE IMPERATIVE yang berarti "selalu diingat". Orang percaya sering 
diingatkan untuk mengingat kondisi mereka sebelumnya dalam dosa dan posisi baru mereka dalam kasih karunia 
dan kemurahan Allah melalui Kristus.. 

□ "betapa dalamnya engkau telah jatuh" Ini merupakan PERFECT ACTIVE PNDICATF/E. Meninggalkan 
"kasih mula-mula" mereka telah menjadi suatu kondisi kelalaian yang menetap! 

□ "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" Keduanya adalah AORIST 
ACTIVE IMPERATF/ES. Perhatikan jemaat secara keseluruhan yang dipanggil untuk membuat pertobatan yang 
menentukan (lih.II Taw. 7: 14) dan menjadi aktif dalam kasihnya kepada Kristus, kepada satu sama lain, dan 
kepada yang terhilang. 

Pertobatan itu penting untuk suatu hubungan iman dengan Allah (lih.Mat. 3:2; 4:17; Markus 1:15; 6:12; 
Lukas 13:3,5; Kisah Para Rasul 2:38; 3:19; 20:21 ). Istilah Ibrani berarti perubahan tindakan, sedangkan dalam 
bahasa Yunani itu berarti perubahan pikiran. Pertobatan adalah kemauan untuk berubah dari eksistensi keegoisan 
seseorang untuk kehidupan yang dipimpin dan diarahkan oleh Allah. Ini adalah panggilan untuk berbalik dari 
prioritas dan belenggu diri. Pada dasarnya adalah sebuah sikap baru, pandangan dunia yang baru, tuan yang baru. 
Pertobatan adalah kehendak Tuhan untuk setiap anak manusia yang telah jatuh dari Adam, diciptakan menurut 
gambar-Nya (lih. Yehezkiel 18:21,23,32 dan H Pet. 3:9). 

Pasal PB yang paling mencerminkan istilah Yunani yang berbeda untuk pertobatan adalah II Kor. 7:8-12. 

1. lupe, "kesedihan" or "sedih" ay. 8 (dua kali), 9 (tiga kali), 10 (dua kali), 11 

2. metamelomai, "setelah perawatan," ay. 8 (dua kali), 9 

3. metanoeo, "bertobat" "setelah pikiran," ay. 9, 10. Kontrasnya adalah antara pertobatan palsu 
{metamelomai, lih.Yudas, Mat. 27:3 dan Esau, Ibr. 12:16-17) dan pertobatan sejati (metanoe ■_, 
lih.Petrus, Yoh. 21:15-23; Mat. 26:75; Markus 14:72; Luk. 22:62). 

Pertobatan yang sejati secara teologis terkait dengan (1) pemberitaan Yesus pada kondisi Perjanjian Baru 
(lih.Mat 4:17;. Mrk 1:15; Lukas 13:3,5); (2) khotbah-khotbah Apostolik dalam Kisah para rasul ( kerygma, lih. 
Kis 3:16,19; 20:21); (3) Pemberian Allah yang berdaulat (lih.Kisah Para Rasul 5:31; 11:18 dan II Tim. 2:25).; dan 
(4) kebinasaan (lih. U Pet 3:9). Pertobatan bukanlah pilihan. 

50 



□ "Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu" Ini adalah tema umum dalam kitab ini, Kristus akan 
datang segera (lih.l: 2,3; 2: 5,16; 25; 3:3,11). Dalam Perjanjian Lama kedatangan Allah bisa membawa berkat 
atau penghakiman. Dalam konteks ini Kristus datang untuk mendisiplin jemaat-Nya (lih. I Pet. 4:17)! 

□ "dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya" Kaki dian melambangkan keseluruhan jemaat. 
Mungkin melibatkan penghapusan kehadiran dan berkat Kristus. Seluruh jemaat tidak menghadapi kemurtadan, 
tetapi kehilangan pelayanan yang efektif. Ini juga berlaku untuk jemaat-jemaat Pergamus (lih.2: 16); Tiatira 
(lih.2:22-23); Sardis (lih.3:3), dan Laodikia (lih.3:19). Ada kemungkinan bahwa setiap jemaat-jemaat ini 
dipengaruhi oleh jenis ajaran palsu Nikolaus yang mempromosikan untuk berkompromi dengan budaya berhala. 

2:6 "yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus" Ada banyak spekulasi tentang 
siapa Nikolaus ini dan apa yang mereka percayai. Satu-satunya sumber alkitabiah kita miliki adalah Wahyu 2:6, 
14-15. Spekulasi dimulai awalnya di jemaat sekitar tahun 180 M ketika Irenaeus dan Hippolitus menduga bahwa 
ini adalah pengikut salah satu dari "ketujuh" yang dipilih dalam Kisah 6:5 bernama Nikolaus. Benar-benar tidak 
berdasar. Irenaeus, dalam bukunya, Contra-heresies, 3:11:7, berasumsi bahwa mereka adalah pengikut Kirene 
gnostisisme abad kedua. Eusebius, dalam bukunya, Ecclesiastical History, 3:29:1, mengatakan bahwa sekte ini 
tidak berlangsung lama. 

Dalam 2:14-15, ajaran-ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus serupa. Ada kemungkinan hubungan etimologis 
antara nama-nama mereka dalam bahasa Yunani, artinya "penakluk" dan "orang" (sangat mirip dengan arti nama 
Nikodemus). Yang jelas adalah bahwa keduanya mendorong orang percaya untuk berpartisipasi dalam praktek- 
praktek ibadah ritual berhala yang melibatkan aktivitas seksual. Dalam hal ini Nikolaus dan Balaamites (lih. Bil 
25:1-9;. 31:16-18) sangat mirip dengan ajaran Izebel (lih. 2:20) 

2:7 "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat " 

Peringatan ini diulang di seluruh surat-surat kepada ketujuh jemaat (lih. 2:7,11,17,29; 3:6,13 , 22). Itu adalah 
kalimat yang berasal dari kata-kata Yesus (lih.Mat. 11:15; 13:9,43). Kebenaran spiritual harus ditanggapi oleh 
pikiran dan tangan. Mirip dengan istilah Ibrani Shema, "mendengar untuk melakukan" (lih. Ul. 5:1;. 6:4; 9:1; 
20:3; 27:9-10). 

□ "Jemaat-jemaat" Lihat Topik Khusus di 1:4. 

□ "Barangsiapa menang" Ada penekanan teologis terus menerus untuk ketekunan orang percaya 
(lih.2:7, 11,17,25-26; 3:4-5,11-12,21). Ini adalah bukti dari pengalaman pertobatan yang benar (lih.Mat. 24:13; 
Gal. 6:9)! Jonathan Edwards berkata, "Tentu bukti pemilihan adalah barangsiapa yang bertahan sampai akhir". 
W.T. Conner mengatakan, "keselamatan seseorang yang terpilih untuk diselamatkan adalah dari semua kekekalan 
tertentu dalam pikiran dan tujuan Allah, namun tergantung pada iman, dan iman yang ketekunan yang bertekun 
dan pemenang. "Lihat Topik Khusus di 2:2. 

□ "dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah" Ini adalah kiasan 
sebuah pohon di Taman Eden (lih. Kej 2:9). Manusia memulai persekutuan dengan Allah di taman dengan 
binatang-binatang, jadi Alkitab berakhir dengan cara yang sama (lih. Yes. 11:6-9; Wahyu 22:2,14,19). istilah 
"Surga" adalah kata Persia untuk taman bangsawan bertembok itu yang digunakan dalam Septuaginta untuk 
menerjemahkan Taman Eden (lih. Yeh. 28:13; 31:8). Ini adalah salah satu dari banyak referensi untuk masa 
Mesianik yang ditemukan di seluruh surat-surat kepada ketujuh jemaat. 

Istilah " Surga " digunakan dalam dua pengertian: (1) dalam Lukas 23:4 itu bisa merujuk ke bagian yang 
benar dari Sheol/ Hades. Yesus mengatakan kepada penjahat yang bertobat bahwa ia akan bersama-sama dengan- 
Nya di Firdaus pada hari itu (Yesus tidak kembali ke surga selama 40 hari, lih. Yohanes 20:17). Dan (2) dalam II 
Kor. 12:3 mengacu pada kehadiran Allah, ruang takhta surgawi Allah ("surga ketiga"). 

Tujuan Allah bagi umat manusia, diciptakan dalam gambar dan rupa-Nya, adalah hidup yang kekal. 
Kejatuhan di Kejadian 3 dan sisa dokumen Alkitab komitmen Tuhan untuk penebusan manusia dan persekutuan 
kekal dengan-Nya. Dunia yang jatuh ini, kesenjangan dalam persekutuan penuh, bukanlah keinginan Allah, tapi 
cela umat manusia. Tuhan akan memulihkan ciptaan-Nya untuk tujuan-Nya. 

51 



NASKAH NASB (UPDATE) : 2:8-11 

8 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, 
yang telah mati dan hidup kembali: 'Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu~naniun engkau kaya— 
dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: 
sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. "jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! 
Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu 
dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan 
Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. ' ' Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan 
apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa 
oleh kematian yang kedua." 



2:8 "Yang Awal dan yang Akhir" Ini adalah salah satu gelar berulang bagi Yesus ditemukan dalam 1:17 dan 
22:13. Awalnya disebut YHWH (lih.Yes. 41:4, 44:6, 48:12). Sinonim dengan ungkapan "Aku adalah Alfa dan 
Omega" (lih.l:8; 21:6, 27:13) dan "yang awal dan yang akhir" (lih.21:6; 22:13). Lihat lebih lengkap catatan di 
1:8. 

□ "yang telah mati dan hidup kembali" ini mungkin tamparan bagi sifat pemujaan Cybele, dewi ibu. Banyak 
agama-agama kesuburan kuno dunia berdasarkan pandangan pada personifikasi siklus alam, kematian musim 
dingin, dan kelahiran kembali musim semi. Dalam konteks ini berkaitan secara teologis di 1:18; 5:6, di mana 
Yesus adalah anak domba yang tersembelih tetapi sekarang hidup. Ini menekankan kematian dan kebangkitan 
Yesus-sebagai penebus sekali untuk selama-lamanya (lih. Ibr. 7:27; 9:12,28; 10:10) 

2:9 "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu" Ini adalah dua kata Yunani yang sangat kuat. Keduanya 
signifikan karena kota Smirna sangat makmur. Fakta bahwa jemaat miskin tampaknya menyiratkan penganiayaan 
ekonomi. Secara teologis signifikan bahwa dalam kitab Wahyu-orang-orang percaya menderita "kesengsaraan" 
dari orang-orang kafir dan yang jahat tetapi orang-orang yang tidak percaya menderita "murka Allah." Lihat 
catatan lengkap di 7:14. Orang-orang percaya selalu dilindungi (dimeteraikan, lihat Topik Khusus di 7:2) dari 
penghakiman Ilahi. 

□ "(namun engkau kaya)" Orang-orang percaya tidak bisa menilai kedudukan mereka dalam Kristus oleh 
standar duniawi (lih.Mat. 6:33). 

□ 

NASB, NKJV "penghujatan" 

NRSV, NJB "fitnah" 

TEV "perkataan yang jahat untuk menentangmu" 

Secara harfiah adalah istilah penghujatan, yang memiliki konotasi PL "difitnah" dan biasanya digunakan 
dalam kaitannya dengan serangan verbal pada YHWH (lih.Im. 24:13-23). Dua kali dalam Perjanjian Lama istilah 
"diberkati" (barak) digunakan dalam arti menghujat (lih.saya Kgs 21:10,13).. Dalam konteks ini agamawan 
Yahudi mengklaim mengenal Tuhan ("memberkati Tuhan "), padahal tidak. 

□ "yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian" Sebuah frase sangat 
mirip digunakan dalam 3:9, jelas bahwa mereka adalah Yahudi ras yang mengklaim dirinya sebagai umat Allah, 
tetapi sebenarnya tidak (lih. Yohanes 8:44; Roma 2:28-29; Gal. 3:29; 6:16). Dari Kisah para rasul dan Galatia kita 
tahu bahwa orang Yahudi menyebabkan oposisi besar bagi pemberitaan Injil (lih. Kis 13:50; 14:2, 5, 19; 17:5). 
Wahyu 2:13 menunjukkan bahwa hal ini mengacu pada kultus pemujaan kaisar lokal disebut Concilia yang 
menuntut orang Kristen menyebut Kaisar sebagai "Tuhan" dan membakar dupa kepadanya sekali setahun. 

□ "jemaah Iblis" Yohanes melihat dunia dalam kontras yang tajam, Tuhan versus Setan. Setan sering 
disebutkan dalam kitab (lih.2:9,13; 3:9; 12:9,10; 20:2,7). Dia memfitnah orang-orang percaya dan memberikan 
energi kepada penganiaya mereka. Konflik atau dualisme dalam alam rohani ini mencirikan literatur apokaliptik. 
Ada pertempuran untuk mengontrol hati dan pikiran anak-anak Adam 

52 



2:10 "Jangan takut" Ini adalah PRESENT MIDDLE atau PASSIVE (deponent) IMPERATIVE dengan 
NEGATIVE PARTICLE yang berarti untuk menghentikan tindakan yang sudah dalam proses. Para jemaat ini 
ketakutan. Penganiayaan adalah tanda keselamatan mereka dan berkat-berkat Allah (lih.Mat. 5:10-12). 

□ "Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara" Di 

belakang pemimpin manusia yang jahat mengintai kekuatan pribadi supranatural yang jahat. 

Istilah setan adalah sebutan PL dan deskripsi dari kerub yang berjaga-jaga (lih. Yeh. 28:12-16). tugas yang 
diberikan Allah kepadanya - adalah untuk menyediakan memberontak, alternatif egois untuk umat manusia dan 
menuduh mereka sehingga mereka menyerah kepada pencobaan (lih. Kejadian 3; Ayub 1-2; Zak. 3). Ada 
perkembangan kejahatan dalam PL. Setan diciptakan sebagai seorang hamba dan berkembang menjadi musuh 
(lih. An Old Testament Theology oleh AB Davidson hal 300-306). 

Suatu asumsi bahwa bahasa yang sangat figuratif dari Yes. 14, yang secara langsung merujuk kepada 
kesombongan Raja Babel, dan Yeh. 28, yang secara langsung merujuk kepada Raja Tirus yang sombong, 
akhirnya mengidentifikasi kesombongan rohani dan kejatuhan Setan. Bahasa Yeh. 28 diambil dari sebuah 
gambaran Taman Eden. Sulit untuk menerima penjelasan dari seorang manusia historis, raja penyembahan 
berhala dalam hal malaikat diambil dari Eden (lih. Kej 3). Namun, Yehezkiel melakukan hal yang sama dengan 
Raja Mesir dalam pasal 31. Dia digambarkan sebagai pohon besar di taman Eden. 

Semua orang percaya menantikan informasi lebih lanjut, terutama tentang asal-usul Allah, malaikat, si jahat, 
dll. Kita harus berhati-hati untuk mengubah metafora, deskripsi kenabian ke dalam teologi dogmatis. Banyak 
teologi modern berasal dari naskah figuratif terisolasi dicampur dengan penulisan modern, baik teologis dan 
literal (Dante dan Milton). 

Dalam PB ia disebut setan (lih. 12:9,12; 20:2,10), yang merupakan gabungan bahasa Yunani yang berarti 
istilah "dibuang" "untuk memfitnah" atau "membawa tuduhan terhadap". Sekali lagi hal ini mencerminkan 
tugasnya untuk menuduh dan mencobai. Istilah-istilah ini sinonim dalam Wahyu (lih.l2:9; 20:2). Lihat Topik 
Khusus: kej ahtan pribadi di 12:9. 

□ "supaya kamu dicobai" Istilah ini digunakan dalam dua pengertian: (1) Orang percaya dicobai untuk 
menunjukkan iman yang benar dan bertumbuh kuat (lih.2:10, Kis. 14:27, Rm. 5:3 - 4; 8:17-19, Ibr. 5:8. Yakobus 
1:2-4; I Pet. 4:12-19) dan (2) orang-orang tidak percaya dicobai untuk menunjukkan ketidakpercayaan mereka 
dan penghakiman yang pantasm(lih.3:10). Dalam Wahyu pencobaan orang Kristen disebut "kesengsaraan", 
sementara orang-orang tidak percaya dikenakan "murka Allah." 

Ada dua istilah Yunani yang diterjemahkan "ujian" "pencobaan" atau "dicobai". Yang satu memiliki konotasi 
"untuk diuji dengan pandangan ke arah kehancuran" (peirasmos, peirasmo). Istilah lain (dokimos, dokimazo) 
digunakan dengan konotasi "diuji dengan maksud untuk persetujuan" Setan mencobai untuk menghancurkan; 
Allah menguji untuk memperkuat (lih. I Tesalonika. 2:4; I Pet. 1:7; Kejadian 22:1; Kel. 16:4, 20:20; Ul 8:2,16;. 
13:3; Hak. 2:22; H Taw. 32:31). Lihat Topik Khusus di 2:2. 

□ "Sepuluh hari" Ada banyak spekulasi tentang kata "sepuluh hari": 

1 . beberapa orang mengatakan bahwa itu disebut secara harfiah periode sepuluh hari penganiayaan di kota 
Smirna pada masa Yohanes 

2. yang lain mengatakan bahwa karena sepuluh adalah angka penyelesaian, itu hanya berarti angka lengkap 
hari penganiayaan 

3. beberapa orang mengatakan bahwa itu disebut suatu periode penganiayaan yang tidak ditentukan 
Kabar baiknya adalah bahwa ada batasnya. penganiayaan akan berakhir! 

Namun, dalam satu kitab apokaliptik, tidak pernah yakin jika angka tersebut digunakan secara kiasan atau 
secara harfiah. Jika angka ini sering digunakan dalam literatur apokaliptik PL dan antar-alkitabiah dengan makna 
simbolis maka mungkin itu adalah kiasan. Angka-angka simbolis yang paling sering digunakan adalah 3, 4, 6, 7, 
10, 12 dan kelipatannya. 

□ "setia sampai mati" Ini adalah PRESENT MIDDLE atau PASSIVE (deponent) IMPERATIVE yang 
menekankan kebutuhan orang percaya untuk bertekun dalam iman, bahkan jika itu berarti kematian fisik (lihMat. 
2:13; 12:11; 10:22; 24:13; Lukas 12:4; Gal 6:9). Beberapa orang percaya dibunuh. Ini adalah paradoks kedaulatan 
Allah dan pengalaman kita dalam dunia yang telah jatuh. 

53 



□ "dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan" Ini adalah mahkota kemenangan yang 
disebut "Stephanos" (lih. I Kor. 9:25). Itu adalah upah bagi martir Kristen. Kita belajar dari Eusebius 
Ecclesiastical History, 4:15, bahwa ada banyak martir, termasuk Uskup Polikarpus dari Smirna. Ada juga 
mahkota lainnya (upah) yang disebutkan dalam Perjanjian Baru (lih. II Tim. 4:8; Yak. 1:12; I Pet. 5:4; Why. 
3:11). 

Yohanes menggunakan istilah ini untuk kehidupan, zo_, untuk merujuk kepada hidup yang kekal, hidup 
kebangkitan (lih. Yohanes 1:4; 3:15,36; 4:14,36; 5:24,26,29,39,40; 6:27,33,35,40,47,48,51,53,54,63,68; 8:12; 
10:10,28, 11:25, 12:25,50, 14:6; 17: 2,3; 20:31; Wahyu 2:7,10, 3:5; 13:8, 17:08, 20:12,15, 21:6,27; 22:1,2,14,17, 
19). Hidup sejati adalah jauh lebih dari keberadaan fisik! 

2:11 "Barangsiapa menang" Ini juga merupakan peringatan berulang untuk kesetiaan (lih.2:7, 17,26; 3:5,12,21; 
21:7). 

□ "ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua" ini merupakan DOUBLE NEGATIVE 
CONSTRUCTION dengan AORIST PASSIVE SUBJUNCTIVE yang menunjukkan kepedulian utama Tuhan 
untuk orang-orang yang martir (lih.l2:ll). "Kematian kedua" disebut neraka atau pemisahan kekal dari 
persekutuan dengan Allah (lih. Wahyu 20:6,14; 21:8). 

□ "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan" Ini adalah peringatan berulang atas perhatian dan 
penegasan rohani (lih.2:7,l 1,17,29; 3:6,13,22; 13:9). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 2:12-17 

12 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang 
yang tajam dan bermata dua: 13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan 
engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada 
zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. 
14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang 
menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya 
mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. H Demikian juga ada padamu orang-orang yang 
berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. 16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan 
segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. " Siapa 
bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa 
menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan 
kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh 
yang menerimanya." 



2:12 "yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua" ini adalah referensi yang sama dengan Yesus 
yang dimuliakan ditemukan di 1:16. Itu adalah metafora PL untuk YHWH (lih. Yes. 1 1 :04; 49:2). Digunakan 
dalam PB untuk kuasa penetrasi Firman Allah (lih.2:16; II Tesalonika. 2:8; Ibr. 4:12). 

2:13 "Aku tahu di mana engkau diam". "Diam" dalam PL tersirat "untuk hidup secara permanen dengan". 
Orang percaya menghadapi tekanan pemerintah lokal dan setan yang kuat. Allah mengenal mereka dan situasi 
berbahaya yang mereka hadapi. Dia ada bersama mereka. 

□ "Di tempat takhta Iblis" Ada beberapa kemungkinan interpretasi dari kalimat ini: 

1 . bisa merujuk pada takhta besar dari Zeus yang terletak di Pergamus 

2. bisa merujuk pada dewa penyembuhan, Asclepios, yang simbolnya adalah ular 

3. kelihatannya bahwa seluruh kota tampak seperti singgasana raksasa karena Acropolis yang berdiri ratusan 
meter di atas kota itu sendiri 

4. Bisa menjadi referensi ke Concilia, organisasi lokal untuk mempromosikan menyembah kaisar, yang 
sangat kuat di Pergamus 

Karena konteks historis, baik # 1 atau # 4 tampaknya yang terbaik. 

54 



□ "engkau berpegang kepada naraa-Ku" Ini merupakan PRESENT ACTIVE INDICATIVE. Menunjukkan 
pentingnya sebuah nama mewakili karakter seseorang. Orang percaya menyebut nama-Nya dan percaya (lih. 
Yohanes 1:12; 3:18; Roma 10:9-13) dan menyembah dengan menyebut nama-Nya (lih. Kejadian 4:26; 12:8; 26:25 
) dan berekun dengan menyebut nama-Nya (lih.Yoh. 17: 1 1-12). 

□ "dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku" Ini merupakan AORIST MIDDLE (deponent) 
INDICATIVE. Selama abad-abad awal kekristenan, dan bahkan sekarang di masyarakat tertentu, ada godaan 
nyata untuk menyelamatkan kesejahteraan seseorang atau hidup dengan menyangkal iman kepada Kristus selama 
percobaan fisik atau yudisial. Gereja selalu berjuang dengan cara menangani kemurtadan. 

□ "zaman Antipas, saksi-Ku" Kami tidak tahu apa-apa tentang orang ini. Sebutan yang diberikan kepadanya 
adalah sama yang digunakan bagi Kristus di 5:1. Istilah "Saksi " bisa berarti "martir" (lih. 11:3; 17:6). Tertulianus 
mengatakan bahwa Antipas dipanggang di kuningan bull, tapi ini hanyalah tradisi kemudian. 

2:14 "Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau" Yesus mempunyai pernyataan negatif 
bagi enam dari tujuh jemaat. Hidup Benar di beberapa daerah bukan alasan untuk dosa orang lain. 

□ "di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam" Bileam adalah nabi Allah yang sejati 
(lih. Bil. 24:2) yang terpikat kompromi membantu orang-orang Israel (lih. Bil. 22-25 dan 31:16). Dia dikutuk baik 
dalam PL dan PB (lih. Bil 31:16;. II Pet. 2:15; Yudas 11). 

Ada kemungkinan bahwa nama Bileam dalam bahasa Ibrani berarti "penakluk rakyat" dan nama Nikolaus 
mungkin berarti hal yang sama dalam bahasa Yunani (Nikodemus di Yohanes 3 juga memiliki arti yang mirip). 
Hal ini akan mengidentifikasi kedua kelompok dalam praktek-praktek amoral mereka (lih. Izebel, 2:20). 

□ "yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel" Saran Bileam kepada Balak, 
Raja Moab, adalah untuk melibatkan anak-anak Israel dalam pemujaan dewi kesuburan Ba'al (lih. Bil. 25:1 - 3). 
Ada godaan terus menerus budaya praktek-praktek ibadah seksual penyembah berhala abad pertama. 

□ "supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah" Kedua dosa tersebut melibatkan 
praktek penyembahan berhala (lih. Bil. 25: 1-3 dan 31:16). Tidak hanya makanan berhala di mana makanan 
tersebut dikorbankan untuk berhala (lih. I Kor. 8:1-13) tapi sering kali imoralitas seksual adalah praktik ibadah 
normal dan diharapkan pada majelis penyembah berhala ini. Aktivitas seksual manusia seharusnya merupakan 
alat untuk menjamin kesehatan dan kesuburan ternak, tanaman, dan masyarakat. 

2:15 "Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus" Karena 
kesamaan ajaran Bileam, Nikolaus (lih.2:6), dan Izebel (lih. 2:20), ketiganya merujuk kepada penyembah berhala, 
praktek-praktek pemujaan berhala. Orang percaya tidak harus kembali ke, atau kompromi, dengan budaya 
penyembahan berhala. 

2:16 "Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan 
memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini." Ini adalah AORIST ACTIVE IMPERATIVE. Ada 

penekanan yang sedang berlangsung tentang pertobatan (lih. 2:5,16,22; 3:3,19). Kedatangan kembali bisa berarti 
penghakiman sementara terhadap jemaat atau Kedatangan Kristus yang Kedua kali untuk menghakimi dunia. 
Penting bahwa jemaat secara keseluruhan dipanggil untuk bertobat (lih. II Taw. 7: 14) karena dosa beberapa orang, 
jika mereka tidak bertobat, konsekuensi adalah disiplin bagi semuanya! Lihat Topik Khusus: Akan Segera 
Kembali di 1:2. 

2:17 "kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi" Manna adalah penyediaan supernatural 
Tuhan bagi anak-anak Israel selama periode pengembaraan di padang gurun (lih. Kel. 16:14-15,31; Maz. 78:17- 
33, terutama ay. 24). Ada beberapa teori diusulkan untuk menafsirkan frasa yang samar ini: (1) dapat mengacu 
pada Tabut Perjanjian yang dibawa keluar dari persembunyiannya oleh Yeremia dari Gn. Nebo (lih.II Makabe 
2:4-8) tentang guci berisi manna (lih. Kel 16:32-34; Ibr. 9:4), atau (2) dapat mengacu pada makanan kebenaran 

55 



masa yang bam (lih.Barukh II 29:8). Referensi yang tepat tidak pasti tapi jelas merupakan referensi untuk suatu 
zaman bam dari Roh diresmikan oleh Kristus. Beberapa bahkan menegaskan bahwa karena Yohanes 6:31-35, 
manna yang tersembunyi disebut Kristus sendiri. Ini adalah contoh yang baik dari kesulitan dalam menafsirkan 
rincian spesifik dari kitab ini yang dimengerti pendengar kontemporer, tetapi referensi yang tepat sejak saat itu 
telah hilang. 

□ "dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih" batu ini, juga disebut " Tessera ", memiliki 
banyak kegunaan di Timur Dekat kuno. 

1 . dapat digunakan untuk tiket ke pesta khusus 

2. dapat digunakan oleh juri untuk memilih pembebasan 

3. dapat digunakan sebagai simbol kemenangan bagi seorang atlet 

4. dapat digunakan untuk menunjukkan kebebasan seorang budak. 

Dalam konteks ini, # 1 tampaknya menjadi yang terbaik, mengacu pada Perjamuan Mesianik (tema umum 
dalam literatur apokaliptik Yahudi). 

□ "yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang 
menerimanya" Nama bam ini nampaknya mempakan simbol dari New Age atau gelar bagi Mesias (lih. Kel. 
28:36; Yes. 56 : 5; 62:2; 65:15). Nama bam ini sering disebut dalam kitab Wahyu (lih.3:12; 14:1; 19:12,13,16; 
22:4). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 2:18-29 

18 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya 
bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu 
maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir 
lebih banyak dari pada yang pertama. 20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita 
Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat 
zinah dan makan persembahan-persembahan berhala 21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk 
bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. 22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas 
ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran 
besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. 23 Dan anak-anaknya akan 
Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan 
bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. 24 Tetapi kepada kamu, 
yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang 
mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain 
kepadamu. 2s Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. 26 Dan barangsiapa menang 
dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa- 
bangsa; 27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti 
tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku-- 28 dan kepadanya akan 
Kukaruniakan bintang timur. 2, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh 
kepada jemaat-jemaat." 



2:18 "Anak Allah" Sangat umum untuk menyebut Yesus sebagai "anak". Sebutanyang paling umum 
menggunakan metafora ini adalah" Anak Manusia," yang mempakan sebutan bagi Yesus yang dipilih sendiri. 
Istilah lain adalah "Anak Allah" yang mempakan sebutan umum untuk Yesus dalam tulisan-tulisan Yohanes (lih. 
Yohanes 1:34,49; 5:25; 9:35; 10:36; 11:4,27; 19:7 , 20:31, I Yohanes 3:8; 4:15; 5:5,10,12,13,20). Penggunaan 
ketiga kali kata "anak" ditemukan dalam kitab Ibrani (lih. 1:2; 3:6; 5:8; 7:28) di mana Yesus kontras dengan 
seorang hamba (yaitu Musa, para nabi). Dia adalah anggota keluarga sepenuhnya dengan Bapa. 

Ini bukan salah satu frasa deskriptif dari pasal 1. Istilah ini, seperti "lahir dari perawan," digunakan dengan 
hemat oleh penulis NT mungkin karena kesalahpahaman dari pendengar penyembah berhala, yang langsung akan 
berhubungan dengan penggunaan istilah-istilah mereka di Pantheon berhala. Para dewa dan dewi Homerik secara 
seksual aktif dengan manusia, menghasilkan ketumnan khusus 

56 



□ "y an g niata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga" ini adalah sebutan lain bagi Yesus 
diambil dari 1:14,15. Suatu kiasan kepada Dan. 10:6 menunjukkan asal surgawi Yesus. Ada kemungkinan bahwa 
itu digunakan sehubungan dengan Tiatira karena kota ini terkenal dengan tembaganya. 

2:19 Ayat ini adalah pengakuan Yesus tentang pelayanan orang percaya di Tiatira. Mereka aktif dalam pekerjaan 
kerajaan Allah dan bahkan lebih aktif. penegasan ini, bagaimanapun, bukan alasan untuk ajaran sesat ay. 20. 

2:20 "Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya 
nabiah" Ini merupakan sindiran kepada Izebel I Raj. 16:31-33; II Raj. 9:21-22. Alexandrinus (MSS A) 
menambahkan "Engkau" sebelum Izebel, yang menyiratkan bahwa ia mungkin telah menjadi istri pendeta dari 
gereja atau pemimpin jemaatyang aktif. Tapi ini spekulasi. ajaran-ajaran-nya (lih. ay 20c) mirip dengan 
Balaamites dalam ay 14b dan Nikolaus dalam ay 15. 

Izebel tidak ditolak karena ia seorang nabi perempuan. Ada banyak contoh alkitabiah pemimpin perempuan 
yang saleh. 

1. Miriam, Kel. 15:20 

2. Debora, Hakim-hakim 4:4 

3. Hulda, II Raj. 22:14 

4. Hana, Lukas 2:36 

5. putri Filipus, Kisah Para Rasul 21:9 

6. Febe, Roma 16:1 



TOPIK KHUSUS : WANITA-WANITA DALAM ALKITAB 

I. Perjanjian Lama 

A. Wanita berbudaya dianggap properti. 

1 . termasuk dalam daftar properti (Keluaran 20 : 1 7) 

2. perlakuan terhadap wanita budak (Keluaran 21:7-1 1) 

3. Nazar kaum perempuan dapat dianulir oleh laki-laki bertanggung jawab sosial (Bilangan 30) 

4. perempuan sebagai rampasan perang (Ulangan 20:10-14; 21:10-14) 

B. Secara Praktis ada sebuah kesamaan 

1 . laki-laki dan perempuan diciptakan dalam gambar Tuhan (Kej adian 1 : 26-27) 

2. menghormati ayah dan ibu (Keluaran 20:12 [Ul. 5:16]) 

3. menghormati ibu dan ayah (Imamat 19:03; 20:09) 

4. laki-laki dan perempuan dapat menjadi orang nazaret (Bilangan 6:1-2) 

5. anak perempuan memiliki hak warisan (Bilangan 27: 1-1 1) 

6. bagian dari orang perjanjian (Ulangan 29: 10-12) 

7. mengamati ajaran ayah dan ibu (Amsal 1:8; 6:20) 

8. anak laki-laki dan perempuan Heman (keluarga Lewi) yang memimpin musik di bait Allah (I 
Tawarikh 25:5-6) 

9. anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat di zaman baru (Yoel 2:28-29) 

C. Wanita dalam peran kepemimpinan 

1. Adik Musa, Miryam, disebut sebagai nabiah (Keluaran 15:20-21) 

2. Wanita diberi karunia oleh Allah untuk membangun Kemah Suci (Keluaran 35:25-26) 

3. seorang wanita, Deborah, juga seorang nabi lih.(Hak 4:4)., memimpin semua suku (Hakim- 
hakim 4:4-5; 5:7) 

4. Hulda adalah seorang nabiah dimana Raja Yosia harus membaca dan menafsirkan "Kitab 
Hukum" yang baru-ditemukan (II Raja-raja 22:14; II Taw. 34:22-27) 

5. Ruth, wanita yang saleh adalah nenek moyang Daud 

6. Ester, seorang wanita Yahudi yang saleh yang menyelamatkan bangsa Yahudi di Persia) 

II. Perjanjian Baru 

A. Secara budaya, perempuan dalam Yudaisme dan dunia Yunani-Romawi adalah warga kelas dua 
dengan beberapa hak atau hak istimewa (pengecualian Makedonia) 

57 



B . Wanita dan peran kepemimpinan 

1. Elizabeth and Maria, wanita saleh yang tersedia bagi Allah (Luk. 1-2) 

2. Anna, wanita saleh melayani di Bait Suci (Luk. 2:36) 

3. Lidia, orang percaya dan pemimpin jemaat di rumah-rumah (Kis. 16: 14,40) 

4. Putri keempat Filipus, adalah seorang nabiah (Kis. 21:8-9) 

5. Phoebe, Diaken jemaat di Kenkrea (Rom. 16:1) 

6. Priska (Priskila), rekan sekerja Paulus dan guru dari Apolos (Kis. 18:26; Rom. 16:3) 

7. Maria, Trifena, Trifosa, Persis, Julia, saudara perempuan Nereus, beberapa wanita rekan kerja 
Paulus (Rom. 16:6-16) 

8. Yunia (KJV), mungkin seorang rasul wanita (Rom. 16:7) 

9. Euodia and Sintike, rekan sekerja Paulus (Fil. 4:2-3) 

III. Bagaimana orang percaya modern menyeimbangkan contoh Alkitab yang berbeda-beda? 

A. Bagaimana seseorang menentukan kebenaran sejarah atau budaya yang hanya berlaku pada konteks 
asli dari kebenaran abadi yangberlaku untuk semua gereja, semua orang percaya dari segala masa? 

1. Kita harus mengambil maksud penulis asli yang diinspirasikan dengan sangat serius. Alkitab 
adalah Firman Allah dan satu-satunya sumber iman dan praktek. 

2. Kita harus berurusan dengan naskah-naskah yang jelas diilhami historis 

a. Kultus Israel (yakni, ritual dan liturgi) 

b. abad pertama Yudaisme 

c. Pernyataan historis Paulus yang jelas dikondisikan dalam I Korintus 

(1) sistem hukum penyembah berhala Roma 

(2) tetap menj adi budak (7 : 20-24) 

(3) selibat (7:1-35) 

(4) perawan (7:36-38) 

(5) makanan dikorbankan untuk berhala (8; 10:23-33) 

(6) tindakan tidak layak di Perjamuan Tuhan (11) 

d. Tuhan sepenuhnya dan dengan jelas menyatakan diri-Nya untuk budaya tertentu, waktu 
tertentu. Kita harus menganggap serius wahyu, tapi tidak setiap aspek akomodasi historisnya. 
Firman Allah ditulis dalam kata-kata manusia. 

Penafsiran Alkitab harus mencari maksud penulis asli. Apa yang dia katakan pada waktu itu? Ini 
adalah dasar dan penting untuk interpretasi yang tepat. Tapi kemudian kita harus melihatnya pada 
waktu kini. Sekarang, ini adalah masalah dengan wanita dalam kepemimpinan. Sangat jelas bahwa 
Paulus dalam I Kor. 14:34-35 dan I Tim. 2:9-15 menyatakan bahwa perempuan tidak harus memimpin 
dalam kebaktian umum! Tapi bagaimana saya menerapkannya hari-hari ini? Saya tidak ingin budaya 
Paulus atau budaya saya untuk mendiamkan Firman Tuhan dan kehenadknya. Mungkin pada masa 
Paulus terlalu membatasi, tapi juga pada masa saya mungkin terlalu terbuka. Saya merasa sangat tidak 
nyaman mengatakan bahwa kata-kata Paulus dan ajaran tersebut tergantung, kebenaran situasional 
lokal abad pertama. Siapakah saya sehingga saya harus membiarkan pikiran saya atau kebudayaan 
saya meniadakan seorang penulis yang diinspirasikan?! 

Namun, apa yang harus saya lakukan ketika ada contoh alkitabiah dari pemimpin perempuan 
(bahkan dalam tulisan-tulisan Paulus, lih.Rm 16)?. Sebuah contoh yang baik dari ini adalah 
pembahasan Paulus dalam ibadah umum di I Korintus. 11-14. Dalam 11:5 tampaknya ia 
memungkinkan perempuan berkhotbah dan berdoa dalam ibadah umum dengan kepala mereka 
ditutupi, namun dalam 14:34-35 ia menuntut mereka tetap diam! Keanekaragaman inilah yang 
memberikan saya kebebasan untuk mengidentifikasi komentar Paulus (hubungannya dengan 
pembatasan terhadap perempuan) terbatas pada abad pertama Korintus dan Efesus. Dalam kedua 
jemaat ada masalah dengan wanita yang melatih kebebasan mereka ytang baru ditemukan, baru- 
menemukan kebebasan, yang dapat menyebabkan kesulitan untuk jemaat mereka dalam mencapai 
menjangkau mereka bagi Kristus. kebebasan mereka harus dibatasi sehingga Injil bisa lebih efektif. 



58 



Di zaman saya berlawanan dengan Paulus. Pada masa saya, Injil mungkin terbatas jika dilatih, 
perempuan yang pandai berbicara tidak diperkenankan untuk berbagi Injil, tidak diperbolehkan untuk 
memimpin! Apakah tujuan akhir dari ibadah umum? Bukankah penginjilan dan pemuridan? Dapatkah 
Allah dihormati dan disenangkan dengan para pemimpin perempuan? Alkitab secara keseluruhan 
tampaknya mengatakan "ya"! 

Saya ingin menyerah pada Paulus; teologi saya terutama Pauline. Saya tidak ingin terlalu 
dipengaruhi atau dimanipulasi oleh feminisme modern! Namun, saya merasa gereja telah lambat untuk 
merespon kebenaran Alkitab yang jelas, seperti ketidaktepatan perbudakan, rasisme, kefanatikan, dan 
seksisme. Juga lambat untuk merespon tepat kepada perempuan yang dilecehkan dalam dunia 
modern. Allah di dalam Kristus membebaskan budak dan wanita itu. Saya tidak berani membiarkan 
teks budaya yang terikat membelenggu mereka kembali. 
B. Satu hal lagi: sebagai penerjemah saya tahu bahwa Korintus adalah sebuah jemaat yang sangat 
terganggu. Karunia karismatik sangat berharga dan dipamerkan. Wanita mungkin telah terperangkap 
dalam hal ini. Saya juga percaya bahwa Efesus sedang dipengaruhi oleh guru-guru palsu yang 
mengambil keuntungan dari perempuan dan menggunakan mereka sebagai pembicara pengganti di 
gereja-gereja rumah Efesus. 
V. Saran untuk pembacaan lebih lanjut 

How to Read the Bible For All Its Worth oleh Gordon Fee dan Doug Stuart (hal. 61-77) 

Gospel and Spirit: Issues in New Testament Hermeneutics oleh Gordon Fee 

Hard Sayings of the Bible oleh Walter C. Kaiser, Peter H. Davids, F. F. Bruce dan Manfred T. Branch 

(hal. 613-616; 665-667) 



2:21 Kasih karunia Allah dan kesabaran serta keadilan-Nya nyata dalam ay. 21-23 (lih.Roma 2:5). 

2:22 "Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit" Sarkasme ini berkaitan dengan tempat tidur 
perzinahan (ajaran-ajaran tentang amoralitas). 

□ "kesukaran besar" Lihat catatan lengkap pada 7: 14. 

□ "jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu" Ini adalah THIRD CLASS 
CONDITIONAL, yang disebut tindakan potensial di masa depan tetapi dengan unsur kontingensi. 

2:23 "Dan anak-anaknya akan Kumatikan" Ini tidak mengacu pada anak-anak secara literal, tapi kepada 
pengikutnya (lih.2:22; II Yohanes ay. 1). 

□ "dan semua jemaat akan mengetahui" ini menunjukkan bahwa ketujuh surat-surat itu untuk dibaca dan 
kebenaran diterapkan oleh semua jemaat, dulu dan sekarang. Untuk "jemaat" lihat Topik Khusus di 1:4. 

□ "bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang" Alkitab menegaskan bahwa Allah mengetahui 
motifasi danpikiran dari semua manusia (lihMaz. 7:9, 26:2;. 39:1; Ams. 24:12; Yer. 11:20; 17:10; Lukas 16:15, 
Kis. 1:24; Ibrani. 4:12-13; 8:27). 



TOPIK KHUSUS: HATI 

Istilah Yunani kardia digunakan dalam Septuaginta dan PB untuk mencerminkan istilah Ibrani leb. 
Kata ini digunakan dalam beberapa cara (lih. Bauer, Arndt, Gingrich dan Danker, Ramus Yunani-Inggris, 
hal. 403-404). 

1. pusat dari kehidupan jasmani, suatu gambaran bagi suatu pribadi (lih. Kis 14:17; II Kor 3:2-3; Yak 
5:5) 



59 



2. pusat dari kehidupan rohani (moral) 

a. Allah mengenal hati (lih. Luk 16:15; Rom 8:27; I Kor 14:25; I Tes 2:4; Wah 2:23) 

b. Digunakan untuk kehidupan rohani umat manusia (lih. Mat 15:18-19; 18:35; Rom 6: 17; I Tim 1 :5 ; 
H Tim 2:22; I Pet 1:22) 

3. pusat dari kehidupan pemikiran (yaitu intelektual, lih. Mat 13:15; 24:48; Kis 7:23; 16:14; 28:27; Rom 
1:21; 10:6; 16:18; H Kor 4:6; Ef 1:18; 4:18; Yak 1:26; II Pet 1:19; Wah 18:7; hati adalah sinonim 
dengan pikiran dalam II Kor 3: 14-15 dan Flp 4:7) 

4. pusat dari keinginan (yaitu kehendak, lih. Kis 5:4; 11:23; IKor4:5; 7:37; II Kor 9:7) 

5. pusat dari perasaan (lih. Mat 5:28; Kis 2:26,37; 7:54; 21:13; Rom 1:24; II Kor 2:4; 7:3; Ef 6:22; Flp 
1:7) 

6. tempat unik dari kegiatan Roh (lih. Rom 5:5; II Kor 1:22; Gal 4:6 [yaitu Kristus dalam hati kita, Ef 
3:17]) 

7. Hati adalah suatu cara penggambaran untuk merujuk kepada keseluruhan pribadi (lih. Mat 22:37, 
mengutip Ul 6:5). Pemikiran, motif, dan tindakan yang berkenaan dengan hati mengungkapkan 
sepenuhnya jenis-jenis pribadi. PL memiliki penggunaan yang mengena dari istilah-istilah ini. 

a. Kej 6:6; 8:21, "Allah pilu hatiNya" (juga perhatikan Hosea 11:8-9) 

b. Ul 4:29; 6:5, "dengan segenap hati dan segenap jiwa" 

c. Ul 10:16, "hati yang tak bersunat" dan Rom 2:29 

d. Yeh 18:31-32, "suatu hati yang baru" 

e. Yeh 36:26, "suatu hati yang baru" vs. "suatu hati yang keras (membatu)" 



□ "dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya" kebenaran 
rohani disajikan begitu jelas dalam Gal. 6:7. Kita menuai apa yang kita tabur. Prinsip ini tidak berarti keselamatan 
karena usaha manusia (lih. Ef 2:8-9), tapi bahwa mereka yang telah bertemu Allah di dalam Kristus akan hidup 
saleh, mengasihi, hidup melayani (lih.3:12; Mat. 25: 1-46; Ef. 2:10). 

Ini adalah prinsip rohani. Allah adalah etis-moral begitu juga ciptaan-Nya. Manusia istirahat dirinya dari 
standar-standar Allah. Kita menuai apa yang kita tabur. Hal ini berlaku bagi orang percaya (tetapi bukan efek 
keselamatan) dan orang-orang tidak percaya (lih.Ayub 34:11; Maz. 28:4; 62:12; Ams. 24:12; Pkh. 12:14; Yer. 
17:10; 32:19, Mat. 16:27;. 25:31-46; Rm. 2:6, 14:12; I Kor. 3:8; II Kor. 5:10; Gal. 6:7-10; I Tim. 4:14; I Pet 1:17; 
Wahyu 2:23; 20:12; 22:12). 

2:24 "seluk beluk iblis" Ada beberapa teori yang berkaitan dengan frasa ini. Bisa mengacu kepada (1) Untuk 
menangkap frase Izebel dan pengikutnya, (2) untuk penekanan guru-guru palsu gnostik pada pengetahuan; (3) 
untuk upacara inisiasi dari agama-agama misteri Kekaisaran Romawi, atau (4) dengan cara yang berlawanan, 
untuk "hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah" (lih. Rom 1 1:33; I Kor 2: 10; Ef. 3: 1 8). 

□ "Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu" ini merupakan penegasan dari orang-orang 
percaya di kota Tiatira. Mereka memiliki iman agresif yang aktif (lih. Ay. 19). 

2:25 "peganglah itu sampai Aku datang" pengikut Kristus harus bertekun (lih. ay 20) di tengah-tengah 
penganiayaan, paham yang bertentangan dan sikap apatis. Ini adalah perintah (AORIST ACTIVE 
IMPERATIVE). Yesus sedang dalam perjalanan-Nya, Dia akan datang segera (lih.2:16; 22:7,20). Ini adalah 
pengharapan dan semangat dari setiap generasi orang Kristen. 

2:26-27 ini merupakan acuan kepada Mazmur 2:8-9, mungkin dengan ditambahkan Yes. 30:14 dan Yer. 19:11. 
Yesus adalah Raja Mesias. kerajaan-Nya akan datang dalam kekuasaan di seluruh dunia dan penyempurnaan. Ini 
akan sangat berguna sekali ketika pengikut-Nya melihat-Nya! 

2:26 "bangsa-bangsa" Penggunaan istilah ini dari Perjanjian Lama menyiratkan bahwa itu merujuk kepada 
mereka di luar perjanjian YHWH (pengecualian adalah 7:9). Ini mengacu pada bangsa yang tidak percaya, 
masyarakatyangjahat(lih.2:26; 5:9, 10:11, 11:2,9,18, 12:5, 13:7, 14:6,8; 16: 19; 17:15, 18:3,23, 19:15, 20:8). 

60 



2:27 "sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku" Kepada Yesus telah diberikan segala kuasa (lih. Mzm 2; 
Mat. 28:18; Fil. 2: 9-11). Kerajaan Yesus hadir, tetapi tidak dinikmati. 

Kutipan Perjanjian Lama dalam ayat 27 adalah dari Maz. 2:8 yang semula disebut Mesias (lih. 12:5; 19:15) 
tetapi di sini digunakan untuk orang percaya yang menaruh kepercayaan mereka di dalam Yesus Kristus. Mereka 
memerintah bersama-Nya. Lihat Topik Khusus di 5:10. 

2:28 "dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur" Ada beberapa kemungkinan interpretasi dari 
kalimat ini: 

1. disebut sebuah metafora untuk Kristus (lih. Wahyu 22:16) 

2. disebut pengenalan dan persekutuan yang intim dengan Kristus (lih. II Pet. 1:19) 

3. disebut kebangkitan (lih. Dan. 12:3) 

4. disebut Mesias secara militer yang disebutkan dalam Bil. 24: 17 

5. disebut sukacita umat Allah (lih. Ayub 38:7) 

6. disebut sebuah frase yang digunakan lb lis dalam Yes. 14: 12, tapi sekarang untuk Kristus 

2:29 Lihat catatan di 2:7. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 3:1-6 

*Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh 
Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau 
mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun 
dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau 
telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga- 
jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang 
kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan 
berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. s Barangsiapa menang, 
ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab 
kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat- 
Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." 



3:1 "Jemaat" Lihat topik khusus di 1:4. 

□ "Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu" frasa ini merupakan acuan kepada 
Kristus yang dimuliakan (lih. 1:4, 16,20). Tujuh bintang mengacu pada jemaat-jemaat dan para pemimpin di 1:20; 
tujuh roh mungkin metafora terkait karena dalam 4:5 terkait dengan tujuh kaki dian, yang juga disebutkan dalam 

1 :20 merujuk kepada jemaat-jemaat. Tujuh roh Tuhan itu juga disebutkan dalam 5 :6 sebagai bagian dari deskripsi 
domba. Lihat Topik Khusus: Tujuh Roh di 1:4. 

□ "Aku tahu segala pekerjaanmu" Yesus menyadari kekuatan dan kelemahan umat-Nya (lih.2:2,19; 
3:1,8,15). 

NASB, NKJV "engkau dikatakan hidup" 

NRSV "engkau dikatakan menjadi hidup" 

TEV "engkau dikatakan memiliki reputasi hidup" 

NJB "engkau dikatakan memiliki reputasi hidup" 

Ini adalah wahyu yang menghancurkan. Mereka pikir mereka benar dihadapan Tuhan, secara roh berkenan 
kepada-Nya (lih. Yes 29:13; Roma 2:19-20; Kolose 2:16-23; H Tim. 3:5), ternyata tidak! 

3:2 

NASB, NRSV, 

TEV, NJB "bangunlah" 

NKJV "waspadalah" 

61 



Ini adalah PRESENT MIDDLE (deponent) IMPERATIVE (dengan PRESENT ACTIVE PARTICIPLE ), 
secara harfiah artinya "kiranya engkau terus berjaga-jaga" Ini adalah yang pertama dari lima PRESENT 
IMPERATIVES ditemukan dalam ayat 2 dan 3. Yesus memerintahkan jemaat-Nya untuk tetap waspada! 

NASB, NKJV "kuatkanlah apa yang masih tinggal" 

NRSV "memperkuat apa yang masih tinggal" 

TEV "memperkuat apa yang masih kamu memiliki" 

NJB "menaruh sedikit kekuatan ke dalam apa yang yang tersisa" 

Ini merupakan AORIST ACTF/E IMPERATIVE. Mereka hams bertindak sekarang dan terus bertindak 
untuk melestarikan apa yang tersisa dari iman mereka yang mati. 

□ "sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku" Kata kerja 
pertama adalah PERFECT ACTIVE rNDICATF/E. Mereka mungkin kelihatan rohani (lih.Yes 29:13), namun 
mereka sangat mirip orang-orang religius yang disebutkan dalam Mat. Kol 7:21-23 dan 2:16-23. 

Istilah "sempurna" adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE berarti "dewasa, sempurna, dilengkapi untuk 
tugas yang diberikan" Mereka tidak mengizinkan Allah untuk menyelesaikan apa yang sudah mulai oleh iman 
(lih.Fil. 1:6). 

3:3 "ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya" Ini adalah PRESENT ACTF/E 
IMPERATIVE diikuti oleh PERFECT ACTIVE rNDICATF/E dan AORIST ACTIVE INDICATIVE. Hal ini 
berkaitan dengan Injil yang mereka dengar dan terus menerima. Kekristenan bukanlah hanya sebuah keputusan, 
tetapi gaya hidup hubungan. Menyangkut percaya kepada pemberitaan dan menerima pribadi tersebut. Hasilnya 
ada dalam perubahan dan mengubah kehidupan pertobatan (AORIST ACTF/E IMPERATIVE, ay 3b) dan 
ketaatan (PRESENT ACTIVE EVIPERATIVE, ay 3b). 

□ "turutilah itu" Ini adalah PRESENT ACTTVE IMPERATF/E yang merupakan perintah yang sedang 
berlangsung. 

□ "bertobatlah" Ini merupakan AORIST ACTIVE IMPERATF/E yang menyiratkan suatu pertobatan 
sempurna. 

□ "Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga" Ini adalah THIRD CLASS CONDITIONAL SENTENCE 

seperti 2:22. Aksi potensial, bergantung pada tanggapan mereka terhadap perintah Yesus, tetapi tidak dijamin 

□ "Aku akan datang seperti pencuri" Sering digunakan untuk Kedatangan Kedua (lih.Mat. 24:43-44;. Lukas 
12:39-40; I Tesalonika 5:2,4;. II Pet. 3:10 ; Why. 16:15). Namun, dalam konteks ini tampaknya mengacu pada 
penghakiman sementara jemaat ini. 

3:4 "Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya" Memakai dan melepas 
pakaian digunakan sebagai metafora dari kehidupan Kristen (lih. Ef. 4:22,24,25,31; Ko.l 3:8,10,12,14; Ibr 12:1; 
Yak. 1: 21; I Pet 2:1). Beberapa orang percaya tidak berkompromi dengan budaya penyembahan berhala. 

□ "mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih" Pakaian putih digunakan sebagai simbol 
kemurnian atau kemenangan dalam ay. 4,5,18; 6:11; 7:9,13-14; 19:14. Istilah "berjalan" sering digunakan sebagai 
metafora dari kehidupan Kristen (lih.3:5; 21:24; I Yohanes 1:6,7; 2:6,11; m Yohanes 3-4). 

3:5 "Barangsiapa menang" Empat hal yang akan diberikan kepada pemenang. 

1. mereka akan berjalan dengan Mesias, ay. 4 

2. mereka akan berpakaian putih 

3. nama mereka tidak akan pernah dihapus dari kitab kehidupan 

4. Mesias akan mengakui mereka sebagai milik-Nya di hadapan Bapa dan malaikat-Nya. Lihat Topik 
Khusus Ketekunan di 2:2 

62 



□ "Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan" ini adalah DOUBLE NEGATIVE kuat. 
Ketika warga meninggal, nama mereka akan dihapus dari gulungan kitab kota mereka, tetapi Allah tidak akan 
pernah menghapus orang percaya dari gulungan kitab-Nya. 

Frase metafora "kitab kehidupan" juga ditemukan dalam Wahyu 20:12-15, di mana dua buku disebutkan: (1) 
dalam kitab kehidupan yang terdiri dari nama-nama umat Allah (lih. Kel. 32 :32-33; Maz 69:28; Yes. 4:3; Dan. 
12:1; Lukas 10:20; Fil. 4:03; Ibrani. 12:23, Wahyu 13:8, 17:8; 20 : 15; 21:27); dan (2) 3 buku dari perbuatan atau 
kenangan yang mencatat baik perbuatan benar dan jahat (lihMaz. 56:8, 139:16; Yes. 65:6; Mai. 3: 6). Untuk 
"Kitab" lihat catatan di 5:1. 

□ "Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan dihadapan para malaikat-Nya" Sebagai orang 
percaya yang mengaku Kristus ("memanggil nama-Nya," lih.Roma 10:9-13), la juga akan mengakui mereka di 
hadapan Bapa (lih.Mat. 10:32; Lukas 12:8). 

"Mengakui" adalah istilah Yunani exomuloge. Digunakan dalam tiga arti: (1) secara publik mengakui dosa 
kepada Allah dan orang lain (lih.Mat. 3:6; Markus 1:5, Kis. 19:18; Yak. 5: 16); (2) secara publik mengakui iman 
dalam Kristus (lih.Fil 2:1; dan mungkin Roma 14:11); dan (3) secara publik memuji Tuhan (lih.Mat. 11:25,. 
Lukas 10:21; Roma 14:11 (Yes. 45:23); 15:9 (Maz 18:49).) 

Kata Yunani yang terkait homologe digunakan dalam arti yang sama: (1) untuk mengakui dosa (lih. I 
Yohanes 1:9); (2) untuk mengakui iman di dalam Kristus (lih.Mat. 10:32, Lukas 10:32; Yohanes 9:22 (secara 
negatif, Yohanes 1:20; 12:42)); dan (3) untuk menegaskan sebuah keyakinan terhadap sesuatu (lih.Kis 23:08; 
24:14; Ibr. 11:13). 



TOPIK KHUSUS: PENGAKUAN 

A. Ada dua bentuk dari kata Yunani yang sama yang digunakan untuk pengakuan atau pernyataan, 
homolegeo and exomologeo. Kata majemuk yang digunakan dalam Yakobus berasal dari homo - yang 
sama, lego, berbicara, dan ex, berasal dari. Arti dasarnya adalah berkata hal yang sama atau bersetuju 
dengan. Kata ex ditambahkan kepada gagasan deklarasi kepada umum. 

B. Terjemahan Bahasa Inggris dari kelompok kata ini adalah 

1 . Memuji 

2. Menyetujui 

3. Mendeklarasikan 

4. Menyatakan 

5. Pengakuan 

C. Kelompok kata ini sepertinya dua penggunaan yang berlawanan 

1. memuji (Allah) 

2. mengakui dosa 

Hal ini mungkin telah dikembangkan dari pengertian manusia mengenai kekudusan Allah dan 
keberdosaannya sendiri. Mengakui satu kebenaran berarti mengakui keduanya. 

D. Penggunaan PB dari kelompok kata ini adalah 

1. berjanji (lih. Mat 14:7; Kis 7:17) 

2. bersetuju atau persetujuan mengenai sesuatu (lih. Yoh 1:20; Luk 22:6; Kis 24:14; Ibr 11:13) 

3. memuji (lih. Mat 11:25; Luk 10:21; Rom 14:11; 15:9) 

4. menyetujui 

a. seseorang (lih. Mat 10:32; Luk 12:8; Yoh 9:22; 12:42; Rom 10:9; Flp 2:11; I Yoh 2:25; Wah 
3:5) 

b. suatu kebenaran (lih. Kis 23:8; II Kor 1 1 : 13; I Yoh 4:2) 

5. membuat pernyataan kepada umum mengenai (pengertian hukum yang dikembangkan ke dalam 
penegasan keagamaan, lih. Kis 24:14; I Tim 6:13) 

a. tanpa pengakuan akan kesalahan (lih. I Tim 6:12; Ibr 10:23) 

b. dengan pengakuan akan kesalahan (lih. Mat 3:6; Kis 19:18; Ibr 4: 14; Yak 5:16; I Yoh 1:9) 



63 



3:6 Lihat catatan di 2:7. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 3:7-13 

7 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, 
yang memegang kunci Daud; apabila la membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila la menutup, 
tidak ada yang dapat membuka. 8 Aku tahu segala pekerjaanmu: I i hat la h, Aku telah membuka pintu 
bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun 
engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. 'Lihatlah, beberapa orang dari 
jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, 
melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan 
tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. 1(l Karena engkau menuruti 
firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan 
yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. "Aku datang segera. 
Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. 12 Barangsiapa 
menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; 
dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun 
dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. 13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa 
yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." 



3:7 "dari Yang kudus, Yang benar" Ayat 7 merupakan rangkaian empat klausa deskriptif menggambarkan Yesus 

dengan sebutan YHWH. "Kudus" digunakan 30 kali dalam Yesaya untuk menggambarkan YHWH. YohaiieS biasaiiya meilgganti istilah 

"benar" (lih.l5:3; 16:7; 19:2). "Yang Benar" sering digunakan untuk YHWH (lih. Yes. 65:16; Yer 10:10; I 
Yohanes 5:20; Wahyu 15:3, 16:7, 19:2). Dua yang pertama, "Yang Kudus" dan "Yang benar," digunakan lagi 
untuk Allah dalam Wahyu 6:10. Istilah "Yang benar" dalam bahasa Yunani berarti "Yang benar menentang yang 
palsu" tetapi dalam bahasa Ibrani berarti "setia atau dapat dipercaya". Yesus pastilah keduanya (lih.3:14; 19:11, 
21:5,22:6). 

□ "yang memegang kunci Daud" Ini merupakan acuan kepada kerajaan Mesias keturunan Daud di II Sam. 7, 
tapi terutama Yes. 22:22. 

□ "apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka" ini mengacu pada pemberitaan Injil (lihat catatan 
pada ay. 8). 

3:8 "Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun" Ini PERFECT ACTIVE 
INDICATIVE dan PERFECT PASSIVE PARTICIPLE. Mengacu pada (1) kesempatan berkhotbah (kunci, 
lih.Mat. 16:19); (2) masuk ke dalam perjamuan Mesiaa (berpakaian putih, lih. ay. 4.), Atau (3) kesempatan Ilahi 
untuk melayani (lih.Kis 14:27; I Kor. 16:9; II Kor. 2: 12; Kol. 4:3). 

□ "Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa" Ini adalah yang pertama dari tiga alasan mengapa Yesus 
membuka pintu kesempatan yang indah. Ini adalah satu-satunya dari tujuh jemaat yang Yesus tidak katakana hal 
yang negatif. 

□ "namun engkau menuruti firman-Ku" Verba (AORIST ACTF/E INDICATF/E) menyiratkan waktu 
tertentu penganiayaan atau tindakan yang menentukan ketaatan. Mereka "kurang iman," tetapi digunakan dengan 
baik! 

□ "dan engkau tidak menyangkal nama-Ku" Ini mungkin merujuk kepada penganiayaan disebabkan oleh 
tuntutan Konsilia, pendukung lokal penyembahan Kaisar (lih.2:13). 

3:9 "Aku akan menyerahkan kepadamu beberapa orang dari jemaah Iblis" Ini bisa merujuk ke oposisi 
Yahudi terhadap Injil. Jemaat, bukan orang Yahudi yang tidak percaya, adalah umat Allah yang sejati. 

□ "Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu" Merupakan acuan kepada Yes. 
45:14, 49:23, 60:14, yang awalnya berbicara tentang bangsa4>angsa lain datang ke dalam bangsa Yahudi, tetapi 
karena orang-orang Yahudi yang disebut menolak Mesias, mereka akan datang untuk tunduk pada orang percaya 

64 



bukan Yahudi untuk menunjukkan kasih Allah kepada mereka (lih. Yes. 43:4,9). Ini adalah contoh yang baik 
tentang bagaimana PB pada umumnya, dan Yohanes khususnya, telah mengiubah nubuat PL tentang Israel. 
Yohanes menggunakan naskah yang awalnya melihat bangsa-bangsa lain datang ke Yerusalem yang dipulihkan 
untuk beribadah kepada YHWH, tapi dalam zaman baru kebenaran, gambar geo-politik diperluas termasuk dunia 
yang percaya (Yahudi dan Non-Yahudi) yang tidak percaya orang Yahudi datang dan sujud menyembah! 
Universalisasi Israel dan Yerusalem menunjukkan bahwa Wahyu, jauh dari substantiating suatu pemenuhan 
harfiah dari nubuat PL untuk bangsa Yahudi, telah mengubah mereka (lih. Ef 2:11-3:13). Inilah misteri "Injil 
tersembunyi dari segala masa" ! 

3:10 

NASB "Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku" 

NKJV, NJB "Karena engkau menuruti perintah-Ku, untuk tekun menantikan Aku" 
NRSV "Karena engkau sudah menuruti perintah-Ku supaya bertekun" 

TEV "Karena engkau menuruti perintah-Ku untuk bertahan" 

Ini mungkin mengacu kepada Yohanes 8:51 atau 1706. Yesus tidak menjanjikan untuk menjaga jemaat-Nya 
dari penganiayaan karena dalam surat kepada tujuh gereja, penganiayaan, bahkan kematian, itu terjadi. 

Ay at 10 mengacu pada penghakiman Allah pada orang -orang tidak percaya di seluruh dunia. Sangat penting 
untuk membedakan antara "kesengsaraan" orang percaya bertahan dalam iman dan "murka Allah" yang jatuh atas 
dunia yang tidak percaya. 

Penterjemah berbeda pendapat tentang bagaimana jemaat akan terhindar ditengah penghakiman eskatologis 
ini: (1) sebagian melihat jemaat dapat melewatinya karena dilindungi oleh Allah (lih. Yohanes 17:15), (2) orang 
lain melihat ini sebagai petunjuk ke arah pengangkatan rahasia orang-orang percaya sebelum periode ini. Saya 
lebih memilih # 1. umat Tuhan pun tak luput dari penganiayaan dan kematian selama beberapa abad pertama 
dalam budaya Yunani-Romawi atau kelanjutan penganiayaan dan kematian saat Injil diberitakan, tidak pula 
mereka akan terhindar dari sakit akhir zaman lahir dari New Age. Penganiayaan akan selalu dihapuskan dan 
gereja diperkuat! 

Unit literal dari pasal 2-3, di mana jemaat mengalami penganiayaan, diikuti oleh unit literal surga, di mana 
jemaat martir berdoa untuk membalas dendam. Murka "Allah" diberikan dalam tahap yang parah (meterai-1 / 4, 
sangkakala-1 / 3, cawan -kebinasaan total), masing-masing tahap diberikan untuk tujuan panggilan kepada 
mereka yang terhilang untuk diselamatkan. Akhir murka Allah, kematian kedua, lautan api (lih. Wahyu 20), tidak 
lagi untuk penebusan, tapi benar-benar menghukum. 

Jemaat yang dianiaya akan menjadi jemaat yang menang dan orang-orang percaya yang dianiaya akan 
mengalami penganiayaan! Allah yang memegang kendali! Lihat Topik Khusus: Ketekunan di 2:2. 

□ "untuk mencobai mereka yang diam di bumi" frasa ini digunakan berulang kali untuk merujuk pada 
keadaan pemberontakan yang menetap oleh orang-orang tidak percaya (lih. Wahyu 6:19 18:13; 1:10; 12:12; 13: 8, 
12, 14; 17:8). Allah menginginkan mereka untuk bertobat dan percaya (lih. I Tim 2:4;. II Pet. 3:9), tetapi mereka 
tidak akan, bahkan di tengah-tengah penghakiman yang diperluas dari ketujuh meterai itu, sangkakala, dan cawan. 
Lihat Topik Khusus: Istilah Yunani untuk Pengujian di 2:2 d. 

3:11 "Aku datang segera" ini adalah penekanan lanjutan pada semakin dekatnya kedatangnTuhan (Uh. 1:1, 3; 
2:16; 22:7,12,20). Jemaat mula-mula mengharapkan kedatangan kembali Tuhan. Ini adalah pengharapan setiap 
generasi orang Kristen. Lihat Topik Khusus: Segera Kembali di 1:3. 

□ "Peganglah apa yang ada padamu" Ini adalah PRESENT ACTF/E IMPERATIVE, yang berarti "terus 
berpegang teguh" sebagai AORIST ACTIVE IMPERATF/E 2:25 difokuskan pada tindakan yang menentukan 
berpegang teguh. Sebagai orang percaya berpegang pada Allah, Dia akan memegang mereka (lih. Gal 6:9). Ini 
adalah hubungan perjanjian kedaulatan Allah dan respon yang diamanatkan pada umat manusia! 

Keselamatan merupakan keputusan awal dari pertobatan dan iman (lih. Markus 1:15, Kis 3:16,19; 20:21) 
diikuti oleh gaya hidup pertobatan dan iman, ketaatan, pelayanan, dan ketekunan. Semua nya adalah hal yang 
diperlukan bagi kekristenan dewasa. 

□ "mahkota" Ini adalah referensi lainnya bagi mahkota Stephanos disebutkan dalam 2:10. Ini adalah upah bagi 
kesetiaan. 

65 



3:12 "Barangsiapa menang" Lihat topik khusus dan catatan pada 2.2. 

□ "akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku" Philadelphia berada di daerah gempa; metafora 
tiang menyampaikan konsep stabilitas. nama Tokoh warga ditulis di pilar-pilar kuil di Philadelphia. Istilah "bait 
suci" di sini adalah istilah (naos) dari kata kerja "untuk tinggal" dan digunakan untuk tempat tinggal bagi 
kehadiran Tuhan. Orang percaya yang menang tidak akan pernah meninggalkan hadirat Allah (lih. Maz. 23:6, 
27:4-6). 

□ Hal ini mungkin metafora karena tampaknya tidak akan ada bait suci dalam zaman baru (lih.21 :22). 

□ "padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku" Perhatikan pengulangan lima kali dari kata "Ku" dalam ay. 
12. Ini adalah pengakuan yang indah dari keintiman dengan Allah. Nama merupakan simbol kepemilikan (lih.7:3; 
14:1; 22:4). 

□ "Yerusalem baru. . nama-Ku yang baru " Wahyu mengambil nubuatan Yesaya. 

1. beberapahal baru, 42:9, 43:19; 48:6 (Wahyu 21:5) 

2. lagu baru, 42:10 (Why. 5:9; 14:3) 

3. nama baru, 62:2; 65:15 (Wahyu 2:17) 

4. langit baru dan bumi baru, 65:17, 66:22 (Why. 3:12; 21:1). 

Kota surgawi yang baru, Yerusalem, juga dinubuatkan dalam Yesaya: 40:2,9; 41:27; 44:20,28; 52:1,2,9; 
62:1,6,7; 65:18,19; 66:10,13,20 (Wahyu 21:2,10). Ini adalah metafora untuk kehadiran Allah di antara umat- 
Nya. Nubuatan PL telah diuniversalkan. Yerusalem Baru bukan sebuah kota di Palestina, tapi janji di masa 
baru kebenaran. 

3:13 Lihat catatan di 2:6. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 3:14-22 

14 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan 
benar, permulaan dari ciptaan Allah: ls Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak 
panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak 
dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. "Karena engkau berkata: Aku kaya 
dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, 
bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18 maka Aku menasihatkan engkau, 
supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, 
dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang 
memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. "Barangsiapa 
Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di 
muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku 
akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan 
Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, 
sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa 
bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." 



3:14 " Amin" Merupakan acuan untuk sebutan YHWH, "Allah yang Amin" dalam Yes. 65:16. Istilah "Amin" 
adalah suatu bentuk dari kata Perjanjian Lama untuk "percaya" atau "iman" (lih. Kej 15:16; Hab. 2:4). Biasanya 
menekankan kesetiaan atau kepercayaan (lih.l :6; n Kor. 1:20). Lihat Topik Khusus di 1:6. 

□ "Saksi yang setia dan benar" Dalam Septuaginta kata sifat ini sama-sama digunakan untuk merujuk ke 
YHWH. Ada kemungkinan bahwa emeth, yang adalah kata Ibrani untuk "iman," "percaya" dan "kepercayaan," 
diterjemahkan sebagai pistos (setia) dan altheia (kebenaran). Kedua istilah Yunani yang sering digunakan dalam 
Wahyu bagi Yesus (lih.3:14; 19:11, 21:05, 22:6). 

66 



NASB, NKJV "Permulaan dari ciptaan Allah" 

NRSV "asal-usul ciptaan Allah" 

TEV "asal-usul semua yang Tuhan telah ciptakan" 

NJB "Prinsip penciptaan Allah" 

Ini merupakan kiasan untuk Kej. 1:1 dan Yohanes 1:1. Istilah "permulaan" (Ibrani, bereshith) dan "asal 
usul" (Yunani, arch_) memiliki 2 konotasi : (1) memulai atau (2) asal, sumber. 

Frasa ini digunakan dalam Arian / Athanasius (Trinitarian) kontroversi dari abad keempat dan merupakan 
acuan kepada Ams. 8:22-31. Hikmat adalah ciptaan YHWH yang pertama dan melalui kebijaksanaan semua yang 
lain diciptakan. Ini mungkin asal mula penggunaan Yohanes dari kata "logos" dalam Injil (lih. Yohanes 1:1). Ini 
adalah salah satu pasal terkuat tentang keberadaan Kristus (lih. Yohanes 1:1; 8:57-58; II Kor. 8:4; Fil. 2:6-7; Kol 
1:17), dan juga Kristus sebagai agen Bapa di dalam penciptaan (lih. Yohanes 1:3; I Kor 8:16; Kol 1:15,18; Ibr. 
1:2). 



TOPIK KHUSUS: ARCHE 

Istilah "domain" adalah istilah Yunani arch, yang artinya "mula-mula" atau "asal mula" dari sesuatu. 

1 . permulaan dari susunan yang dicipta (lih. Yoh 1 : 1 ; I Yoh 1:1) 

2. awal dari Injil (lih. Mar 1 : 1 ; Flp 4: 15) 

3. saksi mata pertama (lih. Luk 1:2) 

4. tanda-tanda awal (mujizat, lih. Yoh 2: 1 1) 

5. prinsip-prinsip yang mula-mula (lih. Ibr 5:12) 

6. jaminan/keyakinan mula-mula (lih. Ibr 3:14) 

Ini digunakan juga untuk menyebut "aturan" atau "kekuasaan" 

1 . dari pegawai-pegawai pemerintahan manusia 

a. Luk 12:11 

b. Luk 20:20 

c. Roma 13:3; Titus 3:1 

2. dari kekuasaan-kekuasaan kemalaikatan 

a. Roma 8:38 

b. I Kor 15:24 

c. Ef 1:21; 3:10; 6:10 

d. Kol 1:16; 2:10,15 

Guru-guru palsu ini melecehkan semua penguasa, di dunia maupun di surga. Mereka adalah kaum 
antinomian libertine. Mereka menaruh diri dan keinginan mereka sendiri ditempat pertama sebelum 
Allah, malaikat, pemerintah umum, dan pimpinan gereja. 



3:15 "Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas" ini mungkin menjadi acuan untuk 
air hangat yang harus diminum rakyat kota ini karena air panas lokalnya. Tuntutan yang sama dibuat terhadap 
gereja Sardis (lih.3:l). 

3:16 "Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku" Peringatan dari 2:5; 3:3,16,17 mengejutkan ketika 
menyadari bahwa itu ditujukan kepada jemaat-jemaat yang terlihat dari abad pertama. Ini bukan kehilangan 
keselamatan, tetapi kehilangan pelayanan yang efektif (lih.3:19; Ibr. 12:5-13). 

3:17 "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan 
apa-apa'" Ayat 17 dan 18 adalah kiasan historis untuk Laodikia sebagai pusat perbankan, pusat wol yangdicelup, 
dan pusat untuk salep mata. Tragedi kemakmuran mereka adalah bahwa mereka mengira mereka telah memiliki 
begitu banyak padahal yang mereka miliki sangat sedikit (lih.3:l). 



67 



SPECIAL TOPIC: KEKAYAAN 

I. Perspektif keseluruhan dari Perjanjian Lama 

A. Allah adalah pemilik segalanya 

1. Kejadian 1-2 

2. ITawarik29:ll 

3. Mazmur 24:1; 50:12; 89:11 

4. Yesaya 66:2 

B. Manusia adalah pengurus harta kekayaan untuk tujuan Allah 

1. Ulangan 8:11-20 

2. Imamat 19:9-18 

3. Ayub 31:16-33 

4. Yesaya 58:6-10 

C. Kekayaan adalah bagian dari penyembahan 

1 . Persembahan perpuluhan yang kedua 

a. Bilangan 18:21-29; Ulangan 12:6-7; 14:22-27 

b. Ulangan 14:28-29; 26:12-15 

2. Amsal 3:9 

D. Kekayaan dipandang sebagai pemberian Tuhan untuk perjanjian kesetiaan 

1. Ulangan 27-28 

2. Amsal 3:10; 8:20-21; 10:22; 15:6 

E. Peringatan terhadap kekayaan dengan mengorbankan orang lain 

1. Amsal 21:6 

2. Yeremia 5:26-29 

3. Hosea 12:6-8 

4. Mikha 6:9-12 

B. Kekayaan bukanlah dosa sampai itu menjadi priori tas 

1. Mazmur52:7; 62:10; 73:3-9 

2. Amsal 11:28; 23:4-5; 27:24; 28:20-22 

3. Ayub 31:24-28 

n. Perspektif unik terhadap Amsal 

A. Kekayaan ditempatkan di arena usaha pribadi 

1. Pemalas dan kemalasan mendatangkan kutuk— Amsal 6:6-11; 10:4-5,26; 12:24,27; 13:4; 15:19; 
18:9; 19:15,24; 20:4,13; 21:25; 22:13; 24:30-34; 26:13-16 

2. Kerjakeras sangat dianjurkan — Amsal 12:11,14; 13:11 

B. Kemiskinan versus kekayaan biasanya digunakan untuk menggambarkan kebenaran versus kejahatan 
—Amsal 10:lff; 11:27-28; 13:7; 15:16-17; 28:6,19-20 

C. Hikmat (mengenal Allah dan FirmanNya dan menghidupi pengetahuan ini) lebih baik dari kekayaan 
—Amsal 3:13-15; 8:9-11,18-21; 13:18 

D. Peringatan dan nasihat 

1 . Peringatan 

a. berhati-hatilah menjadi penjamin atas pinjaman orang lain (jaminan) — Amsal 6:1-5; 11:15; 
17:18; 20:16; 22:26-27; 27:13 

b. Berhati-hatilah menjadi kaya untuk tujuan yang jahat — Amsal 1:19; 10:2,15; 11:1; 13:11; 
16:11; 20:10,23; 21:6; 22:16,22; 28:8 

c. Berhati-hatilah untuk meminjam — Amsal 22:7 

d. Berhati-hatilah terhadap harta yang fana — Amsal 23:4-5 

e. Kekayaan tidak akan menolong pada hari penghakiman — Amsal 11:4 

f. Kekayaan memiliki banyak "sahabat" — Amsal 14:20; 19:4 

2. Nasihat 

a. Untuk bermurah hati— Ams 11:24-26; 14:31; 17:5; 19:17; 22:9, 22-23; 23:10-11; 28:27 

b. Kebenaran lebih baik daripada harta kekayaan — Amsal 16:8; 28:6,8,20-22 

68 



c. Berdoalah untuk kebutuhan, bukan kelimpahan — Amsal 30:7-9 

d. Memberi kepada orang miskin sama dengan memberi kepada Allah — Amsal 14:31 
HI. Sudut pandang Perjanjian Baru 

C. Yesus 

1 . kekayaan membentuk godaan yang unik untuk percaya pada diri sendiri dan kekuatan kita bukan 
Allah dan kekuatan-Nya 

a. Matius 6:24; 13:22; 19:23 

b. Markus 10:23-31 

c. Lukas 12:15-21,33-34 

d. Wahyu 3:17-19 

2. Allah akan mencukupi kebutuhan kita 

a. Matius 6:19-34 

b. Lukas 12:29-32 

3. Menabur berkaitan dengan menuai (sama halnya dengan Roh dan fisik) 

a. Markus 4:24 

b. Lukas 6:36-38 

c. Matius 6:14; 18:35 

4. Pertobatan mempengaruhi kekayaan 

a. Lukas 19:2-10 

b. Imamat5:16 

5. Eksploitasi ekonomi mendatangkan kutuk 

a. Matius 23:25 

b. Markus 12:38-40 

6. Penghakiman akhir jaman berhubungan erat dengan penggunaan kekayaan kita — Matius 25:31- 
46 " 

D. Paulus 

1. Pandangan praktis seperti Amsal (bekerja) 

a. Efesus 4:28 

b. I Tesalonika 4:11-12 

c. II Tesalonika 3:8,1 1-12 

d. ITimotius5:8 

2. Pandangan rohani seperti Yesus (segala sesuatu adalah fana, berbahagialah) 

a. I Timotius 6:6-10 (kepuasan) 

b. Filipi 4: 11-12 (kepuasan) 

c. Ibrani 13:5 (kepuasan) 

d. I Timotius 6:17-19 (kemurahan hati dan kepercayaan pada Tuhan, bukan kekayaan) 

e. I Korintus 7:30-31 (Transformasi segala hal) 
W. Kesimpulan 

A. Tidak ada teologi alkitabiah yang sistematis tentang kekayaan. 

B. Tidak ada pasal yang pasti mengenai hal ini, oleh karena itu, banyak wawasan akan diperoleh dari 
pasal-pasal yang berbeda. Berhati-hatilah untuk tidak membaca pandangan Anda ke dalam naskah- 
naskah yang terisolasi. 

C. Amsal, yang ditulis oleh orang-orang bijak (bijak), memiliki perspektif yang berbeda dari jenis lain 
genre Alkitab. Amsal praktis dan terfokus secara individual. Seimbang dan hams diimbangi dengan 
Kitab Suci lain (lih. Yer 18:18). 

D. Jaman sekarang perlu menganalisis pandangan dan praktik tentang kekayaan dalam terang Alkitab. 
Prioritas kami menjadi salah jika kapitalisme atau komunisme adalah satu-satunya pedoman kami. 
Mengapa dan bagaimana seseorang berhasil adalah pertanyaan yang lebih penting daripada berapa 
banyak seseorang telah mengumpulkan. 

E. Akumulasi kekayaan harus diimbangi dengan ibadah yang benar dan pelayanan yang bertanggung 
jawab (lih.II Kor 8-9). 

69 



3:18 "membeli dari pada-Ku" Mungkin menjadi acuan kepada Yes. 55:1-3, dimana Allah menawarkan 
keselamatan itu sebagai pemberian cuma-cuma, tetapi digambarkan sebagai harga yang hams dibayar. 

□ "pakaian putih" Lihat catatan di 3:4. 

□ "agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan" Dalam PL ketelanjangan adalah tanda 
kekalahan, penghakiman, dan kemiskinan 

3:19 "Kutegor" Istilah Yunani elegch digunakan dalam arti "untuk diekspos dan dengan demikian 
disembuhkan atau diperbaiki" (lih. Yohanes 3:20; Ef. 5:11-14). 

□ "dan Kuhajar" Didisiplinkan oleh Allah adalah tanda bahwa kita anggota keluarga-Nya (lih. Ayub 5: 17; 
Amsal 3:12;. Maz. 94:12; Ibr. 12:6). 

□ "Relakanlah hatimu" Ini adalah PRESENT ACTIVE IMPERATIVE. Berasal dari akar kata yang sama 
"panas" atau "mendidih" (zestos) yang digunakan dalam 3:15-16. Mengenal dan melayani Allah harus menjadi 
gairah yang menyala-nyala dan gaya hidup. 

□ "Dan bertobatlah" Ini merupakan AORIST ACTIVE IMPERATr/E. Ada desakan berulang disepanjang 
ketujuh surat bahwa orang Kristen, bukan hanya orang-orang yang ridak percaya, harus bertobat dan kembali 
kepada Kristus untuk kedewasaan, stabilitas, dan sukacita (lih.2:5, 16, 22, 3:3, 19). 

Pertobatan adalah gaya hidup, bukan hanya suatu tindakan awal! 

3:20 "Aku berdiri di muka pintu dan mengetok" Ini merupakan PERFECT ACTIVE TNDICATIVE, "Aku 
berdiri dan terus berdiri di pintu" diikuti dengan PRESENT ACTIVE INDICATIVE "dan terus mengetuk". 
Meskipun jemaat ini tidak menerima firman pujian, tapi mereka menerima undangan hangat. Ini bukan undangan 
untuk menjadi seorang Kristen, melainkan undangan untuk kembali ke persekutuan yang utama bersama Kristus. 
Ayat ini sering digunakan di luar konteks untuk merujuk ke penginjilan. 

Metafora "pintu" digunakan dalam Injil (lih. Mrk 13:28-29; Lukas 12:36) sebagai cara untuk mengacu pada 
semakin dekatnya kedatangan Kristus. 

□ "jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu" Ini adalah THIRD CLASS 
CONDITIONAL SENTENCE menyiratkan potensi tetapi bukan tindakan tertentu. Di banyak bagian dunia, 
mengetukselalu disertai dengan salam verbal. Perhatikan unsur kehendak; orang / jemaat harus merespon dan 
membuka pintu. Ini adalah aspek persekutuan dari semua hubungan Allah dengan manusia. Dia mengambil 
inisiatif, la menetapkan agenda, tetapi manusia harus merespon. Juga, perhatikan bahwa respon bukan hanya 
permulaan saja tetapi terus-menerus. Keselamatan bukanlah suatu produk, tapi gaya hidup hubungan. Memiliki 
pasang surut, tetapi persekutuan eksistensial itu pasti ! 

□ "Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama 
dengan Aku" Merupakan acuan bagi penawaran perdamaian (lih.Im. 3 & 7)., Waktu persekutuan di mana Allah 
secara simbolis makan dengan orang yang ditawarkan tersebut. Orang lain melihat ini sebagai referensi ke 
perjamuan Mesianik eskatologis. 

Istilah yang digunakan di sini untuk makan adalah yang digunakan untuk makan di akhir hari, yang 
merupakan waktu utama persekutuan keluarga dan persahabatan. Di Timur, makan selalu menjadi tanda 
perjanjian, persahabatan, dan persekutuan 

3:21 "ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku" Ini adalah gambaran yang kuat 
dari persekutuan intim dan inklusi. Ada banyak kiasan di PB bagi orang percaya percaya untuk memerintah 
bersama dengan Kristus (lih.2:26, 27; Lukas 22:30; Mat. 19:28; I Kor. 06:2; II Tim. 2:12; Wahyu 20:4). Wahyu 
22:5 menyiratkan pemerintahan kekal orang Kristen bersama dengan Kristus. Lihat Topik Khusus memerintah 
dalam Kerajaan Allah pada 5: 10. 

70 



□ "sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya" 

Sungguh indah mengetahui bahwa Yesus telah menang atas dunia (lih.Yoh. 16:33; Ef. 1:21-22) dan bahwa 
Dia sudah duduk di sebelah kanan Bapa (lih. Ef 1 :20; I Yohanes 2: 1 dan Wahyu 22: 1) dan bahwa la 
menginginkan kita untuk bergabung dengan Dia dalam kemenangan-Nya! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Mengapa nubuatan Yohanes tentang akhir zaman-dimulai dengan surat kepada tujuh (dan hanya tujuh) 
jemaat di Asia Kecil? 

2. Mengapa setiap surat dimulai dengan gambaran tentang Kristus dari pasal 1 ? 

3. Bagaimana surat-surat ini berhubungan dengan jemaat saat ini? 

4. Bagaimana Anda menafsirkan peringatan yang kuat yang ditujukan kepada jemaat-jemaat ini? 

5. Bagaimana doktrin "sekali diselamatkan, akan selalu diselamatkan" berhubungan dengan peringatan dan 
ajakan untuk bertekun dalam surat-surat ini? 

6. Mengapa 3:23 bukanlah janji keselamatan? 

7. Bagaimana unit lietratur berikutnya terkait dengan surat-surat kepada ketujuh jemaat? Allah akan 
mengampuni orang percaya di akhir zaman dari penganiayaan, tetapi bukan orang percaya di abad 
pertama? 



71 



WAHYU 4 DAN 5 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 




NRSV 


TEV 


NJB 


Penyembahan Surgawi 


Ruang tahta Allah surgawi 


Penglihatan tentang 
kemuliaan Allah dan anak 
domba 


Penyembahan di surga 


Allah mempercayakan 
masa depan dunia kepada 
Anak Domba 


4:l-6a 


4:1-11 


4:l-6a 




4:l-6a 


4:1-11 


4:6b-ll 




4:6b-ll 




4:6b-8 
4:9-11 




Kitab yang dimeterai dan 
Anak Domba 


Anak Domba mengambil 
kitab yang dimeterai 






Kitab yang dimeterai dan 
Anak Domba 




5:1-14 


5:1-7 


5:1-5 




5:1-5 


5:1-5 




Layaklah Anak Domba 


5:6-10 




5:6-10 


5:6-10 




5:8-14 














5:11-14 




5:11-14 


5:11-14 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Dua pasal ini membentuk suatu unit literal; Pasal 4 menunjukkan Allah sebagai Pencipta (konotasi dari 
Elohim, Allah sebagai pencipta, penyedia, dan penopang semua yang hidup, lih. Mzm 104) dan pasal 5 
menunjukkan Anak Domba Allah (Yesus) sebagai Penebus (konotasi dari YHWH, Tuhan sebagai Juru 
selamat, Penebus, dan Allah pembuatan perjanjian, (lih. Maz 103). Konteks literal yang lebih besar terus 
sampai pembukaan meterai ketujuh. Namun, meterai itu sendiri dimulai di pasal 6 dan terus berlanjut di 8:1. 



72 



B. Pasal 4 membentuk tema utama (kemuliaan dan aturan YHWH) dari kitab Wahyu. Takhta surgawi mirip 
dengan Kemah surgawi di Ibr. 8 dan 9. Motif ini (kemuliaan surgawi Allah) membentuk tujuan utama 
mistisisme Yahudi awal. 

C. Kitab Wahyu tidak terutama tentang bagaimana dan kapan terjadi Kedatangan yang Kedua; Terutama 
kedaulatan Allah dalam sejarah manusia. Kedua pasal penting dalam memahami sisa dari kitab dan 
tujuannya! 

D. Terlihat jelas dari kedua pasal bahwa Yohanes menggunakan bahasa apokaliptik untuk menggambarkan 
kebenaran rohani. Yohanes menggunakan gambar dari bagian apokaliptik PL, khususnya Yeh. pasal 1 dan 10; 
juga 2:9,10; Dan. 4; 7:13-14 dan juga tak terhitung banyaknya referensi untuk tulisan-tulisan apokaliptik 
Yahudi intertestamental, seperti I Henokh. Jika ini benar maka sangat pantas untuk mendorong Wahyu ke 
dalam grid, benar43enar penafsiran harfiah historis, terutama ketika kita memaksa peristiwa di jaman kita, 
budaya kita, setting geografis kita ke dalam rincian kitab apokaliptik kuno. Bukan berarti bahwa Wahyu tidak 
benar. Bukan dimaksudkan untuk ditafsirkan seperti narasi historis; model hermeneutis yang lebih baik 
mungkin adalah perumpamaan Yesus ! 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 4:1-11 

kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang 
dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan 
Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan 
lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. 3 Dan Dia yang duduk di takhta 
itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu 
gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. 4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di 
takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di 
kepala mereka. s Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala- 
nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. 6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca 
bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, 
di sebelah muka dan di sebelah belakang. 7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan 
makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka 
manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. 8 Dan keempat 
makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, 
dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan 
Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." 'Dan setiap kali makhluk- 
makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di 
atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, "maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua 
itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama- 
lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: n Ya Tuhan dan 
Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan 
segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan. 



4:1 

NASB, NKJV "kemudian setelah itu aku melihat" 

NRSV "Kemudian dari pada itu aku melihat" 

TEV "pada saat ini aku mendapat penglihatan lagi dan melihat" 

NJB "kemudian, dalam penglihatanku, aku melihat" 

Bentuk gramatikal ini, dengan sedikit variasi, juga ditemukan di 7:1,9; 15:5, 18:1 dan mungkin 19:1. Ini 
adalah serangkaian penglihatan. Kebanyakan penglihatan profetik PL adalah keadaan persekutuan, yang 
menekankan "jika.. . kemudian" dari perjanjian Allah dengan Israel. Iman Israel saat ini menentukan nasib masa 
depannya. Hal ini juga berlaku penglihatan Yohanes dalam kitab Wahyu 

73 



1. Kata-kata Yesus kepada ketujuh jemaat dikondisikan. Respon mereka terhadap peringatan-Nya 
menentukan masa depan mereka 

2. Penghakiman dari ketujuh meterai dan sangkakala juga dikondisikan. Tuhan ingin orang-orang yang tidak 
percaya untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya 

Seperti dalam Perjanjian Lama, rencana universal penebusan Allah (lih.Kej 3:15; 15:12-2; 17:1-8) adalah mutlak 
didasarkan pada janji-Nya, tetapi juga bersyarat (lih.Kejadian 12:1; Wahyu 2-3) atas respon persekutuan manusia. 
Rencana penebusan universal terungkap dalam suasana surgawi pasal 4 dan 5 

□ "pintu berdiri terbuka di surga" ini adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE, yang berarti bahwa pintu 
dibuka oleh Tuhan (PASSIVE VOICE) dan tetap terbuka (PERFECT TENSE). Ini merupakan cara lain untuk 
mengekspresikan pewahyuan Allah tentang diri-Nya kepada umat manusia. Sangat mirip dengan 19:11; Yeh 1:1; 
Mat. 3:16; Yohanes 1:51 dan Kis. 7:55-56. 

Kata "surga" digunakan lebih dari 50 kali dalam tulisan-tulisan Yohanes dan selalu dalam bentuk tunggal, 
kecuali sekali dalam 12:12. Arti yang tepat dari perubahan ini, dari bentuk tunggal ke jamak, secara teologis tidak 
pasti. Para rabi membahas apakah ada tiga atau tujuh langit (lih. II Kor 12:2). Yohanes berfokus pada satu surga, 
dimana Allah tinggal dan Dia memilih untuk membiarkan kita melihat ke dunia-Nya. Meskipun ada kekacauan di 
bumi, tidak akan ada seorang pun di surga. 

□ "dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala" Sebuah 
suara seperti sangkakala disebutkan di 1:10 (lihat catatan). Pada awalnya ini berarti Yesus berbicara, tetapi karena 
pasal 4 & 5 adalah unit literatur dan Yesus tidak diperkenalkan sampai 5:5,9-10,12,13, jadi mungkin merujuk 
kepada malaikat yang mengungkapkan (sangat karakteristik literatur apokaliptik). Suara seorang malaikat dan 
tiupan sangkakala yang terkait dalam gambaran Paulus tentang Kedatangan Kedua (lih. I Tesalonika 4:16). 

□ "Naiklah kemari" dispensasionalis telah mengasumsikan bahwa ini adalah rahasia pengangkatan jemaat 
karena pemahaman presuppositional mereka tentang kitab Wahyu (semua nubuat PL harus benar-benar terpenuhi; 
jemaat dan bangsa Israel benar-benar terpisah; Jemaat akan diam-diam diangkat ke surga sehingga nubuatan PL 
dapat dipenuhi bagi bangsa Israel duniawi). Seringkali interpretasi ini didukung oleh argumen dari keheningan, 
karena kata "jemaat" tidak muncul dalam Wahyu setelah pasal 3 (kecuali di 22:10). Namun, tidak ada dalam 
naskah yang menyiratkan bahwa siapa pun kecuali Yohanes dipanggil ke langit. 

□ "apa yang harus terjadi sesudah ini" frasa ini mungkin merupakan acuan kepada Dan. 2:29,45. Jika 
demikian, mengacu pada peristiwa sejarah dalam satu rangkaian, bukan kejadian masa depan. Wahyu bukanlah 
apa yang ada di abad pertama dan hal-hal dalam satu abad masa depan yang jauh, tapi peristiwa yang: 

1 . terulang di setiap zaman. 

2. mencerminkan seluruh periode antara kedatangan Kristus pertama dan kedatangan-Nya yang kedua. 

4:2 "Segera aku dikuasai oleh Roh" Yohanes digambarkan sebagai Roh dalam 1:10; 17:3 dan 21:10. Ini 
mungkin mirip dengan apa yang terjadi pada Yehezkiel dalam Yeh. 8:1-4, 11:1, kepada Yesus dalam Mat. 4:8; 
kepada Filipus dalam Kis. 8:39-40, dan kepada Paulus dalam II Korintus 12:1-2. Apakah ini adalah trans spiritual 
atau transportasi fisik tidak pasti. 

□ "sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang" Istilah "takhta" (thronos) digunakan 
lebih dari 47 kali dalam kitab ini. Kebangkitan Allah adalah motif utama dari penglihatan surgawi (pasal 4 & 5). 
Tahta adalah cara apokaliptik simbolis yang menunjukkan bahwa YHWH mengendalikan seluruh sejarah. Allah 
adalah Roh, kekal, Roh pribadi; Dia tidak duduk di atas takhta! Salah satu tujuan dari genre nubuat dan wahyu 
adalah Allah mengetahui dan mengontrol kejadian masa depan. Semua sejarah diketahui danmemiliki tujuan 
(telos, lih. Mat. 24:14; I Kor. 15:24-28). Tahta digambarkan "berdiri". IMPERFECT TENSE ini dapat memiliki 
dua makna:. (1) Selalu berdiri, atau (2) itu sudah diatur. Ini mungkin sebuah kiasan kepada Dan. 7:9, "sebuah 
takhta didirikan." 

4:3 "Dia yang duduk itu nampaknya" Yohanes tidak akan menggambarkan penampakan Allah karena dalam 
pemikiran Yahudi, ini sangat tidak pantas (lih. Kel. 33:17-23; Yes 6:5). Tapi dia akan menjelaskan kemuliaan 

74 



Allah dalam tiga warna permata. Batu permata juga digunakan dalam Yeh. 28:13 untuk menggambarkan citra 
surgawi (Kebun Allah). 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV, TEV "Yasper" 

NJB "Berlian" 

Warna yang tepat dan nama batu permata sangat tidak pasti dalam literatur kuno. Nama-nama batu permata 
dan warna-warna yang berubah dari satu negara ke negara lain dan dari periode ke periode. Yasper adalah batu 
pertama yang ditemukan di dada Imam Besar yang disebutkan dalam Kel. 28:17-21. Batu ini tampaknya menjadi 
batu yang jernih. Terkait dengan "laut dari kaca" (lih.4:6; 15:2; 21:11,18,21). Mungkin merujuk kepada berlian. 

NASB, NKJV "sardis" 

NRSV, TEV "Batu akik" 

NJB "ruby" 

Sardis adalah batu darah merah. Itu adalah batu terakhir pada penutup dada Imam Besar. Ini mungkin sebuah 
kiasan kepada Allah sebagai yang Awal dan Yang Akhir dengan penekanan pada suku Yehuda Mesianik (pelangi 
Zamrud). Kedua batu tercantum dalam tulisan kuno sebagai ringkasan semua perhiasan. 

□ "suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya" zamrud adalah batu 
untuk Yehuda pada penutup dada Imam Besar. Penekanan pelangi telah diduga tetapi ada dua teori utama: (1) 
sebagian melihat sebagai acuan kepada Kejadian 9:16, di mana pelangi merupakan simbol perjanjian Allah untuk 
perlindungan dan tanda bahwa badai telah berakhir ; di tengah-tengah penghakiman ada janji dan kasih karunia; 
(2) Yang lain mengaitkannya dengan Yeh. 1:28, simbol kemuliaan YHWH. Apakah pelangi merupakan tanda 
penghakiman atau perjanjian tidak pasti, tapi jelas adalah pelangi yang tidak biasa karena berwarna hijau dan 
bukan sekadar refraksi cahaya normal. 

4:4 "Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta" Alasan untuk dua puluh empat takhta telah 
diperdebatkan: 

1. beberapa melihatnya terhubung dengan perintah imam Harun yang diatur oleh Daud dalam I Taw. 24:7- 
19 

2. orang lain melihatnya sebagai acuan kepada dewan surgawi yang disebutkan dalam I Raj. 22:19; Yes. 
24:23; Dan. 7:9-10,26 

3. sementara orang lain melihatnya sebagai kombinasi dari dua belas suku Israel dan dua belas rasul, yang 
melambangkan umat Allah yang lengkap (lih.21: 12,14). 

□ "dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua" Ada juga banyak perdebatan tentang identitas 
tua-tua ini. Ada dua teori utama 

1 . Mereka mewakili orang- orang percaya: 

a. digambarkan berpakaian putih (lih.I Kor. 9:25; I Tesalonika. 2:19; II Tim. 4:8; Yak. 1: 12; I Pet. 5:4) 

b. Tidak pernah dikatakan malaikat memakai mahkota dan duduk di atas takhta (lih.ay.4, 10) 

c. mereka berada di daftar khusus termasuk malaikat (lih.5 : 1 1) 

d. 5:9-10 dalam Vulgata, Peshitta, dan kemudian Textus Receptus menyertakan para tetua di lagu 
penebusan 

2. Mereka mewakili malaikat: 

a. malaikat memakai pakaian putih (lih.Mat. 28:3;. Yohanes 20:12, Markus 16:5, Kis. 1:10; Wahyu 15:6 
dan Dan. 10:5,6) 

b. tua-tua ini selalu diidentikkan dengan makhluk hidup seperti dalam 5:1 1,14, yang tampaknya sebagai 
daftar perintah yang berbeda dari tiga malaikat 

c. salah satu tua-tua bertindak sebagai malaikat yang menampakkan (lih.5 :5) 

d. dalam Yes. 24:23 malaikat dewan surgawi Allah disebut "tua-tua" 

75 



e. bukti tekstual 5:10 menyiratkan bahwa tus-tua tidak termasuk dirinya sendiri dalam lagu penebusan 
manusia 

□ "mahkota emas" Tidak ditemukan dalam Alkitab malaikat berkata untuk memakai mahkota (bahkan 
malaikat yang berkuasat di Dan. 10). Gerombolan setan dari jurang digambarkan mengenakan sesuatu yang mirip 
dengan mahkota emas di 9:7. 

4:5 "Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu" Serupa dengan Kel. 19:16-19, yang 
menggambarkan fenomena fisik yang mengelilingi kehadiran Allah di Gunung Sinai. Frasa ini menunjukkan 
kehadiran Allah (lih. 11:19) atau penghakiman-Nya (lih.8:5; 16:18). 

□ "tujuh obor menyala-nyala" Ini adalah tujuh lampu yang terpisah (obor), bukan satu cawan dengan tujuh 
sumbu (lih.Kel 25:37; Zak. 4:2). Mereka berfungsi dalam cara yang mirip dengan semua "Tujuh" yang lain, 
mengacu pada kehadiran Allah. 

□ "itulah ketujuh Roh Allah" Frasa yang sama ini digunakan dalam 1:4; 3:1 dan 5:6. Sering ditafsirkan 
sebagai referensi untuk Roh Kudus berdasarkan 1 :4, tetapi tidak ada referensi lain yang memastikan interpretasi 
itu. frasa ini tampaknya disamakan dengan jwmaat-jemaat (tujuh bintang, 3:1; tujuh obor, 4:5) atau dengan 
kemahakuasaan dan kemahatahuan Anak Domba (5:6). Lihat Topik Khusus: Tujuh Roh di 1:4. 

4:6 "lautan kaca bagaikan kristal" Ada banyak teori tentang ungkapan ini: 

1 . Mengacu pada bejana di Bait Allah (lih. I Raj . 7:23; II Taw. 4:2-6) 

2. Berhubungan dengan konsep laut kristal ditemukan di Kel. 24:9-10 

3. Bagian dari tahta kereta portabel Allah dalam Yeh. 1 :22,26; 10:1 

4. Simbol pemisahan dari kekudusan Allah (lih. 15:02). 

Laut ini dihapus dalam Wahyu 21:1, yang menunjukkan kutuk (lih.Kej. 3) atas dosa umat manusia dan 
pemisahan telah dihapuskan. Lihat catatan di 21:1 

□ "empat makhluk" Makhluk hidup ini dijelaskan dalam ay. 6-8. Mereka adalah kombinasi dari kerubim di 
Yeh. 1:5-10 dan 10:1-17 dan serafim di Yes. 6:2,3. Jumlah sayap dan wajah berbeda, tetapi merupakan gambar 
komposit dari manusia / hewan / malaikat yang mengelilingi takhta Allah (lih. 4:6,8,9; 5:6,8,11,14; 6: 1,3,5,7; 
7:11,14:3,15:7,19:4). 

□ "penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang" Ini bisa merujuk ke mata empat wajah 
masing-masing atau mungkin metafora alkitabiah tentang kemahatahuan Allah (lih. ay 8; Yeh 1:18; 10:12). 

4:7 "singa. . . anak lembu. . . Manusia. . burung nasar". Ini merupakan acuan yang jelas untuk Yeh. 1:6,10. 
Dalam literatur rabinik ini terdaftar sebagai terkuat perintah yang berbeda dari ciptaan Allah. Irenaeus (120-202 
Masehi) menggunakan keempat wajah yang berbeda untuk menggambarkan empat penulis Injil (tradisi gereja 
akhirnya menetapkan Yohanes, elang, dan Lukas, manusia, Markus, sapi, Matius, singa) tetapi ini terlalu 
spekulatif dan alegoris. Makhluk-makhluk komposit adalah simbolik dan tidak literal. Mengetahui penekanan PL 
pada pemeliharaan penciptaan Allah, komposit manusia dan binatang akan menjadi najis secara Levitical. Ini 
bukan kisah sejarah tentang hal-hal aktual dan peristiwa, tetapi sebuah genre yang sangat simbolis yang mencari 
untuk menggambarkan akhir, kebenaran rohani, dalam hal ini Allah sebagai Satu-satunya yang pernah hidup (ay. 
8,9), Yang Mahakudus (ay. 8), dan pencipta segala sesuatu (ay. 11). 

4:8 "kudus, kudus, kudus" Makhluk hidup ini mengulangi lagu dari seraphim dalam Yes. 6:2,3. Ini adalah yang 
pertama dari banyak himne yang ditemukan dalam kitab Wahyu (lih.4:8,ll; 5:9-10,12,13; 7:12; 11:17-18; 12:10- 
12 ; 15:3-4, 16:5-7, 18:2-8, 19:1-3, 6-7). Seringkali lagu pujian adalah suatu cara untuk menafsirkan penglihatan. 
simbol lain, seperti lautan kaca, berfungsi sebagai superlatif Ibrani dari kekudusan akhir Allah. 



76 



□ "TUHAN ALLAH, YANG MAHA KUASA" ini adalah tiga sebutan PL untuk Allah (lih.l:8): (1) TUHAN 
= YHWH (lih. Kel.3: 14; Mzm 103).; (2) Tuhan = Elohim (lih.Maz. 104); dan (3) Yang Mahakuasa = El Shaddai, 
nama patriarkal untuk Allah (lih.Kel 6:3). Lihat Topik Khusus: Nama-nama Tuhan di 1:8. 

□ "yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang" frasa ini adalah judul yang berulang (lih.l:4; 4:8; 
lihat catatan lengkap di 1:4). Ini adalah nama perjanjian Allah, YHWH, yang berasal dari kata kerja "menjadi". 
Thema yang sama diulangi dalam ay. 9 dan 10 dalam frasa "kepada Dia yang hidup sampai selama-lamanya" 
(lih. 10:06; 15:7). 

4:9-11 Ini adalah salah satu kalimat dalam bahasa Yunani, yang menunjukkan bahwa penyembahan utama adalah 
karena Dia yang duduk di atas takhta dan hidup selamanya (lih.Maz. 47; Dan. 4:34; 12:7). Mungkin menjadi 
acuan kepada para petugas malaikat disebut dewan surgawi (lih. I Raj. 22:19; Ayub 1:6; Dan. 7:10). 

4:9 "makhluk hidup" Makhluk-makhluk malaikat sering disebutkan dalam kitab (lih.5:6,8,14; 6:1; 7:11, 14:3, 
15:7, 19:4). 

4:11 "Engkau telah menciptakan segala sesuatu" Para tua-tua dan makhluk hidup memuji Tuhan sebagai 
Pencipta, Pendukung dan Penyedia segala sesuatu. Ini adalah penekanan teologis dari nama Elohim (lih. Kej 1 ; 
Ayub. 38-41; Maz. 104). Pasal ini menggunakan makna teologis dari dua nama yang paling sering digunakan bagi 
Allah untuk menjelaskan tindakan-Nya. Wahyu progresif PB menjelaskan bahwa Yesus adalah agen Bapa yang 
menciptakan (lihYohanes 1:3; I Kor. 8:6; Kol 1:16 dan Ibr. 1:2). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 5:1-5 

x Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi 
sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. 2 Dan aku melihat seorang malaikat yang 
gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan 
membuka meterai-meterainya?" 3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah 
bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya. 4 Maka menangislah aku 
dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu 
ataupun melihat sebelah dalamnya.'Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! 
Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga la dapat membuka gulungan kitab 
itu dan membuka ketujuh meterainya." 



5:1 "Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu" Sebuah terjemahan yang lebih 
baik dari frase ini adalah "di sebelah tangan kanan-Nya" (Peshitta diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh 
Lamsa dan Alkitab Amplified). Bukan gagasan Allah untuk memegang erat kitab itu, tetapi Allah memegang 
kitab itu bagi seseorang untuk diambil dan dibuka. Ungkapan "tangan kanan-Nya" adalah antropomorfisme 
alkitabiah untuk menggambarkan kuasa Tuhan dan otoritas. Allah tidak memiliki tubuh fisik; Dia adalah makhluk 
Roh (lih.Yoh. 4:24), tidak diciptakan dan kekal. 

□ "Kitab" Istilah Yunaninya "biblion" yang kemudian digunakan untuk menunjuk ke sebuah codex (kitab). 
Kebanyakan komentator setuju bahwa kitab tidak muncul sampai abad kedua, sehingga apa yang kita miliki di 
sini adalah papirus atau perkamen gulir (NKJV, NRSV, TEV dan NJB). Ada beberapa teori mengenai arti dari 
kitab ini. 

1. Kitab kedukaan yang ditemukan di Yeh. 2:8-10; dan Wahyu 10:8-11 

2. Kitab yang tidak mau dibaca orang-orang karena Allah telah membutakan mereka secara rohani (lih. Yes. 
29:11; Rm. 11:8-10,25) 

3. peristiwa akhir zaman (lih.Dan. 8:26) 

4. Kehendak akhir Romawi 4 atau kesaksian, yang secara tradisional dimeterai dengan tujuh meterai 

5. kitab kehidupan (lih.Dan. 7:10; 12:1), yang sering disebutkan dalam kitab Wahyu (lih.3:5; 17:08; 
20:12,15) 

6. Perjanjian Lama (lih.Kol 2:14; Ef. 2:15) 

7. tablet surgawi I Henokh 81:1,2. 

77 



Dalam pendapat saya aspek # 1 , # 2, atau # 3 tampaknya yang terbaik; gulungan itu adalah kitab takdir 
umat manusia dan puncak sejarah Allah. 

□ "yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya" Ini sangat tidak biasa di dunia kuno karena sulitnya 
menulis di sisi belakang papirus, meskipun disebutkan dalam Yeh. 2:8-10 dan Zak. 5:3. Ini melambangkan 
kendali penuh Tuhan atas sejarah dan nasib manusia. 

Kedua PARTICIPLES (tertulis dan dimeteraikan) yang menggambarkan gulungan kitab ini adalah 
PERFECT PASSIVES. Yang pertama adalah bentuk gramatikal khusus digunakan untuk menggambarkan Alkitab 
sebagai diilhami (yaitu, Mat. 6:45;. 8:17; 10:34, dll). Yang kedua adalah cara untuk mengungkapkan bahwa 
gulungan kitab tersebut dilindungi, dilestarikan, dan dilindungi oleh Allah. 

□ "dimeteraikan dengan tujuh meterai" Tujuh adalah angka kesempurnaan dari Kejadian 1, karena itu, 
dimeteraikan dengan sempurna. Meterai itu gumpalan kecil dari lilin yang mengandung cap kepemilikan, 
ditempatkan di mana kitab atau gulungan kitab akan dibuka. Dalam 6:1-8:1 melanggar meterai tersebut membawa 
kesengsaraan di bumi, tetapi isi dari gulungan itu tidak diungkapkan dalam literature sastra. Malahan, dalam 
struktur kitab meterai ketujuh dimulai dengan tujuh sangkakala yaitu ketujuh meterai. 

5: 2 "Aku melihat seorang malaikat yang gagah" Beberapa orang melihat kaitan etimologis untuk nama 
Gabriel, yang berarti "orang kuat Allah" malaikat lain yang gagah adalah yang disebutkan dalam 10:1 dan 18:2. 
Mediasi Angelic adalah umum dalam literatur apokaliptik Yahudi intertestamental. 

□ "berseru dengan suara nyaring" yang Dia maksudkan adalah semua ciptaan. 

□ "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya? " Istilah 
"layak" adalah istilah komersial yang berkaitan dengan penggunaan sebuah timbangan. Berarti "hal yang setara 
dengan". Sesuatu yang diletakkan di satu sisi timbangan dan apa yang diletakkan di sisi lainnya hams sama. Ini 
bisa digunakan dalam arti negatif atau positif. Di sini, itu adalah tak ternilai dari Juruselamat yang tidak berdosa. 
Hanya Yesus yang sama dengan tugas penebusan. Hanya Yesus yang sama dengan tugas penyempurnaan. Hanya 
Yesus yang layak (lih.5:7, 9-10,12). 

5:3 "Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat 
membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya" Ini menunjukkan 
ketidakmampuan total malaikat atau manusia untuk mewujudkan kehendak Allah! Pemberontakan telah 
mempengaruhi mereka semua! Ciptaan tidak dapat membantu dirinya sendiri! Tidak ada yang layak! 

5:4 "Maka menangislah aku dengan amat sedihnya" Ini adalah IMPERFECT TENSE VERB, yang 
menunjukkan permulaan dari suatu tindakan atau tindakan berulang di masa lalu. Ini berarti " meratap dengan 
keras," begitulah karakteristik dari Timur Dekat kuno. 

5:5 "Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku" Di sini kita menemukan salah satu dari tua-tua 
bertindak dalam peran seorang penterjemah malaikat, seperti dalam kitab Daniel. 

□ "Jangan engkau menangis!" Ini adalah PRESENT IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang 
biasanya dimaksudkan untuk menghentikan tindakan yang sudah dalam proses. 

□ "Singa dari suku Yehuda" Ini merupakan acuan kepada Kejadian 49:9-10 (lih.II Esdras 12:31,32). Mesias 
adalah Singa pemenang (raja) dari suku Yehuda. 

□ "yaitu tunas Daud" Ini merupakan kiasan untuk II Sam. 7 dan terutama Yes. 11:1-10. Ide yang sama dari 
kerajaan Mesias keturunan Daud dapat ditemukan di Yer. 23:5; 33:5 dan Wahyu 22: 16. 



78 



□ "telah menang" Ini AORIST ACTIVE INDICATIVE, yang berarti itu adalah fakta (yaitu, Kalvari dan kubur 
yang kosong). Perhatikan bahwa sang singa tidak akan menaklukkan dengan kekuatan-Nya, tetapi dengan 
pengorbanan-Nya (lih.ay. 6). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 5:6-10 

6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri 
seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang 
diutus ke seluruh bumi.'Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang 
duduk di atas takhta itu. 8 Ketika la mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh 
empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh 
dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. 9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau 
layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan 
darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10 Dan 
Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan 
memerintah sebagai raja di bumi." 



5:6 "berdiri seekor Anak Domba" Konsep Anak Domba sebagai korban (bayi domba, arnion) melukiskan 
penebusan pengganti dan kebangkitan Yesus Kristus. Anak Domba adalah yang disebutkan dalam kitab Wahyu 
(lih.5:6,8,12,13; 6:1,16; 7:9,10,14,17; 12:11; 13:08; 14:1 , 4 (dua kali), 10; 15:3, 17:14, 19:7,9; 21:9,14,22,23,27; 
22:1,3). Metafora korban adalah dari 

1 . Anak Domba Paskah 

2. salah satu anak domba yang dikorbankan setiap hari di pagi dan sore hari (terus-menerus) 

3. anak domba yang disembelih dari Yes. 53:7 atau Yoh. 1:7,29. 

Metafora ini digunakan Yesus dalam dua pengertian yang berbeda: (a) sebagai korban tak bersalah dan (b) 
sebagai pemenang (juga ditemukan dalam literature apokaliptik Yahudi, lih. I Henokh 90:9; Perjanjian Yusuf 19:£ 
- 9). Dalam PB hanya Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 1:29,36 dan Yohanes dalam Wahyu 5:6,8,12,13; 61:1, 
menyebut Yesus sebagai "Anak Domba" (Paulus menegaskan hal ini, tapi tanpa istilah dalam I Kor 5:7). 

□ "seperti telah disembelih" Dia sudah mati tetapi sekarang hidup. Kebangkitan Mesias diparodikan oleh 
binatang laut (lih. 13:3). 

□ "bertanduk tujuh dan bermata tujuh" Istilah pertama mengacu pada kekuatan atau kemahakuasaan 
(lih.Kel 27:2;. 29:12; Ul. 33:17; II Taw. 18:10; Maz. 112:9; 132: 17; Yer 48:25 ;. Yeh. 29:21; Zak. 1:18-21). 
Istilah kedua merujuk pada kemahatahuan Allah (lih.4:6,8; Yeh. 1:18; 10:12; Zak. 3:9 dan 4:10). Simbolisme ini 
dalam konsep teologis mirip dengan Dan. 7: 13-14. 

□ "itulah ketujuh Roh Allah" Lihat Topik Khusus di 1 :4 dan catatan di 4:5. 

5:8 "Ketika la mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat 
tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu" ini menunjukkan penyembahan Anak Domba sama seperti 
menyembah Allah (lih.ay. 13), yang merupakan tema utama dalam Wahyu. 

□ "dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus" Para malaikat adalah 
pembawa doa reguler kepada Allah dalam literatur Yahudi antar-alkitabiah (lih.Tobid 12:15; III Barukh 11). Ide 
dupa mewakili doa digunakan beberapa kali dalam Alkitab (lih.8:3-4; Mzm 141:2;. Lukas 1:10). 

□ "orang-orang kudus" Meskipun kata "jemaat" tidak muncul setelah pasal 3, konsep "orang-orang kudus" 
terus berlanjut di kitab ini dan harus mengacu pada umat Allah. Konsep orang percaya sebagai "orang kudus" 
adalah umum dalam Wahyu (lih.8:3-4; 11:18; 13:7,10; 14:12; 16:6; 17:6; 18:20,24; 19:8 dan 20:9). 



79 



TOPIK KHUSUS: ORANG-ORANG KUDUS 

Ini adalah kata Yunani yang searti dengan kata Ibrani kadash, yang memiliki arti dasar memisahkan 
seseorang atau sesuatu atau suatu tempat untuk digunakan secara khusus hanya oleh YHWH. Ini searti 
dengan konsep bahasa Inggris "yang keramat/kudus". YHWH dipisahkan dengan kemanusiaan oleh 
kondisi alamiahNya (Roh Abadi yang tidak diciptakan) dan karakterNya (kesempurnaan moral). la adalah 
tolok ukur bagi pengukuran atau penilaian segala yang ada. la melebihi segala sesuatu, Pribadi Yang 
Kudus, dan Apapun Yang Kudus. 

Allah menciptakan manusia untuk persahabatan, namun kejatuhan (Kej 3) menyebabkan adanya batas 
hubungan dan moral antara Allah yang Kudus dan manusia berdosa, Allah memilih untuk memulihkan 
ciptaanNya yang sadar; Oleh karena itu la memanggil umatNya menjadi "kudus" (Im 11:44; 19:2; 
20:7,26; 21:8). Oleh hubungan iman dengan YHWH, umatNya menjadi kudus oleh karena posisi mereka 
yang sesuai perjanjian terhadap Dia, namun juga dipanggil untuk hidup suci. (Mat 5:48). 

Kehidupan suci ini memungkinkan karena orang percaya diterima dan diampuni sepenuhnya melalui 
kehidupan dan karya Yesus dan hadirrat Roh Kudus dalam pikiran dan hati mereka. Hal ini menyebabkan 
terjadinya situasi-situasi paradoks berikut: 

a) menjadi kudus karena pembenaran oleh Kristus. 

b) dipanggil untuk hisup suci karena hadirat Roh. 

Orang -orang percaya adalah orang -orang kudus (hagioi) karna dalam hidup kitaterdapat (1) kehendak dari 
Yang Kudus (Allah Bapa); (2)pekerjaan dari Anakyang Kudus (Yesus); dan hadirat dari Roh Kudus. 

PB selalu menyebut orang-orang kudus sebagai JAMAK. (kecuali satu kali dalam Flp 4:12, namun 
meski demikian konteksnya membuatnya jamak). Diselamatkan adalah menjadi bagian dari suatu 
keluarga, suatu badan, suatu bangunan! Iman yang Alkitabiah dimulai dengan penerimaan secara pribadi, 
namun terbit kedalam suatu persahabatan bersama. Kita masing-masing dikaruniai (I Kor 12:11) untuk 
menerima kesehatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan tubuh Kristus - gereja (lih. I Kor 12:7). Kita 
diselamatkan untuk melayani! Kekudusan adalah merupakan karakteristik keluarga! 



5:9-10 Ada varian manuskrip Yunani yang signifikan terkait dengan kata ganti "kami". NKJV memiliki kata ganti 
orang pertama "Kami" dalam ay. 9, "telah menebus kami bagi Allah," dan dalam ay. 10, "telah membuat mereka 
menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita". Sebagian besar terjemahan modern (NASB, 
NRSV, TEV, NJB). Menghilangkan "kami" dalam kedua ayat. Jika "kami" ada dalam kedua ayat maka kematian 
kurban Yesus mencakup dua puluh empat tua-tua yang tampaknya merupakan makhluk malaikat. Tidak 
ditemukan dalam Alkitab kematian Yesus terkait dengan penebusan malaikat. Juga, keberadaan "mereka" 
(autous) dalam ay. 10 secara gramatikal tidak termasuk kemungkinan "kami" yang asli. The United Bible Society 
edisi keempat membuat tingkat PLURAL PRONOUN kelalaian sebagai "tertentu." 

5:9 "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru" Dalam PL ada banyak kiasan lagu baru (lih.Maz. 33:3, 
40:3, 98:1, 144:9, 149:1 dan Yes. 42 : 10). Pada setiap peristiwa besar dalam Perjanjian Lama, umat Allah 
didorong untuk menyanyikan lagu baru memuji pekerjaan Allah. Ini adalah lagu utama tentang Tuhan 
mengungkapkan diri-Nya di dalam sang Mesias dan pekerjaan penebusan Mesias atas nama semua orang percaya 
(lih.ay 9,12,13;. 14:3). 
Penekanan pada kata hal-hal "baru" yang merupakan ciri dari zaman baru dalam Yesaya 42-66. 

1. "Hal-hal baru" 42:9 

2. "Lagu baru" 42:10 

3. "Melakukan sesuatu yang baru" 43:19 

4. "Hal baru" 48:6 

5. "Nama baru" 62:6 

6. "Langit baru dan bumi baru" 65: 17; 66:22 

Dalam Wahyu ada juga banyak "hal-hal baru." 

1. "Yerusalem baru" 3:12; 21:2 

2. "Nama baru" 2:17; 3:12 

80 



3. "Lagu baru" 5:9,10,12,13; 14:3 

4. "Langit baru dan bumi baru" 21:1 

□ "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya" Lagu baru ini (ay. 9- 
10) adalah deskripsi lima kali lipat dari layaknya Anak Domba. 

1. kematian pengganti (lih.5:6,9,12; 13:8; I Pet. 1:18-19) 

2. harga penebusan yang telah dibayar (lih.5:9; 14:3-4, Markus 10:45; I Korintus 6: 19-20; 7:23; I Tim. 2:6) 

3. membeli mereka dari segala suku bangsa (lih.5:09; 7:9; 14:6) 

4. membuat kita menj adi suatu keraj aan (lih. 1 : 6 ; 5 : 1 0) 

5. mereka akan memerintah dengan-Nya (lih.3:21; 5:10; 20:4) 

□ "dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa" Ini adalah metafora yang berulang universalitas 
(lih.7:09; 11:9, 13:7, 14:6). 

□ "dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah" Tentu saja merujuk kepada pengganti 
penebusan Anak Domba Allah. Konsep Yesus sebagai korban untuk dosa adalah pusat dalam Wahyu (lih.l:5; 
5:9,12; 7:14; 12:11, 13:8, 14:4, 15:3, 19:7; 21:9,23; 22:3) danjugadi seluruhPB (lih.Mat. 20:28;. 26:28, Markus 
10:45; Roma 3:24-25; I Kor. 6:20; 7 : 23; II Kor. 5:21; Gal. 3:13; 4:5; Ef. 1:7; Fil. 2:8; I Tim. 2:6, Titus 2:14; 
Ibrani. 9:28; dan I Pet. 1:18-10). 



TOPIK KHUSUS: TEBUSAN/MENEBUS 

I. PERJANJIAN LAMA 

A. Ada dua istilah hukum Ibrani utama yang membawa konsep ini 

1. Gaal, yang pada dasarnya berarti "memerdekakan" melalui pembayaran harga. Suatu bentuk 
dari istilah ini go' el menambahkan pada konsep ini, adanya seorang perantara pribadi, biasanya 
anggota keluarga (yaitu kaum yang wajib menebus). Aspek budaya untuk membeli kembali 
obyek-obyek, binatang, tanah (lih Im 25,27), atau saudara (lih. Rut 4:15; yes 29:22) ini 
ditransfer secara teologis kepada pembebasan Israel dari Mesir oleh YHWH (lih. Kel 6:6; 
15:13; Maz 74:2; 77;15; Yer 31:11). la menjadi "penebus" (lih. Ayb 19:25; Maz 19:14; 78:35; 
Ams 23:1; Yes 41:14; 43:14; 44:6,24; 47:4; 48:17; 49:7,26; 54:5,8; 59:20; 60:16; 63:16; Yer 
50:34). 

2. Padah, yang pada dasarnya berarti "melepaskan" atau "menyelamatkan" 

a. Penebusan anak sulung, Kel 13:13,14 dan Bil 18:15-17 

b. Penebusan badani dikontraskan dengan penebusan rohani, Maz 49:7,8,15 

c. YHWH akan menebus Israel dari dosa dan pemberontakan mereka, Maz 130:7-8 

B. Konsep Teologis ini mencakup tiga hal yang berkaitan. 

1. Adanya kebutuhan, beban berat, denda, pemenjaraan. 

a. Badani 

b. Sosial 

c. rohani (lih. Maz 130:8) 

2. Suatu harga harus dibayar untuk kebebasan, kelepasan, dan pemulihan. 

a. dari suatu bangsa, Israel (lih. Ul 7:8) 

b. dari suatu pribadi (lih. Ayb 19:25-27; 33:28) 

3. Seseorang harus bertindak sebagai penengah dan penyumbang. Dalam gaal yang ini biasanya 
adalah seorang anggota keluarga atau keluarga terdekat. (yaitu, go' el). 

4. YHWH sering menyatakan Himself dalam istilah-istilah kekeluargaan. 

a. Bapa 

b. Suami 

c. Keluarga Terdekat 

Penebusan dijamin melalui agen pribadi YHWH; harganya telah dibayar, dan penebusan telah 
dicapai ! 



81 



II. PERJANJIAN BARU 

A. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk membawa konsep teologis ini. 

1. Agorazo (lih. I Kor 6:20; 7:23; II Pet 2:1; Wah 5:9; 14:34). Ini adalah istilah perdagangan yang 
mencerminkan suatu harga yang dibayar untuk sesuatu barang. Kita adalah umat yang dibeli 
dengan darah, yang tidak mengendalikan kehidupan kita sendiri. Kita adalah milik Kristus. 

2. Exagorazo (lih. Gal 3:13; 4:5; Ef 5:16; Ko 4:5). Ini juga sebuah istilah perdagangan. Ini 
mencermunkan kematian Yesus sebagai penebus bagi kita. Yesus menanggung "kutukan" dari 
sutu hukum yang berdasarkan perbuatan. (yaitu., Taurat Musa), yang tidak mungkin dupenuhi 
oleh manusia berdosa. la menanggung kutukan ini (lih. Ul 21:23) untuk kita semua! Dalam 
Yesus, keadilan dan kasih Allah menyatu ke dalam pengampunan, penerimaan, dan hak masuk 
yang penuh! 

3. Luo, "membebaskan" 

a. Lutron, "harga yang telah dibayar" (lih. Mat 20:28; Mar 10:45). Ini aalah kata-kata yang 
berkuasa dari mulut Yesus sendiri mengenai makssud kedatanganNya, menjadi juru selamat 
dunia dengan membayar hutang-dosa yang tidak di"pinjam"Nya (lih. Yoh 1:29). 

b. Lutroo, "melepaskan" 

(1) menebus Israel, Lukas 24:21 

(2) memberikan diriNya untuk menebus dan memurnikan seseorang, Titus 2:14 

(3) menjadi pengganti/penebus yang tak berdosa, I Petrus 1:18-19 

c. Lutrosis, "penebusan, pelepasan, atau pembebasan" 

(1) Nubuatan Zakaria tentang Yesus, Lukas 1:68 

(2) Pujian Hana pada Allah bagi Yesus, Luke 2:38 

(3) Pengorbanan Yesus yang leih baik, dan hanya sekali ditawarkan, Ibr 9:12 

d. Apolytrosis 

(1) Penebusan pada Kedatangan Yesus yang Kedua (lih. Kis 3:19-21) 

(a) Lukas 21:28 

(b) Roma 8:23 

(c) Efesus 1:14; 4:30 

(d) Ibrani9:15 

(2) Penebusan dalam kematian Kristus 

(a) Roma 3:24 

(b) IKorintus 1:30 

(c) Efesus 1:7 

(d) Kolose 1:14 

e. Antilytron (lih. I Tim 2:6). Ini adalah naskah yang sangat penting. (sebagaimana Titus 
2:14), yang berkaitan dengan kematian Yesus di salib sebagai penebus. la adalah satu- 
satunya korban yang dapat diterima; yang mati bagi "semua". (lih. Yoh 1:29; 3:16-17; 4:42; 
I Tim 2:4; 4:10; Titus 2:11; II Pet 3:9; I Yoh 2:2; 4:14). 

B. Konsep Teologis dalam PB menyatakan 

1. Manusia diperbudak oleh dosa (lih. Yoh 8:34; Rom 3: 10-18; 6:23). 

2. Keterikatan manusia dengan dosa telah diungkapkan oleh Taurat Musa di PL (lih. Gal 3) dan 
khotbah Yesus di bukit (lih. Mat 5-7). Perbuatan manusia telah menjadi suatu hukuman mati 
(lih. Kol2:14). 

3. Yesus, Anak Domba Allah yang tak berdosa, telah datang dan mati sebagai ganti kita (lih. Yoh 
1:29; II Kor 5:21). Kita telah dibeli dari dosa hingga kita bisa melayani Allah, (lih. Rom 6). 

4. Dengan pernyataan ini, baik YHWH dan Yesus adalah sebagai "kaum penebus" yang bertindak 
untuk kepentingan kita. By implication both YHWH and Jesus are "near kin" who act on our 
behalf. Hal ini melanjutkan penggambaran kekeluargaan (yaitu, Bapa, suami, anak, saudara, 
kaum penebus). 



82 



5. Penebusan bukan harga yang dibayar kepada Setan (Teologia Abad Pertengahan), namun 
merupakan suatu rekonsiliasi dari Firman dan keadilah Allah dengan Kasih Allah dan 
pemberian sepenuh dalam Kristus. Di salib perdamaian dipulihkan, pemberontakan manusia 
diampuni, gambar Allah dalam manusia sekarang berfungsi kembali dalam suatu persekutuan 
yang intim! 

6. Masih ada suatu aspek masa depan dari penebusan (lih. Rom 8:23; Ef 1:14; 4:30), yang 
melibatkan kebangkitan dan keintiman badani kita dengan Allah Tritunggal. 



5:10 "telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi iman-imam" Ini merupakan acuan 
kepada Kel. 19:6 dan Yes. 61:6. Istilah ini sekarang digunakan untuk jemaat, orang-orang penginjilan barunya 
Allah (lih.Wahyu 1:6; 20:6; I Pet. 2:5,9). Lihat catatan di 1:6. 

□ "mereka akan memerintah sebagai raja di bumi" Beberapa penerjemah melihat ini di masa depan dan 
beberapa melihatnya sebagai kenyataan saat ini. Ada varian manuskrip Yunani antara FUTURE TENSE dalam 
MS X (Sinaiticus) dan PRESENT TENSE dalam MS A (Alexandrinus). Jika dalam arti PRESENT, mirip 
dengan Rom. 5:17 dan Ef. 2:6. Jika FUTURE itu mungkin berhubungan dengan berkuasanya umat Allah bersama 
dengan Kristus (lihMat. 19:28; Lukas 22:30; I Kor. 4:8;. II Tim. 2:12; Wahyu 3:21; 5 : 10). Bahkan pemerintahan 
masa depan ini dilihat dalam dua cara. 

1. dalam Wahyu 20:4 & 6 tampaknya mengacu pada pemerintahan milenium 

2. dalam Wahyu 22:05 tampaknya merujukpada suatu pemerintahan yang kekal (lih.Maz. 145:13; Yes. 9:7; 
Dan. 2:44; 7:14,18,27) 

3. mungkin milenium adalah simbol keabadian 



TOPIK KHUSUS: MEMERINTAH DALAM KERAJAAN ALLAH 

Konsep memerintah bersama Kristus adalah bagian dari suatu kategori teologia yang lebih besar yang 
disebut "Kerajaan Allah". Ini adalah konsep Allah sebagai raja Israel sejati yang diteruskan dari PL (lih. I 
Sam 8:7). la memerintah secara simbolis (I Sam 8:7; 10:17-19) melalui seorang keturunan suku Yehuda (lih. 
Kej 49: 10) dan keluarga dari Isai (lih. II Sam 7). 

Yesus adalah penggenapan yang dijanjikan dari nubuatan PL mengenai Mesias. la meresmikan Kerjaan 
Allah dengan inkarnasiNya di Bethlehem. Kerajaan Allah menjadi tiang sentral dari khotbah Yesus. Kerajaan 
itu telah sepenuhnya datang dalam Dia (lih. Mat 10:7; 11:12; 12:28; Mar 1:15; Luk 10:9,11; 11:20; 16:16; 
17:20-21). 

Namun demikian, Kerajaan itu juga di masa depan (eskatologis). Kerajaan itu ada sekearang, namun 
belum disempurnakan (lih. Mat 6:10; 8:11; 16:28; 22:1-14; 26:29; Luk 9:27; 11:2; 13:29; 14:10-24; 
22:16,18). Yesus datang pertama kali sebagai seorang hamba yang menderita (lih Yes 52:13-53:12); sebagai 
orang sederhana (lih. Zak 9:9) namun la akan datang kembali sebagai Raja atas Segala Raja (lih. Mat 2:2; 
21:5; 27:11-14). Konsep "memerintah" ini secara pasti adalah bagian dari teologia "kerajaan" ini. Allah telah 
mengaruniakan kerajaan kepada para pengikut Yesus (lihat Luk 12:32). 

Konsep memerintah bersama Kristus memiliki beberapa aspek dan pertanyaan: 

1. Apakah bagian Alkiab yang menyatakan bahwa Allah telah memberikan pada orang-orang percaya 
"suatu kerajaan" melalui Kristus menunjuk kepada "memerintah" (lih. Mat 5:3,10; Luk 12:32)? 

2. Apakah kata-kata Yesus kepada murid-murid aslinya di abad pertama dalam konteks Yahudi 
menunjuk pada semua orang percaya (lih Mat 19:28; Luk 22:28-30)? 

3. Apakah penekanan Paulus pada memerintah dalam kehidupan saat ini berlawanan atau saling 
mendukung naskah naskah diatas (lih. Rom 5:17; I Kor 4:8)? 

4. bagaimana hubungan antara penderitaan dan memerintah (lih. Rom 8:17; II Tim 2:11-12; I Pet 4:13; 
Wahl:9)? 



83 



5. Tema berulang dari Wahyu adalah berbagi dalam pemerintahan kemuliaan Kristus 

a. Didunia, 5:10 

b. Dalam kerajaan seribu tahun, 20:5,6 

c. Kekal, 2:26; 3:21; 22:5 dan Dan 7:14,18,27 



NASKAH NASB (UPDATE) : 5:11-14 

"Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan 
tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 12 katanya dengan suara nyaring: "Anak 
Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan 
hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" 13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang 
di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia 
yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan 
kuasa sampai selama-lamanya!" 14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh 
tersungkur dan menyembah. 



5:11 "banyak malaikat" Ayat ini terdaftar tiga kelompok malaikat: (1) banyak malaikat (beribu ribu), (2) 
makhluk hidup (empat), atau (3) tua-tua (dua puluh empat). 

□ "jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa" ini tampaknya menjadi acuan pengadilan surgawi 
di Dan. 7:10 (lihat catatan di 5:1). 

5:12 "Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa" Ini adalah penegasan Anak dari makhluk 
malaikat. "disembelih" adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE (lih.5:6; 13:8), yang berarti "disembelih di 
masa lalu" dengan tanda dan efek dari sembelihan masih tersisa. Ketika kita melihat Yesus, Dia masih tetap 
memiliki tanda penyaliban. Itu telah menjadi lencana kehormatan-Nya! Konsep salib adalah implisit dan pusat 
dalam Wahyu. Lihat catatan di 5:9. 

Dalam ayat ini tujuh atribut yang diberikan kepada Anak Domba oleh perintah malaikat: (1) Kekuatan, (2) 
kekayaan, (3) Hikmat; (4) Kuasa; (5) kehormatan, (6) kemuliaan, dan (7) berkat 

5:13 Semua penciptaan manusia yang sadar (paduan suara manusia terbesar), manusia (baik hidup dan mati) 
dalam ay 13 memberkati Bapa dan Anak dengan berkat empat kali lipat (lih.ay 14; Maz. 103:19-20; Fil. 2:8-11) 
dan perintah malaikat (keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua) yang mengelilingi takhta menegaskan 
berkat (lih.ay 14). 

5:14 "Amin" Lihat Topik Khusus di 1:6. Ini merupakan penegasan dari empat malaikat takhta (empat makhluk 
hidup). 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 



84 



1. Bagaimana pasal 4 dan 5 sesuai dengan tujuan keseluruhan kitab ini? 

2. Apakah genre literatur pasal 4 dan 5? 

3. Dari sumber-sumber apa Yohanes menarik citra nya? 

4. Siapakah para tua-tua? 

5. Apakah makhluk yang dijelaskan dalam 4:7-10 kerubim atau serafim? 

6. Buat daftar sebutan PL tentang Mesias yang ditemukan di pasal 5. 

7. Buat daftar gambaran lima kali lipat dari kelayakan Mesias yang ditemukan di 5:9 dan 10. 



85 



WAHYU 6:1-7:17 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Meterai-meterai 


Meterai pertama : 


Keenam meterai pertama 


Meterai-meterai 


Anak domba itu membuka 






Pemenang 


dibuka 




meterai ketujuh 


6:1-2 




6:1-2 

Meterai kedua : konflik di 
bumi 


6:1-2 


6:1-2 


6:1-2 


6:3-4 




6:3-4 

Meterai ketiga : 
kekurangan di bumi 


6:3-4 


6:3-4 


6:3-4 


6:5-6 




6:5-6 

Meterai keempat : 
meluasnya kematian di 
bumi 


6:5-6 


6:5-6 


6:5-6 


6:7-8 




6:7-8 

Meterai kelima : tangisan 
para martir 


6:7-8 


6:7-8 


6:7-8 


6:9-11 




6:9-11 

Meterai keenam : 
Gangguan kosmik 


6:9-11 


6:9-11 


6:9-11 


6:12-17 




6:12-17 


6:12-17 


6:12-17 


6:12-17 


144.000 


orang Israel 


Bangsa Israel dimeteraikan 


Sebuah Interlude 


144.000 orang Israel 


Hamba Allah akan 


dimeteraikan 






dimeteraikan 


dipertahankan 


7:1-8 




7:1-8 


7:1-8 


7:1-8 


7:1-8 


Orang banyak dari segala 
bangsa 


Orang banyak dari 
kesukaran besar 




Orang banyak yang tidak 
terhitung banyaknya 


Upah orang-orang kudus 


7:9-12 




7:9-17 


7:9-12 


7:9-12 


7:9-12 


7:13-17 






7:13-17 


7:13 

7:14a 

7:14b-17 


7:13-17 



86 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 
WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Bagian ini berhubungan secara kontekstual untuk pasal 4 dan 5. Pasal 4 dan 5 menggambarkan peristiwa 
di surga, sedangkan 6:1-8:1 menggambarkan penghakiman Allah yang berlangsung di bumi. Malah, 4:01- 
16:21 membentuk satu unit literari 

B. Identitas penunggang pertama (lih. Ay. 2) sulit, tetapi dengan asumsi itu adalah simbol kejahatan, empat 
penunggang adalah simbol-orang yang penganiayaan orang percaya yang menghadapi dunia yang jatuh 
dan saling bermusuhan (lih.Mat. 24: 6-7). Istilah "Siksaan" (thlipsis) digunakan secara konsisten dan 
hanya untuki penganiayaan terhadap orang Kristen oleh orang-orang yang tidak percaya. 

Meterai keenam dimulai pada ay. 12 menggambarkan murka Allah atas orang-orang yang tidak 
percaya. Orang percaya dibebaskan dari murka Allah (orge, lih. ay. 16), tetapi mereka menghadapi 
penganiayaan dan kemarahan dari dunia yang tidak percaya 

C. Ada tiga masalah penafsiran utama dalam bagian ini: (1) bagaimana meterai, sangkakala, dan cawan 
berhubungan satu sama lain dalam sejarah, (2) Siapakah 144.000 dari 7:4 dan bagaimana hubungannya 
dengan kedua kelompok yang disebutkan dalam 7:9, dan (3) kepada apakah periode kesengsaraan dan 
jenis penderitaan dalam kelompok 7:14 merujuk? 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:1-2 

*Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku 
mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: 
"Mari!" 2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya 
memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang 
untuk merebut kemenangan. 



6:1 "Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu" Ayat ini 
menunjukkan hubungan antara pasal 5 dan 6. Meterai ini dibuka sebelum kitab dibaca, maka, banyak penterjemah 
mengasumsikan bahwa itu adalah wakil dari masalah yang terjadi pada segala masa (lih.Mat. 24:6-12). Namun, 

87 



karena intensitas penghakiman bertumbuh, beberapa melihat ini sebagai persiapan segera ke akhir zaman. Berikut 
adalah arti interpretatif antara kerajaan sebagai PRESENT dan FUTURE. Ada fluiditas dalam Perjanjian Baru 
antara "sudah" dan "belum". Kitab Wahyu itu sendiri menggambarkan arti ini. Ditulis untuk orang percaya yang 
dianiaya di abad pertama (dan setiap abad) dan belum secara profetis ditujukan pada generasi terakhir orang 
percaya. Kesengsaraan itu umum di setiap zaman! 

Meterai ketujuh adalah tujuh sangkakala dan sangkakala ketujuh adalah ketujuh cawan. Seperti telah dicatat, 
masing-masing lebih intensif daripada sebelumnya. Dua hal yang pertama adalah untuk tujuan penebusan. 
Namun bagi saya, meterai keenam dan sangkakala keenam menggambarkan akhir zaman. Oleh karena itu, sinkron 
secara alami dan tidak secara kronologis berurutan. 

Kedua yang Datang dibahas tiga kali, pada akhir meterai (lih.6:12-17) dan sangkakala (lih. 1 1:15-18), dan 
tidak hanya pada akhir cawan di 16:17 - 21 dan dalam bab 19:11-21. Ini adalah pola struktur kitab ini. Ini adalah 
drama apokaliptik dalam beberapa Kisah para rasul! Lihat Pengantar Wahyu, C, hal 10. 

□ "dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi 
guruh:" Keempat makhluk hidup, seperti para tua-tua, adalah tingkat penciptaan malaikat. Suara seperti guruh 
ini, juga disebutkan dalam 14:2 dan 19:6. 

□ '"Mari"' Istilah ini berarti "datang" atau "maju". naskah Yunani kuno Sinaiticus uncial (X) menambahkan 
"dan lihat" (lih.KJV), tetapi Alexandrinus (A) hanya mencatat "mari". Dalam konteks ini perintah tersebut 
(PRESENT IMPERATIVE) tidak merujuk kepada Yohanes atau jemaat, tapi kepada keempat penunggang kuda 
(lih.6:3,5,7). 

6:2 "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih " Konteks ini merupakan acuan kepada Zak. 1:8 
(empat kuda) dan 6:1-8 (empat kereta). Ada banyak diskusi tentang identitas penunggang kuda ini. Berbagai 
penafsiran-jauh dari Yesus ke anti-Kristus. Dengan kebingungan seperti itu, dogmatisme adalah tidak pantas. 
Beberapa percaya bahwa hal itu merujuk kepada Kristus karena deskripsi serupa yang ditemukan dalam 19:11-21, 
namun tampaknya yang menjadi kemiripan hanya warna kuda. Orang lain melihat ini sebagai referensi untuk 
penyebaran Injil. Hal ini karena mereka melihat pasal-pasal ini paralel dengan wacana Olivet dari Mat. 24; 
Markus 13, dan Lukas 21. Oleh karena itu, ini diasumsikan menjadi acuan untuk Mat. 24:14 dan Markus 13:10. 
Sudah diusulkan, berdasarkan Yeh. 39, hal ini berhubungan dengan Gog memimpin pasukan melawan umat 
Allah. Melambangkan akhir zaman anti-Kristus (lih.n Tesalonika 2). Tampaknya sangat tidak biasa bahwa 
malaikat bisa memerintahkan Yesus untuk datang. Meskipun Yesus mengenakan mahkota di pasal 6 dan 19, kata- 
kata Yunani untuk menggambarkan mahkota ini berbeda. Di sana, Yesus disebut "setia dan benar," tapi tidak di 
sini. Penunggang pemenang tidak dijelaskan sama sekali. Penunggang ini digambarkan memiliki panah dalam 
pasal 6, tapi di pasal 19, Kristus memiliki pedang bermata dua dalam mulut-Nya, sehingga kesamaannya jauh 
dibayangi oleh perbedaan. Mungkin hanyalah salah satu dari malapetaka dari Perjanjian Lama. Malapetaka ini, 
yang merupakan acuan kepada Im. 26 dan Yeh. 14:21, telah dijabarkan dalam ay 8. Putih bukan hanya sebuah 
simbol warna untuk kebenaran, tetapi juga simbol dari kemenangan militer Romawi. jenderal Romawi yang telah 
menang dalam pertempuran berkuda dalam kereta melalui jalan-jalan di Roma ditarik oleh empat kuda putih. 

□ "dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah" Panah adalah senjata pilihan yang ditakuti 
pemanah gunung dari gerombolan Parthia (yang menunggang kuda putih). Panah ini sering digunakan dalam PL 
untuk menggambarkan YHWH sebagai prajurit (lih.Maz. 45:4-5; Yes. 41:2, 49:2-3; Hab 3:9;. Za 9:13 dan 
mungkin Kej 9:13). Ada juga contoh YHWH menghakimi bangsa-bangsa lain dalam metafora Dia mematahkan 
panah mereka (lih. Mzm46:9; Yer. 51:56 dan Hosea 1:5). 

□ "dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota" Ini adalah mahkota "Stephanos" , yang berarti mahkota 
pemenang, sementara yang disebutkan dalam 19:11 Kristus adalah "Diadema, " sebuah mahkota kerajaan. 

□ "Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan" Simbol dalam ayat 1 adalah perang dan 
penaklukan. Karena penunggang kuda pertama dan kedua dijelaskan dengan tujuan yang sama, beberapa orang 
melihat yang pertama sebagai perang penaklukan dan yang kedua sebagai perang saudara. Ini adalah spekulasi, 
tetapi dua kuda entah bagaimana adalah paralel. 

88 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:3-4 

3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua 
berkata: "Mari!" 4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang 
menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka 
saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. 



6:4 "Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam" Ini merupakan kiasan untuk beberapa jenis 
pembantaian militer. 

□ "kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar" Ini adalah pedang Romawi kecil yang disebut 
"machaira" dipakai pada sabuk tentara Romawi dan digunakan untuk hukuman mati warga negara Romawi 
(lih.Roma 13:4). Frasa "orang-orang akan membunuh satu sama lain" ini menarik karena dalam PL ini merupakan 
salah satu arti yang digunakan YHWH untuk mengalahkan musuh-musuh umat-Nya (lih.Hak. 7:22; I Sam. 14:20; 
II Taw. 20:22 ). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:5-6 

3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga 
berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang 
menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. 6 Dan aku mendengar seperti ada suara di 
tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. 
Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu." 



6:5 "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam" ini merupakan simbol kelaparan (lih.Mat. 
24:7) sesudah perang. 

6:6 "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar" Sedinar adalah upah sehari untuk seorang tentara 
atau seorang buruh (lih.Mat. 20:2). Kita belajar dari Herodotus bahwa jumlah ini dapat membeli jumlah normal 
makanan yang dibutuhkan untuk satu orang selama satu hari. Menunjukkan begitu hebatnya kelaparan: orang bisa 
bekerja sepanjang hari dan hanya memiliki cukup makanan untuk dirinya sendiri 

□ "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar" Barley adalah makanan pokok masyarakat 
miskin. Kata Yunani "secupak" adalah "choinix" dan setara dengan kurang lebih 1,92 liter. 



TOPIK KHUSUS: KOIN YANG DIGUNAKAN DI PALESTINA PADA MASA YESUS 

A. Koin tembaga 

1. cherma - bernilai kecil (lih.Yoh 2:15) 

2. chalchos - bernilai kecil (lih.Mat. 10:9; Markus 12:41) 

3. assarion - koin tembaga Romawi bernilai kurang lebih 1/16 of a denarius (lih.Mat. 10:29) 

4. kodrantes - koin tembaga Romawi bernilai 1/64 of a denarius (lih.Mat. 5:26) 

5. lepton - koin tembaga Yahudi bernilai kurang lebih 1/128 of a denarius (lih.Markus 12:42; Luk. 
21:2) 

6. quadrans/farthing - koin tembaga Romawi bernilai kecil 

B. Koinperak 

1 . arguros ("koin perak") - lebih bernilai dibanding koin tembaga atau or koin perunggu (lih.Mat. 
10:9; 26:15) 

2. denarius - koin perak Rowawi bernilai upah pekerja sehari (lih.Mat. 18:28; Markus 6:37) 

3. drachme - koin perak Yunani setara dengan nilai denarius (lih.Luk. 15:9) 

4. di-drachmon - drachmas ganda setara dengan Vi syikal Yahudi (lih.Mat. 17:24) 

5. stater - koin perak bernilai kurang lebih empat denarii (lih.Mat. 17:27) 



89 



C. Koin emas - chrusos ("koin emas") - koin yang paling berharga (lih.Mat. 10:9) 

D. Istilah umum untuk berat logam 

1. mnaa - Bahasa Latinnya mina, berat logam setara dengan 100 denarii (lih.Luk. 19:13) 

2. talanton - Satuan berat Yunani (lih.Mat. 18:24; 25:15,16,20,24,25,28) 

a. Perak seharga 6,000 denarii 

b. emas seharga 180,000 denarii 

3. sheqel - Berat perak bangsa Yahudi dalam PL (lih.Kej. 23:15; 37:28; Kel. 21:32) 

a. pern - 2/3 syikal 

b. beka - Vi syikal 

c. gerah - 1/20 syikal 
Satuan yang lebih besar 

1 . maneh - 50 syikal 

2. kikkar - 3,000 syikal 



□ "Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu" Mengherankan berapa banyak interpretasi untuk 
detail ini. Banyak yang mencoba kembali ke gulungan Naskah bait suci dari gulungan naskah Laut Mati untuk 
menemukan beberapa kiasan tentang pengorbanan Yahudi. Ini merupakan makanan pokok masyarakat 
Mediterania. Kenyataan bahwa hal ini tidak terlalu sakit menunjukkan kelaparan yang terbatas. Keterbatasan ini 
juga dapat dilihat dalam ay. 8. Tuhan membatasi penghakiman-Nya sehingga orang-orang yang tidak percaya 
akan punya waktu untuk bertobat (lih. 16:9). Mungkin juga keduanya digunakan untuk tujuan medis. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:7-8 

7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang 
keempat berkata: "Mari!" 8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang 
yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan 
kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, 
dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi. 



6:8 

NASB "kuda abu-abu" 

NKJV "kuda pucat" 

NRSV "kuda hijau kuning" 

TEV "kuda pucat berwarna " 

NJB "kuda mematikan" 

Istilah "pucat" maksudnya hijau kekuningan atau warna putih pudar. Dalam bahasa Inggris kita mendapatkan 
kata "klorin" dari kata Yunani. Mungkin warna mayat. Karena daftar arti kematian dalam ayat 8, dapat merujuk 
kepada mereka yang dibunuh atau dimakan oleh binatang liar, yang merupakan salah satu kutukan PL (lih. Im. 
26:22; Yer. 15:3; Yeh 5:17; 14:21). 

□ "orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya" Ini merupakan kiasan 
PL untuk Ams. 5:5 atau Hosea 13:14. Ini adalah personifikasi persyaratan untuk penghentian kehidupan fisik. 
Kedua istilah ini digunakan tiga kali bersamaan di Wahyu (lih.l:18; 20:13-14). 

Istilah " Hades " adalah sinonim untuk istilah PL "Sheol," yang berarti "tempat tinggal orang mati" Lihat. 
Topik Khusus: Kemanakah orang Mati? di 1:18. 

□ "Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi" Ada intensifikasi penghakiman dalam 
sangkakala (yaitu, sepertiga, lih. 8:7,8,10,12); Ada kebinasaan dalam cawan (lih. 16:1-21). Pecahan ini adalah alat 
literatur untuk menunjukkan bahwa penghakiman Allah memiliki tujuan penebusan (lih.9:20-21; 14:07, 16:9,11), 
tetapi manusia yang jatuh, memberontak, keras , tidak akan menanggapi (meskipun mungkin beberapa meresponi, 
lih. 11:13). 

90 



□ "untuk membunuh dengan" Keempat penunggang kuda mewakili penghakiman perjanjian PL (lih.Im. 
26:21-26;. Yer. 15:2-3; 24:10; 27:8; 29:17-18; 32:24 , 36; 34:17; Yeh 5:12,17;. 14:21; Amos 4:6-10). Istilah 
"pedang" berbeda dari ay. 4. Mengacu pada pedang untuk pertempuran besar, hromphaia. Semua 4 dari 
penghakiman PL yaitu perang, kelaparan, wabah, dan binatang liar tercantum dalam Im. 26:21-26 dan Yeh. 14:21. 
Penghakiman perjanjian ini jelas dibahas dalam Ul. 27-29. Ingat, tujuan awalnya adalah untuk membuat Israel 
bertobat dan kembali kepada YHWH. Fungsinya sama dalam arti penebusan (lih.9:20-21; 11:13, 14:07, 16:9,11). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:9-11 

9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa 
mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. 10 Dan 
mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan 
benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di 
bumi?" "Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka 
dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan 
pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. 



6:9 "Aku melihat di bawah mezbah itu" Ada banyak diskusi tentang yang dimaksud mezbah itu. Istilah 
"Mezbah" digunakan cukup sering dalam Wahyu (lih.8:3,5; 9:13; 11:1; 14:18; 16:7). Beberapa orang percaya 
bahwa ini merujuk kepada mezbah yang disebutkan dalam Im. 4:7 dan oleh Paulus dalam Fil. 2:17, sementara 
yang lain percaya bahwa mezbah dupa di dalam Tempat Kudus Tabernakel atau Bait suci Wahyu 11:1. Mungkin 
adalah mezbah pengorbanan karena (1) para rabbi melihatnya sebagai tempat kehormatan besar dan (2) mengacu 
kepada kematian (yaitu darah) para martir. 

□ "jiwa-jiwa yang telah dibunuh" Jiwa-jiwa ini adalah orang percaya martir (antara kematian dan 
kebangkitan) tanpa tubuh (lih.l3:15, 18:24, 20:4). Semua orang Kristen dipanggil untuk menjadi martir jika 
tuntutansituasi(lih.2:10,13; Mat. 10:38-39; 16:24). 

Tampaknya tidak ada hubungan antara mereka yang tewas oleh empat penunggang kuda dari 6:1-8 dan para 
martir! 

NASB "karena firman Allah, dan karena kesaksian mereka" 

NKJV "oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki" 

NRSV "oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka berikan" 

TEV "karena mereka telah memberitakan Firman Allah dan telah setia dalam menyaksikannya" 

NJB "karena Firman Allah, karena kesaksian itu" 

Frasaini adalah tema yang berulang dalam Wahyu (lih. 1:9; 12:11,17, 19:10, 20:4). Sangat mirip dalam arti 
kata "dia yang mengalahkan" (lih.2:6,l 1,17,26; 3:5,12,21). Mereka dibunuh karena mereka adalah orang Kristen 
aktif. 

6:10 "Berapa lamakah lagi,... Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami" Banyak 
komentator memandangnya sebagai sub-Kristen. Mungkin karena para komentator tidak pernah mengalami 
penganiayaan berat dari orang-orang yang tidak percaya. Orang-orang ini tidak meminta untuk membalas 
dendam, tapi untuk keadilan! Mungkin menjadi acuan untuk Ul. 32:43 (lih. Wahyu 19:2). Permohonan ini 
mengikuti peringatan Paulus dalam Roma 12:19. 

□ "Ya Tuhan" Istilah "Tuhwi" (despot s) menggambarkan otoritas penuh. Kita mendapatkan istilah bahasa 
Inggris "despot" dari kata Yunani. Digunakan untuk YHWH dalam Lukas 2:29 dan Kis. 4:24 dan Yesus dalam II 
Pet. 2:1 danYudas4. 

□ "kepada mereka yang diam di bumi" Ini adalah ungkapan yang_ sangat umum dalam Wahyu; selalu 
mengacu kepada orang-orang yang tidak percaya (lih.3: 10; 8:13; 11:10; 13:8,14; 17:8). 

91 



6:11 "dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih" ini adalah sebuah metafora untuk 
"istirahat," "diberkati" atau "kemenangan". Untuk beberapa masalah teologis yang dilibatkan di sini adalah 
bagaimana sebuah jiwa tanpa tubuh bisa memakai sepotong pakaian. Hati-hati terhadap literalisme hiper, terutama 
ketika menginterpretasikan sebuah drama apokaliptik! Kenyataan bahwa bahkan komentator membicarakan hal 
ini menunjukkan berapa banyak mereka salah mengerti genre kitab ini! Jangan mendorong rincian dalam Wahyu! 

□ "bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan 
saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka" Salah satu kebenaran utama kitab ini 
adalah bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu (lih.ay 8), bahkan sampai kematian para martir Kristen! Semua 
sejarah ada di tangan-Nya. Allah tidak terkejut oleh peristiwa, tindakan atau akibat. Namun masih tetap ada rasa 
sakit, penderitaan dan ketidakadilan di dunia yang telah jatuh ini. Untuk pembahasan yang baik mengenai 
masalah kejahatan, lihat The Goodness of God. 

Konsep sejumlah martir (lih.I Henokh 47:4) adalah cara simbolis mengacu pada pengetahuan dan rencana 
Allah bagi umat manusia. Mirip dengan konsep Paulus tentang "kepenuhan orang-orang yang tidak percaya" 
(lih.Rom 11:12,25). Yang mengacu pada pengetahuan Allah tentang semua bangsa-bangsa lain yang akan 
diselamatkan. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 6:12-17 

12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah 
gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi 
merah seluruhnya bagaikan darah. 13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan 
pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. 14 Maka 
menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau- 
pulau dari tempatnya. ls Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang- 
orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam 
gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. 16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan 
kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang 
duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." "Sebab sudah tiba hari besar murka mereka 
dan siapakah yang dapat bertahan? 



6:12 "Anak Domba membuka meterai yang keenam" Ayat ini adalah bahasa apokaliptik Yahudi untuk akhir 
zaman (lih.Yoel 2:31; 3:15; Yes. 13:9,10; 34:3; Yer. 4: 23-28; Hag 2:6;. Mat. 24:29; dan The Assumption of 
Moses, 10:5). Bahasa ini digunakan dalam PL untuk Hari Tuhan. Penggunaannya di sini dalam meterai yang 
keenam dan kemudian dalam sangkakala keenam adalah satu alasan, saya percaya, bahwa masing-masing seri 
ketujuh berakhir dengan akhir zaman, Kedatangan Kristus Kedua kali (lih.6:12-17; 11:15-18; 14:14-20, 16:17-21, 
19:11-21, 22:6-16). Wahyu tidak berurutan secara kronologis! 

□ "sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat" Ada banyak gempa bumi yang disebutkan dalam 
kitab ini (lih. 8:5; 11:13,19; 16:18). Sangat menarik untuk dicatat bahwa ada tujuh aspek akhir zaman, peristiwa 
apokaliptik. Ada juga tujuh kategori yang berbeda yang tercantum dalam ay. 15. Ini adalah satu lagi contoh pola, 
literatur apokaliptik yang sangat terstruktur (lih.5:12). 

□ "Matahari menjadi hitam .... dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah" Merupakan kiasan 
PL sampai hari penghakiman (lih. Yes 13:10;. 24:23, 50:3, Yeh. 32:7; Yoel 2:2,10,31; 3:15; Mat. 24:29; Markus 
13:24-25; Lukas 21:25). 

6:13 "bintang-bintang di langit berjatuhan" Metafora ini mungkin memiliki dua sumber: (1) stabilitas tatanan 
ciptaan Tuhan (lih.Ayub 38:31-33; Maz. 89:36-37; Yes. 13:10; Yer. 31:35-36; 37:20-26; Henokh 2:1) larut di 
tengah-tengah penghakiman Allah (lih.Matt 24:29) atau (2) bintang jatuh adalah metafora apokaliptik umum 
intertestamental (yang biasanya merujuk kepada malaikat ). Dalam konteks ini # 1 yang paling cocok. 

6:14 "Maka menyusutlah langit" Nenek moyang melihat langit sebagai kubah kulit solid yang membentang 
(lih.Ayub 22:14; Maz. 104:2; Ams. 8:27; Yes. 34:4; 40: 22). Ini adalah metafora melanggar Tuhan dalam 
hal tatanan alam. 

92 



□ "bergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya" Dalam Perjanjian Lama, ketika Allah 
mengunjungi ciptaan-Nya, baik untuk memberkati atau menghakimi, pasti menggoncangkan. Gambarnya sering 
dilukis dalam istilah apokaliptik. Ay at 15-17 menggambarkan murka Allah atas para penganiaya orang percaya 
(lih. 16:20). Penjelasan yang sama digunakan dalam Perjanjian Lama untuk membuat akses fisik ke hadirat Allah 
lebih mudah, seperti menurunkan gunung, mengeringkan air sungai, dan sebagainya (lih. Yes 40:4). 

6:15 "bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung" Sama seperti umat Tuhan 
yang dianiaya harus bersembunyi dari penganiayaan orang-orang yang tidak percayar (lih.Ibr 1 1:38), demikian 
juga sekarang yang kaya dan berkuasa mencari perlindungan dari murka Allah (lih. Yes. 2:10,19,21). Ayat ini 
menjelaskan kejatuhan manusia yang tidak percaya dalam tujuh cara. penggunaan ketujuh ini adalah pola dasar 
dalam kitab Yohanes. 

6:16 "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta" Ini 

merupakan kiasan pada Hosea 10:8 (lih. Yes 2:19,21 dan Lukas 23:30). Perhatikan bahwa murka Bapa dan Anak 
terkait saat mereka menyesalkan apa yang terjadi pada keluarga seiman mereka. Mereka bertindak dalam sejarah 
untuk membela umat Allah yang setia dan menghukum para pemberontak (lih.Gal 6:7). 

□ "murka" Ini adalah istilah org _. Lihat catatan pada 7:14. 

6:17 Ayat 17 tampaknya menjadi acuan baik untuk Yoel 2: 1 1 atau Mai. 3:2. Banyak komentator percaya bahwa 
ay. 17 mengatur tingkatan waktu jeda yang ditemukan di pasal 7, yang mencoba untuk menjawab pertanyaan, 
"Bagaimana dengan orang-orang percaya yang ada di bumi selama peristiwa apokaliptik dan serangkaian 
penghakiman?" Selalu menjadi perdebatan antara komentator, apakah meterai dalam pasal 6 adalah untuk 
penebusan, atau yudikatif (lih.9:20-21; 14:7-8; 16:9,11). Pasal 6 merujuk pada penghakiman Allah atas orang- 
orang kafir yang menolak untuk percaya. Penghakiman ini mulai mempengaruhi 1/4 dari dunia, kemudian 1/3 
dan akhirnya dalam cawan seluruh dunia yang tidak percaya (lih. Zef 1:14-18). 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP 7:1-17 

A. Pasal 7 membentuk waktu jeda (seperti halnya 10:1-11:13 antara sangkakala keenam dan ketujuh) antara 
meterai yang keenam dan pembukaan meterai ketujuh (lih.8:l). Berkaitan dengan pertanyaan tentang apa 
yang terjadi kepada orang percaya selama siklus penghakiman Allah atas orang-orang kafir. Meterai ketujuh 
menjadi sangkakala ketujuh 

B. Interlude ini berhubungan dengan dua kelompok orang percaya 

1. Para 144.000 orang dari Dua Belas Suku di bumi (lih. ay 4) 

2. Sejumlah besar yang tak terhitung dari suku bangsa di seluruh bumi yang kini di surga (lih. ay 9) 

C. Allah bertindak dalam cara yang penuh kuasa, perlindungan, meyakinkan atas nama umat-Nya. Tidak ada 
perbedaan dalam Wahyu antara orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi. Perbedaan rasial dalam PL sudah 
menjadi universal bagi orang percaya dan orang-orang yang tidak percaya. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 7:1-3 

kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka 
menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon- 
pohon. 2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. la membawa meterai 
Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk 
merusakkan bumi dan laut, 3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum 
kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" 



93 



7:1 "aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat 
angin bumi" Dalam angka simbolisme PL, empat merujuk ke seluruh bumi (lih. Yes. 11:12; Yer. 49:36; Dan. 
7:2; Zak. 1:8; 6:1,5; Mat. 24:31). 

Ada beberapa interpretasi dari keempat angin: (1) Para rabi melihat angin triwulanan sebagai jahat (lih.Kisah 
27:14); (2) beberapa merujuk kepada angin jahat atau mungkin penghakiman dari Allah Yer. 49:36 dan Dan. 7:2; 
dan (3) beberapa melihatnya sebagai acuan ke nomor empat di Zak. 1:8 dan 6:5, di mana empat penunggang kuda 
dan empat kereta adalah hamba Allah di seluruh dunia (lih.Mat. 24:31). 

□ "supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon" Ini seperti 6:6 dan 8, 
menunjukkan penghakiman yang terbatas (lih.7:03; 9:4). 

7:2 "melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit" Timur (matahari) adalah simbol 
kehidupan, kesehatan, atau hari yang baru. 

□ "la membawa meterai Allah yang hidup" Meterai Allah disebut lagi dalam 9:4 dan 14:1 dan mungkin 
22:4. Meterai setan disebutkan di 13:16, 14:9, dan 20:4. Tujuan dari meterai ini adalah untuk mengidentifikasi 
umat Allah sehingga murka Allah tidak akan mempengaruhi mereka. Meterai setan mengidentifikasi orang, yang 
menjadi objek murka Allah. Dalam Wahyu "penderitaan" (yaitu, thlipsis) selalu orang tidak percaya menganiaya 
orang-orang percaya, sementara murka /kemarahan Allah (yaitu org atau thumos) selalu adalah penghakiman 
Allah atas orang-orang yang tidak percaya, supaya mereka bertobat dan berbalik kepada iman di dalam Kristus. 
Ini tujuan positif dari penghakiman yang dapat dilihat pada perjanjian kutuk / berkat dari Ul. 27-28. 

Ungkapan "Allah yang hidup" adalah permainan kata pada sebutan YHWH (lih.Kel 3:14; Maz. 42:4, 84:2, 
Mat. 16:16). Permainan kata yang sama ini sering ditemukan dalam sumpah Alkitab sebagi "Tuhan hidup" 



TOPIK KHUSUS: METERAI 

Meterai Allah dirujuk dalam Wah 9:4 dan 14:1 dan kemungkinan 22:4. Meterai setan disebutkan dalam 13:16; 
14:9; dan 20:4. Suatu meterai mungkin adalah cara kuno untuk menunjukkan 

1. kebenaran (lih. Yoh 3:33) 

2. kepemilikan (lih. Yoh 6:27; II Tim 2:19; Wah 7:2-3) 

3. keamanan atau perlindungan (lih. Kej 4:15; Mat 27:66; Rom 15:28; H Kor 1:22; Ef 1:13; 4:30) 

4. ini mungkin juga merupakan tanda dari realitas janji Allah tentang suatu anugerah (lih. Rom 4: 1 1 dan 
I Kor 9:2). 



□ "keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut" Ini adalah AORIST PASSIVE 
INDICATIVE. Allah yang memegang kendali atas penghakiman di bumi dan orang-orang yang tidak percaya. 
Batas penghakiman-Nya memiliki dua tujuan: (1) bahwa orang percaya tidak akan terluka oleh karenanya dan (2) 
bahwa orang-orang yang tidak percaya dapat bertobat, memanggil nama-Nya, dan memberikan kemuliaan bagi 
nama-Nya (lih. 9:20-21; 14:6 - 7; 16:9,11, 21:7, 22:17). 

7:3 "sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Ini merupakan acuan 
kepada Yeh. 9:4,6 (lih. Wahyu 9:4; 14:1). Kebalikan dari meterai ini adalah meterai setan, tanda binatang 
(lih.L3:16,17; 14:9,11, 16:2, 19:20, 20:4). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 7:4 

4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang 
telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 



7:4 "144,000" Kelompok misterius yang sama disebutkan dalam 14:1 dan 3. Ada banyak diskusi tentang angka 
ini dan siapa yang diwakilinya. Angka ini simbolik, tidak literal, untuk alasan berikut. 

1 . Angka itu sendiri adalah angka bulat dan semua suku memiliki angka yang sama 

2. Angka tersebut merupakan kelipatan dari dua belas yang merupakan angka Alkitab organisasi (atau 
mungkin umat Allah) dan sepuluh, yang merupakan angka penyelesaian dalam Alkitab 

3. Pasal 7 adalah dalam bahasa apokaliptik 

94 



4. Daftar suku-suku Israel sedikit diubah (Dan dihilangkan, dan Efraim digantikan oleh Yusuf), sehingga 

seorang Yahudi akan tahu bahwa itu tidak berarti harus dipahami secara harfiah. 
Beberapa kemungkinan interpretasi kelompok ini adalah 

1. Secara literal adalah orang percaya Israel akhir zaman (lih.Zak. 12:10) 

2. Adakah orang-orang percaya yang baru bertobat setelah pengangkatan rahasia umat 

3. bahwa itu adalah orang percaya Yahudi yang tersisa (lih.Rom. 9-1 1) 

4. bahwa itu adalah sebutan untuk jemaat PB (lih. 1 :6) 

Meterai tidak terbatas dalam Wahyu kepada satu kelompok, tapi mewakili kepemilikan Allah dan 
perlindungan umat-Nya (lih.2:20, 11:18; 19:2,5; 22:36). Setan memeterai semua pengikut-Nya (lih. 13: 16, 17; 
14:9,11, 16:2, 19:20, 20:4), meniru Allah (lih.3:12; 7:3; 14:1; 22:4). 

PB sering menggambarkan jemaat dalam istilah yang digunakan Israel (lih. Roma 2:28-29; 4:11; 9:6,8; Gal. 
3:29; 6:16; Fil. 3:3) dan khususnya dalam kitab Wahyu 1:6 dimana jemaat disapa dengan sebutan yang digunakan 
Israel dalam Kel. 19:4-6 (lih. I Pet 2:5,9). Dalam kitab Yakobus (lih. 1:1) dan I Petrus (lih. 1:1) jemaat juga 
digambarkan sebagai "Diaspora," nama untuk orang-orang Yahudi yang tersebar yang tidak tinggal di Palestina. 

Tampaknya terbaik untuk saya pada saat ini dalam studi saya tentang kitab ini untuk mengidentifikasi 
144.000 dalam ay. 4 dan "sejumlah besar orang" dari ay. 9 sebagai umat Allah PB- mereka yang percaya kepada 
Kristus, tetapi dilihat dalam dua pengertian yang berbeda (orang percaya Yahudi dan orang percaya non Yahudi). 



TOPIK KHUSUS : ANGKA DUA BELAS 

Dua belas selalu menjadi angka simbol organisasi 

1. Diluar Alkitab 

a. Dua belas tanda zodiak 

b. Dua belas bulan dalam setahun 

2. Dalam PL 

a. Anak Yakub (Suku bangsa Yahudi) 

b. Direfleksikan dalam 

(1) dua belas pilar mezbah di Kel. 24:4 

(2) dua belas permata di dada imam besar (yang mewakili suku-suku) di Kel. 28:21 

(3) dua belas bakul roti di tempat suci tabernakel dalam Im. 24: dua belas mata-mata dikirim ke 
Kanaan dalam Bil. 13 (satu dari masing-masing suku) 

(4) dua belas balok (standar suku) pada pemberontakan Korah dalam Bil. 17:2 

(5) dua belas batu dari Yosua di Yos. 4:3,9,20 

(6) dua belas distrik administratif dalam pemerintahan Salomo dalam I Raj. 4:7 

(7) dua belas batu dari mezbah Elia untuk YHWH dalam I Raj. 18 

3. Dalam PB 

a. dua belas rasul yang dipilih 

b. dua belas bakul roti (satu untuk setiap Rasul) dalam Mat. 14:20 

c. dua belas takhta dimana murid yang duduk dalam PB (merujuk pada 12 suku Israel) dalam Mat. 
19:28 

d. dua belas pasukan malaikat yang menyelamatkan Yesus dalam Mat. 26:53 

e. simbolisme Wahyu 

(1) 24 tua-tua pada 24 takhta di 4:4 

(2) 144.000 (12x12) dalam 7:4; 14:1,3 

(3) dua belas bintang di mahkota perempuan di 12:1 

(4) dua belas pintu gerbang, dua belas malaikat mencerminkan dua belas suku di 21:12 

(5) dua belas batu fondasi dari Yerusalem baru dan padanya terdapat nama kedua belas rasul di 
21:14 

(6) dua belas ribu stadia di 21:16 (ukuran kota baru, Yerusalem Baru) 

(7) dinding 144 hasta di 21:7 

(8) dua belas gerbang mutiara di 21:21 

(9) pohon di Yerusalem baru dengan dua belas jenis buah (satu untuk setiap bulannya) di 22:2 

95 



NASKAH NASB (UPDATE) : 7:5-8 

5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad 
dua belas ribu, 6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua 
belas ribu, 'dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas 
ribu, 8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas 
ribu. 



7:5 "dari suku Yehuda" Daftar suku di ay. 5 tidak setuju dengan salah satu dari daftar dua puluh ditemukan 
dalam Perjanjian Lama. Terutama tidak setuju dengan Yeh. 48:2-7, yang berisi daftar eskatologis umat Allah. Dan 
dihilangkan, Yehuda terdaftar pertama, Efraim ditinggalkan, tetapi Yusuf terdaftar di tempatnya dan Lewi yang 
termasuk dalam suku-suku lainnya. Setiap orang Yahudi akan mengakui bahwa daftar ini tidak teratur dan 
dimaksudkan untuk diambil secara simbolis. 

NASKAH NASB (UPDATE) : 7:9-12 



Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak 
dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta 
dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 
1(l Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta 
dan bagi Anak Domba!" "Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat 
makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12 sambil berkata: "Amin! 
puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah 
kita sampai selama-lamanya! Amin!" 



7:9 Orang banyak yang disebutkan dalam ayat ini jelas berbeda dari 144.000 yang disebutkan dalam ay. 4. 
Sebagai kelompok pertama yang berasal dari suku Israel yang berbeda, kelompok ini berasal dari setiap suku di 
bumi. Tampaknya kedua kelompok ini mewakili kelompok orang yang sama dalam dua arti yang berbeda. Jika 
ay. 1-8 mengacu pada orang-orang Yahudi yang percaya, lalu ay. 9 mengacu pada umat Allah dari semua 
kelompok orang (lih.5:9; 11:9, 13:7, 14:6; 17:15). 

Namun, kenyataan bahwa mereka dikatakan (1) telah keluar dari kesusahan yang besar (lih.ay. 14); (2) berdiri 
di hadapan takhta (lih. Ay. 9), dan (3) mereka memakai jubah putih (lih.6: 1 1) yang dapat mengidentifikasi mereka 
sebagai jumah martir (lih. 6:11, 17:6, 18:24, 19:2, 20:4). 

□ "memegang daun-daun palem di tangan mereka" Beberapa mencoba untuk mengidentifikasi ini dengan 
Im. 23:40 atau Neh. 8:15 sebagai tanda sukacita dan kemenangan. Yang lainnya menghubungkannya dengan 
ritual Hari Raya Paskah seperti dalam Yohanes 12: 13 dan yang lain, karena bagian ini terkait dengan periode 
mengembara di padang gurun (lih.ay 15-16)., Dengan Perayaan Pondok Daun. Daun-daun palem mungkin hanya 
menjadi simbol kemenangan. 

7:10 "Keselamatan bagi Allah kami" Ini adalah istilah Yunan untuk "keselamatan (s teria dari s_z_), 
digunakan dalam arti "kemenangan" (NEB) atau "telah benar-benar menang". Istilah PL (Yasha) berarti 
pembebasan fisik (lih. Yak. 5: 15). Istilah yang sama digunakan dalam serangkaian berkat kepada Tuhan tiga kali 
dalam Wahyu (lih. 7:10; 12:10; 19:1). 

□ "dan bagi Anak Domba" Perhatikan bahwa Mesias diberkati dalam cara yang sama seperti YHWH. Ini 
menekankan esensi ilahi dari Anak. 

7:12 "mengatakan" Perhatikan berkat tujuh kali kepada Allah (dan Mesias, lih. ay. 10), Yang mirip dengan 
berkat ke tujuh anak domba yang disembelih dari 5:12. 

□ "Amin" Lihat Topik Khusus di 1 :6. 



96 



NASKAH NASB (UPDATE) : 7:13-17 

13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah 
putih itu dan dari manakah mereka datang?" 14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." 
Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan 
mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. ls Karena itu 
mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang 
duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16 Mereka tidak akan menderita 
lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. "Sebab Anak 
Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke 
mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." 



7:14 "Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya."" Ini adalah respon umum manusia untuk 
utusan malaikat (lih.Zak. 4:5,13; Dan. 10:16), yang memperkuat identifikasi tua-tua dengan sekelompok makhluk 
malaikat. 

Literatur apokaliptik ditandai dengan mediasi malaikat dan interpretasi. Interpretasi ini menjadi penting 
(seperti lagu paduan suara) dalam mendefinisikan dan memahami bahasa simbolik 

□ "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar" Ini adalah PRESENT 
PARTICIPLE dan merupakan acuan kepada jemaat-jemaat yang dianiaya pada masa Yohanes (lih.l:9; 2:9,10,22). 
Namun, jelas bahwa acuan sejarah dalam Wahyu mencatat penganiayaan orang-orang kudus di setiap zaman dan 
juga ke titik akhir zaman intensifikasi penganiayaan (lih.Dan 12:1). Hal ini terkait dengan (1) penganiayaan anak- 
anak Allah (lih.Mat. 24:21-22; Markus 13:19; II Tesalonika 2:3; Wahyu 2:10; Dan. 12:1) atau (2 ) murka Allah 
turun atas orang-orang yang tidak percaya (lih.II Tesalonika 1:6-9; Why. 3:10; 6:17; 8:2 ,16:1). Masalah-masalah 
ini, sampai taraf tertentu, telah dihubungkan dengan setiap masa. Orang Kristen sering menderita dalam nama 
Yesus (lih. Yoh. 16:33, Kis. 14:22, Roma 5:3; I Pet. 4:12-16). Kedua peristiwa ini sering disebut kelahiran zaman 
baru kebenaran (lih. Markus 13:8 dan the apocryphal book of II Baruch, bab 25-30). 

Istilah Yunani thlipsis (penderitaan) di dalam Kitab Wahyu selalu digunakan orang percaya yang menderita 
penganiayaan di tangan orang-orang yang tidak percaya (lih. 1:9; 2:9,10,22; 7:14). Istilah Yunani thumos (lih. 
12:12; 14:8,10,19; 15:1,7; 16:1; 18:3; 19:15)) org_ (lih.6: 16,17; 11:18; 14:10; 16:19; 19:15) selalu digunakan oleh 
murka Bapa atau Anak pada pemberontak, orang-orang tidak percaya yang keras kepala. 

Sebagai sisiteologis, jika kitab ini ditulis untuk mendorong orang percaya melalui kesengsaraan, mengapa 
beberapa penafsir berkeras pada pengangkatan rahasia untuk menyelamatkan beberapa generasi masa depan orang 
percaya dari penganiayaan? Penganiayaan adalah sebagian besar pemimpin pertama jemaat, dan setiap generasi 
orang percaya. Lalu mengapa satu kelompok masa depan harus terhindar? 

□ "dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba" 

Rupanya mengacu pada martir yang mati untuk iman mereka dalam Kristus selama Kesengsaraan Besar. Suatu 
metafora mencolok penebusan (lih.22:14)! Ide pencucian dengan cara kematian korban Kristus dapat dilihat 
dalam Rm. 3:25; 5:9; II Kor. 5:21; Ef. 1:7; Kol 1:20; Ibr. 9:14; I Pet. 1:19, dan Yohanes I 1:7. Kebenaran salib 
sering disinggung dalam Wahyu (lih. 1:5; 5:12; 7:14; 12:11; 13:8, 14:4, 15:3, 19:7, 21:9, 23; 22:3). 

Perhatikan kombinasi antara penyediaan Kristus dan umat manusia yang harus menanggapi undangan Tuhan. 
Aspek perjanjian dari kedua testamen menegaskan inisiasi Allah dan ketentuan, namun Allah yang berdaulat juga 
memilih bahwa manusia yang telah jatuh ini harus merespon (lih. Yohanes 1:12, Markus 1:15, Kis 3:16,19; 20:21; 
Rom. 10:9-13). 

7:15-16 Masa depan penuh kebahagiaan dan damai surgawi digambarkan dalam PL. Ini merupakan kiasan untuk 
periode mengembara di padang gurun dan Kemah Suci (lih.Kel 40:34-38; Bil. 9:15-23). Merupakan acuan 
tambahan untuk awan kemuliaan Shekinah, yang melambangkan kehadiran Allah diantara orang-orang (lih. Yes 
49:10; Mat. 5:6; Yoh. 4:14; 6:35; 7:37). Periode sejarah Israel ini adalah kenyataan periode penghakiman. 
Namun, YHWH tidak pernah dekat dan lebih perhatian daripada selama periode penghakiman. Hal ini sering 
disebut oleh para rabbi sebagai YHWH dan bulan madu bangsa Israel. 

97 



7:15 "mereka melayani Dia siang malam" Dalam PL disebut imam Lewi (lih.Maz. 134:1; I Taw. 9:33). Akses 
kepada Allah dan melayani Allah telah diperluas kepada (1) Orang-orang percaya yang dianiaya dan (2) semua 
orang percaya. Tidak ada lagi keimamatan elit Yahudi! Semua orang percaya adalah imam (lih. I Pet 2:5,9; Why 
1:6). 

□ "di bait suci-Nya" Agak sulit untuk menghubungkan pasal ini (dan Yeh 40-48) dengan Wahyu 21:22 yang 
mengatakan tidak akan ada rumah Allah di surga. Beberapa orang mencoba untuk membuat sebuah perbedaan 
antara Kerajaan sementara Seribu tahun dan pemerintahan yang kekal. Jelas, metafora dan kerangka waktu dalam 
kitab ini adalah tidak pasti atau berubah-ubah. Mungkin merujuk pada Tabernakel rohani di surga (lih.Ibr 9:23). 

□ "akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka" Ini adalah metafora verbal tempat Allah berhubungan 
erat dengan umatNya. Kemah Allah menggambarkan kehadiran permanen Allah dengan orang-orang baru-Nya 
dari setiap keluarga dan suku. Tujuan awal dari Taman Eden adalah dipulihkan. Umat manusia ditebus (lih.Kej 
3:15). Keintiman persekutuan dengan Allah memungkinkan lagi. 

7:16 "Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi" Ayat 16 merupakan acuan kepada Yes. 49:10-13. 
ketentuan fisik Tuhan digunakan sebagai simbol spiritual ketentuan Allah (lih.Mat. 5:6; Yoh. 4:14, 6:35, 7:37). 

□ "dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi" Merupakan acuan kepada keteduhan 
yang disediakan oleh awan kemuliaan shekinah selama 38 tahun periode mengembara di padang gurun (lih.Mzm. 
121:5-7). 

7:17 "karena Anak Domba di tengah-tengah takhta itu akan menjadi gembala mereka" Ini merupakan 
acuan PL untuk Yeh. 34:23. Perhatikan bahwa dibunuh tetapi bangkit Penebus merupakan pusat kegiatan 
penebusan Allah. Gembala yang baik Yohanes 10:11 sekarang menjadi Gembala semua domba (lih.Yohanes 
10:16). 

□ "dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan" Untuk orang-orang yang tinggal di padang gurun, 
air selalu menjadi simbol kelimpahan dan kehidupan. Ini merupakan acuan kepada Yes. 49:10 (lih.Maz. 23:2), 
yang diulangpada saat penutupan kitab di dalam Wahyu 21:6; 22:1. 

□ "dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka" Kiasan ini adalah untuk perjamuan 
Mesianik dan kota Allah yang baru dalam Yes. 25:6-9 (lih. Wahyu 21:04). Sungguh suatu kenyamanan bagi ini 
orang percaya yang mengalami penganiayaan pada masa Yohanes dan setiap zaman! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Siapakah 144.000? Jelaskan jawaban Anda dari naskah Wahyu. 

2. Bagaimana 144.000 berhubungan dengan kelompok besar dalam ay. 9? 

3. Mengapa simbol-simbol ini begitu sulit bagi kita untuk ditafsirkan? 

4. Apa yang dimaksud dengan dorongan utama dari pasal 6 dan 7? 

5. Apa yang dimaksud apabila dikatakan bahwa pasal 7 adalah sebuah waktu jeda? Di mana interlude lain 
yang ditemukan dalam kitab ini? 



98 



WAHYU 8:1-9:21 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Meterai ketujuh dan 
pedupaan emas 


Meterai ketujuh : 
pendahuluan ke sangkakala 
ketujuh 


Meterai ketujuh 


Meterai ketujuh 


Meterai ketujuh 


8:1-2 


8:1-6 


8:1-2 


8:1-2 


8:1 

Doa dari orang-orang 
kudus membawa 
kedatangan Hari Besar 
semkain dekat 

8:2-5 


8:3-5 




8:3-5 


8:3-5 




Sangkakala 




Keenam sangkakala yang 
pertama 


Sangkakala 


Keempat sangkakala yang 
pertama 


8:6 


Keenam sangkakala yang 
pertama 


8:6 


8:6 


8:6-12 


8:7 


8:7 

Sangkakala kedua : 
berbentuk meterai 


8:7 


8:7 




8:8-9 


8:8-9 

Sangkakala ketiga : 
berbentuk air 


8:8-9 


8:8-9 




8:10-11 


8:10-11 

Sangkakala keempat : 
berbentuk surga 


8:10-11 


8:10-11 




8:12 


8:12 


8:12 


8:12 




8:13-9:6 


8:13 


8:13 


8:13 


8:13 




Sangkakala kelima : 


Wabah belalang setan 




Sangkakala kelima 




belalang-belalang dari 










jurang maut 










9:1-12 


9:1-6 


9:1-6 


9:1-6 


9:7-11 




9:7-11 


9:7-11 


9:7-11 


9:12 


Sangkakala keenam : 
malaikat dari sungai efrat 


9:12 


9:12 


9:12 


9:13-19 


9:13-21 


9:13-19 


9:13-19 


9:13-21 


9:20-21 




9:20-21 


9:20-21 





99 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP 8:1-9:21 

A. Saat sangkakala ketujuh melanjutkan dari meterai ketujuh, pertanyaannya adalah, "apa hubungan antara 
sangkakala, meterai, dan cawan?" Ada sebgian jika tidak lengkap, rekapitulasi. Mencakup periode waktu 
yang sama. Dibangun dengan pola yang sama dan diteruskan dari satu sama lain. Teori rekapitulasi ini 
tampaknya pertama kali maju dalam abad ketiga oleh Victorinus. Ketika kita membandingkan ketiganya, 
akan tampak apokaliptik, metafora yang semakin merusak masa eskatologis yang sama. Mungkin saja 
sebagai meterai yang keenam (lih.6:12-17) membawa kita sampai kepada akhirnya, tujuh sangkakala 
(lih.l 1:15-19) dan tujuh cawan (lih. 16:17-21) menggambarkan peristiwa akhir. 

B. Darimana Yohanes menggambarkan citra nya untuk penglihatan apokaliptik ini? Ada beberapa teori: (1) 
ada acuan untuk beberapa bagian Perjanjian Lama, khususnya di pasal 8 dan 9, kepada malapetaka dari 
Mesir dan invasi belalang di yoel 2. Seperti biasa dalam Wahyu, gambaran Daniel, Yehezkiel dan 
Zakharia membentuk latar belakang dasar; (2) tulisan-tulisan apokaliptik Yahudi intertestamental, seperti 
I Henokh. I Henokh secara luas dikenal dalam Yudaisme abad pertama, serta dalam jemaat dan 
disinggung oleh penulis PB (lih. II Pet 2. dan Yudas), dan (3) pengaturan sejarah abad pertama, terutama 
penyembahan kepada Kaisar Romawi dan penganiayaan lokal. 

Opsi yang kami pilih sebagai sumber utama imagery akan menentukan bagaimana kita menafsirkan 
kedua pasal. Jika kita me lihat latar belakang Kekaisaran Roma, kita akan mencocokannya ke sejarah 
Romawi (preterist). Jika kita melihat terhadap bahasa apokaliptik Yahudi, kita akan lebih cenderung 
untuk menafsirkannya sebagai simbolik (idealis). Jika kita melihat terhadap nubuat Perjanjian Lama, kita 
akan proyekeksikan itu ke dalam sebuah kerangka Yahudi akhir zaman (futuris). 

C. Kedua pasal ini menggambarkan secara bertahap peningkatan penghakiman atas orang-orang yang tidak 
percaya. Namun, harus ditekankan bahwa Allah membawa penghakiman atas mereka untuk tujuan 
penebusan (lih.9:20-21; 14:7; 16:9,11). Oleh karena itu, mereka berfungsi seperti perjanjian kutuk dari Ul. 

27-29. 

D. Seperti pada bab-bab sebelumnya, simbolisme itu begitu jelas bahwa apa yang dianggap beberapa 
komentator sebagai Kristus, beberapa komentator lainnya menganggap lb lis. Dengan jenis fluiditas 
simbolisme, dogmatisme adalah benar-benar tidak pantas. Penterjemah harus merangkum visi yang 
lengkap dalam satu pusat kebenaran. Kebenaran pusat ini harus memandu penafsiran rincian dan tetap 
menjadi isu sentral teologis yang harus diperhatikan! 

100 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:1-2 

TJan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira- 
kira setengah jam lamanya. 2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan 
kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. 



8:1 "Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh" Yesuslah yang membuka meterai ketujuh, tapi 
sejak dari titik ini malaikat akan terlibat dalam mengumumkan ketujuh sangkakala dan kemudian ketujuh cawan. 

□ "maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya" Ada beberapa teori terhubung dengan 
kesunyian ini. Para rabi mengaitkannya dengan periode untuk berdiam diri sambil membiarkan doa-doa orang- 
orang kudus didengar 

1. beberapa menghubungkannya dengan kitab II Esdras 7:29-31, di mana keheningan adalah awal Era Baru 

2. Yang lain mengaitkannya dengan beberapa bagian Perjanjian Lama di mana manusia harus diam di 
hadapan Allah (lih.Hab 2:20; Zef. 1 :7; Zak. 2: 13) 

3. beberapa mengaitkannya dengan efek dramatis bagi penghakiman intens yang akan datang atas orang- 
orang yang tidak percaya 

8:2 "lalu aku melihat ketujuh malaikat yang berdiri di hadapan Allah" Adalah menarik bahwa muncul 
DEFINITE ARTICLE, "tujuh malaikat". Dalam Yudaisme rabinik ketujuh malaikat disebutkan dalam Tobit 12:15 
dan I Henokh 20:1-7. Mereka adalah Uriel, Raphael, Raguel, Michael, Saraqael atau Sariel, Gabriel, dan Remiel. 
Orang lain melihat frase ini yang berhubungan dengan Mesias dalam Yes. 63:9 atau penghakiman pada orang- 
orang yang memberontak dan mendukakan Roh Kudus (lihYes 63:10). Sambungan Keluaran dapat dilihat pada 
malaikat di Kel. 23:20-23; 33:12-16. 

□ "dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala" Ada tujuh malaikat sehubungan dengan tujuh 
sangkakala (lih.ay. 6). Dalam Perjanjian Lama sangkakala sering digunakan untuk berkomunikasi dengan umat 
Allah, baik agamawi atau militer (lih.Kel 19:16; Bil. 10:1-10; Yes. 27:13, Yer. 4:5-9; Yoel 2 : 1; Zef 1:16; Zak. 
9:14; II Esdras 6:23). Dalam PB sangkakala akan mengumumkan Kedatangan Kristus yang Kedua (lih.Matt 
24:31; I Kor. 15:52-53; I Tesalonika. 4:16). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:3-5 

3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan 
emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa 
semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. 4 Maka naiklah asap kemenyan bersama- 
sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. s Lalu malaikat itu 
mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka 
meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. 



8:3 "Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan 
emas." Teks ini dan 5:8 telah digunakan untuk mempromosikan konsep teologis rabinis bahwa malaikat adalah 
pembawa doa kepada Tuhan. Alkitab mengatur tentang bagaimana cara menafsirkan jenis detail. Bagian simbolis 
ini tidak boleh digunakan untuk mendefinisikan rincian teologis spekulatif. Ini adalah penglihatan dan tidak 
dimaksudkan untuk mendefinisikan peran malaikat tertentu. Ia menegaskan bahwa doa-doa orang-orang kuduslah 
yang mempengaruhi Allah. 

Mezbah telah diidentifikasi sebagai salah satu mezbah pedupaan sebelum tabir di dalam Tempat Kudus 
(lih.Kel. 30:1-10) atau mezbah pengorbanan (lih.ay 5; 9:13). Namun, penglihatan ini bukan Tabernakel duniawi 
atau Bait Allah di Yerusalem, tapi ruang takhta Allah di surga (lih.Ibr. 8:02; 9:11,24). Mezbah pedupaan sesuai 
dengan konteks ini. 



101 



□ "doa semua orang kudus" Tepatnya kelompok yang mana yang mewakili orang-orang kudus ini masih 
belum pasti, tapi hal ini menunjukkan bahwa Allah tahu dan menanggapi kebutuhan umat-Nya (lih.Kel 3:7). 
Pedupaan adalah simbol dari doa (lih.Maz. 141:2; Why. 5:8) karena asap naik ke atas dan menghilang dari dunia 
ke dunia yang tak terlihat. Lihat Topik Khusus: Orang-orang Suci di 5:8. 

8:4 Sepanjang kitab Imamat pedupaan naik ke hadirat Allah, sehingga pedupaan mewakili doa umat Tuhan. 

8:5 "Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan 
melemparkannya ke bumi." Ini merupakan acuan kepada Yeh. 10:2. Bara untuk mezbah pedupaan sebelum 
selubung awalnya akan diambil dari altar pengorbanan di depan Kemah Suci (lih.9:13; Im. 16:11-13). Ini adalah 
simbol Kemah Suci yang artinya adalah tidak pasti atau berubah-ubah. Pemikiran teologis yang utama adalah 
bahwa hal ini terjadi di hadapan Allah di surga. 

□ "Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. " Jenis fenomena alam ini sering 
dikaitkan dengan kehadiran YHWH (lih.4:5; 11:19; 16:18; Kel. 19:16-19; Maz. 18:10-13) . 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:6 

"Dan 
sangkakala 



6 Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup 



8:1-6 Ayat-ayat ini merupakan tindakan selama periode keheningan. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:7 

7 Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur 
darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari 
pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau. 



8:7 "dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah " Sebagian besar gambar diambil dari tulah Mesir. 
Bagian ini merupakan acuan kepada Kel. 9:24. Mungkin juga diambil dari Yeh. 38:22, penggulingan tentara yang 
menyerang Gog. 

□ "maka terbakarlah sepertiga dari bumi" Persentase terbatas tapi substantif ini, cukup sering disebutkan 
dalam beberapa pasal berikut (lih.8:7-8,9,10,ll,12; 9:15,18 ; 12:4). Seri kedua dari penghakiman lebih intens 
daripada yang pertama (ih.6:8 di mana seperempat disebutkan). 

□ "dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau. " Ini pasti mengacu pada kehancuran rumput hijau 
dalam 1/3 wilayah, karena rumput hijau dilindungi di 9:4 NASKAH NASB (UPDATE) : 8:8-9. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:8-9 

8 Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang 
menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah, 'dan 
matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua 
kapal. 



8:8 "dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut " 

Sekali lagi masalah ini adalah sumber perumpamaan Yohanes-Romawi, Yahudi inter-alkitabiah, atau PL. Jika PL, 
maka Maz. 46:2 atau Kel. 7:20-21 adalah referensi. Jika Yahudi apokaliptik, maka referensi adalah I Henokh 
18:13-16 atau mungkin Sibylline Oracles 5:158. Jika Roma maka mungkin itu adalah kiasan historis untuk letusan 
Gunung Vesuvius, yang bagi orang Yahudi ditafsirkan sebagai penghakiman Allah di Roma untuk 
menghancurkan Yerusalem. Sumber yang tepat dari metafora Yohanes adalah tidak pasti, tetapi itu berbicara 
tentang murka Allah terhadap ciptaan-Nya yang memberontak dengan tujuan penebusan. 

102 



□ "dan sepertiga dari laut itu menjadi darah" Ini adalah acuan satu lagi kepada tulah Mesir (lih.Kel 7:20- 
21). 

8:9" dan matilah sepertiga dari segala makhluk". Ini adalah satu lagi acuan kepada tulah Mesir (lih.Kel. 7:21). 

□ "binasalah sepertiga dari semua kapal" ini tidak memiliki paralel dalam PL, dalam literatur apokaliptik, 
atau dalam literatur abad pertama di Roma. Jelas commerce terpengaruh dan barang-barang dan makanan menjadi 
langka. Itu mengkonfirmasi Penghakiman Allah yang terbatas dan progresif. mengintensifkan penghakiman-Nya 
(1 / 4 di meterai, 1 / 3 di sangkakala) sampai cawan pertobatan telah berlalu dan total, penghakiman lengkap 
terjadi. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:10-11 

10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, 
menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. "Nania 
bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena 
air itu, sebab sudah menjadi pahit. 



8:10 "jatuhlah dari langit sebuah bintang besar" ini mungkin menjadi acuan untuk Yes. 14:12. Banyak yang 
telah mencoba untuk menghubungkan ini dengan Wahyu 6:13 atau 9:1, tapi mungkin berusaha mengunci 
gambaran Yohanes terlalu erat. Berhati-hatilah dari berusaha menafsirkan masing-masing dan setiap detail. Ini 
adalah gambaran dramatis. Biasanya dalam literatus apokaliptik Yahudi bintang jatuh mengacu pada malaikat. 

8:11 "Nama bintang itu ialah Apsintus" Dalam PL apsintus dikaitkan dengan penyembahan berhala (lih.Ul 
29:17-18). Juga dilihat sebagai dicampur dengan racun dan karena itu, mematikan (lih.Yer. 9:15, 23:15, Amos 
6:12). Apsintus, dengan sendirinya (lih.TEV), pahit tapi tidak mematikan. Berikut ini adalah metafora untuk 
penghakiman Ilahi. 

Sebuah contoh yang baik dari ketidaktepatan upaya modern memaksakan rincian Wahyu ke jaman mereka 
adalah pernyataan bahwa fasilitas nuklir Chernobyl Rusia yang mengalami krisis menggenapkan nubuat karena 
namanya berarti apsintus dalam bahasa Rusia. Praktek penafsiran Alkitab berdasarkan koran pagi telah umum 
selama dua ribu tahun terakhir dan harus memperingatkan kita untuk waspada terhadap prosedur yang sama! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:12 

12 Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan 
sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap 
dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari. 



8:12 Kegelapan selalu menjadi tanda hukuman Allah (lih.Kel 10:21; Yes. 13:10; 34:4; 50:3; Yeh. 32:7-8; Yoel 
2:2,10, 31; 3:15; Amos 5:18, Markus 13:24). Benda-benda langit sering disembah sebagai kekuatan roh. Allah 
menciptakan mereka (lih.Kej 1:14-19; Yes. 40:26); menamai mereka (lih.Maz. 147:4; Yes. 40:26); mengontrol 
mereka (lih.Yes. 48:13) ; dan mereka memuji Dia (lih.Maz. 148:3). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 8:13 

13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan 
suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala 
ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya." 



8:13 "Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan 
suara nyaring" KJV menulis "malaikat" bukan "elang" tapi ini berasal dari naskah Yunani akhir abad 
kesembilan. Baik Sinaiticus (X) dan Alexandrinus (A) menulis "elang". Ini bisa merujuk ke: 

103 



1. Seekor burung nasar (atau elang), yang sering menjadi simbol pembantaian (lih.Yeh 17:3; Hab. 1:8; Mat.. 
24:28, Lukas 17:37) 

2. sebuah kiasan tentang penghakiman, di Yeh. 39:17-20; Hos. 8:1 

3. sebuah acuan kepada kitab apokaliptik intertestamental dari II Barukh 77:21-22, di mana burung nasar 
mengirim pesan kepada umat Allah yang disakiti 

4. standar tentara Romawi yang diatapi oleh elang. "terbang di tengah langit" mungkin kiasan lain untuk 
burung pemangsa yang terbang membumbung di atas bumi (lih.Wahyu 14:6; 19:17). 

□ "Celaka, celaka, celakalah" Ini mungkin sesuai dengan tiga sangkakala yang akan datang (lih.9:12; 11:14, 
12:12), tetapi juga bisa menjadi simbol dari intensitas (seperti "suci, kudus , suci "dari 4:8). Dalam bahasa Ibrani 
pengulangan tiga kali lipat adalah superlatif (lihKudus, kudus, kudus dari Yes 6:3). Dalam " celakalah " PL 
menandai ratapan puitis tertentu yang berhubungan dengan kematian dan penghakiman. 

□ "kepada mereka yang diam di bumi" frasa ini mengacu pada mereka yang tidak ditebus (lih.3:10; 6:10; 
11:10,13:08,17:2). 

WAHYU 9 



NASKAH NASB (UPDATE) : 9:1-6 

*Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari 
langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut. 2 Maka dibukanyalah pintu 
lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan 
angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. 3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas 
bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi. 4 Dan kepada 
mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan 
ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. s Dan 
mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima 
bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia. 6 Dan pada 
masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan 
ingin mati, tetapi maut lari dari mereka. 



9:1 "dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi" Ada beberapa teori tentang 
identitas bintang yang dipersonifikasikan ini disebut malaikat: (1) karena kata kerjanya adalah PERFECT 
TENSE, bisa mengacu kepada Iblis yang telah jatuh di masa lalu dan terus jatuh dari langit (lih.Yes 14:12;. Yeh. 
28:16, Lukas 10:18; Why. 12:9) atau (2) karena konteksnya, bisa jadi hanya hamba seorang malaikat lain yang 
terlibat dalam penghakiman Allah (lih.20:l). Malaikat sebagai bintang jatuh sering ditemukan dalam literatur 
apokaliptik Yahudi intertestamental. 

□ "dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut." "kunci" disebutkan dalam 1:18 dan 20:1. 
Melambangkan otoritas. Allah melatih otoritas atas gerombolan setan penghakiman. Jurang adalah istilah Yunani 
yang berarti "kedalaman" dinegasikan oleh ALPHA PRIVATIVE. Digunakan dalam Septuagint (terjemahan 
Yunani PL) dalam Kej. 1:2; 7:11; Maz. 42:7; 107:26 untuk kedalaman penciptaan air, tapi dalam Mzm. 71:20 
merujuk pada tempat orang mati. Hal ini juga berlaku I Henokh 18:12-16; 21:7-10; 108:3-6, dimana keduaya 
adalah penjara sementara dan akhir dari malaikat yang jatuh. 

Tampaknya menjadi sinonim dengan istilah "Tartarus " (lih.II Pet 2:4 dan I Henokh 21:7), tempat di mana 
malaikat jahat ditahan dalam penjara (lih.Lukas 8:31; Yudas 6; Wahyu 11:7, 17:8, 20:1-3 dan I Henokh 10:4; 
86:1, 88:1; Yobel 5:6-11). Paulus menggunakan istilah (jurang) di Roma 10:7 sebagai tempat orang mati (lih. 
Yes. 24:21-22). Kemudian para rabbi mengatakan itu adalah nama bagian orang jahat dari Sheol/ Hades. 



104 



□ "diberikan" Ada serangkaian PASSIVE VERBS di kedua pasal 8 dan 9, yang menekankan kendali Tuhan 
atas sejarah dan setan (lih.8:3,7,8,ll,12; 9:1,3, 4,5). Seringkali penulis Yahudi menggunakan PASSIVE VOICE 
sebagai CIRCUMLOCUTION atau pemakaian kata-kata yang terlalu banyak, untuk tindakan Tuhan itu. 

9:2 "lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar" Terminologi ini digunakan dalam beberapa 
arti PL: (1) disertai penghakiman atas Sodom dan Gomora (lih.Kejadian 19:28 ), (2) disertai penghakiman Allah 
atas bangsa-bangsa (lih.Yes 34:10); dan (3) disertai kehadiran Allah di Gunung Sinai (lih.Kel 19:18). 

9:3 "belalang" Sering digunakan sebagai simbol dari murka Allah (lih.Kel 10:12-15; Yoel 1:4; 2:1) karena 
mereka simbol tentara yang menyerbu (lih. ay 7; Yoel. 2:4-5, 7-9). 

9:4 "Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau 
tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon" hukuman pada kekuatan jahat ini terbatas. Mereka tidak boles 
menghancurkan tanaman hidup dan mereka hanya boleh menyiksa, tetapi tidak boleh membunuh orang-orang 
yang tidak percaya (lih.ay 5; 7:4), orang-orang percaya dilindungi oleh Allah. 

□ "meterai Allah di dahinya" Lihat catatan lengkap di 7:2. Ini adalah kiasan dari Yeh. 9:4. 

9:5 "lima bulan" Beberapa menafsirkannya sebagai rentang waktu hidup seekor belalang yang diharapkan. 
Namun, mungkin satu-setengah angka sepuluh, yang berarti metafora lain untuk penghakiman yang terbatas 
(lih.6:6,8; 8:7-12). 

□ "siksaan kalajengking" Sengatan kalajengking adalah metafora lain dari PL (lih.II Taw. 10:11,14). 

9:6 Ini adalah paralel langsung ke 6:15-16, yang dapat menjadi bukti tambahan untuk teori rekapitulasi antara 
meterai, sangkakala, dan cawan. Mungkin menjadi acuan untuk penghakiman berhala orang-orang Yahudi di 
Yerusalem yang tidak setia dalam Yer. 8:2-3. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 9:7-11 

7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas 
kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka 
manusia, 8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa, 
'dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang 
ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan. 10 Dan ekor mereka sama seperti 
kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti 
manusia, lima bulan lamanya. "Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya 
dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. 



9:7-9 "rupa belalang-belalang" Gambaran fisik belalang ini sangat mirip dengan Yoel 2:4-9 dan juga untuk 
sebuah pepatah Arab terkenal yang mengatakan, "belalang memiliki kepala seperti kuda, sebuah payudara seperti 
singa, kaki seperti unta, tubuh seperti ular, dan antena seperti rambut seorang gadis. " 

Ini jelas suatu acuan kepada kitab Yoel dalam deskripsinya dari: (1) gigi singa (lih. ay 8; Yoel 1:6) dan (2) 
sejumlah besar kereta dan kuda yang bergegas untuk berperang (lih.ay. 9 dan Yoel 2: 5 

9:8 Beberapa melihat ini sebagai referensi untuk gerombolan Parthia, kavaleri dengan rambut panjang. Dikenal 
karena keahlian mereka sebagai pemanah gunung. Bangsa Romawi takut terhadap barbar penyerbu ini. 

9:11 "Dan raja yang memerintah mereka" Amsal 30:27 mengatakan bahwa belalang tidak mempunyai raja, 
namun ini merupakan acuan kepada segerombolan setan, bukan belalang secara fisik. Istilah "jurang" 
mengacu pada dunia orang mati (lih.9: 1,2,11; 11:7, 17:08, 20:1,3; dan Roma 10:7). 

□ "malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah 
Apolion" istilah Ibrani (Aram) berarti "penghancuran" dan istilah Yunani berarti "penghancurl". Istilah Ibrani 

105 



yang diidentifikasi dengan sheol, dunia orang mati (lih.Ayub 26:6; 29:22; 31:12; Maz. 88:11. Amsal 15:11, 
27:20). Robert B. Girdlestone memiliki komentar menarik tentang istilah ini dalam bukunya Synonyms of the Old 
Testament: "Kata ini diterjemahkan "binasa" dalam sekitar seratus bagian. Ketika digunakan orang umumnya 
berarti kematian, bila digunakan untuk tanah menyiratkan kesedihan" (hal. 273). Dalam Ayub 28:22 itu 
dipersonifikasikan bersama dengan Maut. personifikasi ini juga karakteristik dari Gulungan Laut Mati dan 
literatur apokaliptik intertestamental Yahudi. Hal ini agak tidak biasa karena malaikat kematian dalam PL adalah 
hamba YHWH (lih.Kel 12:23; Ayub 15:21) atau bahkan personifikasi YHWH (lih.Kel. 12:13,29). Tapi di sini, 
malaikat tampaknya menjadi penguasa dari setan horde yang dipenjara. Ini mungkin cara lain untuk menunjukkan 
kendali Allah atas segala sesuatu. 

Beberapa orang bahkan menyatakan bahwa sebagai kaisar Nero dan Domitianus diklaim sebagai inkarnasi 
Apollo, bahwa nama Yunani adalah bentuk rusak dan acuan kepada Apolion. Ada dua lembar bukti untuk 
mendukung ini: (1) belalang adalah simbol dari Apollo dan (2) istilah Apollo dan Apolion keduanya berasal dari 
akar kata Yunani yang sama. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 9:12 

12 Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi. 



9:12 Ayat ini berhubungan dengan 1 1 : 14 dan 12:2. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 9:13-19 

13 Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari 
keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah, 14 dan berkata kepada malaikat yang keenam yang 
memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." 
l5 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk 
membunuh sepertiga dari umat manusia. 16 Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan 
berkuda; aku mendengar jumlah mereka. 17 Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda- 
kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan 
kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, 
dan asap dan belerang. 18 01eh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, 
dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya. " Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam 
mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala 
mereka itu mereka mendatangkan kerusakan. 



9:13 "dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas " ini merupakan acuan 
kepada mezbah pedupaan di Kemah Suci (lih.Kel 30:2,3,10). Ada dua mezbah disebutkan dalam bagian ini: 
mezbah pengorbanan di mana jiwa-jiwa para martir ditemukan, dan kemenyan di atas mezbah dimana doa umat 
Tuhan ditempatkan. Tanduk adalah simbol kekuasaan PL. Baik mezbah pedupaan dan mezbah korban terdapat 
tanduk. Lihat catatan di 8:3. 

9:14 "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu" Mereka yang mencari 
acuan sejarah abad pertama melihatnya sebagai gerombolan Parthia hanya di seberang Sungai Efrat (lih. I Henokh 
56:5-8) . Namun, yang lain melihat ini sebagai acuan kepada Perjanjian Lama di mana empat kuda wahyu 
ditemukan di Zak. 1:8 dan 6:1-8, keempat malaikat tampaknya metafora lain untuk hamba Allah yang ditunjuk 
membawa penghakiman pada dunia yang telah jatuh dan memberontak (lih.7:l). Namun, karena malaikat ini 
terikat, mungkin dijadikan acuan untuk malaikat jahat (lih.Yudas 6). Malaikat ini membawa kematian sepertiga 
dari umat manusia (lih.ay. 18). 

Bagian utara hulu Sungai Efrat adalah batas timur laut Tanah yang Dijanjikan (lih.Kej 15:18; Ul. 1:7; 1 1:24; 
Yos. 1:4). 

9:15 "Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun" 

Ada DEFINITE ARTICLE dalam istilah "jam" yang berarti definit frase yang lengkap. Ini adalah referensi 

106 



kedaulatan Allah dan pengendalian sejarah (tin. I Henokh 92:2). Ini sangat membantu mereka yang mengalami 
penganiayaan. 

9:16 "Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda" Ini adalah jumlah simbotis dari 
gerombolan setan yang menelan manusia yang ditebus. Jumlah ini sebanding dengan malaikat yang melayani 
Allah yang tak terhitung jumlahnya (lih.5 : 1 1 ; Ul. 33:2; Maz. 68:17; Dan. 7:10; Ibrani. 12:22; Yudas 14). 
Sekali lagi, untuk mencoba menghubungkan ini dengan bangsa modern Cina adalah contoh lain memaksa 
figuratif literatur dalam sejarah saat ini. Keinginan orang Kristen untuk mengetahui masa depan dan terkesan satu 
sama lain dengan pengetahuan esoterik adalah masalah yang berulang 

9:17-19 "kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya" Gambaran yang mengikuti, melihat kuda dan 
penunggangnya sebagai satu unit. Para agen kematian dan siksaan adalah kuda itu sendiri (tih.ay 19). Warna- 
warna kuda merah (api), biru (batu yakut) dan kuning (belerang)-mengidentifikasi gerombolan setan tertentu yang 
terkait dengan tiga malapetaka dari api, asap biru dan belerang yang disebutkan dalam ay. 18. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 9:20-21 

20 Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan 
mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari 
tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, 21 dan mereka tidak 
bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian. 



9:20 "Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan 
mereka" Ini adalah pernyataan ambigu yang jelas tentang tujuan penebusan dari malapetaka ini (lih.ay. 21; 14: 6- 
7; 16:9,11,21:7, 22:17). 

Tuhan menggunakan tulah di Mesir sebagai motivasi untuk (1) Bangsa Mesir percaya dan melayani Dia dan 
(2) Bangsa Israel untuk tetap setia dan melayani Dia (lih. Ul. 27-28), sehingga malapetaka yang serupa ini 
dimaksudkan untuk mengubah manusia yang tidak percaya unutk kembali ke pencipta mereka, tetapi mereka 
menolak. Ketidakpercayaan dan keras kepala mereka telah menjadi pernyataan tetap para pemberontakan 
(tih.Rom 1:24,26). 

□ "Perbuatan tangan mereka" ini sebuah referensi terhadap penyembahan berhala begitu sering disebutkan 
dalam Perjanjian Lama (lih.Ul. 4:28, 28:36,64, 29:17, 32:17; Maz. 115:4-8; 135:15-18; Yes. 2:8;. 37:19, 40:19- 
20, 44:17; Yer. 1:16; 10:3-5; Dan. 5:23; Mic. 5:13) . Perhatikan dalam PB penyembahan berhala terkait dengan 
setan (lih.l6:14; I Korintus 10:20; I Tim. 4:1). 

9:21 Empat hal ini (penyembahan berhala, pembunuhan, sihir, imoralitas) mencirikan gaya hidup amoral orang- 
orang yang tidak percaya (tih.Rom 1-2). Kelompok orang-orang tidak percaya yang tidak bertobat disebutkan 
dalam 13:15-17, 14:9; 16:2,9,11. 

NASB, NKJV, NRSV "sihir atau sorceries" 
TEV "sihir atau magic" 

NJB "sihir atau witchcraft" 

Kita mendapatkan istilah bahasa Inggris "farmasi" dari kata Yunani untuk penyihir (pharmakeia, lih.Gal 
5:20). Ini mungkin telah menjadi referensi untuk racun ajaib atau keracunan, seperti wormwood yang disebutkan 
sebelumnya (lih.8: 1 1). Dalam dunia kuno obat sering digunakan untuk menginduksi pengalaman "agamawi". 



107 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Di mana kita temukan sumber gambaran pasal ini: (1) Perjanjian Lama; (2) literatur apokaliptik Yahudi, 
atau (3) peristiwa sejarah Kekaisaran Romawi? 

2. Apakah peristiwa ini mengacu pada (1) abad pertama, (2) setiap abad, atau (3) masa depan? 

3. Apakah pasal ini dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah atau secara apokaliptik? 

4. Apa yang dimaksud dengan dorongan utama dari pasal 8-9? 

5. Bagaimana tujuh meterai dan tujuh cawan terkait dalam pasal 8 dan 9? 

6. Mengapa akan ada peningkatan aktivitas malaikat dan setan sebelum Kedatangan Kedua? 



108 



WAHYU 10:1-11:19 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Malaikat dan gulungan 
kitab kecil 


Malaikat yang kuat dan 
gulungan kitab 


Interlude/ Waktu jeda 


Malaikat dan gulungan 
kitab kecil 


Hukuman terakhir tanpa 
penundaan lagi 


10:1-7 


10:1-7 


10:1-7 


10:1-4 




10:1-7 




Yohanes memakan kitab 




10:5-7 




Penglihatan untuk 




kecil 








memakan gulungan kitab 
kecil 


10:8-11 


10:8-11 


10:8-10 
10:11 


10:8 
10:9 
10:10-11 




10:8-11 


Dua saksi 


Dua saksi 


Pengukuran bait suci dan 
dua saksi 


Dua saksi 




Dua saksi 


11:1-13 


11:1-6 


11:1-3 


11:1-3 




11:1-10 




Saksi-saksi dibunuh 


11:4-6 


11:4-6 








11:7-10 


11:7-10 


11:7-13 








Saksi-saksi dibangkitkan 












11:11-14 


11:11-13 
Sangkakala ketujuh 






11:11-13 


11:14 




11:14 


11:14 




11:14 


Sangkakala ketujuh 


Sangkakala ketujuh: 
Kerajaan Allah diberitakan 




Sangkakala 


ketujuh 


Sangkakala ketujuh 


11:15-19 


11:15-19 


11:15-19 


11:15-18 
11:19 




11:15-18 
11:19 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 



109 



diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Waktu jeda pertama (pasal 7) datang antara meterai keenam dan ketujuh. Jeda kedua ini (10:1-11:14) 
hadir antara keenam dan ketujuh sangkakala. Tidak ada jeda antara cawan keenam dan ketujuh (Bab 16), 
tetapi ada jeda lain sebelumnya (pasal 12-14). 

B. Jeda ini, seperti pasal 7, menggunakan istilah PL (Kemah Suci, mezbah, Yerusalem). Namun, seperti 
kiasan Yahudi di Bab 7 merujuk kepada umat Allah di PB, begitu juga, jemaat dalam pasal ini. Kiasan- 
kiasan diambil dari Dan. 9 tetapi telah disesuaikan dengan Yunani-Romawi, pengaturan abad pertama. 

Berikut adalah kutipan singkat dari Alan Johnson's Commentary on Revelation, "Bangsa Yahudi 
memandang penderitaan dari ketidakmampuan untuk menghubungan pasal ini dengan konteks pasal 10, 
ke paralelisme dengan waktu jeda meterai (pasal 7), untuk pelayanan dan pentingnya dua saksi, dan pasal- 
pasal selanjutnya dalam Wahyu (terutama pasal 12-13). Oleh karena itu, lebih baik untuk memahami 
pasal 1 1 yang merujuk kepada seluruh komunitas Kristen "(hal. 104) 

C. Seperti Alan Johnson melihat pasal 11 dalam hubungannya dengan pasal 7, 10 dan 12-13, George Ladd 
melihatnya sebagai unit literatur independen berkaitan dengan pemeliharaan orang-orang Yahudi dan 
keselamatan akhir mereka (lih.Mat. 23:39 ; 21:24 Lukas; Rom 11:26). Lihat Commentary on the 
Revelation of John, hal. 150-151. 

Sulit untuk memutuskan antara kedua pandangan. Saya jelas merasa bahwa karena janji Allah kepada 
Israel, akan ada kebangkitan akhir zaman antara bangsa asli Israel atau penganut agama Yahudi di mana 
banyak orang akan kembali kepada iman di dalam Kristus (lih.Zak. 12:10), Ini bagian adalah dari 
argumen Paulus dalam Roma 11. Namun, konteks Wahyu 7,10 dan 12-13 menyiratkan lingkup universal 
baik perlindungan kepada semua umat Allah dan penghakiman terhadap semua orang-orang yang tidak 
percaya. Dalam konteks ini penekanan orang Yahudi yang percaya atau bahkan penekanan Yahudi- 
versus-orang tidak percaya adalah janggal. 

D. Apakah akan ada dua saksi zaman akhir, atau ini hanya lambang dari saksi akhir zaman tersebut? Sangat 
sulit untuk menjadi percaya diri dalam menafsirkan simbol kitab ini. Jika yang dimaksudkan Yohanes 
secara literal, ia akan memilih sebuah genre yang berbeda untuk mengungkapkan hal ini kepada orang 
percaya dari segala masa. 

Apakah referensi untuk "dua saksi" memiliki arti khusus untuk orang-orang percaya abad pertama 
yang mengalami penganiayaan (mungkin kultus menyembah Kaisar)? Tidak bisa dijawab dengan tegas. 
Pilihan gambaran Yohanes yang diambil dari beberapa sumber: Perjanjian Lama, literatur apokaliptik, 
budaya Yunani-Romawi dan pada waktu mitologi Timur Dekat (pasal 12). Apakah para pendengar 
pertama benar-benar dan sepenuhnya memahami sumbernya dan simbolisme? Mungkin tidak, tidak 
dengan cara tertentu, namun mereka mengerti genre ! Mereka tidak akan memaksakan pemenuhan literal 
historis untuk semua rincian. 

Satu-satunya ketakutan saya dalam membuat pernyataan ini adalah bagaimana prediksi nubuatan PL 
ini ditafsirkan oleh penulis PB yang diinspirasikan! Seringkali mereka melihat pemenuhan secara harfiah 
rincian PL dalam kehidupan Kristus. Beberapa dari pemenuhan itu memainkan kata rabbi atau tipe / 

110 



simbol kiasan. Di bawah pimpinan Roh Kudus (atau ajaran Yesus, lih. Lukas 24:13-35). Pengaturan 
sejarah para Rasul saat ini telah dilihat melalui naskah-naskah kenabian PL. Hal yang sama dapat terjadi 
untuk generasi terakhir orang percaya yang dianiaya. Namun, penterjemah yang ikut campur tangan tidak 
dapat memprediksi rincian tersebut melalui teologi atau hermeneutika! Penterjemah modern tidak boleh 
(1) memaksakan kekuatan sejarah mereka ke dalam naskah-naskah apokaliptik atau (2) mencari 
pemenuhan secara harfiah pada setiap detail aliran yang sangat simbolis ini. Waktu yang akan 
mengatakannya! 

E. Pola literatur dan gambaran dari ketujuh meterai dan sangkakala hampir identik. Keduanya membawa 
sejarah manusia sampai akhirnya (lih.6:12-17 dan 11:15-19). 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 10:1-7 

TJan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan 
pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. 
2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. la menginjakkan kaki 
kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, 3 dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti 
singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya. 4 Dan 
sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara 
dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau 
menuliskannya!" s Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan 
kanannya ke langit, 6 dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah 
menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: 
"Tidak akan ada penundaan lagi! 7 Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu 
apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia 
beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi." 



10:1 "Aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari surga" Perhatikan bahwa Yohanes sudah 
"kembali di bumi" setelah penglihatan pasal 4-5 (jika panggilan Yohanes ke surga dalam pasal. 4 adalah 
pengangkatan gereja, apakah ini jatuhnya jemaat?). Malaikat ini dijelaskan dalam istilah yang berlaku untuk 
YHWH di PL dan Kristus dalam Wahyu 1:12-20. Karena itu, banyak yang telah menegaskan bahwa ini adalah 
Kristus sendiri. Namun, hal ini diragukan karena alasan-alasan berikut: 

1 . Kristus tidak pernah disebut malaikat dalam Wahyu 

2. ada malaikat besar lainnya yang tercantum dalam Wahyu (lih.5 :2; 18:21) 

3. malaikat ini akan bersumpah atas nama Tuhan dalam ay. 6, yang berarti tidak sesuai untuk Kristus 

4. ada malaikat di Dan. 10 yang juga dijelaskan dalam istilah yang serupa. 

Gambaran terperinci ini mungkin membedakan malaikat terang dengan malaikat jurang maut dalam Wahyu 
9. Seperti malaikat yang diarahkan dalam Wahyu 9, malaikat ini mengarahkan dirinya sendiri. Ini mungkin 
sebuah acuan kepada malaikat kuat di Dan. 10:5-6 atau Michael, malaikat Israel di Dan. 10:13 dan 12:1. 

□ "Berselubungkan awan" Dalam PL awan adalah transportasi unik Tuhan (lih.Ps. 97:2, 104:3; Dan. 7:13, 
Kis 1:9). 

□ "dan pelangi ada di atas kepalanya" Banyak yang melihat ini sebagai acuan untuk 4:3 dan oleh karena itu 
sebutan kekuasaan dan otoritas lain mengingatkan Tuhan. Acuannya mungkin kembali ke Yeh. 1:28, di mana 
pelangi adalah takhta / kereta portabel YHWH 

□ "mukanya sama seperti matahari" ini mengikuti gambaran Kristus yang didapati di 1:16 (lih.Mat. 17:02). 

□ "Kakinya bagaikan tiang api" deskripsi ini juga mirip dengan Kristus dalam Wahyu 1:15. 

Ill 



10:2 "Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka" Ada banyak diskusi 
tentang kitab kecil ini. Beberapa melihatnya sebagai kitab kecil dari 5:1 yang sekarang dibuka, tapi dua kata 
Yunani yang berbeda digunakan (5:1, biblion; 10:2, biblaridion). Yang lain melihatnya terkait dengan Yehezkiel 
2:8-3:14. Karena ini adalah malaikat dan bukan Kristus, maka Yehezkiel adalah acuan terbaik. 

□ "Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi" Beberapa orang 
menyatakan bahwa ini berbicara tentang suatu pesan universal. Bahkan jika hal ini benar, ukuran malaikat 
tersebut mengejutkan. Para rabi (dalam Talmud) membahas seorang malaikat bernama Sandelfon, yang tinggi 
besar sama dengan jarak 500 mil lebih tinggi daripada malaikat lain (lih.Hagigah 13b). 

10:3 "dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum" Istilah "mengaum" 
(mukaomai) biasanya digunakan untuk suara lembu (di bawah lebih rendah). Namun, tampaknya lebih tepat 
diberikan bahwa ini adalah kiasan untuk bagian-bagian Perjanjian Lama di mana Allah berbicara sebagai singa 
(lih.Yer 25:30; Hos. 11:10, Yoel 3: 16; Amos 3:8). 

□ "ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya" Identitas ketujuh guruh dipertentangkan. Bisa jadi (1) 
suatu acuan kepada ketujuh "suara" Tuhan dalam Mzm. 29:3-9; (2) sejajar dengan tujuh meterai dan tujuh 
sangkakala, yang adalah siklus penghakiman Allah atas orang-orang yang tidak percaya (lih.8:5; 11:19; 16:18) 
untuk tujuan penebusan, atau (3 ) suara yang datang dari tahta Allah (lih.4:5). Ini juga mungkin berkaitan dengan 
tujuh roh Allah (lih. 1:4; 4:5; 5:6 dari Yes. 11:22). 

10:4 "Meteraikanlah" Ada beberapa tempat dalam Alkitab di mana seseorang telah menerima wahyu dari Allah 
tapi tidak bisa mengungkapkannya. Dua di antaranya adalah (1) Daniel (lih.Dan. 8:26; 12:4,9) dan (2) Paulus (lih. 
II Kor. 12:4). Yohanes diceritakan dalam 22: 10 bahwa kata-kata nubuat ini tidak akan dimeteraikan. 

10:5 "mengangkat tangan kanannya ke langit" ini adalah langkah untuk mengambil sumpah (lih.Kej 14:22; 
Kel. 6:8; Bil. 14:30; Ul. 32:40; Yeh. 20 : 15,28; Dan. 12:7). Bentuk sumpah ini sangat mencolok dalam sebutan- 
sebutan untuk Allah. 

10:6 karakterisasi Allah ini mengingatkan dua nama PL-Nya yang paling umum: (1) YHWH dari kata Ibrani 
"menjadi" (lih.Kel 3:14). "Aku adalah Aku" adalah nama perjanjian untuk Tuhan; Menekankan Allah sebagai 
Juruselamat dan Penebus (lih.Kej 14:19; Kel 20:11; Neh. 9:6, Maz. 146:6); dan (2) Elohim, yang digunakan Allah 
dalam Kejadian 1 sebagai pencipta, penopang, dan penyedia segala sesuatu di bumi (lih.Kejadian 14:19; Kel. 
20:11;. Neh. 9:6, Maz. 146:6). 

sumpah ini adalah cara untuk menegaskan pesan malaikat yang dapat dipercayai. 

□ "Tidak akan ada penundaan lagi" Secara harfiah "Tidak akan adawaktu (chronos) lagi" Konsep waktu 
dalam kitab ini sangat tidak pasti karena beberapa alasan: (1) ada dua kata Yunani yang berbeda yang 
mengungkapkan waktu-chronos, berjalannya waktu (lih. 10:6) dan kairos, waktu khusus, musim, atau peristiwa 
(lih. 1:3; 11:18; 12:12,14), (2) ada beberapa idiom yang digunakan : "hal-hal yang hams segera terjadi" (lih. 1:1; 
22:6); "waktunya sudah dekat" (lih. 1:3; 3:11; 22:10); "Aku datang segera" (lih.2:5,16; 22:7,12,20); "Aku akan 
datang seperti pencuri" (lih.3:3; 16:15). Semua ini berbicara tentang kesegeraan. Namun, beberapa bagian 
berbicara tentang penundaan (lih.6:ll; 10:6; 14:13). Idiom lainnya adalah bahwa hari penghakiman dan 
penghargaan telah tiba, "sudah terlaksana" (lih. 16:17; 21:6) atau "waktunya telah datang" (lih. 1 1:18; 20:12). 
fluiditas ini telah dimanfaatkan oleh sistem penafsiran yang berbeda untuk menekankan aspek waktu tertentu 
(abad pertama, setiap usia, atau generasi terakhir). Para malaikat bersumpah adalah bahwa peristiwa akhir zaman 
sekarang hams dimulai. Doa-doa para martir telah dijawab! 

10:7 

NASB "genaplah keputusan rahasia Allah" 

NKJV "keputusan rahasia Allah akan digenapkan" 

NRSV "keputusan rahasia Allah akan terlaksana" 

TEV "Allah akan menyelesaikan rencana rahasia-Nya" 

NJB "Allah akan menyelesaikan rencana rahasia-Nya" 

112 



Istilah ini memiliki beberapa konotasi: (1) Paulus sering menggunakannya untuk mengacu pada rencana 
kekal Allah yaitu penebusan orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi karena iman dalam Kristus (lih.Ef 2:1 1- 
3:13). (2) Wahyu sering merujuk kepada rahasia tentang bagian dari penglihatan (lih.l:20; 17:5,7), tetapi dalam 
10:7 itu merujuk pada rencana kekal Allah untuk penebusan, seperti yang Paulus lakukan di Rom. 16:25-26 dan 
Ef. 2:11-03:13. 

Mungkin Yohanes menarik istilah ini dari Daniel, terutama pasal 2 (lih.2: 18, 19,27,28,29,30,47). Jika 
demikian, mengacu pada kemampuan Tuhan untuk menyingkapkan tindakan-Nya. Allah mengetahui dan 
mengendalikan seluruh sejarah. 



TOPIK KHUSUS: MISTERI (RAHASIA) 

A. Dalam Injil Sinoptik "rahasia" digunakan dari wawasan roh yang diperoleh dari perumpamaan Yesus 

1. Markus4:ll 

2. Matius 13:11 

3. Lukas8:10 

B. Paulus menggunakannya dalam beberapa pengertian yang berbeda. 

1. Penegaran sebagian Israel untuk mengijinkan orang bukan Israel untuk diikut sertakan. 
Pencakupan orang bukan Yahudi ini akan bekerja sebagai mekanisme bagi orang Yahudi untuk 
menerima Yesus sebagai Kristus yang ada dalam nubuatan (lih. Rom 11:25-32). 

2. Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa, yang mencakup semua di dalam dan melalui Kristus (lih. 
Rom 16:25-27; Kol 2:2). 

3. Tubuh baru orang percaya pada Kedatangan Kedua (lih. I Kor 15:5-57; I Tes 4:13-18). 

4. Penjumlahan semua didalam Kristus (lih. Ef 1:8-11). 

5. Orang bukan Yahudi dan Yahudi sama-sama merupakan pewaris (lih. Ef 2:11-3:13). 

6. Keintiman hubungan antara Kristus dengan Gereja dijelaskan dengan istilah perkawinan (lih. Ef 
5:22-33). 

7. Orang bukan Yahudi dimasukkan kedalam umat perjanjian dan didiami oleh Roh Kudus 
sedemikian untuk menghasilkan kedewasaaan yang seperti Kristus, yaitu, memulihkan gambar 
Allah yang rusak di dalam manusia yang jatuh (lih.Kej 6:5,11-13; 8:21) dari Allah dalm manusia 
(lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6; Kol 1:26-28). 

8. Anti-Kristus di akhir jaman (lih. II Tes 2:1-11). 

9. Sesuatu ringkasan dari gereja mula-mula tentang misteri ditemukan dalam I Tim 3:16. 

C. Dalam pewahyuan Yohanes digunakan untuk arti symbol apokaliptik Yohanes 

1. 1:20 

2. 10:7 

3. 17:5,6 

Ini adalah kebenaran yang tidak dapat digali oleh manusia, harus disingkapkan oleh Allah. Wawasan ini sangat 
penting untuk pemahaman yang benar dari rencana kekal Allah bagi penebusan semua orang (lih. Kej. 3:15) 



NASKAH NASB (UPDATE) : 10:8-11 

8 Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah 
gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." 'Lalu aku 
pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. 
Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam 
mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." 10 Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, 
dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, 
perutku menjadi pahit rasanya. n Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada 
banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja." 



10:8 "Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku" Ada banyak spekulasi tentang 
identifikasi pembicara. Beberapa telah menegaskan bahwa itu adalah Allah, atau Kristus, atau Roh Kudus, atau 
salah satu malaikat kuat. 

113 



Dalam ay. 11 suara tersebut PLURAL, mungkin merujuk kepada Allah Tritunggal. Bentuk jamak yang 
digunakan untuk Tuhan dalam PL (nama Elohim dan "kami" dari Kejadian 1:26; 3:22; 7:11; Yes. 6:8) telah 
dijelaskan dalam beberapa cara. 

1. bentuk gramatikal disebut "bentuk jamak Yang Maha Agung" dimana jamak mengintensifkan konsep 
atau istilah 

2. YHWH berbicara secara kolektif di dewan malaikat (lih. I Raj. 22:19; Ayub 1:6; 2:1; Yer. 23:18; Dan. 
7:10) 

3. bentuk yang baru jadi dari konsep Allah Tritunggal atau Trinitas (lih.Mzm 110:1; Zak. 2:8; 17: 10) 
Lihat Topik Khusus: Nama-nama Tuhan di 4:8. 

10:9 '"Ambillah dan makanlah dia'" Ini merupakan acuan kepada Yeh. 2:08-3:14 atau Yer. 15:16-17. Ini 
melambangkan yang ditugaskan untuk menyampaikan pesan Allah. Kitab kecil melambangkan pesan Allah yang 
berisi jaminan bagi orang percaya (madu, lih. Maz. 19:10-11; 119:103) dan penghakiman orang-orang yang tidak 
percaya (kepahitan). Gulungan kitab ini tidak sama dengan yang dibuka Yesus dalam pasal 6. Hal ini mengacu 
pada pesan dari malaikat Mahakuasa (lih.ay. 7-11). 

10:11 "Maka ia berkata kepadaku" Malaikat yang kuat atau Allah Tritunggal adalah menegaskan Yohanes 
sebagai pencatat kenabian dan juru bicara. 

□ "Banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja" Istilah ini digunakan untuk orang-orang yang tidak 
percaya (lih. 1 1:9; 13:7-8; 14:6; 17:15) dan orang percaya (yaitu, sebelum Hari Penghakiman lih.7: 9; 15:4 dan 
setelah hari Penghakiman Lih. 21:24,26; 22:2). Ayat ini bisa merujuk ke memberitakan Injil (lih. 10: 1 1 ; 14:6) 
untuk semua bangsa (lih.Matt. 24:14; Markus 13:10) atau prediksi dari penghakiman temporal lebih lanjut, yaitu 
murka Allah. 

WAHYU 11 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:1-6 

^emudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata- 
kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di 
dalamnya. 2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, 
karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat 
puluh dua bulan lamanya." 3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka 
bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. 4 Mereka adalah kedua pohon 
zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. s Dan jikalau ada orang yang 
hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan 
jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. 'Mereka 
mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka 
mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan 
segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya. 



11:1 "sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya" Pada bagian sebelumnya Yohanes melihat malaikat 
melakukan tugas, tetapi dalam sangkakala ketujuh Yohanes terlibat dalam aksi itu. Istilah "tongkat pengukur" 
berasal dari penggunaan PL dari alang-alang sungai yang digunakan sebagai alat ukur horisontal. Panjangnya 
antara delapan dan dua puluh hasta (lih. Yeh 40:5-42:20). 

□ "Bangunlah dan ukurlah" Pengukuran adalah suatu tanda (1) Pertumbuhan dan perlindungan yang 
dijanjikan (lih. Yer 31:39). Ini bisa menjadi acuan kepada bait suci Yehezkiel akhir zaman (lih.40-48) atau 
Yerusalem baru Zakharia (lih.l:16; 2:1-13; atau (2) penghakiman (lih.H Sam. 8:2; 2 Raj. 21:13; Yes. 28:17; Rat. 
2:8). Di sini, seperti meterai di pasal 7, itu merupakan tanda perlindungan Tuhan terhadap orang-orang percaya. 

114 



Jika ini interlude paralel pasal 7 maka bait sucii adalah seluruh umat Allah (orang percaya Yahudi dan bukan 
Yahudi). ini kemudian juga akan paralel dengan pasal 12. 

□ "Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya" Identitas bait suci Allah ini 
tergantung pada prasangka interpretatif seseorang. Jika kita berasumsi bahwa gambaran Yohanes diambil dari 
Yehezkiel 40-48, maka ini adalah bait suci Allah akhir zaman secara harfiah di Yerusalem (lih.II Tesalonika 2:4). 
Namun, jika kita asumsikan kiasan ini untuk Zakharia 2 maka gambarannya adalah kota Allah, Yerusalem baru. 
Jika kita menganggap bait suci surgawi (lih.7:15; 11:19; 15:58; Ibr. 9:23) maka orang banyak di 7:9 (jemaat, dan 
wanita dari pasal 12) mungkin adalah fokusnya ( lih. 21:15-16). 

Sangat menarik untuk dicatat bahwa Yohanes diperintahkan untuk mengukur orang-orang yang beribadah di 
sana. Ini adalah istilah yang tidak biasa. Gambar ini melibatkan lebih dari sekadar bangunan. 

11:2 "pelataran Bait Suci yang di sebelah luar" Konsep bait suci di sebelah luar secara historis mengacu ke 
pelataran bangsa-bangsa lain di Bait Suci Herodes. Ada beberapa kiasan PL terhadap gagasan Yerusalem dan Bait 
Allah yang diinjak oleh bangsa-bangsa lain (lih. Mzm 79:1-7; Yes. 63:18; Dan. 8:13; Zak. 12:3 dalam 
Septuagint). Yesus tampaknya membuat acuan langsung kepada Dan. 21:24 di Lukas 8:13. 

□ "Bangsa-bangsa" Lihat catatan pada 2:26 dan 10:11. 

□ "Empat puluh dua bulan" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS : EMPAT PULUH DUA BULAN 

Angka empat puluh dua bulan adalah karakteristik profetik masa penganiayaan. Yang menginjak-injak 
pelataran luar adalah pepatah bagi umat Allah di bawah dominasi orang-orang yang tidak percaya dalam 
periode yang berbeda dalam sejarah-Antiokhus Epifanes, Roma pada tahun 70 M, dan Antikristus akhir 
zaman. 

Empat puluh dua bulan, atau yang setara, disebutkan beberapa kali dalam Alkitab. Asalnya dari Kitab 
Daniel. 

1. Daniel 7:25; 12:7 menyebutkan "waktu, masa, dan separuh waktu" atau 1277 hari (dengan asumsi 
satu "waktu" sama dengan satu tahun) 

2. Daniel 8: 14 menyebutkan 2300 malam dan pagi hari 

3. Daniel 12:11 menyebutkan 1290 hari 

4. Daniel 12:12 menyebutkan 1335 hari. Ungkapan serupa ditemukan dalam Wahyu 12:6 (1260 hari) 
dan 13:5 (42 bulan). 

Ketika semua kejadian ini diperhitungkan, keanekaragaman tampaknya berbicara tentang sifat simbolis 
dari angka, sementara kedekatannya dengan empat puluh dua bulan tampaknya menunjukkan bahwa itu 
adalah angka simbolis selama penganiayaan. Karena tiga setengah adalah setengah tujuh, tampaknya 
menjadi acuan untuk jangka waktu lengkap dari penganiayaan yang telah dipersingkat (lih.Mat. 24:22; 
Markus 13:20; Lukas 21:24). Penganiayaan terbatas dalam kasih Allah seperti penghakiman. 



□ "kota suci" Ini bisa merujuk ke Yerusalem (lih. Yes. 52:1; Mat. 27:53). Namun, mengikuti penafsiran dari 
bait suci di Wahyu 3:12 yang merujuk kepada orang percaya di PB, metode yang sama hams diikuti dengan frasa 
ini. Dalam pasal-pasal selanjutnya dari Wahyu itu mengacu pada umat Allah (lih.20:9; 21:2,10; 22:19). 

Yohanes menarik metafora dari PL tetapi menerapkannya kepada umat Allah PB. Jemaat terdiri dari orang- 
orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi. Tidak ada penekanan pada ras Yahudi versus bangsa lain dalam Wahyu. 
Tidak ada lagi orang Yahudi dan Yunani (lih. I Kor 12:13; Gal. 3:28; Kolose 3:11). 

11:3 "Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku" Tampaknya menyiratkan Allah Bapa yang berbicara 
karena Yesus disebut dalam ay. 8 (walaupun ada masalah manuskrip dengan kata ganti, yang dihilangkan dalam 
P 47 and X). 

115 



□ "Dua saksi" Ada banyak teori tentang identitas kedua pengkhotbah yang berkuasa: 

1. Acuan (lih. ay 4) dari Zak 4:3,11,14. Ini awalnya disebut kembalinya keturunan Daud, Zerubabel, dan 
kembalinya keturunan imam besar, Yosua, yang adalah kedua pemimpin-yang dipimpin Roh (dua pohon 
zaitun) yang memimpin kembalinya dari pembuangan Babel (yaitu, orang-orang yang dipulihkan Allah). 

2. Kedua kaki dian (lih. 1:20) dapat diartikan kedua jemaat yang setia, Smirna, 2:8-1 1 dan Filadelfia, 3:7-13. 

3. Dua saksi dapat diartikan kesaksian di pelataran (lih.Bil 35:30; Ul. 17:6; 19:15). 

4. Gambaran dari kedua saksi menyiratkan Elia (menutup mulut langit dari ay. 6, lih. 1 Raj. 17:1, 18:1; 
Lukas 4:25; Yak. 5: 17) dan Musa (mengubah air menjadi darah dari ay. 6, lih. Kel. 7:17-19). Keduanya 
muncul dihadapan Yesus di gunung Transfigurasi (lih.Mat. 17:4). 

5. Kitab apokaliptik intertestamental I Henokh 90:31 dan dua bapak-bapak gereja awal, Tertullian dan 
Hippolitus, menegaskan bahwa mereka adalah dua orang dari Perjanjian Lama yang tidak mati secara 
alami, yaitu Henokh (lih.Kej 5:21-24) dan Elia (lih.H Raj. 2:11). 

Saya pribadi lebih suka sebagai simbolis dari kesaksian seluruh umat Allah karena struktur paralel dari ketujuh 
meterai dan interlude dan tujuh sangkakala dan interlude. Oleh karena itu, baik 144.000 (orang percaya Yahudi) 
dan kelompok yang tak terhitung jumlahnya (bangsa-bangsa yang percaya), serta dua orang saksi, merujuk kepada 
jemaat. 

□ "yang memakai pakaian berkabung" Hal ini dapat berupa (1) tanda berkabung dan pertobatan (lih.Kej 
37:34; II Sam. 3:31) atau (2) hanya gaun normal seorang nabi (lih.II Raj. 1:8;. Yes. 20:02; Zak. 13:4). 

□ "mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya" Empat puluh dua 
bulan masing-masing tiga puluh hari sama dengan seribu dua ratus dan enam puluh hari. Injil akan diberitakan 
selama masa penganiayaan oleh bangsa-bangsa yang tidak percaya (lih.Mat. 24:8-14, 21-22).. Angka simbolis 
berasal dari Dan. 7:25; 12:7 dan sering digunakan dalam Wahyu (lih. 12:6; 13:5). 

11:4 "kedua pohon zaitun" Ini merupakan acuan kepada Zerubabel, keturunan Daud dari orang-orang buangan 
yang kembali dan Yosua, keturunan Harun dari orang buangan yang kembali (lih. Zak. 4:3,11,14). Hal ini dapat 
diartikan bahwa saksi Injil akhir zaman akan mewakili kerajaan Mesias dan penekanan keimaman Mesianik 
(Yesus sebagai Raja dan Imam). Kedua pengkhotbah pertobatan yang diinspirasikan membawa terang Allah (lih. 
Zak. 4) ke dunia durhaka (bangsa Israel yang memberontak sekarang menjadi manusia pemberontak, lihat Yesaya 
6:9-11; 43:8-13; Yer. 5: 21-29; Yeh 12:2).. 

11:5 " Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, Dan jikalau ada orang yang hendak 

menyakiti mereka "Keduanya adalah FIRST CLASS CONDITIONAL SENTENCES yang menganggap bahwa 
ada orang-orang yang ingin menyakiti mereka, tetapi mereka akan dilindungi secara ilahi sampai misi mereka 
selesai. 

□ "keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka" Perhatikan bahwa ada kuasa 
dalam mulut mereka yang menunjukkan kekuatan pesan yang mereka nyatakan. Dalam Wahyu mulut adalah 
senjata, pedang lidah (lih.9:17; 19:15; Ibr. 4:12). 

11:6 Tindakan PL ini mengingatkan salah satu Elia (lih.I Raj. 17:1) dan Musa (lih.Kel. 7:17-19). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:7-10 

7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang 
maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. 8 Dan mayat mereka akan 
terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan 
mereka disalibkan. 'Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat 
mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka 
dikuburkan. 10 Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan 
berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang 
yang diam di atas bumi. 

116 



11:7 "binatang yang muncul dari jurang maut" Jika ini adalah acuan untuk Dan.7 maka binatang itu adalah 
tokoh gabungan dari semua empat binatang yang disebutkan dalam Dan. 7, yang berdiri untuk Anti-Kristus dari 
akhir zaman (lih.II Tesalonika 2:3). "Jurang maut" adalah tempat tinggal setan (lih.9:l; 20:1). 

□ "akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka" Ini merupakan acuan kepada 
Dan. 7:21 yang akan lebih lengkap dijelaskan dalam Wahyu 13. Di sini, ungkapan tersebut dapat diartikan bahwa 
kedua saksi adalah simbolis dari sejumlah besar orang (lih.l3:07 yaitu, umat Allah). Perhatikan bahwa mereka 
tidak terhindar dari penganiayaan dan kematian. 

11:8 "Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar" Bentuk penghinaan dengan 
memaparkan tubuh mayat adalah cara untuk mengungkapkan kebencian (lih.ay. 9). Namun, Tuhan menggunakan 
tubuh mereka yang terlihat dalam sebuah manifestasi kebangkitan kuat kuasa-Nya dan peneguhan pesan mereka. 

□ "Kota besar" Ini tampaknya merupakan deskripsi Yerusalem, namun bahasa figuratif berarti peperangan roh 
antara kerajaan duniawi dan kerajaan surgawi. Berikut adalah alasan saya. 

1. ungkapan "kota besar" digunakan untuk Babel atau Roma (lih. 16: 19; 17:18; 18:10,16,18,19,21) 

2. meskipun Yerusalem disebut Sodom di Yeh. 16:46-49 dan Yes. 1:9-10, kota tersebut tidak pernah disebut 
Mesir; Sodom dan Mesir tampaknya menjadi metafora untuk dosa dan ikatan perbudakan 

3. "Dimana Tuhan disalibkan" tampaknya merujuk ke Yerusalem, tapi bisa merupakan cara lain untuk 
berbicara tentang kerajaan anti-Kristus di dunia ini 

4. "Bangsa dan suku dan kaum dan bahasa" dalam ay. 9 menunjukkan 

a. sebuah kota di mana seluruh dunia akan hadir, yang lebih cocok Roma daripada Yerusalem 

b. "Kota" digunakan sebagai metafora untuk manusia yang memberontak (lih.Kejadian 4: 17; 10:8-10) 

5. "Orang-orang yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka dan merayakan" dalam ay. 
10 menunjukkan bahwa pesan dari kedua saksi itu tidak hanya untuk orang Yahudi, tetapi untuk orang- 
orang yang tidak percaya di seluruh dunia 

Ini menggambarkan pertempuran yang sedang berlangsung antara kerajaan-kerajaan dunia ini dan kerajaan 
Mesianik (lih. 11:15), khususnya seperti dalam Daniel 2 dan Mazmur 2. 

11:9 "orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum" Lihat catatan pada 10:11. 

□ "tiga setengah hari lamanya" Waktu di ay. 9 dikombinasikan dengan ay. 11 sama dengan angka tujuh, 
begitu sering digunakan dalam Wahyu. Peristiwa ini adalah waktu Allah yang sempurna. 

11:10 "dan berpesta dan saling mengirim hadiah" Beberapa melihat hal ini sebagai Pesta Purim yang 
menyimpang (lih.Ester 9:19,22). Hal ini lebih cenderung merupakan acuan kepada Yohanes 16:20 ("dunia akan 
bergembira"). Kesukaan dunia yang tidak percaya menunjukkan kekuatan pesan dari dua orang saksi, tetapi 
orang-orang yang tidak percaya tidak mau bertobat (lih.9:20-21; 16:9,11). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:11-13 

n Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga 
mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. 12 Dan orang-orang itu 
mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah 
mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. 13 Pada saat itu terjadilah 
gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh 
gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga. 



11:11 "tiga setengah hari" Ini adalah kiasan dari Daniel dan merupakan simbolis periode penganiayaan. Lihat 
catatan lengkap di 11:9. 



117 



□ "kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka" Ini merupakan acuan kepada Yeh. 37, 
lembah tulang kering. Ini adalah sebuah permainan pada kata Ibrani "Ruach" yang berarti napas, angin, dan roh 
(seperti halnya kata Yunani pneuma). 

11:12 "Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: 
"Naiklah ke mari!" Seperti sebagian melihat pengangkatan rahasia jemaat di 4:1 di mana Yohanes dipanggil ke 
surga, yang lain melihat ini pertengahan-siksaan rahasia pengangkatan jemaat sebagai dua saksi dipanggil ke 
surga dalam ayat ini. Sekali lagi disini prasangka kita dan grid teologis mendorong penafsiran simbolik, teks 
ambigu! 

□ "Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan" ini merupakan transportasi ilahi. Mesias naik di atas 
awan di langit di Dan. 7:13. Yesus naik ke surga dalam awan (lih.Kis 1:9). Yesus akan kembali naik di atas awan 
di langit (lih.Matt. 24:30, 26:64, Markus 13:26, Wahyu 1:7; 14:14). 

11:13 "Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh" 

Ada tujuh referensi di Wahyu untuk gempa bumi (lih.6:12; 8:5, 11:13,19; 16:18 ). Hal ini menunjukkan 
penghakiman terbatas Allah yang sedang berlangsung, terus-menerus, terhadap orang-orang kafir. Hal ini 
mungkin menjadi acuan untuk Yeh. 38: 17-23. 

□ "Sisanya ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga" Telah ada banyak diskusi tentang identitas 
istilah "sisanya" Itu bisa lihat. 

1. Penduduk literal Yerusalem (lih.Zak 12:10). atau Roma 

2. orang-orang yang diselamatkan selama masa kesengsaraan, yaitu, orang-orang yang benar-benar bertobat 

3. Orang percaya Yahudi, dari Roma 9-11 

4. orang, seperti Nebuchadnezzer dan Sirus, yang terpesona oleh tindakan Tuhan, tetapi tidak benar-benar 
bertobat. 

Karena 9:20-21; 14:7-8 dan 16:10, # 4 adalah pilihan terbaik. 

Namun, dalam 16:9, memberi kemuliaan berkaitan dengan pertobatan. Tentu memungkinkan bahwa (Yahudi 
atau kafir) ini dapat dipercaya! Ini adalah tujuan lain dari penghakiman Allah (lih.9:20-21; 16:9,11) 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:14 

14 Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul. 



11:14 Ini adalah perangkat transisi (lih.9:12; 12:12). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:15-16 

15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam 
sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan la 
akan memerintah sebagai raja sampai selama -lamany a." "Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di 
hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah, 



11:15 "Pemerintahan atas dunia" KJV dan NKJV menulis "kerajaan-kerajaan dunia ini." Bentuk PLURAL 
tidak ada dalam salah satu manuskrip Yunani kuno. 

□ "telah menjadi" Ini merupakan AORIST MIDDLE (deponent) INDICATIVE. Ini adalah deskripsi dari akhir 
pemerintahan manusia yang telah jatuh dan awal pemerintahan Allah kita (lih. 12:10). Masa baru Roh telah 
sepenuhnya datang. Ini menegaskan bahwa teori rekapitulasi Kedatangan Kedua terjadi pada akhir dari masing- 
masing tiga siklus penghakiman: meterai (lih.6: 12-17), sangkakala (lih. 1 1: 15-18), dan cawan ( lih. 19). Wahyu 
tidak dalam kronologis sekuensial berurutan, tapi presentasi dramatis dalam tiga siklus, masing-masing melihat 
periode yang sama, tetapi dalam derajat penghakiman suksesif dan intesifikasi (1 / 4, 1 / 3, penuh). 



118 



□ "Tuhan kita dan Kristus" Perhatikan seberapa dekat Bapa dan Anak dihubungkan. Perhatikan juga bahwa 
penekanan I Kor. 15:24-28 dan Ef. 5:5 sekarang telah terpenuhi. Beberapa orang melihat sebuah referensi 
terhadap Zak. 14:9 yang dimungkinkan karena sumber favorit Yohanes gambar apokaliptik dalam Daniel, 
Yehezkiel, dan Zakharia. 

□ "Dan la akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya" ini mengacu pada pemerintahan kekal 
Allah kita (lih.Kel. 15:18; Maz. 10:16; 29:10; Yes. 9:6-7; Dan. 2:44 ; 4:34; 7:14,27; 1:33 Lukas; I Tesalonika 
4:17; II Pet. 1:11), bukan Kerajaan milenium (lih.Wahyu 20) Kristus. Ini benar-benar penggenapan doa Yesus 
dalam Mat. 6:10 bahwa kehendak Allah dilakukan di bumi sama seperti di sorga. 
Kerajaan Allah adalah tenia utama dalam Injil dan dalam kitab Wahyu. Ada ketidakpastian dan penekanan antara 
realitas saat ini (pasca-milenium dan amillennial) dan penggenapan di masa depan (premillennial bersejarah dan 
dispensasional premillennial). Ketidak pastian yang sama juga antara aspek duniawi nya (milenium) dan aspek 
kekal. Beberapa komentator, sekolah-sekolah, dan denominasi memikirkan satu aspek fluiditas tetapi 
mengabaikan atau memutarbalikkan yang lain agar sesuai dengan prasangka mereka dan sistem teologis. Sangat 
sulit bagi orang barat untuk menghargai fluiditas, kiasan, dan arti literatur timur, terutama genre apokaliptik nya. 
Allah kita dan Kristus telah memerintah, sedang memerintah dan akan memerintah; detailnya tidak signifikan! 
Mungkin ada suatu pemerintahan mesianis duniawi untuk beberapa waktu (lih. I Kor 15:23-28); Israel nasional 
mungkin memiliki beberapa bagian. Namun, angka-angka dan simbol-simbol Wahyu mengalamatkan kepada 
jemaat secara universal, bukan bangsa Israel (lih.Dan 2:34-35,44).. Saya pribadi masih terbuka terhadap 
kemungkinan Israel memiliki bagian dalam peristiwa akhir zaman karena Tuhan berjanji untuk keturunan 
Abraham di PL (lih.Yes. 9:6-7; Zak. 12:10) berdasarkan pada karakter Allah (lih.Yeh. 36:22-38). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:17-18 

17 sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada 
dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah 
sebagai raja 18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang 
mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang 
kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar 
dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi." 



11:17-18 Doa pujian ini ditulis dalam bentuk puisi di NKJV, NRSV, dan TEV dan dalam bentuk prosa dalam 
NASB dan NJB. Ledakan doa dan pujian seringkali menjadi penafsiran terbaik dari penglihatan sebelumnya. 

11:17 "Ya Tuhan Allah, Yang Mahakuasa" ini merujuk pada tiga sebutan utama bagi Allah di PL: (1) YHWH, 

perjanjian Allah sebagai Juruselamat (lih. Kel. 3:14; Mzm 103); (2) Elohim , Allah Pencipta sebagai penyedia dan 
penopang (lih.Kej 1:1; Mzm 104); dan (3) El Shaddai (lih. 1:8), Allah yang kuat atau berbelas kasih yang 
merupakan nama Patriarkal untuk Tuhan (lih. Kel 6:3). 

NASB "yang ada dan yang sudah ada" 

NKJV "yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang" 

NRSV "yang ada dan yang sudah ada" 

TEV "yang ada dan yang sudah ada" 

NJB "Dia yang ada, Dia yang sudah ada" 

Perhatikan bahwa aspek masa depan dari deskripsi umum Allah (kecuali untuk beberapa abad keenam belas 
manuskrip Yunani terlambat) ditinggalkan karena Allah sudah mulai memerintah. Yang terakhir dari ketiga aspek 
kronologis tidak akan disebutkan lagi dalam kitab Wahyu. Kerajaan Allah telah datang (lih. 11: 15-16)! Hal ini 
memberikan bukti bahwa teori rekapitulasi hubungan paralel antara meterai, sangkakala, dan cawan adalah benar! 

NASB "karena Engkau sudah memakai kuasa-Mu yang besar, dan sudah mulai memerintah" 
NKJV "karena Engkau sudah memakai kuasa-Mu yang besar dan mulai memerintah" 

119 



NRSV "karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai 

raja" 
TEV "bahwa Engkau sudah memakai kuasa-Mu yang besar, dan sudah mulai memerintah" 
NJB "sebab Engkau sudah memakai kuasa-Mu yang besar, dan sudah mulai memerintah" 

Ini adalah PERFECT ACTIVE INDICATIVE diikuti oleh AORIST ACTIVE INDICATIVE Kuasa selalu 
menjaid milik-Nya, tetapi pemerintahan-Nya telah dimulai (INGRESSIVE AORIST). 

11:18 "semua bangsa telah marah" Merupakan acuan kepada Maz.. 2; 46:6 dan Yeh. 38-39 (dan mungkin 
pengenalan apokaliptik kepada Ester di Septuaginta). Kemarahan bangsa ini dapat dilihat dalam dua cara: (1) 
sistem dunia yang telah jatuh membenci Tuhan dan rencana-Nya dan kekuasaan-Nya dan umat-Nya atau (2) akan 
ada pemberontakan akhir zaman melawan Allah yang ditandai oleh peperangan (Harmagedon , lih.Wahyu 20.). 

□ "amarah-Mu telah datang" ini dapat menjadi acuan untuk Mzm.2 atau 110:5-6. Ini adalah istilah Yunani 
orge. Lihat catatan lengkap di 7: 14. 

□ "waktunya tiba" Hari Tuhan adalah hari penghakiman untuk beberapa orang dan penghargaan untuk orang 
lain. Aspek-aspek yang sama dapat dilihat dalam Mat. 25:31-46 dan Wahyu 20:11-15. Semua manusia (kecil dan 
besar) suatu hari akan berdiri di hadapan Allah dan memberikan pertanggungjawaban dari kehidupan mereka (lih. 
Gal 6:7; H Kor. 5:10). 

□ "saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi" waktu penghakiman terakhir Allah dibahas di Mat. 25 dan 
Wah. 20. Frase ini menegaskan penafsiran Wahyu dalam tiga tindakan (peristiwa) di mana akhir zaman terjadi 
setelah masing-masing unit melakukan penghakiman (meterai, trompet dan cawan). 

□ "hamba-hamba-Mu para nabi" Frase yang sama muncul di 10:7. Yohanes mengidentifikasi dirinya sebagai 
nabi dan kitabnya sebagai nubuatan, karena itu, istilah ini sering digunakan dalam kitab Wahyu. Hampir dapat 
dikatakan bahwa istilah ini mengambil tempat sebutanr "rasul" (lih. 10:7; 11:10,18, 16:6, 18:20,24; 22:6,9). 

□ "orang-orang kudus". Istilah "orang-orang kudus" merujuk kepada posisi orang-orang percaya dalam 
Kristus, bukan ketidak berdosaan mereka. Hal ini menjelaskan keserupaan mereka dengan Kristus yang progresif. 
Istilah ini selalu jamak kecuali dalam Fil. 4:21. Namun, bahkan dalam konteks ini adalah bersamaan. Untuk 
menjadi seorang Kristen adalah menjadi bagian dari masyarakat, keluarga, tubuh. Lihat Topik Khusus: Orang- 
orang Suci di 5:8. Ini tentunya merupakan umat Allah, jemaat 

□ "kecil dan besar" Tampaknya ada hanya dua kelompok yang disebutkan dalam ayat ini, nabi dan orang- 
orang kudus, frasa i "kecil dan besar" niditemukan di 19:5. Itu adalah ekspresi favorit dalam Injil Yohanes 
(lih. 13: 16; 19:5,18; 20:12; 19:5 merupakan acuan kepada Mzm. 115:13, yang mencakup semua kelompok yang 
diberikan). 

□ "untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi" Karakterisasi manusia yang jatuh 
mencerminkan Kej. 3 dan Roma 8:18-22. manusisia yang jahat mengijinkan keserakahan manusia dan 
menggunakan untuk kepentingan diri sendiri, memanfaatkan, dan menyalahgunakanciptaan fisik Allah. 

Hal ini dapat diartikan sebagai manusia jahat yang memaksa Allah untuk mendatangkan hukuman atas bumi 
(banjir, Kejadian 6-9; tulah Mesir, Kel. 7-12; kutuk perjanjian, Ul 27-28 atau bumi yang dihancurkan oleh api, II 
Pet 3:10). Dalam Wahyu, meterai menghancurkan 1/4, sangkakala 1/3, dan cawan kehancuran total fisik bumi. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 11:19 

19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait 
Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. 



11:19 "bait suci Allah yang di sorga" Ingat bahwa penglihatan ini dimulai dengan pintu yang terbuka di surga 
(lih.4:l; 15:5). Kini, tempat suci bagian dalam dari Bait Allah surgawi bisa dilihat (lih.Ibr. 8:5; 9:23-28). 

120 



Ketika Yesus mati tirai Bait Allah robek dari atas ke bawah, menunjukkan bahwa akses kepada Allah 
sekarang tersedia untuk semua melalui Kristus (peristiwa ini disinggung dalam Ibr. 9:8; 10:20). Simbolisme yang 
sama diulang di sini. Tuhan dapat ditemui oleh semua orang. tempat suci dalam Surga sekarang terbuka penuh 
dan dapat terlihat. 

□ "tabut perjanjian-Nya" Tabut perjanjian itu hilang sekitar tahun pembuangan Babel (atau pada Firaun Sisak 
dari Mesir, lih. 1 Raj. 14:25). Ini melambangkan kehadiran Allah setelah Israel menyeberangi Sungai Yordan ke 
Tanah Perjanjian. Hal ini juga melambangkan janji-janji perjanjian Allah, yang mungkin merujuk pada misteri/ 
rahasia (lih. 10:7), rencana Allah untuk penebusan semua umat manusia (lih.Rom. 16 :25-26). Dalam Perjanjian 
Lama hanya Imam Besar yang bisa mendekat ke ini artikel bait suci, setahun sekali pada Hari Raya Pendamaian 
(lih.Im. 16). Sekarang, semua umat Allah dapat datang ke hadirat Allah. 

□ "kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat" Ini sangat mirip dengan 8:5, dan 16:18-21 
yang mencerminkan Kel. 9:24 dan 19:16-19. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Apa tujuan dari interlude atau waktu jeda ini? 

2. Mengapa begitu banyak penafsir mencoba mengidentifikasi malaikat dalam pasal 10 dengan Kristus? 

3. Apa misteri Allah yang disebutkan dalam 10:7? 

4. Buku kecil apakah yang Yohanes diperintahkan untuk memakannya? 

5. Siapakah dua saksi? Apa pesan pemberitaan mereka? 

6. Apakah 1 1 :9 menggambarkan kota Yerusalem atau kerajaan dunia anti-Kristus? Mengapa? 

7. Buat daftar acuan Perjanjian Lama yang ditemukan dalam interlude ini. 



121 



WAHYU 12-14 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Perempuan dan Naga 


Perempuan, Anak dan 
Naga 


Penglihatan 
Perempuan, 
Naga 


tentang 
Anak dan 


Perempuan, Anak dan 
Naga 


Penglihatan tentang 
Perempuan, Anak dan 
Naga 


12:1-6 




12:1-6 

Setan dilemparkan dari 
surga 


12:1-6 




12:1-2 
12:3-6 


12:1-6 


12:7-12 




12:7-12 

Perempuan itu dianiaya 


12:7-9 
12:10-12 




12:7-9 
12:10-12 


12:7-12- 


12:13-17 




12:13-17 


12:13-17 




12:13-18 


12:13-17 


Kedua binatang 


Binatang yang keluar dari 
dalam laut 


Kedua binatang 


Kedua binatang 


Naga mendelegasikan 
kuasanya kepada binatang 


12:18 




12:18 


12:18 






12:18-13:10 


13:1-4 




13:1-10 


13:1-4 




13:1-4 




13:5-8 






13:5-8 




13:5-8 




13:9-10 




Binatang yang keluar dari 
bumi 


13:9-10 




13:9-10 


Nabi palsu sebagai hamba 
binatang 


13:11-18 




13:11-18 


13:11-18 




13:11-17 
13:18 


13:11-17 
13:18 


Naynyian 


dari 144,000 


Anak domba dan 144,000 


Sebuah Interlude 


Anak domba dan 
pengikutnya 


Sahabat Anak Domba 


14:1-5 




14:1-5 


14:1-5 




14:1-5 


14:1-5 


Pemberitaan oleh tiga 
malaikat 


Pemberitaan Injil oleh tiga 
malaikat 






Ketiga malaikat 


Malaikat memberitahukan 
tentang hari Penghakiman 


14:6-7 




14:6-13 


14:6-7 




14:6-7 


14:6-7 


14:8 






14:8 




14:8 


14:8 


14:9-12 






14:9-11 
14:12 




14:9-11 
14:12 


14:9-13 


14:13 






14:13 




14:13 
14:13b 




Tuaian di bumi 


Penuaian di bumi 






Tuaian di bumi 


Tuaian bangsa-bangsa lain 


14:14-16 




14:14-16 

Menuai anggur murka 
Allah 


14:14-16 




14:14-16 


14:14-16 


14:17-20 




14:17-20 


14:17-20 




14:17 
14:18-20 


14:17-20 



122 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 12:1-17 

A. Waktu jeda lainnya dimulai pada 12:1 dan terus sampai 14:20. Banyak yang telah menegaskan bahwa hal 
ini benar-benar seri keTujuh lainnya. Unit literature ini menggambarkan konflik spiritual dalam hal 
dualistik antara dua kerajaan, dua kota, dua saksi yang dibunuh dan pembunuh mereka. 

B. Ay at 1-6 menggambarkan akhir (kosmis) pertempuran antara yang baik dan jahat dalam hal mitologis 
diambil dari budaya kuno (lih.Grant Osborne, The Hermeneutical Spiral hal 229) 

1. Tentang penciptaan Babilonia-Tiamat (kekacauan), rakasa berkepala tujuh yang melemparkan 
sepertiga dari bintang-bintang di langit, versus Marduk, dewa utama kota Babel, yang membunuh dan 
menjadi kepala panteon/ dunia dewata. 

2. Mitos Mesir -Set (Typhon), naga merah versus Isis (Hathor), yang melahirkan Horus. Dia kemudian 
membunuh Set. 

3. Legenda Baal Ugaritik -Yam (perairan) versus Ba'al. Ba'al membunuh Yam. 

4. Mitos Persia -Azhi Dabaka (naga jahat) versus bin Ahura Mazda (Dewa baik yang maha tinggi). 

5. Mitos Yunani -Python (ular / naga) versus Leto yang sedang hamil (dia melahirkan Apollo, yang 
membunuh Python). 

C. Sangat sulit untuk mengetahui bagaimana menafsirkan pasal ini. Beberapa orang mencoba untuk 
menginterpretasikannya dalam hal sejarah, tetapi tampaknya itu merupakan simbol dari perjuangan antara 
kerajaan anti- Kristus masa ini dan zaman baru kerajaan Kristus kita (lih. 1 1:18; Maz.2). Oleh karena itu, 
ini merupakan sebuah kiasan historis untuk kelahiran Kristus dan penekanan pada kedatangan kerajaan 
Mesianik. Ini adalah dualisme individu (Mesias) dan kelompok (umat Allah) versus individu (Setan) dan 
kelompok (orang -orang yang tidak percaya yang terinspirasi oleh iblis). Dualisme yang sama ini terlihat 
di Lagu-lagu Hamba Yesaya. Pelayan itu adalah Israel (lih. Yes. 41-50), namun juga adalah Mesias 
(lih. Yes. 52:13-53:12). 

D. Paulus membahas Ketuhanan Kristus atas dunia di Kolose 1-2. 
KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 12:1-6 

*Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan 
bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya 2 Ia sedang 
mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. 3 Maka 



123 



tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala 
tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota 4 Dan ekornya menyeret sepertiga 
dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan 
perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu 
melahirkan-Nya. s Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa 
dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 
'Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia 
dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. 



12:1 "Suatu tanda besar di langit" Ini mungkin menjadi awal dari "tujuh tanda-tanda" dari kitab Wahyu. Ini 
adalah istilah teologis khusus (s melon) sering digunakan dalam Injil Yohanes (lih.2:ll,23; 3:2; 4:54; 6:2,14,30; 
7:31; 9:16; 10 : 41, 11:47, 12:18,37; 20:30). Sekarang muncul tujuh kali antara 12:1 dan 19:20- tiga kali tanda di 
surga(lih.l2:l,3; 15:1) dan empat kali tanda di bumi (lih. 13:13,14; 16:14; 19:20). 

□ "di langit" Ini mungkin berarti "di langit" dan bukan di surga itu sendiri. Istilah langit dalam PL bisa 
merujuk ke atmosfir di atas bumi (lih.Kejadian 1:1,8-9,17,20; Mzm 104:2-3) atau tempat di mana Allah berdiam 
(lih. Maz. 11:4; 103:19; Yes. 66:1; II Kor. 12). ambiguitas inilah yang menyebabkan para rabbi berspekulasi atas 
jumlah langit - tiga atau tujuh. 

□ "seorang perempuan berselubungkan" Perempuan ini dilukiskan dengan indah, antitesis dengan pelacur 
besar di 17:4 yang melambangkan pemerintahan dunia anti-Kristus seperti Babel, Roma dan sistem dunia anti- 
Kristus akhir zaman. Ada dua teori tentang sumber gambaran Yohanes: (1) Kejadian 3, di mana ada seorang 
perempuan, ular dan seorang anak manusia dan (2) Kiasan lain untuk "melahirkan" dalam PL (lih. Yes. 26:17-18 
di dalam Septuagint dan Yes. 66:7-13). Israel digambarkan sebagai seorang perempuan yang sedang melahirkan 
(lih.Mik. 4:10). Karena itu, perempuan ini mewakili umat Allah yang sejati (lih.ay. 1-6), Tetapi dalam ay. 13-17 
dia akan menjadi umat Allah di PB melarikan diri dari murka naga. Untuk teori-teori lain lihat Revelation, Alan 
Johnson, hal. 117-119. 

Dalam Answers to Questio FF Bruce berkata, "Perempuan yang saya hams anggap sebagai komunitas 
mesianis atau 'Israel Allah' terutama seperti yang dituturkan secara lokal di gereja Palestina, par excellence ibu- 
gereja;. . . 'sisa keturunannan itu' akan menjadi orang Kristen di bagian dunia lain, target serangan di 13:7 "(hal 
140). 

Di New Bible Commentary George R. Beasley-Murray berkata, "Agama orang-orang dunia kuno akan 
terlihat pada wanita dewi perempuan dimahkotai dengan dua belas bintang zodiak, seorang Yahudi mengenalnya 
sebagai Ibu Sion (lihat Yes. 26:16, 27:1; 49:14-25, 54:1-8, 66:7-9), tetapi untuk Yohanes ia mewakili 'Ibu' dari 
komunitas Mesianik, orang-orang percaya Allah dari perjanjian lama dan baru " (hal. 1441). 

□ "dua belas bintang" Sekali lagi prasangka kita mendorong interpretasi: (1) jika PL, maka mengacu pada dua 
belas suku Yahudi; (2) jika literatur apokaliptik intertestamental, merujuk pada tanda-tanda zodiak, dan (3 ) jika 
PB maka mengacu pada dua belas Rasul. Dua belas adalah jumlah organisasi simbolis reguler Alkitab. Lihat 
Topik Khusus: Angka Dua Belas di 7:4. 

Namun, arti dari pasal 12 tidak dikondisikan pada identifikasi yang tepat dari simbolisme Yohanes, tetapi 
pusat kebenaran dari konteks. Prinsip ini harus dipertahankan. Kita tidak harus (1) mendorong rincian; (2) 
memilih beberapa hal yang secara harfiah dan beberapa hal yang simbolis, atau (3) gaya penafsiran kita ke dalam 
konteks sejarah kita. 

12:2 Sakit melahirkan digunakan sebagai simbol untuk (1) peristiwa tiba-tiba, namun diharapkan; (2) rasa sakit 
atau masalah yang terkait dengan sebuah peristiwa yang diharapkan; atau (3) awal sesuatu yang baru dengan 
potensi yang besar. 

Orang-orang Yahudi percaya bahwa kedatangan "masa baru" akan melibatkan penganiayaan dan masalah 
(lih. Yes. 13:8, 21:3, 26:17, 66:7-13; Mat. 24:8; Markus 13:8 ; I Tesalonika 5:3). Yohanes menggunakan konsep 
ini untuk menggambarkan konflik antara Iblis dan para pengikutnya dan Allah dan pengikut-Nya (lih. Yes 66:7- 
24). 

124 



Peristiwa di dunia akan menjadi lebih buruk dan lebih buruk, namun Allah-lah yang mengendalikan sejarah 
(ini adalah pandangan premilenialisme dan amillennialsim, sementara postmilenialisme jauh lebih optimis tentang 
sejarah dunia). Pengikut-Nya dilindungi di tengah penganiayaan dan kemenangan di tengah-tengah kekalahan 
sementara, bahkan kematian fisik (lih.Yoh. 16:20-21). Pertanyaannya adalah, "Bagaimana Allah melindungi para 
pengikut-Nya"? Meterai di dahi mereka melindungi mereka dari "murka Allah," tetapi bukan dari penganiayaan 
orang-orang yang tidak percaya(kesengsaraan). Allah bagi mereka, bersama dengan mereka, dan mengasihi 
mereka, tetapi masih banyak yang akan mati ! 

12:3 "seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas 
kepalanya ada tujuh mahkota" Ini adalah deskripsi dari kekuatan jahat dan besar (lih. 13: 1 dan 17:3). Tanduk 
dan kepala melambangkan kuasa yang sempurna (lih.Dan. 7). Dan mahkota merupakan si jahat mencoba 
merampas tempat kerajaan Kristus. 
Istilah " Naga " bisa kembali ke PL 

1. UlarKej. 3 

2. Dua monster kekacauanyang j ahat 

a. Rahab (lih.Ps 89:10;. Yes. 51:9-10; Ayub 26:12-13) 

b. Leviathan (lih.Ps 74:13-14;. 104:26; 03:08 Ayub; 7:12; 41:1; Yes.27:l; 9:03 Amos) 
Ada banyak judul untuk si jahat ditemukan di PB 

1. "Setan," digunakan 33 kali2. 

2. "Iblis," digunakan 32 kali 

3. "Si Pencoba" (lih.Mat. 4:3; I Tesalonika 3:5) 

4. "si jahat" (lih.Mat. 6:13; 13:19, 1 Yohanes 5:18) 

5. "Musuh " (lih.Matt. 13:39) 

6. "Pangeran iblis" (lih.Mat. 9:34; 12:24) 

7. "Penguasa dunia ini" (lih.Yoh. 12:31 ; 14:30; 16: 1 1) 

8. " Pangeran Kekuatan udara" (lih. Ef 2:02.) 

9. "Dewa dunia ini" (lih.II Cor. 4:4) 

10. "Belial" (lih.II Kor. 6:15) 

11. "Beelzebul" (lih.Mrk 3:22; Lukas 11:15,18-19) 

12. "Naga" (lih.Wahyu 12:3,4,7,9; 20:2) 

13. "Ular" (lih.Wahyu 12:9,15; 20:2) 

14. "Penuduh" (lih.Wahyu 12:10,15) 

15. "Musuh" (lih.aku Pet. 5:8) 

16. "Singa yang mengaum" (lih. I Pet. 5:8) 



TOPIK KHUSUS : SETAN 

Ini adalah topic atau masalah yang sangat sulit karena beberapa alasan: 

1. PL mengungkapkan bukan musuh yang baik, tetapi seorang hamba YHWH yang menawarkan 
alternatif kepada umat manusia dan juga menuduh umat manusia dari ketidakbenaran. Hanya ada satu 
Allah (monoteisme), satu kuasa, salah satu penyebab di PL-YHWH. 

2. Konsep musuh pribadi Allah yang dikembangkan dalam literatur (non-kanonik) interbiblical bawah 
pengaruh agama dualistik Persia (Zoroastrianisme). Hal ini, pada gilirannya, sangat dipengaruhi 
Yudaisme rabinik dan komunitas Eseni (yaitu, Naskah Laut Mati). 

3. PB mengembangkan tema Perjanjian Lama dengan begitu mengherankan, tetapi selektif, berdasarkan 
kategori. 

Jika salah satu pendekatan penelitian kejahatan dari perspektif teologi alkitabiah (masing-masing 
kitab atau penulis atau genre dipelajari dan dijelaskan secara terpisah), maka pandangan yang sangat 
berbeda dari kejahatan, terungkap. 

Namun, jika salah satu pendekatan penelitian kejahatan dari pendekatan non- alkitabiah atau ekstra- 
Alkitab dari agama-agama dunia atau agama timur, maka banyak pengembangan PB meramalkan dalam 
dualisme Persia dan Yunani-Romawi spiritisme. 

125 



Jika seseorang secara presuppositional berkomitmen kepada otoritas ilahi Alkitab, maka 
pengembangan PB harus dilihat sebagai wahyu progresif. Orang Kristen hams waspada terhadap orang 
Yahudi sehingga pengetahuan atau literatur Barat (Dante, Milton) untuk lebih mempengaruhi konsep. 
Tentu saja ada misteri dan ambiguitas dalam area wahyu. Tuhan telah memilih untuk tidak 
mengungkapkan semua aspek jahat, asal-usulnya, perkembangannya, tujuan, tetapi Dia telah 
mengungkapkan kekalahannya! 

Dalam PL istilah " setan " atau "penuduh" (BDB 966) dapat berhubungan dengan tiga kelompok 
yang terpisah: 

1. Penuduh manusia (lih I Sam 29:4;. II Sam. 19:22; I Raj. 11:14,20,29;. Maz. 109:6) 

2. Penuduh malaikat (lih.Bil 22:22-23;. Ayub 1-2; Zak. 3:1) 

3. Penuduh setan (lih. I Taw. 21:01; Aku Kgs 22:21;. Za. 13:2) 

Baru kemudian pada periode intertestamental adalah ular di Kejadian 3 diidentifikasi dengan Iblis 
(lih. Kitab Hikmat 2:23-24; II Henokh 31:3), dan bahkan kemudian hal ini menjadi pilihan rabinik (lih.Sbf 
9b dan Sanh 29 A).. "Anak-anak Allah" di Kej. 6 menjadi malaikat di I Henokh 54:6. Saya menyebutkan 
hal ini, bukan untuk menyatakan akurasi teologis, tetapi untuk menunjukkan perkembangannya. Dalam 
PB, kegiatan PL dikaitkan dengan malaikat, si jahat yang dipersonifikasikan (lih. I Kor 1 1:3; Why. 12:9). 

Asal-usul kejahatan pribadi sulit atau tidak mungkin (tergantung sudut pandang Anda) untuk 
menentukan dari Perjanjian Lama. Salah satu alasan untuk hal ini adalah monoteisme Israel yang kuat 
(lih. I Raj. 22:20-22; Pkh. 7:14; Yes. 45:7; Amos 3:6). Semua kausalitas ini adalah untuk YHWH 
menunjukkan keunikan-Nya dan keutamaan-Nya yang tertinggi (lih. Yes. 43:11, 44:6,8,24; 45:5- 
6,14,18,21,22). 

Sumber-sumber informasi yang mungkin adalah (1) Ayub 1-2, di mana Setan adalah salah satu dari 
"anak-anak Allah" (yaitu, malaikat-malaikat) atau (2) Yes. 14 dan Yeh. 28, raja timur-dekat yang 
sombong (Babel dan Tirus) yang mungkin digunakan untuk menggambarkan kebanggaan Setan (lih. I 
Tim 3:6). Saya memiliki emosi yang bercampur tentang pendekatan ini. Yehezkiel menggunakan 
metafora Taman Eden, bukan hanya untuk raja Tirus sebagai setan (lih. Yeh. 28:12-16), tetapi juga bagi 
raja Mesir sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat (Yehezkiel 31). Namun,Yes. 14, khususnya ay. 12- 
14, tampaknya menggambarkan pemberontakan malaikat oleh karena kesombongan. Jika Allah ingin 
mengungkapkan kepada kita sifat spesifik dan asal usul Setan, ini adalah cara yang sangat tidak langsung 
dan tempat untuk melakukannya. Kita harus waspada terhadap kecenderungan teologi sistematis 
mengambil bagian kecil ambigu wasiat yang berbeda, penulis, kitab, dan genre dan menggabungkan 
mereka sebagai potongan dari satu teka-teki ilahi. 

Saya setuju dengan Alfred Edersheim (The Life and Times of Jesus the Messiah, jilid 2,. Lampiran 
XIII [hal. 748-763] dan XVI [hal.770-776]) bahwa Yudaisme rabinis terlalu dipengaruhi oleh dualisme 
Persia dan spekulasi setan. Para rabi bukan merupakan sumber yang baik bagi kebenaran di area ini. 
Yesus secara radikal menyimpang dari ajaran-ajaran Sinagog di area ini. Saya pikir konsep musuh 
archangelic YHWH dikembangkan dari dua dewa yang maha tinggi dari dualisme Iran, Ahkiman dan 
Ormaza, dan kemudian dikembangkan oleh para rabbi menjadi dualisme Alkitab yaitu YHWH dan setan. 

Ada wahyu progresif pasti di PB untuk kejahatan personifikasi, tapi tidak rumit seperti para rabbi. 
Sebuah contoh yang baik dari perbedaan ini adalah perang "di surga". Kejatuhan Iblis adalah sebuah 
keharusan logis, tetapi secara spesifik tidak diberikan. Bahkan apa yang diberikan terselubung dalam 
genre apokaliptik (lih.Wah. 12:4,7,12-13). Meskipun Setan dikalahkan dalam Yesus dan dibuang ke 
bumi, ia masih berfungsi sebagai hamba YHWH (lih.Mat. 4:1; Lukas 22:31-32; I Kor. 5:5; I Tim. 1:2 

Ada kekuatan pribadi godaan dan kejahatan, namun masih ada hanya satu Allah dan kita masih 
bertanggung jawab atas pilihan kita. Ada peperangan rohani, baik sebelum dan sesudah keselamatan. 
Kemenangan hanya dapat datang dan tetap di dalam dan melalui Allah Tritunggal. Kejahat telah 
dikalahkan dan akan dihapuskan! 



12:4 "Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi" 

Karena istilah "bintang-bintang di langit" cukup sering digunakan dalam PL untuk merujuk pada orang-orang 
kudus Allah (lih.Kej 15:5; Yer. 33:22; Dan. 12:3), beberapa orang telah mengasumsikan bahwa hal ini merujuk 

126 



kepada orang-orang kudus, tetapi konteksnya bisa mengacu pada malaikat (lih.Dan 8:10; II Pet. 2:4; Yud. 6). 
Kejatuhan malaikat (yaitu bintang-bintang jatuh) adalah motif umum dalam literatur apokaliptik. 

Setan digambarkan dengan malaikat di surga di hadapan Allah dalam Ayub 1-2 dan Zak. 3. Dia mungkin 
adalah "kerub yang diselubungi" (lih.Yeh 28:12-18). Deskripsi ini, menggunakan metafora dari Taman Eden, 
tidak sesuai dengan Raja Tirus, tapi harga diri dan kesombongan raja menirukan setan. (Saya menjadi lebih dan 
lebih nyaman dengan pendekatan ini karena di Yeh. 31 raja Mesir digambarkan sebagai pohon pengetahuan baik 
dan jahat. Yehezkiel secara teratur menggunakan istilah Eden untuk menggambarkan raja). Dalam PL Setan 
bukan musuh Allah, tetapi manusia (lih. 12:10). Iblis tidak diciptakan jahat tetapi pengembangannya menjadi 
musuh segala sesuatu yang baik dan kudus (lih.AB Davidson An Old Testament Theology, hal 300-306). 
Beberapa kali ia dikatakan telah diusir dari surga (lih.Yes 14:12; Yeh. 28:16, Lukas 10:18, Yohanes 12:31, dan 
Wahyu 12:9,12). Masalahnya adalah kapan. Apakah: 

1 . Selama periode PL 

a. Sebelum penciptaan manusia 

b. Beberapa waktu setelah Ayub tapi sebelum Yehezkiel 28 

c. Selama periode pasca-pembuangan, tetapi setelah Zakharia 

2. Selama periode NT 

a. Setelah pencobaan Yesus (lih. Mat. 4) 

b. Selama perjalanan misi ketujuh puluh (lih.Lukas 10:18) 

c. Pada saat pemberontakan akhir zaman (lih. Wahyu 12:9). Lihat catatan lengkap di 12:7. 

Kita bertanya-tanya apakah sepertiga dari bintang-bintang mengacu pada malaikat yang memberontak 
terhadap Allah dan memilih untuk mengikuti Setan. Jika demikian, ini mungkin satu-satunya dasar Alkitab untuk 
setan di PB berkaitan dengan malaikat yang jatuh (lih.l2:9,12). Angka, sepertiga, mungkin terkait dengan batas 
kehancuran selama penghakiman sangkakala (lih.8:7-12; 9:15,18) dan bukan angka tertentu. Atau, mungkin 
merupakan kekalahan setan bagian dari malaikat dalam pertempuran. Mungkin juga itu hanya mencerminkan 
mitos kuno Babel. Lihat Wawasan Kontekstual yang mendalam, B. 1. 

Pada titik ini mungkin bermanfaat untuk diingat bahwa meskipun menarik, mungkin bukan maksud penulis 
dalam konteks ini untuk membahas (1) asal-usul dari setan, (2) jatuhnya Iblis, atau (3) pemberontakan malaikat di 
surga. Dalam literatur apokaliptik tema sentral dari penglihatan sangat penting, tetapi presentasi literal, rincian 
dan gambarannya adalah dramatis, simbolis, fiktif. Rasa ingin tahu kita dan rasa hormat pada Alkitab yang 
memotivasi rincian, logis, formulasi doktrinal kami. Hati-hati dalam mendorong rincian; literatuyr apokaliptik 
seringkali adalah teologi yang benar disajikan dalam sebuah karya-frame imajinatif. Memang benar, tetapi 
disajikan secara simbolis ! 

□ "untuk menelan anaknya" Anak ini merujuk kepada Mesias yang dijanjikan (lih. 12:5). Iblis ingin 
menggagalkan rencana Tuhan di setiap tingkatan, baik rencana universal untuk penebusan dan rencana penebusan 
individu (lih.Mat. 13:19; II Kor. 4:4). 

12:5 "Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki" ini mungkin menjadi acuan kepada Yes. 66:7-8. 

□ "yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi" ini merupakan acuan kepada Maz. 2:9 dan 
karena itu, Mesianik. Dalam Wahyu 19:15 istilah ini digunakan untuk Mesias, sedangkan di Wah. 2:26-27 
digunakan untuk orang-orang kudus. Ada ketidak pastian antara Mesias (individu) dan masyarakat yang percaya 
(bersama-sama) di sini, seperti yang ada dalam lagu hamba Yesaya (lih.42:l-9,19, 49:1-7; 50:4-11 ; 52:13-53:12). 

□ "tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya." Beberapa orang 
melihat ini sebagai kenaikan Kristus, tetapi kita akan kehilangan titik dari unit literatur jika kita membuat 
referensi terlalu kuat untuk suatu sejarah kehidupan Kristus. Yohanes, dalam kitab Wahyu, tidak membahas 
kehidupan duniawi atau kematian Yesus. Dia bergerak teologis dari inkarnasi ke peninggian. Fokus Wahyu 
adalah, memuliakan, Kristus yang dimuliakan (lih. 1:4-20). Presentasi Yohanes tentang Injil (yaitu Injil Yohanes) 
berfokus pada pertobatan dan memberikan kemuliaan kepada Allah. Ini berarti tidak mengalami depresiasi peran 
sentral Yesus (lih.5:9,12; 7:14; 12:11), tapi untuk memusatkan perhatian pada peran-Nya dalam membawa 
kerajaan kekal (lih.I Kor. 15:25-28 ); kerajaan Bapa dan Anak! 

127 



12:6 "Perempuan itu lari ke padang gurun" Banyak yang melihat di sini acuan kepada Keluaran, yang 
ditemukan di seluruh konteks ini. Saat pengembaraan di padang gurun, dipandang sebagai periode pertunangan 
antara YHWH dan bangsa Israel. Selama waktu ini, Dia menyediakan semua kebutuhan mereka dan secara intim 
hadir bersama mereka. 

□ "di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah" Walaupun konteks umum mencerminkan 
periode pengembaraan di padang gurun, frasa ini membawa kiasan historis lain: (1) Elia di sungai Kerit (lih.I Raj. 
17:1-7). (2) Elia; terbang ke semenanjung Sinai (lih.I Raj. 19:1-14); (3) ketujuh ribu yang setia (lih.I Raj.. 19:18) 
atau (4) orang-orang yang melarikan diri dari kehancuran Yerusalem pada 70 Masehi( lih. Mat. 24:15-20, Markus 
13:12-18). 

□ "seribu dua ratus enam puluh hari lamanya" Sekali lagi, ini tampaknya menjadi periode penganiayaan tak 
tentu, tapi terbatas. Periode waktu yang sama disebut dalam beberapa cara yang sama kira-kira tiga setengah 
tahun. 

1. "satu masa, dua masa dan setngah masa" (lih.Dan. 7:25; 12:7; Wahyu 12:14) 

2. "2.300 malam hari dan pagi hari" (lih.Dan. 8: 14) 

3. "Empat puluh dua bulan" (lih.Wah. 11:02, 13:5); "1.260 hari" (lih.Wah. 11:3; 12:6); "1290 hari" (lih.Dan. 
12:11 ), dan "1335 hari" (lih.Dan 12:12). 

Tujuh adalah angka sempurna dalam bilangan Ibrani (lih.Kejadian 1). Satu kurang dari tujuh berbicara 
tentang ketidaksempurnaan manusia dan 666 (lih.Wah. 13:17-18) adalah manusia paling tidak sempurna, 
Antikristus (lih.II Tesalonika 2). Dalam nada yang sama, tiga dan satu-setengah adalah simbol terbatas, tetapi 
waktu yang tidak terbatas, periode penganiayaan. Lihat Topik Khusus: Empat-Dua Bulan di 11:2. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 12:7-10a 

7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga 
itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak 
mendapat tempat lagi di sorga. 'Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut lb lis atau Satan, yang 
menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan 
malaikat-malaikatnya. 10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: 



12:7 "Maka timbullah peperangan di sorga' 



TOPIK KHUSUS: PEPERANGAN DI SURGA 

Ada banyak diskusi mengenai penanggalan dari konfrontasi ini. Yesus sepertinya menyebutkan hal ini 
dalam Luk 10:18 dan Yoh 12:31. Namun mencoba untuk menaruh penanggalan yang kronologis kepada 
peristiwa ini sangatlah sukar sekali: 

1 . sebelum Kejadian 1 : 1 (sebelum penciptaan) 

2. antara Kejadian 1:1 dan 1:2 (teori kesenjangan) 

3. dalam PL setelah Ayub 1-2 (setan di surga) 

4. dalam PL setelah I Raj 22:21 (setan dalam sidang surgawi) 

5. dalam PL setelah Zak 3 (setan di surga) 

6. dalam PL seperti dalam Yes 14:12; Yeh 28: 15 dan II Enoch 29:4-5 (raja-raja Timur dihukum) 

7. dalam PB setelah pencobaan Yesus (lih. Mat 4) 

8. dalam PB selama penginjilan dari ke tujuh puluh murid (melihat setan jatuh dari langit, lih. Luk 10:18) 

9. dalam PB setelah masuk ke Yerusalem dalam kemenangan (lih. Yoh 12:31) 

10. dalam PB setelah kebangkitan dan kenaikan (lih. Ef 4:8; Kol 2:15) 

11. pada akhir zaman (lih. Wah 12:7, kemungkinan waktu setan menggeledah surga dalam rangka mencari 
Anak tersebut) 

Kita harus secara sederhana melihatnya sebagai peperangan kekal antara Allah dan pasukan kejahatan; 
konflik ini akan disempurnakan dalam kekalahan sepenuhnya dari ular naga dan pasukannya. Nantinya di 
pasal 20 adalah pembuangan dan pengucilan mereka. 

128 



□ "Mikael" Malaikat ini disebut sebagai malaikat bangsa Israel di Dan. 10:13,21 dan 12:1. Dia disebut 
malaikat dalam Yudas 9. Namanya berarti "yang seperti Tuhan". Beberapa orang melihat ini sebagai nama lain 
untuk Kristus, tetapi tampaknya berjalan terlalu jauh. Allah tidak terancam oleh pemberontakan si jahat. Alkitab 
bukanlah dualisme, seperti Persia Zoroastrianisme. Allah mengalahkan si jahat (mungkin seorang malaikat dari 
Yeh 28:12-16) dengan menggunakan seorang malaikat (meskipun pada kenyataannya itu adalah karya penebusan 
Kristus). 

□ "dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu " Sulit untuk menggambarkan secara Alkitabiah 
siapa malaikat setan yang tepat. Banyak yang melihat mereka sebagai iblis (lih.Mat. 25:41; Ef. 6:10). Tetapi 
selalu ada pertanyaan yang mengganggu tentang para malaikat di Tartarus (lih. 2 Pet 2:4), dan para malaikat yang 
disebutkan dalam Wahyu 9:14, yang jelas-jelas dikendalikan oleh Tuhan, tetapi ternyata malaikat jahat. Banyak 
konflik di dunia malaikat yang tidak dapat dijelaskan secara sederhana (lih. Dan 10). 

Ada juga diskusi berkelanjutan mengenai hubungan antara malaikat yang jatuh dari PL dan setan dari PB. 
Alkitab bungkam mengenai hal ini. Literatur apokaliptik Inter-alkitabiah (khususnya I Henokh) menegaskan 
bahwa keturunan setengah malaikat setengah manusia di Kej. 6:1-4 adalah setan di PB yang mencari tubuh 
manusia untuk didiami kembali. Ini hanya spekulasi, tetapi tidak mengungkapkan apa yang beberapa orang 
Yahudi abad pertama pikirkan tentang subjek ini. 

AORIST PNFINITrVE tampaknya tidak sesuai dengan konteks ini. Mungkin sebuah Semitisme dan mungkin 
diterjemahkan "hams berjuang" (lih. The Expositor's Bible comm , Volume 12,. "Wahyu" oleh Alan Johnson, hal 
5 19 catatan kaki # 7. Ini adalah salah satu komentator favorit saya di Wahyu ). 

12:8 Ini adalah yang pertama dalam serangkaian kata-kata untuk mendorong jemaat yang dianiaya. Ayat 8, 11, 
dan 14 memberikan kenyamanan besar bagi umat Allah yang mengalami penganiayaan pada abad pertama dan 
dalam setiap abad. Iblis telah dikalahkan dua kali: sekali dalam usahanya untuk membunuh sang Anak (lih. Ay. 4) 
dan sekarang dalam usahanya untuk menggoncangkan takhta Allah (lih.ay. 7-9), la juga akan kalah dalam 
upayanya untuk melenyapkan umat Allah di bumi. 

□ "mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga" ini menyiratkan bahwa Setan pernah ada di surga untuk 
beberapa waktu (lih.Ayub 1-2; Zak. 3; dan 1 Raj. 22:21). Perhatikan PLURAL PRONOUN, yang berarti malaikat 
lain bersekutu dengan setan. 

12:9 "Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, dilemparkan ke bawah" Di sini dan di 
Wahyu 20:2 (lih.Hikmat Salomo 2:24), adalah satu-satunya tempat di mana Iblis secara eksplisit diidentifikasi 
dengan ular di Kej. 3 dan secara implisit dalam n Kor. 11:3. Istilah "setan" adalah istilah Yunani untuk 
"pemfitnah," sedangkan istilah "Setan" adalah kata Ibrani untuk "musuh" (lih. 2 Sam 19:22; 1 Raj. 11:14). 
Keduanya menekankan fungsi dari si jahat sebagai penuduh dari saudara-saudaranya (lih.ay 10). Istilah "Setan" 
dalam PL tidak biasanya kata benda, tetapi dalam tiga kejadian tertentu: (1) Ayub 1-2; (2) Zak. 3:1-3; dan (3) 1 
Taw. 21:1. Untuk "dilemparkan ke bawah" lihat catatan penuh pada 12:4 dan 7. 



TOPIK KHUSUS: KE JAHAT AN PRIBADI 

Ini adalah suatu pokok bahasan yang sangat sukar karena beberapa alasan: 

1 . PL tidak menyatakan suatu musuh utama kebaikan, namun seorang hamba YHWH yang menawarkan 
kepada umat manusia suatu alternative dan menuduh manusia atas ketidak benarannya. 

2. Konsep dari suatu musuh pribadi utama Allah dikembangkan dalam tulisan interbiblikal (non 
kanonika) yang di bawah pengaruh agama Persia (Zoroastrianisme). Hal ini, pada gilirannya, 
mempengaruhi secara kuat kerabian Yudaisme. 

3. PB mengembangkan tema PL ini dalam kategori-kategori yang secara mengejutkan bersifat kaku, 
namun selektif. 

Jika seseorang mendekati kajian mengenai kejahatan ini dari sudut pandang teologia alkitabiah (setiap 
buku atau penulis atau jenis tulisan mengkajinya dan menggaris besarkannya secara terpisah), maka 
pandangan yang sangat berbeda tentang kejahatan akan dinyatakan. 

129 



Namun demikian, jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari suatu pendekatan agama dunia 
yang tidak alkitabiah atau ekstra alkitabiah, maka kebanyakan kembangan PB terbayang dalam dualisme Persia 
dan spiritisme Yunani-Romawi. 

Jika seseorang secara prasuposisi berkomitmen terhadap otoritas Illahi dari Kitab Suci, maka pengembangan 
PB pasti akan dilihat sebagai perwahyuan progresif. Orang-orang Kristen harus berjaga terhadap pengijinan 
dongeng-dongeng Yahudi atau tulisan-tulisan Barat (yaitu, Dante, Milton) untuk mendefinisikan konsep 
Alkitabiah. Sudah pasti ada misteri dan kemenduaan dalam bidang perwahyuan ini. Allah telah memilih untuk 
tidak menyatakan semua aspek kejahatan, asalnya, maksudnya, namun la telah menyatakan kekalahannya! 

Dalam PL istilah setan atau si penuduh nampaknya terkait dengan tiga kelompok yang terpisah 

1. penuduh manusia (I Sam 29:4; II Sam 19:22; I Raj 11:14,23,25; Maz 109:6) 

2. penuduh yang bersifat malaikat (Bil 22:22-23; Zak 3:1) 

3. penuduh yang bersifat iblis (I Taw 21:1; I Raj 22:21; Zak 13:2 

Hanya di kemudian hari dalam periode intertestament si ular dari Kej 3 diidentifikasikan sebagai setan (lih. 
Kitab Hikmat 2:23-24; U Henoh 31:3), dan bahkan tidak sampai jauh di kemudian hari baru hal ini akhirnya 
menjadi suatu pilihan kerabian (lih. Sot 9b dan Sank. 29a). "anak-anak Allah" di Kej 6 menjadi malaikat dalam 
I Henoh 54:6 Saya menyebutkan ini semua, bukan untuk menegaskan keakuratan teologianya, namun untuk 
menunjukkan pengembangannya. Dalam PB aktivitas PL ini disebabkan oleh kejahatan yang menjelma menjadi 
malaikat (yaitu, setan) dalam II Kor 11:3; Wah 12:9. 

Asal dari kejahatan yang menjelma ini sukar atau tidak mungkin (tergantung pada sudut pandang anda) 
ditentukan dari PL. Salah satu alasannya ialah ke-monotheisme-an Israel yang kuat (lih. I Raj 22:20-22; Pkh 
7:14; Yes 45:7; Amos 3:6). Semua kausalitas disebakan oleh YHWH untuk menunjukkan keunikan dan 
keunggulanNya (lih. Yes 43:11; 44:6,8,24; 45:5-6,14,18,21,22). 

Sumber-sumber dari kemungkinan informasi berfokus pada (1) Ayub 1-2 di mana setan adalah salah satu 
dari "anak-anak Allah" (yaitu, para malaikat) atau (2) Yesaya 14; Yehezkiel 28 di mana raja-raja timur dekat 
yang penuh kesombongan (Babilonia dan Tirus) digunakan untuk melukiskan kesombongan setan (lih. I Tim 
3:6). Saya mempunyai perassaan yang bercampur terhadap pendekatan ini. Yehezkiel menggunakan 
penggambaran Taman Eden tidak hanya untuk raja Tirus sebagai setan (lih. Yeh 28:12-16), namun juga bagi raja 
Mesir sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk (Yehezkiel 31). Namun demikian, Yes 14, khususnya ay 12- 
14, nampaknya menjelaskan tentang pemberontakan malaikat melalui kesombongan. Jika Allah menginginkan 
untuk menyatakan pada kita sifat khas dan asal dari setan ini adalah suatu cara dan tempat yang sangat 
menyimpang untuk melakukannya. Kita harus menjaga diri terhadap kecenderungan dari teologia sistematik 
yang mengambil bagian-bagian yang kecil dan mendua dari kitab-kitab perjanjian, penulis, buku, dan jenis 
tulisan yang berbeda dan menggabungkannya sebagaimana bagian-bagian dari sebuah puzzle Illahi. 

Alfred Edersheim (Kehidupan dan Jaman Yesus Sang Mesias, vol. 2, lampiran XIII [hal. 748-763] dan XVI 
[hal. 770-776]) mengatakan bahwa Kerabian Yudaisme telah terlalu banyak dipengaruhi oleh faham dualisme 
dan spekulasi yang bersifat ke-iblis-an. Para rabi bukanlah sumber yang baik bagi pencarian kebenran dalam 
bidang ini. Yesus secara radikal menyimpang dari pengajaran dari Sinagoga. Saya piker konsep para rabi 
mengenai perantaraan dan perlawanan malaikat dalam pemberian hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai 
membuka pintu terhadap konsep suatu malaikat musuh utama YHWH dan juga manusia. Ke dua illah yang 
tinggi dari dualisme Iranian (Zoroastrian), Ahkiman dan Ormaza, baik dan jahat, dan dualisme ini dikembangkan 
ke dalam suatu dualisme terbatas Yudaisme YHWH dan setan. 

Sudah barang tentu ada perwahyuan progresif dalam PB sebagaimana juga pengembangan kejahatan, namun 
tidak se rinci yang diproklamirkan para rabi. Suatu contoh yang baik dari perbedaan ini ialah "peperangan di 
surga". Kejatuhan setan adalah suatu keharusan yang logis, namun spesifikasinya tidak diberikan. Bahkan apa 
yang diberikan pun terselubung dalam suatu jenis tulisan apokaliptik (lih. Wah 12:4,7,12-13). Meskipun setan 
dikalahkan dan disingkirkan ke bumi, ia masih berfungsi sebagai hamba YHWH (lih. Mat 4:1; Luk 22:31-32; I 
Kor 5:5; I Tim 1:20). 

Kita harus mengekang rasa ingin tahu kita dalam bidang ini. Ada kekuatan pribadi dari pencobaan dan 
kejahatan, namun hanya ada satu Allah dan manusia masih bertanggung jawab atas pilihannya. Ada peperangan 
rohani, baik sebelum atau sesudah keselamatan. Kemenangan hanya dapat diperoleh dan tetap di tangan di 
dalam dan melalui Allah Tritunggal. Kejahatan telah dikalahkan dan akan dihapuskan! 

130 



□ "yang menyesatkan seluruh dunia" ini menggambarkan misi si jahat. Buku terbaik yang pernah saya baca 
tentang pengembangan Setan dalam Alkitab, dari budak menjadi musuh, adalah AB Davidson A Theology of the 
Old Testament, hal. 300-306. misi setan digambarkan dalam 2 Kor. 4:4; 1 Pet. 5:8; Wahyu 13:14, 19:20, 
20:3,8,10; II Yohanes 7. Sulit untuk membayangkan setan sebagai hamba Tuhan, tetapi bandingkan II Sam. 24:1 
denganlTaw. 21:1. 

□ "ia dilemparkan ke bumi" Istilah "dilemparkan ke bawah" digunakan beberapa kali dalam konteks ini: dua 
kali dalam ay. 9; dalam ay. 10 dan ay. 13. Juga digunakan dalam 19:20; 20:3,10,14,15 dan mungkin suatu acuan 
kepada Yes. 14:12 atau Lukas 10:18; dan mungkin Yohanes 12:31. 

Bumi menjadi tempat kegiatan setan. Lihat catatan lebih lengkap tentang kejatuhan Iblis di 12:4 dan 7. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 12:10b-12 

10 "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang 
diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa 
mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. u Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, 
dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam 
maut n Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah 
kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia 
tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 



12:10 "keselamatan keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang 
diurapi-Nya" Ini adalah literature setara dengan 11:15-18. Akhir zaman sudah ada dan Allah adalah pemenang! 
Ini sangat membantu sekelompok orang percaya yang menderita penganiayaan ekstrim, bahkan kematian. 

□ "pendakwa saudara-saudara kita" ini menunjukkan bahwa suara di ay. 10 bukanlah malaikat, tetapi 
rupanya orang-orang percaya, mungkin para martir dari 6:9-1 1. 

Istilah Ibrani Setan berarti "penuduh" Kita melihat peran Iblis dalam Ayub 1 :9-l 1 dan Zak 3:1. 

12:11 "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka" 

Kemenangan telah dimenangkan oleh penggantian penebusan Allah Mesias (lih. 1:5; 7:14; 1 Pet 1:18-19; I 
Yohanes 1:7). Penebusan ini melibatkan kedua hal, baik (1) kasih karunia Allah melalui kematian kurban Kristus 
(lih.Markus 10:45; II Kor. 5:21) dan (2) orang-orang percaya namun diperlukan respon iman (lih.6:9; Markus 
1:15 ; Yohanes 1:12; 3:16; Kis. 3:16,19; 20:21) dan kesaksian iman mereka (gaya hidup dan lisan). Frasaini mirip 
14:12. Ada kemiripan besar antara ay. 11 dan 17. Ayat 11 tampaknya menggambarkan keselamatan, sementara 
ay. 17 tampaknya menggambarkan kedewasaan Kristen dan ketekunan. Perhatikan kemenangan Kristus terjadi di 
Kalvari, bukan milenium. 

NASB " Dan mereka tidak mengasihi nyawa mereka bahkan sampai mati " 

NKJV "dan mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai mati" 

NRSV " Karena mereka rela mengorbankan nyawa mereka sampai mati" 

TEV "mereka bersedia menyerahkan hidup mereka dan mati" 

NJB "karena bahkan dalam menghadapi kematian mereka mengorbankan nyawa mereka" 

Orang percaya abad pertama dan keluarga mereka menghadapi kematian yang mengerikan. Mereka 
dimeteraikan dan dilindungi oleh Allah, tetapi mereka tetap menjadi subjek penganiayaan oleh orang-orang yang 
tidak percaya. iman mereka dalam Kristus lebih kuat dari ketakutan mereka terhadap kematian (lih.2:10, Markus 
8:35, 13:13; 14:26 Lukas, Yohanes 12:25). 

12:12 "bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya" Ini adalah PRESENT 
MIDDLE EVIPERATrVE (lih.l8:20). Mungkin merupakan acuan kepada Maz. 96:11 atau Yes.49:13. Surga 
bersukacita karena Setan telah diusir, akan tetapi celakalah bumi ! 

131 



Plural "surga" digunakan dalam PL untuk menunjukkan (1) suasana di atas bumi (lih.Kejadian 1) dan (2) 
tempat dimana Allah tinggal. Dalam konteks ini, # 2. 

Istilah "diam" (NASB, NKJV, NRSV) atau "tinggal di sana" (TEV, NJB) berasal dari kata benda 
"tabernakel." Ini berarti tempat tinggal permanen Allah (lih.7:15; 12:12; 13: 6; 21:03 dan Yohanes 1:14 Kristus 
dalam kami). 

□ "murka" Lihat catatan lengkap pada 7: 14. 

□ "karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat" Tampaknya mengacu pada periode waktu antara 
Kenaikan Kristus (lih.Kis. 1:9-11) dan Kedatangan Kedua, yang Yohanes dan orang Kristen abad pertama pikir 
akan ada dalam jangka waktu yang singkat. Sudah hampir 2000 tahun sekarang, setiap generasi memiliki harapan 
kedatangan kembali Tuhan pada setiap saat. Orang-orang percaya diperingatkan atas keterlambatan ini di II 
Tesalonika dan Matt. 24:45-51. Hati-hati agar supaya penundaan tersebut tidak akan mengurangi iman (lih.II Pet 
3:3-4). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 12:13-17 

13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang 
melahirkan Anak laki-laki itu. 14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang 
besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu 
selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. ls Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, 
sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. 16 Tetapi bumi datang menolong 
perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya 
17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang 
menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. 



12:13 "Perempuan itu" Mungkin awalnya permepuan itu mengacu pada komunitas orang-orang percaya di 
Perjanjian Lama; sekarang mengacu kepada umat Allah di PB (lih.ay. 17; 13:7). Dalam Word Pictures in the New 
Testament, Vol. 6, A.T. Robertson menyebutnya " Bangsa Israel yang benar di bumi" (hal. 395). 

12:14 "Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar" Sayap rajawali ini 
adalah simbol perlindungan Allah dan penyediaan (lih.Kel. 19:4; Ul. 32:11; Maz. 36:7; 57: 1; 63:7, 90:1,4; dan 
Yes. 40:31). Hal ini mungkin kiasan lain ke keluaran yang baru. 

□ "supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun" Padang gurun dilihat sebagai sebuah tempat 
perlindungan ilahi, mengacu pada sejarah Israel periode pengembaraan di padang gurun (lih.ay. 6). Ini akan 
menjadi dorongan yang besar bagi jemaat yang disakiti. 

□ "selama satu masa dan dua masa dan setengah masa" Ini merupakan acuan kepada Dan. 7:25; 12:7. 
Untuk catatan lengkap tentang frasa ini lihat 11:2 dan 12:6. 

12:15 "Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air" Tidak ada PL yang tepat paralel dengan ini. Mungkin 
metafora terhubung ke murka Allah dalam Hosea 5:10 atau metafora masa tekanan dan kesedihan seperti Maz. 
18:4; 124:4-5. Tapi karena pasal 12 telah ditarik begitu banyak gambaran dari mitos penciptaan Timur Dekat 
kuno, mungkin mengacu pada kekacauan berair, perjuangan baik versus jahat, ketertiban versus kekacauan. 

Alam berjuang untuk Barak dan Deborah terhadap kota Kanaan Hazor dan jenderal militer nya, Sisera: (1) 
hujan menghentikan kereta mereka (lih.Hak. 5:4) dan (2) bahkan bintang-bintang (dianggap sebagai kekuatan 
malaikat) berjuang melawan Sisera (lih.Hak. 5:20). 

12:17 "...lalu pergi memerangi keturunannya yang lain" Yang jahat mencoba untuk menghancurkan 
masyarakat Mesianik dengan cara (1) menghancurkan Mesias, (2) menghancurkan gereja induk, dan (3) dengan 
menghancurkan semua pengikut Mesianik. 

Ungkapan "memerangi" adalah metafora rohani, politik, dan oposisi ekonomi. Ini adalah acuan kepada Dan. 
7:21 (lih.ll:7; 13:7). Penganiayaan ini adalah bukti kemenangan gereja melalui Kristus (lih.Fil 1:28). 

132 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Jelaskan isi dari sangkakala ketujuh. 

2. Mengapa penglihatan Tabut Perjanjian begitu mendorong orang-orang Kristen abad pertama? 

3. Siapa perempuan di Wahyu 12? 

4. Kapan pertempuran di surga terjadi? 

5. Bagaimana hubungan antara malaikat iblis dengan setan? 

6. Apa arti ungkapan "satu masa, dua masa dan setengah masa" dalam Daniel dan Wahyu? 

7. Bagaimana pasl ini mendorong orang Kristen abad pertama yang mengalami penganiayaan? 



WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 13:1-18 

A. Pasal 13 adalah pengembangan lebih lanjut dari gambaran 12:13-17. 

B. Latar belakang PL dari pasal ini adalah Daniel 7. Keempat ramalan kerajaan Timur Dekat dari Daniel 
digabungkan dalam kerajaan ini, satu akhir, universal, anti-Tuhan akhir zaman. 

C. Penyembahan kaisar abad pertama adalah salah satu pemenuhan historis dari menyembah patung 
binatang itu, karena akan menjadi akhir zaman manusia dari dosa (lih.II Tesalonika 2) dan tanduk kecil 
di Dan. 7 (lih.ay. 8,11,20,25), Yang keluar dari kerajaan keempat, Roma. 

D. binatang ini telah diidentifikasi dengan dua cara: 

1. Ajaran palsu/ guru palsu yang sedang berlangsung (lihat I Yohanes 2:18,22; 4:03; II Yohanes 7). 
Keduanya adalah PLURAL dan SINGULAR, baik sekarang dan masa depan. 

2. Orang yang sebenarnya, mungkin meramalkan orang jahat sepanjang sejarah (Antiokhus, Kaisar 
Romawi, Hitler, dll, tapi akhirnya dipersonifikasikan dalam seorang tokoh akhir zaman, lih. II Tes. 
2:1-10). 

E. Lihat topik khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: PEMERINTAHAN MANUSIA 
I. PENGANTAR 

A. Definisi - Pemerintah ialah manusia yang mengorganisir diri mereka sendiri untuk menyediakan dan 
mengamankan kebutuhan-kebutuhan jasmani yang dirasakan. 

B. Maksud - Allah telah mewasiatkan bahwa keteraturan lebih disukai daripada tak beraturan. 

1. Undang-undah Musa, khususnya Dekalog, adalah kehendak Allah bagi umat manusia dalam 
masyarakat. Hal ini menyeimbangkan antara penyembahan dan kehidupan. 

2. Tak ada bentuk atau struktur pemerintahan yang disarankan dalam Kitab Suci, walaupun 
pemerintahan Teokrasi dari Israel kuno adalah antisipasi dari bentuk pemerintahan Surga. 
Demokrasi maupun Kapitalisme tak satupun aalah kebenaran Alkitabiah. Orang-orang Kristen 
harus bertindak sepantasnya dalam system pemerintahan apapun dimana mereka berada. Tujuan 
dari Orang Kristen adalah penginjilan dan pelayanan, bukan revolusi. 

133 



C. Asal dari Pemerintahan Manusia 

1. Katolik Romawi menegaskan bahwa pemerintahan manusia adalah suat kebutuhan bawaan, 
bahkan sebelum kejatuhan manusia. Aristoteles nampaknya setuju dengan pernyataan ini. la 
berkata, "manusia ialah binatang politik" yang maksudnya bahwa pemerintahan "ada untuk ikut 
menyelenggarakan kehidupan yang baik" 

2. Protestanisme, khususnya Martin Luther, menegaskan bahwa pemerintahan manusia melekat 
dalam kejatuhan manusia. la menyebutnya "tangan kiri Kerajaan Allah". la berkata bahwa "Cara 
Allah mengendalikan orang yang tidak baik adalah dengan menempatkannya dalam kekuasaan". 

3. Karl Marx menegaskan bahwa pemerintahan adalah cara bagi segelintir kelompok elite 
mengendalikan massa. Bagi dia, pemerintah dan agama sama saja perannya. 

II. BAHAN ALKITABIAH 

A. Perjanjian Lama 

1. Israel adalah pola yang akan diterapkan dalam surga. Dalam Israel kuno, YHWH adalah Raja. 
Teokrasi adalah sitilah yang digunakan untuk menjelaskan pemerintahan langsung Allah, (lih. I 
Sam 8:4-9). 

2. Kedaulatan Allah dalam pemerintahan manusia dapat dilihat dengan jelas dalam: 

a. Yeremia 27:6; Ezra 1:1 

b. H Tawarikh 36:22 

c. Yesaya 44:28 

d. Daniel 2:21 

e. Daniel 2:44 

f. Daniel 4:17,25 

g. Daniel 5:28 

3. Umat Allah harus tunduk dan hormat bahkan kepada pemerintahan penyerang dan penjajah: 

a. Daniel 1-4, Nebukadnezar 

b. Daniel 5, Belsyazar 

c. Daniel 6, Darius 

d. Ezra dan Nehemia 

4. Umat Allah harus mendoakan penguasa sipil: 

a. Yeremia 28:7 

b. Mishnah, Avot. 3:2 

B. Perjanjian Baru 

1. Yesus menunjukkan rasa hormat terhadap pemerintahan manusia 

a. Matius 17:24-27; membayar pajak Bait Allah 

b. Matius 22:15-22, menyarankan suatu tempat bagi pajak Romawi dan dengan itu penguasa 
sipil Romawi 

c. Yohanes 19:11, Allan memberikan pemerintahan sipil 

2. Kata-kata Paulus yang berhubungan dengan pemerintahan-pemerintahan manusia 

a. Roma 13:1-7, orang percaya harus tunduk dan berdoa bagi para penguasa sipil 

b. I Timotius 2: 1-3, orang percaya harus berdoa bagi penguasa-penguasa sipil. 

c. Titus 3:1, orang percaya harus tunduk pada para penguasa sipil. 

3. Kata-kata Petrus yang berhubungan dengan pemerintahan manusia 

a. Kis 4:1-31; 5:29, Petrus dan Yohanes di hadapan Sanhedrin (ini menunjukkan 
pembangkangan sipil) 

b. I Petrus 2: 13-17, orang percaya harus tunduk pada penguasa-penguasa sipil. 

4. Kata-kata Yohanes yang berhubungan dengan pemerintahan manusia 

a. Wahyu 17, pelacur babel melambangkan pemerintahan manusia yang melawan Allah 



134 



m. KESIMPULAN 

C. Pemerintahan manusia ditahbiskan oleh Allah. Ini bukan "hak Illahi Raja-raja", namun tempat Illahi 
dari pemerintahan. Taka ada satu bentuk yang disarankan lebih dari yang lain. 

D. Ini adalah tugas agamawi bagi orang percaya untuk mentaati penguasa sipil dengan sikap yang hormat 
yang sepantasnya. 

E. Adalah sepantasnya bagi orang percaya untuk mendukung pemerintahan manusia melalui pajak dan 
doa. 

F. Pemerintahan manusia dimaksudkan untuk mengatur. Mereka adalah hamba Allah untuk tugas ini. 

G. Pemerintahan manusia bukanlah yang tertinggi. Kekuasaanya terbatas. Orang percaya harus bertindak 
demi hati nurani untuk menolak penguasa sipil ketika pemerintahan itu berjalan diluar batas yang telah 
ditunjuk secara Illahi. Sebagaimana ditegaskan oleh Augustinus dalam Kota Allah, kita adalah warga 
Negara dari dua alam, satu sementara, dan satu lagi kekal. Kita memiliki tanggung jawab di keduanya, 
namun kerajaan Allah ialah yang tertinggi! Ada fokus individu dan kebersamaan dalam tanggung 
jawab kita kepada Allah. 

H. Kita harus mendorong orang percaya yang berada di dalam sistem demokrasi untuk berpartisipasi 
secara aktif dalam proses pemerintahan dan untuk menerapkan, dimana mungkin, ajaran Kitab Suci. 

I. Perubahan Sosial harus didahului oleh perubahan individu. Tidak ada pengharapan eskatologis yang 
benar-benar abadi dalam pemerintahan. Semua pemerintahan manusia, walau dikehendaki dan 
digunakan oleh Allah, tetap merupakan pernyataan keberdosaan dari organisasi manusia terpisah dari 
Allah. 
Konsep ini dinyatakan dalam penggunaan istilah "dunia" dalam buku-buku Yohanes. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 13:1-6 

12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut 13: 'Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, 
bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada 
kepalanya tertulis nama-nama hujat. 2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya 
seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya 
kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. 3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala- 
kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya 
itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. 4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia 
memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: 
"Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" s Dan 
kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga 
kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk 
menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. 



13:1 "naga itu tinggal berdiri di pantai laut" NASB, NKJV dan NJB memulai pasal 13 dengan frasa ini (yaitu, 
12:18), sedangkan TEV menyimpulkan pasal 12 dengan/ itu. Ada varian manuskrip Yunani di PRONOUN. 
Beberapa naskah kemudian amat kecil dan uncials P (abad kesembilan) dan 046 & 05 1 (abad kesepuluh) mencatat 
"ia berdiri" (NKJV). Manuskrip Yunani kuno terbaik P 47 (akhir abad ketiga), X (abad keempat), Satu abad 
(kelima), dan C (abad kelima) mencatat "berdiri," mengacu pada binatang, bukan Yohanes. 

"Laut" mungkin merupakan acuan kepada Dan. 7:2-3. Itu adalah simbol (1) seluruh umat manusia (lih.Yes. 
17:12-13; 57:20; Why. 17:15) atau (2) kuasa kekacauan (lih.Kej 1; Yes.51:9-10). 

□ "Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut" Binatang liar (lih. 13:14,15; 15:2; 16:13; 15:8) 
pertama kali disebutkan tanpa gembar-gembor di 11:7 sebagai yang keluar dari jurang maut (lih. 17:8). 

135 



Tampaknya untuk mengacu pada "Antikristus" di I Yohanes 2:18, juga dikenal sebagai "manusia durhaka" dalam 
II Tesalonika. 02:03. Gambaran yang sama tentang binatang ini ditemukan dalam 12:3 dan 17:3,8. 
Ungkapan "keluar dari dalam laut" telah ditafsirkan dalam beberapa cara. 

1. secara harfiah, seperti dalam litertur apokaliptik Yahudi intertestamental sebagai Leviatan dan dalam ay. 
1 1 sebagai Behemoth. 

2. sebuah acuan kepada Dan. 7, di mana binatang itu muncul dari dalam laut di ay. 3 dan dari dalam bumi di 
ay. 17, yang mana di Dan. 7 adalah sama, tetapi Yohanes telah memisahkan binatang-binatang terakhir 
menjadi dua kepribadian jahat akhir zaman yang terpisah: binatang laut, ay. 1 dan binatang tanah, ay. 11 

3. simbol kejatuhan manusia (lih. terutama Wahyu 17:15, tetapi juga Dan. 7:2-3; Yes. 17: 12-13; 57:20) 
Alasan bahwa kedua binatang di pasal 13 disebutkan sebagai keluar dari laut dan tanah itu adalah (1) karena 

pasal ini mengikuti Dan. 7 begitu erat atau (2) karena mereka kombinsi untuk mewakili seluruh bumi. 
Kemungkinan juga kedua binatang ditambah bentuk Setan sebuah parodi jahat Trinitas. 

□ "bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota" ini 

tidak persis seperti naga (lih. 12:3) tetapi sangat mirip (lih. 17:3,7-12). Kesepuluh tanduk berbicara tentang 
kekuatan lengkap; ketujuh kepala merupakan manifestasi sempurna dari kejahatan, dan sepuluh mahkota adalah 
klaim untuk royalti. Kejahatan sering kali merupakan kepalsuan yang baik (lihat Kristus di dalam 5:6). Ini adalah 
yang pertama dari beberapa parodi Kristus. 

□ "nama-nama hujat" Manuskrip Yunani dibagi rata antara PLURAL (manuscript A) "nama-nama" (NRSV, 
NJB) and SINGULAR (manuscripts P 47 , X, C, P) "nama" (NKJV, TEV).Mana yang benar, jelas merupakan 
acuan kepada Dan. 7:8,11,20,25 atau 11:36. Judul-judul menghujat ini terhubung dengan (1) klaim dewa atau (2) 
sebutan si jahat (lih. 17:3). 

13:2 "binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul. . beruang.. . singa ". Kombinasi dari beberapa 
binatang adalah kiasan lain kepada Dan. 7:4,5,6, dimana ia menyebut serangkaian raja-raja, tetapi di sini 
simbolismenya telah berubah menjadi gabungan dari semua sistem dunia anti-Tuhan dipersonifikasikan dalam 
satu pemimpin (lih.Dan 7:24). 

□ " Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar" 

ini sejajar dengan II Tesalonika. 2:9, yang berbicara tentang kekuatan Setan yang diilhami. Binatang buas itu 
bukan Setan, tetapi sebuah manifestasi manusia supranatural yang diberdayakan atau inkarnasi dari dia (lih.ay. 4, 
12). Ini adalah satu lagi parodi Kristus. 

13:3 "Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan 
hidupnya" Ini adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE, yang secara sintaktis sejajar dengan Anak Domba 5:6. 
Ini adalah satu lagi parodi kematian dan kebangkitan Yesus. 

□ " tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh" Apakah Iblis memiliki kemampuan untuk 
membangkitkan orang ini, atau ini hanyalah trik, penipuan, dan menirukan (lih.l3:15)? Setan menjadikan parodi 
kuasa Allah di dalam Kristus. 

Hal ini mungkin merupakan kiasan sejarah ke mitos "Nero redivivus", yang menegaskan bahwa Nero akan 
hidup kembali, dan kembali dengan pasukan timur besar (Partia), dan menyerang Roma (lih.Sibylline Oracles, 
bukuIII-V). 

□ "Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu" Setan akan menggunakan mujizat untuk meyakinkan 
dunia yang tidak percaya agar supaya mengikutinya (lih.Mat. 24:24; Markus 13:22; II Tesalonika. 2:9; Wahyu 
13:5; 17:8), yang merupakan parodi dari Kristus. Dunia terkesan oleh kuasa dari dua saksi dalam Wahyu 11:13; 
sekarang ketidaktetapan mereka terlihat pada mereka menyembah binatang itu. 

13:4 "mereka menyembah naga itu. . dan mereka menyembah binatang itu" Keinginan yang jahat bukan 
hanya kekuasaan politik, tetapi ibadah (lih.ay. 8). Setan ingin disembah (lih.L3:12; 14:9,11, 16:2, 19:20; Mat 4:8- 

136 



9). Dia ingin menjadi seperti Allah (lih.Isa 14:12-15 mungkin). Secara implisit, hal ini berkaitan dengan 
kebohongan Ular dalam Kej. 3:5 dan dalam Mat. 4:9; Lukas 4:5-7. 

□ "Siapakah yang sama seperti binatang itu?" Ada dua saran asal untuk frasa ini. Beberapa melihatnya 
sebagai (1) sebuah parodi untuk YHWH ditemukan di Kel. 15:11; Maz. 35:10, 113:4; (2) parodi YHWH dalam 
Yes. 40:18-22; 43:11; 44:6,8,9-20, 45:6, atau (3) referensi untuk Lewiatan dan Behemoth dalam literatur 
apokaliptik Yahudi (salah satu contoh dalam Perjanjian Lama yaitu Ayub 41, khususnya ay 33-34). 

13:5 Dalam ayat 5-7 dan 14-15 ada beberapa PASSIVE VERBS yang menyiratkan izin yang diberikan oleh Setan 
dan pada akhirnya oleh Allah (lih.Ayub). Tuhan menggunakan Iblis untuk tujuan-Nya sendiri! Kejahatan 
mengungkapkan motifnya sendiri dengan kata-kata dan tindakan. 

□ "mulut yang penuh dengan kesombongan" Ini merupakan acuan untuk: 

1. "Binatang" di Dan. 7:8,11,20,25; 11:36 

2. Antiokhus IV Epifanes di Dan. 8; I Makabe. 1 :24 

3. dan / atau "orang berdosa" di II Tesalonika 2:4 

Beberapa melihat sebuah referensi terhadap Pembinasa keji dari Mat. 24:15, yang merujuk kepada invasi dan 
penghancuran Yerusalem di bawah pimpinan jenderal Romawi, dan kemudian Kaisar, Titus, di tahun 70 Masehi. 
Ini adalah contoh yang baik bagaimana fokus historis dari simbol-simbol perubahan. Dalam Dan. 8 mengacu pada 
Antiokhus IV Epifanes periode interbiblical; dalam Mat. 24 itu merujuk kepada kehancuran Yerusalem pada 
tahun 70 Masehi dan di Dan. 7 (dan mungkin 1 1:36-39) itu merujuk pada aktivitas akhir zaman Antikristus. 

□ "untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya" Ini merupakan acuan langsung kepada Dan. 
7:25. Ini pertama kali disebutkan dalam 11:2-3. Ini adalah metafora yang menunjukkan masa penganiayaan. Lihat 
Topik Khusus pada 11:2 dan catatan di 12:6. 

13:6 "Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah" Ada dua atau tiga kali penghujatan dalam ayat ini 
terhadap nama Tuhan, kemah Allah, dan umat Tuhan. Ini tergantung pada bagaimana seseorang menerjemahkan 
frasa Yunani. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 13:7-10 

7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan 
mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. 8 Dan semua 
orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak 
dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. Barangsiapa 
bertelinga, hendaklah ia mendengar! "Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; 
barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di 
sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus. 



13:7 "Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan 
mereka" Ini adalah AORIST PASSIVE INDICATIVE dan AORIST ACTIVE INFINITIVE. Implikasi dari 
PASSIVE VOICE adalah bahwa Tuhan mengijinkan ini terjadi. Kami tidak mengerti semua yang ada di belakang 
ini, tapi jelas dari kitab Wahyu bahwa Allah mengendalikan semua sejarah. Perang terhadap orang-orang kudus- 
Nya disebutkan di Dan. 7:21,25. Hal ini mengacu pada kematian fisik umat Allah. Ada saat ketika musuh 
tampaknya menjadi pemenang (seperti Kalvari), tetapi Wahyu dan Daniel mengajarkan bahwa itu hanyalah 
semen tara! Perhatikan bahwa umat Allah dilindungi dari murka Allah, tetapi bukan dari murka binatang dan para 
pengikutnya. Allah mengijinkan kemenangan kejahatan dalam rangka untuk mengungkapkan maksud yang 
sebenarnya dan alami. 

□ "orang-orang kudus" Lihat Topik Khusus di 5:8. 



137 



□ "dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa" frasa ini 
menunjukkan (1) bahwa Wahyu harus ditafsirkan dalam arti lebih luas dari Kekaisaran Romawi saja, karena 
kalimat universal inklusif ini, atau (2 ) hal ini berhubungan dengan acara besar Kekaisaran. 

13:8 "Semua orang yang diam di atas bumi" ini adalah frasa berulang mengacu pada orang-orang yang tidak 
percayadi dalam Wahyu (lih.3:10; 6:10; 8:13; 11:10, 13:8,12,14; 17: 8). 

□ "yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari 
Anak Domba, yang telah disembelih" Secara sintaktis tidak pasti apakah frasa "sejak dunia dijadikan" harus 
diambil dengan (1) "nama kami tertulis" (lih.RSV, NRSV, TEV, NJB dan 17:8; Ef. 1:4) atau (2) "Anak Domba 
yang disembelih" (lih.KJV, NKJV dan 1 Pet. 1:19 - 20). Urutan kata dari teks ini dan 17:8 menunjukkan bahwa 
frasa ini mungkin menjelaskan nama-nama orang percaya tertulis di dalam kitab kehidupan bahkan sebelum 
penciptaan! 

Frasa "sejak dunia dijadikan" digunakan beberapa kali dalam Perjanjian Baru (lih.Mat. 25:34;. Yohanes 
17:24; Ef. 1:4; 1 Pet. 1:19-20). Ada juga sebuah frasa yang sangat mirip dalam Mat. 13:35; Lukas 1 1:50; Ibr. 4:3; 
9:26 dan Wahyu 17:8. Kombinasi frasa ini menunjukkan aktivitas penyelamatan Allah sebelum penciptaan dunia. 
Orang percaya aman di dalam Kristus (lih.7:4; 11:1; 13:8). Kejahatan dibatasi oleh Tuhan yang berdaulat (jumlah 
verba PASSIVE dalam bab ini dan batas waktu). Tampaknya buruk dalam jangka pendek, tetapi lihatlah pada 
gambar besar! 

□ "kitab kehidupan" dari Dan. 7:10 dan Wahyu 20:11-15 kita memahami bahwa ada dua buku metafora 
disebutkan dalam hubungannya dengan nasib manusia: (1) Kitab Kehidupan, yang berisi nama-nama mereka yang 
telah dikenal secara pribadi oleh Allah (PL) dan yang telah menerima Kristus (NT) [lih.Kel. 32:32-33; Maz. 
69:28; Dan. 12:1; Yes.4:3; 34:16; Lukas 10:20; HI. 4:3; Ibr. 12:23, Wahyu 13:8, 17:8, 20:15; 21:27; ] dan (2) 
Kitab Akta Manusia, yang merekam aktivitas manusia, baik positif maupun negatif (lih.Maz. 56 : 8; 139:16, Yes. 
65:6;. Mai 3:16). Ini adalah metafora jelas, tetapi secara akurat menggambarkan kemampuan Tuhan untuk 
mengetahui mereka yang menjadi milik kepunyaan-Nya dan orang-orang yang telah menolak Dia bertanggung 
jawab (lih.Gal 6:7). 

□ "yang telah disembelih" Lihat catatan di 5: 12. 

13:9 "Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar" Ini merupakan tema berulang di surat-surat kepada 
ketujuh jemaat (lih.2:7,17; 3:6,13,22). Sama seperti ungkapan lain dalam ay. 9-10, adalah kalimat FIRST CLASS 
CONDITIONAL SENTENCE, yang dianggap benar untuk tujuan literature penulis. Fakta bahwa ungkapan- 
ungkapan ini berkaitan dengan jemaat-jemaat tampaknya menyiratkan bahwa frasa berikutnya (ay. 10) juga 
diarahkan kepada umat Allah. 

13:10 Ayat ini bisa menjadi acuan untuk Yer. 15:2 atau 43:11, yang berbicara tentang penghakiman Allah. Ada 
beberapa varian manuskrip Yunani yang terkait dengan verba "membunuh". Ini telah menyebabkan terjemahan 
bahasa Inggris yang berbeda dari ayat ini. 

1 . KJV dan NKJV mengrhubungkan kedua frasa untuk para penganiaya umat Allah 

2. NRSV dan RSV membuat klausa pertama berhubungan dengan orang-orang Kristen yang dianiaya dan 
klausa kedua untuk para penganiaya anti-Tuhan 

3. mungkin interpretasi ketiga (TEV dan NJB) adalah bahwa kedua klausa itu merujuk kepada orang Kristen 
yang dianiaya 

Kenyataan bahwa ada begitu banyak variasi dalam terjemahan menunjukkan ketidakpastian. Ini jelas suatu 
kebenaran rohani bahwa Allah mengendalikan sejarah. Pertanyaannya adalah kepada siapa ungkapan itu 
ditujukan. 

1. Kepada orang Kristen untuk mendorong mereka supaya tetap setia (lih.Mat. 26:52; Fil. 1:28) 

2. Kepada penganiaya untuk meyakinkan mereka bahwa mereka akan bertanggung jawab suatu hari di 
hadapan Allah untuk pilihan dan tindakan mereka? 



138 



NASB "Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus" 

NKJV "Itulah sebabnya umat Allah harus tabah dan setia" 

NRSV "Inilah panggilan untuk bertahan dan iman dari orang-orang kudus" 

TEV "Panggilan untuk bertekun dan iman adalah bagian dari umat Allah" 

NJB "Inilah sebabnya mengapa orang-orang kudus harus memiliki ketabahan dan iman" 

Ayat 9 dan akhir ay. 10 menunjukkan bahwa frasa ini harus mengacu pada umat Allah (lih.Mat. 26:52). Ayat 
ini juga menggambarkan orang percaya yang sejati (lih.l4:12; 12:11,17). Mereka didorong untuk bertahan sampai 
akhir (lih.2:3,7,l 1,17,26; 3:5,12,21; 21:7). Ketekunan adalah bukti keselamatan yang sejati (lih.I Yohanes 2:19). 
Lihat catatan dan Topik Khusus di 2:2. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 13:11-18 

n Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak 
domba dan ia berbicara seperti seekor naga. 12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu 
dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah 
binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, 
bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. 14 Ia menyesatkan mereka 
yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan 
mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk 
menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. ls Dan kepadanya diberikan 
kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, 
dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. 
16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau 
hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 17 dan tidak seorangpun yang dapat 
membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau 
bilangan namanya. 18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia 
menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya 
ialah enam ratus enam puluh enam. 



13:11 "Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi" Ini merupakan acuan kepada Dan. 
7:17. Banyak yang mengasumsikan bahwa kedua binatang adalah parodi dari dua saksi Allah dalam 11:13-14, 
sementara yang lain beranggapan bahwa naga dan dua binatang adalah parodi dari Trinitas. 

Sebagai binatang dari laut adalah sebuah kiasan untuk Leviathan (lih.Ayub 41:1-34), master kekacauan berair 
kuno, sehingga binatang dari tanah merupakan kiasan untuk Behemoth (lih.Ayub 40:15-24), rakasa tanah yang 
sesuai (ini sama sekali tidak mengacu pada dinosaurus, tetapi untuk mitologi timur kuno). 

Binatang ini adalah simbol dari kejahatan (kekacauan) dan pemberontakan dalam penciptaan Allah (lih.Maz. 
74:12-14; Ayub 3:8; Yes.5 1:9-11; Amos 9:3). Kadang-kadang Leviathan disebut Rahab (yang bengkok, yaitu 
ular, lihat Yesaya 51:9). Di tempat lain Rahab adalah nama untuk Mesir (Nil, yaitu, memutar sungai, lih. Maz. 
87:4; Yes. 30:7 dan mungkin Yeh. 32, khususnya ay. 2-3). 

□ "bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga" Penyebutan anak 
domba adalah parodi jelas tentang Kristus (lih.5:6). suara dan / atau pesan Nya mengungkap karakternya yang 
sejati. Kemudian dalam Wahyu makhluk yang kedua selalu disebut sebagai nabi palsu (lih. 16: 13; 19:20; 20:10). 
Dia tidak mencari kemuliaan untuk dirinya sendiri, tetapi merekrut dunia untuk menyembah binatang (lih.ay. 12). 
Ini adalah parodi dari karya Roh Kudus (lih. Yohanes 14-16) dalam mempromosikan Kristus. Jadi kita memiliki 
trinitas yang tidak kudus: Setan sebagai parodi Allah Bapa; binatang laut sebagai parodi Allah Anak, dan binatang 
tanah sebagai parodi Allah Roh. 

13:13 "Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat" ini adalah PRESENT TENSE VERB yang berarti ia 
terus mengadakan keajaiban. Diharapkan bahwa guru-guru palsu akhir zaman akan dapat melakukan hal yang 
ajaib dan bahkan memimpin umat pilihan ke penyesatan, jika itu mungkin (lih.Mat. 24:24. Markus 13:22; II 

139 



Tesalonika. 2:9-11 ; Didache 16:3,4). Mujizat tidak otomatis adalah tanda-tanda Allah (lih.Kel 7:8-13). Ini adalah 
satu lagi parodi pelayanan Kristus. 

□ "bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang" Ini mirip dengan Elia 
dalam 1 Raj. 18:38, yang mungkin merupakan sumber keterangan dua saksi yang ditemukan di 11:5. Mungkin 
merujuk kepada api yang turun sebagai penghakiman Allah dalam Yeh. 38:22 atau 39:6. Hal ini mungkin parodi 
lainnya : (1) dari dua saksi; (2) dari tindakan Allah di PL; atau (3) Pentakosta dalam Kis. 2. 

13:14 "yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu" Kata "luka" (pl_ge, lihl3:3,12,14) Biasanya 
diterjemahkan "wabah" di Wahyu (lih.9: 18,20; 11:6; 15:1,6,8; 16:9,21; 18:4,8; 21:9; 22:18). Catatan kaki yang 
NRSV miliki untuk ay. 3 "wabah kematian nya," untuk ay. 12 "wabah kematian," dan untuk ay. 14 "yang telah 
menerima wabah dari pedang" Maksud teologis. terjemahan ini adalah untuk menunjukkan bahwa Antikristus 
bukanlah manusia, namun sistem dunia. Istilah ini dapat digunakan secara metafora dari sebuah "pukulan nasib" 
atau wabah (lih.Arndt dan Gingrich, hal 674), tetapi makna dasarnya adalah pukulan atau luka. 

Ungkapan atas frasa "dan yang tetap hidup" menunjukkan bahwa "wabah" bukanlah terjemahan yang terbaik 
dalam ayat-ayat yang berhubungan dengan binatang itu. Gagasan anti- Kristus akhir zaman, Antikristus 
memimpin bangsa dalam pemberontakan diramalkan dalam Perjanjian Lama di Yeh. 38-39; Zak. 14; Dan. 7:21- 
27; 9:24-27; 11:36-39 dan dalam literatur apokaliptik intertestamental, Sibylline Oracles, buku III, IV Esdras 
5.4,6 dan Apokalips Barukh XL, dan di NT, II Tesalonika 2:3,8-9. 

13:15 "Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu" Di tempat 
lain binatang ini dari tanah disebut nabi palsu (lih. 16: 13; 19:20; 20:10). Mungkin ini adalah metafora dari 
penyuntikan hidup (misalnya, bahasa Ibrani ruah = nafas) ke dalam gerakan (lih. Yeh 37). 

13:16 "diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya" Sebagai orang-orang kudus yang 
dimeteraikan kepada Allah dalam 7:3, di sini si jahat meniru tindakan Allah dengan membuat tanda sendiri. Kata 
Yunani berarti sebuah merek hewan atau cap pada dokumen pemerintah. Karena tempat dari tanda, beberapa 
berpikir bahwa hal ini merupakan penyimpangan dari kemunafikan Yahudi (lih.Ul 6:8). Yang lain menganggap 
bahwa yang berkaitan dengan budaya Romawi abad pertama, di mana budak dicap dengan nama pemiliknya atau 
tentara ditato untuk menghormati mereka. 

13:17 Tanda dari binatang itu terkait dengan pembelian makanan, dan mungkin pekerjaan. Umat Tuhan tidak 
dilindungi dari penderitaan ekonomi ini. 

13:17-18 "bilangan namanya" Bahasa kuno yang menggunakan huruf-huruf abjad mereka untuk juga berdiri 
atas bilangan. Sebagai konsonan Ibrani nama Yesus, inkarnasi Allah, ditambahkan hingga 888 (lih.Sibylline 
Oracles, 1,324), sehingga nama binatang itu, inkarnasi akhir zaman Iblis ditambahkan hingga 666. Enam 
merupakan kurang dari angka sempurna 7 (lih.Kej 1, tujuh hari penciptaan); diulang tiga kali ini membentuk 
superlatif Ibrani (lih. Yes. 6:3; Yer. 7:4). 

Mungkin juga bahwa sejak enam adalah bilangan manusia, mungkin mengacu pada personirikasi setiap orang 
dari trinitas yang tidak kudus-naga (setan), binatang laut (Antikristus) dan binatang tanah (nabi palsu). Sepertinya 
bagi saya, binatang yang pertama adalah personifikasi dari sistem politik anti-Tuhan dan makhluk yang kedua 
adalah personirikasi dari sistem agama anti-Tuhan. Kita sedang bergerak menuju pelacur besar di pasal 17, 
lambang sistem dunia anti-Allah dari Dan. 7. Apakah itu Babel kuno, Roma abad pertama, atau kerajaan dunia 
akhir-waktu komposit, itu menunjukkan bahwa sejarah manusia bergerak menuju konflik utama antara "dewa di 
dunia ini" (lih.II Kor. 4:4) dan kaki tangan nya versus penciptaan Allah dan Mesias-Nya (lih.Maz. 2). 

13:18 "bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam" Manuskrip Yunani papirus P 115 dan manuskrip 
uncial Yunani Codex C (abad keenam) memiliki 616. Naskah papyrus dari abad ketiga atau keempat disebut 
papirus Oxyrhynchus. Beberapa (Bruce Metzger, A Textual commentary on the Greek New Testament, hal 750) 
mengatakan bahwa 666 mencerminkan Neron Caesar, bentuk Yunani, yang ditulis dalam bahasa Ibrani, bentuk 
Latin dari Caesar Nero akan sama dengan 616. 

140 



WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 14:1-20 

A. Ada kemungkinan bahwa pasal 14 adalah tanggapan terhadap penyajian kejahatan yang luar biasa dari 
pasal 12 dan 13. Saya yakin bahwa para pembaca bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada orang-orang 
kudus selama penganiayaan akhir zaman yang mengerikan. 

B. Beberapa telah melihat struktur literatur lain dari "tujuh" dalam ay. 6-20. Ada serangkaian tujuh malaikat, 
tetapi struktur ini tidak tampak teologis yang signifikan. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:1-5 

*Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia 
seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 2 Dan 
aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. 
Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. 3 Mereka 
menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan 
tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu 
orang yang telah ditebus dari bumi itu. 4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya 
dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang 
yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja la pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai 
korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. s Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat 
dusta; mereka tidak bercela. 



14:1 "Anak Domba" Ini adalah referensi bagi Mesias (lih.5:6,8,12-13; 13:8; Yes.53:7, Yohanes 1:29,36; 1 Pet 
1:18.-19). 

□ "Berdiri di atas bukit Sion" Ada banyak teori mengidentifikasi kalimat ini; 

1. itu berdiri bagi gn. Moriah dan daerah Bait Allah di Yerusalem (lih.Yes 24:23; Joel 2:32) 

2. itu singkatan dari Yerusalem sorgawi (lih. Ibr. 11:10,16; 12:22-23; 13:14; Gal. 4:26) 

3. bahwa itu adalah simbol apokaliptik yang ditemukan dalam buku non-kanonik II Esdras 2:42-47; 
13:35,39-40 

4. yang mengacu pada bagian-bagian Perjanjian Lama yang berbicara tentang akhir zaman pengumpulan 
umat Allah (lih.Maz. 48; Yes.24:23; Yoel 2:32; Mikah 4:1,7; Obaja ay. 17, 21) 

5. bahwa latar belakang, seperti bagian lain di seksi ini, Maz. 2, 6 terutama ay.6 

Ingat bahwa komentator menghubungan masing-masing penglihatan kepada (1) bagian Perjanjian Lama atau 
tempat di Palestina; (2) literatur apokaliptik intertestamental, atau (3) abad sejarah Yunani-Romawi pertama. Bagi 
saya penglihatan di PL dimulai dengan pasal 6, berhubungan dengan umat Allah PB (orang percaya Yahudi dan 
bukan Yahudi), orang-orang kudus, gereja. Dalam kasus ini, itu adalah kiasan ke bait Allah surgawi (lih.Ibr 8:2; 
9:11,24). 

□ "bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang" Ini adalah kelompok yang sama 
yang telah ditebus seperti dalam 5:9; yang telah dimeteraikan di 7:4-8 (lihat catatan lengkapdi 7:4); dari mereka 
disucikan oleh darah Anak Domba di 7:14-17. Oleh karena itu, menurut pendapat saya, ini singkatan derdiri untuk 
umat Allah, orang-orang kudus, gereja. Untuk catatan lengkap tentang identitas dari 144.000, lihat 7:4. Dalam 
referensi sebelumnya mereka dimeteraikan tapi masih dianiaya, namundi sini mereka menang ! 

□ "di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya" Apakah ini merujuk ke satu atau dua 
nama?Mungkin merujuk pada judul dari Yes. 9:6, yang berhubungan dengan Bapa dan Anak. Ini adalah orang- 
orang yang telah dimeteraikan dan menjadi milik Allah (lih.Rev 7). Lihat catatan di 7:2. 

141 



14:2 "Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan" frasa deskriptif ini digunakan untuk suara Allah 
di Yeh. 43:2, suara Yesus di 1:15, dan suara orang banyak dari surga 'di 19:6. Sering digunakan untuk 
menunjukkan bahwa si pembicara berada di surga (lih.4:5; 11:19; 16:8). 

14:3 "mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta itu" Ini merupakan acuan kepada 
Wahyu 5:9. Kata "mereka" bisa mengacu pada (1) makhluk-makhluk malaikat yang menyanyikan lagu dalam 
Wahyu 5:9 atau (2) lagu dari 144,000 di bagian penutup ay. 3 dan 15:2 . Lagu baru ini merupakan acuan kepada 
Yes.42:10 dan mungkin Maz. 33:3, 40:3, 96:1, 98:1, 144:9, 149:1. Roh masa baru yang dijanjikan telah datang! 

□ "yang telah ditebus dari bumi" ini adalah konsep PL dari penebusan oleh keluarga terdekat (go'el, yaitu, 
Ruth dan Boas). Digunakan untuk orang kepada siapa Kristus telah mati (lih.5:9; 7:14). Lihat Topik Khusus : 
Ransom / Penebusan di 5:9. 

14:4 "Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan" 

Telah ada banyak diskusi tentang ayat ini karena sepertinya menyiratkan bahwa ini adalah salah satu grup selibat 
laki-laki dari 144.000 di pasal 7. Namun, saya berpikir bahwa ungkapan-ungkapan ini dapat dijelaskan dalam 
simbolik, atau setidaknya, istilah PL, dan tidak pernah dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah. Ungkapan 
"tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan" dapat dipahami dengan beberapa cara: 

1 . mengacu kepada selibat secara harfiah 

2. mengacu pada perzinahan rohani dengan binatang atau pelacur besar (lih.l4:8; 17:2; 18:9) 

3. mengacu pada komentar khusus yang dibuat untuk tujuh jemaat (lih.2: 14,20,22; 3:4) 

4. mengacu pada pemurnian ritual PL untuk menyembah atau pertempuran (lih.Kel 19:14-15; Ul. 23:9-10; I 
Sam. 21:4-5; II Sam. 11:6-13 

5. itu hanya sebuah kiasan untuk judul PL bagi umat Allah, "Anak dara Sion" (lih.2 Raj. 19:21; Yer 18:13; 
Rat. 2:13; Amos 5:2; II Korintus 11:2; Ef. 5:27). 

Harus ditegaskan bahwa hubungan seksual antara pasangan yang menikah bukan merupakan aktivitas 
spiritual. Seksualitas (perkawinan) adalah ide Allah, jalan-Nya untuk memenuhi bumi, perintah-Nya (lih.Kejadian 
1:28; 9:1). Selibat pastilah suatu karunia rohani untuk pelayanan (lih.l Kor 7), Tetapi bukan keadaan suci. 
Asketisme Yunani tidak lah alkitabiah (begitu juga pra-pernikahan atau perkawinan ekstra-aktivitas seksual) ! 

□ "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja la pergi" ini berbicara 
tentang pemuridan dan pelayanan (lih. Yoh. 7:17; 10:4). 

□ "dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah" Istilah ini digunakan dalam PL untuk 
menunjukkan kepemilikan Allah terhadap seluruh tuaian (lih.Kel. 23:19; 34:76). Dalam PB mengacu pada jemaat 
(lih.Ibr 12:23; Yak. 1: 18), umat Yesus, yang adalah buah sulung dari kebangkitan (lih.saya 1 Kor. 15:20,23; 
Wahyu 1:5). 

14:5 "di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta" Ada beberapa kemungkinan asal usul metafor ini: 

1 . berhubungan dengan ungkapan serupa dalam Wahyu 21 :27 dan 22: 15 

2. berhubungan dengan menyembah Kaisar di mana orang Kristen tidak pernah menyerah kepada perintah 
penganiaya untuk berkata, "Kaisar adalah Tuhan" 

3. merupakan simbol dari pencemaran PL (lihMaz. 32:2; Zef. 3:13) 

4. mungkin dijadikan acuan untuk orang-orang yang tidak percaya seperti dalam Rom. 1:25; I Yohanes 2:22 

"mereka tidak bercela" Secara harfiah "tanpa_ cacat" (lih.Fil 3:6). Awalnya disebut hewan kurban, tapi 
digunakan secara metafora untuk manusia (lih.Nuh, Kej 6:9,17 dan Ayub, Ayub 1:1). Diterapkan untuk Yesus 
dalam Ibr. 9:14 dan 1 Pet. 1:19. Ini merupakan cara lain untuk mengacu pada kehidupan Kristus. Ini adalah 
kehendak Allah bagi umat-Nya (lih.Im. 19:2; Ul. 18:13; Mat. 5:48; I Pet 1:16) 



142 



TOPIK KHUSUS: TIDAK BERSALAH, TANPA DOSA, TAK BERDOA, TANPA CELA 

A. Pernyataan Pembuka 

1. Konsep ini secara teologis menggambarkan keadaan asli umat manusia (yaitu, Kej 1, Taman 
Eden). 

2. Dosa dan pemberontakan telah menghancukan kondisi persekutuan yang sempurna (yaitu, Kej. 
3). 

3. Manusia (pria dan wanita) merindukan pemulihan persekutuan dengan Allah, karena mereka 
diciptakan dalam gambar dan rupa-Nya (yaitu, Kej 1 :26-27). 

4. Allah telah berurusan dengan umat manusia berdosa dalam beberapa cara 

a. pemimpin yang saleh (yaitu, Abraham, Musa, Yesaya) 

b. sistem pengorbanan (yakni, Im. 1-7) 

c. Teladan yang saleh (yaitu, Nuh, Ayub) 

5. Pada akhirnya Tuhan memberikan Mesias 

a. sebagai wahyu Allah sendiri 

b. sebagai korban yang sempurna untuk dosa 

6. Orang Kristen diciptakan tanpa salah 

a. melalui kebenaran diperhitungkan sebagai Kristus 

b. Secara progresif melalui pekerjaan Roh 

c. tujuan kekristenan adalah keserupaan dengan Kristuss (lih.Rom 8:28-29; Ef. 1:4), yang pada 
kenyataannya, adalah pemulihan gambar Allah yang hilang oleh karena kejatuhan Adam dan 
Hawa 

7. Surga adalah pemulihan persekutuan sempurna dari Taman Eden. Surga adalah Yerusalem Baru 
yang turun dari kehadiran Allah (lih. Wahyu 21:2) ke bumi yang dimurnikan (lih.II Pet 3:10). 
Alkitab dimulai dan berakhir pada tema yang sama. 

a. persekutuan pribadi yang intim dengan Allah 

b. di sebuah taman (Kej. 1-2 dan Wahyu 21-22) 

c. oleh pernyataan kenabian, kehadiran dan persahabatan binatang (lih. Yes. 11:6-9) 

B. Perjanjian Lama 

1 . Ada begitu banyak a kata-kata Ibrani berbeda yang membawa konsep kesempurnaan, tanpa dosa, 
tak bersalah, bahwa akan sulit untuk disebutkan dan menampilkan semua hubungan yang rumit. 

2. Istilah utama membawa konsep kesempurnaan, tanpa salah, atau tanpa dosa (menurut Robert B. 
Girdlestone, Synonyms of the Old Testament, hal. 94-99). Adalah: 

a. Shalom 

b. Thamam 

c. Calah 

3. Septuaginta (yaitu, Alkitab dari jemaat mula-mula) banyak menerjemahkan konsep-konsep ini ke 
dalam istilah yang digunakan dalam bahasa Yunani Koine PB. 

4. Konsep utama terhubung ke sistem pengorbanan. 

a. amemos (lih. Kel. 29:1; Im. 1:3,10; 3:1,6,9; Bil. 6:14; Maz. 26:1,11) 

b. amiantos dan aspilus juga memiliki konotasi ibadat 

C. Perjanjian Baru 

1 . Konsep yang sah 

a. konotasi ibadat Ibrani yang sah diterjemahkan oleh amemos (lih.Ef. 5:27; Fil. 2:15; 1 Pet. 
1:19) 

b. konotasi Yunani yang sah (lih. 1 Kor 1:8; Kol 1:22) 

2. Kristus tidak berdosa, tidak bersalah, tanpa cela (amemos) (lihat Por. 9:14; 1 Pet. 1:19) 
Pengikut Kristus harus meniru-Nya (amemos) (lih. 1:4; 5:27; Fil. 2:15; Kolose 1:22, II Pet. 3:14; 
Yudas 24; Wahyu 14:5 ) 



143 



3. Konsep ini juga digunakan para pemimpin jemaat 

a. anegkletos, "tak bercacat" (lih.I Tim. 3:10; Titus 1:6-7) 

b. anepileptos, "tidak bercela" or "tanpa cela" (lih.I Tim. 3:2; 5:7; 6:14; Titus 2:8) 

4. Konsep "bersih" (amiantos) digunakan untuk 

a. Kristus sendiri (lih.Ibr. 7:26) 

b. Warisan orang Kristen (lih.I Pet. 1:4) 

5. Konsep "seluruhnya" atau"utuh" (holoklerid) (lih. Kis. 3:16; I Tes. 5:23; Yak. 1:4) 

6. Konsep "Tanpa salah", tak bersalah, tak berdosa dikatakan dengan amemptos (lih.Luk. 1:6; Fil. 
2:15; 3:6; ITes. 2:10; 3:13; 5:23) 

7. Konsep "bukan subjek untuk disalahkan" dikatakan dengan amemetos (lih.I Pet. 3: 14) 

8. Konsep " bersih", "tidak bercacat" sering digunakan dalam bagian yang memiliki salah satu syarat 
di atas juga (lih.I Tim. 6:14; Yak. 1:27; I Pet. 1 : 19; II Pet. 3:14) 

D. Jumlah kata dalam bahasa Ibrani dan Yunani yang menyampaikan konsep ini menunjukkan betapa 
pentingnya. Tuhan menyediakan kebutuhan kita melalui Kristus dan sekarang memanggil kita untuk 
menjadi seperti Dia. 

Orang-orang percaya secara posisi, forensik dinyatakan "benar," "adil" "tak bercela" oleh karya 
Kristus. Sekarang orang percaya mendapatkan posisi mereka. "Berjalanlah di dalam terang seperti Dia 
ada di dalam terang" (lih.I Yohanes 1:7). "hidup berpadanan dengan panggilan itu" (lih.Ef. 4:1,17; 
5:2,15). Yesus telah memulihkan gambar Allah. Persekutuan Intim sekarang memungkinkan lagi, tapi 
ingat Tuhan ingin orang-orang yang mencerminkan karakter-Nya, sama seperti Anak-Nya. Kita 
dipanggil untuk hidup kudus (lih.Mat. 5:20,48; Ef. 1:4; 1 Pet. 1:13-16). Kekudusan Allah, tidak hanya 
sah, tetapi eksistensial 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:6-7 

6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang 
kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku 
dan bahasa dan kaum, 7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, 
karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan 
laut dan semua mata air." 



14:6 "Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit" Dalam 8:13 ada elang yang 
terbang di tengah-tengah langit, menunjukkan sesuatu yang bisa terlihat dan mampu memberitakan ke seluruh 
bumi. 

□ "dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi" 

kalimat "sebuah Injil yang kekal" hanya ditemukan di sini. Penting bahwa "Injil" di sini adalah bagi mereka yang 
hidup (tinggal) di bumi dan sering digunakan dalam Wahyu untuk orang-orang yang tidak percaya. Beberapa 
melihat ini sebagai penggenapan Mat. 28:18-20 atau lebih khusus, Mat. 24:14 dan Markus 13:10. Isi Injil ini sama 
seperti yang diberitakan Yohanes Pembaptis (lih.Lukas 3:3-14), atau pernyataan Yesus kepada si jahat dalam Mat. 
4:10. Pesan penghakiman adalah elemen penting dalam Injil ini. Ayat 6-7 adalah signifikan, karena mereka 
menunjukkan kepada kita bahwa semua penghkaiman yang dikirim pada manusia yang terhilang adalah untuk 
tujuan penebusan (lih.9:20-21; 16:9,11). 

Dalam ay. 12 orang percaya yang sejati dicirikan sebagai orang-orang yang (1) memelihara (yaitu, 
PRESENT PARTICIPLE) perintah-perintah Allah dan (2) tetap (yaitu, PRESENT PARTICIPLE yang sama) 
beriman dalam Yesus. 

□ "untuk setiap bangsa dan suku dan bahasa dan kaum" Lihat catatan pada 10:11. 

14:7 "Takutlah akan Tuhan dan muliakanlah Dia" Ini adalah AORIST PASSIVE (deponent) IMPERATIVE 
dan AORIST ACTIVE IMPERATIVE. Ada tiga AORIST IMPERATIVES dalam ay. 7. Manusia diperintahkan 
untuk menanggapi Allah dalam menentukan tindakan iman (lih. Yohanes 1:12; Rm. 10:9-13). Dalam 11:13 

144 



manusia yang telah jatuh tampaknya memuliakan Allah, tetapi dengan cepat ditarik kembali oleh keajaiban 
binatang dalampasal 13. 

□ "karena telah tiba saat penghakiman-Nya" Istilah "saat" signifikan dengan Injil Yohanes (lih.2:4; 4:21,23; 
5:25,28; 7:30; 8:20; 12:23,27; 13:1; 16:21,32; 17:1). Ini berbicara tentang waktu ilahi peristiwa yang telah 
ditentukan terdahulu (Hari Tuhan, lih. 14:15 dan 9:15). 

□ "menyembah Dia" Ini adalah satu lagi AORIST ACTIVE IMPERATIVE yang merupakan perintah yang 
menentukan. 

□ "yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air" ini mirip dengan afirmasi yang 
ditemukan dalam Kisah 14:15, yang mengutip Kejadian 14:19; Kel. 20:11 atau Maz. 146:6. Allah digambarkan 
sebagai pencipta seperti dalam Ayub 38-41. Satu-satunya alimat yang tidak biasa adalah "mata air", yang dilihat 
sebagian orang sebagai (1) yang terhubung ke wabah awal dari malaikat (lih.8:10) atau (2) kontras dengan air laut 
yang tidak bisa diminum. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:8 
8 Dan seorang malaikat lain, m 
Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya." 



8 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh 



14:8 "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu" Kata kerja tidak hanya diulangi, tetapi terjadi pertama 
di kalimat Yunani, menekankan AORIST ACTWE INDICATIVES. Sangat sulit untuk menafsirkan kitab Wahyu 
karena konsep yang diperluas di tempat yang berbeda (binatang secara singkat disebutkan dalam 1 1:7 tetapi tidak 
dijelaskan sampai pasal 13). Diskusi penuh tentang kejatuhan Babel ditemukan dalam 16:19 dan 17:1-18:24. Ada 
untuk Roma (lih. 1 Pet 5:13; II Baruch 11:1; 67:7; Sibylline Oracles 5:143, 159, 424), tetapi akhirnya berdiri 
untuk semua masyarakat manusia yang teratur dan berfungsi terpisah dari Allah. Kecukupan diri manusia ini 
adalah akibat langsung dari kejatuhnan (lih.Kej 3) dan pertama kali diungkapkan di Menara Babel (lih.Kej 10-11). 
Kerajaan dunia menjadi lebih anti -Tuhan, yang akan menjadi isu dalam kerajaan dunia akhir Antikristus di akhir 
zaman (lih.Dan 2:7-8). Hal ini mungkin menjadi acuan kepada Yes. 21:9; Yer. 51:8. 

□ "yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya" acuannya terhadap Yer. 
51:7-8 (lih.l7:2,4; 18:3). istilah "nafsu" adalah istilah Yunani "thumos", yang berhubungan dengan sebuah 
ledakan emosi (lihat catatan lengkap di 7:14, lih. 17:2,3; 18:3). Mereka yang minum anggur Babel akan minum 
anggur YHWH's (lih. ay 9)! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:9-12 

'Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: 
"Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada 
tangannya, 'maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam 
cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus 
dan di depan mata Anak Domba. "Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama- 
lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang 
serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya." 12 Yang penting di sini ialah 
ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. 



14:9 "Jikalau. . " Ini. Adalah FIRST CLASS CONDITIONAL SENTENCE dengan dua kata kerja, 
"menyembah" dan "menerima". Beberapa manusia, banyak orang, akan melakukan tindakan penyembahan 
berhala. Ini adalah kebalikan dari menerima Allah sebagai Mesias dalam ay. 7 dan 12. Mereka yang akan 
melakukannya akan mengalami murka Allah (lih.ay. 10). 



145 



14:10 "ia akan minum dari anggur murka Allah" Manusia hanya memiliki dua pilihan rohani, Tuhan atau 
kejahatan. Istilah Yunani murka org _mengacu pada "oposisi yang menetap". Lihat catatan lengkap di 7:14. 
Acuannya terhadap Yes.51:17 atau Yer. 25:15-16 (lih.Wahyu 16:19; 19:15). Orang percaya hams menghadapi 
murka Babel (lih.ay. 8), tetapi orang-orang yang tidak percaya akan menghadapi murka Allah (lih.ay. 10). 
Kombinasi istilah yang aneh ini (secara harfiah "dicampur tapi tidak tercampur") berarti bahwa anggur 
murka Allah telah dicampur dengan elemen lain untuk membuatnya sangat memabukkan, tapi tidak dicampur 
sejauh yang dipermudah. Istilah "cawan " sering digunakan dalam PL untuk penghakiman Allah (lih.Yes. 
51:17,22; Yer. 25:15-17,27-29; Mzm 75:8). Yesus meminum cawan murka Allah bagi semua umat manusia 
(lih.Markus 14:36). Dunia yang tidak percaya tidak akan merespon kepada-Nya dengan iman, dan karena itu, 
mereka menghadapi cawan itu sendiri ! 

□ "dan ia akan disiksa dengan api dan belerang" ini merupakan acuan kepada penghakiman Allah atas 
Sodom dan Gomora (lih. Kejadian 19:24,28; Lukas 17:29; atau penghakiman secara umum, lih. Maz. 11:6; Yes 
34:8-11; Yeh. 38:22). Siksaan adalah nasib akhir dari dua binatang (lih.l9:20), dari si jahat (lih.20:10), dan 
manusia yang tidak bertobat (lih.20:15; 21:8). 

Api adalah metafora PL untuk kekudusan Allah (lih.Bil 9:15-16, dll.) Itu digunakan sebagai sarana penyucian 
(lih. Im. 8:17,32; 9:11,24; 13:32 , 55,57, dll) dan penghakiman (lih. Im. 10:1-2; Bil. 11:1-3, dll). Asosiasi 
penghakiman ini diperluas untuk menggambarkan tempat penghakiman. Yesus menggunakan tempat pembuangan 
sampan di selatan Yerusalem di lembah bani Hinom (Gehenna) sebagai simbol dari hukuman kekal (lih. Wahyu 
20:10, 14-15). 

14:11 "Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya", Saya berharap bisa 
percaya pada universalisme atau setidaknya pada kesempatan kedua untuk meresponi Injil, tetapi menurut Alkitab 
manusia hams meresponi pemberian Allah dengan iman (lih.Markus 1:15, Kis 3:16,19; 20:21) sementara mereka 
hidup (lih.Ibr 9:27), jika mereka menolak untuk merespon, konsekuensinya berakhir dan kekal (lih.Mark 9:47-48; 
Mat. 25:46; Yoh. 5:29, Kis 24:15; II Tesalonika 1:6-9). Hukuman permanen atas orang-orang jahat dibandingkan 
dengan penderitaan sementara orang-orang kudus. Hal ini didukung dalam kalimat, "Mereka tidak akan 
beristirahat siang dan malam" sedangkan dalam ay. 13 orang-orang kudus beristirahat. 

Ini bukan subjek yang mudah untuk dibicarakan. Kasih Allah dan hati-Nya untuk penebusan yang kontras 
dengan putusan-Nya tentang hukuman kekal. Sebagian besar penghakiman Allah adalah untuk penebusan, seperti 
tulah di Mesir dan kutuk perjanjian dari Ul. 27-29. Namun, penolakan Tuhan adalah permanen. Ini bukanlah 
pendisplinan, melainkan hukuman! Sangat sulit untuk dimengerti secara emosional. Menekankan kebutuhan 
untuk penginjilan! 

Sebelum saya meninggalkan subjek ini, izinkan saya berbagi dengan Anda apa yang saya pikirkan di area ini. 
Seburuk-buruknya neraka bagi manusia, itu lebih buruk bagi Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar- 
Nya untuk persekutuan. Semua ciptaan adalah tempat bagi Allah untuk bertemu dan mengenal manusia. Allah 
mengasihi semua putra dan putri Adam (lihat Yeh 18:32; 1 Tim. 2:4; II Pet. 3:9). Dia mengasihi mereka, Dia 
bersedia untuk mengutus AnakNya sendiri untuk mati di tempat mereka (lih.Yohanes 3:16; II Kor. 5:21). Tetapi 
Ia telah memilih bahwa orang berdosa hams merespon kepada-Nya dalam kepercayaan, iman, pertobatan, 
ketaatan, pelayanan, ibadah dan ketekunan. Tuhan tidak mengirim orang ke neraka, tetapi orang-orang yang tidak 
percaya mengirim dirinya sendiri (lih. Yoh. 3:17-21). Neraka adalah pendarahan di jantung Allah yang terbuka 
yang tidak akan pernah sembuh! Saya tidak yakin Tuhan pernah memiliki "hari yang baik". Oh, rasa sakit 
pemberontakan yang disengaja dalam menghadapi kasih yang rela berkorban! 

14:12 Ketekunan adalah tema utama di seluruh kitab (lih.l:9; 2:7,11,17,19,26; 3:5,10,12,21, 13:10, 21:7). Umat 
Allah telah ditunjukkan untuk tetap setia bahkan di tengah-tengah penganiayaan. Lihat catatan lengkap dan Topik 
Khusus di 2:7. 

□ "orang-orang kudus" Lihat Topik Khusus di 5:8. 

□ "yang menuruti perintah Allah dan iman mereka kepada Yesus" Deskripsi yang sama tentang orang 
percaya ditemukan di 12:17. Perhatikan bahwa penekanannya pada hubungan iman pribadi dengan Yesus, diikuti 
dengan gaya hidup ketaatan (lih. 12: 17; Luk 6:46). 

146 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:13 

13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang 
mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari 
jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." 



14:13 "Berbahagialah" adalah yang kedua dari tujuh berkat yang ditemukan dalam kitab Wahyu (lih. 1:3; 14:13, 
16:15,19:9,20:6,22:7,14). 

□ "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan" ini merujuk kepada para martir (seperti yang 
dilakukan 144.000), tapi waktu pasti kematian ini tidak jelas. Beberapa komentator mengaitkannya dengan masa 
Yohanes dan beberapa menghubungkannya dengan akhir zaman. Meskipun elemen waktu tidak menentu, penting 
untuk mengetahui bahwa kematian orang-orang kudus Allah adalah berharga di mata-Nya (lih. Maz. 116:15). 

Meskipun kelompok ini terdiri dari para martir Kristen, yang terbaik menafsirkan ini adalah sebagai "saksi" 
dalam arti orang percaya yang lebih umum. Tidak semua orang percaya dibunuh pada abad pertama, tidak semua 
akan dibunuh dalam kesengsaraan di akhir zaman, tapi semua orang percaya harus tetap setia kepada Kristus. 
Metafora ini adalah inklusif, bukan eksklusif . 

□ "karena segala perbuatan mereka menyertai mereka" Ini adalah paradoks kekristenan bahwa sebagai 
orang percaya kita dikaruniai oleh Roh keselamatan bagi pelayanan yang efektif dan bagi tubuh Kristus (lih. 1 Kor 
12:7,11).. Allah memanggil, memperlengkapi, dan menghasilkan buah kekekalan melalui orang-orang percaya 
yang tidak sempurna. Ini adalah karunia-Nya, Roh-Nya yang memampukan, tetapi orang-orang kudus menerima 
hadiah bagi kesetiaan mereka, ketersediaan, dan ketekunan. Orang percaya tidak diselamatkan oleh pekerjaannya 
(usaha pribadi), tetapi mereka diselamatkan oleh karena karya Tuhan (lih.Ef 2:8-9,10). Kehendak Tuhan bagi 
setiap orang percaya adalah melayani serupa dengan Kristus (lih.Rom 8:29; Gal. 4:19; Ef. 1:4)! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:14-16 

14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti 
Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. 
ls Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia 
yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk 
menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak." 16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit- 
Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah. 



14:14-16 Ada dua tuaian yang berbeda diuraikan dalam ay. 14-16 dan 17-19. Yang pertama adalah tuaian gandum 
dan yang kedua adalah tuaian anggur. Jika perbedaan ini dapat dipertahankan (dalam Yoel 3:13 dua tanaman 
dipandang sebagai satu penghakiman), yang pertama mengacu pada tuaian orang benar (lih.Mat. 9:37-38; 
13:30,38; Markus 4 :26-29; Lukas 10:2, Yohanes 4:35-38), sedangkan tuaian anggur kedua disebutkan dalam 
Yes. 63:2-6; Yer. 51:33; Rat. 1:15; Yoel 3:13 dan Wahyu 19:15 merujuk kepada orang yang jahat. 

14:14 "ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah 
mahkota emas di atas kepala-Nya" Masalah-masalah identitas yang sama di pasal 6 dan 10 berlaku untuk ayat- 
ayat ini. Apakah ini gambaran keilahian Mesias (lih. Dan. 7:13) atau seorang malaikat lain yang melayani atas 
nama-Nya? Saya rasa ini adalah seorang malaikat lain yang kuat, karena (1) ini adalah dalam serangkaian 
malaikat (lih.ay 15,17,18); (2) Mat. 13:39, 41-42, 49-50 mengatakan bahwa malaikat akan mengumpulkan dan 
memisahkan orang-orang pada saat-akhir (beberapa untuk berkat dan beberapa untuk penghakiman), dan (3) 
malaikat perintah-Nya (lih. ay 15). 

14:15 Ini adalah acuan terhadap Yoel 3:13. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 14:17-20 

17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. 
18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring 
kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan 
potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak." "Lalu malaikat itu 

147 



mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke 
dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. 20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari 
kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil. 



14:17 "Malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga" ini mengacu ke Tabernakel di surga (lih. Ibr. 8:2; 
9:11,23-24). 

14:18 "ia berkuasa atas api" Malaikat memiliki kuasa atas angin (lih.7:l), atas api (lih. 14: 18), dan atas air 
(lih. 16:5). Hal ini mencerminkan konsep Yudaisme rabinik tentang keterlibatan malaikat di alam dunia. Meskipun 
PB tidak menekankan hal ini, tidak berarti bahwa itu tidak akurat (lih.Ibr 1:7,14). 

14:20 "di luar kota" Beberapa orang melihat ini sebagai acuan kepada Kristus yang disalibkan di luar kota 
(lih.Ibr 13:12). Yang lain melihatnya hanya sebagai sebuah referensi terhadap undang-undang penyucian di PL 
dimana orang yang najis dibawa keluar perkemahan (lih. Im. 8:17; 9:11). Namun, mungkin mengacu pada 
pengumpulan akhir zaman dari musuh-musuh Allah di sekitar kota Yerusalem (lih.Maz. 2:2,6; Dan. 11:45; Yoel 
3:12-14; Zak. 14:01 -4; dan kitab apokaliptik intertestamental I Henokh 53:1). Sekali lagi, disini terdapat masalah 
literal dan kiasan yang merupakan isu utama interpretatif ! 

□ "dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil" Ini 

akan menjadi hasil dari pertempuran besar yang digambarkan dalam pasal-pasal berikutnya, atau hanya sebuah 
metafora berasal dari warna jus anggur. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah itu literal atau simbolis. Apakah ini 
menggambarkan pertempuran di waktu / ruang atau pertempuran kosmik simbolis tentang yang baik dan jahat? 
Genre menunjuk ke arah yang terakhir, tapi kata-kata Yesus di Matt. 24: Markus 13 dan Lukas 21 menunjuk 
kepada yang terdahulu. 

Jarak yang tepat tidak pasti. Beberapa mengatakan (1) 165 mil; (2) 184 mil, atau (3) 200 mil. Kata-kata yang 
tepat adalah 6.600 dua mil jauhnya. Ini adalah jumlah simbolis yang tidak biasa. Beberapa mengatakan bahwa itu 
merujuk pada jarak dari Dan sampai ke Bersyeba, yang berarti simbolis penghakiman meliputi seluruh Tanah 
Suci. 

"Kilangan" adalah sebuah metafora PL untuk penghakiman (lih. Yes 63:3; Rat. 1:15). Mungkin karena 
kesamaan antara jus anggur merah dan darah. Hal ini juga disebutkan dalam 19:15. 

□ "murka Allah" Lihat catatan lengkap pada 7:14. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah hubungan antara 144.000 yang ditemukan di pasal 7 dan 14? 

2. Gunung Sion merujuk kepada apa? 

3. Apakah kualifikasi yang ditemukan di 14:4 deskripsi dari kelompok selibat terpilih atau seluruh umat 
Allah? 

4. Apa pentingnya 14:6 dan 7? 

5. Siapakah atau apakah Babel? 

6. Apakah neraka itu kekal? 

7. Siapakah orang yang duduk di atas awan di 14:14-16 dan mengapa? 



148 



WAHYU 15-16 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Para malaikat dengan 
malapetaka terakhir 


Pemberitahuan tentang 
cawan penghakiman 


Tujuh cawan murka Allah 


Para malaikat dengan 
malapetaka terakhir 


Naynyian Musa dan anak 
domba 


15:1 


15:1-16:1 


15:1 


15:1 


15:1-4 


15:2-4 




15:2-4 


15:2-4 


Tujuh cawan murka Allah 


15:5-8 




15:5-16:1 


15:5-8 


15:5-8 


Cawan murka Allah 






Cawan murka Allah 




16:1 


Cawan pertama : bisul 
yang jahat 




16:1 


16:1 


16:2 


16:2 

Cawan kedua: air laut 
menjadi darah 


16:2 


16:2 


16:2 


16:3 


16:3 

Cawan ketiga : air menjadi 
darah 


16:3 


16:3 


16:3 


16:4-7 


16:4-7 

Cawan keempat : manusia 
dihanguskan 


16:4-7 


16:4-7 


16:4-7 


16:8-9 


16:8-9 

Cawan kelima : kegelapan 
dan kesakitan 


16:8-9 


16:8-9 


16:8-9 


16:10-11 


16:10-11 

Cawan keenam : Sungai 
efrat menjadi kering 


16:10-11 


16:10-11 


16:10-11 


16:12-16 


16:12-16 

Cawan ketujuh : gempa 
bumi 


16:12-16 


16:12-14 
16:15 

16:16 


16:12-16 


16:17-21 


16:17-21 


16:17-21 


16:17-21 


16:17-21 



149 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 15:1-16:21 

A. Ketujuh cawan yang disebutkan dalam pasall5 dan dijelaskan di pasall6 adalah yang ketiga dalam satu 
set dari tiga siklus malapetaka ilahi yang dikirim untuk tujuan penebusan (lih.9:20-21; 14:6-7; 16 : 9,11). 
Setiap siklus akan semakin lebih parah: 1 / 4, 1 / 3, dan kehancuran total (penghakiman dan isolasi 
kejahatan). Hal ini mungkin didasarkan pada bagian "kutuk dan berkat" di Ul. 27-28. 

B. Ada hubungan literature diantara siklus ini. Meterai ketujuh adalah tujuh sangkakala. Empat sangkakala 
pertama juga langsung sejajar dengan empat cawan yang pertama. 

C. Cawan ketujuh adalah kejatuhan Babel, yang merupakan simbol manusia yang telah jatuh masyarakat 
yang terorganisir dan berfungsi terpisah dari Allah. Pada masa Yohanes disebut Roma. Dalam Dan. 2 
masing-masing kerajaan dunia berturut-turut menjadi semakin anti- Allah sampai kerajaan terakhir di 
seluruh dunia, kerajaan anti-Tuhan di mana Mesias lahir yaitu Roma. 

D. Pasal 15 dan 16 menarik gambar mereka dari pengalaman Keluarnya bangsa Israel. Akhir zaman 
pembebasan dari kejahatan dipandang sebagai Keluaran utama (yaitu, pembebasan). 

E. Binatang dan pelacur Babel (manusia durhaka) dikalahkan di Harmagedon (16:12-16), sementara Iblis 
dikalahkan bersama dengan Gog dan Magog (manusia pemberontak) pada akhirnya (lih.20:07 - 10). 
Kedatangan Kedua Kristus dalam pasal 19 merupakan perpanjangan dan penggenapan ketujuh meterai 
dan sangkakala ketujuh dan cawan ketujuh penghakiman. Ini adalah jawaban Allah untuk pertanyaan para 
martir di 6:9-11. 

F. Kesulitan dalam menafsirkan pertempuran akhir zaman adalah: 
Jenis literatur di mana mereka disajikan, apokaliptik / profetik. 

Mereka ditangani dengan tahap berturut-turut, siklus, atau tindakan dramatis. 

Ada ketidakpastian antara kelompok-kelompok dan symbol-simbol. 

Ada kesulitan memisahkan penggenapan abad pertama dari penggenapan akhir zaman. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 15:l-3a 

*Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka 
terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah. 2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca 

150 



bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan 
patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah. 3 Dan mereka menyanyikan nyanyian 
Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: 



15:1 "murka Allah" Lihat catatan lengkap pada 7:14. 

15:2 "Aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca" Ini pertama disebutkan dalam Wahyu 4:6. Karena 
penggunaannya dalam Wahyu 21:1, tampaknya menjadi metafora bagi kekudusan Allah, yang membuat manusia 
berdosa tidak dapat mendekati-Nya. Suatu hari penghalang ini akan dihapuskan. Acuan Perjanjian Lamanya 
adalah baik Kel. 24:10 atau Yeh. 1:22; 10:1. Lihat catatan lengkap di 4:6. 

□ "bercampur api" Elemen bam ini tidak ditemukan dalam 4:6. Ada sejumlah teori : (1) itu adalah matahari 
tercermin pada sejarah manusia, (2) itu merupakan api yang merupakan kiasan kepada penghakiman Allah, (3) itu 
adalah darah para martir, atau (4) itu terhubung ke kemenangan di Laut Merah dan Nyanyian Musa karena latar 
belakang PL pasal 15 dan 16 adalah malapetaka dari Keluaran (lih.Kel 7-12; 15). 

NASB "orang-orang yang telah mengalahkan" 
NKJV "orang-orang yang memiliki kemenangan" 
NRSV "orang-orang yang telah mengalahkan" 
TEV "orang-orang yang menang" 
NJB "orang-orang yang berperang melawan" 

Pada awalnya ini tampaknya mengacu pada para martir, tapi 12:11 menunjukkan bahwa ini mengacu kepada 
mereka yang telah mengalami kematian tetapi yang tidak menyembah binatang itu (lih. 20:4). 

NASB "dari binatang itu dan dari patungnya dan dari bilangan namanya" 

NKJV "atas binatang itu, atas patungnya dan atas tandanya" 

NRSV "binatang dan patungnya, dan bilangan namanya" 

TEV "atas binatang itu dan patungnya, dan atas orang yang namanya diwakili oleh bilangan" 

NJB "atas binatang dan patungnya, dan atas orang yang namanya ditandai dengan angka" 

Binatang itu pertama kali disebut dalam 11:7. Dari pasal 13, jelas bahwa ada dua binatang liar, salah satunya 
adalah inkarnasi dari lb lis dan yang lain adalah nabi palsunya. Dari 13:18 kita tahu bahwa bilangannya adalah 
666, dimana bukan bilangan seseorang yang begitu banyak seperti kejatuhannya dan ketidakmampuan manusia 
terpisah dari Allah. 

□ "berdiri di lautan kaca" Beberapa terjemahan mencatat "diatas" (NASB, NKJV), dan beberapa "di 
samping" (NRSV) atau "oleh" (TEV, NJB). Arti dasar preposisi Yunani adalah "di atas". Metafora ini berbicara 
tentang pemenang yang dekat dengan Allah. "Laut" dalam Wahyu adalah untuk pemisahan antara Allah yang 
kudus dan ciptaan yang berdosa. Laut ini benar-benar dihapus di 21:1 ketika persekutuan penuh dipulihkan 
kembali. 

□ "memegang kecapi Allah" Malaikat digambarkan memiliki kecapi dalam 5:8 dan 14:2. Dalam konteks ini 
merujuk kepada orang percaya yang identik dengan 144.000 di pasal 14. 

15:3 "Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa. . dan nyanyian Anak Domba" Ini menunjukkan kesatuan 
perjanjian lama dan perjanjian baru dalam lagu penebusan. Nyanyian Musa adalah acuan untuk Kel. 15:1-19, 
dimana Musa bersyukur kepada Allah karena kekalahan Firaun di Laut Merah. Namun, adalah mungkin bahwa 
Yohanes mengingat Ul. 32 karena frasa pertama mungkin menjadi acuan untuk Ul. 32:3-4. Nyanyian Anak 
Domba sebelumnya telah dicatat dalam 5:9 dan 14:3. Perhatikan bahwa itu adalah lagu keselamatan bersama, 
bukan individu, (lih. Kej 3:15). 

□ "hamba Allah" ini adalah sebuah gelar kehormatan untuk karakter di Perjanjian Lama seperti Musa, Yosua, 
dan Daud. Mungkin berasal dari Paulus "hamba Kristus." 

151 



NASKAH NASB (UPDATE) :15:3b-4 

3B "BESAR DAN AJAIB SEGALA PEKERJAAN-MU, YA TUHAN, ALLAH, YANG MAHAKUASA! ADIL DAN BENAR 
SEGALA JALAN-MU, YA RAJA SEGALA BANGSA! 4 SIAPAKAH YANG TIDAK TAKUT, YA TUHAN, DAN YANG TIDAK 
MEMULIAKAN NAMA-MU? SEBAB ENGKAU SAJA YANG KUDUS; KARENA SEMUA BANGSA ARAN DATANG DAN 
SUJUD MENYEMBAH ENGKAU, SEBAB TELAH NYATA KEBENARAN SEGALA PENGHAKIMAN-MU." 



□ "BESAR DAN AJAIB SEGALA PEKERJAANMU" Ini merupakan acuan kepada Maz. 40:5, 92:5, 111:2; 
139:14 

□ "YA TUHAN ALLAH, YANG MAHA KUASA" ini adalah acuan untuk tiga sebutan PL yang paling 
sering digunakan untuk Allah (lih. 1:8; 4:8, 11:7, 16:7). "Tuhan" merujuk pada YHWH, Juruselamat, Penebus, 
Allah Perjanjian. "Tuhan" merujuk pada Elohim, Sang Pencipta, Penyedia dan pemelihara semua kehidupan di 
bumi. "Mahakuasa" mengacu ke El Shaddai, nama Patriarkal untuk Allah Abraham, Ishak dan Yakub (lih. Kel 
6:3). 

□ "ADIL DAN BENAR SEGALA JALANMU" Di tengah-tengah penderitaan orang-orang kudus, penekanan 
ini sangat penting (lih. 16:7). Hal ini mungkin menjadi acuan kepada Hosea 14:9. 

NASB, NRSV, 

TEV, NJB "YA RAJA SEGALA BANGSA" 

NKJV "O RAJA PARA ORANG KUDUS" 

Ada tiga terjemahan yang berbeda dari ayat ini yang tersedia dalam bahasa Inggris modern. 

1. "Raja segala masa" yang ditemukan dalam manuskrip Yunani kuno P 47 , X c , and C (lih.l Tim. 1:17 

2. "Raja segala bangsa" yang ditemukan di K a , A, P, dan minuscules pada umumnya (lih. Yer. 10:7) 

3. "Raja orang-orang kudus" yang berasal dari kesalahpahaman tentang naskah Latin yang terkahir. 
Opsi # 2 mungkin adalah yang asli. 

15:4 "Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu?" Ini adalah transenden 
Pencipta Yang Kudus (lih.l4:7; Yer 10:7-10). Namun, Dia memberikan keselamatan kepada setiap dan semua 
orang yang takut kepada-Nya dan memuliakan nama-Nya, Juruselamat yang segera akan datang ! 

□ "karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau" Suatu hari semua bangsa akan 
datang ke Yerusalem (lih.Maz. 22:27; 66:4, 86:9, Yes. 19:19-24; 27:13 ; 66:23; Mai 1:11). Yohanes 
menggunakan nubuatan dan gambaran PL untuk menggambarkan sebuah keselamatan universal. Yerusalem di 
Perjanjian Lama telah menjadi Yerusalem sorgawi bagi orang i percaya Yahudi dan bukan Yahudi. Kitab ini tidak 
berfokus pada Yahudi versus orang kafir seperti di PL, tapi pada orang-orang percaya versus orang-orang yang 
tidak percaya (bandingkan Yes 45:23 dengan Fil. 2:9-1 1). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 15:5-8 

s Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci— kemah kesaksian~di sorga, 'Dan 
ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih 
bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 7 Dan satu dari keempat 
makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka 
Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya. 8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan 
Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir 
ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu. 



15:5 "membuka Bait Suci— kemah kesaksian~di sorga" Dalam 4:1 sebuah pintu di surga dibuka bagi 
Yohanes; di 11:19 Tabut Perjanjian muncul di Bait Allah untuk dilihat orang percaya. Sekarang keseluruhan 
tabernakel surgawi muncul (lih. Kel 38:21; Bil. 10:11, 17:7, Kis 7:44). Acuan PL ini dikembangkan di Dbr. 9:23. 
Unit literature ini menggunakan Keluaran dan periode pengembaraan di padang gurun sebagai latar belakang PL. 
Ini melambangkan Eksodus yang kedua dari perbudakan (perbudakan dosa). 

152 



15:6 "berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan" tujuh makhluk malaikat ini datang dari 
bagian yang paling dalam bait suci di surga, yang menunjukkan kekuasaan mereka karena mereka berasal dari 
hadirat Allah. Dalam Yudaisme rabinik ada tujuh malaikat yang kuat mengelilingi takhta Allah, yang disebut 
"malaikat kehadiran." 

Pakaian mereka digambarkan sebagai (1) "lenan" yang dikenakan oleh imam di Kel. 28:4 atau (2) ASV 
menerjemahkan ini sebagai "batu mulia" yang mengikuti uncial manuskrip Yunani A dan C, dan dapat menjadi 
acuan untuk Yeh. 28:13 sebagai pakaian malaikat dari Taman Eden. 

Jika dua pengandaian dasar dari kritik tekstual: (1) pembacaan yang paling sulit mungkin adalah yang asli dan 
(2) bacaan yang paling menjelaskan varian mungkin yang asli, maka "batu" adalah pilihan yang mungkin. 

□ "dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas" ini sangat mirip dengan malaikat yang ditemukan di 
Dan. 10:05 atau untuk Kristus sendiri dalam Wahyu 1:18. Jelas malaikat yang sangat kuat yang mewakili Allah. 

15:7 "tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah" cawan emas dangkal ini disebutkan dalam 5:8, 
mengandung doa-doa orang-orang kudus. Ada koneksi ke seluruh Wahyu kepada doa anak-anak-Nya yang 
dianiaya dan murka Allah atas orang-orang yang tidak percaya (lihat catatan pada 7:14). 

□ "yang hidup sampai selama-lamanya" Ini adalah sumpah berdasarkan akar arti dari istilah YHWH (lih. Kel 
3:14). YHWH adalah satu-satunya yang hidup; semua kehidupan lain berasal dari-Nya. 

15:8 "Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah" ini adalah deskripsi umum PL tentang 
kehadiran Allah (lih.Kel. 19:18, 40:34; 1 Raj. 8:10-11; II Taw 5:13-14; Yes. 6:4). Ini merupakan acuan ke awan 
kemuliaan Shekinah yang diwakili kehadiran Allah kepada Israel selama Keluaran. Namun karena hubungan 
kontekstual dengan cawan, mungkin merujuk pada kelimpahan dupa mewakili doa anak-anak Tuhan bagi 
keadilan. 



TOPIK KHUSUS: KEMULIAAN 

Konsep alkitab dari "kemuliaan" sukar untuk didefinisikan. Kemuliaan orang percaya ialah bahwa mereka 
memahami Injil dan kemuliaan dalam Allah, bukn dalam diri mereka sendiri (lih. 1:29-31; Yer 9:23-24). 

Dalam PL kata-kata Ibrani yang paling lazim untuk "kemuliaan" (kbd) pada mulanya adalah suatu istilah 
perdagangan yang berhubungan dengan sepasang timbangan ("menjadi berat"). Sesuatu yang berat adalah 
berharga dan memiliki suatu nilai intrinsik. Seringkali konsep kecemerlangan ditambahkan kedalam kata 
tersebut untuk mengungkapkan Kemuliaan Allah (lih. Kel 19:16-18; 24:17; Yes 60:1-2). la saja yang layak 
dan terhormat. la terlalu cemerlang untuk dipandang oleh manusia yang jatuh. (lih.. Kel 33:17-23; Yes 6:5). 
YHWH hanya bisa sungguh-sungguh dikenali melalui Kristus (lih. Yer 1:14; Mat 17:2; Ibr 1:3; Yak 2:1). 

Istilah "kemuliaan" agak mendua: (1) mungkin paralel degan "kebenaran Allah"; (2) ini mungkin 
menunjuk kepada "kekudusan" atau "kesempurnaan" Allah; atau (3) Ini bisa juga menunjuk kepada gambar 
Allah yang di dalamnya manusia diciptakan (lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6), namun yang kemudian dikotori 
melalui pemberontakan (lih. Kej 3:1-22), Istilah ini pertama kali digunakan berkenaan dengan hadirat YHWH 
dengan umatNya sementara periode perjalanan di padang belantara dalam Kel 16:7,10; Im 9:23; dan Bil 14: 10. 



□ "seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh 
malaikat itu" Mungkin berarti bahwa tidak ada yang dapat menghentikan murka Allah jika sudah dimulai. murka 
ini sulit untuk dikorelasikansecara teologis dengan 16:9, dan 11 yang berarti penebusan masih menjadi tujuan 
cawan terakhir (dan mungkin milenium dari pasal 20). 

WAHYU 16 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:1 

*Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: 
"Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi." 



153 



16:1 "Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu" 

Wahyu 15:8 menunjukkan bahwa ini adalah suara Tuhan sendiri. Kelompok malaikat terakhir ini memiliki 
otoritas tertinggi untuk menghancurkan ciptaan Allah. Dalam PL malaikat kematian dan malaikat kehancuran 
adalah hamba-hamba Allah, bukan setan. 

□ "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi" Ini adalah simbol PL untuk 
penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa yang tidak percaya (lih.Maz.79:6;. Yer 10:25; Yeh. 22:31; Zef 3:8). 
Istilah ini sering digunakan dalam konteks murka Allah atas orang-orang yang tidak percaya (lihat catatan pada 
7:14, lih.ay 1,2,3,4,8,10,12,17). karena penghujatan mereka (lih. ay 9), penganiayaan mereka beriman (lih. ay 6) 
dan keras kepala mereka menolak untuk bertobat (lih.9:20-21; 16:9-12). 

Untuk "murka Allah" lihat catatan lengkap pada 7: 14. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:2 

2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka 
timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu 
dan yang menyembah patungnya. 



16:2 Cawan pertama ini sangat mirip dengan salah satu tulah Mesir (lih. Kel 9:10-11) Beberapa melihat ini 
berkaitan dengan Ul. 28:35, yang berada di bagian kutuk dan berkat dari perjanjian Musa yang diperbaharui. Perlu 
dicatat bahwa, sama seperti tulah di Mesir, orang-orang yang tidak percaya yang terkena tulah ini. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:3 
3 Dan malaikat yang kedua me 
darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut 



3 Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti 



16:3-4 Cawan kedua dan ketiga paralel dengan sangkakala kedua dan ketiga (lih. Wahyu 8:8-11) dan juga 
mencerminkan malapetaka Keluaran dari Kel. 7:17-21; Maz. 78:44. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:4-7 

4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan 
semuanya menjadi darah. s Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil 
Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman 
ini. 'Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah 
memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!" 7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: 
"Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu." 



16:5 "malaikat yang berkuasa atas air" ini mungkin mencerminkan terminologi apokaliptik Yahudi 
intertestamental I Henokh 66:2. Dalam Wahyu telah ada malaikat yang bertanggung jawab atas angin (lih.7:l) dan 
seorang malaikat yang bertanggung jawab atas apin (lih. 14:8), sehingga bukan hal yang tidak biasa melihat 
seorang malaikat yang bertanggung jawab atas air. Sekali lagi, mediasi malaikat adalah umum dalam literatur 
apokaliptik intertestamental. Kita harus menafsirkan Wahyu dalam genre itu sendiri, pada masanya, dan bukan 
sistem modern teologis barat eskatologi kita. 

□ "Adil Engkau" Ini merupakan acuan untuk lagu Musa dalam Ul. 32 (terutama ay. 5) atau mungkin Maz. 
119:137. 

□ "Engkau yang ada dan yang sudah ada" Perhatikan bahwa tidak ada unsur masa depan seperti di 1:4,8; 
4:8, karena tidak ada waktu masa depan (lih. 11:17). Ini adalah akhir! Ini memiliki tujuan, perhatikan penunjukan 
tiga kali dari 1:4. Tak ada lagi waktu! Akhir (yaitu, Parousia) terungkap tiga kali di Wahyu, bukan hanya pasal 19. 

16:6 "orang-orang kudus" Lihat Topik Khusus di 5:8. 

□ "para nabi" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 

154 



TOPIK KHUSUS: NUBUATAN PERJANJIAN BARU 

I. Tidak sama dengan nubuatan PL, yang memiliki konotasi kerabian mengenai wahyu yang diilhami dari 
YHWH (lih. Kis 3:18,21; Rom 16:26). Hanya para nabi bisa menuliskan Kitab Suci 

A. Musa disebut sebagai seorang nabi (lih. Ul 18:15-21). 

B. Kitab-kita sejarah (Yosua - Raja-raja [kecuali Rut]) disebut "nabi-nabi terdahulu" (lih. Kis 3:24). 

C. Para nabi menggantikan tempat dari Imam Besar sebagai sumber informasi dari Allah (lih. Yesaya - 
Maleakhi). 

D. Pembagian kedua dari kanonika rbrani adalah "para Nabi" (lih. Mat 5:17; 22:40; Luk 16:16; 24:25,27; 
Rom 3:21). 

n. Dalam PB konsep ini digunakan dalam beberapa cara yang berbeda. 

A. Mengarah pada para nabi PL dan berita-berita ilham mereka (lih. Mat 2:23; 5:12; 11:13; 13:14; Rom 
1:2) 

B. Mengarah pada suatu berita bagi seseorang dan bukannya suatu kelompok (nabi PL bericara terutama 
kepada Israel) 

C. Mengarah pada baik Yohanes Pembaptis (lih. Mat 11:9; 14:5; 21:26; Luk 1:76) dan Yesus sebagai 
proklamator dari Kerajaan Allah, (lih. Mat 13:57; 21:11,46; Luk 4:24; 7:16; 13:33; 24:19). Yesus juga 
diakui lebih besar daripada para nabi (lih. Mat 11:9; 12:41; Luk 7:26). 

D. Nabi-nabi lain dalam PB 

1. awal kehidupan Yesus sebagaimana dicatat dalam Injil Lukas (yaitu, kenangan Maria) 

a. Elisabet (lih. Lukas 1:41-42) 

b. Zakharia (lih. Lukas 1:67-79) 

c. Simeon (lih. Lukas 2:25-35) 

d. Hanna (lih. Lukas 2:36) 

2. prediksi yang ironis (lih. Kayafas, Yohanes 11:51) 

E. Mengarah pada orang yang memberitakan injil (daftar karunia para pemberita dalam I Kor 12:28-29; 

Ef4:ll) 

F. Mengarah pada karunia yang terus berjalan dalam gereja (lih. Mat 23:34; Kis 13:1; 15:32; Rom 12:6; I 
Kor 12:10,28-29; 13:2; Ef 4:11). Kadang-kadang ini dapt menunjuk pada para wanita (lih. Luk 2:36; 
Kis 2:17; 21:9; I Kor 11:4-5). 

G. Mengarah pada kitab apokaliptik Wahyu (lih. Wah. 1:3; 22:7,10,18,19) 
m. NABI-NABI PB 

A. Mereka tidak memberikan wayhu berilham dalam pengertian yang sama dengan nabi-nabi PL (yaitu 
dalam bentuk Kitab Suci). Pernyataan ini mungkin karena penggunaan frasa "iman" (yaitu, suatu 
pengertian dari injil yang telah penuh) yand digunakan dalam Kis 6:7; 13:8; 14:22; Gal 1:23; 3:23; 
6:10; Flp 1:27; Yud 3,20. 

Konsep ini bebas dari frasa penuh yang digunakan dalam Yudas 3, "iman sekali dan untuk 
selamanya diturunkan kepada orang -orang kudus". Kata iman "sekali untuk selamanya" mengacu pada 
kebenaran, doktrin-doktrin, konsep-konsep, pandangan dunia terhadap ajaran-ajaran Kristen. 
Penekanan yang diberikan adalah dasar teologis alkitabiah untuk membatasi inspirasi terhadap tulisan- 
tulisan PB dan tidak memberikan kemungkinkan nanti atau tulisan-tulisan lain yang perlu 
dipertimbangkan sebagai pewahyuan. Ada beberapa ambigu, tidak pasti, dan area abu-abu di PB, 
tetapi orang percaya menegaskan dengan iman bahwa segala sesuatu yang "dibutuhkan" untuk iman 
dan praktik termasuk dengan kejelasan yang cukup di PB. Konsep ini telah digambarkan dalam apa 
yang disebut "segitiga pewahyuan" 

1. Allah telah menyatakan diri-Nya dalam sejarah waktu dan ruang (WAHYU). 

2. Dia telah memilih penulis manusia tertentu untuk mendokumentasikan dan menjelaskan tindakan- 
Nya (INSPIRASI). 

3. Dia telah memberikan Roh-Nya untuk membuka pikiran dan hati manusia untuk memahami 
tulisan-tulisan ini, tidak secara definitif, namun cukup untuk keselamatan dan kehidupan Kristen 
yang efektif (ILUMINASI) . 



155 



Intinya adalah inspirasi terbatas pada para penulis Alkitab. Tidak ada tulisan otoritatif lebih lanjut, 
penglihatan-penglihatani, atau wahyu. Kanon sudah ditutup. Kita memiliki semua kebenaran yang 
diperlukan untuk merespon dengan benar terhadap Allah. 

Kebenaran ini paling baik dilihat dalam perjanjian penulis Alkitab versus perselisihan yang tulus, 
orang percaya yang saleh. Tidak ada penulis modern atau pembicara yang memiliki tingkat 
kepemimpinan ilahi seperti penulis Alkitab itu 

B. Dalam beberapa cara nabi PB serupa dengan nabi PL 

1. Prediksi kejadian masa depan (lih.Paulus, Kis 27:22; Agabus, Kisah Para Rasul 11:27-28; 21:10- 
11; nabi lainnya yang tidak disebutkan namanya, Kisah Para Rasul 20:23) 

2. Memberitakan penghakiman (lih.Paulus, Kis 13: 1 1 ; 28:25-28) 

3. Tindakan-tindakan simbolis yang jelas menggambarkan sebuah peristiwa (lih.Agabus, Kis. 21:11) 

C. Mereka memberitakan kebenaran Injil kadang-kadang dengan cara prediksi (lih. Kis. 11:27-28; 20:23, 
21:10-11), tapi ini bukan fokus utama. Bernubuat dalam I Korintus pada dasarnya adalah 
mengkomunikasikan Injil (lih. 14: 24,39). 

D. Mereka berarti kontemporer Roh Kudus yang mengungkapkan kontemporer dan aplikasi praktis 
kebenaran Allah untuk setiap situasi baru, budaya, atau periode waktu (lih.I Kor 14:3). 

E. Mereka aktif dalam jemaat mula-mula Paulus (lih.I Kor. 11:4-5; 12:28,29; 13:29; 
14:1,3,4,5,6,22,24,29, 31, 32,37,39, Ef 2:20;. 3:5; 4:11; I Tesalonika 5:20) dan disebutkan dalam 
Didache (ditulis pada abad pertama atau pada akhir abad kedua, tanggalnya tidak pasti ) dan di 
Montanisme dari abad kedua dan ketiga di Afrika utara. 

IV. Apakah karunia-karunia Roh di PB telah berhenti? 

B. Pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Ini membantu untuk menjelaskan masalah dengan mendefinisikan 
tujuan dari karunia Roh. Apakah tujuannya untuk mengkonfirmasi pemberitaan Injil pada mulanya 
atau cara yang terus berlangsung bagi jemaat untuk melayani dirinya sendiri dan dunia yang terhilang? 

C. Apakah seseorang melihat sejarah gereja untuk menjawab pertanyaan atau PB itu sendiri? Tidak ada 
indikasi bahwa karunia-karunia rohani itu bersifat sementara di PB. Mereka yang mencoba 
menggunakan 1 Kor. 13:8-13 untuk membahas masalah ini, menyalahgunakan maksud penulis 
terhadap pasal tersebut, yang menegaskan bahwa segala sesuatu akan berlalu kecuali kasih. 

D. Saya tergelitik untuk mengatakan bahwa karena PB lah, bukan sejarah gereja, yang berkuasa, orang 
percaya harus menegaskan bahwa karunia-karunia tersebut berlanjut. Namun demikian, saya percaya 
bahwa budaya mempengaruhi penafsiran. Beberapa naskah yang sangat jelas tidak lagi bisa diterapkan 
dalam beberapa kebudayaan (yaitu, ciuman kudus, wanita dengan cadar, gereja yang bersekutu di 
rumah-rumah, dsb). Jika budaya mempengaruhi naskah, lalu mengapa bukan sejarah gereja? 

E. Ini secara sederhana adalah suatu pertanyaan yang tak dapat dijawab secara definitif. Beberapa orang 
percaya akan menyarankan "penghentian" dan yang lain "bukan-penghentian". Dalam bidang ini, 
sebagaimana dalam banyak hal penafsiran, kuncinya adalah hati dari orang percaya. PB mendua dan 
terkait dengan budaya. Kesukaran untuk dapat memutuskan naskah mana yang terpengaruh 
budaya/sejarah dan mana yang kekal (lih. karya Fee dan Stuart Bagaimana Membaca Alkitab untuk 
Mendapat Segala ManfaatNya, hal. 14-19 dan 69-77). Di sinilah letak kepentingan dari diskusi 
mengenai kemerdekaan dan tanggung-jawab, yang didapati dalam Rom 14:1-15:13 dan I Korintus 8- 
10. Bagaimana kita menjawab pertanyaan tersebut penting dalam dua jalan. 

1. Setiap orang percaya harus berjalan dalam iman mereka dalam terang yang mereka miliki. Allah 
melihat hati dan motif kita. 

2. Setiap orang percaya harus mengijinkan orang percaya lain berjalan dalam pemahaman iman 
mereka. Harus ada toleransi dalam batasan alkitabiah. Allah menginginkan kita untuk mengasihi 
sesame sebagaimana dilakukanNya. 

F. Untuk merangkum hal-hal ini, KeKristenan adalah suatu kehidupan iman dan kasih, bukan suatu 
teologia yang sempurna. Suatu hubungan denganNya yang mempengaruhi hubungan kita dengan 
sesama lebih penting daripada informasi definitive atau kesempurnaan pengakuan iman. 



156 



16:7 "Dan aku mendengar mezbah itu berkata" Tanduk mesbah itu sudah berbicara di 9:13. Hal ini 
tampaknya mengacu pada (1) jiwa-jiwa yang berada di bawah mezbah (lih.6:9; 14:18), atau (2) doa anak-anak 
Allah (lih.8:3-5). Ini juga mungkin hanya personifikasi untuk penekanan grafis. 

□ "Tuhan Allah, Yang Mahakuasa" Lihat catatan di 15:3b. 

□ "benar dan adil adalah segala penghakiman-Mu" ini dapat menjadi acuan untuk Mzm. 19:9; 119:137. Ini 
adalah pengingat yang membantu di tengah-tengah penganiayaan yang mengerikan terhadap orang Kristen (lih. 
15:4 dan 19:2). Suatu hari nantui Allah akan mengatur segala sesuatu secara langsung! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:8-9 

8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa 
untuk menghanguskan manusia dengan api. 9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan 
mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat 
untuk memuliakan Dia. 



16:8 Cawan keempat ini mirip dengan meterai keenam di 6:12 dan sangat mirip dengan sangkakala keempat di 
8:12. 

□ "kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api" Matahari dipersonifikasikan 
seperti di Maz. 19:1-6. Allah mengendalikan benda-benda langit (lih. Kej 1:14-19). Mereka bukanlah dewa. 
Mereka berfungsi sebagai utusan (wahyu alam) dan tanda-tanda musim (untuk menyembah). 



TOPIK KHUSUS: API 

Api memiliki baik konotasi positif maupun negatif dalam AM tab. 

A. Positif 

1. menghangatkan (lih. Yes 44:15; Yoh 18:18) 

2. menerangi (lih. Yes 50:11; Mat 25:1-13) 

3. memasak (lih. Kel 12:8; Yes 44:15-16; Yoh 21:9) 

4. memurnikan (lih. Bil 31:22-23; Ams 17:3; Yes 1:25; 6:6-8; Yer 6:29; Mai 3:2-3) 

5. kekudusan (lih. Kej 15:17; Kel 3:2; 19:18; Yeh 1:27; Ibr 12:29) 

6. kepemimpinan Allah (lih. Kel 12:21; Bil 14:14; I Raj 18:24) 

7. pemberian kuasa oleh Allah (lih. Kis 2:3) 

8. perlindungan (lih. Zak 2:5) 

B. Negatif 

1. membakar (lih. Yos 6:24; 8:8; 11:11; Mat 22:7) 

2. menghancurkan (lih. Kej 19:24; Im 10:1-2) 

3. kemarahan (lih. Bil 21:28; Yes 10:16; Zak 12:6) 

4. hukuman (lih. Kej 38:24; Im 20:14; 21:9; Yos 7:15) 

5. tanda eskatologis yang palsu (lih. Wah 13:13) 

C. Murka Allah atas dosa dinyatakan dalam penggambaran api. 

1. murkaNya menyala (lih. Hos 8:5; Zef 3:8) 

2. la mencuahkan api (lih. Nah 1:6) 

3. api kekal (lih. Yer 15: 14; 17:4) 

4. penghakiman eskatologis (lih. Mat 3:10; 13:40; Yoh 15:6; II Tes 1:7; II Pet 3:7-10; Wah 8:7; 
13:13; 16:8) 

Seperti sedemikian banyaknya penggambaran dalam Alkitab (misalnya, ragi, singa) api dapat menjadi suatu 
berkat atau kutuk tergantung pada konteksnya 



16:9 "mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia" Tujuan dari murka Allah adalah penebusan (lih. 9:20- 
21 ; 14:6-7; 16:9,1 1), meskipun manusia yang keras kepala menolak untuk bertobat. 

157 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:10-11 

10 Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya 
menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, "dan mereka menghujat Allah yang 
di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan 
perbuatan mereka. 



16:10 "malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu" Takhta Iblis diberikan 
kepada binatang itu di 11:7. kekuasaan-Nya dijelaskan dalam 13:2 dst. Hal ini tampaknya merujuk pada ibu kota- 
akhir zaman, satu pemerintahan dunia. 

□ "kerajaannya" Setan meniru Allah. Sama seperti Allah memiliki kerajaan, begitu juga Iblis mempunyai 
kerajaan. Sepanjang sisa pasal-pasal ini pelayanan Allah di dalam Kristus diparodikan oleh trinitas jahat. Kerajaan 
Iblis, melalui binatang, bersifat internasional (lih. 13:14-17). 

□ "menjadi gelap" Ini adalah satu lagi acuan kepada tulah Mesir (lih. Kel 10:21-23). Tuhan mengendalikan 
terang (lih. 8:12; 9:2; Kej. 1:5,14-18). 

16:11 "mereka menghujat Allah yang di surga" Orang-orang yang tidak percaya ini mengenali sumber dan 
alasan atas sakit yang mereka rasakan, tetapi tidak mau bertobat dan berbalik kepada Kristus! Tulah di Mesir 
dikirim untuk mengekspos dewa-dewa palsu Mesir dan menyebabkan orang Mesir mempercayai Allah Israel. 
"Kutukan" di Ul. 27-28 dikirim untuk memulihkan orang Yahudi yang tidak percaya kepada iman dan ketaatan. 
Penghakiman memiliki tujuan penebusan (kecuali untuk yang terakhir kalinya) ! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 16:12-16 

12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu 
keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. 13 Dan aku melihat 
dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang 
menyerupai katak. 14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi 
mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, 
yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. 15 Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang 
berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan 
jangan kelihatan kemaluannya. 16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani 
disebut Harmagedon. 



16:12 "malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungaiyang besar, sungai Efrat" Sungai ini 
disebutkan dalam 9:13-19 ketika tentara setan menyeberangi perbatasan untuk menyiksa umat manusia. Hulu 
sungai Efrat adalah batas utara Tanah yang Dijanjikan dan batas luar Kekaisaran Romawi. Dasar sejarah yang 
memungkinkan untuk hal tentara setan ini adalah Kalvari Parthia. Penjajah anti -Romawi ini merupakan teror 
untuk legiun Romawi. 

□ "Lalu keringlah airnya" Sering kali dalam PL air yang kering dipandang sebagai tindakan Allah (lih.Kel. 
14:21), seperti terlihat di Laut Merah (lih.Josh. 3:17 ), Sungai Yordan, dan beberapa acuan dalam literatur profetik 
(lih. Yes 11:15-16; 44:27, Yer. 51:36, Zak. 10:11). Tindakan fisik ini melambangkan bahwa Allah membiarkan 
konflik akhir-zaman sampai ke puncak. Secara teologis sejajar dengan II Tesalonika. 2:6-7, "apa / siapa yang 
mampu menahannya." 

□ "supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur" Telah ada banyak diskusi tentang 
bagaimana "raja-raja timur" dalam ay. 12 yang terkait dengan "raja-raja seluruh dunia" dalam ay. 14: 

1 . mereka adalah sama 

2. mereka antagonis (mitos Nero Redivivus dan tentara Parthia) 

3. raja-raja di timur merujuk kepada tentara Allah. 

158 



Jika demikian, ini adalah kiasan untuk Tuhan memanggil umat-Nya dari Babel (lih. Yes. 41:2,25; 45:1-3; 46:11). 
Hal ini dimungkinkan dari konteks bahwa raja-raja di timur adalah alat Tuhan untuk menyerang tentara binatang 
(yaitu, sebuah kiasan historis untuk Partia menyerang Roma). Namun, ay 14 dan pasal 19 dan 20 menyiratkan 
bahwa hanya ada satu tentara manusia dan bersatu melawan Allah (lih.Maz. 2; Yer. 25:15-26). 

16:13 "naga, binatang, nabi palsu" ini adalah pertama kalinya makhluk yang kedua (lih. 13:11) disebut "nabi 
palsu," tetapi dari sekarang setiap kali dia akan disebut dengan nama ini (lih. 16: 13; 19:20; 21:10). 

Ketiganya merujuk pada trinitas setan yang akan dikalahkan dalam dua tahap: dua binatang di lembah 
Megido (lih. Ay. 12-16) dan Setan pada akhir pemerintahan Kristus di dunia (lih. 20:7-10) . 

□ "Tiga roh najis yang menyerupai katak" Istilah "najis" digunakan dalam injil Perjanjian Baru untuk 
merujuk kepada setan. Mengapa mereka ditandai sebagai katak telah sangat diperdebatkan: 

1. ini merupakan salah satu referensi untuk tulah di Mesir (lih. Kel. 8:6) 

2. dalam Zoroastrianisme katak adalah simbol utama kejahatan 

3. Merujuk pada binatang najis (lih. Im. 1 1 : 10,31) 

16:14 "Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib" Sangat menarik untuk 
diperhatikan bahwa tanda-tanda dan keajaiban akan memimpin semua orang-orang yang tidak percaya kepada 
penyesatan, tapi bahkan tidak sedikit dari anak-anak Allah (lih.l3:13; Mat. 24 : 24; Mark 13:22; II Tesalonika 
2:9-11). Unit literatur terakhir (cawan) adalah perbandingan antara apa yang akan terjadi pada anak-anak Allah 
dan apa yang akan terjadi kepada penduduk bumi. Kristus berbicara kata-kata kebenaran, kebenaran, dan 
anugerah untuk membawa perdamaian ke bumi, tetapi roh-roh katak setan berdusta dan mengumpulkan bangsa- 
bangsa untuk berperang. 

□ "yang pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia" ini dapat menjadi acuan untuk Mzm. 2:2, yang 
membentuk gambaran dari pasal-pasal terakhir Wahyu. 

□ "untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar" Deskripsi dari pertempuran akhir 
zaman akan muncul di 6:2-8, 11:7-10, 12:17, 16:14, 17:14; 19 : 19 dan 20:08 (tujuh unit literatur dari Kitab 
Wahyu). Mungkin ini semua merupakan salah satu pertempuran dari perspektif yang berbeda (yakni, paralelisme). 

16:15 frasa sisipan ini berisi kata-kata Kristus yang menyela untuk mendorong dan memperingatkan umat Allah. 
Ini adalah salah satu dari tujuh berkat untuk orang percaya (lih.l:3; 14:13, 16:15, 19:9, 20:6, 22:7,14). 

□ "Aku datang seperti pencuri" Kata-kata Yesus ini (lih. Mat. 24:43-44; Lukas 12:39-40) digunakan 
sebelumnya dalam Wahyu 3:3 dan disinggung dalam I Tes. 5:2 dan II Pet. 3:10. Tampaknya untuk merujuk pada 
suatu saat, kedatangan Kristus yang tiba-tiba dalam penghakiman di Parousia (Kedatangan Kedua). 

□ "Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya" Ini adalah yang ketiga 
dari tujuh berkat yang diberikan kepada orang percaya yang setia (lih.l:3; 14:13, 16:15, 19:9, 20:6; 22:7,14). 
Tampaknya ringkasan peringatan eskatologis ditemukan dalam Markus 13:33-37; Lukas 12:37. Ayat ini terlihat 
tidak biasa jika teori dari pengangkatan rahasia jemaat sebelum masa penganiayaan ini ditegaskan. Kalau begitu, 
Untuk siapa Yesus berbicara? 

□ "supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya" ini dapat menjadi 
acuan untuk Wahyu 3:18. Ketelanjangan di PL adalah simbol penghakiman (lih. Yeh. 23:29; Hos. 2:3; Amos 
2:16; Mik. 1:8). Namun, tidak merujuk kepada kehilangan keselamatan, tetapi untuk orang Kristen yang akan 
malu terhadap kegiatan mereka dan kurangnya gaya hidup iman pada Kedatangan Kedua Yesus. Tentara-Nya 
datang, yang mana persis sebagaimana orang-orang Yahudi mengharapkan Mesias kembali, diuraikan di 19:11- 
16. 

16:16 "Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat" ini diulang di 20:8. 

159 



NASB "dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon" 

NKJV, NJB "dalam bahasa Ibrani, Harmagedon" 

NRSV "dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon" 

TEV "dalam bahasa Ibrani adalah Harmagedon" 

Kata ini dieja berbeda dalam beberapa manuskrip Yunani. Ada beberapa teori untuk menjelaskan nama ini 
(yang muncul di tempat lain dalam bahasa Ibrani atau literatur Yunani). 

1. Merujuk kepada "gunung Megiddo", sebuah kota utara dalam alokasi suku Menasje, dibangun di atas 
bukit 

2. Mengacu pada "kota Megiddo", tapi masalahnya adalah ini bukanlah ejaan kota yang tepat 

3. itu adalah terjemahan dari frase "gunung rakitan" ditemukan dalam Yes. 14:13, yang merujuk ke gunung 
tertinggi dari Dewa yang diserang Setan 

4. mengacu ke seluruh Tanah yang Dijanjikan (lih. "pegunungan Israel" yang disebutkan dalam Yehezkiel. 
38:8,20,21; 39:2,4,17) 

5. mengacu pada "gunung berbuah" yang akan melambangkan Yerusalem, situs-waktu akhir dari banyak 
pertempuran akhir antara yang baik dan yang jahat (lih. nubuatan Joel) 

6. arti akar kata dari "Megiddo" mungkin "untuk memotong atau untuk menyerang," menjadikan ini 
referensi untuk "menghancurkan gunung" dari Yer. 51:25, yang merupakan simbol kehancuran Roma. 

Yohanes telah memilih kota yang terkenal dan memiliki ejaan yang berubah sedikit. Hal ini mirip dengan 
daftar tentang dua belas suku di 7:5-8 untuk menunjukkan sifat simbolis mereka. Interpretasi simbolik lebih lanjut 
terlihat pada penggunaan frasa "dalam bahasa Ibrani," yang menunjukkan simbolisme, seperti pada 9:1 1. Memang 
benar bahwa Lembah Yizreel atau Dataran Esdraelon adalah lokasi pertempuran di PLT (lih. Hak. 5:19-21;. 2 Raj. 
9:27, 23:29-30; II Taw. 35:22 ; Zak. 12:11). Rute invasi kekuatan utara Mesopotamia ini sudah menjadi simbol 
budaya jahat (lih. Yes 14:31; Yer. 1:13-14; 4:6; 10:22, 46:20-24; 47:2-7, 50:3,9,41, 51:48, Yeh 38:6,15;. 39:2). 



NASKAH NASB (UPDATE) :16:17-21 

17 Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci 
kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana." 18 Maka memancarlah 
kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi 
sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. "Lalu terbelahlah kota besar itu 
menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah 
Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur 
kegeraman murka-Nya. 2(l Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. 
21 Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat 
Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat. 



16:17 "Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa" ini bisa menjadi acuan untuk 
kerajaan setan seperti yang ditemukan di Ef. 2:2. Pertempuran dengan kejahatan selesai (lih. Ay. 17c-21). 

16:18 Digunakan beberapa kali diWahyu (lih. 4:5; 8:5; 11:19; 16:18). 

16:19 "Kota besar" Beberapa melihat hal ini sebagai referensi untuk Yerusalem karena 11:8. Namun, saya pikir 
bahkan 11:8 adalah simbol dari Roma (lih.ll:8, 16:19, 17:18; 18:10,18-19,21). Roma digambarkan sebagai 
pelacur besar Babel (lih. 14:8) yang merupakan kursi kuno masyarakat tak bertuhan. Pada masa Yohanes Roma 
adalah pusat kota. Dalam periode dari Antikristus mungkin kota lain di dunia. Yohanes terus menggambarkan 
penghancuran kejatuhan pemerintahan manusia, anti-Allah dalam pasal 17-18. 

□ "terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian" ini mungkin merupakan acuan kepada penglihatan di 
Yeh. 5, yang menggambarkan kekalahan total. 

□ "runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa" ini menunjukkan aliansi pemerintah manusia yang telah jatuh 
terhadap Allah kita dan Kristus-Nya (lih.Maz. 2). Lihat catatan pada 10:11. 

160 



□ "teringatlah Allah akan Babel yang besar itu" Ungkapan "teringatlah Allah" sering merupakan simbol dari 
penghakiman Allah (lih. 18:5; 19:15). Cawan penghakiman tertentu telah dibahas sebelumnya dalam 14:10. 

□ "cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya" Mabuk adalah metafora PL untuk 
penghakiman Allah (lih. Maz. 60:3, 75:8, Yes. 51:17,22; Yer 25:15-16, 27 -28). 

□ "Murka" adalah istilah orge. Lihat catatan lengkap di 7: 14. 

16:20 "semua pulau hilang lenyap" ini mirip dengan meterai yang keenam (lih.6:14). 

□ "tidak ditemukan lagi gunung-gunung" Ini adalah frase PL simbolis untuk bencana akhir zaman (lih. Maz. 
97:5; Mik. 1:4; Nah. 1:5). 

16:21 "hujan es besar" Hujan es selalu merupakan tanda penghakiman Allah (lih.Yos. 10:11; Yes. 28:2). Ini 
adalah kiasan lain yang memungkinkan untuk tulah di Mesir (lih. Kel 9:23-24). Dalam Yeh. 38:22 hujan es 
digunakan pada musuh-musuh Allah akhir zaman. Berat hujan es bervariasi. 

□ "seberat seratus pon" Secara harfiah adalah "berat talenta" Berat "talenta" di Timur Tengah Kuno bervariasi 
antara 45-138 pon. Beratnya yang pasti tidak diketahui, tetapi ini jelas bobot berlebihan untuk menunjukkan 
kerusakan dan kematian yang akan disebabkannya. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . "lautan kaca" melambangkan apa? 

2. Mengapa Tuhan menunjukkan kepada Yohanes penglihatan tentang tabernakel surgawi? 

3. Buat daftar kesamaan antara meterai, sangkakala, cawan, dan tulah di Mesir. 

4. Bagaimana raja-raja di timur di 6:12 berkaitan dengan raja-raja seluruh bumi di 6:14? 

5 . Apa atau di mana Armageddon? (16:16) 

6. "kota besar" merujuk untuk apa? (16:19) 



161 



WAHYU 17-18 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Pelacur besar dan binatang 


Perempuan raemakai kain 
kirmizi dan binatang merah 
ungu 


Jatuhnya Babel 


Pelacur terkenal 


Pelacur besar 


17:l-6a 


17:1-6 

Arti perempuan dan 
binatang 


17:l-6a 


17:1-2 
17:3-6a 


17:1-7 


17:6b-14 


17:7-18 


17:6b-8 


17:6b-8 


Simbolisme binatang dan 
pelacur 

17:8 






17:9-14 


17:9-11 
17:12-14 


17:9-11 
17:12-14 


17:15-18 




17:15-18 


17:15-17 
17:18 


17:15-18 


Jatuhnya Babel 


Jatuhnya Babel yang besar 


Nyanyian penguburan atas 
kejatuhan Babel 


Jatuhnya Babel 


Seorang malaikat 
mengumumkan kejatuhan 
Babel 


18:1-3 


18:1-8 


18:1-3 


18:1-3 


18:1-3 

Umat Allah dipanggil 
untuk melarikan diri 


18:4-8 


Dunia berduka atas 
jatuhnya Babel 


18:4-8 


18:4-8 


18:4-8 


18:9-10 


18:9-20 


18:9-10 


18:9-10 


18:9-13 


18:11-20 


Akhir kejatuhan Babel 


18:11-20 


18:ll-17a 

18:17b-19 
18:20 


18:14 

18:15-17a 

18:17b-20 


18:21-19:4 


18:21-24 


18:21-24 


18:21-23 
18:24-19:4 


18:21-24 



162 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 17:1-18:24 

A. Kedua pasal ini menjelaskan secara rinci kehancuran Babel yang kejatuhannya telah disebutkan 
sebelumnya di 14:8 dan 16:19, serta 18:2,21. Masing-masing terjadi di unit literatur terpisah (12-14), (15- 
16), dan (17-19). Mungkinkah ini contoh lain dari paralelisme atau rekapitulasi? 

B. Latar belakang Perjanjian Lama dari kedua pasal ini ditemukan di nyanyian pemakaman ditulis untuk 
bertepuk tangan atas jatuhnya kota-kota kuno tak bertuhan: (1) Babel (lih.Yes 13,14,21 dan Yer. 50-51); 
(2 ) Tirus (lihYes 23 dan Yeh. 26-28), (3) Niniwe (lih.Nahum), dan bahkan (4) Yerusalem yang jahat 
(lih.Yes 1:1-26; Yeh. 16:51 - 52). 

C. Konsep sistem dunia yang telah jatuh yang bertentangan dengan Allah disajikan dalam Mzm. 2, Dan. 2; 
7; 9:24-27; Mat. 24: Markus 13; Lukas21; dan I Yohanes 2:15-20. 

D. Wahyu menggunakan dirges nyanyian pemakaman untuk menggambarkan kejatuhan Roma, kerajaan 
dunia anti-Allah pada masa Yohanes. Namun, hal sistem dunia anti-Allah yang independen, sombong, 
materialistis, yang sama, ada di setiap masa. Pada akhirnya akan tampil sebagai penguasa akhir zaman 
dan kerajaan dunia (lih.II Tesalonika 2). Rincian yang membantu pembaca Yohanes mengidentifikasi 
Roma dapat muncul kembali pada hari-hari terakhir. Masalahnya adalah bahwa setiap generasi orang 
percaya telah berusaha untuk mendorong Wahyu pada masanya! 

Kitab ini memiliki relevansi abad pertama, relevansi setiap-abad, dan relevansi-abad terakhir. Cara 
terbaik adalah untuk menekan rincian. Mereka memiliki arti (pendengar pertama), mereka akan memiliki 
makna lagi (generasi terakhir). Tetapi bagi sebagian besar generasi orang percaya, mereka adalah misteri. 
Adalah jauh lebih baik untuk menyatakan kebenaran sentral dari tujuh unit literatur. Ini adalah kekal 
secara relevan! Jika rincian menjadi ketat literal untuk generasi terakhir dari orang percaya yang dianiaya, 
mereka tidak perlu komentator untuk memberitahu mereka! 

E. William Hendriksen, More Than Conquerors, menegaskan paralelisme semua tujuh bagian dari Wahyu 
(lihat catatan C. hal 10). Dalam melakukannya, dia menegaskan paralel jatuhnya tiga musuh orang 
percaya (setan, dua binatang, dan Babel, anti-Tuhan, sistem dunia anti-Kristus). Meskipun kehancuran 
mereka diatur terpisah (Setan, 20:7-10; dua binatang, 19:17-21; dan Babel, 18:1-19:04), mereka benar- 
benar simultan, seperti meterai, sangkakala, dan cawan. 

Dalam banyak hal ini merupakan struktur interpretatif menarik yang memperpanjang paralelisme 
jelas dari ketujuh meterai (4-7), sangkakala (1 1/08), dan cawan (15-16) untuk pasal 17-19 dan 20-22. 

163 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 17:1-7 

*Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata 
kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di 
tempat yang banyak airnya. 2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni 
bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya." 3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku 
melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan 
nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. 4 Dan perempuan itu 
memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya 
ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. s Dan pada dahinya 
tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi." 
'Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan 
ketika aku melihatnya, aku sangat heran. 7 Lalu kata malaikat itu kepadaku: "Mengapa engkau heran? 
Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, 
binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu. 



17:1 "seorang dari ketujuh malaikat" malaikat lain digambarkan dengan cara yang sama di 21:9. Hubungan 
kronologis antara pasal 17 dan 18 dan cawan yang dituangkan keluar dalam pasal 16 mungkin adalah (1) 
mendahului menuangkan keluar dari cawan atau (2) mungkin penjelasan lebih lanjut dari hasil cawan. 

□ "akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar" Penggoda rohani ini dijelaskan dalam ay. 5 
sebagai "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur," dan dalam 18:10 sebagai "kota besar, Babel". Menurut 
pasal-pasal sebelumnya sebutan ini merujuk pada sistem dunia yang telah jatuh ditunjukkan dalam: 

1. Kitab Daniel, Babel 

2. Kitab Daniel, interbiblical Antiokhus IV 

3. Kitab Yohanes, Kaisar Romawi mengklaim dewa. 

Dalam pasal 17 godaan kekuatan kemewahan dan keserakahan cocok dengan kekuatan komersial di pasal 18. 
Di PL tiga kota disebut pelacur. 

1. Tirus (Phoenicia) dalam Yes. 23:15-16 

2. Niniwe (Asyur) di Nahum 3:4 

3. Yerusalem (Yehuda) dalam Yes. 1:21; Yeh. 16:31,35; 23. 

□ "yang duduk di tempat yang banyak airnya" Acuan PLnya adalah Yer. 5 1 : 1 1-14, yang mengacu pada kota 
kuno Babel, yang terletak di Efrat (seperti Niniwe yang terletak di Sungai Tigris) dan memiliki sistem irigasi 
buatan yang luas dan kanal transportasi. Namun, dalam ay. 15, kalimat ini ditafsirkan sebagai kerajaan 
internasional (lih.Dan 7:2,3). 

17:2 

NASB "Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul" 

NKJV, NRSV "dengan dia raja-raja di bumi melakukan percabulan" 

TEV "raja-raja bumi mempraktekkan percabulan!" 

NJB "dengan dia semua raja di bumi telah melacurkan dirinya sendiri" 

Prostitusi ini memiliki dua aspek utama: (1) aliansi komersial (lih.Tirus, Yes 23:13-18; dan Niniwe, Nahum 
3:4); dan (2) politik aliansi yang melibatkan kontrak penyembahan para dewa bangsa-bangsa dalam upacara- 
upacara ratifikasi (lih. Yerusalem juga disebut pelacur dalam Yes 1:21 dan Yer. 3). Seringkali hal ini melibatkan 
ritual prostitusi. 

□ "dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya" Ini merupakan acuan untuk 
Yer. 51:7. Hal ini juga diperkenalkan dalam 14:8. Frasa "penghuni-penghuni bumi" adalah tema yang berulang 

164 



dalam Wahyu menandakan manusia yang jatuh terpisah dari Allah tidak diperbaharui kembali (lih.3:10; 6:10; 
8:13; 11:10; 13:8,14; 17:8). "Minumlah" adalah metafora PL untuk penghakiman (lih.Mzm. 75:6-8). 

17:3 " Dalam roh aku dibawanya" frasa ini digunakan untuk memperkenalkan penglihatan Yohanes (lih.l:10; 
4:2; 17:3; 21:10). Banyak komentator mendasarkan pemahaman mereka tentang struktur Wahyu pada 
pengliohatan tersebut. Ingat, literatur apokaliptik adalah genre yang sangat terstruktur. Struktur menjadi penting 
dalam interpretasi. 

□ "ke padang gurun" Ini mungkin (1) metafora dari tempat yang aman (lih.l2:6,14, dimana merupakan acuan 
untuk periode pengembaraan Israel di padang gurun), (2) gagasan untuk seseorang keluar dari sistem dunia dalam 
rangka melihat secara objektif, atau (3) merupakan referensi untuk suatu kota kuno Babel ditemukan dalam Yes. 
21:1-10, di mana itu adalah metafora penghakiman. 

Gambaran Yohanes sangat tidak menentu. Dalam ayat 1 perempuan duduk diatas air yang banyak (Sungai 
Efrat) dan dalam ay. 3 ia duduk di atas seekor binatang merah di padang gurun. 

□ "dan aku melihat seorang wanita duduk di atas seekor binatang yang merah ungu" Istilah "merah 
ungu" bisa mengacu pada (1) pembunuhan, lih. 17:6-7; (2) kemewahan 18:12-16; atau (3) Iblis sebagai naga 
merah, lih. 12:3. Hewan itu dijelaskan secara rinci dalam 13:1-10. Merujuk kepada Antikristus akhir zaman 
(lih.Dan. 7:9-14; 9:24-27; 11:36-45; H Tesalonika. 2; I Yohanes 2:18). 

□ "yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat" ini mirip dengan 13:1,5-6. Judul-judul ini terkait secara 
historis kepada penyembahan Kaisar Romawi. Mereka mengklaim gelar untuk diri mereka sendiri seperti "ilahi," 
"penyelamat," "tuan" Tujuan utama Binatang bukanlah kekuasaan politik dunia, tapi. Ibadah agamawi (lih.Dan. 
7:8,20; 8:11,25; 9 : 36,37) sebagai wakil atau inkarnasi dari Iblis (mungkin diwakili dalam Yes 14:13-14 dan Yeh. 
28:16-17). 

□ "mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk" Gambaran ini mirip dengan naga merah (lih. 12:3) dan 
binatang laut (lih. 13:1). Kesamaan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesatuan orang-orang anti-Tuhan ini 
yang berbeda. 

Dalam simbolisme angka (1) tujuh kepala berhubungan dengan "pengetahuan yang sempurna" atau waktu 
akhir para pemimpin dunia, sedangkan (2) sepuluh tanduk berhubungan untuk menyelesaikan kekuasaan atau 
otoritas duniawi (lih. 17:7,9,12,16 ). 

17:4 "perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi" Warna-warna ini bisa berarti kepemilikian (ungu) 
dan percabulan (merah) atau hanya metafora untuk kemewahan, kekayaan, dan kemakmuran (lih. 18: 12, 16). 

□ "dihiasi dengan emas, permata dan mutiara" Ini adalah simbol kekuatan duniawi dan spiritual dan posisi 
(yang digunakan oleh Yehezkiel sebagai metafora Edenic untuk kebanggaan Raja Tirus lih. Yeh. 28: 13). 

□ "cawan emas" ini merupakan acuan kepada kota Babel (lih.Yer. 5 1 :7). 

17:5 "pada dahinya tertulis suatu nama" Kontroversi Seneca's 1:2 dan Juvenal's Satires 6:122-123 mencatat 
bahwa pelacur Romawi memakai sebuah pita baik dengan nama mereka sendiri atau nama pemilik mereka di dahi 
mereka. Hal ini mungkin merupakan acuan historis untuk masa Yohanes atau dalam konteks Wahyu, mungkin 
menjadi acuan untuk menandai dahi orang-orang yang tidak percaya (lih. 13:16-17; 14:9,11; 15:02; 16: 2; 19:20; 
20:4) yang meniru meterai Allah atas orang-orang yang percaya (lih.7:2; 9:4). 

NASB "suatu rahasia, 'Babel Besar'" 

NKJV "Rahasia, Babel Besar" 

NRSV "Rahasia: "Babel besar"" 

TEV "arti rahasia: "Babel yang Besar'" 

NJB "suatu nama, nama rahasia: "Babel Besar'" 

165 



Ada beberapa ketidaksepakatan tentang apakah istilah "rahasia" harus menjadi bagian dari judul atau cara 
menyebut sifat simbolik judul (lih.ay. 7). Babel berawal pada peradaban pertama, dimulai oleh Nimrod (Babel), 
yang memberontak terhadap Allah dan tersebar dalam Kejadian 11. Dari penggunaannya dan dari kenyataan 
bahwa Babel membawa umat Allah (Yehuda) ke pengasingan, itu menjadi sinonim untuk sebuah kekuasaan, 
dunia kekaisaran jahat. Pada masa Yohanes, kekuatan ini adalah Roma (lihl Pet 5:13). 

17:6 Ayatini berbicara mengenai penganiayaan danmartirnya orang-orang percaya (lih. 1 1:0; 13:7; Dan. 7:21). 

□ "Aku sangat heran" KJV menerjemahkannya sebagai "dengan kekaguman besar" namun NKJV 
menerjemahkannya "Aku kagum dengan takjub besar". Yohanes tidak mengagumi dia, Tapi ia benar-benar heran 
atas tindakannya. Dia diizinkan untuk menganiaya dan membunuh umat Allah (lihl3:5,7,15; 11:7). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 17:8-14 

8 Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang 
maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis 
di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu 
telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. Yang penting di sini ialah akal yang mengandung 
hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, "ketujuhnya 
adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika 
ia datang, ia akan tinggal seketika saja. "Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, 
ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada 
kebinasaan. 12 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai 
memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan 
binatang itu. 13 Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. 
14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena 
Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga 
akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." 



17:8 "Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul" deskripsi 
kronologis ini menyebabkan kekhawatiran besar di antara para komentator. 

1. Beberapa dari mereka melihatnya dalam arti sejarah yang berlaku, khususnya legenda kembalinya Nero. 

2. Orang lain melihatnya sebagai perkembangan kerajaan dunia yang berkaitan dengan Dan. 2, memuncak 
pada sistem dunia anti-Tuhan-. akhir zaman 

3. Yang lain melihatnya terkait dengan aktivitas akhir-waktu binatang yang dijelaskan dalam 13:3,12,14, 
yang berkaitan dengan meniru atau memparodikan pelayanan Kristus. 

4. Ini mungkin berhubungan dengan konsep 1 Yohanes tentang roh antikristus di segala masa, yang 
berpuncak pada hari terakhir Antikristus (lih.I Yohanes 2:18,22; 4:3; II Yohanes 7). 
Hal ini juga parodi lain pada nama YHWH (lih. 1 :4,8). 

□ "jurang maut" ini adalah istilah Yunani untuk "kedalaman" dengan ALPHA PRIVATrVE. Pertama kali 
disebutkan dalam 9: 1 dan 1 1 :7. Ini adalah tempat tinggal kejahatan dan setan. Lihat catatan di 9: 1 . 

□ "kitab kehidupan" Lihat catatan pada 5:1 dan 13:8. 

□ "sejak dunia dijadikan" Lihat catatan pada 3:5 dan 13:8. 

17:9 

NASB, NKJV "yang penting disini ialah akal yang mengandung hikmat" 

NRSV "dalam hal ini perlu ada akal yang mengandung hikmat" 

TEV "dalam hal ini perlu ada hikmat dan pengertian" 

NJB "dalam hal ini perlu ada ketajaman pikiran" 

166 



Frase ini mirip dengan 13:18, yang berhubungan dengan nama bilangan binatang itu. Penggoda Kitab Suci 
ini telah menyebabkan semua orang untuk mengemukakan teorinya sendiri! Namun, kenyataan bahwa ada 
semacam multiplisitas interpretasi menunjukkan bahwa tidak terlalu banyak kebijaksanaan di antara kita! (Lih. 1 
Kor 1:26-31). Bagi saya, itu hanyalah cara lain bagi Yohanes untuk menegaskan, kerahasiaan, simbolik, sifat 
samar penulisan (lih.Frank Stagg, New Testament Theology, hal 317). 

□ "ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk" Ini merupakan acuan 
untuk Roma. Roma, seperti Yerusalem, dibangun di atas tujuh bukit. frasa ini muncul dalam banyak tulisan- 
tulisan kuno untuk menggambarkan kota Roma. Oleh karena itu, kewajiban interpreter untuk paling tidak melihat 
ini dalam Kekaisaran Romawi, walaupun jelas kiasan seluruh pasal 17 dan 18 adalah sistem dunia anti-Tuhan 
yang akan diberlakukan pada akhir zaman dan pada kenyataannya adalah di tempat di setiap zaman. 

17:10-11 Beberapa komentator melihat ini sebagai serangkaian kaisar Romawi: Augustus, Tiberius, Caligula, 
Claudius, dan Nero sebagai "lima yang telah jatuh". Vespasianus adalah "orang saat ini" dan Titus adalah "orang 
yang akan datang sesaat saja "(lih.FF Bruce, Answers to Questions, hal 141). Penafsiran ini agak sewenang- 
wenang; tiga Kaisar relatif kecil (Galba, Otho, dan Vitellius) yang bersaing untuk takhta di tahun 68-69 Masehi 
telah dihapus. Namun, bahkan dengan masalah, tampaknya menjadi fokus ay. 10 dan 11, dengan penekanan pada 
mitos resusitasi Nero dan kembali dengan gerombolan Parthia untuk menyerang Roma (ini mungkin menjelaskan 
ay. 16, lih. The Sibyllian Oracles, 5:361-368). 

Orang lain melihat penggenapan nubuatan ini dalam penganiayaan Domitianus. Ada beberapa kendala utama 
untuk interpretasi: (1) Diperlukan Wahyu yang telah ditulis pada masa pemerintahan Vespasianus, yang berbeda 
dengan tradisi gereja kuno bahwa Yohanes menulis selama masa pemerintahan Domitianus dan (2) Penggunaan 
angka simbolik dalam kitab ini. Mengapa membuat sejarah literal? Sekali lagi, mungkin ini sesuatu yang telah 
dilakukan Yohanes dengan sengaja untuk menunjukkan sifat simbolik dari penglihatannya, yang tidak 
dimaksudkan untuk menjadi benar-benar terkunci dalam setiap periode sejarah. 

Arti lain yang memungkinkan adalah bahwa hal ini mengacu pada serangkaian kerajaan PL yang menjadi 
musuh-musuh umat Allah: Mesir, Asyur, Babel, Persia, Yunani ("lima yang telah jatuh"), Roma ("yang satu"), 
kerajaan anti- Allah akhir zaman ("yang lain yang belum datang"). Penafsiran ini cocok ke dalam pola 
keseluruhan dari serangkaian kerajaan dunia anti-Allah dari Dan. 2:1-8 (lih.George Ladd, Revelation, hal 227- 
231). 

Tafsiran kuno lain adalah sifat simbolis dari semua bilangan dan rincian Wahyu, yang akan mengubah pasal 
ini menjadi contoh lain dari konflik utama antara Tuhan dan si jahat (lih. Alan Johnson's Revelation, hal. 152- 
153, 157-161). 

Ini adalah contoh yang baik dari konflik batin saya sebagai penterjemah. Ada begitu banyak interpretasi yang 
berbeda oleh para sarjana yang saleh yang saya percayai. Teori pertama adalah penulis favorit saya, F.F. Bruce. 
Dua orang berikutnya adalah komentator favorit saya di Wahyu, George Ladd dan Alan Jo. Mereka semua tidak 
sepakat! Masalah krusialnya adalah apakah naskah merupakan acuan ke Roma abad pertama (FF Bruce), PL 
(George Ladd), atau gambaran apokaliptik (Alan Johnson). Pada saat ini dalam studi pribadi saya, saya pikir 
pandangan Johnson adalah yang terbaik. 

17:12 "Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja" ini merupakan acuan kepada 
Dan. 7:7,23-24. Daniel 7 adalah gambaran dari Antikristus akhir zaman. Beberapa orang melihat ini terkait secara 
historis dengan sepuluh raja-raja pengikut Roma, sementara yang lain melihatnya sebagai gerombolan iblis dari 
Wahyu 9. Bagi banyak orang, sifat simbolik dari angka-angka dalam kitab Wahyu hanya membuat ay. 12 merujuk 
ke para pemimpin dunia akhir zaman, tapi tanpa suatu kekhususan. 

Banyak kerumitan, penafsiran harfiah dari kitab Wahyu ini didasarkan pada rincian spesifik ay. 10-12. 
Nubuatan ini sangat spesifik, yang cenderung menyiratkan penggenapan literal di akhir zaman. Namun, sifat titik 
genre literatur menunjuk kepada interpretasi simbolik dari angka dan rincian (setidaknya bagi kami yang bukan 
generasi terakhir orang percaya yang dianiaya). 

17:13 Ayat ini menunjukkan kesatuan kejahatan, sedangkan ay 15-16 menunjukkan perpecahan kejahatan. 
Kejahatan pada akhirnya akan berbalik melawan dirinya sendiri seperti dalam 16:12. 

167 



17:14 "Mereka akan berperang melawan Anak Domba" Anak Domba diidentifikasikan dengan umat-Nya 
(lih.Mat. 25:35-40; Kisah Para Rasul 9:4). 

□ "tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka.. . dan mereka yang bersama-sama dengan Dia" 

Perhatikan identifikasi erat antara kemenangan Kristus dan kemenangan umat-Nya 

□ "Dia adalah Tuan diatas segala tuan, dan Raja diatas segala raja" Titel yang sama disebutkan juga dalam 
19:16 sebagai karakterisasi kedatangan kembali Mesias. Sejarahnya ditemukan dalam (1) deskripsi YHWH dari 
Ul. 10:17 atau (2) SebutanBabel digunakan untuk Nebukadnezar dalam Dan. 2:37. Nilai angka dari frasa ini sama 
dengan 777 dalam bahasa Aram, meskipun hal ini tidak disebutkan dalam naskah. 

□ "mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia" Perhatikan acuan untuk predestinasi yang 
ditemukan dalam istilah "dipilih" dan "dipanggil", tapi perhatikan juga mereka dipanggil untuk bertekun terkait 
dengan "kesetiaan". Kuita adalah milik-Nya oleh karena panggilan dan iman (baik awal dan lanjutan). Lihat 
Topik Khusus Ketekunan di 2:2. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 17:15-18 

15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, 
adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. "Dan kesepuluh tanduk yang telah 
kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi 
dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. "Sebab Allah telah 
menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan 
pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi. 18 Dan perempuan 
yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi." 



17:15 Ayat ini menunjukkan pemerintahan universal pemimpin anti-Allah akhir zaman dan kerajaannya. Lihat 
catatanpada 10:11. 

17:16 ini merupakan acuan kepada Yeh. 16:39-40; 23:25-27; 28:18. Tampaknya mengacu pada perselisihan 
internal di antara kekuatan jahat, seperti dalam 16:12. Pertikaian ini adalah strategi Allah (lih.ay 17). 

17:17 "hati" Lihat Topik Khusus di 2:23. 

17:18 Kota besar ini disebutkan dalam 11:8 dan 16:19 dengan acuan baik kepada Yerusalem (dispensasionalis) 
atau (Roma preterists). Konteks unit literatur menunjukkan struktur kekuatan anti-Tuhan dilambangkan sebagai 
sebuah kota. kota yang mana bukanlah masalah, intinya adalah adanya sistem pemerintahan benar-benar terpisah 
dari Allah, manusia berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan mereka sendiri (humanisme atheis). 



WAHYU 18 



NASKAH NASB (UPDATE) : 18:1-3 

'Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai 
kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. 2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, 
katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh- 
roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan 
yang dibenci, 3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi 
telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan 
hawa nafsunya." 



18:1 "Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai 
kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya" Ini adalah malaikat yang sangat kuat. Istilah " 

168 



Otoritas " (exousia) tidak digunakan untuk malaikat lain dalam kitab ini. Di Yohanes 5:27, kata ini digunakan 
untuk otoritas Allah yang diberikan kepada Yesus. Dalam 22:16 Yesus mengatakan Dia mengutus seorang 
malaikat untuk berbicara sebagai wakilnya. 

18:2 "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu!"Ini adalah salah satu contoh kesulitan dalam 
menafsirkan kitab Wahyu. Sepotong informasi yang dibawa pada satu titik dalam penglihatan, dikembangkan 
sebagian pada titik lain, dan dikembangkan sepenuhnya di penglihatan lain (misalnya, lih. 11:8, 14:8, dan 16:19- 
20 atau ini mungkin contoh lain rekapitulasi antara tujuh unit literatur). Ini merupakan acuan kepada Yes. 21:9 
dan/atau Yer. 51:8. 

□ "ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan 
tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci" ini merupakan acuan kepada reruntuhan 
kota kuno: (1) Babel (lih. Yes. 13:21 -22; 14:23; Yer 50:39; 51:37), (2) Edom (lih. Yes. 34:10-15), dan (3) Niniwe 
(lih.Zef. 2:14). Pada PL hewan seringkali dikatakan menjelajah di kota-kota hancur. Ini adalah simbol kerusakan 
dan keberadaan roh-roh jahat (lih.NEB). Banyaknya burung-burung ini melambangkan setan. 

Tulisan Yohanes sangat tidak pasti. Ayat ini menggambarkan kota sepi dan didiami oleh setan, sementara 
19:3 menggambarkannya sebagai terbakar dan membara. 

18:3 "karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya" frasa ini merupakan acuan 
kepada nubuatan PL tentang kehancuran Babel (lih. Yer 51:7). Yeremia secara khusus menggunakan kata mabuk 
(yaitu, "sebuah cawan emas") sebagai simbol hawa nafsu terhadap kekayaan. 

□ "gairah" Secara literal adalah "marah" (thumos). Lihat catatan lengkap di 7: 14. 

□ "pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya" Ini merupakan 
acuan terhadap masalah utama dari umat manusia yang telah jatuh diwujudkan dalam keterpusatan diri dan 
materialisme dari akhir zaman, sistem dunia anti-Allah. Ada tiga kelompok manusia yang berdukacita atas 
jatuhnya pelacur besar: pengusaha (lih.ay 3,11-16), Raja-raja di bumi (lih.ay 3,9-10) dan pelaut pedagang (lih.ay. 
3,17-19). Ketiganya mewakili sistem ekonomi manusia di seluruh dunia. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 18:4-8 

4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari 
padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut 
ditimpa malapetaka-malapetakanya. s Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan 
Allah telah mengingat segala kejahatannya. 6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, 
dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di 
dalam cawan pencampurannya; 'berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan 
dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, 
aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. 8 Sebab itu segala malapetakanya akan datang 
dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena 
Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat." 



18:4 "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam 
dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya" Ini merupakan acuan 
PL untuk Yes. 48:20; Yer. 50:8,28; 51:6,9,45 atau Zak. 2:6-7. AORIST ACTIVE IMPERATIVE ini yang 
berbicara tentang urgensi dari umat Tuhan agar tidak terjebak dalam sistem dunia yang telah jatuh. 

18:5 "Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit" Ini merupakan acuan kepada Kej. 
18:20-21 atau Yer. 51:9. kesabaran Tuhan digunakan sebagai alasan untuk berbuat dosa lebih lagi, bukannya 
bertobat (lih.2:21; Roma 2:4). 



169 



□ "Allah telah mengingat" Sering kali dalam Alkitab, ketika Allah mengingat perbuatan orang fasik itu 
menghasilkan penghakiman (lih.l6:19; Maz. 79:8; Yes. 64:9; Yer. 14:10; 17: 1-4; 44:21-23; Hos. 7:2; 8:13; 9:9; 
Amos 8:7). 

18:6 "Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan" Ini merupakan acuan kepada kebenaran 
bahwa kita menuai apa yang kita tabur (lih.Gal 6:7). Kebenaran ini disajikan dengan bentuk yang berbeda dalam 
Alkitab (lih. Mzm 137:8; Yer. 50:15,29; Mat. 7:2; Why. 13:10). 

□ "berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya" Ini merupakan acuan untuk Yer. 16:18 dan 
17:18, tetapi kebenaran diungkapkan dalam banyak konteks (lih.Kel. 22:4-9; Maz 75:7-8; Yes. 40:2). idiom ini 
berbicara tentang penghakiman yang lengkap dan penuh, seperti halnya kalimat berikutnya. Ayat ini akan sangat 
menggembirakan bagi orang Kristen yang dianiaya. 

□ "campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya" "cawan" adalah metafora PL 
untuk penghakiman Allah (lih. Maz. 11:6; 60:3, 75:6-8; Yes. 51:17 , 22; Yer 25:15-16,27-28). 

18:7 "Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak 
akan pernah berkabung' Iini secara khusus berhubungan dengan Zef. 2:15 dan Yes. 47:7-8. Ini menyinggung 
kepercayaan pada diri sendiri dan kesombongan, yang mungkin telah menjadi sumber kejatuhan setan (mungkin 
disinggung dalam Yes 14 dan Yeh. 28), kejatuhan umat manusia (lih.Kej 3) dan system dunia akhir zaman. 
Masalahnya adalah kesombongan! Lihat Topik Khusus: Hati di 2:23. 

18:8 "Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari" Ini adalah acuan khusus untuk Yes. 
47:9. Konsep duka menguasainya di satu hari diulangi dalam ay. 17-19, di mana istilah Yohanes "waktu" 
digunakan. Ini merupakan dorongan utama bagi orang Kristen yang dianiaya. 

□ "ia akan dibakar dengan api" ini dapat menjadi acuan kepada Im. 21:09. Lihat Topik Khusus: Api di 16:8. 

□ "untuk Tuhan Allah, yang menghakimi dia adalah kuat" ini merupakan acuan kepada Yer. 50:34. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 18:9-10 

9 Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan 
menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. 10 Mereka akan berdiri 
jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang 
besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!" 



18:9-10 "raja-raja bumi" ini pasti berbeda dari raja-raja yang disebutkan dalam 17:12,16, yang berpartisipasi 
dalam penghancuran dan jatuhnya pelacur besar. Raja ini tampaknya bangsa pedagang yang diuntungkan dari 
perdagangan komersial dengan sistem dunia anti-Tuhan. Ini merupakan acuan untuk kota komersial yang kuat 
Tirus dan rajanya yang sombong dalam Yeh. 26-28. Sisa pasal 18 berhubungan dengan kekuasaan komersial 
memabukkan terkait dengan semua sistem dunia yang telah jatuh. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 18:11-20 

"Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi 
yang membeli barang-barang mereka, 12 yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan 
mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu 
yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari 
tembaga, besi dan pualam, 13 kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, 
anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan 
nyawa manusia. 14 Dan mereka akan berkata: "Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan 
segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi." l5 Mereka yang 
memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena 

170 



takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap, 16 mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, 
yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata 
dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa." 17 Dan setiap nakhoda dan 
pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh, 18 dan 
berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan 
kota besar ini?" "Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil 
menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai 
kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. 
2(l Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena 
Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu." 



18:11-19 "Pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia" Ini serupa dengan Yeh. 27: 

1. ay. 11 -Yeh. 27:31,36 

2. ay. 12-13 - Yeh. 27:12,13,22 

3. ay. 15 -Yeh 27:31,36 

4. ay. 17 - Yeh. 27:26-30 

5. ay. 18 -Yeh. 27:32 

6. ay. 19 - Yeh. 27:30-34 
Menggambarkan perdagangan internasional: 

1 . Perak dari Spanyol 

2. Lenan halus yang dipintal dari Mesir 

3. Sutra dari China 

4. Kayu Sitrun dari Afrika Utara 

5. Gading dari Afrika 

6. Besi dari Spanyol dan laut hitam 

7. Kayu manis dari India 

8. Praktek universal perdagangan budak 



18:13 

NASB, NKJV, 

NRSV, NJB "Kereta" 

TEV "Kereta kuda" 

Hal ini mengacu pada kereta mewah pribadi, roda empat, bukan kereta perang. 

18:14 "mewah dan indah" ini adalah permainan kata pada istilah Yunani lipara (kemewahan) dan lampra 
(keindahan). 

18:17 ini merupakan acuan kepada Yeh. 26-28 (kota Tirus), di mana mereka yang bekerja di transportasi mewah 
ini berkabung karena mata pencaharian mereka sendiri telah terkena dampak. 

18:20 "Bersukacitalah atas dia" Ini merupakan acuan untuk Yer. 51:48, meskipun beberapa melihatnya sebagai 
acuan pada Ul. 32:43 (dalam Septuaginta). 

□ "Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia" Sepanjang kitab ini, penghakiman Allah terhubung dengan 
doa anak-anak-Nya (lih.6:10). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 18:21-24 

2 'Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu 
melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan 
keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. 22 Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi- 
penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan 

171 



seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan 
tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan 
suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena 
pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." 
24 Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang 
dibunuh di bumi. 



18:21 "Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu 
melemparkannya ke dalam laut" Ini merupakan acuan untuk Yer. 51:63-64. Merupakan bagian yang kuat yang 
menunjukkan bahwa Babel tidak pernah, dan tidak akan pernah bangkit lagi. Malahan, di ay. 21-33, ada enam 
DOUBLE NEGATIVES, "jelas tidak," "tidak dalam kondisi apapun," dan "tidak pernah, tidak, tidak pernah." 

□ "dan ia tidak akan ditemukan lagi" ini menunjukk kerusakan total dan permanen (lih.Yeh. 26:21). 

18:22-23 ini adalah suara kehidupan sehari-hari di timur dekat kuno. penghakiman Allah membawa akhir bagi 
masyarakat takbertuhan (lih.Yes 24:8; Yer. 7:34; 25:10; Yeh. 26:13). 

18:23 "oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan" Ini merupakan acuan untuk Nahum 3:4. Perhatikan bahwa 
dalam ay. 23-24 tercantum tiga alasan untuk jatuhnya kota besar. 

1. kebanggaan dan kekayaan (lih.Yes. 23:8) 

2. penyembahan berhala dan ilmu sihir (lih. Im. 19:26,33; Ul. 18:9-12) 

3. penganiayaan terhadap umat Allah (lih. 16:6 17:06). 

18:24 ini merupakan acuan kepada Yeremia. 51:49. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Apakah pasal 17 dan 18 adalah unit literatur? Jika demikian, mengapa? 

2. Mengapa begitu sulit untuk menafsirkan saat Babel jatuh? 

3. Siapakah Babel, pelacur besar, yang dimaksudkan pada masa Yohanes? Pada masa kita? Pada akhir 
zaman? 

4. Apakah hubungan amoralitas dan anggur yang disebut dalam 14:8, 17:2; 18:3 dengan sistem dunia ini? 

5. Tolongjelaskan penafsiran Anda dari 17:10-11. 

6. Dari kitab PL apa yang paling sering mengambil acuan Yohanes? 



172 



WAHYU 19 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


(18:21-19:4) 


Surga bersuka atas 
kejatuhan Babel 


Pujian di Surga 


(18:24-19:4) 


Nyanyian kemenangan di 
Surga 


Perjarauan Pernikahan 
Anak Domba 


19:1-10 


19:1-4 


Pesat pernikahan Anak 
Domba 


19:1-4 


19:5-8 




19:5-8 


19:5-8 


19:5-10 


19:9-10 




19:9-10 


19:9 

19:10a-b 

19:10c 




Penunggang kuda putih 


Kristus menunggangi kuda 
putih 


Keraenangan Kristus dan 
tentara surgawi-Nya 


Penunggang kuda putih 


Pertempuran eskatologis 
yang pertama 


19:11-16 


19:11-16 

Binatang dan pasukannya 
dikalahkan 


19:11-16 


19:11-16 


19:11-16 


19:17-21 


19:17-21 


19:17-21 


19:17-18 
19:19-21 


19:17-18 
19:19-21 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



173 



WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 19:1-21 

A. Pembagian pasal di bagian Wahyu ini dibuat di tempat yang tidak pantas (pembagian pasal, pembagian 
paragraf, pembagian ayat, kapitalisasi, dan tanda baca bukan bagian dari naskah asli Yunani yang 
diilhami. Wahyu 19:1-10 jelas adalah penutup komentar tentang penghancuran pelacur besar yang 
dijelaskan dalam 17:1-18:24. Sebagai orang bergembira atas kejatuhan Asyur dan Babel di Perjanjian 
Lama, sekarang malaikat kudus (lih. ay 4) bersukacita atas jatuhnya Babel, pelacur (yaitu, pemerintahan 
manusia yang terpisah dari Allah). 

B. Rangkaian pujian di 19:1-10 adalah sebagai respons terhadap 18:20. 

C. Secara umum dapat dipahami sebagai pasal yang menggambarkan Kedatangan Kedua Kristus (lih. 19:11- 
16). Tapi harus dilihat bahwa pasal ini menutup siklus penghakiman. Kedatangan kembali Kristus yang 
kedua digambarkan dalam pasal ini dalam istilah yang sangat Yahudi, yang tampaknya sama sekali 
berbeda dari gambaran Paulus di I Tesalonika. 4:14-18. Orang-orang Yahudi mengharapkan Mesias untuk 
kembali dengan cara yang dijelaskan di ay. 11-16. PB menggambarkan Kedatangan Kedua dalam 
beberapa hal yang berbeda, namundengan cara yang berhubungan. Kebanyakan orang Kristen melihat 
akhir zaman dalam hal percakapan Yesus di gn. Olivet (lih. Mat. 24;. Markus 13, Lukas 21) dan diskusi 
Paulus tentang "manusia berdosa" (lih. II Tesalonika 2). 

D. Untuk orang-orang yang menderita penganiayaan, Yesus sebagai prajurit, pembela, dan Hakim adalah 
perspektif yang menenangkan. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:1 -5a 

^emudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang 
banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, 
2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, 
yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba- 
Nya atas pelacur itu.", 3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai 
selama-lamanya." 4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah 
Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya." s Maka kedengaranlah suatu 
suara dari takhta itu: 



19:1 "aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga" Ini 

merupakan acuan kepada Yer. 51:48. Pasal 17-18 sangat menarik dari Yer. 50-51 (penghancuran Babel) untuk 
gambaran mereka. Kalimat atau konsep yang sama juga ditemukan dalam Wahyu 11:15 (Kedatangan Kedua 
setelah sangkakala ketujuh) dan 19:6. Ada banyak diskusi tentang siapa orang banyak tersebut, tapi itu hanyalah 
spekulasi, apakah itu adalah malaikat tuan rumah setia, penebus manusia, atau keduanya. 

□ "Haleluya" istilah Porani ini berarti "memuji YHWH" Istilah ini hanya terjadi di PB. Muncul dalam konteks 
ini empat kali: ay. 1,3,4 dan 6. Latar belakang PL untuk ini ditemukan dalam Mazmur pujian yang digunakan 
dalam liturgi baik Paskah dan Hari Raya Tabernakel (lih. 104:35; 105:45, 106:48, 111:1, 112:1, 113:1 ; 116:19, 
117:2; 125:1,21; 146:1,10; 147:1; 148:1,14; 149:1,9; 150:1,6). Sebuah frase paralel ditemukan dalam ay. 5b. 

□ "keselamatan" Ini mencerminkan keinginan Allah bagi semua umat manusia (lih. 9:20-21; 14:6-7; 16:9,11, 
21:7, 22:17; Yeh. 18:23,30-32; Yohanes 3:16; 1 Tim. 2:4; II Pet 3:9). Dapat merujuk pada konsep PL pembebasan 
fisik, tetapi mungkin berhubungan dengan keselamatan total, kekal, kosmis bagi individu yang percaya, dan 
semua ciptaan secara fisik (lih. Kis. 3:21; Rm. 8:18-25; Kol. 1: 19). 



174 



□ "kemuliaan dan kuasa" Sepanjang kitab ini, paduan suara surgawi menyanyikan lagu-lagu pujian kepada 
Allah. Seringkali lagu-lagu pujian adalah kunci untuk menafsirkan konteks langsung. 

19:2 "sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya" ini dapat menjadi acuan untuk Mzm. 19:9; 119:138 dan 
142. Penghakiman Allah adalah tepat dan adil. Hal ini akan sangat mendorong sekelompok orang Kristen yang 
mengalami penganiayaan (lih. Ay. 11; 15:3,4; 16:7). 

□ "para pelacur besar", sistem dunia anti-Tuhan yang telah jatuh ini dikenal dengan beberapa nama: (1) kota 
besar; (2) Babel, dan (3) pelacur (lih. 14:8; 16:19-21; 17:1-18:24). Ayat 1-4 melanjutkan konteks dari pasal 17 
dan 18. 

□ "yang merusakkan bumi dengan percabulannya" Mengacu pada materialisme, penyembahan berhala, atau 
menyembah berhala kesuburan yang tak bermoral (lih. 2:14,20,21; 9:21; 14:8; 17:2,4; 18: 3). 



TOPIK KHUSUS: MENGHANCURKAN, MERUNTUHKAN, MERXJSAK(PHTHEIRO) 

Arti dasar dari istilah phtheiro adalah menghancurkan, meruntuhkan, merusak, atau membusukkan. Kata 
ini dapat digunakan untuk: 

1 . keruntuhan finansial (kemungkinan II Kor 7:2) 

2. kehancuran badani (lih. I Kor 3: 17a) 

3. kerusakan moral (lih. Rom 1:23; 8:21; I Kor 15:33,42,50; Gal 6:8; Wah 19:2) 

4. godaan seksual (lih. II Kor 11:3) 

5. kehancuran abadi (lih. II Pet 2: 12,19) 

6. tradisi manusia yang memudar (lih. Kol 2:22; I Kor 3: 17b) 

Sering istilah ini digunakan dalam konteks yang sama dengan bentuk negatif lawan katanya (lih. Rom 
1:23; I Kor 9:25; 15:50,53). Catat kontras parallel antara tubuh-tubuh fisik duniawi dan tubuh-tubuh abadi 
surgawi kita. 

1. Fana (dapat rusak) vs tidak dapat rusak, I Kor 15:42,50 

2. tak terhormat vs mulia, I Kor 15:43 

3. kelemahan vs kuasa, I Kor 15:43 

4. tubuh alamiah vs tubuh rohaniah, I Kor 15:44 

5. Adam pertama vs. Adam terakhir, I Kor 15:45 

6. gambar dari keduniawian vs. gambaran surgawi, I Kor 15:49 



□ "Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu" ini dapat menjadi acuan 
untuk Ul. 32:43 atau II Raj. 9:7 (lih. Rom 12:19). Allah bertindak atas doa orang kudus-Nya (lih. 6:9-11; Mat. 
7:7-8; 21:22, Yohanes 21:22, 14:13-14; 15:7,16; 16: 23-24, 26, Yakobus 4:2, 1 Yohanes 3:22; 5:14-16). 

Sistem dunia anti-Tuhan selalu terlibat dalam penganiayaan dan membunuh umat Allah. Allah mengijinkan 
kejahatan untuk mengungkapkan maksud sebenarnya (lih. 13:5,7,15). 

19:3 "asapnya naik sampai selama-lamanya" ini merupakan acuan kepada Yes. 34:10 yang menggambarkan 
penilaian universal. Kita harus ingat bahwa genre literatur ini (apokaliptik) menggunakan simbol untuk 
mengkomunikasikan kebenaran. Kebenaran di sini tampaknya menjadi salah satu dari dua kemungkinan: (1) 
hukuman kekal (lih. 6:10; Matt 3:12;. 25:41, Lukas 3:17; Markus 9:43,48) atau (2) kehancuran lengkap (lih. Yes 
34:8-10). Kebenaran yang sama ditemukan dalam Wahyu 14:11. 

19:4 "Amin" Istilah ini digunakan dalam 1:6,7; 3:14; 5:14 dan 7:12, 19:4, 22:20, dan 22:21. Ini adalah bentuk 
kata Ibrani Perjanjian Lama untuk "iman" (emeth, lih. Hab 2:4). Etimologi aslinya adalah "teguh" atau "yakin". 
Diterapkan dalam PL untuk kepercayaan Allah. Namun, di PB, penggunaannya terutama secara liturgi dalam arti 
"Saya setuju" atau "Saya menegaskan" Lihat Topik Khusus: Amin di 1:6. 

175 



19:5 "Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu" Karena ungkapan "Allah kita" (ay. 5b), maka pasti ini 
adalah malaikat, bukan Dewa. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:5b-6a 

5b "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun 
besar!" 6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan 
seperti deru guruh yang hebat, katanya: 



□ "Pujilah Allah kita" ini merupakan acuan kepada Maz. 115:13; 134:1; 135:1. Istilah ini adalah PRESENT 
ACTIVE IMPERATIVE, tetapi merupakan istilah yang berbeda dari "Haleluya," yang ditemukan dalam ay. 1,3,4 
dan 6. Secara teologis, tidak biasa malaikat menggunakan kata4iata, "Allah kita," tetapi ay 10 menunjukkan 
bahwa malaikat mengidentifikasi dirinya tidak hanya dengan orang-orang kudus dalam pelayanan, tetapi juga 
dengan orang-orang kudus dalam kesaksian mereka tentang Yesus. 

□ "hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar" ini merupakan 
acuan kepada Maz. 115:13 (digunakan sebelumny a dalam Wahyu 11:18). 

19:6 frasa deskriptif ini digunakan untuk 

1. Allah, dalam Yeh. 43:2 

2. seorang malaikat yang kuat, di Dan. 10:6 

3. Kristus, dalam Wahyu 1:15 

4. umat yang ditebus, di Wahyu 14:2 

5. dalam konteks ini tampaknya menjadi paduan suara malaikat. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:6b-8 

""'Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7 Marilah kita 
bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, 
dan pengantin-Nya telah siap sedia. 8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang 
berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari 
orang-orang kudus.) 



□ "Tuhan Allah kita, Yang Mahakuasa" Ketiga sebutan bagi Allah dari Perjanjian Lama (YHWH, Elohim, 
dan El Shaddai, lihat Topik Khusus: Nama-nama Tuhan di 4:8) muncul dalam berbagai bentuk di 1:8; 4: 8; 11:7, 
15:3, 16:7,14, 19:15, dan 21:22. 

Kata ganti "kami" sangat tidak biasa karena diucapkan oleh seorang malaikat. Tidak muncul lagi dalam 
kejadian lain dengan ketiga sebutan tersebut. Namun, bukti tekstual untuk pencantumannya adalah kuat. 

1. "Tuhan Allah kita" dalam sebuah korektor awal MS X 2 

2. "Allah, Tuhan kita" dalam MS asli K' 

3. dalam beberapa naskah Yunani kemudian, "Allah kita" 
Tidak ada dalam manuskrip Uncial A awal (Alexandrinus). 

□ "telah menjadi Raja" Ada banyak diskusi tentang AORIST TENSE VERB ini. Beberapa melihatnya 
sebagai Allah mulai memerintah (sebuah ESTGRESSIVE atau EXCEPTIVE AORIST, lih. Maz. 93:1; 97:1) 
sekarang (NJB). Namun, Allah selalu memerintah (CONSTATIVE atau GNOMIC AORIST, lih. Maz. 99:1). 
Beberapa melihatnya sebagai Tuhan berkuasa di bumi sekarang seperti di surga (CULMINATWE atau 
EFFECTIVE AORIST, lih. Mat. 6:10). Akhir zaman dan penyempurnaan Kerajaan Allah terjadi beberapa kali 
dalam Wahyu pada akhir dari siklus yang berbeda tentang penghakiman (meterai, sangkakala, cawan). Hal ini 
tampaknya paralel dengan 11:15. Mungkin merupakan acuan kepada Yes. 24:23; 52:7 atau Mikha 4:7. Lihat 
Topik Khusus: memerintah dalam Kerajaan Allah di 5:10. 



176 



19:7 "memuliakan Dia" Ini mungkin sebuah ungkapan metaforis untuk yakin, percaya, atau menempatkan iman 
di dalam Kristus. Dalam 11:13 bisa berarti beberapa orang bertobat dan menjadi percaya sebagai akibat dari 
tindakan penghakiman Allah, frasa ini digunakan untuk umat Allah dalam 14:7 dan menyiksa orang-orang kafir 
yang menolak untuk menyembah Allah dalam 16:9. 

□ "perkawinan Anak Domba" 'Anak Domba" memiliki konotasi kurban PL (lih. Im.1-7). frasa ini 
menghubungkan elemen pengorbanan dengan perjamuan makan bersama (korban perdamaian). Ada sebuah 
kiasan singkat untuk perjamuan kawin ini dalam Mat. 8:11; 26:29; 14:15 Lukas; 22:16. Berfokus pada 
perkawinan adat Yahudi waktu pertunangan, masa tunggu, dan pesta perkawinan selama tujuh hari. Sangat 
menarik untuk dicatat bahwa dalam beberapa bagian perubahan metafora untuk umat Allah, bukan sebagai 
mempelai, tetapi sebagai tamu pernikahan (lih. Ay. 9 dan Mat. 22:1-14). metafora akan berubah lagi dalam 21:2,9 
untuk umat Allah sebagai "Yerusalem Baru". Konsep hubungan perkawinan antara Allah dan jemaat-Nya 
ditemukan dalam Perjanjian Lama di Yes. 54:4-8; 62:5; Yer. 31:32; Yeh. 16; dan Hosea 2:14-19. metafora ini 
dilihat dalam Perjanjian Baru di II Kor. 11:2; Ef. 5:21-31; Wahyu 19:9, 21:2,9; 22:17. Yesus digambarkan sebagai 
mempelai laki-laki (lih. Mat. 9:15, Markus 2:19-20, Lukas 5:34-35, Yohanes 3:29). Beberapa perumpamaan 
dalam Matius melanjutkan tema ini (lih. Mat. 22:1-14; 25:1-13). Perkawinan mungkin adalah contoh terbaik bagi 
manusia tentang perjanjian alkitabiah. 

□ "Pengantin-Nya telah siap sedia" Ini adalah AORIST ACTIVE INDICATIVE. Ada yang menafsirkan ini 
sebagai pekerjaan manusia yang patut dihormati. AORIST PASSIVE dari ay. 8 menunjukkan penafsiran ini tidak 
mungkin benar. konteks ini menegaskan hubungan paradoks antara aktivitas inisiatif dari Allah (lih. Yohanes 
6:44,65) dilihat dalam undangan, ay. 9 yang merupakan PERFECT PASSIVE PARTICIPLE, dan respon iman 
yang diperlukan dari umat manusia (lih. Mrk 1:15; Kisa. 3:16,19; 20:21). Hubungan paradoks ini dapat dilihat 
pada Fil. 2:12-13. Hal ini didukung oleh fakta bahwa dalam ay. 8 Tuhan memberikan izin untuk berpakaian, tapi 
pakaian tersebutmengacu pada perbuatan baik (perbuatan benar) umat Allah (lih. 14:13; Ef. 2:10; 1 Tim. 5: 25). 

Dalam Word Pictures in the New Testament A. T. Robertson memiliki komentar yang menarik pada ay. 7. 
"Tiga metafora perempuan yang muncul dalam Wahyu (Ibu dalam pasal 12, pelacur di 13-19, dan Mempelai 
Kristus di sini sampai akhir). Yang pertama dan ketiga mewakili jemaat di bawah dua aspek yang berbeda dari 
hidupnya, sedangkan yang kedua, menjawab saingan besarnya dan musuh (Swete)' "(hal. 449). 

19:8 "perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus" ma) Istilah "perbuatan yang benar" 
memiliki beberapa kegunaan dalam PB. 

1. mengacu pada tindakan keadilan Allah (lih. 15:4) 

2. mengacu pada tindakan Yesus yang mati atas nama umat manusia (lih. Rom. 5: 16,18) 

3. mengacu pada kehidupan keadilan orang percaya (lih. 19:8) 

4. mengacu pada Keputusan, hukum, atau peraturan, biasanya Hukum Musa (lih. Luk 1:6; Rom. 1:32; 2:26; 
8:4; Ibr. 9:1,10). 

Isu teologis utama yang berhubungan dengan istilah Yunani (dikaio_, dikai_sis, dikaios, dikaiosune) adalah 
bagaiman manusia yang telah jatuh dapat mengklaim dirinya benar, berbudi, adil, dibenarkan. Harus dinyatakan 
dengan tegas bahwa kondisi spiritual tidak dicapai oleh karena usaha manusia, tetapi oleh pilihan Ilahi (Bapa), 
melalui tindakan Ilahi (Anak), dan gambar Ilahi dari Roh. Manusia hanya bisa menerima hasil akhirnya (lih. Rom 
5; H Kor. 5:21). 

Tujuan berdiri dengan benar adalah hidup benar, hidup menyerupai Kristus (lih. Rom. 9:29; Gal. 4:19; Ef 
1:4). Hidup benar adalah bukti hubungan dengan Allah (lih. 14:13), bukan dasar dari hubungan (lih. Gal. 3:1-3)! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:9-10 

9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin 
Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah." 
1(l Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: 
"Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang 
memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat." 



177 



19:9 "Berbahagialah" Ini adalah keempat dari tujuh berkat ke pada umat yang ditebus dalam Wahyu (lih. 1:3; 
14:13,16:15,19:9,20:6,22:7,14). 

□ "mereka yang diundang" Ini adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE, yang menekankan panggilan 
Allah untuk keselamatan (lih. 17:14; Yohanes 6:44,65). 

□ "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah" frasa ini menekankan tentang 
mempercayai pesan malaikat (lih. 21:5; 22:6). 

19:10 "Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia" Ada banyak diskusi tentang 
upaya Yohanes untuk menyembah seorang malaikat (lih. 22:8). Mungkin Yohanes dengan sengaja 
memasukkannya sebagai kata menentang penyembahan malaikat (lih. 22:9; Kol 2:18). Yohanes terpesona oleh 
malaikat kuat dan mungkin telah mengasumsikan bahwa ia juga adalah personifikasi ilahi (lih. Kejadian 16:7-13; 
22:11-15, 31:11,13; 48:15-16; Kel. 32,4; 13:21; 14:19; Hak. 2:1;. 6:22-23, 13:3-22; Zak. 3:1-2; Lukas 24:5) atau 
simbol dari Roh ( lih. 22:8-9). 

□ "Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus" 

Yohanes menyebut dirinya dengan istilah yang sama dalam 1:1. Malaikat itu mengidentifikasi dirinya tidak hanya 
sebagai hamba Allah (lih. Ul. 33:2; Maz. 103:21; Dan. 17:10) dan manusia yang ditebus (lih. Ibr 1:14), tetapi 
juga dengan kesaksian Yesus, yang biasanya dikatakan tentang orang-orang kudus dibandingkan malaikat (lih. 
12:17). 

□ "Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat" Ini adalah ungkapan yang sangat tidak biasa dan banyak 
yang telah ditafsirkan. Bisa merujuk pada (1) Yesus sebagai fokus dari nubuat, atau (2) fakta bahwa nubuat telah 
kembali sebagai tanda bahwa Yesus telah membawa era baru dari Roh (lih. 1:2; 6:9; 12:17 dan 14:12 untuk 
penggunaan yang sama terhadap frasa ini). 

Konteksnya menunjukkan bahwa mereka yang sudah percaya pada Kristus telah dipimpin oleh Roh. Tak 
seorang pun dapat datang kepada Kristus kecuali Roh yang memimpinnya (lih. Yohanes 6:44,65), membantunya 
memahami pesan Injil, mendorong dia untuk percaya Kristus, membaptis dia dalam Kristus, dan membentuk 
Kristus di dalam dia (lih. Yoh. 16 :8-ll). Pelayanan Roh adalah memuliakan Kristus! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:11-16 

n Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang 
menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 
12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada 
tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. 13 Dan Ia memakai jubah yang 
telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." 14 Dan semua pasukan yang di sorga 
mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. ls Dan dari 
mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan 
menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu 
kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. 16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, 
yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." 



19:11 "Lalu aku melihat sorga terbuka" Ini adalah bentuk PERFECT PASSIVE VERBAL dan mungkin 
berhubungan dengan Yeh. 1:1. Beberapa kali di Wahyu, surga telah dibuka untuk mengungkapkan kebenaran 
kepada Yohanes dalam tahap progresif (lih. 4:1; 11:19; 15:5). 

□ "Seekor Kuda putih" Mempelai dalam paragraf sebelumnya terungkap lebih lanjut sebagai prajurit yang 
menaklukkan segalanya. Ini menggambarkan Yesus yang datang seperti yang diharapkan orang Yahudi pertama 
kalinya, seorang jenderal militer yang kuat. Agak berbeda dengan gambaran Paulus tentang Kedatangan Kedua 
(Parousia) yang ditemukan dalam I Tes. 4:13-18. Untuk sekelompok orang Kristen ynag dianiaya, ini adalah 
metafora yang sangat menggembirakan. Penterjemah harus ingat, 

178 



1 . bahwa ini bukan diskusi penuh dan lengkap tentang Kedatangan Kedua 

2. bahwa berpakaian secara simbolik, bahasa apokaliptik 

3. bahwa itu adalah benar; Allah kita, dalam Kristus, akan datang lagi untuk menerima kepunyaan-Nya (lih. 
Yohanes 14:2-3) dan untuk menghakimi seluruh umat manusia menurut perbuatan mereka (lih. Gal. 6:7). 

□ "Dia yang menungganginya" Meskipun ada seekor kuda putih di 6:2, yang ini jelas berbeda. Istilah "Setia 
dan Benar" dalam bahasa Ibrani menyatakan dapat dipercayai (lih. Wahyu 3:14 dan 1:5; 3:7). 

□ "la menghakimi dan berperang dengan adil" Ini merupakan acuan kepada Yes. 11:3-5 (lih. Yes. 9:7; 16:5, 
32:1, Maz.96:13), yang menggambarkan zaman baru kebenaran, Zaman Baru Roh. Lihat Topik Khusus di bawah 
ini. 



TOPIK KHUSUS: KEBENARAN 

"Kebenaran" adalah suatu topic yang sangat penting yang membuat siswa-siswa sekolah Alkitab secara 
pribadi harus mempelajari konsepnya dengan panjang lebar. 

Dalam PL karakter Allah dijabarkan sebagai "adil" atau "benar" kata-kata Mesopotamia itu sendiri berasal 
dari buluh dalam air yang dipakai dalam konstruksi untuk mengukur kelurusan secara horizontal dari sebuah 
tembok atau pagar. Allah memilih istilah ini untuk digunakan sebagai penggambaran dari sifatNya sendiri. la 
adalah pengukur (penggaris) yang lurus yang dipakai mengevaluasi segala sesuatu. Konsep ini menyatakan 
kebenaran Allah berikut hakNya untuk mengadili. 

Manusia diciptakan dalam gambar Allah (Kej 1:26-27; 5:1,3; 9:6). Manusia diciptakan untuk bersekutu 
dengan Allah. Semua ciptaan adalah suatu panggung atau latar belakang bagi interaksi dari Allah dan manusia. 
Allah menginginkan ciptaan tertinggiNya, manusia, untuk mengenalNya, mengasihiNya, melayaniNya, dan 
menjadi seperti Dia! Loyalitas manusia diuji (Kej 3) dan pasangan manusia mula-mula gagal dalam ujian ini. Ini 
menghasilkan gangguan dalam hubungan antara Allah dan umat manusia (Kej 3; Rom 5: 12-21). 

Allah berjanji untuk memperbaiki dan memulihkan persekutuan itu (Kej 3:15). la melakukan ini atas dasar 
kehendakNya dan melalui AnakNya sendiri. Manusia tidaklah berkemampuan untuk memulihkan keretakan ini 
(Hh. Rom 1:18-3:20). 

Setalah Kejatuhan, langkah pertama Allah untuk pemulihan adalah konsep perjanjian berdasarkan atas 
undanganNya dan tanggapan pertobatan, kesetiaan dan ketaatan manusia. Karena kejatuhan itu, manusia tidak 
sanggup untuk bertindak secara tepat. (Rom 3:21-31; Gal 3). Allah sendiri harus mengambil inisiatif untuk 
memulihkan manusia pelanggar perjanjian itu. la melakukannya dengan: 

A. menyatakan manusia berdosa benar melalui karya Kristus (kebenaran forensic) 

B. memberi kebenaran secara gratis pada manusia melalui karya Kristus (anugerah kebenaran) 

C. menyediakan Roh yang berdiam untuk menghasilkan kebenaran (kebenaran etis) dalam diri manusia. 

D. memulihkan persekutuan dari Taman Eden dengan Kristus memulihkan gambar Allah (Kej 1:26-27) 
dalam orang-orang percaya (kebenaran hubungan). 

Bagaimanapun, Allah memerlukan tanggapan perjanjian. Allah memerintahkan (memberikan secara cuma- 
cuma) dan menyediakan, namun manusia harus menanggapi dan terus menerus menanggapi dalam: 

A. pertobatan 

B. iman 

C. ketaatan gaya hidup 

D. ketahan-ujian 

Kebenaran, oleh karena itu, adalah bersifat perjanjian, tindakan timbal balik antara Allah dan ciptaan 
tertinggiNya. Ini didasarkan atas karakter Allah, karya Kristus, dan Roh Kudus yang memampukan, yang 
kesemuanya secara pribadi dan berkesinambungan harus ditanggapi dengan semestinya. Konsep ini disebut 
"pembenaran oleh iman". Konsep ini diungkapkan dalam Injil namun tidak dengan istilah ini. Konsep ini 
terutama didefinisikan oleh Paulus, yang menggunakan istilah Yunani "kebenaran" dalam berbagai bentuk lebih 
dari 100 kali. 



179 



Paulus, yang telah dilatih untuk menjadi seorang Rabi, menggunakan istilah dikaiosune dalam pengertian 
Ibrani dari istilah SDQ yang dipakai di Septuaginta, bukan dari literature Yunani. Dalam satra Yunani istilah 
tersebut dihubungkan dengan seseorang yang menuruti syarat-syarat keagamaan dan masyarakat. Dalam 
pengertian bahasa Ibrani hal ini selalu disusun dalam istilah perjanjian. YHWH adalah Allah yang bersifat adil, 
etis dan moral. la menghendaki umatNya mencerminkan karakterNya. Manusia yang ditebus menjadi ciptaan 
baru. Kebaruan ini menghasilkan gaya hidup baru yang bersifat kudus (fokus pembenaran dari Katolik Roma). 
Karena Israel adalah Teokratis, maka tidak ada suatu batas yang jelas antara hal-hal sekuler (norma masyarakat) 
dan hal-hal kudus (kehendak Allah). Pembedaan ini dinyatakan dalam kata-kata bahasa Ibrani dan Yunani yang 
diterjemahkan dlam bahasa Inggris sebagai "keadilan" (berhubungan dengan masyarakat) dan "kebenaran" 
(berhubungan dengan agama). 

Injil (kabar baik) dari Yesus adalah bahwa manusia yang telah jatuh itu telah dipulihkan persekutuannya 
dengan Allah. Paradoks Paulus ialah bahwa Allah, melalui Kristus, membebaskan orang yang bersalah dari 
tuduhan. Hal ini telah terlaksana melalui kasih, kemurahan dan anugerah Bapa; kehidupan, kematian, dan 
kebangkitan Allah Anak; dan dorongan dan tarikan kearah Injil oleh Roh Kudus. Pembenaran adalah tindakan 
yang cuma-cuma dari Allah, namun hal ini hams menerbitkan kekudusan (posisi Agustinus, yang mencerminkan 
baik penekanan pihak Reformasi pada kecuma-cumaan dari Injil danpenekanan Katolik Roma pada kehidupan 
kasih dan kesetiaan yang diubahkan). Bagi kaum Reformis istilah "kebenaran Allah" adalah suatu OBJECTIVE 
GENITrVE (yaitu tindakan yang membuat manusia yang penuh dosa menjadi dapat diterima oleh Allah 
[penyucian posisional]), sementara untuk Katolik, ini adalah suatu SUBJECTIVE GENITrVE, yang adalah 
proses menjadi seperti Allah (penyucian eksperensial progresif). Dalam kenyataannya hal ini sesungguhnya 
kedua-duanya. ! ! 

Dalam pandangan saya keseluruhan Alkitab, dari Kejadian 4 - Wahyu 20, adalah catatan tentang tindakan 
pemulihan dari Allah terhadap persekutuan di Eden. Alkitab memulai dengan Allah dan manusia dalam 
persekutuan dalam kerangka keduniaan (Kej 1-2) dan Alkitab mengakhiri dengan kerangka yang sama (Wah 21- 
22). Gambar dan maksud Allah akan dipulihkan!. 

Untuk mendokumentasikan diskusi di atas berikut ini catat pilihan ayat-ayat PB yang menggambarkan 
kelompok kata Yunani: 

1 . Allah adalah benar (sering dihubungkan pada posisi Allah sebagai hakim) 

a. Roma 3:26 

b. II Tesalonika 1:5-6 

c. IITimotius4:8 

d. Wahyu 16:5 

2. Yesus adalah benar 

a. Kisah 3: 14; 7:52; 22: 14 (judul Mesias) 

b. Matius 27:19 

c. I Yohanes 2:1,29; 3:7 

3. Kehendak Allah bagi ciptaanNya adalah kebenaran. 

a. Imamat 19:2 

b. Matius 5 :48 (bandingkan. 5 : 17-20) 

4. Cara allah menyediakan dan menghasilkan kebenaran 

a. Roma 3:21-31 

b. Roma 4 

c. Roma 5:6-11 

d. Galatia 3:6-14 

e. Diberikan oleh Allah 

(1) Roma 3:24; 6:23 

(2) IKorintus 1:30 

(3) Efesus 2:8-9 

f. Diterima dengan Iman 

(1) Roma 1:17; 3:22,26; 4:3,5,13; 9:30; 10:4,6,10\ 

(2) IKorintus 5:21 

180 



g. Melalui karya AnakNya 

(1) Roma 5:21-31 

(2) HKorintus5:21 

(3) Filipi 2:6-11 

5. Kehendak Allah agar para pegikutNya menjadi benar. 

a. Matius 5:3-48; 7:24-27 

b. Roma 2:13; 5:1-5; 6:1-23 

c. IIKorintus 6:14 

d. ITimotius 6:11 

e. II Timotius 2:22; 3:16 

f. I Yohanes 3:7 

g. I Petrus 2:24 

6. Allah akan mengadili dunia dengan kebenaran. 

a. Kisah 17:31 

b. II Timotius 4:8 

Kebenaran adalah karakteristik Allah, diberikan secara cuma-cuma kepada manusia berdosa melalui Kristus. 
Ini adalah: 

1 . perintah Allah 

2. pemberian Allah 

3. karya Kristus 

Namun demikian ini adalah juga suatu proses menjadi benar yang harus dikejar dengan semangat dan 
tidak kendor; hal ini satu hari nanti akan disempurnakan pada Kedatangan Yesus Kedua kalinya. 
Persekutuan dengan Allah dipulihkan pada saat keselamatan, namun bertumbuh sepanjang kehidupan 
sampai pada perjumpaan muka dengan muka pada saat kematian atau kedatangan kedua (parousia) ! 

Berikut adalah kutipan yang bagus dari Ramus Paulus dan Surat-suratnya dari F/P 

"Kalvin, lebih daripada Luther, menekankan aspek hubungan dari kebenaran Allah. Pandangan Luther 
tentang kebenaran Allah nampaknya mengandung aspek pembebasan dari tuduhan. Kalvin menekanakan 
bentuk mulia dari komunikasi atau impartasi dari kebenaran Allah pada kita" (hal. 834). 

Bagi saya hubungan orang percaya pada Allah memiliki tiga aspek: 

1. Injil adalah suatu pribadi (tekanan dari Kalvin dan Gereja Timur) 

2. Injil adalah kebenaran (penekanan dari Luther dan Agustinus) 

3. Injil adalah hidup yang diubahkan (penekanan Katolik) 

Hal-hal ini adalah benar dan harus dipegang bersama untuk membentuk suatu Kekristenan yang alkitabiah, 
masuk akal, dan sehat. Jika salah satu terlalu ditekankan atau kurang ditekankan, akan menimbulkan 
permasalahan. 

Kita harus menyambut Yesus ! 

Kita harus percaya pada Injil! 

Kita harus mengejar Keserupaan dengan Kristus! 



19:12 "Matanya bagaikan nyala api" Ini adalah deskripsi Yesus dari 1:14 dan 2:18. Memiliki latar belakang 
malaikat PL dari Dan. 10:6. 

□ "di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota" Mengacu pada mahkota kerajaan. Yesus memiliki 
mahkota lebih dari penunggang kuda putih di 6:2 (yang melambangkan peperangan yang efektil); lebih dari ft) lis 
(naga merah 12:3), dan lebih dari binatang 13:1. 

□ "dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali la sendiri" ini dapat 
menjadi acuan untuk Wahyu 2:17, tapi jika ya, artinya masih tidak pasti. Beberapa melihatnya sebagai acuan 

181 



kepada kepercayaan kuno bahwa untuk mengetahui nama Tuhan harus memiliki kuasa atas mereka. Yang lainnya 
percaya bahwa hal itu merupakan kenyataan bahwa tidak ada yang benar-benar dapat mengetahui karakter 
Kristus. Karena gelarnya tidak diketahui, jadi tidak mengacu pada salah satu gelar atau sebutan dari Yesus ("Setia 
dan Benar" dari ay 11, dan "Firman Allah" dari ay. 13) yang ditemukan di bagian ini (atau dalam kitab ini) 
termasuk "Raja segala raja dan Tuhan segala Tuhan" dari ay 16. 

19:13 "Dan la memakai jubah yang telah dicelup dalam darah" ini merupakan acuan kepada Yes. 63:3 yang 
juga disinggung dalam ay 15. Istilah "dicelup" atau "ditaburi" adalah PERFECT TENSE; Para komentator tidak 
sepakat, apakah itu merujuk kepada (1) darah musuh-musuhnya, yang tampaknya menjadi fokus paragraf dan 
tercermin dalam Targum pada Kejadian 49 : 10-11 (Namun, dalam konteks, pertempuran belum terjadi), atau (2) 
penebusan-Nya sendiri, darah kurban di mana orang-orang kudus telah mencuci pakaian mereka sendiri menjadi 
putih(lih. 7:14). 

□ "dan nama-Nya ialah: Firman Allah" ini adalah istilah logos,, yang menghubungkan kitab Wahyu dengan 
Rasul Yohanes, karena ia adalah satu-satunya penulis Alkitab yang menggunakannya sebagai sebutan bagiYesus 
(lih. Yohanes 1:1,14; I Yohanes 1:1). 

Injil adalah pribadi (Firman Allah yang Hidup, Yesus) dan pesan (Firman Tuhan yang tertulis, Alkitab). 
Aspek ganda yang sama tercermin dalam penggunaan Alkitab untuk istilah "iman", dimana keduanya adalah 
tindakan pribadi menyambut Yesus dan tindakan kognitif percaya pada kebenaran doktrinal ("iman," lih. Yudas 
3,20). 



TOPIK KHUSUS: LATAR BELAKANG IBRANI DAN YUNANI UNTUK LOGOS 

Latar belakang istilah Logos 

1. Latar Belakang Ibrani 

a. kekuatan kata yang diucapkan (Yesaya 55:11; Maz.33:6, 107:20, 145:15), seperti dalam Penciptaan 
(Kej. 1:3,6,9,11,14,20,24, 26,29) dan berkat Patriarkal (Kejadian 27:1 ; 49:1) 

b. Amsal 8:12-23 melambangkan "hikmat" sebagai ciptaan pertama Allah dan agen dari semua ciptaan 
(lih. Mzm 33:6 dan. non-kanonik Wisdom of Solomon, 9:9) 

c. Targum (terjemahan dan komentar bahasa Aram) menggantikan frasa "Firman Allah" untuk logos 
karena ketidaknyamanan mereka dengan istilah antropomorfik 

2. Latar Belakang Yunani 

a. Heracleitus - dunia berada dalam keadaan tidak menentu; Pribadi Ilahi dan logos yang tidak berubah 
menahannya bersama-sama dan memimpin proses perubahan 

b. Plato - Pribadi Ilahi dan logos yang tidak berubah membuat planet-planet terus pada jalannya dan 
menentukan musim 

c. Stoa - logos adalah "alasan dunia" atau manajer, tapi semi-pribadi 

d. Philo - ia mempersonifikasikan konsep logos sebagai "Imam yang mengatur jiwa manusia di 
hadapan Allah," atau "jembatan antara manusia dan Allah," atau "kemudi ditangan Pilot alam 
semesta yang mengendalikan segala sesuatu" (kosmocratef) 



19:14 "semua pasukan yang di surga" ini telah ditafsirkan dalam dua cara: (1) karena 17:14 dan deskripsi 
orang-orang kudus dalam ay. 8 dalam konteks ini, banyak yang menganggap bahwa ini mengacu pada orang- 
orang kudus, atau (2) karena latar belakang PL di Zak. 14:5 dan ayat-ayat PB dari Mat. 13:41, 16:27, Markus 
8:38, Lukas 9:26; 1 Tesalonika. 3:13; II Tesalonika 1:7, banyak yang percaya bahwa itu pasti mengacu pada 
malaikat. Ambiguitas yang sama ini hadir dalam banyak bagian. 

19:15 "dari mulut-Nya" Ini merupakan acuan kepada Yes. 11:4 dan Wahyu 1:16 dan 2:16. Metafora 
menghakimi yang sama telah ditemukan dalam literatur apokaliptik Yahudi (lih. IV Esdras 12:06; Mazmur 
Salomo 17:10,45,49; dan kitab I Henokh 62:6). 

182 



□ "pedang tajam" Ini adalah metafora untuk kekuatan Injil atau Firman yang diucapkan Allah (lih. Kej 1; Yes. 
55:11, Yohanes 1:1; II Tesalonika. 7:8), bukan deskripsi literal. 

Penghancuran akhir zaman terhadap tentara manusia pemberontak digambarkan dalam Yeh. 38-39. 
Penghancuran ini dilakukan dengan (1) pedang (lih. Yeh 38:21 dan Wahyu 19:15,21) atau (2) api dari langit, lih. 
Yeh. 38:22, 39:6, dan Wahyu 20:9. Paralel antara Wahyu 19 dan Wahyu 20 (yaitu cara-cara yang berbeda untuk 
menghancurkan tentara bangsa-bangsa), keduanya mencerminkan Yeh. 38-39, menyiratkan sebuah rekapitulasi. 
Kedatangan Kedua Kristus di 19 diulangi dalam bahasa yang berbeda dalam 20:1-10. Rekapitulasi telah terlihat 
antara meterai, sangkakala, dan cawan 

□ "bangsa-bangsa" Asal PL pasukan ini adalah bangsa tak bertuhan yang tercantum dalam Yeh. 38 dari 
seluruh Timur Dekat kuno (lih. ay 2,5,6,13). Yohanes menggunakan pertempuran akhir zaman di Yeh. 38-39 
sebagai sumber gambaran tentang pertempuran eskatologis antara yang baik dan yang jahat! Yesus memiliki 
pedang terbesar! Lihat catatan pada 2:26 dan 10:11. 

□ "la akan menggembalakan mereka dengan gada besi" Ini adalah yang kedua dari tiga deskripsi tentang 
penunggang kuda putih. Gambaran tentang penghakiman berasal dari Maz.2:9 dan 110:5-6 (lih. Wahyu 2:27; 
12:5). 

□ "dan la akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang 
Mahakuasa" Deskripsi ketiga tentang penghakiman ini merupakan acuan kepada Yes. 63:2-3; Yer. 51:33; Rat. 
1:15; 3:13 Yoel (lih. Wahyu 14:19-20). Warna anggur yang hancur mengingatkan orang dahulu tentang darah, 
kematian, dan pertempuran! 

Untuk "murka Allah" lihat catatan di 7:14. 

19:16 "Dan pada paha-Nya tertulis suatu nama," Telah ada banyak diskusi tentang istilah "paha-Nya": (1) ini 
adalah tempat yang biasanya untuk menggantung pedang; (2) ini adalah tempat yang pakaian-Nya yang paling 
jelas dilihat pada kuda, atau (3) itu adalah otot terkuat dalam tubuh dan merupakan simbol kekuatan-Nya. 

□ "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan" Apakah ini merujuk ke satu atau dua nama? Wahyu 17: 14 
menunjukkan bahwa itu merujuk pada satu nama (lih. 1 Tim 6:15). Ini mungkin memiliki dua latar belakang PL: 
(1) deskripsi YHWH (lih. Ul. 10:17 dan. Henokh 9:4) atau (2) gelar dewa Persia ditransfer ke YHWH (lih. Dan. 
2:37). Sangat menarik untuk dicatat bahwa frase ini dalam bahasa Aram ditambahkan sampai ke 777, 
bertentangan dengan jumlah binatang, yang adalah 666. Kesempurnaan akhir versus ketidaksempurnaan akhir. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:17-18 

17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring 
kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk 
turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, 18 supaya kamu makan daging semua raja dan 
daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua 
penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun 
yang besar." 



19:17 "kepada semua burung" Paragraf menakutkan ini merupakan acuan kepada dua bagian PL yang 
berhubungan dengan adegan pertempuran. Konteks ini adalah pertempuran yang sama yang dibahas dalam 16:12- 
16, yang disebut Harmagedon. Burung -burung pemangsa digambarkan seperti ditarik ke medan perang seperti 
dalam 1 Sam. 17:46 (lih. Mat. 24:28; Lukas 17:37) dan Yeh. 39:17-20, yang merupakan pertempuran akhir zaman 
Gog dan Magog. Yohanes sering menggunakan gambaran Perjanjian Lama dalam cara-cara baru. Dalam pasal 20 
peperangan Gog dan Magog berurusan dengan Setan setelah milenium, sedangkan pertempuran dalam bab 19 
terjadi sebelum milenium dan berhubungan dengan binatang buas dan nabi palsunya. 



183 



□ "berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar" ini adalah sebuah antitesis 
untuk perjamuan Anak Domba yang disebutkan dalam ay. 7 dan 9. Anak Domba mengundang orang yang 
terhilang untuk datang dan diselamatkan dan bergabung dalam pesta pernikahan-Nya. Tetapi malaikat itu 
mengundang burung-burung pemangsa untuk datang ke pesta mayat (dan jiwa yang mati) pada pertempuran akhir 
zaman besar (lih. Yer 12:9; Yeh. 39:17). murka Allah nyata dan dilambangkan sebagai sebuah pesta, terhadap 
daging musuh-musuh-Nya (lih. Yes. 34:6; Yer. 12:12, 46:10; Zef. 1:7). 

19:18 ini kembali ke 6:15, yang juga merupakan pengaturan eskatologis di mana kategori-kategori umum 
manusia yang sama juga disebutkan. Kengerian akibat mati tanpa dikuburkan terutama mengejutkan bagi orang- 
orang dari Timur Dekat kuno. Kemenangan kedatangan kembali Yesus terjadi pada akhir setiap siklus 
penghakiman: meterai, 6:12-17; sangkakala, 11:15-18; dancawan, 19:1-21. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 19:19-21 

19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul 
untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. 20 Maka tertangkaplah 
binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan 
matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan 
yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang 
menyala-nyala oleh belerang. 21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut 
Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka. 



19:19 Pertempuran yang sesungguhnya dimulai. Ini merupakan acuan kepada Maz.2. Apakah ini merujuk kepada 
sebuah pertempuran akhir-waktu dan spesifik secara harfiah, atau itu simbolis dari perjuangan antara yang baik 
dan jahat? Genre Wahyu menyiratkan simbolis; Pasal yang paralel dalam Mat. 24; Markus 13; 21 Lukas; dan II 
Tesalonika. 2 berarti literal, ambiguitas ini adalah sumber perselisihan besar dalam interpretasi Wahyu oleh 
orang-orang saleh. Dogmatisme sudah pasti tidak pantas ! 

19:20 "nabi palsu yang mengadakan tanda-tanda" Dia adalah binatang yang kedua (lih. 13:11-18; 16:13). 
Kembali lagi kepada 13:12-13, di mana hubungan nabi palsu dengan binatang laut adalah parodi hubungan Roh 
Kudus dengan Kristus. 

□ "menerima tanda dari binatang itu" (lih. 13:16-17). 

□ "Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api" Ungkapan "lautan api" adalah unik bagi kitab 
Wahyu, tetapi adalah sinonim untuk istilah Gehenna (lihat Topik Khusus pada 1:18), yang begitu sering 
digunakan Yesus untuk menunjukkan neraka. Acuan spesifik PL mungkin untuk Yes. 30:23-33 dan Dan. 7:11. 
Ada begitu banyak bagian profetik yang menghubungkan penghakiman dengan api atau pembakaran. Tema api 
yang kekal dikembangkan dalam Yudaisme apokaliptik (lih. Henokh 27:1; 54:1, 56:3; 90:26; IV Ezra 7:36; Apoc. 
Barukh 59:10; 85:13, daftar diambil dari George E. Ladd, Revelation, hal 258). frasa ini digunakan dalam Wahyu 
20:10,14; 21:08. Itu adalah tempat yang dipersiapkan untuk setan dan malaikat, tetapi manusia yang memberontak 
terhadap Tuhan juga akan menemukan ini sebagai tempat tinggal utama mereka. Ini adalah tempat tinggal akhir 
Iblis. Ini adalah hasil alami dari pemberontakan terhadap Allah dan merupakan bentuk permanen dari jurang maut 
(lih. Mat. 25:46; Why. 9:11; 11:07, 17:08, 20:1,3). 

19:21 Mereka yang menerima tanda binatang itu (lih. 13:16; 14:9,11), yang telah menganiaya orang-orang 
percaya, sekarang dibunuh oleh firman Kristus (sama seperti yang akan dialami binatang laut, lih. 2 Tesalonika 

2:8). 



184 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1. Buat daftar perbedaan kelompok yang memuji Allah dalam ay. 1-8 dan alasan untuk pujian mereka. 

2. Di manakah konsep pesta kawin Anak Domba berasal dan apa implikasinya? 

3. Apa yang disiratkan ay. 10 tentang malaikat? 

4. Jelaskan pentingnya ayat 11-16 seperti yang diterapkan kepada Kristus. 

5. Pertempuran apa yang digambarkan dalam ay. 17-21? Berapa banyak pertempuran yang terjadi di akhir 
zaman? 



185 



WAHYU 20 

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Seribu tahun 


Setan terikat selama 1000 
tahun 


Setan terikat dan para 
martir bangkit 


Seribu tahun 


Kerajaan seribu tahun 


20:1-3 


20:1-3 

Orang-orang Kudus 
memerintah bersama 
dengan Kristus selama 
1000 tahun 


20:1-3 


20:1-3 


20:1-3 


20:4-6 


20:4-6 


20:4-6 


20:4-6 


20:4-6 


Kejatuhan Iblis 


Pemberontakan setan 
dihancurkan 


Kekalahan setan konflik 
terakhir 


Kejatuhan Iblis 




20:7-10 


20:7-10 


20:7-10 


20:7-10 


20:7-10 


Penghakiman tahta putih 


Penghakiman tahta putih 


Penghakiman terakhir 


Penghakiman terakhir 


Penghakiman terakhir 


yang besar 


yang besar 








20:11-15 


20:11-15 


20:11-15 


20:11-15 


20:11-12 
20:13-15 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya (siklus pembacaan #3, hal. Viii). 
Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan 
diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP WAHYU 20:1-15 



A. Pasal 20 hams terkait secara teologis dengan pasal 19 (Kedatangan Kedua) dan 21-22 (kerajaan kekal). 
Pertanyaan interpretif adalah apakah Kedatangan Kedua mendahului kerajaan Seribu Tahun Kristus, jika 

186 



demikian maka beberapa bentuk pra-milenialisme tidak bisa dihindari (jika hal ini harus ditafsirkan 
sebagai kisah sejarah). Tapi bagaimana kalau pasal 20-22 merupakan unit baru yang mengulangi 17-19 
(lih. W. Hendriksen, More Than Conquerors)! Perubahan ini akan sama dengan rekapitulasi antara 
meterai, sangkakala, dan cawan, maka beberapa bentuk idealisme atau amillennialism adalah yang paling 
cocok. 

B. Pasal 20 memperkenalkan beberapa konsep-konsep teologis yang tidak terungkap oleh bagian lain dalam 
Alkitab: 

1 . dua tahap kebangkitan 

2. pemerintahan sementara dan terbatas oleh para martir 

3. Mesianis duniawi memerintah selama 1000 tahun 

4. sebuah pemerintahan tidak efektif dari Mesias (manusia memberontak lagi atas dorongan Iblis setelah 
1 .000 tahun pemerintahan Kristus) 

5. pertempuran lain dengan orang-orang yang tidak percaya setelah penghakiman Takhta Putih Besar 

C. Adanya kesulitan dalam penafsiran karena 

1. Keistimewaan teologis dari bab 20 

2. ambiguitas di beberapa area utama 

a. Ikatan setan, ay. 2 

b. jumlah kelompok di ay. 4 

c. yang terlibat dalam kebangkitan yang pertama, ay. 5 

d. siapa, di mana, dan bagaimana, memerintah dengan Kristus, ay. 6 

e. darimana "bangsa" dalam ay. 8 berasal 

f. makna dan lokasi "kota yang dikasihi," ay. 9 

g. yang terlibat dalam Pengadilan Takhta Putih ay. 11-15 dan bagaimana kaitannya dengan Mat. 
25:31 

3. Ada ketidaksepakatan yang besar antara orang saleh, para komentator yang percaya, bahkan mereka 
dari teori milenium yang sama. teori milenium seseorang seharusnya tidak mempengaruhi realitas 
Kedatangan Kedua secara fisik literal yang sering disebut dalam PB. 

4. beberapa kutipan yang baik oleh orang yang saya percayai 

a. dalam komentarnya, Revelation, George E. Ladd mengatakan "Evangelikalisme Amerika telah 
menempatkan penekanan yang tidak beralasan pada doktrin milenium. Satu hal yang; Dia 
(Yesus) tidak berkepentingan untuk mengajarkan sebuah kerajaan duniawi sementara sebelum 
urutan kekal di Era Akan Datang. " 

b. di Word Pictures in the New Testament, AT Robertson mengatakan, "Kitab yang indah ini ditulis 
untuk menghibur orang-orang kudus dalam masa pencobaan yang besar, bukan untuk membuat 
perselisihan di antara mereka" (hal. 457-458). 

c. di Worthy is the Lamb, Ray Summers mengatakan, "Bab ini perlu pendekatan dengan roh rendah 
hati, mengenali kesulitannya, menghindari pernyataan dogmatis, dan rasa hormat terhadap 
penafsiran jujur orang lain. Bab ini telah menjadi dasar pahit perdebatan bagi orang Kristen 
selama berabad-abad "(hal. 202). 

d. dalam komentarnya di The Book of Revelation, New International Commentary Series, Robert H. 
Mounce, mengatakan, "Dilihat dari jumlah perhatian yang diberikan oleh banyak penulis untuk 
sepuluh ayat pertama dari pasal 20, salah satu akan melihatnya sebagai segmen yang paling 
penting dari kitab Wahyu. Kecenderungan banyak interpreter pada titik ini adalah menjadi 
pembela untuk pandangan tertentu tentang milenium. Tanpa menyangkali betapa pentingnya 
bagian ini, tidak harus melebihi tema-tema dasar seperti kembalinya Kristus, penghakiman 
terakhir dan penghapusan semua kejahatan, dan kemegahan pemerintahan kekal. Pembacaan yang 
cermat pada bagian milenial (ay. 1-10) akan menunjukkan bahwa mungkin terbatas pada 
kebangkitan para martir saja, dan bahwa hal itu tidak mengandung indikasi tertentu bahwa 
mereka memerintah dengan Kristus terjadi di bumi atau bahwa itu harus mengikuti kedatangan 
kedua"(hal351). 

187 



D. Kerajaan Seribu tahun tidak sama dengan 

1 . Zaman Mesianik, atau 

2. Kerajaan Tuhan (baik # 1 dan # 2 adalah kekal, lih. Dan. 7:14,27; Yes. 9:7, Lukas 1:33, 2 Pet. 1:11, 
Wahyull:15;22:5) 

E. Konsep 1,000 tahun kebahagiaan dengan Kristus mungkin berasal dari ide 6.000 tahun sejarah dan 
kemudian istirahat Sabat kemakmuran dari Kej. 1. Tampaknya ini (historis pra-milenialisme) adalah 
bagian dari beberapa tulisan jemaat Kristen mula-mula (lih. Surat Barnabas 15 dan II Henokh 33). 

F. Bab ini jelas merupakan wahyu yang diinspirasikan dan memiliki tujuan ilahi. Namun, apakah tujuan itu: 
(1) yang menguraikan peristiwa akhir zaman atau (2) memberikan wawasan spiritual dalam perjuangan 
spiritual di setiap zaman? 

Para penterjemah harus berhati-hati mendorong agenda mereka sendiri dan bukan Yohanes. Rasa 
ingin tahu, kepandaian mengambil keuntungan dr lawan, atau loyalitas ke posisi teologis atau guru telah 
menyebabkan legiun interpretasi dan sikap buruk. Agenda / tujuan Yohanes disampaikan dalam pilihan 
genre dan pilihan-Nya dari Perjanjian Lama, bukan gambaran Perjanjian Baru! Mengambil literatur 
apokaliptik harfiah bukanlah tanda konservatif, tetapi antusiasme sesat! Mengapa penafsir modern 
mencoba untuk membuat beberapa simbol literal Yohanes dan kiasan lain? Semuanya figuratif (tidak 
berarti mereka tidak benar) ! Presentasi akhir-zaman Yohanes adalah terutama struktur PL. Dia tampaknya 
sengaja mengabaikan Yesus dan ajaran eskatologis Paulus. Para penulis Alkitab, baik PL dan PB, tidak 
mengungkapkan eskatologi sistematis. Tentu mereka menyajikan kebenaran, tetapi tidak dengan cara 
yang logis kronologis atau sistematis ! Mari kita menegaskan kebenaran sentral dari penglihatan dan tidak 
menjadi dogmatis tentang rinciannya. 

G. Bab ini telah dilakukan untuk menahan beban teologis diluar proporsinya dalam struktur keseluruhan dan 
pesan kitab ini! Ini bukanlah penekanan utama dari penulis! Milenium adalah pembuka jalan bagi 
pemerintahan Allah yang kekal. Hanya Wahyu memilih untuk menyebutkan hal pemerintahan Mesianik 
temporal ini. Ini muncul dalam genre yang mengkomunikasikan kebenaran dengan cara bahasa simbolis. 
Secara pribadi, bukan kerajaan Seribu tahun yang mengejutkan saya (dalam rangka teks-teks Perjanjian 
Lama), tetapi (1) dua tahap penghakiman; (2) campuran orang-orang kudus yang dibangkitkan dan 
manusia normal bersama-sama dalam suasana duniawi, dan (3) adanya pemberontakan setelah 
pemerintahan Mesianik yang panjang. 

Apakah pemerintahan pribadi Kristus akan menjadi tidak efektif dalam membawa kebenaran kepada 
manusia bahkan dengan tidak adanya Setan? Atau apakah ini cara simbolis untuk menunjukkan dengan 
jelas tingkatan dan pesta pora umat manusia 

H. Allah membantu kita semua dalam 22:18-19! Kita semua dipengaruhi oleh sifat dosa kita, usia kita, 
pengalaman kitai, dan guru kita! 



PENULIS YANG SANGAT MENOLONG 

A. Alan Yohanesson, "Revelation," The Expositors Bible Commentary, vol. 12 

B. George Ladd, Revelation of Yohanes 

C. Leon Morris, "The Revelation of St. Yohanes," Tyndale New Testament Commentaries, vol. 20 

D. Robert Mounce, "The Book of Revelation," The New International Commentary 

E. Ray Summers, Worthy Is the Lamb 

F. Craig Blaising and Darrell Bock, Progressive Dispensationalism 

G. D. Brent Sandy, Plowshares and Pruning Hooks 



188 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 20:1-3 

*Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu 
rantai besar di tangannya 2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya 
seribu tahun lamanya 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan 
memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa 
seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. 



20:1 "Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari langit, memegang anak kunci jurang maut" Mirip 
dengan malaikat yang memiliki kunci jurang maut di 9:1-2,11. Sangat menarik bahwa Setan terikat oleh malaikat 
yang tidak disebutkan namanya. 

□ "kunci jurang maut" Kita telah melihat dua kunci dalam Wahyu. Yesus memiliki kunci maut dan Hades 
dalam 1:18 dan malaikat tanpa nama memiliki kunci jurang maut di 9:1. Istilah "kunci" adalah metafora untuk 
"otoritas atas" 

Istilah "jurang maut" adalah kata Yunani untuk "kedalaman" dengan ALPHA PRIVATIVE (jurang maut) 
dan telah dibahas dalam 9:1. Tampaknya menjadi penjara roh-roh jahat. Namun, ini tidak bisa menjadi 
interpretasi mutlak karena penggunaan Paulus di Roma 10:7. Mungkin identik dengan " Tartarus " sebagai tempat 
kurungan semua roh jahat (lih. Lukas 8:31; Yudas 6; 2 Pet 2:4). Dalam Yudaisme rabinik abad ke 2 dan 3, itu 
dipahami sebagai bagian tidak benar dari Hades. 

20:02 "naga, si ular tuaitu, yaitu Iblis dan Setan" Keempat sebutan dari si jahat, yang telah dibahas pada 12:9, 
ditekankan untuk mendefinisikan dengan tepat siapa yang sedang terikat dan yang kemudian akan dilemparkan ke 
dalam lautan api (lih. ay 10). Ini menghubungkan yang Awal (lih. Kej 3) dengan yang Akhir (Why. 20-22). 
Istilah " Naga " mungkin 

1. sejajar dengan "ular". Di PL, istilah Ibrani tanin dapat merujuk ke 

a. ular tanah (lih. Kel 7:9,10,12;.U1 32:33; dan mungkin Mzm. 91:13) 

b. ular laut (lih. Kejadian 1:21; Maz. 148:7) 

2. sejajar dengan mitos rakasa laut, Leviathan (lih. Ayub 7:12; Maz. 74:13-14; Yes 27:1), yang digunakan 
untuk menggambarkan salah satu makhluk Allah (lih. Ayub 41; Maz. 104: 24-26), atau sebagai simbol 
kejahatan (seperti Rahab, lihat Yesaya 51:9) 

3. digunakan secara simbolis oleh para pemimpin untuk musuh-musuh Israel 

a. Mesir (lih. Maz. 87:4; Rahab; Yeh. 29:3) 

b. Babel (lih. Yer. 51:34) 

4. digunakan dalam mitologi Mesopotamia sebagai rakasa kekacauan (lih. Pengantar Wahyu 12 # B dan 
khususnya di 12:3 King James Version menerjemahkan baik tannin dan tannim {howlers atau serigala, 
lih. Ayub 30:29, Mzm 44:19; Yes. 13:22, 34:13, 35:7, 43:20; Yer. 9:11; 10:22, 49:33, 51:37, Yehezkiel 
29:3 dan Mik. 1:8) sebagai "naga," tapi mereka bukan istilah terkait. Serigala adalah kata jamak dari tan. 

□ "ia mengikatnya seribu tahun lamanya" Manusia selalu merasa bahwa hukuman badan akibat dari pilihan 
Adam dan Hawa, tidak adil. Mungkin penghapusan kejahatan dan godaan ini menyediakan pengaturan teologis 
mirip dengan Taman Eden. Tidak hanya umat manusia terhindar dari godaan setan, mereka akan menikmati 
kehadiran Mesias Maha Suci untuk jangka panjang. Yang menyedihkan adalah bahwa manusia akan 
memberontak lagi terhadap pemerintahan Allah di dalam Kristus (lih. 20:7-9)! 

Konsep PL dari kedua zaman Yahudi adalah cara untuk menggambarkan konflik antara yang baik dan yang 
jahat (dualisme terbatas). Orang-orang Yahudi pada jamannya dan setiap hari. Dalam buku yang begitu jelas 
simbolismenya, dan wahyu yang begitu terisolasi dan tidak dapat diulang kembali sebagai pemerintahan 1000 
tahun, mengapa ada orang yang ingin menafsirkan hal ini secara harfiah? Jawabannya terletak pada pengandaian 
penafsir, bukan dalam penafsiran. Ini bukan masalah percaya pada Alkitab, namun masalah yang tepat, 
interpretasi konsisten dari literatur apokaliptik. Kerinduan orang percaya akan informasi lebih lanjut tentang akhir 
zaman telah mendorong mereka (1) untuk mengubah kitab ini menjadi sebuah presentasi kronologis Kedatangan 

189 



Kedua; dan (2) untuk memaksa rincian cocok dengan sejarah, budaya, dan interpretatif mereka sendiri, teologis 
grid. Jika ini diambil secara harfiah, hanya orang-orang Kristen yang hidup dan mati selama periode ini yang akan 
memerintah dengan Kristus (lih. ay 4-5).! 

20:3 "lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya 
di atasnya" Ada lima kata kerja yang berhubungan dengan pengikatan Iblis oleh malaikat tanpa nama: (1) "ia 
menangkapnya"; (2) " mengikatnya "; (3)" melemparkan dia "; (4)" menutupnya "; dan (5)" memeteraikannya 
"Semua ini adalah AORIST ACTIVE INDICATIVES. Ini berarti penghapusan lengkap dari pengaruh setan. 
Mungkin menjadi acuan kepada Yes. 24:22. 

□ "supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa" Kebohongan selalu menjadi tujuan dari si jahat dan 
agen-agennya (lih. 12:9 13:11-14; 16:14, 19:19, 20:8). Karena ia tahu bahwa waktunya sangat singkat (lih. 12:12), 
ia mencoba untuk memimpin sebanyak mungkin ciptaan Allah yang terkasih, pria dan wanita, jauh dari-Nya ke 
dalam pemberontakan dan ketidakpercayaan. Dia juga ingin disembah, sebagaimana dapat dilihat dalam 
pencobaan Yesus di Mat. 4:9 dan 13:4. 

Pertanyaan yang sangat penting adalah, kepada siapa yang dimaksud dengan "bangsa ini" merujuk? Bangsa- 
bangsa yang tidak percaya sebelumnya dihancurkan dalam 17:2, 18:3 dan 19:18-21. Beberapa mengatakan bahwa 
itu merujuk kepada bangsa-bangsa yang sama, tetapi merupakan sisa dari mereka, bukan tentara mereka yang 
dikalahkan. Yang lainnya mengatakan bahwa itu adalah bangsa yang berbeda yang tidak terlibat dalam anti-Allah, 
konspirasi anti-Kristus. Simbolisme dari "bangsa" adalah sangat sulit (lihat catatan pada 2:26 dan 10:11) karena 
mereka terlihat lagi dalam Wahyu 22:2, bahkan setelah penghancuran setan dan semua orang-orang yang tidak 
percaya. 

Ada kemungkinan bahwa 19:11-21 (yaitu, pasal 17-19) direkapitulasi dalam 20:1-10 (yakni, pasal 20-22). 
Hal ini dapat memecahkan masalah kehadiran "bangsa-bangsa" setelah penghakiman lengkap dan akhir di pasal 
19. "Bangsa-bangsa" biasanya merujuk pada orang fasik, tidak bertuhan (lihat catatan pada 2:26 dan 10:11 dan 
artikel oleh Dave Mathewson, "sebuah pemeriksaan ulang Milenium dalam 20:1-6: penyempurnaan dan 
Rekapitulasi," JETS, vol 44 # 2,. Juni 2001, hal. 237-251). Temuan Setan dalam 20:1-10 akan menjadi analog 
dengan Lukas 10:17-20 (setan diusir dari surga); Matt. 12:26-29; (kerajaan Iblis dikalahkan oleh eksorsisme 
Yesus '); Kol 2:10,15 (penguasa dan otoritas dilucuti). Wahyu 20:1-10 akan merujuk pada kemenangan Kristus 
saat kedatangan-Nya yang pertama dan hasil tetap tringgal sampai sebelum kedatangan kedua-Nya 
(amillennialisme). 

Jika rekapitulasi ini benar maka menunjukkan bagaimana Yohanes dipengaruhi oleh motif tunggal pertempuran 
akhir zaman di Yeh. 38-39 (dan juga Mzm 2). Yohanes telah mengambil konfrontasi PL ini dengan negara-negara 
kafir di Asia Kecil dan menguniversalkannya ke dalam pertempuran eskatologis antara umat Allah dan orang- 
orang yang dipengaruhi oleh Iblis dan ketidakpercayaan. 

□ "sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit 
waktu lamanya" Telah ada banyak diskusi tentang mengapa setan "hams"(dei) harus dilepaskan untuk sedikit 
waktu. Beberapa melihatnya sebagai Allah menunjukkan keadilan penghukuman-Nya atas manusia durhaka, yang 
lain mungkin melihatnya sebagai satu lagi kesempatan penebusan seperti dalam 9:20-21, 14:6-7; 16:9,1 1. 

Memungkinkan juga untuk me lihat terikatnya Setan sebagai simbol dari kekalahan akhir si jahat 
menggunakan gambaran apokaliptik Yahudi dari I Henokh 10:4-6,11-13, di mana Azazel (setan padang pasir Im. 
16:8,10,26) dipenjara oleh malaikat sehingga ia tidak dapat memimpin orang-orang kepada penyesatan. Hukuman 
penjara adalah cara malaikat memegang si jahat sampai hari penghakiman dalam Yes. 24:21-22; 2 Pet. 2:4; dan 
Yudas 6. 

Mungkin juga pembebasannya memicu akhir zaman, sekali-dan-selamanya, konfrontasi antara Allah, Mesias, 
Roh, dan pengikutnya vs Setan, binatang laut, binatang tanah, dan pengikutnya. Penciptaan akan dibersihkan dari 
yang jahat. Sejarah telah menjadi medan perang, sejarah akan menjadi tempat konfrontasi final. Motif PL adalah 
dari Maz. 2 dan Yeh. 38-39. Penghakiman akhir zaman yang sama terlihat di 19:19-21. Jika ini benar maka bab 
17-19 dan 20 paralel dan mencakup periode yang sama dari kedatang Kristus pertama kali kedatangan-Nya yang 
kedua. 



190 



NASKAH NASB (UPDATE) : 20:4-6 

4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan 
kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena 
kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya 
dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan 
memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. 'Tetapi orang-orang 
mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. 
'Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang 
kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan 
mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. 



20:4 "Lalu aku melihat takhta-takhta" Ini merupakan acuan kepada Dan. 7:9. Sejumlah takhta disebutkan 
dalam Wahyu: (1) tahtAllah a (lih. 5:1,1,17; 6:16; 7:10,15, 19:4, 21:5), (2) tahta setan (lih. 2:13), dan (3) takhta 
binatang itu (lih. 13:2; 16:10). Ini adalah metafora otoritas dan kekuasaan. 

□ "Dan orang-orang yang duduk di atasnya" Ini merupakan acuan kepada Dan. 7:22. Pertanyaannya adalah, 
kepada siapa "mereka" merujuk? Dalam Daniel, bisa menjadi malaikat atau orang-orang kudus. Ada banyak 
diskusi di antara komentator tentang berapa banyak kelompok-kelompok yang disebutkan dalam ayat ini. 

1 . sebagian melihat tiga kelompok (orang-orang yang duduk di takhta, martir Kristen, dan Kristen lain yang 
tidak menyembah binatang itu) 

2. beberapa melihat dua kelompok 

3. sebagian melihat satu kelompok. 

Jika satu kelompok, maka mengacu pada para martir Kristen. Namun, tidak ada Kitab Suci lain paralel dengan 
pemerintahan terbatas para martir. Alkitab menjanjikan sebuah pemerintahan untuk semua orang kudus (lih. 
Wahyu 3:21; 5:10, 22:5, Mat. 19:28; Lukas 22:29-30, II Tim. 2:12). lihat Topik Khusus di 5:10. 

Yang lainnya mendasarkan pandangan mereka tentang dua kelompok pada frase kecil di bagian akhir ay. 4, 
"yang menolak untuk menyembah binatang liar" Mereka melihat ini sebagai kelompok kedua orang Kristen, 
semua orang percaya yang meninggal karena kematian alami tetapi yang menolak untuk menyembah binatang itu. 
Dalam hal Kedatangan Kedua di pasal 19 dan penghakiman Takhta Putih besar di 20:1 1, ini mungkin merupakan 
interpretasi terbaik. Jika penafsiran ini benar, maka penghakiman Tahta Putih besar di ay. 11 hanya merujuk 
kepada mereka yang terhilang dan tidak paralel langsung ke Mat. 25:31. 

NASB "kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi " 

NKJV "kepada mereka diberikan kuasa untuk menghakimi " 

NRSV "diberikan kewenangan untuk menghakimi" 

TEV "diberikan kuasa untuk menghakimi" 

NJB "diberikan kuasa untuk memutuskan hukuman" 

Frasa Yunani ini dapat merujuk pada(l) mereka memerintah dengan Kristus (lih. 2:26-27; 1 Kor. 6:2, lihat 
Topik Khusus pada 5:10) atau (2) mereka menerima keadilan (lih. 6: 9-11; Dan 7:22). 

□ "jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya" Beberapa menafsirkan ini sebagai roh tanpa tubuh 
(lih. 6:9). Istilah "dipenggal" mengacu pada kapak bermata dua yang digunakan untuk hukuman mati di Republik 
Romawi (lih. Rom 13:4 dan Yosefus, Antiquities of the Jews, 14:9:4). Ini mengacu pada martir Kristen. 

□ "dan orang-orang yang tidak menyembah binatang itu" Jika kalimat di atas merujuk pada martir, maka 
frase ini merujuk kepada orang lain yang meninggal selama jangka waktu tertentu (lih. 13:15). Sekarang, jika ini 
adalah gambar dari periode antara kedatangan kedua Kristus, maka mengacu pada semua orang percaya. Jika ini 
hanya periode akhir zaman, maka hanya generasi tersebut. 

□ "dan yang juga tidak menerima tanda" lihat catatan di 13:16-17. Tanda ini pararel dengan "yang tidak 
menyembah binatang itu atau patungnya. " 

191 



□ "mereka hidup kembali" istilah ini (z ) merujuk kepada kebangkitan fisik (lih. Mat. 9:18; Yohanes 4:25, 

Kis. 1:3, 9-11; Rom.14: 9; Wahyu 1:18; 2:08; 13:14). Penerjemah tidak dapat menafsirkan kegunaan salah satu 
istilah dalam ay. 4 sebagai kebangkitan spiritual dan penggunaan kedua dalam ay. 5 sebagai kebangkitan fisik. 
Apakah para martir yang memerintah dengan Kristus, memiliki tubuh kebangkitan atau badan fisik yang hilang? 
Jika mereka memiliki tubuh kebangkitan, lalu bagaimana dengan "bangsa-bangsa"? 

□ "Dan memerintah sebagai raja bersama Kristus untuk masa seribu tahun" Konsep Yesus memerintah 
disebutkan dalam Wahyu 12:5; 19:5 dan tampaknya disinggung dalam Mzm. 2:8-9; orang-orang kudus 
memerintah dengan Kristus disebutkan dalam Mat. 19:28; 22:28-30 Lukas; II Tim. 2:12; Wahyu 3:21; 5:10; 
20:4,6 dan 22:5. Apakah pemerintahan selama 1000 tahun atau kekal (lih. 7:14,18,27 dan Why. 22:5)? Apakah 
memerintah duniawi (lih. 5:10) dalam konteks Palestina atau konteks universal? Lihat Topik Khusus tentang 
memerintah di Kerajaan Allah pada 5:10. Lihat grafik dari milenial berbeda dalam Lampiran Lima. 

Jika 1.000 tahun adalah simbolis dari usia gereja (inkarnasi untuk parousia), maka 1.000 tahun ini (10x10x10 
- bentuk Ibrani superlatif dari jumlah untuk kelengkapan) mengacu kepada kekekalan. 

Bagaimanpun, skenario ini tidak cocok dengan ay. 5-6. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana salah 
satu pendekatan interpretif menjawab beberapa naskah dengan baik, tapi tidak semua. Skema interpretatif yang 
berbeda ini dikembangkan sebagai interpreter yang berbeda yang menekankan pada naskah yang berbeda dan 
membaca seluruh PB melalui beberapa naskah "kunci" yang terpilih. Disini ada fluiditas, ambiguitas, misteri. 
Mari kita tidak mencampur permasalahan dengan eksklusivisme dan dogmatisme ! 

20:5 NRSV dan terjemahan TEV membuat ay. 5 sebuah sisipan. Siapa yang terlibat dalam kebangkitan yang 
pertama akan menentukan siapa yang terlibat dalam penghakimanan umum di 20: 11. Berikut adalah pilihan untuk 
"sisa orang mati." 

1. yang terhilang (lih. Ay. 6; Dan. 12:2) 

2. Orang Kristen dari periode sebelumnya (lih. ay. 6; II Tim. 2:12) 

3. Orang Kristen dari periode ini, tapi yang meninggal karena Kematian alami (lih. Ay. 4c). 

□ "kebangkitan pertama" Sepanjang PB ada penekanan pada kebangkitan orang mati (lih. Yohanes 5:28-29, 
Lukas 14:14, Kis 24:15; 1 Kor. 15:52; Fil. 3 : 3; 1 Tesalonika 4:16; II Tesalonika 1:7-10). Namun, tidak ada 
paralel dalam Alkitab untuk dua kebangkitan terpisah bagi orang percaya, kecuali jika itu adalah acuan untuk 
kebangkitan kedua di Dan. 12:2 (yang terhilang dan diselamatkan), walaupun George Ladd melihat Yohanes 5:29 
dan 1 Kor. 15:24-25 sebagai paralel yang memungkinkan. Semua sistem teologis, bahkan mereka yang percaya 
secara literal pemerintahan seribu tahun, memiliki masalah penafsiran yang besar dengan kebangkitan yang 
terpisah ini. Apakah orang Kristen yang terangkat (lih. 1 Tesalonika 4:13-18; Why. 4:11 atau 11:12) terlibat 
dalam pemerintahan seribu tahun; Apakah orang percaya dalam PL terlibat dalam pemerintahan seribu tahun? 
Apakah termasuk martir PL, atau hanya mereka yang mati syahid selama kesengsaraan akhir zaman? 

□ "mereka akan menjadi imam Allah dan Kristus" ini merupakan acuan kepada Kel. 19:5-6. Terminologi 
ini, mengacu pada Israel sebagai alat Tuhan bagi pewahyuan dan penebusan bangsa-bangsa yang tidak percaya, di 
PB telah diperluas untuk mencakup semua jemaat (lih. 1 Pet 2:5,9 dan Wahyu 1:6; 5:10). Dalam surat kepada 
jemaat Filadelfia, sebuah kiasan dibuat untuk orang-orang kudus dalam kaitannya dengan bait suci (lih. 3:12). 
Metaforanya telah berubah dari hamba Allah atas nama dunia ini kepada persekutuan intim dengan Tuhan. 

20:6 Ayat ini menambah masalah interpretatif. Mengapa setiap orang percaya dikenakan pada kematian kedua, 
yang merupakan metafora untuk neraka (lih. ay 6)? Apakah hanya para martir saja yang menjadi imam untuk 
Tuhan atau semua orang kudus (lih. 1:6; 5:10; II Pet. 2,5,9)? Apakah hanya para martir abad pertama yang akan 
memerintah atau para martir PL juga termasuk didalamnya, akankah para martir di setiap zaman termasuk atau 
semua orang Kristen yang tetap setia akan disertakan? 

NASKAH NASB (UPDATE) : 20:7-10 | 

192 



7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan 
pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan 
mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 
9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus 
dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, "dan Iblis, yang 
menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi 
palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. 



20:7 "Iblis akan dilepaskan dari penjaranya" Yehezkiel 36-39 adalah latar belakang untuk konteks ini. Di 
Yehezkiel, umat Tuhan beristirahat dengan aman dalam situasi eskatologis (Yehuda atau Yerusalem atau Tanah 
yang Dijanjikan), tetapi masih diserang oleh bangsa-bangsa yang jahat (Gog dan Magog). Dalam Yudaisme 
rabinik kedua musuh ini biasanya digunakan untuk menjelaskan semua musuh-musuh Mesias dan umat Allah. 
Awalnya, Gog adalah seorang dari tanah Magog, namun dalam bab ini, istilah-istilah ini telah dipersonifikasikan 
menjadi musuh kembar. Yohanes selalu mengolah kembali kiasan PL-nya agar sesuai dengan pembaca abad 
pertama. 

20:8 "dan ia akan pergi menyesatkan" Sungguh menakjubkan manusia bahwa manusia dapat diarahkan kepada 
pemberontakan setelah memerintah 1.000 tahun bersama Kristus! Apakah bangsa-bangsa ini "tidak percaya" atau 
"awalnya percaya"? Apakah kehadiran Kristus dan pemerintahan-Nya tidak mampu membuat perubahan 
permanen dalam umat manusia? 

□ "Gog dan Magog" Ini adalah kiasan untuk pemberontakan terus-menerus dari bangsa-bangsa yang tidak 
percaya. Setelah Israel dipulihkan ke tanah perjanjian (lih. Yeh 37), Berdasarkan tindakan Tuhan (lih. Yeh 36), Ia 
masih akan memiliki masalah dengan bangsa yang lakan menyerang-nya agi ("Gog di tanah Magog, Pangeran 
Rosh, Mesekh dan Tubal, "Yeh 38:2.. ini berdiri untuk nama pemimpin 'atau nama daerah dari tentara yang 
menyerang; Yeh. 38:5-6,13 yang menjadikannya pasukan internasional). Bab 38-39 memiliki pengaturan akhir 
zaman (lih. 38:8,10,14,16,18; 39:11). Bab-bab ini telah menjadi sumber acuan akhir zaman Yohanes di PL. 
Situasi menjadi lebih buruk (kelahiran penderitaan zaman baru) sebelum mereka menjadi lebih baik (Yerusalem 
baru). 

Perhatikan bagaimana Yohanes telah mengambil naskah-naskah Perjanjian Lama dan mengerjakannya 
kembali pada budaya abad pertama Yunani-Romawi. Gog, Magog, dan Babel bukanlah musuh dari Mesopotamia 
atau Turki, tapi Roma. 

□ "bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi" Ini jelas adalah penipuan dan pemberontakan universal (lih. 
7:1). Angka "empat" memiliki makna simbolis yang mewakili seluruh dunia. 

□ "sama dengan banyaknya pasir di laut" frasa ini awalnya digunakan untuk keturunan Abraham (lih. Kej 
15:5; 22:17, 32:12 dan Ibr. 11:12). Mungkin ini contoh lain tentang si jahat meniru istilah yang menggambarkan 
umat Allah. Namun, karena kalimat pertama di ay. 9, ini tampaknya hanya definisi lain untuk menunjukkan suatu 
tentara yang sangat besar. 

20:9 Apakah ayat ini merujuk kepada sebuah pertempuran harfiah di dataran Megiddo sama seperti tentara akhir 
zaman bergerak ke Palestina menuju kota Yerusalem? Ada banyak kiasan terhadap skenario ini dalam PL (lih. 
Mzm 2; Yeh. 38-39; Dan. 9:24-27; Zak. 13-14). Namun, Yerusalem ber mil-mil jauhnya dari Megido. 

Dalam Wahyu "kota" biasanya (1) umat manusia yang teratur dan berfungsi terpisah dari Allah, 
dipersonifikasikan sebagai Babel dan (2) secara historis mengacu ke Roma pada masa Yohanes (lih. 14:8, 16:19, 
17:18; 18 : 2,10,16,18,19,21). Namun, kota Yerusalem mungkin dimaksudkan dalam 11:8 dan di sini. 

Para penulis PB pada umumnya, dan Yohanes khususnya, telah mengambil gambaran PL dan 
menguniversalkannya untuk berhubungan dengan seluruh umat manusia. Masalah dalam Wahyu bukanlah antara 
bangsa Yahudi versus bangsa yang tidak percaya, tapi antara bangsa yang percaya versus yang tidak percaya. Ini 
kemudian adalah pertempuran akhir zaman yang sama dengan 6:15-16; 11:18; 16:12,14,16; 19:19 (paralelisme). 

193 



□ "tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka" Ini merupakan acuan kepada Yeh. 38:22 dan 
39:6. kemenangan adalah milik Tuhan! 

20:10 "dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang" ini adalah 
tempat dimana binatang dan nabi palsu itu dibuang di 19:20. Di sinilah Kematian dan neraka akan dibuang dalam 
20:14 dan di mana semua yang belum percaya kepada Kristus akan dibuang di 20:15. Hal ini identik dengan 
Gehenna (neraka) dan merupakan pemisahan kekal dari persekutuan dengan Allah dan Kristus (lih. Markus 
9:43,48). 

□ "dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya" ini sangat mirip dengan Wahyu 14:10-1 1 dan 
19:05. Konsep pemisahan permanen disinggung dalam Mat. 25:46 di mana istilah yang sama (ainios), digunakan 
untuk surga, digunakan untuk neraka. 

Sebagian besar penghakiman Allah memiliki tujuan penebusan; itu kebenaran dari PL dan PB. Neraka tidak 
diketahui tujuan penebusan. Memenuhi janji Allah untuk memulihkan keadilan dan kebenaran. Neraka adalah 
tempat isolasi si jahat dari ciptaan Allah yang baik. Sama seperti neraka begitu mengerikan bagi umat manusia, 
itu lebih buruk bagi Allah. Dengan membiarkan ciptaan-Nya yang tertinggi, manusia, untuk memiliki pilihan 
(salah satu aspek dari gambar Allah dalam manusia), Allah tahu bahwa persentase signifikan akan memilih 
dirinya sendiri dan dosa. Neraka adalah sakit pendarahan di jantung Allah yang terbuka,dan tidak akan pernah 
sembuh. Neraka adalah sebuah misteri tragis dari paradoks cinta abadi dan keadilan Allah! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 20:11-15 

n Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya 
lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 12 Dan aku melihat orang-orang mati, 
besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, 
yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang 
ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, 
dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi 
masing-masing menurut perbuatannya. 14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam 
lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. H Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya 
tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. 



20:11 "Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar" ini merupakan acuan kepada Dan. 7:9. Takhta putih 
yang besar tampaknya pararel dengan Mat. 25:31-46, tetapi jika ini hanya penghakiman mereka yang terhilang, 
maka tidak bisa sejajar dengan Mat. 25 karena ada domba-domba (yang diselamatkan) dan kambing-kambing 
(yang terhilang) disebutkan bersama-sama. 

□ "dan Dia yang duduk di atasnya" Ini merupakan acuan kepada Dan. 7:9. Dalam PB Allah telah menjadikan 
Kristus sebagai Hakim (lih. Yohanes 5:22,27; 9:39, Kis 10:42, 17:31, II Kor. 5:10; H Tim. 4:1 dan 1 Pet. 4 : 5). 
Namun, dalam beberapa bagian, Kristus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi (lih. Yohanes 
3:17-21; 12:47-48). Kristus tidak datang untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan, namun fakta bahwa 
manusia menolak Dia membawa hukuman atas dirinya sendiri. Jadi, siapa yang duduk di atas takhta ini? Apakah 
Yesus? Mungkin saja karena Mat. 25:31-46 dan khususnya Yohanes 5:22 dan II Korintus. 5:10, namun sebagian 
besar di PB dan terutama dalam kitab Wahyu, Allah Bapa adalah yang duduk di atas takhta (lih. Rom 14:10; 
Wahyu 5:1,7 , 13; 6:16; 7:10,15, 19:4 dan 21:5). 

□ "Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit" Beberapa melihat hal ini sebagai penghapusan kutukan 
yang diberikan atas penciptaan fisik saat Adam dan Hawa memberontak dan jatuh (lih. Kej 3:17-19 dan Rm. 8:19 
- 22). Orang lain melihat ini sebagai sebuah metafora untuk penghancuran lengkap tatanan fisik saat ini seperti 
yang dijelaskan dalam II Pet. 3:10,12 (lih. Kis 3:21; Rom 8:21).. 

Ini adalah bahasa PL yang menandakan: (1) kedatangan Allah untuk ciptaan-Nya, lih. Maz. 114:3-6; Yes. 
13:10; 24:19-20,23; 2:10,30-31 Yoel; 3:15; Zak. 14:6), atau (2) Allah tidak memerlukan dua saksi kekal-Nya lagi, 
lih. Bil. 35:30; Ul. 17:06; 19:15. Dia memerintah! 

194 



Surga di konteks ini tidak merujuk kepada tahta Allah, tetapi atmosfer di atas bumi seperti dalam Kejadian 
1:1. 

20:12 "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu" Tepatnya penetapan 
kelompok yang besar ini tidak pasti dan biasanya didasarkan pada pra-anggapan seseorang, sebagaimana 
penafsiran sebagian besar rincian penglihatan dalam kitab Wahyu. 

Ungkapan "yang besar dan kecil" dapat merujuk kepada (1) orang percaya (lih. Maz. 115:13; Why. 11:18; 
19:5) atau (2) orang-orang yang tidak percaya (lih. 13:16; 19:18). Dalam konteks ini, pararel dengan "domba dan 
kambing" dari Mat. 25:31-46 atau "yang adadi langit dan di bumi, dandi bawahbumi" Fil. 2:10-11. 

□ "Lalu dibuka semua kitab" Ini merupakan acuan kepada Dan. 7:10. Ada dua kitab disebutkan: kitab 
kenangan dan perbuatan atau kitab kehidupan (lih. 3:5; dan 13:8). Kitab kehidupan digambarkan dalam Kel. 
32:32-33; Maz. 69:28; Yes. 4:3; Dan. 12:1; Lukas 10:20; Fil. 4:3; Ibr. 12:23; Wahyu 3:5; 13:8, 17:8, 20:15; 21:27. 
Kitab perbuatan atau kenangan digambarkan dalam Mzm. 56:8; 139:16; Yes. 65:6; Mai. 3:16 dan Wahyu 20:12- 
13. Ini adalah metafora untuk ingatan Allah. Allah akan berurusan secara adil dengan ciptaan-Nya; manusia 
bertanggung jawab atas tindakan mereka dan motifasi dan bertanggung jawab kepada Allah (lih. Gal 6:7).. Hanya 
ada satu penghakiman. 

□ "dan Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka" Penghakiman didasarkan pada 
pilihan gaya hidup umat manusia (lih. Mat. 25:31-46). Kita menuai apa yang kita tabur (lih. Gal 6:7). Kebenaran 
teologisnya adalah bahwa semua manusia dihakimi oleh pekerjaan mereka dapat dilihat pada Yer. 17:10; Mat. 
16:27; II Kor. 5:10; Wahyu 2:23; 20:13. Untuk daftar lengkap referensi lihat catatan di 2:23. 

20:13 "laut. . . dan maut. . . dan Hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya" Ini tidak 
mengacu pada fakta bahwa orang mati disimpan di tiga tempat yang berbeda; metafora paralel menyatakan bahwa 
semua orang mati berdiri di hadapan Allah (lih. Fil. 2:10-11 ). 

20:14 "Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api" ini dirujuk ke awal 6:8. 
Maut, musuh besar umat manusia (lih. Ibr 2:14-15), Telah dikalahkan dan dihapuskan (lih. 1 Kor 15:26,54-55; II 
Tim. 1:10; Wahyu 1:18; 21 : 4). 

□ "kematian kedua" Alkitab berbicara dari tiga tahap kematian: (1) kematian rohani, lih. Kejadian 3; Yes. 
59:2; Rom. 5:12-21; 7; 10-11; Ef. 2:1,5; Kol 2:13; Yak. 1: 15; (2) kematian fisik, lih. Kejadian 5; dan (3) 
kematian kekal yang disebut "kematian kedua" dalam Wahyu 2:1 1; 20:6,14, 21:08, yang mengacu ke neraka. 

20:15 "Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya" Kalimat ini adalah FIRST CLASS 
CONDITIONAL yang mengasumsikan bahwa akan ada orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab 
kehidupan (metafora bagi mereka yang belum percaya Kristus). 

□ "kitab kehidupan" Lihat catatan di 13:8. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 



195 



1. Mengapa begitu banyak orang yang saleh, komentator yang percaya pada Alkitab, tidak setuju pada 
interpretasi bab ini? 

2. Jika kitab ini ditulis dalam bahasa simbolik (genre apokaliptik), mengapa begitu banyak orang 
menafsirkanl bab ini secara harfiah dan historis? 

3. Mengapa Iblis diikat untuk sementara waktu? Darimana asal bangsa-bangsa dalam ay. 3 dan 8? 

4. Berapa banyak kelompok terlibat dalam ay 4 dan mengapa ini penting? 

5. Mengapa begitu mengejutkan untuk menemukan kebangkitan dua-tahap dalam bab ini? 

6. Bagaimana orang-orang kudus yang dibangkitkan hidup berdampingan dengan basngsa4>angsa fisik? 

7. Siapa yang terlibat dalam Pengadilan Takhta Putih besar di ay. 11-15? 



196 



WAHYU 21-22 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 



UBS 4 


NKJV 


NRSV 


TEV 


NJB 


Langit yang baru dan bumi 
yang baru 


Sega sesuatu dibuat baru 


Penglihatan 
Yerusalem 

(21:1-22:5) 


tentang 
yang baru 


Langit yang baru dan bumi 
yang baru 


Yerusalem surgawi 


21:1-4 


21:1-8 


21:1-4 




21:1-4 


21:1-4 


21:5-8 




21:5-8 




21:5-8 


21:5-8 


Yerusalem Baru 


Yerusalem Baru 


Pengukuran kota 


Yerusalem Baru 


Yerusalem Mesianik 


21:9-14 


21:9-21 


21:9-14 




21:9-21 


21:9-14 


21:15-21 


Kemuliaan Yerusalem 
Baru 


21:15-21 

Sungai dan 
kehidupan 


pohon 




21:15-22:2 


21:22-22:5 


21:22 

Sungai kehidupan 

22:1-5 


21:22-22:5 




21:22-22:3a 
22:3b-5 


22:3-5 


Kedatangan Kristus 


Waktunya sudah dekat 


Penutup 




Kedatangan Yesus 




22:6-7 


22:6-11 


22:6 

22:7 




22:6 

22:7 


22:6-7 


22:8-11 


Yesus memberi kesaksian 
kepada jemaat-jemaat 


22:8-9 
22:10-11 




22:8-11 


22:8-9 
22:10-15 


22:12-13 


22:12-17 


22:12-13 




22:12-13 




22:14-15 




22:14-15 




22:14-15 


Penutup 


22:16-17 


Peringatan 


22:16-17 




22:16 

22:17a 

22:17b 

22:17c 

Kesimpulan 


22:16 
22:17 















197 



22:18-19 


22:18-19 

Aku akan datang segera 


22:18-19 


22:18-19 


22:18-19 


22:20 


22:20-21 


22:20 


22:20 


22:20 






22:20b 


22:20b 


22:20b 


22:21 




22:21 


22:21 


22:21 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda 
akan Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah 
prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian 
pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah 
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap 
paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3. Paragraf ketiga 

4. Dst. 



WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Wahyu 21-22 menyimpulkan tindakan Allah dalam sejarah manusia dan memulai kerajaan kekal (lih.Dan 
7:13-14,27; 1 Kor. 15:27-28). Wahyu 22:6-21 adalah kesimpulan untuk seluruh kitab. 

B. Hampir setiap elemen dalam dua pasal ini merupakan acuan untuk (1) Kejadian 1-3; (2) Maz. 110, atau 
(3) intertestamental literatur apokaliptik Yahudi. 



C. Ada banyak diskusi tentang unsur-unsur yang tidak biasa di bagian terakhir ini 

1. menyebutkan "bangsa-bangsa" - 21:14; 22:2 

2. menyebutkan "Raja-raja di bumi" - 21 :24,26 

3. menyebutkan dari "orang najis tinggal di luar" - 21:27; 22:15 
Tampaknya ada beberapa kemungkinan alasan termasuk elemen-elemen: 

1. Yohanes mengacu pada nubuat PL. Seperti perumpamaan dalam Injil, penterjemah tidak bermaksud 
untuk menafsirkan rincian secara harfiah, tapi mengidentifikasi tekanan utama. 

2. tujuan Yohanes adalah untuk menunjukkan perbedaan utama antara orang yang diselamatkan dan 
yang terhilang. 

3. Bangsa-bangsa yang disebutkan dalam bagian ini digunakan dalam arti etnis umum seperti "umat 
Allah" dalam 5:9, 7: 9, 21:14 dan 22:5. 

4. Karena unsur-unsur ini, beberapa orang telah melihat orang-orang Yahudi yang diselamatkan ada di 
dalam kota dan bangsa-bangsa lain yang diselamatkan ada di luar kota. Tapi, karena Galatia 3:29 dan 
Efesus 2:1 1-3:13, ini tidak bisa menjadi pilihan teologis yang layak. 

5. Saya pikir ada rekapitulasi antara bab 17-19 dan 20-22. Ini menjelaskan tema-tema berulang di 
seluruh bagian ini 

198 



D. Ada satu lagi serf dari "tujuh" ditemukan dalam dua bab ini. Ini adalah hal-hal yang tidak ada lagi 

1. Laut-21:1 

2. Kematian - 21:4 

3. Duka-21:4 

4. Menangis-21:4 

5. Sakit-21:4 

6. Malam- 21:25 

7. Kutukan - 22:3 

E. Seperti penghakiman yang terkait dengan Kedatangan Kedua Kristus digambarkan dengan cara yang 
dramatis di tiga penglihatan (meterai, sangkakala dan cawan), mungkin surga digambarkan dengan gaya 
dramatis dalam tiga metafora PL: 

1. Tabernakel, 21:1-8 

2. Yerusalem baru, 21:9-26 

3. Taman Eden, 22:1-5 

Mungkin juga benar dari Prolog (1:1-8), yang menekankan 

1 . Kedatangan Kristus yang segera 

2. Kesetiaan Firman Tuhan 

3. Kebutuhan akan kekudusan umat Allah 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATE) : 21:1-4 

*Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang 
pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang 
baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk 
suaminya 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada 
di tengah-tengah manusia dan la akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat- 
Nya dan la akan menjadi Allah mereka 4 Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan 
maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala 
sesuatu yang lama itu telah berlalu." 



21:1 "Lalu aku melihat" Ada rentang beberapa periode waktu, berapa banyak waktu tergantung pada 
interpretasi Anda terhadap "seribu tahun" di bab 20. 

□ "Langit yang baru dan bumi yang baru" Istilah Yunani untuk "baru," kainos, menekankan kualitas, bukan 
waktu kronologis (lih.2:17; 3:12, 5:9, 14:3; 21:1,2, 5). Ini adalah tema PL, bumi yang diciptakan kembali (lih. 
Yes. 11:6-9; 65:17, 66:22, lihat juga Roma 8:18-25; II Pet 3:10,12). Semua orang percaya adalah warga negara 
Kerajaan baru ini (lih.Fil 3:20; Ef. 2:19; Ibr. 12:23) dan berbagi ciptaan baru ini (lih. II Kor. 5:17; Gal. 6:15; Ef 
4:24). Konsep teologis paralel akan menjadi "kotaAllah yang tidak dibuat oleh tangan manusia" dari Ibr. 
11:10,16; 12:22; 13:14. 

Ciptaan baru akan seperti penciptaan awal. Mungkin Surga merupakan Taman Eden yang dipulihkan. Tuhan, 
manusia, binatang, dan semua ciptaan alam akan bersekutu dan bersukacita lagi ! AM tab dimulai dengan Tuhan, 
manusia, dan hewan dalam persekutuan yang sempurna di sebuah taman (lih.Kej 1-2). Alkitab berakhir dengan 
Allah dan manusia di taman (lih.Wahyu 21-22) dan dengan implikasi profetik, binatang (lih. Yes. 11:6-8; 65:25). 
Orang percaya tidak akan ke surga; Yerusalem baru akan turun dari surga (lih.Wahyu 21:2) dan datang ke bumi 
yang telah diciptakan kembali dan disucikan. Allah dan manusia akan bersama-sama lagi (lih.Kejadian 3:15; Yes. 
7:14; 8:8,10; Why. 21:3). 



199 



□ "sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu" Akan ada ciptaan yang dipulihkan 
(lih. Kis 3:21; Rm. 8:21; Kolose 1:20), tidak lagi dipengaruhi oleh dosa (lih. H Baruch 37:6; H Pet 3:10-12; Why. 
20:11). 

□ "dan lautpun tidak ada lagi" Ada beberapa interpretasi frasa ini (lihat catatan di 4:6): 

1. karena laut disebutkan dalam 4:6 sebagai cara untuk berbicara tentang kekudusan Allah yang 
memisahkan-Nya dari dosa manusia, beberapa orang telah melihat pengecualian di sini sebagai 
pemulihan persekutuan yang sempurna antara Allah dan manusia. 

2. karena dalam Wahyu 20:13 laut tampaknya salah satu dari tiga tempat tinggal orang mati, ini adalah cara 
untuk mengatakan bahwa semua orang mati telah ditetapkan untuk salah satu dari dua takdir kekal. 

3. karena binatang pertama dalam Wahyu 13:1 keluar dari laut dan ada acuan kepada laut yang merujuk 
kepada orang-orang jahat dalam Yes. 57:20, itu mungkin adalah orang jahat yang tidak ada lagi. 

4. karena Wahyu 17:15 adalah kutipan dari Yes. 17:12-13 dimana air adalah untuk orang, banyak yang 
menegaskan bahwa hal ini mengacu pada bangsa-bangsa yang jahat, seperti Maz. 2. Saya suka # 1 yang 
terbaik. 

21:2 "Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru" Yerusalem di Palestina disebut "kota kudus" 
dalam Yes. 52:1 (lih. Yes. 48:2; 64:10; Dan. 9:24; Neh 11:1). Yerusalem baru ini pertama kali disebutkan dalam 
3:12 dan disinggung dalam Ibr. 11:10, 12:22, dan 13:14. Ini menunjukkan bagaimana Yohanes mengambil nubuat 
Perjanjian Lama, istilah, gelar, dan janji-janji dan diterapkan kepada umat Allah yang baru. Kota ini bukan kota 
perjanjian Yerusalem yang lama di Palestina seperti yang beberapa diasumsikan millennialist, tetapi kota 
perjanjian yang baru Yerusalem surgawi. 

□ "turun dari surga" Tidak ada dua descending, satu dalam ay. 2 dan yang lain dalam ay. 10. bahasa 
Apokaliptik sangat tidak pasti dan tidak harus terstruktur secara kronologis, logis, atau secara harfiah. 

□ "yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya" Ini merupakan acuan 
kepada Yes. 61:10 (lih. 19:7). Dalam bab terakhir, beberapa metafora digunakan untuk menggambarkan umat 
Allah: (1) pengantin (lih. 19:7; 21:2), (2) tamu pernikahan (lih. 19:9), dan (3) sebuah kota (lih.21:22,9; 22:2). 

Metafora PL untuk YHWH (lih. terutama Hos. 1-3) sebagai suami dan Israel sebagai pengantin wanita adalah 
latar belakang gambaranjemaat sebagai mempelai Kristus (lih. Ef. 5:21-31). 

21:3 '"Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia" Frasa Yunani ini mengulangi janji-janji Allah di 
PL tinggal di tengah-tengah manusia dalam tiga cara berbeda: 

1 . Itu adalah kiasan untuk Tabernakel atau Kemah Allah, simbol kehadiran YHWH 

2. "la akan tinggal di tengah-tengah mereka" adalah apa yang dimaksudkan dengan istilah "Immanuel " dari 
Yes. 7:14 (lih. Yohanes 1:14) 

3. "Mereka akan menjadi umat-Nya" adalah terminologi perjanjian, sekarang semua orang percaya (lih. 
Yohanes 10:16) adalah orang-orang pilihan Allah (lih. Im. 26:11-12; Yeh 37:23,27).. 

21:4 "dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka" Ini merupakan acuan kepada Yes. 25:8 
(lih.Mat. 5:04; 7: 17). Zaman baru akan menjadi zaman sukacita, damai sejahtera, kepenuhan, dan pujian! 

□ "dan maut tidak akan ada lagi" Musuh terakhir ini (lih. Wahyu 20:14) akan dihancurkan (lih. 1 Kor 15:26). 
Orang percaya akan memiliki tubuh baru mereka seperti tubuh Kristus yang dibangkitkan (lih.l Kor 15:50-57; II 
Kor. 3:18; 1 Tesalonika. 4:15-16; I Yohanes 3:2). 

□ "tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita" ini merupakan acuan kepada Yes. 
65:19 dan juga mencerminkan Yes. 35:10. 

□ "sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" Urutan penciptaan pertama dipengaruhi oleh kejatuhan 
(lih. Kejadian 3; 6:5,1-12,13), tetapi tatanan yang baru tidak akan terpengaruh oleh dosa (lih. Ibr. 12:27-28). 

200 



NASKAH NASB (UPDATE) : 21:5-8 

5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan 
firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 'Firman-Nya lagi 
kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang 
yang haus akan Kuberi milium dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia 
akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi 
orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang- 
orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan 
mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang 
kedua." 



21:5 "Dan Dia yang duduk di atas takhta itu berkata" Tuhan berbicara beberapa kali di Wahyu (lih. 1:8 dan 

mungkin 16:1,17). Tampaknya ada suatu ambiguitas bermakna yaitu untuk siapa yang duduk di atas takhta, 
YHWH atau Mesias (lih.22:3). Lihat lebih lengkap catatan di 20:11. Sama seperti penciptaan pertama dilahirkan 
(yaitu Allah, Bapa melalui Anak) oleh Firman Allah (lih. Kejadian 1:3,6,9,14,20,24; Mzm 33:6,9), Begitu juga 
dengan ciptaan baru-Nya. 

□ "Aku menjadikan segala sesuatu baru" ini adalah janji Yes. 60-66. Mengacu pada zaman baru dari Roh, 
Masa Mesias, masa kebenaran, yang diresmikan Yesus pada kedatangan-Nya yang pertama dan akan 
menyempurnakannya pada waktu kedatangan-Nya yang kedua. Ini adalah metafora untuk kepastian Allah yang 
akan menjadi suatu realitas (lih.l:19; 14:13, 17:17, 19:09). 

□ "segala perkataan ini adalah tepat dan benar" frasa ini digunakan untuk menggambarkan (1) Yesus, 
lih. 1:5; 3:7,14; 19:11; (2) pengikut Yesus ', lih. 17: 14; dan (3) firman Allah lih. 19:9; 21:5; 22:6. Seringkali 
Tuhan digambarkan sebagai "adil dan benar" (lih. 15:3; 16:7; 19:2). Bangsa Ibrani berpikir di balik frase Yunani 
ini akan berarti kepercayaan. 

21:6 "Semuanya telah terjadi" Ini merupakan PERFECT ACTIVE INDICATIVE. Hal ini berhubungan dengan 
kepastian janji Tuhan tentang murka Allah atas orang-orang yang tidak percaya dan pembebasan bagi orang 
percaya (lih.6:ll; 10:7; 16:17), atauimanensi janji-janji Allah (lih. 1:1,3; 3 : 11; 10:6; 12:12; 22:7,10). 

□ "Aku adalah Alfa dan Omega" ini digunakan untuk Allah dalam Yes. 44:6 dan Wahyu 1:8; Namun, 
sangatlah penting bahwa kalimat ini, meskipun sebutan untuk Bapa, juga digunakan bagi Mesias dalam 1:17 dan 
22:13. Ini adalah contoh lain penulis PB menerapkan sebutan/ judul bagi Allah untuk Anak. 

Ada beberapa jenis frasa yang menggambarkan Allah yang kekal, keberadaan yang unik: 

1. 'Yang pertama dan yang akhir," lih. Yes. 41:4, 44:6, 48:12; Wahyu 1:17; 2:8; 22:13 

2. "Awal dan akhir," lih.21:6, 22:13, dan KJV 1:8 

3. "Yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang," lih. 1:4,8; 4:8 

Semua ini berkaitan dengan nama perjanjian Allah, YHWH, yang adalah bentuk CAUSATIVE dari kata kerja 
Ibrani "menjadi" (lih. Kel 3:14; Yes. 43:10,13; 46:41; Maz. 90: 2; 93:2). 

□ "Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan" Rujukan 
Perjanjian Lama adalah Yes. 55. Undangan ini untuk semua orang dan benar-benar cuma-cuma (lih.Rom 3:24; 
6:23, Ef. 2:8)! Suatu undangan yang luar biasa dari Tuhan sendiri yang menyediakan pengampunan. penebusan 
umat manusia selalu menjadi yang terutama dalam hati dan pikiran Allah (lih.9:20-21; 14:6-7; 16:9,11; 22:17). 

Dalam PL mata air sering dikaitkan dengan Tuhan menyediakan kebutuhan rohani umat manusia (lih.Maz. 36:9; 
Yes. 12:3; 44:3; 49:10; Yer. 2:13; 17:13 ; juga Yohanes 4:10). 

21:7 "Barangsiapa menang" Ini adalah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE, yang merupakan referensi lanjutan 
dari doktrin ketekunan di tengah-tengah waktu penganiayaan yang mengerikan. frasa ini terjadi di seluruh surat- 

201 



surat kepada ketujuh jemaat (lih. 2:7,11,17,26; 3:3,5,12,21), yang menghubungkan bab-bab pembuka dari Wahyu 
sampai pada kesimpulan. Lihat Topik Khusus pada Ketekunan di 2:2. 

□ "akan memperoleh semuanya ini" Penghargaan dalam bentuk warisan di ay. 7 (lih.l Pet 1:4,5; Rm 8:17) 
dan peringatan di ay. 8 adalah terhadap latar belakang dari potensi kemurtadan di zaman penganiayaan. 
Rangkaian pemurtadan yang jahat (lih. ay 8) agak mirip dengan yang ditemukan dalam I Kor. 6:9-10. 

□ "Dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku" Ini adalah frasa perjanjian (lih. Ay. 3) 
yang sangat umum dalam PL (lih.Kel. 6:7, 29:45,46; Im. 26 : 1 1-12; H Sam 7:14;. Maz. 89:26-27; Yer. 7:23, 11:4, 
30:22, 33:38; Yeh. 11:20, 14:11; 34: 30; 36:28; Hos. 2:23; Zak. 8:8, 13:9) dan juga digunakan dalam PB (lih.2 
Kor. 6:16,18). 

Konsep perjanjian mungkin adalah tema pemersatu dari Alkitab. Manusia telah terpisah dari Allah (lih. Yes. 
53:6; Rm. 3:9-18,23). Manusia tidak dapat menemukan Tuhan. Allah mengulurkan tangan untuk kita; Tuhan 
sedang mengejar kita! Tawaran reuni adalah salah satu perjanjian. Dia yang memulai (lih. Yer 31:3; Yohanes 
6:44,65); Dia yang mengatur agenda, tetapi manusia harus merespon dengan cara-cara tertentu. Cara ini memiliki 
beragam konten (Adam / Hawa, pohon terlarang; Nuh, perahu; Abraham, tanah, anak; Musa, kode hukum), tetapi 
bentuk penerimaan, kesetiaan iman dalam Tuhan, tetap sama (lih.Rom 4). Perjanjian Lama memiliki persyaratan, 
begitu juga dengan PB (lih. Mrk. 1:15, Kis. 3:16,19; 20:21). Manusia harus merespon pada awalnya dan terus- 
menerus dalam iman, pertobatan, ketaatan, pelayanan, ibadah, dan ketekunan. 

21:8 Tidak biasa untuk menemukan rangkaian dosa saat penghakiman sudah terjadi dan orang jahat seharusnya 
telah dihapus (oleh kemenangan Yesus pada Kedatangan Kedua, lih. 19:5-21 dan Takhta Putih, lih. 20 : 11-15). 
Bukan untuk mengatakan bahwa beberapa orang percaya tidak melakukan dosa-dosa tetapi hidup mereka tidak 
dicirikan oleh dosa-dosa ini (lih. I Yohanes 3:6,9). Hal ini tampaknya menjadi teknik literatur untuk menunjukkan 
perbedaan yang kekal antara yang diselamatkan dan yang terhilang atau aspek drama apokaliptik (diulang untuk 
penekanan). 

□ "lautan yang menyala-nyala oleh api.... inilah kematian yang kedua". Jelas bahwa lautan api ini identik 
dengan kematian kedua atau konsep kita tentang Neraka, yang oleh Yesus disebut Gehenna (istilah Yunani yang 
tidak muncul dalam Wahyu). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 21:9-14 

9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan 
ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan 
menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." 10 Lalu, di dalam roh ia 
membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang 
kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. u Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan 
cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. 12 Dan 
temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada 
dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. 13 Di sebelah timur terdapat tiga 
pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di 
sebelah barat tiga pintu gerbang. 14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya 
tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. 



21:9 "seorang dari ketujuh malaikat" Ini adalah deskripsi yang tepat dari malaikat di 15:1,6-8; 16:1; dan 17:1 
yang mencurahkan tujuh cawan. Ada suatu tradisi dalam Yudaisme rabinis bahwa ada tujuh malaikat Kehadiran 
yang melayani Tuhan. Di sini, ada satu malaikat untuk setiap tulah. 

21:10 "Lalu, di dalam roh ia membawa aku" ini adalah teknik literatur untuk menunjukkan penglihatan yang 
berbeda (lih. 1:10; 4:2; 17:3; 21:10). 

202 



□ "ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi" Banyak yang percaya bahwa ini adalah antitesis langsung 
kepada pelacur besar yang berada di dataran. Namun, Yohanes menyinggung banyak bagian PL, jadi di sini ia 
mungkin merujuk ke utara gunung misterius di mana Allah hidup (lih. Yeh 40:2; Yes. 2:2; 14:13; Mik. 4:1; 1 
Henokh 18:8; 25:3). Bahkan mungkin menyinggung tentang pencobaan Iblis terhadap Yesus dalam Mat. 4:8. 

□ "menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga" ini adalah Yerusalem 
surgawi, metafora kehadiran Allah (lih. Ay. 2). Yerusalem duniawi yang berdosa telah dibahas dalam 11:1-13. 
Ibukota Daud telah diuniversalkan menjadi tempat tinggal akhir zaman semua umat Allah (lih. Yohanes 14:2-3). 

21:11 "cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti 
kristal" Kota itu (lih. Ay. 11-27) diijelaskan dengan begitu indah, fisik, dan segi moral. Seperti semua kitab 
Wahyu, bab ini adalah simbolik. Manusia berdosa, pikiran yang terbatas, hingga tidak bisa memahami sukacita 
dan kemuliaan dari kehadiran Allah (lih. 1 Kor. 2:9). Perhiasan literal dan sebuah kota kuno yang fantastis 
mungkin menjadi metafora yang baik, tetapi bukan kenyataan terakhir! Surga benar-benar adalah pribadi (Yesus), 
dan tempat (untuk persekutuan dengan Allah Tritunggal). 

21:12 "pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat" ini 

merupakan acuan kepada Yeh. 48:31-34. Angka "dua belas" terjadi lagi dan lagi di sisa bab ini dan beberapa ayat 
pertama dari bab 22. Ini adalah bilangan Alkitabiah simbol organisasi (dua belas bulan, dua belas suku, atau dua 
belas rasul) dari umat Allah. Lihat Topik Khusus: Angka Dua Belas di 7:4. 

□ "dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel" Daftar dari dua belas suku di Wahyu 7:5-8 sedikit 
berubah untuk menunjukkan sifat simbolis mereka. Di sini, sangat penting untuk dicatat bahwa umat Allah di PL, 
digambarkan sebagai pintu gerbang dalam ay. 12, bersatu dengan umat Allahdi PB, digambarkan sebagai batu 
fondasi, dalam ay 14. Selalu ada satu umat Allah, tetapi misteri ini tidak jelas terungkap sampai Injil (lih. Ef 2:11- 
3:13). 

21:14 "Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama 
kedua belas rasul Anak Domba itu." Semua metafora ini menyinggung Bait suci di akhir zaman Yehezkiel (lih. 
Yehezkiel 40-48). 

Banyak komentator menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa penulis tidak mungkin Rasul Yohanes. 
Namun, Paulus menggunakan frasa serupa di Ef. 2:20. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 21:15-21 

15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk 
mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. "Kota itu bentuknya empat persegi, 
panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; 
panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. 17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat 
hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. 18 Tembok itu terbuat dari permata 
yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. "Dan dasar-dasar tembok kota itu 
dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar 
yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, 20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang 
keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan 
batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu 
kecubung. 21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari 
satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. 



21:15 "Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk 
mengukur kota itu" Mengukur digunakan sebelumnya untuk menunjukkan perlindungan Tuhan dan 
pemeliharaan (lih. 11:1-2; Yer. 31:38-40; Zak 2 :l-5). Nubuat akhir zaman di Yehezkiel 40 juga melibatkan 
pengukuran. 

203 



□ "seribu lima ratus mil" Secara harfiah ini adalah "dua belas ribu stadia-144 hasta." Merupakan kelipatan 
dari dua belas, tidak mengacu pada sebuah kota literal, tetapi pengukuran sempurna menunjukkan bahwa Allah 
memberikan atmosfir yang unik untuk tetap bersukacita dan bersekutu antara diriNya dan umatNya (lih. Yohanes 
14:2-3) dalam simbol kubus sempurna seperti di PL "Mahakudus. " 

21:18-20 "Tembok itu terbuat dari" Rangkaian batu dapat diidentifikasi dengan 

1. batu pada efod dari Imam Besar (lih. Kel. 28:17-20); namun urutan dan nama berbeda. Cara ini tidak 
biasa karena nama-nama batu kuno berubah dari satu negara ke Negara lain dan dari abad ke abad. 

2. kota berhias permata dari Yes. 54: 1 1-17 

3. kemegahan raja Tirus (atau Setan) disampaikan dalam perhiasan kerajaan (atau surga) di Yeh. 28: 12-13 

4. Zodiac, tetapi disajikan dalam urutan terbalik (Philo dan Josephus) 

21:21 "Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu 
mutiara" ini adalah simbolik. Kembali ke tradisi rabinik dari Talmud, "Sanhedrin" 100a, yang menyatakan 
bahwa gerbang kota akhir zaman akan terbuat dari batu tunggal setinggi 45 meter. 

□ "dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening" Ini adalah simbolik. Kita harus 
menyadari bahwa kota Allah tidak hanya kemewahan manusia, tetapi melambangkan kemurnian tak ternilai dari 
kehadiran Allah. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 21:22-27 

22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait 
Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. 23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk 
menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. 24 Dan 
bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka 
kepadanya; 2S dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan 
ada lagi di sana; 26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. 27 Tetapi tidak akan 
masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya 
mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. 



21:22 "Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait 
Sucinya, demikian juga Anak Domba itu" Hal ini sangat tidak biasa jika dibandingkan dengan berbagai bagian 
dalam Wahyu di mana sebuah bait suci surgawi digambarkan (lih.3:12; 7 : 15; 11:1,2,9,19; 14:15,17; 15:5,6,8; 
16:1,17). Konsep sebuah bait suci di surga yang sama terungkap dalam kitab Ibrani (lih.8:2-5; 9:11,23-24.) 

□ "Tuhan Allah Yang Mahakuasa" DIsini ada tiga judul/ sebutan PL yang paling sering digunakan untuk 
Allah (YHWH, Elohim dan El Shaddai) digunakan dalam kombinasi (lih.l:8; 4:8, 11:17, 15:3; 16 : 7) untuk 
menunjukkan keagungan Dia yang duduk di atas takhta. Perhatikan hubungan dekat-Nya dengan Anak Domba di 
wahyu 5. Mereka memerintah bersama-sama dan hanya ada satu tahta (lih.22:l,3). 

21:23 "Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah 
meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya" Kemuliaan Bapa dan Anak adalah semua cahaya yang 
diperlukan (lih.Maz. 36:9; Yes. 24:23, 60:19-20; Zak. 14:6-7 dan juga Wahyu 22:5). Ini mungkin suatu cara tegas 
menolak ibadah astral. 

21:24 "Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan 
mereka kepadanya" Sangat sulit untuk memahami mengapa "bangsa-bangsa" masih disebutkan dalam bagian ini 
pasca-Takhta Putih dari Wahyu. Ini mungkin hanya merupakan acuan PL untuk Mzm. 72:10-11; Yes. 49:23; 
60:3,15,16. Tidak literal, tapi literatur! Mewakili semua orang dari segala suku dan bangsa-bangsa yang 
membentuk umat Allah. 



204 



21:25 "dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi 
di sana" Ini merupakan acuan kepada Yes. 60:11 atau Zak. 14:6-7. Konsep kegelapan dalam Alkitab seringkali 
merupakan metafora kejahatan (lih.Mat. 6:23; 8:12; 22:13; 25:30). Terang dan gelap yang adalah teologis 
simbolik sangat penting kontras untuk Yohanes (lih.Yohanes 1:4-5, 7-9; 3:19-21; 8:12; 11:9-10; 12:35-36,46; 1 
Yohanes 1:5-7; 2:8-11). Pintu gerbang yang tidak akan ditutup melambangkan keterbukaan, ketersediaan, tidak 
takut diserang. 

21:27 "Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian 
atau dusta" Ini merupakan acuan kepada Yes. 52:1; Yeh. 44:9; Zak. 14:21 yang tampaknya menjadi teknik 
literatur yang menunjukkan perbedaan utama antara umat Tuhan dan orang-orang jahat (lih. Ay. 24). Era baru ini 
ditandai dalam kota terbuka yang ringan, sebuah kota kebenaran lengkap. Tidak ada kejahatan yang hadir! 

□ "tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu" frasa metafora "kitab kehidupan" juga ditemukan 
dalam Wahyu 20:12-15, di mana dua kitab disebutkan: (1) kitab kehidupan, yang terdiri dari nama-nama umat 
Allah (lih. Kel. 32:32, Maz. 69:28; Yes. 4:3; Dan. 12:1, Lukas 10:20; HI. 4:3; Ibrani 12:23; Wahyu 13:8, 17:8, 
20:15, 21:27), dan (2) Kitab perbuatan atau catatan kenangan baik perbuatan yang benar dan jahat (lih.Maz. 56:8, 
139:16; Yes. 65 : 6; Mai 3:16). Ini adalah metafora dari memori sempurna Allah. 



WAHYU 22 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:1-5 

*Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke 
luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang- 
menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; 
dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 3 Maka tidak akan ada lagi 
laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan 
beribadah kepada-Nya, 4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi 
mereka. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan 
cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja 
sampai selama-lamanya. 



22:1 "Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan" Tidak boleh ada pembagian pasal di sini. 
Konsep dari sebuah sungai yang mengalir dari hadirat Allah adalah kiasan untuk Perjanjian Lama (lih.Maz. 46:4; 
Yeh. 47:1-12; Yoel 3:18; Zak. 14:8). Air adalah metafora umum merujuk kepada penyediaan Allah yang 
berlimpah atas kebutuhan rohani umat-Nya (lih.Yes. 12:3; 44:3, 49:10; Yer. 2:13; 17:13; Yohanes 4:10-15; 
Wahyu 7:17; 21:6). Hanya Yohanes yang menggunakan istilah kehidupan (zo_) untuk merujuk ke hidup 
kebangkitan. 

□ "jernih bagaikan kristal" ini berbicara tentang kemurnian kota surgawi Allah (lih.4:6). 

□ "mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba" Hanya ada satu takhta (lih.21:22). Ini 
adalah bahasa antropomorfik dari gambaran pengadilan kerajaan timur kuno. Tuhan adalah roh yang kekal, Dia 
tidak duduk di atas takhta fisik. Ini adalah metafora dari kedaulatan-Nya. 

22:2 "Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon 
kehidupan" Pohon yang sama ini disinggung dalam Wahyu 2:7. Seluruh penglihatan ini dari Yeh. 47:1-12 (di 
sini, ay. 12). Ada banyak referensi dalam literatur apokaliptik Yahudi kepada pohon kehidupan yang ditemukan 
dalam Kejadian 2:9; 3:22 (lih.Henokh 25:2; TV Esdras 7:53; 8:52; II Henokh 8:3). Adam yang ditebus Allah 
(persekutuan, pengetahuan, hidup kekal), Tuhan sekarang memberikan dengan cuma-cuma kepada manusia yang 
ditebus (lih.Fil 2:6). 

205 



□ "berbuah dua belas kali" Lihat Topik Khusus: Angka Dua Belas di 7:4. 

□ "dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa" ini sangat tidak biasa karena 
pasti tidak ada yang tersisa untuk menyembuhkan! Namun, ini mungkin hanya kutipan dari Yeh. 47:12; mungkin 
tema teologis berulang adalah bahwa Allah ingin semua orang ("bangsa-bangsa") diselamatkan (lih. Yes. 2:3-4; 
45:22-25; 60:3; 66:18-19; Zak. 2:11; 8:20-23). 

22:3 "Maka tidak akan ada lagi laknat" Ini merupakan acuan kepada Kej. 3:17 dan Zak. 14:11. Zaman baru 
telah datang dan kutukan dari PL (lih. Ef 2:15-16; Kol 2:14) telah dihapuskan oleh kematian Kristus (lih.Rom. 
8:18,25; Gal. 3:13 ; Efesus 2:13,16). Dalam Wahyu laut kristal di 4:6 melambangkan kesucian transenden Allah. 
Manusia yang telah jatuh tidak dapat mendekat pada Tuhan, tetapi sekarang laut dihapus (lih. 21:1). 

Ada kemungkinan bahwa istilah ini merupakan bahasa Ibrani charam,yang berarti dihancurkan atau rusak 
total (lih.Zak. 14:11). Jika ini adalah kiasan Perjanjian Lama, maka ayat ini merujuk pada keamanan Yerusalem 
baru dan akan sama dengan janji-janji di I Pet. 1:4-5. 

□ Perhatikan fitur gramatikal kalimat ini tidak biasa. Ada satu tahta, tapi dua yang duduk di atasnya (yaitu Allah 
dan Anak Domba). Namun, para pelayan melayani "Dia" (tunggal). Ini melibatkan misteri monoteisme dan 
inkarnasi. Satu Allah, tetapi juga Mesias yang ilahi (dan pribadi Roh Kudus). 

22:4 "dan mereka akan melihat wajah-Nya" Dalam Perjanjian Lama, melihat Allah berarti mati. Musa tidak 
diizinkan untuk melihat wajah Allah (lih. Kel 33:20). Melihat Tuhan atau tinggal dengan Allah adalah upah untuk 
orang-orang kudus (lih.Maz. 11:7, 16:11; 17:15; 140:13; Mat. 5:8). Keintiman asli yang dimaksudkan di Eden 
telah sepenuhnya pulih (lih.Maz. 42:1-2)! 

□ "dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka" Sama seperti Iblis menandai pengikutnya (lih. 13:1-17; 

14:09; 20:4), Allah menandai pengikut-Nya (lih. 3:12; 7:3; 14:1). Itu adalah simbol kepemilikan dan keamanan. 
Lihat catatan di 7:2. 

22:5 "Dan malam tidak akan ada lagi di sana" (lih. 21:23-25; Yes. 60:19-20; Zak. 14:7) 

□ "Dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya" Siapa yang akan memerintah 
dengan Kristus dalam kerajaan milenium? Pasal 20:4-5 menunjukkan hanya orang Kristen yang hidup pada 
penganiayaan akhir zaman, tetapi Whayu 2:26 dan 5:10 mengimplikasikan bahwa semua orang kudus akan 
memerintah dengan Kristus di bumi. Tidak ada perbedaan yang jelas dalam Alkitab antara pemerintahan yang 
kekal (lih. Dan 2:44;. 7:14,18; Yes. 9:7, Lukas 1:33; II Pet. 1:11; Wahyu 11:15 ) dan kerajaan Seribu tahun. 
Secara hermeneutical tidak pantas untuk menurunkan suatu doktrin utama dari bagian apokaliptik. Ayat ini 
menyiratkan sebuah pemerintahan yang kekal. 

Gambaran dari umat Tuhan mengalami penyerbu jahat, yang benar-benar dihancurkan oleh Allah, diambil dari 
Yeh. 37-39. Yohanes tidak bermaksud menafsirkannya secara harfiah! Ini adalah penyalahgunaan maksud 
pengarang untuk mengubah gambaran apokaliptik menjadi literal historis! Cinta kita akan Alkitab dan rasa ingin 
tahu kita tentang masa depan telah menyebabkan gereja barat modern menafsirkan nubuat dan literatur 
apokaliptik dengan cara yang aneh dan memaksa! Lihat Topik Khusus: memerintah di Kerajaan Allah pada 5:10. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:6 

6 Lalu la berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang 
memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba- 
Nya apa yang harus segera terjadi." 



22:6 "Lalu la berkata kepadaku" ini merujuk kepada malaikat yang memiliki ketujuh cawan penghakiman 
(lih.21:9; 22:1,8,9,10). 

206 



□ "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar" frasa ini digunakan untuk mengambarkan (1) Yesus (lih. 1:5; 
3:7,14; 19:11), (2) pengikut Yesus (lih.l7:14) dan (3) firman Allah (lih. 19:09; 21:05; 22:6). Seringkali Tuhan 
digambarkan sebagai "adil dan benar" (lih. 15:3; 16:7; 19:2). Bahasa Ibrani di balik kata-kata ini menyiratkan 
layak dipercaya. 

□ "Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi" Mungkin ini adalah: 

1 . suatu acuan kepada 19:10 

2. referensi ke inspirasi dari Perjanjian Lama (lih. II Tim 3:16; II Pet. 1:20-21) 

3. referensi ke inspirasi PB (lih.II Pet. 3: 15-16) 

4. referensi ke pengkhotbah Injil pada masa Yohanes 

5. referensi untuk kitab Yohanes's (penglihatan-penglihatan) 

Naskah Yunani asli tidak memiliki kapitalisasi. Seringkali penerjemah atau juru bahasa hams memutuskan 
apakah "roh" menunjuk kepada Roh Kudus atau roh manusia. Naskah ini merujuk pada roh manusia (lih. 1 Kor 
14:32; Ibr. 12:9). 

□ "mengutus malaikat-Nya" Ini merupakan sindiran untuk 1:1. Ayat-ayat penutupan ini sangat mirip dalam 
motif mereka untuk pasal 1 . Format surat pribadi tradisional yang digunakan dalam pasal 1 digunakan lagi dalam 
pasal 22. 

□ "untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi" Ada serangkaian 
acuan kepada kesegeraan dari kedatangan Tuhan (lih.l:l,3; 3:11): ay. 6 (dua kali), 7, 10, 12, dan 20. Penundaan 
dua-ribu-tahun sejauh ini agak sulit bagi orang percaya untuk dipahami (penundaan tersebut diungkapkan dalam 
II Tesalonika), tetapi harus dilihat bahwa setiap generasi orang Kristen memiliki pengharapan kedatangan Tuhan 
pda zaman mereka. Ada penekanan nyata dalam Perjanjian Baru antara mengembalikan setiap momen dari Tuhan 
dan beberapa hal yang harus terjadi terlebih dahulu. Orang percaya harus tetap setia dan aktif! 

Berikut adalah kutipan singkat mengenai hal ini dari komentar saya pada Matius. 
"Ada paradoks arti teologis antara 

1. Kedatangan kembali di setiap saat (lih.24:27,44) dan fakta bahwa beberapa peristiwa dalam 
sejarah harus terjadi 

2. Kerajaan Allah sebagai masa depan dan Kerajaan Allah sebagai masa kini. 
PB menyatakan bahwa beberapa peristiwa akan terjadi sebelum Kedatangan Kedua. 

1. Injil diberitakan ke seluruh dunia (lih. 24: 14: Markus 13: 10) 

2. kemurtadan besar (lih.24: 10-13,21 ; I Tim 4: 1 ; H Tim. 3: 1 ; II Tesalonika 2:3) 

3. wahyu dari " manusia dosa" (lih.Dan. 7:23-26; 9:24-27; II Tesalonika. 2:3) 

4. penghilangan orang yang bertahan (lih.II Tesalonika 2:6-7) 

5. kebangkitan Yahudi (lih.Zak 12:10; Rom.ll)" 

Mereka yang percaya bahwa ada paralelisme yang signifikan antara tujuh unit literatur kitab juga 
menegaskan bahwa salah satu dari mereka merupakan periode antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua 
dari perspektif yang berbeda (misalnya, William Hendriksen, More Than Conquerors). Jika ini benar maka 
naskah-naskah yang merujuk kepada kedatangan Kristus sudah dekat (lih.l:3; 3:11; 22:7,10,12,20) mengacu pada 
inisiasi nubuat ini setelah kematian dan kebangkitan Kristus . Bola eskatologis sedang bergulir! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:7 

7 Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat 
kitab ini! 



22:7 "Aku datang segera" Rupanya malaikat mengutip Yesus (lih. Ay. 12-15). Hal ini dinyatakan secara khusus 
oleh Yesus dalam 22:16. Tepatnya siapa yang berbicara dalam ay. 17 dan ay. 18-19 tidak pasti, tetapi Yesus 
berbicara lagi dalam ay. 20 dan Yohanes dalam ay. 21. Lihat Topik Khusus: Segera Kembali di 1:3. 

□ "Berbahagialah orang yang" Ini adalah satu lagi dari ketujuh berkat bagi orang percaya yang ditemukan di 
seluruh kitab (lih. 1:3; 14:13, 16:15, 19:9, 20:6, 22:7,14). 

207 



□ "nubuat" Kitab ini adalah nubuatan dan harus ditafsirkan dalam terang literatur kenabian (lih. Ay. 9-10,18- 
19; 1:3; 10:11). Kitab ini bukan kisah sejarah! Nubuatan selalu memiliki elemen bersyarat. bagian eskatologis 
Perjanjian Baru mencerminkan wawasan profetik PL yang melihat akhir zaman melalui kejadian kontemporer dan 
tanggapan iman. Banyak sarjana percaya bahwa genre apokaliptik tumbuh dari prefetiksisme Yahudi. Lihat Topik 
Khusus: Nubuatan Perjanjian Baru di 1:3. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:8-9 

8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku 
mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya 
itu kepadaku, untuk menyembahnya. 'Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku 
adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti 
segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!" 



22:8 Ini adalah ayat yang sangat tidak biasa. Merupakan masalah yang tepat yang dialami Yohanes di 19:10. 
Rupanya ia pasti berpikir bahwa malaikat ini adalah Tuhan. 

22:9 "semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini" Kekristenan melibatkan keputusan awal 
pertobatan, iman, dan pertobatan terus-menerus, iman, ketaatan, dan ketekunan! Wahyu, ditulis untuk orang-orang 
Kristen yang dianiaya, menekankan ketekunan. Godaan untuk budaya kita hari ini bukanlah penganiayaan fisik, 
tapi "kekeringan" apatis, praktek ateisme, materialisme, Kristen dangkal dengan segala manfaat dan tidak 
bertanggung j awab ! 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:10-11 

1(l Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, 
sebab waktunya sudah dekat. "Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; 
barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat 
kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" 



22:10 '"Jangan memeteraikan" Ini persis kebalikan dari Yes. 8:16; Dan. 8:26 dan 12:4,9. Waktu penggenapan 
nubuatan telah tiba. peringatan Allah kepada orang-orang yang tidak percaya dan dorongan untuk orang percaya 
adalah sekarang! Keputusan yang menentukan dituntut sekarang! Kerajaan Allah sudah hadir. 

□ "Waktunya sudah dekat" Lihat Topik Khusus: Segera Kembali di 1:3. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:12-13 

12 Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap 
orang menurut perbuatannya. 13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, 
Yang Awal dan Yang Akhir." 



22:11-12 "untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" Ini merupakan tema yang 
berulang-ulang di seluruh Alkitab (lih.Ayub 34:11; Maz. 28:4; 62:12; Ams. 24:12; Pkh. 12:14; Yer. 17:10, 32:19; 
Mat. 16:27, 25:31-46; Rm. 2:6, 14:12; 1 Kor. 3:8; Kor II. 5: 10; Gal. 6:7-10; II Tim. 4: 14; 1 Pet 1:17; Wahyu 
2:23; 20:12). Allah akan memberi penghargaan kepada mereka yang mengasihi Dia dan hidup untuk Dia di 
tengah-tengah sistem dunia yang telah jatuh (lih.2:23; 20:12-13). Kehidupan mengungkapkan realitas rohani dan 
vitalitas dalam iman (lih.Mat. 7). Manusia adalah pengurus dari karunia kehidupan dan akan memberikan 
pertanggung jawaban untuk Tuhan! 

Ini bukan untuk menyatakan "bekerja dalam kebenaran" Manusia ditebus melalui anugerah Allah lewat 
kematian dan kebangkitan Kristus dan Roh Kudus ! Namun, bukti bahwa seseorang telah bertemu dengan Tuhan 
adalah perubahan dan mengubah kehidupan menjadi serupa dengan Kristus! Salah satu prioritas dan alokasi 
sumber daya mengungkapkan hati ! 

208 



22:11 Ini adalah acuan kepada Dan. 12:10. 

22:12 "Aku datang segera" Lihat Topik Khusus di 1:3. 

22:13 Ayat ini merupakan sindiran pada sebutan PL untuk YHWH ditemukan dalam 1:8 dan 21:6, tetapi di sini 
merujuk kepada Kristus. Pengalihan sebutan PL ini kepada Yesus adalah salah satu cara penulis PB menegaskan 
keTuhananan-Nya. Ayat 13 memiliki tiga sebutan PL atau frasa yang awalnya menggambarkan Allah yang kekal 
(lih. Yes 41:4;. 44:6, 48:12), tapi sekarang digunakan untuk Yesus (lih. 1:17; 2:8). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:14-15 

14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon 
kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. ls Tetapi anjing-anjing dan tukang- 
tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap 
orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. 



22:14 "Berbahagialah" Ini adalah yang terakhir dari ketujuh berkat bagi orang percaya yang ditemukan dalam 
Wahyu (lih. 1:3; 14:13, 16:15, 19:9, 20:6, 22:7,14). 

□ "mereka yang membasuh jubahnya" Ini adalah metafora untuk percaya pada penebusan Kristus (lih.7:14). 
Orang percaya diterima karena Dia diterima (lih. Ef 1:6). Orang percaya hidup karena Dia sudah mati. Orang 
percaya memiliki hidup kebangkitan karena Dia hidup! 

Ada varian naskah Yunani dalam kalimat ini. 

1. "Membasuh jubahnya" adalah dalam MSS X (abad keempat) dan A abad (kelima), serta Vulgata. UBS 4 
ini memberikan hal itu rating "A", yang berarti "tertentu." 

2. "Memelihara perintah-perintah" di 046, sebuah MS uncial dari abad kesepuluh, minuscule MSS (1 dan 
94) dari abad kedua belas, dan versi Peshitta (Suriah). 

□ "Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang 
ke dalam kota itu" Ini adalah dua metafora untuk keselamatan kekal melalui Kristus. Yang satu akan kembali ke 
Kejadian 2:9; 3:22 (lih. Wahyu 2:7; 22:2,14,19) dan yang lain untuk Wahyu 21:2,9-22:5. 

22:15 "Tinggal di luar" ini sangat sulit untuk ditafsirkan kecuali metafora lautan api (lih.21:8). 

□ "anjing-anjing" Satu lagi kiasan aneh karena seharusnya tidak ada orang jahat yang tersisa pada saat ini 
dalam kitab ini. Di Ul. 23:18 istilah ini mengacu pada pelacur laki-laki dari kultus kesuburan Kanaan. Di bagian 
lain dari Perjanjian Lama danPerjanjian Baru mengacu kepada orang-orang jahat (lih. Maz. 22:16,20; Mat. 7:6; 
dan Fil 3:2). Saya akan mengutip Robert H. Mounce pada titik ini dari komentarnya tentang Wahyu di Serf New 
International: "Ayat ini tidak bermaksud untuk mengajarkan bahwa dalam keadaan kekal segala macam orang 
jahat akan tinggal di luar kota surgawi. Ini hanya menggambarkan masa depan dengan gambaran masa kini. 
kontrasnya adalah antara berkat setia dan nasib orang fasik "(hal. 394). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:16 

16 Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu 
bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang. 



22:16 '"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini 
kepadamu bagi jemaat-jemaat" Perhatikan bahwa istilah "kamu" adalah PLURAL dan kiasan kepada ketujuh 
jemaat pasal 2-3 dibuat sangat spesifik. Kitab ini dimulai dan diakhiri dengan genre surat, sementara penglihatan 
di antara kombinasi dari nubuat (akhir zaman dilihat melalui lensa masa kini) dan apokaliptik (gambaran 
imajinatif). 



209 



□ "malaikat-Ku" Seringkali pengirimnya adalah Allah Bapa (lih. 22:6, "malaikat-Nya"). Di sini, si pengirim 
adalah Yesus ("malaikat-Ku"). Ungkapan ini juga ditemukan dalam 1:1, tapi yg di ganti adalah ambigu. 

□ "jemaat-jemaat" lihat Topik Khusus di 1 :4. 

□ "Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud" Ada banyak acuan garis keturunan Daud tentang Mesias dalam 
Perjanjian Lama (lih. II Sam. 7:12-16 dan Yes. 11:1,10) dan dalam PB (lih.Mat. 1:1;. 9:17; 15:22; 21:9; Rm. 1:3; 
II Tim. 2:8 Why. 5:5). Yesus adalah penggenapan dari semua nubuat Perjanjian Lama 



TOPIK KHUSUS: YESUS ORANG NAZARET 

Ada beberapa istilah Yunani yang berbeda yang digunakan dalam PB untuk secara tepat menunjuk 
pada Yesus. 

A. Istilah-istilah PB 

1. Nazaret - kota di Galilea (lih. Luk 1:26; 2:4,39,51; 4:16; Kis 10:38). Kota ini tidak disebutkan 
dalam sumber-sumber di jamannya, namun ditemukan dalam prasasti-prasasti dikemudian hari. 
Bagi Yesus lahir di Nazaret bukanlah suatu kelebihan (lih.Yohanes 1:46). Tanda di atas salib 
Yesus yang mengikut sertakan nama tempat ini adalah tanda kejijikan Yahudi. 

2. Nazarenos - nampaknya juga menunjuk pada suatu lokasi geografis (lih. Luk 4:34; 24: 19). 

3. Nazoraios - mungkin menunjuk pada suatu kota, tetapi bisa juga suatu permainan dari istilah ke- 
Mesias-an Ibrani "Carang" (netzer, lih. Yes 4:2; 11:1; 53:2; Yer 23:5; 33:15; Zak 3:8; 6:12). 
Lukas menggunakan hal ini tentang Yesus dalam 18:37 dan Kis 2:22; 3:6; 4:10; 6:14; 22:8; 24:5; 
26:9. 

B. Penggunaan kesejarahan di luar PB. Penunjukan ini mempunyai penggunaan-penggunaan histories 
lainnya. 

1. menjelaskan suatu kelompok heretis Yahudi (pra-Kristen). 

2. digunakan dalam lingkungan Yahudi untuk menjelaskan orang yang percaya pada Kristus (lih. 
Kis 24:5,14; 28:22). 

3. menjadi istilah yang lazim untuk menjelaskan tentang orang percaya dalam gereja-gereja Syria 
(Aram). "Kristen" digunakan dalam gereja Yunani untuk menunjuk pada orang -orang percaya. 

4. Kadang-kadang setelah kejatuhan Yerusalem, orang Farisi mengorganisir diri kembali di Jamnia 
dan menghasut terjadinya pemisahan resmi antara sinagoga dan gereja. Sebuah contoh dari jenis 
rumusan kutukan melawan orang Kristen ditemukan dalam "Ke Delapan Belas Berkat" dari 
Berakoth 28b-29a, yang menyebut orang percaya sebagai "Nasrani." 

"Kiranya kaum Nasrani and heretik lenyap sekejap mata; mereka harus dihapuskan dari kitab 
kehidupan dan tidak dituliskan bersama dengan orang yang setia." 

C. Pendapat Penulis 

Saya terkejut dengan banyaknya ejaan dari kata tersebut, walaupun saya tahu ini bukan 
barang baru di PL sebagaimana "Yosua" memeiliki beberapa ejaan dalam bahasa Ibrani. Namun, 
karena 

1 . kedekatan hubungan dengan istilah ke-Mesias-an "Carang" 

2. digabungkan dengan konotasi negatif 

3. sedikit atau tidak adanya keterangan pada jamannya mengenai kota Nazaret di Galilea 
menyebabkan saya untuk tetap merasa tidak pasti arti tepatnya kata tersebut 

4. kata ini datang dari mulut iblis dalam suatu pengertian eskatologis (yaitu, "Apakah Engkau 
datang untuk membinasakan kami?"). 

Untuk kepustakaan yang penuh dari pelajaran kelompok kata ini berdasarkan keahlian lihat Colin 
Brown (penyunting), Kamus International Baru dari Teologia Perjanjian Baru, vol. 2, hal. 346. 



□ "bintang timur yang gilang-gemilang" ini adalah gelar Mesias (lihBilangan 24:17 atau Mat. 2:2 atau II Pet 
1:19). Ini mungkin bermain di Yes. 14:12 di mana frasa serupa merujuk kepada Iblis. Dalam Wahyu, si jahat 
sering menjadi parodi dari Allah Tritunggal. 

210 



TOPIKKHUSUS: TRINITAS 

Perhatikan aktifitas dari kesemua tiga pribadi Trinitas. Istilah "Trinitas", yang pertama-tama diciptakan 
oleh Tertullian, bukanlah suatu kata Alkitabiah, namun konsepnya bersifat menjalar. 

1. Injil 

a. Matius 3:16-17; 28:19 (dan paralel-nya) 

b. Yohanes 14:26 

2. Kisah Para Rasul - Kis 2:32-33, 38-39 

3. Paulus 

a. Romans 1:4-5; 5:1,5; 8:1-4,8-10 

b. I Corinthians 2:8-10; 12:4-6 

c. II Corinthians 1:21; 13:14 

d. Galatians 4:4-6 

e. Ephesians 1:3-14,17; 2:18; 3:14-17; 4:4-6 

f. I Thessalonians 1:2-5 

g. II Thessalonians 2:13 
h. Titus 3:4-6 

4. Petrus-IPet 1:2 

5. Yudas - ay 20-21 

Hal ini diisyaratkan dalam PL 

1 . Penggunaan kata JAMAK untuk Allah. 

a. Nama Elohim adalah JAMAK, namun ketika digunakan untuk menyebut Allah selalu diikuti oleh 
KATA KERJA TUNGGAL. 

b. "Kita" dalam Kejadian 1:26-27; 3:22; 11:7 

2. Malaikat Allah sebagai perwakilan keTuhanan yang kasat mata. 

a. Kejadian 16:7-13; 22:11-15; 31:11,13; 48:15-16 

b. Keluaran 3:2,4; 13:21; 14:19 

c. Hakim-hakim 2:1; 6:22-23; 13:3-22 

d. Zakharia 3:1-2 

3. Allah dan Roh adalah terpisah, kejadian 1:1-2; Mazmur 104:30; Yesaya 63:9-1 1; Yehezkiel 37:13-14. 

4. Allah (YHWH) dan Mesias (A don) adalah terpisah, Mazmur 45: 6-7; 110:1; Zakharia 2:8-11; 10:9-12 

5. Mesias dan Roh adalah terpisah, Zakharia 12:10 

6. Ketiga-tiganya secara bersama disebutkan dalam Yes 48: 16; 61:1 

KeTuhanan Yesus dan kepribadiaan dari Roh menyebabkan permasalahan bagi orang-orang percaya 
mula-mula yang ssangat keras bersifat monoteis: 

1 . Tertullian - menurunkan kedudukan Anak di bawah Bapa 

2. Origen - menurunkan hakikat kelllahian Anak dan Roh. 

3. Arius - menolak ke-Allah-an Anak dan Roh 

4. Monarkhianis - percaya akan suatu perwujudan Allah yang turun-temurun. 

Trinitas adalah suatu rumusan yang dikembangkan secara historis berdasarkan informasi dari bahan-bahan 
yang alkitabiah. 

1. Ke-Allah-an penuh dari Yesus, setara dengan Bapa, diteguhkan di tahun 325 AD oleh Konsili Nicea. 

2. Kepribadian dan ke-Allah-an Roh secara penuh, setara dengan Bapa dan Anak diteguhkan oleh 
Konsili Konstantinopel (381 AD) 

3. Doktrin Trinitas dinyatakan secara penuh dalam karya Augustinus De Trinitate 

Memang sungguh merupakan misteri di sini. Namun PB nampaknya meneguhkan keberadaan suatu 
hakikat Illahi dengan tiga manifestasi kepribadian yang kekal. 



211 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:17 17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan 
barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, 
hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma- 
cuma! 



22:17 "Roh dan pengantin perempuan itu berkata, 'Marilah!'" Meskipun ada interpretasi yang berbeda dari 
bagian ini, tampaknya dari konteks bahwa ini pasti adalah undangan injil kepada semua orang yang membutuhkan 
dan akan menerima pemberian Allah dalam Kristus. Ini terns menjadi fokus dari kitab Wahyu, bukan saja untuk 
mendorong orang-orang yang diselamatkan tetapi untuk meyakinkan dan mendorong orang yang terhilang untuk 
meresponi pemberian cuma-cuma dari Allah di dalam AnakNya. Penggunaan kata "dating" empat (keempatnya 
merujuk kepada yang terhilang dan bukan kepada kedatangan Kristus yang kedua), penggunaan berulang "orang 
yang"; dan kabar baik yang luar biasa adalah bahwa itu cuma-cuma (lih.Yes. 55 ) haruslah menjadi dorongan 
untuk semua orang dan siapapun untuk meresponi! Bagi saya tampaknya ini menjadi kilas balik bagi mereka yang 
tinggal di masa Yohanes (dan setiap hari). Hal ini mungkin menjelaskan elemen yang tidak biasa (kehadiran 
orang yang terhilang setelah hari kiamat) dalam Wahyu 19-22. Ada beberapa kilas balik ke masa Yohanes sendiri, 
yang dapat dijelaskan oleh paralelisme antara tujuh unit literatur Wahyu. Dia menulis dengan "anaknya yang 
terkasih" di Efesus dalam pikiran (lih. I, II, dan III Yohanes). 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:18-19 

18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: 
"Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan 
kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. "Dan jikalau seorang mengurangkan 
sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari 
pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 



22:18-19 Ayat-ayat ini jelas berkaitan dengan pendengar pesan pertama serta semua pembaca masa depan / 
pendengar kitab ini. Ini adalah praktek literatur umum PL untuk menempatkan peringatan ditujukan kepada 
mereka yang mungkin tergoda untuk mengutak-atik firman Allah (lih.Ul. 4:2; 12:32). Ini tidak dimaksudkan 
untuk dipahami secara harfiah, tetapi merupakan pernyataan oriental berlebihan yang sangat kuat dari keseriusan 
dalam mengubah pesan Allah. Ini tidak mengacu pada percaya kepada penterjemah atau ahli Taurat yang berdoa 
dengan sungguh-sungguh dan mencari kehendak Tuhan, tetapi menurut Ireneaus di- Contra-Heresies nya, 30:12 
merujuk kepada guru-guru palsu yang menambahkan, mengubah, atau menghapus kata-kata Kitab Suci, yang 
memaksakan bagian ini. Ingat bahwa kita tidak bisa membuktikan naskah satu ayat untuk mendirikan sebuah 
doktrin yang bertentangan dengan ajaran Kitab Suci jelas lainnya. 

□ "jika.. . jika ". Keduanya adalah THIRD CLASS CONDITIONAL SENTENCES yang menunjukkan 
tindakan yang potensial. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:20 

2(l Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, 
datanglah, Tuhan Yesus! 



22:20 "Aku datang segera" Semakin mendekati akhir zaman, Allah akan datang dalam penghakiman adalah 
karakteristik dari literatur apokaliptik Yahudi dan Kristen. Tema yang sama terlihat dalam Mat. 13:34-36; 24:43; 
25:1-13; Lukas 12:29; 1 Tesalonika. 5:2,4; II Pet 3:10. Pada tahun 2000 keterlambatan ini harus dipahami dengan 
cara eksistensial bukan temporal. Dia datang! Kehidupan sudah siap. Lihat Topik Khusus di 1:3. 

□ "Datanglah, Tuhan Yesus" ini adalah frasa bahasa Aram, Maranatha (lih.l Kor 16:22). Memungkinkan 
untuk menafsirkan ini dalam beberapa cara: (1) jika Maranatha, maka itu adalah "Tuhan kami telah datang", atau 
(2 marana tha, maka itu adalah "Tuhan kami, datang!" Nomor 1 Sesuai terbaik dengan konteks ini. Kita belajar 
dari Didache 10:06 bahwa ini adalah bagian akhir liturgi ke pelayanan Perjamuan Tuhan pada masa Yohanes. 

212 



SPECIAL TOPIC: MARANATHA 

Ini adalah frasa bahasa Aram yang mencerminkan penegasan teologis liturgis jemaat Palestina mula-mula 
tentang (1) keTuhanan Yesus (Mazmur 110) atau (2) Kedatangan Yesus yang Kedua (Kis. 3:19-21). Artinya 
tergantung pada bagaimana membagi kata: 

1. "Tuhan kami, datang" (yaitu, Marana-tha) adalah arti dari sebuah frasa serupa rMPERITIVAL di 
Wahyu 22:20. Oleh karena itu, banyak yang menganggap bahwa makna terjemahan di sini. Jika 
demikian, maka akan menjadi doa untuk kedatangan kembali Yesus. 

2. "Tuhan kami telah datang" (yaitu, Maran-atha) akan menjadi bahasa Aram PERFECT. Ini adalah 
terjemahan yang lebih disukai Chrysostom (tahun 345-407 Masehi), yang berbicara tentang Inkarnasi 
Yesus. 

3. "Tuhan kami datang" akan mencerminkan bahasa Ibrani profetik PERFECT, yang digunakan oleh 
banyak orang yang menganggap motif untuk pelayanan Kristen. Kedatangan Kedua selalu menjadi 
dorongan bagi orang percaya di setiap zaman. 

Didache (ditulis pada akhir abad pertama atau abad kedua) 10:06, menggunakan ungkapan yang sama dalam 
konteks Perjamuan Tuhan di mana kehadiran Yesus saat ini dan masa depan, kedatangan eskatologis keduanya 
ditekankan dalam doa. 



NASKAH NASB (UPDATE) : 22:21 

21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin 



22:21 Perhatikan bahwa "kasih karunia Tuhan Yesus Kristus" berada bersama umat-Nya, adalah kebenaran 
penutup disajikan pada masa orang Kristen dianiaya dan merupakan harapan setiap generasi Kristen! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap 
penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita hams berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh 
mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan 
definitif. 

1 . Apakah orang-orang percaya akan pergi ke surga atau surga akan kembali ke bumi yang disucikan? 

2. Bagaimana Wahyu 21:3 terkait dengan istilah "Emmanuel"? 

3. Mengapa tidak ada Bait Suci di Yerusalem baru (lih. 21 :22)? 

4. Siapakah orang yang disebutkan dalam 21 :24? 

5. Bagaimana orang percaya "tetap / mendengarkan" kata-kata nubuat ini (lih. 22:7)? 

6. Jika ini adalah surge, siapakah orang-orang jahat di luar kota di 22:15? 

7. Mengapa 22: 17 begitu penting? 

8. Apakah 22:18-19 hams dipahami secara harfiah? Bisakah seorang percaya yang salah menafsirkan 
Wahyu kehilangan keselamatannya? 

9. Tiga kali dalam pasal 22 itu mengatakan "Aku datang segera (lih. ay 7.12,20). Mengapa itu sudah lebih 
dari 2000 tahun? 



213 



LAMPIRAN SATU 

DEFINISI SINGKAT DARI ISTILAH-ISTILAH 
KETATA-BAHASAAN YUNANI 



Bahasa Yunani Koine, sering disebut Bahasa Yunani Helenistik, adalah bahasa yang umum dari dunia 
Mediterania yang dimulai dengan pendudukan oleh Aleksander Agung (336-323 SM) dan digunakan selama kira- 
kira 800 tahun (300 SM-500 M). bahasa ini tidak hanya merupakan penyederhanaan dari bahasa Yunani Klasik, 
namun dalam banyak hal merupakan bentuk bahasa Yunani yang lebih baru yang menjadi bahasa kedua dari 
dunia timur dekat dan Mediteranian kuno. 

Bahasa Yunani dari Perjajian Baru adalah unik dalam beberapa hal karena para penggunanya, kecuali Lukas 
dan penulis kitab Ibrani, mungkin menggunakan bahasa Aram sebagai bahasa utama mereka. Oleh karena itu, 
tulisan mereka dipengaruhi oleh ungkapan-ungkapan dan bentuk-bentuk structural bahasa Aram. Jugamereka 
membaca dan mengutip Septuaginta (Terjemahan bahasa Yunani dari PL) yang juga ditulis dalam bahasa Yunani 
Koine. Namun Septuaginta juga ditulis oleh para ahli Yahudi yang berbahasa ibu bukan Yunani. 

Hal ini berfungsi sebagai peringatan bahwa kita tidak dapat menekan Perjanjian Baru ke dalam suatu struktur 
ketata-bahasaan yang ketat. Perjanjian Baru adalah unik namun banyak kesamaannya dengan (1) Septuaginta; (2) 
Tulisan- tulisan Yahudi seperti tulisan Yosefus; dan (3) naskah papyrus yang ditemukan di Mesir. Lalu 
bagaimana kita mendekati suatu analisis ketata-bahasaan dari Perjanjian Baru? 

Ciri ketata-bahasaan dari Bahasa Yunani Koine dan Bahasa Yunani Koine Perjanjian Baru adalah mengalir. 
Dalam banyak hal saat itu adalah waktunya untuk penyederhanaan tata bahasa. Konteks adalah panduan utama 
kita. Kata-kata hanya memiliki arti di dalam konteks yang lebih luas, oleh karena itu, struktur ketata-bahasaan 
hanya bisa dipahami dari sudut pandang (1) suatu gaya penulis tertentu; dan (2) suatu konteks tertentu. Tak ada 
definisi yang konklusif dari bentuk dan struktur Bahasa Yunani yang memungkinkan. 

Bahasa Yunani Koine terutama merupakan bahasa untuk berbicara. Seringkali kunci bagi penafsirannya ialah 
jenis dan bentuk dari kata-kata kerjanya. Dalam kebanyakan anak kalimat intinya kata kerja akan muncul pertama 
kali, yang menunjukkan kedudukannya yang dominan. Dalam menganalisis kata kerja Yunani tiga informasi 
harus dicatat: (1) tekanan dasar dari bentuk kata kerja, jenis dan penjiwaan (aksidensi atau morfologi); (2) arti 
dasar dari kata kerja tertentu (leksikografi); dan (3) aliran konteks (sintaksis). 

I. BENTUK KATA KERJA 

A. Bentuk Kata atau aspek yang melibatkan hubungan dari KATA KERJA terhadap tindakan yang telah 
selesai dan belum selesai dilakukan. Hal ini sering disebut "sempurna" dan "tidak sempurna." 

1 . Bentuk Sempurna berfokus pada kemunculan tindakan, Tak ada informasi lain yang diberikan kecuali 
bahwa sesuatu telah terjadi! Mulainya, kelanjutan atau puncaknya tidak dibicarakan. 

2. Bentuk Tidak Sempurna berfokus pada kelanjutan proses dari suatu tindakan. Ini bisa dijelaskan 
dalam bentuk tindakan linier, tindakan duratif, tindakan progresif, dll 

B. Bentuk Kata ini dapat dikategorisasikan berdasar bagaimana si penulis memandang suatu tindakan pada 
saat sedang berlangsung. 

1 . Muncul = AORIST 

2. Muncul dan hasilnya tinggal = perfect 

3. Bermunculan di masa lalu dan hasilnya tinggal, namun tidak pada saat ini = pluperfect 

4. Bermunculan = PRESENT 

5. Telah bermunculan = IMPERFECT 

214 



6. Akan muncul = future 

Suatu contoh konkrit bagaimana bentuk kata ini membantu dalam penafsiran adalah untuk kata 
"diselamatkan". Kata ini digunakan dalam beberapa bentuk kata yang berbeda untuk menunjukkan baik 
kemajuan dan puncaknya. 

1. AORIST - "telah diselamatkan" (lih. Rom 8:24) 

2. perfect - "telah diselamatkan dan hasilnya berlanjut" (lih. Ef 2:5,8) 

3. PRESENT - "diselamatkan" (lih. I Cor. 1:18; 15:2) 

4. future - "akan diselamatkan" (lih. Rom 5:9, 10; 10:9) 

C. Dalam berfokus pada bentuk KATA KERJA, para penafsir mencari alasan dari si penulis asli untuk 
memilih menyatakan diri dengan menggunakan suatu bentuk kata tertentu. Bentuk baku "tanpa embel- 
embel" adalah AORIST. Ini adalah bentuk KATA KERJA yang biasa "tidak spesifik", "tidak bertanda" 
atau "tanpa isyarat". Bentuk ini dapat digunakan dalam bebagai variasi dan cara sesuai dengan spesifikasi 
dari konteksnya. Bentuk ini secara sederhana hanya menyatakan bahwa sesuatu muncul atau terjadi. 
Aspek masa lalu nya hanya dimaksudkan dalam suatu indicative mood. Jika bentuk kata lain 
digunakan, berarti sesuatu yang lebih spesifik sedang ditekankan. Namun apakah itu? 

1. Perfect tense. Bentuk ini berbicara tentang suatu tindakan yang telah selesai dilakukan dengan 
hasil yang tinggal. Dalam beberapa hal ini adalah suatu kombinasi dari bentuk aorist dan present. 
Biasanya fokusnya ialah pada hasil yang tinggal atau penyelesaian dari tindakan tersebut. Contoh: Ef 
2:5 & 8, "kamu telah dan terus selamat" 

2. Pluperfect tense. Ini seperti bentuk perfect kecuali bahwa hasil yang tinggal sudah tak ada lagi. 
Contoh: "Petrus (tadi) berdiri di pintu di luar." (Yoh 18:16). 

3. Present tense. Bentuk ini berbicara tentang suatu tindakan yang belum selesai atau tidak sempurna. 
Fokusnya biasanya pada kelanjutan dari peristiwa tersebut. Contoh: "Setiap orang yang tinggal di 
dalam Dia tidak akan terus berdosa," "setiap orang yang telah dilahirkan dari Allah tidak terus 
berbuat dosa" (I Yoh 3:6 & 9). 

4. Imperfect tense. Dalam bentuk kata ini hubungannya dengan present tense adalah analog dengan 
hubungannya dengan bentuk perfect dan pluperfect. Bentuk imperfect berbicara mengenai 
tindakan yang belum lengkap yang bermunculan sebelumnya namun sekarang telah berhenti atau 
mulainya suatu tindakan di waktu lampau Contoh: "Kemudian seluruh Yerusalem terus menerus 
pergi keluar mendapatkan Dia" atau "kemudian seluruh Yerusalem telah mulai pergi ke luar 
mendapatkanNya" (Mat 3:5). 

5. Future tense. Bentuk ini berbicara mengenai suatu tindakan yang biasanya diproyeksikan ke dalam 
suatu kurun waktu di masa depan. Fokusnya adalah lebih pada kemungkinan terjadinya suatu 
kejadian daripada kemunculannya itu sendiri Bentuk ini sering berbicara tentang kepastian dari suatu 
peristiwa. Contoh: "Diberkatilah mereka akan " (Mat 5:4-9). 

n. JENIS KATA 

A. Jenis kata menjelaskan hubungan antara tindakan dari KATA KERJA dan SUBYEKnya. 

B. Jenis Active adalah cara yang biasa, seperti yang diharapkan, tanpa penekanan tertentu, untuk 
menegaskan bahwa subyeknya melakukan tindakan dari KATA KERJAnya. 

C. Jenis PASSIVE berarti bahwa SUBYEKnya menerima tindakan dari KATA KERJA yang dilakukan oleh 
pelaku dari luar. Pelaku dari luar yang melakukan tindakan ini diindikasikan dalam Bahasa Yunani PB 
oleh KATA DEPAN-KATA DEPAN dan kasusiasus berikut ini: 

1. suatu pelaku langsung pribadi oleh hupo dengan KASUS ABLATIVE (lih. Mat 1:22; Kis 22:30). 

2. suatu pelaku perantara pribadi oleh dia dengan KASUS ABLATIVE (lih. Mat 1:22). 

3. suatu pelaku bukan pribadi biasanya oleh en dengan KASUS INSTRUMENTAL. 

4. kadang4iadang baik pelaku pribadi maupun bukan oleh kasus instrumental saja. 



215 



D. Jenis middle berarti bahwa SUBYEKnya menghasilkan tindakan dari KATA KERJAnya dan juga 
terlibat langsung dalam tindakan dari KATA KERJA tersebut. Jenis ini seringkali disebut suara 
kepentingan pribadi yang dipertinggikan. Pembentukannya menekankan SUBYEK dari anak kalimat atau 
kalimat dalam beberapa cara. Pembentukan ini tidak ditemukan dalam bahasa Inggris. Pembentukan ini 
memiliki kemungkinan-kemungkinan arti dan terjemahan yang luas dalam bahasa Yunani, Beberapa 
contoh dari bentuk-bentuk ini adalah: 

1. REFLEXIVE - tindakan langsung dari subyek terhadap dirinya sendiri. Contoh: "Menggantung diri" 
(Mat 27:5). 

2. INTENSIVE - subyeknya menghasilkan tindakan bagi dirinya sendiri. Contoh: "Iblispun menyamar 
sebagai malaikat Terang" (II Kor 11:14). 

3. RECIPROCAL - permainan antara dua subyek. Contoh: "Mereka (saling) merundingkan" (Mat 26:4). 

III. SUASANA HATI (or "CARA") 

A. Ada empat SUASANA dalam Bahasa Yunani Koine. Hal ini mengindikasikan hubungan antara KATA 
KERJA dengan kenyataan, setidaknya di dalam pikiran dari si penulis sendiri. SUASANA dibagi dalam 
dua kategori yang luas: yang mengindikasikan kenyataan (indicative) dan yang mengindikasikan 
kemungkinan (subjunctive, imperative dan optative). 

B. Suasana ndic AT iv E adalah SUASANA yang normal untuk menyatakan suatu tindakan yang telah terjadi 
atau sedang terjadi di waktu lampau, setidaknya dalam pikiran si penulis. Ini adalah satu-satunya suasana 
dalam Bahasa Yunani yang menyatakan suatu waktu yang tertentu, dan bahkan di sini aspek tersebut 
bersifat sekunder. 

C. Suasana subjunctive menyatakan kemungkinan tindakan di kemudian hari. Sesuatu yang belum terjadi 
namun kemungkinan terjadinya cukup besar. Bentuk ini sangat mirip dengan future indicative. 
Perbedaannya adalah bahwa subjunctive menyatakan suatu derajad keraguan. Dalam bahasa Inggris hal 
ini sering dinyatakan dengan kata "could," "would," "may," atau "might." (arti: bisa/boleh jadi) 

D. Suasana optative menyatakan suatu pengharapan yang secara teoritis memungkinkan. Jenis ini 
dianggap sebagai selangkah lebih dekat dengan kenyataan daripada bentuk subjunctive. Jenis 
optative menyatakan kemungkinan di bawah suatu kondisi tertentu. Bentuk optative jarang digunakan 
dalam Perjanjian Baru. Penggunaannya yang paling sering adalah dalam frasa terkenal Paulus, "Sekali- 
kali tidak" (KJV, "God forbid"), digunakan lima belaskali (lih. Rom 3:4, 6, 31; 6:2, 15; 7:7, 13; 9:14; 
11:1, 11; I Kor 6:15; Gal 2:17; 3:21; 6:14). Contoh-contoh lain ditemukan dalam Tes 1:38, 20:16, Kis 
8:20, dan Thess 3:11. 

E. Suasana imperative menekankan suatu perintah yang memungkinkan, namun penekanannya adalah 
pada maksud si pembicara. Hal ini hanya menegaskan kemungkinan yang dikehendaki dan dengan syarat 
pilihan-pilihan dari yang lain. Ada penggunaan khusus dari bentuk imperative dalam doa-doa dan 
permohonan-permohonan orang ke tiga. Perintah-perintah ini ditemukan hanya dalam bentuk present 
danAORlST dalam PB. 

F. Beberapa tata4>ahasa mengkategorikan participles sebagai suatu jenis lain dari suasana. Hal ini 
sangat lazim dalam Bahasa Yunani PB, yang biasanya didefinisikan sebagai suatu verbal adjective. 
Kata4iata ini deterjemahkan dalam kaitan dengan KATA KERJA utama yang berhubungan dengannya. 
Suatu variasi yang luas sangat mungkin dalam penterjemahan participle. Cara yang terbaik adalah dengan 
mempertimbangkan beberapa terjemahan bahasa Inggris. Alkitab dalam Dua Puluh Enam Terjemahan 
terbitan Baker sangat membantu dalam hal ini. 

G. aorist active indicative adalah cara normal atau "tak bertanda" untuk mencatat suatu kejadian. 
Bentuk, jenis atau suasana kalimat lain memiliki beberapa arti penafsiran yang ingin dikomunikasikan 
oleh si penulis asli. 

216 



IV. Bagi orang yang tidak telalu kenal dengan Bahasa Yunani bantuan-bantuan belajar berikut ini akan 
menyediakan informasi-informasi yang diperlukan: 

A. Friberg, Barbara dan Timothy. Analytical Greek New Testament. Grand Rapids: Baker, 1988. 

B. Marshall, Alfred. Interlinear Greek-English New Testament. Grand Rapids: Zondervan, 1976. 

C. Mounce, William D. The Analytical Lexicon to the Greek New Testament. Grand Rapids: Zondervan, 
1993. 

D. Summers, Ray. Essentials of New Testament Greek. Nashville: Broadman, 1950. 

E. Kursus-kursus korespondensi yang secara Akademik Terakreditasi tersedia melalui Moody Bible Institute 
(Institut Alkitab Moody) di Chicago, IL. 

V. KATA BENDA-KATA BENDA 

A. Secara sintaksis, KATA BENDA digolongkan berdasarkan kasus. Kasus adalah suatu bentuk dari KATA 
BENDA yang menunjukkan hubungannya dengan KATA KERJA dan bagian lain dari suatu kalimat. 
Dalam bahasa Yunani Koine banyak dari fungsi-fungsi kasus diindikasikan oleh KATA DEPAN. Karena 
bentuk kasus bisa mengidentifikasikan beberapa jenis hubungan yang berbeda, maka KATA DEPANnya 
berkembang utuk memberikan pemisahan yang lebih jelas pada kemungkinan fungsi ini. 

B. Kasus-kasus Bahasa Yunani digolongkan dalam delapan cara berikut ini: 

1. Kasus nominative digunakan untuk penamaan dan biasanya adalah subyek dari suatu kalimat atau 
anak kalimat. Kasus ini juga digunakan untuk predicate nouns dan adjectives dengan mengaitkan 
dengan KATA KERJA "to be" atau "become." ("adalah" atau "menjadi") 

2. Kasus genitive digunakan untuk penjelasan dan biasanya memberikan suatu atribut atau kualitas 
pada kata yang berhubungan dengannya. Bentuk ini menjawab pertanyaan, "Seperti apa?" Kasus ini 
sering dinyatakan oleh penggunaan KATA DEPAN bahasa Inggris "of." ("dari") 

3. Kasus ablative menggunakan bentuk perubahan yang sama dengan bentuk genitive, namun 
perubahan ini digunakan untuk menjelaskan pemisahan. Kasus ini biasanya menyatakan pemisahan 
dari suatu titik waktu, tempat, sumber, asal, atau tingkatan. Sering dinyatakan dengan pengunaan 
KATA DEPAN Bahasa Inggris "from" ("dari"). 

4. Kasus dative digunakan untuk menjelaskan kepentingan pribadi. Kasus ini bisa menyatakan suatu 
aspek positif atau negatif. Seringkali ini adalah obyek tidak langsung. Kasus ini seringkali dinyatakan 
oleh "KATA DEPAN" Bahasa Inggris "to" ("kepada"). 

5. Kasus locative adalah perubahan bentuk yang sama dengan dative, namun kasus ini menjelaskan 
suatu posisi atau lokasi dalam ruang, waktu, atau batasan-batasan logis. Seringkali dinyatakan oleh 
KATA DEPAN Bahasa Inggris "in, on, at, among, during, by, upon, and beside" ("di dalam, di atas, 
pada, di antara, selama, di dekat/sebelum, atas, dan di samping"). 

6. Kasus instrumental adalahbentuk perubahan yang sama dengan kasus dative dan locative. 
Kasus ini menyatakan cara atau keterkaitan. Seringkali dinyatakan oleh KATA DEPAN Bahasa 
Inggris, "by" or "with" ("oleh" atau "dengan") 

7. Kasus accusative digunakan untuk menjelaskan kesimpulan dari suatu tindakan. Kasus ini 
menyeatakan pembatasan. Kegunaan utamanya adalah sebagai obyek langsung. Kasus ini menjawab 
pertanyaan, "How far?" or "To what extent?" "Seberapa jauh" atau "Sampai tingkat apa?" 

8. Kasus vocative digunakan untuk alamat langsung. 



217 



VI. KATA SAMBUNG DAN PENGHUBUNG 

A. Bahasa Yunani adalah bahasa yang sangat teliti karena dalam bahasa ini terdapat banyak sekali kata-kata 

sambung. Kata-kata ini menghubungkan pemikiran-pemikiran (anak kalimat, kalimat, dan paragraf). 
Kata-kata ini sangat umum sehingga ketidak hadirannya (asyndeton) seringkali secara eksegesis sangat 
penting. Dalam kenyataannya kata-kata sambung dan penhubung ini menunjukkan arah dari pemikiran si 
penulis. Kata-kata ini seringkali sangat menentukan sifatnya dalam menetapkan secara tepat apa yang 
dicoba dikomunikasikannya. 



B. Berikut adalah daftar dari beberapa kata sambung dan penghubung dan arti-artinya (informasi ini 

kebanyakan dipungut dari buku H. E. Dana dan Julius K. Mantey, Panduan Ketata-bahasaan Bahasa 
Yunani Perjanjian Baru). 

1. Penghubung Waktu 

a. epei, epeid e, hopote, hos, hote, hotan (subj.) - "ketika" 

b. heos - "sementara" 

c. hotan, epan (subj.) - "kapanpun" 

d. heos, achri, mechri (subj.) - "sampai" 

e. priv (infin.) - "sebelum" 

f. hos - "sejak," "bila," "segera setelah" 

2. Penghubung Logika 

a. Maksud 

1) hina (subj.), hopos (subj.), hos - "supaya," "sehingga" 

2) hoste (articular accusative infinitive) - "hingga" 

3) pros (articular accusative infinitive) atau eis (articular accusative infinitive) - "bahwa" 

b. Hasil (ada hubungan erat antara bentuk-bentuk ketata-bahasaan maksud dan tujuan) 

1) hoste (infinitive, ini yang paling umum) - "supaya," "jadi" 

2) hiva (subj.) - "sedemikian hingga" 

3) ara - "jadi/sedemikian" 

c. Sebab Akibat atau Alasan 

1) gar (sebab akibat/pengaruh atau alasan/kesimpulan) - "sebab," "karena" 

2) dioti, hotiy - "karena" 

3) epei, epeide, hos - "sehubungan dengan" 

4) dia (with accusative) dan (with articular infin.) - "karena" 

d. Inferensial 

1) ara, poinun, hoste - "oleh karena itu" 

2) dio (kata sambung inferensial yang terkuat) - "demi," "dari itu," "karena itu" 

3) oun - "karenanya," "jadi," "maka," "akibatnya" 

4) toinoun - "sejalan dengan itu" 
Adversatif atau kontras 

1) alia (adversative kuat) - "tetapi," "kecuali" 

2) de - "tetapi," "namun demikian," "namun," "di sisi lain" 

3) kai - "tetapi" 

4) mentoi, oun - "namun demikian" 

5) plen - "meskipun" (mostly in Luke) 

6) oun - "bagaimanapun" 
f. Perbandingan 

1) hos, kathos (mengenalkan anak-anak kalimat perbandingan) 

2) kata (dalam kata majemuk, katho, kathoti, kathosper, kathapef) 

3) hosos (dalam Bahasa Ibrani) 

4) e - "daripada" 
Keberlanjutan atau Urutan 

1) de - "dan," "sekarang" 

2) kai - "dan" 

218 



(3) tei - "dan " 

(4) hina, oun - "bahwa" 

(5) oun - "kemudian" (in John) 
3. Penggunaan untuk Penegasan 

a. alia - "tentu saja," "ya," "kenyataannya" 

b. ara - "sungguh," "sesunggunya," "sebenarnya" 

c. gar - "namun sebenarnya," "sesungguhnya," "sungguh" 

d. de - "sungguh" 

e. ean - "bahkan" 

f. kai - "bahkan," "sesungguhnya," "sebenarnya" 

g. mentoi - "benar-benar" 

h. oun - "sebenar-benarnya," "secara pasti" 



VII. KALIMAT-KALIMAT CONDITIONAL 



A. Suatu kalimat conditional ialah kalimat yang mengandung satu atau lebih anak-anak la;imat yang 
bersifat kondisional. Struktur ketatabahasaan ini membantu penafsiran karena kalimat ini menyediakan 
syarat-syarat, alasn-alasan atau sebab-sebab mengapa suatu tindakan dari KATA KERJA utamanya ada 
atau tidak ada. Ada empat jenis kalimat conditional. Jenis-jenis ini bergerkak mulai dari apa yang 
dianggap benar dari sudut pandang si penulis atau bagi maksud penulisannya, sampai yang hanya 
merupakan suatu pengharapan saja. 

B. Kalimat first class conditional menyatakan tindakan atau keadaan yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud tujuan penulisannya walaupun kalimat ini di awali dengan kata 
"jika". Dalam beberapa konteks kata jika ini bisa di terjemahkan sebagai "berhubung/karena" (lih. Mat 
4:3; Rom 8:31). Namun demikian, hal ini tidak bermaksud mengisyaratkan bahwa semua FIRST CLASS 
adalah benar sesuai kenyataan. Seringkali kalimat-kalimat ini digunakan untuk mengemukakan 
pandangan dalam suatu argumentasi atau untuk memunculkan suatu kesalahan (lih. Mat 12:27). 

C. Kalimat second class conditional sering disebut "kebalikan dari fakta". Kalimat ini menyatakan 
sesuatu yang tidak benar menurut faktanya untuk mengaskan suatu pandangan. Contoh: 

1 . "Jika la sungguh-sungguh seorang nabi, yang dalam hal ini bukan, la pasti akan mengetahui siapa dan 
bagaimana sifat wanita yang melekat padanya, namun la tidak mengetahuinya. (Thess. 7:39). 

2. "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, (yang jelas-jelas tidak) tentu kamu akan percaya juga 
kepada-Ku, (juga jelas-jelas tidak)" (Yoh 5:46). 

3. "Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, (yang dalam hal ini tidak) maka aku 
bukanlah hamba Kristus (dalam hal ini aku hamba Kristus)" (Gal 1:10). 

D. third class berbicara tentang kemungkinan tindakan di masa depan. Seringkali kalimat ini membawa 
derajad kemungkinan terjadinya tindakan tersebut, yang biasanya diisyaratkan dalam bentuk suatu 
ketergantungan. Tindakan dari KATA KERJA utamanya tergantung pada tindakan dalam anak 
kalimatnya. Contoh dari I Yoh. : 1:6-10; 2:4,6,9,15,20,21,24,29; 3:21; 4:20; 5:14,16. 

E. fourth class ialah yang terjauh digeser dari kemungkinan. Kalimat ini jarang didapati dalam PB. 
Bahkan dalam kenyataannya tak ada satupun kalimat fourth class conditional yang di dalamnya 
ke dua bagian dari syarattersebut cocok dengan definisinya. Sebuah contoh dari suatu FOURTH CLASS 
sebagian adalah anak kalimat pembukaan dalam I Pet 3:14. Suatu contoh dari suatu fourth class 
sebagian dalam anak kalimat penyimpul adalah Kis 8:31. 



219 



VHI. LARANGAN-LARANGAN 

A. Suatu present imperative dengan particle me seringkali (namun tidak selalu demikian) memiliki 
penekanan menghentikan suattu tindakan yang telah dalam proses. Beberapa contoh: "Janganlah kamu 
mengumpulkan harta di bumi. . ." (Mat 6:19);" Janganlah kuatir akan hidupmu. . ." (Mat 6:25); "Dan 
janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata 
kelaliman. . ." (Rom 6:13); "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah. . ." (Ef 4:30); dan 
"janganlah kamu mabuk oleh anggur. . ." (5:18). 

B. Suatu aorist subjunctive dengan particle me memiliki penekanan pada "jangan memulai suatu 
tindakan" Beberapa contoh: "Janganlah kamu menyangka, bahwa . . ." (Mat 5:17); "janganlah kamu 
kuatir. . ." (Mat 6:31); "janganlah malu . . ." (II Tim 1:8). 

C. Suatu double negative dengan suatu suasana subjunctive adalah suatu penegatifan yang sangat 
tegas. "Tidak pernah, tidak akan pernah" atau "tidak dalam situasi apapun." Beberapa contoh: "ia tidak 
akan mengalami maut sampai selama-lamanya" (Yoh 8:51); "aku untuk selama-lamanya tidak akan. . ." (I 
Kor8:13). 

IX. ARTIKEL 

A. Dalam Bahasa Yunani Koine, definite article "the" memiliki penggunaan yang serupa dengan bahasa 
Inggris. Fungsi dasarnya adalah sebagai "suatu penunjuk", suatu cara untuk menarik perhatian pada 
sebuah kata, nama, atau frasa. Penggunaannya berragam dari penulis ke penulis dalam Perjanjian Baru. 
definite article dapat juga brfungsi 

1 . sebagai suatu alat mengkontraskan seperti sebuah KATA GANTI demonstratif ; 

2. sebagai suatu tanda untuk menunjuk pada SUBYEK atau orang yang telah diperkenalkan 
sebelumnya; 

3. sebagai suatu cara untuk mengenali suatu subyek dalam sebuah kalimat dengan suatu KATA KERJA 
berkaitan. Contoh: "Allah adalah Roh," Yoh 4:24; "Allah adalah terang," I John 1:5; "Allah adalah 
kasih," 4:8,16. 

B. Bahasa Yunani Koine tidak memiliki suatu INDEFINITE ARTICLE seperti bahasa Inggris "sebuah" Ketidak 
adaan indefinite article bisa berarti 

1 . suatu fokus pada sifat atau kualitas dari sesuatu 

2. suatu fokus pada kategori sesuatu 

C. Para penulis PB sangat berragam dalam cara menggunakan ARTIKEL. 

X. CARA MENUNJUKKAN PENEKANAN DALAM BAHASA YUNANI PERJANJIAN BARU 

A. Teknik menunjukkan penekanan berragam dari penulis ke penulis dalam Perjanjian Baru. Penulis yang 
paling konsisten dan formal adalah Lukas dan penulis kitab Ibrani. 

B. Telah kita nyatakan terdahulu bahwa suatu aorist active indicative adalah bersifat baku dan polos 
untuk suatu penekanan, tetapi bentuk, jenis atau suasana kalimat lain memiliki arti penting dalam 
penafsiran juga. Ini tidak mengisyaratkan bahwa aorist active indicative tidak sering digunakan 
dalam pengertian ketata bahasaan yang menentukan. Contoh: Rom 6:10 (dua kali). 

C. Susunan kata dalam Bahasa Yunani Koine 

1 . Bahasa Yunani Koine adalah suatu bahasa ubahan yang tidak, seperti bahasa Inggris, bergantung pada 
susunan katanya. Karenanya, si penulis bisa memvariasikan susunan yang umum untuk menunjukkan 

a. apa yang ingin ditekankan oleh si penulis pada pembacanya 

b. apa yang dipikirkan si penulis yang akan mengejutkan pembacanya 

220 



c. apa yang secara mendalam dirasakan oleh si penulis 

2. Susunan kata ynag umum dalam Bahasa Yunani masih merupakan pokok permasalahan yang belum 
terselesaikan. Namun demikian, susunan yang dianggap normal ialah 

a. bagi KATA KERJA berkait 

(1) KATA KERJA 

(2) SUBYEK 

(3) PELENGKAP 

b. bagi KATA KERJA transitif 

(1) KATA KERJA 

(2) SUBYEK 

(3) OBYEK 

(4) OBYEK TAK LANGSUNG 

(5) FRASA PERANGKAI 

c. bagi frasa KATA bend A 

(1) KATABENDA 

(2) PENGUBAH 

(3) FRASA PERANGKAI 

3. Susunan kata dapa menjadi hal yang amat sangat penting dalam eksegesis. Contoh: 

a. "berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan" (Gal 2:9). Frasa 
"berjabat tangan tanda persekutuan" di pisahkan dan dikedepankan untuk menunjukkan tingkat 
kepentingannya. 

b. "dengan Kristus" (Gal 2:19), ditempatkan di awal ay 20. KematianNya ialah intinya. 

c. "berulang kali dan dalam pelbagai cara" (Ibr 1:1), ditempatkan pertama-tama. Ini adalah 
bagaimana Allah menyatakan DiriNya yang sedang di kontraskan, bukan kenyataan dari 
perwahyuan itu sendiri. 

D. Biasanya suatu tingkat penekanan ditunjukkan oleh 

1. Pengulangan dari kata ganti yang telah disebutkan dalam bentuk ubahan KATA KERJA nya. Contoh: 
"Aku (sendiri) menyertai kamu. . ." (Mat 28:20). 

2. Ke tidak hadiran dari suatu kata sambung, atau alat penyambung lain di antara kata, frasa, anak 
kalimat atau kalimat. Ini disebut sebagai suatu asyndeton ("tak terikat"). Kata sambung yang 
biasanya dipakai, tidak muncul, sehingga hal ini akan menarik perhatian. Contoh: 

a. Kata berbahagialah, Mat 5 :3ff (menekankan daftar) 

b. Yoh 14:1 (topic baru) 

c. Roma 9:1 (bagian baru) 

d. II Kor 12:20 (menekankan daftar) 

3. Pengulangan kata atau frasa yang muncul dalam konteks tertentu. Contoh: "puji-pujian bagi 
kemuliaan-Nya" (Ef 1:6, 12 & 14). Frasa ini digunakan untuk menunjukkan pekerjan dari setiap 
pribadi dari Trinitas. 

4. Penggunaan dari suatu ungkapan atau permainan kata (bunyi) di antara istilah-istilah 

a. euphemisms - menggantian kata-kata untuk pokok yang tabu seperti "tidur" untuk mati (Yoh 
1 1 : 1 1-14) atau "kaki" untuk alat kelamin pria (Rut 3:7-8; I Sam 24:3). 

b. circumlocutions - penggantian kata-kata untuk nama Allah, seperti "Kerajaan Surga" (Mat 3:21) 
atau "suara dari surga" (Mat 3:17). 

c. kata kiasan 

(1) pembesar-besaran yang tidak mungkin (Mat 3:9; 5:29-30; 19:24). 

(2) pernyataan yang sedikit berlebihan (Mat 3:5; Kis 2:36). 

(3) personifikasi (I Kor 15:55). 

(4) ironi (Gal 5:12) 

(5) bagian-bagian puitis (Flp 2:6-11). 

(6) permainan suara di antara kata-kata 
(a) "gereja" 

(i) "gereja" (Ef 3:21) 

221 



(ii)"panggilan"(Ef4:l,4) 
(iii)"dipanggil"(Ef4:l,4) 
(b) "merdeka" 

(i) "wanita merdeka" (Gal 4:31) 
(ii) "kemerdekaan" (Gal 5:1) 
(iii)"bebas"(Gal5:l) 
d. bahasa-bahasa ungkapan - bahasa yang biasanya khas secara bahasa dan budaya tertentu: 

(1) Penggunaan "makanan" sebagai penggambaran (Yoh 4:31-34). 

(2) Penggunaan "Bait Allah" sebagai penggambaran (Yoh 2:19; Mat 26:61). 

(3) sebuah ungkapan Ibrani tentang belas kasih, "benci" (Kej 29:31; Ul 21:15; Thess. 14:36; Yoh 
12:25; Rom 9:13). 

(4) "Semua" versus "banyak." Bandingkan Yes 53:6 ("semua") dengan 53:11 & 12 ("banyak"). 
Istilah-istilah ini sinonim dengan Rom 5:18 dan 19. 

5. Penggunaan dari frasa linguistic yang lengkap disbanding dengan sebuah kata tunggal. Contoh: 
"Tuhan Yesus Kristus." 

6. Penggunaan khusus kata autos 

a. ketika digunakan dengan artikel (posisi atributif) diterjemahkan sebagai "sama." 

b. ketika tanpa ARTIKEL (posisi predikat) diterjemahkan sebagai suatu KATA GANTI INTENSIVE 
REFLEXIVE — "dirinya sendiri," atau "sendiri." 

E. Para pelajar Alkitab yang tidak bisa berbahasa Yunani dapat mengenali penekanan ini dalam beberapa 
cara: 

1. Penggunaan suatu kamus analitis dan suatu naskah baris demi baris Yunani/Inggris. 

2. Perbandingan dari terjemahan-terjemahan bahasa Inggis, khususnya dari beberapa teori 
penterjemahan yang berlainan. Contoh: membandingkan suatu terjemahan "kata demi kata" (KJV, 
NKJV, ASV, NASB, RSV, NRSV) dengan suatu terjemahan "dynamic equivalent" (Williams, NIV, 
NEB, REB, JB, NJB, TEV). Buku yang sangat membantu dalam hal ini ialah Alkitab dalam Dua 
Puluh Enam Terjemahan terbitan Baker. 

3. Penggunaan Alkitab yang Ditekankan oleh Joseph Bryant Rotherham (Kregel, 1994). 

4. Penggunaan terjemahan yang sangat hurufiah 

a. The American Standard Version tahun 1901 

b. Young's Literal Translation of the Bible oleh Robert Young (Guardian Press, 1976). 

Kajian ketata bahasaan bersifat membosankan namun merupakan keharusan bagi penafsiran yang tepat. 
Definisi-definisi, komentar-komentar, dan contoh-contoh singkat ini dimaksudkan untuk mendorong dan 
melengkapi orang-orang yang tak berbahasa Yunani untuk menggunakan catatan-catatan ketata bahasaan yang 
disediakan oleh volume ini. Tentu saja definisi-definisi ini sangatlah terlalu sederhana. Sehingga jangan 
digunakan dalam cara yang dogmatic dan tidak fleksibel, namun sebagai suatu pijakan menuju pada suatu 
pemahaman sintaksis yang lebih luas dari Perjanjian Baru. Definisi-definisi ini diharapkan akan juga 
memampukan para pembaca untuk memahami komentar-komentar dari alat bantu belajar yang lain seperti 
komentari teknis Perjanjian Baru. 



222 



LAMPIRAN DUA 
KRITIK KENASKAHAN 



Pokok bahasan ini akan dibahas dengan cara menerangkan catatan-catatan kenaskahan yang ditemukan dalam 
komentari ini. Garis besar berikut ini akan digunakan 

I. Sumber kenaskahan dari Alkitab Bahasa Inggris kita. 

A. Perjanjian Lama 

B. Perjanjian Baru 

n. Penjelasan singkat mengenai permasalahan dan teori-teori "kritik yang lebih rendah" ini disebut 

"kritik kenaskahan. " 
III. Bahan-bahan bacaan lebih lanjut yang disarankan. 

I. Sumber kenaskahan dari Alkitab bahasa Inggris 

A. Perjanjian Lama 

1. Naskah Masoretik (MT) - Naskah Ibrani huruf mati disusun oleh Rabi Aquiba dalam tahun 100 
Masehi. Titik-titik huruf hidup, aksen, catatan marjinal, tanda baca, dan titik-titik apparatus mulai 
ditambahkan dalam abad ke-enam Masehi dan diselesaikan di abad ke Sembilan Masehi. Hal ini 
dikerjakan oleh suatu keluarga ahli Yahudi yang dikenal sebagai kaum Masoret. Bentuk 
kenaskahanyang mereka gunakan sama denganyang digunakan dalam Mishnah, Talmud, Targums, 
Peshitta, dan Vulgate. 

2. Septuaginta (LXX) - Tradisi mengatakan bahwa Septuaginta dibuat oleh 70 ahli Yahudi dalam 70 
hari bagi perpustakaan Aleksandria disponsori oleh Raja Ptolemus II (285-246 S.M.) 
Terjemahannyadidugamerupakan permintaan dari seorang pemimpin Yahudi yang hidup di 
Aleksandria. Tradisi ini berasal dari "Surat Aristeas." LXX ini seringkali didasarkan pada naskah 
Ibrani yang berbeda dengan naskah dari Rabi Aquiba (MT). 

3. Gulungan Kitab Laut Mati (DSS) - Gulungan Kitab Laut Mati ditulis dalam periode Romawi 
Sebelum Masehi (200 S.M to 70 M) oleh suatu sekte separatis Yahudi yang disebut kaum "Essenes." 
Naskah kuno Ibrani yang ditemukan di beberapa situs di sekitar Laut Mati ini, menunjukkan suatu 
keluarga naskah Ibrani yang agak berbeda yang melatar belakangi baik MT atau LXX. 

4. Beberapa contoh spesifik daari bagaimana perbandingan dari naskah-naskah ini telah membantu para 
penafsir memahami Perjanjian Lama 

a. LXX telah membantu para penterjemah dan para ahli memahami MT 

(1) LXX dari Yes 52:14, "Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia." 

(2) MT dari Yes 52:14, "Sebagaimana banyak orang takjub atas rau." 

(3) dalam Yes 52:15 perbedaan kata ganti dalam LXX diteguhkan 

(a) LXX, "sehingga banyak bangsa akan tercengang melihatnya" 

(b) MT, "sehingga ia mencengangkan banyak bangsa" 

b. DSS telah membuat para penterjemah dan para ahli memahami MT 

(1) DSS dari Yes 21:8, "kemudian orang yang melihat itu berseru, Di atas menara pemantau aku 
berdiri. . ." 

(2) MT dari Yes 21:8, "Kemudian berserulah orang yang melihat itu: "Di tempat peninjauan, ya 
tuanku, aku berdiri senantiasa sehari suntuk. . ." 

c. Baik LXX dan DSS telah membantu mengklarifikasikan Yes 53:11 

(1) LXX & DSS, "Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas" 

(2) MT, "ia akan melihat. . .dari kesusahan jiwanya, Ia akan menjadi puas" 

B. Perjanjian Baru 

1. Lebih dari 5,300 naskah kuno dari semua atau bagian dari Perjanjian baru berbahasa Yunani masih 
ada. Sekitar 85 ditulis pada papyrus dan 268 adalah naskah kuno yang semuanya ditulis dengan huruf 
besar (uncials). Namtinya di sekitar abad ke Sembilan M, suatu naskah berhuruf kecil (minuscule) 

223 



mulai dikembangkan. Naskah-naskah kuno Yunani dalam bnetuk tulisan ada sekitar 2700. Kita juga 
memiliki sekitar 2100 salinan dari daftar-daftar naskah Kitab Suci yang digunakan dalam ibadah yang 
kita sebut sebagai leksionaris. 

2. Sekitar 85 nasakh kuno Yunani mengandung bagian-bagian dari Perjanjian Baru yang ditruliskan 
pada papyrus sekarang tersimpan dalam museum-museum. Beberapa di antaranya berasal dari abad 
kedua M, namun umumnya berasal dari abad ketiga dan keempat M. Tak satupun dari MSS ini 
memuat keseluruhan Perjanjian Baru. Juga karena naskah-naskah ini termasuk yang tertua tidak 
secara otomatis berarti hanya memiliki sedikit variasi. Banyak dari naskah-naskah ini disalin dengan 
cepat untuk penggunaan lokal. Kehati-hatian nampaknya agak terabaikan dalam proses tersebut. Oleh 
karena itu, naskah-naskah ini mengandung banyak variasi. 

3. Codex Sinaiticus, dikenal dengan huruf Ibrani $.{alij) atau (01), ditemukan di biara St. Catherine di 
Gunung Sinai oleh Tischendorf. Bertanggalkan dari abad ke empat M dan mencakup baik LXX dari 
PL dan PB Yunani. Ini merupakan jenis "Naskah Aleksandria". 

4. Codex Alexandrinus, dikenal sebagai "A" atau (02), suatu naskah kuno Yunani abad kelima yang 
ditemukan di Aleksandria, Mesir. 

5. Codex Vaticanus, dikenal sebagai "B" atau (03), ditemukan dalam perpustakaan Vatikan di Roma dan 
bertanggalkan dari tengah abad keempat M. Naskah ini mencakup baik LXX PL dan PB Yunani. Ini 
juga berjenis "Naskah Aleksandria." 

6. Codex Ephraemi, dikenal sebagai "C" atau (04), suatu naskah kuno abad kelima yang sebagian telah 
rusak. 

7. Codex Bezae, dikenal sebagai "D" atau (05), suatu naskah kuno Yunani abad ke lima atau keenam. 
Ini adalah perwakilan pertama dari apa yang disebut "Naskah Barat." Mengandung banyak tambahan- 
tambahan dan merupakan saksi Yunani utama bagi terjemahan King James. 

8. PB MSS dapat dikelompokkan kedalam tiga, kemungkinan empat keluarga yang memiliki sifat 
serupa. 

a. Naskah Alexandria dari Mesir 

(1) P 75 , P 66 (sekitar 200 M), yang mencatat kitab-kitab Injil 

(2) P 46 (sekitar 225 M), yang mencatata surat-surat Paulus 

3) P 72 (sekitar 225-250 M), yang mencatat Petrus dan Yudas 

4) Codex B, disebut Vaticanus (sekitar 325 M), yang mencakup seluruh PL dan PB 

5) Origen mengutip dari jenis naskah ini 

6) MSS lain yang menunjukkan jenis naskah ini adalah X, C, L, W, 33 

b. Naskah Barat dari Afrika Utara 

1) kutipan-kutipan dari bapa-bapa gereja Afrika Utara, Tertullian, Cyprian, dan terjemahan 
Latin Kuno 

2) kutipan-kutipan dari Irenaeus 

3) kutipan-kutipan dari Tatian dan terjemahan Syria kuno 

4) Codex D "Bezae" mengikuti jenis naskah ini 
Naskah Byzantine Timur dari Konstantinopel 

1) jenis naskah ini dicerminkan oleh lebih dari 80% dari 5300 MSS 

2) dikutip oleh Antioch dari bapa-bapa gereja Syria, Kapadokia, Krisostom, dan Therodoret 

3) Codex A, dalam Injil saja 

4) Codex E (abad ke delapan) bagi seluruh PB 
d. kemungkinan jenis keempat ialah "kaisaria" dari Palestina 

1) terutama nampak hanya dalam kitab Markus 

2) beberapa saksi-saksi untuk ini adalah P 45 dan W 



II. Permasalahan dan teori-teori "kritik yang lebih rendah" atau "kritik kenaskahan." 
A. Bagaimana variasi muncul 

1 . kekurang hati-hatian atau ketidak sengajaan (mayoritas terbesar kemunculan) 

a. terlewatkan oleh mata dalam penyalinan tangan yang membaca kata kedua dari dua kata yang 
serupa dan dengan demikian mengabaikan semua kata di antara kata tersebut (homoioteleuton) 



224 



(1) terlewatkan oleh mata dalam mengabaikan suatu kata atau frasa berhuruf ganda 
(haplography) 

(2) terlewatkan dalam pikiran dalam pengulangan suatu frasa atau baris dari sebuah naskah 
Yunani (dittography) 

b. terlewatkan oleh telinga dalam penyalinan secara pendiktean dimana muncul kesalahan pengejaan 
(itacism). Seringkali kesalah ejaan ini mengisyaratkan atau mengeja suatu kata Yunani yang 
mirip bunyinya. 

c. Naskah Yunani mula-mula tidak mengenal pembagian pasal dan ayat, sangat sedikit atau tidak 
menggunakan tanda baca dan tak ada pemisahan antar kata. Ada kemungkinan untuk membagi 
suatu huruf ke dalam tempat yang berbeda dan membentuk suatu kata yang berbeda. 

2. kesengajaan 

a. perubahan-perubahan yang dibuat untuk meningkatkan bentuk ketata bahasaan dari naskah yang 
disalin. 

b. perubahan-perubahan yang dibuat untuk membawa naskah kedalam kecocokan dengan naskah- 
naskah Alkitabiah lain (harmonisasi dari bagian yang berparalel) 

c. perubahan-perubahan yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih pembacaan-pembacaan 
yang berbeda menjadi satu naskah gabungan yang panjang (conflation) 

d. perubahan yang dibuat untuk membetulkan suatu dugaan permasalahan dalam naskah tersebut 
(lih. I Kor 11:27 dan I Yoh 5:7-8) 

e. beberapa tambahan informasi seperti latar belakang sejarah atau penafsiran yang tepat dari naskah 
ditempatkan dalam garis tepi oleh seorang penyalin, namun dimasukkan dalam naskah oleh 
penyalin lain. (lih. Yoh 5:4) 

B. Prinsip dasar dari kritik kenaskahan (pedoman logis untuk penentuan pembacaan asli dari suatu naskah 
bila terdapat variasi) 

1 . naskah yang secara ketata-bahasaan aneh dan tidak lazim barangkali justru adalah asli. 

2. naskah yang paling pendek barangkali adalah aslinya 

3. naskah yang lebih tua diberi bobot lebih karena jarak histories dengan aslinya, dengan hal-hal lain 
dianggap setara. 

4. MSS yang secara geografis berbeda biasanya memiliki pembacaan asli. 

5. naskah-naskah yang secara doktrin lebih lemah, khususnya yang berhubungan dengan diskusi-diskusi 
teo logis utama dari periode perubahan naskah kuno tersebut, seperti Trinitas dalam I Yoh 5:7-8, lebih 
disukai. 

6. naskah yang mampu menerangkan dengan baik asal dari variasi yang lain. 

7. dua kutipan yang membantu menunjukkan keseimbangan dalam variasi-variasi yang menyulitkan ini 
ialah 

a. buku dari J. Harold Greenlee, Pengantar Kritik Kenaskahan Perjanjian Baru, "Tidak ada 
doktrin Kristen yang bergantung pada suatu naskah yang diperdebatkan; dan siswa PB harus 
waspada dalam menginginkan naskahnya menjadi lebih bersifat ortodoks atau secara doktrin 
lebih kuat dari aslinya yang terilhami " (hal. 68). 

b. W. A. Criswell berkata pada Greg Garrison dari The Birmingham News bahwa ia (Criswell) tidak 
percaya setiap kata dalam Alkitab terilhami, "Setidaknya tidak tiap kata yang diberikan pada 
masyarakat moderen oleh para penterjemah dalam berabad-abad." Criswell berkata: "Saya sangat 
percaya pada kritik kenaskahan. Sedemikian, Saya kira, setengah bagian akhir dari markus pasal 
16 adalah tidak asli: bukan naskah yang terilhami, melainkan hanyalah suatu buatan saja.... 
Ketika anda membandingkan naskah-naskah kuno tersebut jauh ke belakang, tak ada hal yang 
disebut kesimpulan dari Kitab Markus. Seseorang telah menambahkannya...." 

Para pendahulu dari Kelompok bebas kesalahan SBC mengklaim bahwa "interpolasi" juga 
terbukti dalam Yoh 5, peristiwa Yesus di kolam Betesda. Dan ia mendiskusikan dua peristiwa 
bunuh diri Yudas (lih. Mat 27 dan Kis 1): "Ini hanya perbedaan pandangan mengenai bunuh diri 
tersebut," Criswell berkata, "Jika ini ada di dalam Alkitab, pasti ada keterangannya. Dan dua 
peristiwa bunuh diri Yudas ada dalam Alkitab." Criswell menambahkan, "Kritik kenaskahan 
adalah ilmu yang mengagumkan secara tersendiri. Ini bukan suatu hal yang sebentar saja, bukan 
hal yang tak ada hubungannya. Melainkan suatu hal yang dinamis dan terpusat. . .." 

225 



HI. Permasalahan-permasalahan Naskah Kuno (kritik kenaskahan) 
A. Sumber-sumber bacaan selanjutnya yang disarankan. 

1. Kritik Alkitab: Kesejarahan, Hurufiah dan Kenaskahan, oleh R.H. Harrison 

2. Naskah Perjanjian Baru: Transmisi, Kesalahan dan Restorasinya oleh Bruce M. Metzger 

3. Pengantar pada Kritik Kenaskahan Perjanjian Baru, oleh J.H. Greenlee 



226 



LAMPIRAN TIGA 
DAFTAR KATA-KATA SUKAR 



Adopsionisme. Ini adalah satu daru pandangan-pandangan awal tentang hubungan Yesus dengan Allah. Pada 
dasarnya ini menyatakan bahwa Yesus adalah manusia normal dalam segalanya dan diadopsi secara khusus 
oleh Allah pada saat la di baptis (lih. Mat 3:17; Mar 1:11) atau pada saat kebangkitanNya (lih. Rom 1 :4). 
Yesus hidup menjadi suatu teladan sehingga Allah, pada suatu titik tertentu, (baptisan, kebangkitan) 
mengadopsiNya sebagai "anak" Nya (lih. Rom 1:4; Flp 2:9). Ini adalah pandangan dari gereja awal dan 
minoritas abad ke delapan. Bukannya Allah menjadi manusia (Inkarnasi) namun dibalik sekarang manusia 
menjadi Allah! 

Sangatlah sukra untuk mengatakan bagaimana Yesus , Allah Anak, Tuhan yang telah ada sebelumnya, 
dihargai atau ditinggikan karena keteladanan hidup. Jika la adalah Allah, bagaimana la bisa di hargai? Jika la 
sudah memiliki kemulkiaan Illahi yang sudah ada sebelumnya, bagaimana la bisa dihargai lebih dari ini? 
Meskipun sangat sukar bagi kita untuk memahami, Bapa menghargai Yesus dalam pengertian yang khusus 
karena penggenapanNya yang sempur kehendak Bapa. 

Alexandrian School (Kelompok Aleksandria). Metode penafsiran Alkitab ini dikembangkan di Aleksandria, 
Mesir di abad kedua M. Menggunakan prinsip dasar penafsiran dari Philo, yang adalah pengikut Plato. Hal ini 
sering disebut dengan metode alegoris. Metode ini menguasai gereja sampai pada waktu Reformasi. Para 
pendukung terkuatnya adalah Origen dan Augustinus. Lihat Moises Silva, Adakah Gereja Salah Membaca 
Alkitab? (Academic, 1987) 

Alexandrinus. Naskah kuno Yunani abad ke lima dari Aleksandria, Mesir ini mencakup Perjanjian Lama, 
Apokripa, dan sebagian besar Perjanjian Baru. Ini adalah salah satu saksi utama bagi keseluruhan Perjanjian 
Baru Berbahasa Yunani (kecuali sebagian dari Matius, Yohanes, dan II Korintus). Ketika naskah kuno ini 
yang dinamai "A", dan naskah kuno "B" (Vaticanus) bersetuju mengenai suatu bacaan, maka bacaan tersebut 
dianggap asli oleh kebanyakan ahli dari kebanyakan kelompok. 

Alegoris. Ini adalah jenis penafsiran Alkitab yang aslinya dikembangkan di dalam Yudaisme Aleksandria. 
Metode ini dipopulerkan oleh Philo dari Aleksandria. Tulang punggung pengajarannya ialah membuat 
Alkitab relevan terhadap suatu budaya atau system filsafat tertentu dengan mengabaikan latar belakang 
kesejarahan dan/atau konteks penulisannya. Metode ini selalu mencari arti tersembunyi atau rohani dibalik 
setiap naskah Alkitab. Haruslah diakui bahwa Yesus, dalam Matius 13, dan Paulus, dalam Galatia 4, 
menggunakan alegoris untuk mengkomunikasikan kebenaran. Namun demikian, ini adalh dalam bentuk 
tipologi, bukan alegoris secara ketat. 

Analytical lexicon (Kamus Analitis). Ini adalah sejenis alat penelitian yang mengijinkan seseorang mengenali 
setiap bentuk Bahasa Yunani dalam Perjanjian Baru. Ini adalah suatu kompilasi, dalam urutan abjad Yunani, 
dari bentuk4>entuk dan definisi-definisi dasar. Dalam kombinasinya dengan terjemahan baris demi baris, alat 
ini mengijinkan pembaca yang tidak berbahasa Yunani untuk menganalisis bentuk43entuk sintaksis dan 
ketata43ahasaan dari Perjanjian Baru Yunani. 

Analogi Kitab Suci.. Ini adalah frasa yang digunakan untuk menjelaskan pandangan bahwa seluruh Alkitab 
diilhami oleh Allah dan oleh karenanya tidak salaing bertentangan namun saling melengkapi. Penegasan 
prasuposisi ini adalah dasar bagi penggunaan bagian paralel dalam menafsirkan suatu naskah Alkitabiah. 



227 



Ambiguity (Kemenduaan). Ini menunjuk pada ketidak pastian dalam dokumen tertulis sebagai akibat dari 
adanya dua atau lebih kemungkinan arti atau kietika dua hal atau lebih dirujuk pada saat yang bersamaan. 
Mungkin saja bahwa Yohanes menggunakan kemenduaan yang disengaja. (double entendres). 

Antropomorfis. Berarti "mempunyai sifat yang berhubungan dengan manusia", istilah ini digunakan untuk 
menjelaskan bahasan keagamaan kita tentang Allah. Berasal dari istilah Yunani untuk manusia. Artinya kita 
berbicara tentang Allah seperti kalau la adalah manusia. Allah dijelaskan dalam istilah-istilah fisik, social dan 
psikologis yang berhubungan dengan manusia (lih. Kej 3:8; I Raj 22:19-23). Hal ini, tentu saja, hanya suatu 
analogi. Namun demikian, tak ada kategori atau istilah selain tentang manusia yang bisa kita pakai. Oleh 
karena itu, pengetahuan kita tentang Allah, walau benar, bersifat terbatas. However, there are no categories or 
terms other than human ones for us to use. Therefore, our knowledge of God, though true, is limited. 

Antiochian School (Kelompok Antiokhia). Metode penafsiran Alkitab ini dikembangkan di Antiokhia, Syria di 
abad ketiga M, sebagai reaksi atas metode alegoris dari Aleksandria, Mesir. Pokok ajarannya berfokus pada 
arti kesejarahan dari Alkitab. Metode ini menafsirkan Alkitab sebagai tulisan manusia biasa. Kelompok ini 
menjadi terlibat dalam kontroversi atas apakah Kristus memiliki sifat ganda (Nestorianisme) atau hanya sifat 
tunggal (Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya). Kelompok ini dicap sesat oleh Gereja Katholik 
Romawi dan pindah ke Persia namun menjadi sangat kecil pengaruhnya. Prinsip dasar hermeunetiknya 
nantinya menjadi prinsip penafsiran dari Para Pembaharu Protestan Klasik (Luther dan Kalvin). 

Antithesis. Ini adalah satu dari tiga istilah diskriptif yang digunakan untuk menyatakan hubungan antar baris dari 
puisi Ibrani. Ini berhubungan dengan baris puisi yang artinya saling berlawanan. (lih. Ams 10:1, 15:1). 

Apocalyptic literature (tulisan Apokaliptis). Ini sebagian besar, kemungkinan bahkan hanya merupakan, jenis 
tulisan khas Yahudi. Ini adalah suatu jenis tulisan kriptik (samar) yang digunakan di waktu-waktu penjajahan 
bangsa Yahudi oleh kekuatan-kekuatan asing. Hal ini menganggap bahwa Allah yang merupakan pribadi, 
dan penebus menciptakan dan mengendalikan semua peristiwa dunia, dan bahwa Israel adalah pusat perhatian 
dan kepentingan Allah. Tulisan ini menjanjikan kemenangan akhir melalui upaya khusus Allah. 

Tulisan ini sangat penuh dengan perlambang dan khayalan dengan banyak istilah-istilah yang samar- 
samar. Sering hal ini menyatakan kebenaran melalui warna, angka, penglihatan-penglihatan, mimpi, 
penengaham oleh malaikat, kata sandi rahasia, dan sering suatu dualisme yang tajam antara baik dan jahat. 

Beberapa contoh dari jenis ini adalah (1) dalam PL, Yehezkiel (pasal 36-48), Daniel (pasal 7-12), Zakharia; 
dan (2) dalam PB, Matius 24; Markus 13; II Tesalonika 2 dan Wahyu. 

Apologist (Apologetik). Ini berasal dari akar bahasa Yunani bagi "pembelaan hukum." Ini adalah suatu disiplin 
yang khusus dalam teologia yang selalu berupaya memberikan bukti dan alasan rasional bagi iman Kristen. 

A priori. Pada dasarnya istilah ini bersinonim dengan "prasuposisi". Mencakup pertimbangan dari definisi- 
definisi, prinsip-prinsip, atau posisi-posisi yang telah diterima sebelumnya yang dianggap benar. Yaitu hal- 
hal yang bisa diterima tanpa harus diuji atau dianalisis. 

Arianisme. Arius adalah seorang presbiter dalam gereja di Aleksandria Mesir di abad ketiga dan awal abad 
keempat. la menegaskan bahwa Yesus telah ada sebelumnya namun tidak bersifat Illahi (bukan berasal dari 
hakikat yang sama dengan Allah Bapa), kemungkinan mengikuti Amsal 8:22-31. la di tantang oleh uskup 
dari Aleksandria, yang memulai (318 M) suatu kontroversi yang berlarut sampai bertahun-tahun. Arianisme 
menjadi pengakuan iman dari Gereja-gereja Timur. Konsili Nicea di tahun 325 M mengutuk Arius dan 
meneguhkan kesetaraan dan keTuhanan penuh dari Allah Anak. 

Aristoteles. la adalah salah satu dari para filsuf Yunani kuno, murid dari Plato dan guru dari Aleksander Agung. 
Pengaruhnya, bahkan sekarang, menjangkau banyak bidang studi moderen. Ini karena ia menekankan 
pengetahuan melalui observasi dan klasifikasi. Ini adalah salah satu prinsip dari metode ilmiah. 



228 



Autographs (Otograf). Ini adalah nama yang diberikan penulisan-penulisan asli dari Alkitab. Naskah-naskah 
kuno asli yang ditulis tangan ini semua telah hilang. Hanya salinan dari salinan-salinanlah yang masih ada. 
Inilah sumber dari banyaknya variasi kenaskahan dalam naskah-naskah Ibrani dan Yunani tua dan versi-versi 
kuno. 

Bezae. Ini adalah naskah kuno Yunani dan Latin dari abad keenam M. naskah ini dinamai "D". Mencakup kitab 
Injil, Kisah, dan beberapa surat rasul yang umum. Naskah ini bercirikan banyaknya tambahan oleh si 
penyalin. Naskah ini membentuk dasar dari "Textus Receptus," naskah kuno Yunani utama di balik 
terjemahan King James Version. 

Bias. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu pradisposisi yang kuat kepada suatu obyek atau 
titik pandangan. Ini adalah pola pikir yang di dalamnya tidak memungkinkan adanya imparsialitas mengenai 
suatu obyek atau titik pandang tertentu. Ini adalah suatu posisi yang berprasangka. 

Biblical Authority (Otoritas Alkitabiah). Iitlah ini digunakan dalam pengertian yang sangat khusus. 
Didefinisikan sebagai memahami apa yang dikatakan oleh seorang penulis asli kepada jamanny a dan 
menerapkan kebenaran tersebut ke jaman kita. Otoritas Alkitabiah biasanya didefinisikan sebagai memandang 
Alkitab sebagai satu-satunya panduan yang bersifat otoritatif. Namun demikian, dengan kesadaran akan 
banyaknya penafsiran saat ini yang kurang tepat, saya telah membatasi konsep terhadap Alkitab sebagai yang 
ditafsirkan berdasar prinsip metode kesejarahan-ketatabahasaan. 

Canon (Kanonika). Ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tulisan-tulisan yang dipercaya 
terilhami secara khusus. Digunakan untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Baru. 

Christocentric (Kristosentris). Ini adalah istilah yag digunakan untuk menjelaskan sentralitas dari Yesus. Saya 
menggunakannya dalam kaitan dengan konsep bahwa Yesus adalah Tuhan dari seluruh Alkitab. Perjanjian 
Lama menunjuk padaNya dan la adalah penggenapan dan sasarannya (lih. Mat 5:17-48). 

Commentary (Komentari). Ini adalah suatu jenis buku penelitian yang dikhususkan. Buku ini memberikan latar 
belakang dari suatu kitab dari Alkitab. Lalu mencoba untuk menerangkan arti dari tiap bagian dari buku 
tersebut. Beberapa di antaranya berfokus pada penerapannya, sementara yang lain berurusan dengan naskah 
tersebut secara lebih teknis. Buku-buku ini sangaatlah membantu, namun harus digunakan setelah seseorang 
mengerjakan suatu kajian awal sendiri. Penafsiran dari seorang komentator sama sekali tidak boleh diterima 
demikian saja. Pembandingan beberapa komentari dari sudut-sudut pandang teologis yang berbeda biasanya 
sangat membantu. 

Concordance (Konkordansi). Ini adalah suatu jenis alat penelitian untuk mempelajari Alkitab. Buku ini 
mendaftarkan kemunculan setiap kata dari Perjanjian Lama dan Baru. Buku ini membantu dalam beberapa 
cara: (1) menentukan kata Ibrani atau Yunani dibalik sebuah kata tertentu; (2) membandingkan bagian-bagian 
di mana kata Ibrani atau Yunani yang sama di gunakan; (3) menunjukkan di mana dua kata Ibrani atau 
Yunani diterjemahkan menjadi satu kata yang sama; (4) menunjukkan frekuensi penggunaan dari suatu kata 
tertentu dalam suatu buku tertentu atau oleh seorang penulis tertentu; (5) membantu seseorang menemukan 
suatu bagian dari Alkitab (lih. buku dari Walter Clark Bagaimana Menggunakan Alat Bantu Belajar 
Perjanjian Baru Yunani, hal. 54-55). 

Dead Sea Scrolls (Gulungan Kitab Laut Mati). Ini menunjuk pada suatu kumpulan naskah kuno yang ditulis 
dalam bahasa Ibrani dan Aram yang ditemukan di dekat Laut mati tahun 1947. Naskah-naskah ini adalah 
perpustakaan keagamaan dari suatu sekte Yudaisme abad pertama. Tekanan dari penjajahan Roma dan perang 
kefanatikan di tahun 60-an menyebabkan mereka harus menyembunyikan gulungan kitab tersebut dalam 
suatu bejana kedap udara dalam gua-gua atau lubang-lubang. Kitab-kitab ini membantu kita untuk memahami 
latar belakang kesejarahan dari Palestina abad pertama dan telah meneguhkan kesangat akuratan dari Naskah 
Masoretik, setidaknya sejauh akhir masa Sebelum Masehi. Naskah-naskah ini diberi nama singkatannya yaitu 
"DSS". 

229 



Deduktif . Metode logis atau pemikiran ini bergerak dari prinisp umum kepada penerapan yang khusus dengan 
menggunakan pemikiran. Ini adalah lawan dari pemikiran induktif, yang mencerminkan metode ilmiah yang 
bergerak dari pengamatan hal tertentu kepada kesimpulan umum (teori). 

Dialektis. Ini adalah suatu metode berpikir dengan mana apa yang nampak berlawanan atau bersifat paradoks 
dipegang bersama dalam suatu ketegangan untuk menemukan satu jawaban yang mencakup kedua sisi dari 
paradoks tersebut. Banyak doktrin Alkitab memiliki pasangan dialektis, pradestinasi — kehendak bebas; 
keamanan — ketekunan; iman — perbuatan; keputusan — pemuridan; kemerdekaan Kristen — tanggung jawab 
Kristen. 

Diaspora. Ini adalah istilah teknis Yunani yang digunakan oleh orang Yahudi Palestina untuk menjelaskan 
tentang orang Yahudi lain yang hidup di luar batas geografis dari Tanah Perjanjian. 

Dynamic equivalent (Ekuivallen Dinamis). Ini adalah suatu teori penterjemahan Alkitab. Penterjemahan 

Alkitab dapat dilihat sebagai suatu rangkaian kesatuan dari korespondensi "kata ke kata", di mana suatu kata 
Bahasa Inggris harus di sediakan bagi tiap kata Ibrani atau Yunani, untuk suatu "penguraian" di mana hanya 
pemikirannya yang diterjemahkan dengan sedikit perhatian pada frasa atau susunan kata-kata aslinya. Di 
antara dua teori inilah terletak "ekuivalen dinamis" yang mencoba menganggap naskah aslinya secara serius, 
namun menterjemahkannya ke dalam bentuk dan ungkapan ketatabahasaan yang moderen. Sebuah diskusi 
yang sangat bagus dari berbagai teori penterjemahan ini didapati dalam buku dari Fee dan Stuart Bagaimana 
Membaca Alkitab Untuk Mendapat Semua Manfaatnya. hal. 35 dan dalam buku Robert Bratcher, Pengantar 
kepada TEV. 

Eklektis. Istilah ini digunakan dalam hubungan dengan kritik kenaskahan. Hal ini menunjuk pada praktek 

memilih dari naskah Yunani yang berbeda untuk mencapai suatu naskah yang dianggap dekat dengan tulisan 
aslinya. Hal ini menolak pandangan bahwa tiap keluarga naskah kuno Yunani mengandung keaslian. 

Eisegesis. Ini adalah lawan dari eksegesis. Jika eksegesis adalah suatu "penggalian" dari maksud si penulis asli, 
istilah ini mengisyaratkan suatu "penyisipan" suatu gagasan atau pandangan dari luar. 

Etimologi. Ini adalah suatu aspek dari kajian kata yang mencoba untuk memastikan arti asli dari suatu kata. Dari 
akar kata ini, penggunaan khususnya akan lebih mudah untuk dikenali. Dalam penafsiran, etimologi bukanlah 
fokus utama, namun arti dan penggunaan suatu kata secara kontemporer. 

Eksegesis. Ini adalah istilah teknis dari praktek penafsiran suatu bagian terttentu. Artinya adalah "menggali" 
(dari naskah tersebut) yang mengisyaratkan bahwa maksud kita adalah untuk memahami maksud dari si 
penulis asli, dalam kaitan dengan latar belakang kesejarahan, konteks tulisan, sintaksis, dan arti kata secara 
kontemporer. 

Genre. Ini adalah istilah bahasa Perancis yang menyatakan perbedaan jenis tulisan. Arti pokok dari istilah ini 
adalah pembagian dari bentuk-bentuk tulisan ke dalam kategori-kategori yag memiliki sifat yang sama; cerita 
sejarah, puisi, amsal, wahyu dan perundangan. 

Gnostisisme. Kebanyakan pengetahuan kita akan ajaran sesat ini berasal dari tulisan-tulisan gnostik dari abad 
kedua. Namun demikian, ide awalnya ada di abad pertama (dan sebelumnya). Beberapa orang menyatakan 
bahwa ajaran dari Gnostisisme Valensia dan Cerinthia dari abad kedua adalah: (1) benda dan roh sama-sama 
abadi (suatu dualisme ontologis). Benda adalah jahat, roh adalah baik. Allah, yang adalah roh, tak bisa 
terlibat secara langsung dalam meleburkan benda yang jahat; (2) ada kejadian-kejadian (eons atau tingkat 
kemalaikatan) di antara Allah dengan benda. Yang terakhir dan terrendah adalah YHWH dari PL, yang 
membentuk alam semesta (kosmos); (3) Yesus adalah suatu kejadian seperti YHWH namun dalam skala yang 
lebih tinggi, lebih dekat dengan Allah yang sejati. Beberapa orang menempatkanNya sebagai yang tertinggi 
namun masih lebih rendah daripada Allah dan secara pasti bukan merupakan penjelmaan Tuhan (lih. Yoh 

230 



1:14). Karena benda adalah jahat, Yesus tidak mungkin memiliki tubuh manusia dan tetap berkelllahian. la 
adalah hantu rohani (lih. I Yoh 1:1-3; 4:1-6); dan (4) keselamatan didapatkan melalui iman dalam Yesusu 
ditambah pengetahuan khusus, yang hanya diketahui oleh orang yang khusus. Pengetahuan ini (kata kunci) 
diperlukan untuk bisa melalui bidang surgawi. Legalisme Yahudi juga disyaratkan untuk mencapai Allah. 

Guru-guru palsu gnostis menasehati dua system etika yang berlawanan: (1) bagi beberapa orang, gaya hidup 
sama sekali tak berhubungan dengan keselamatan. Bagi mereka, keselamatan dan kerohanian terkapsulkan ke 
dalam pengetahuan rahasia (kata kunci) melalui bidang kemalaikatan (eons); atau (2) untuk yang lainnya, 
gaya hidup sangat menentukan keselamatan. Mereka menekankan suatu gaya hidup seorang pertapa sebagai 
bukti dari kerohanian yang benar. 

Hermeneutik. Ini adalah istilah teknis bagi prinsip-prinsip yang memandu eksegesis. Ini adalah suatu kumpulan 
dari pedoman-pedoman yang khusus dan suatu seni/karunia. Hermeneutik Alkitabiah, atau sacral biasanya 
dibagi dalam dua kategori: prisnip umum, dan prinsip khusus. Ini berhubungan dengan jenis-jenis tulisan 
dalam Alkitab yang berbeda-beda. Setiap jenis (genre) yang berbeda memiliki panduan yang khas tersendiri 
namun juga berbagi anggapan-anggapan dan prosedur-prosedur penafsiran yang sama. 

Higher Criticism (Kritik yang Lebih Tinggi). Ini adalah prosedur dari penafsiran Alkitab yang berfokus pada 
latar belakang kesejarahan dan struktur tulisan dari suatu kitab Alkitab tertentu. 

Idiom (Ungkapan). Kata ini digunakan bagi frasa-frasa yang ditemukan dalam budaya yang berbeda yang 
memiliki arti yang khusus yang tidak berhubungan dengan arti biasa dari kata-katanya secara tersendiri. 
Beberapa contoh moderennya adalah: "gila, bagus amat." atau "kamu bikin mampus saya." Alkitab juga 
mengandung jenis-jenis frasa seperti ini. 

Illumination (Pencerahan). Ini adalah nama yang diberikan kepada konsep bahwa Allah telah berbicara kepada 
umat manusia. Konsep sepenuhnya biasanya dinyatakan dalam tiga istilah: (1) perwahyuan — Allah telah 
bertindak dalam sejarah kemanusiaan; (2) ilham — la telah memberikan penafsiran yang tepat dari 
tindakanNya dan artinya kepada orang pilihan tertentu untuk dicatat bagi umat manusia; dan (3) 
pencerahan — ia telah memberikan RohNya untuk membantu manusia memahami pernyataan diriNya. 

Induktif . Ini adalah metode logis atau pemikiran yang bergerak dari hal yang khusus ke umum. Ini adalah setode 
empiris dari ilmu moderen. Pada dasarnya inilah pendekatan dari Aristoteles. 

Interlinier. Ini adalah jenis alat penelitian yang mengijinkan mereka yang tidak mampu membaca bahasa Alkitab 
ybtyk bisa menganalisis arti dan strukturnya. Pendekatan ini menempatkan terjemahan bahasa Inggris dari 
suatu kata demi kata tepat di bawah kata tersebut dalam bahasa aslinya. Alat ini, digabungkan dengan suatu 
"kamus analitis", akan memberikan bentuk dan definisi dasar dari bahasa Ibrani dan Yunani. 

Inspirasi (Ilham). Ini adalah konsep bahwa Allah telah berbicara kepada umat manusia dengan memandu para 
penulis Alkitab untuk dengan teliti dan jelas mencatat perwahyuanNya. Konsep penuhnya biasanya 
dinyatakan dalam tiga istilah: (1) perwahyuan — Allah telah bertindak dalam sejarah kemanusiaan; (2) 
ilham — Ia telah memberikan penafsiran yang tepat dari tindakanNya dan artinya kepada orang pilihan tertentu 
untuk dicatat bagi umat manusia; dan (3) pencerahan — ia telah memberikan RohNya untuk membantu 
manusia memahami pernyataan diriNya. 

Language of description (bahasa penjelasan). Ini dipakai dalam kaitan dengan ungkapan-ungkapan yang di 
dalamnya Perjanjian Lama ditulis. Hal ini berbicara tentang dunia kita dengan melalui cara sesuatu bisa 
ditangkap oleh lima indera kita. Hal ini bukan dan tak dimaksudkan sebagai suatu penjelasan ilmiah. 

Legalisme. Sikap inibercirikan dengan penekanan berlebihan pada aturan dan tata cara ibadah. Hal ini cenderung 
untuk bersandar pada prestasi manusia dalam mentaati peraturan sebagai cara agar ia bisa diterima oleh Allah. 
Hal ini juga cenderung untuk meremehkan hubungan dan meninggikan prestasi, padahal keduanya adalah 
aspek-aspek penting dari hubungan perjanjian antara Allah yang Kudus dan umat manusia yang berdosa. 

231 



Literal (hurufiah). Ini adalah nama lain bagi metode hermeneutic dari Antiokhia yang berfokus pada 
kenaskahan dan bersifat kesejarahan. Artinya bahwa penafsiran melibatkan arti norlmal dan nayata dari 
bahasa manusia, walau tetap mengakui kehadiran dari bahasa penggambaran/isyarat. 

Literary genre (Jenis Gaya Tulisan). Hal ini menunjuk pada bentuk-bentuk berbeda dari komunikasi manusia, 
seperti puisi atau cerita sejarah. Tiap jenis tulisan memiliki prosedur hermeneutika yang khas dan tersendiri 
selain dari prinsip umum yang berlaku bagi setiap tulisan. 

Literary unit (Unit Tulisan). Ini menunjuk pada pembagian dari pemikiran utama dari suatu buku Alkitab. 
Pembagian ini bisa mencakup beberapa ayat, paragraph, bahkan pasal. Ini adalah unit yang berdiri sendiri 
yang memiliki pusat pokok bahasan tersendiri. 

Lower criticism (Kritik yang Lebih Rendah). Lihat "kritik kenaskahan." 

Manuscript (Naskah Kuno, manuskrip). Istilah ini berhubungan degnan salinan-salinan yang berbeda dari 
Perjanjian Baru Bahasa Yunani. Biasanya dibagi dalam jenis-jenis yang berbeda oleh (1) bahan tempat 
dituliskannya naskah tersebut (papirus, kulit), atau (2) bentuk penulisannya sendiri (semua huruf besar atau 
tulisan tangan normal). Hal ini biasanya disingkat dengan "MS" (tunggal) atau "MSS" (jamak). 

Masoretic Text (Naskah Masoretik). Ini menunjuk pada naskah Perjanjian Lama Ibrani kuno abad ke Sembilan 
M. yang ditulis oleh beberapa generasi dari ahli Yahudi yang mengandung titik-titik huruf hidup dan catatan- 
catan kenaskahan yang lain. Naskah ini membentuk naskah dasar bagi Perjanjian Lama bahasa Inggris kita. 
Naskahnya telah diteguhkan secara kesejarahan oleh MSS Ibrani, khususnya kitab Yesaya, yang dkenal 
sebagai Gulungan Kitab Laut Mati. Naskah Masoretik di singkat degan "MT". 

Metonymy (Frase Percakapan). Ini adalah suatu kata kiasan yang di dalamnya nama dari sesuatu digunakan 
untuk mewakili sesuatu yang lain yang berhubungan degannya. Sebagai contoh, "ceretnya sudah mendidih" 
sesungguhnya berarti "air dalam ceret sudah mendidih." 

Muratorian Fragments (F ragmen Muratoria). Ini adalah suatu daftar dari buku-buku kanonika Perjanjian 
Baru. Di tulis di roma sebelum tahun 200 M. Daftar ini memuat 27 buku sebagaimana Perjanjian Baru 
Protestan. Ini secara jelas menunjukkan bahwa gereja-gereja local di beberapa bagian Kekaisaran Romawi 
yang berbeda telah 'secara praktis" menyusun suatu kanonika sebelum sidang (konsili) utama gereja di abad 
keempat. 

Natural revelation (Perwahyuan Alamiah). Ini adalah satu category dari pernyataan diri Allah kepada 
manusia. Hal ini melibatkan susunan alam. (Rom 1:19-20) dan kesadaran moral (Rom 2:14-15). Hal ini 
dibicarakan dalam Maz 19:1-6 dan Roma 1-2. Hal ini berbeda degan perwahyuan khusus, yang adalah 
pernyataan diri Allah di dalam Alkitab dan secara yang terpenting dalam Yesus dari Nasaret. 

Kategori Teologis ini sedang ditekankan kembali oleh gerakan "dunia lama" di antara para ilmuwan Kristen 
(misal, tulisan-tulisan dari Hugh Ross). Mereka menggunakan kategori ini untuk menegaskan bahwa semua 
kebenaran adalah kebenaran Allah. Alam adalah suatu pintu terbuka bagi pengenalan akan Allah; berbeda 
degan perwahyuan khusus (Alkitab). Hal ini memberikan ilmu moderen kebebasan untuk meneliti susunan 
alam. Dalam pikiran saya ini adalah suatu kesempatan baru yang sangat indah untuk bersaksi pada dunia 
ilmiah barat yang moderen. 

Nestorianisme. Nestorius adalah tokoh yang diseganai di Konstantinopel di abad kelima. la dididik di Antiokhia 
Syria dan meneguhkan bahwa Yesus memiliki dua sifat, yaitu manusia sepenuhnya dan Kelllahian 
sepenuhnya. Pandangan ini menyimpang dari pandangan satu sifat dari golongan ortodox Aleksandria. 
Kepedulian utama Nestorius adalah gelar :ibu dari Allah", yang di berikan pada Maria. Nestorius ditentang 
oleh Cyril dari Aleksandria dan, secara penerapan, pendidkan Antiokhianya sendiri. Antiokhia adalah ibukota 
dari pendekatan kesejarahan-ketatabahasaan-kenaskahan untuk penafsiran Alkitab, sementara Aleksandria 

232 



adalah ibuklota dari keahlian penafsiran empat-kali lipat (alegoris). Nestorius akhirnya disingkirkan dari 
jabatannya dan diasingkan. 

Original author (Penulis Asli). Ini menunjuk pada penulis/pengarang asli dari Kitab Suci. 

Papirus. Ini adalah sejenis bahan untukmenulis dari Mesir. Terbuat dari alang-alang sungai. Di atas bahan inilah 
naskah Perjanjian Baru Yunani yang tertua dituliskan. 

Parallel passages (Bagian-bagian berparalel) Ini adalah bagian dari konsep bahwa seluruh Alkitab adalah 
pemberiab Allah dan, karenanya, merupakan penafsir terbaik bagi dirinya sendiri dan penyeimbang dari 
kebenaran-kebenaran yang saling berparadoks. Hal ini juga sangat membantu pada saat seseorang ingin 
mencoba menafsirkan bagian yang tidak jelas atau mendua. Ini juga membantu orang untuk menemukan 
bagia yang terjelas pada suatu pokok bahasan tertentu dan juga aspek-aspek Kitab Suci lainnya dari suatu 
bahasan tertentu. 

Paraphrase. Ini adalah nama dari sebuah teori mengenai penterjemahan Alkitab. Penterjemahan Alkitab dapat 
dilihat sebagai suatu rangkaian kesatuan dari korenspondensi "kata ke kata", di mana suatu suatu kata harus di 
sediakan untuk setiap kata Ibrani atau Yunani untuk "menyusun kembali" di mana hanya pemikirannyalah 
yang diterjemahkan dengan kurang memperhatikan pada susunan kata dan frasa aslinya. Di antara ke dua 
teori ini adalah "ekuivalensi dinamis" yang mencoba untuk menanggapi secara serius suatu naskah asli namun 
menterjemahkannya dalam suatu ungkapan dan ketatabahasaan yang moderen. Sebuah diskusi yang bagus 
mengenai berbagai teori penterjemahan ini ditemukan dalam buku dari Fee dan Stuart, Bagaimana Membaca 
Alkitab Untuk Mendapat Semua Manfaatnya. hal. 35. 

Paragraf. Ini adalah unit tulisan dasar penafsiran dalam bentuk prosa. Pragraf mengandung satu pemikiran 
pokok, dan pengembangannya. Jika kita tinggal dengan pokok pemikirannya, maka kita tak akan 
mengutamakan hal sampingan, atau kehilangan maksud asli si penulis. 

Parokialisme ini berhubungan dengan penyimpangan yang terkunci dalam suatu latar belakang budaya dan 
teologia daerah tertentu. Hal ini tidak mengakui sifat antar budaya dari kebenaran Alkitab dan penerapannya. 

Paradoks. Ini menunjuk pada kebenaran-kebenaran yang nampaknya saling berlawanan, namun keduanya benar, 
walaupun saling bersitegang satu sama lain. Mereka mengkerangkai Kebenaran ini dengan menyatakannya 
jika dari sisi yang berlawanan. Kebanyakan kebenaran Alkitabiah dinyatakan dalam bentuk pasangan 
paradoks (atau dialektis) ini. Kebenaran Alkitabiah bukanlah suatu bintang yang terasing, namun suatu rasi 
bintang yang tersusun dari pola-pola susunan bintang tertentu. 

Plato. la adalah satu dari para filsuf Yunani kuno. Falsafahnya sangat mempengaruhi gereja mula-mula melalui 
para ahli dari Aleksandria, Mesir, dan kemudian, Augustinus. la mengemukakan bahwa semua hal di bumi 
adalah suatu ilusi dan hanya merupakan salinan dari suatu pola dasar rohani. Para teolog nantinya 
menyamakan konsep "bentuk/gagasan" dari Plato dengan alam roh. 

Prasuposisi. Ini menunjuk pada pengertian tentang sesuatu yang telah ada dalam kita. Seringkali kita membentuk 
pemikiran atau penyimpulan tentang suatu masalah sebelum kita mendekati Alkitab itu sendiri. Prasuposisi ini 
juga dikenal sebagai suatu penyimpangan, suatu posisi a priori, suatu anggapan atau pemahaman awal 
(sebelumnya). 

Proof-texting. Ini adalah praktek penafsiran Kitab Suci dengan mengutip suatu ayat tanpa mempedulikan 

konteks langsung atau konteks yang lebih luas dalam unit tulisannya. Cara ini menyingkirkan ayat tersebut 
dari maksud asli si penulis dan biasanya mencakup suatu upaya untuk membuktikan sebuah pandangan 
pribadi pada waktu meneguhkan otoritas Alkitab. 



233 



Rabbinical Judaism (Yudaisme Kerabian). Tahapan kehidupan dari orang Yahudi ini dimulai dari 
Pengasingan di Babilonia (586-538 S.M.). Saat pengaruh dari para Imam dan Bait Allah ditiadakan, 
sinagoga-sinagoga lokal menjadi fokus dari kehidupan orang Yahudi. Pusat-pusat kebudayaan, persekutuan, 
penyembahan dan pelajaran Alkitab local ini menjadi fokus dari kehidupan keagamaan nasional. Dalam 
zaman Yesus "agama para ahli talis" berparalel dengan agama para imam. Pada saat kejatuhan Yerusalem di 
tahun 70 M bentuk-bentuk kumpulan para penulis, yang didominasi oleh orang Farisi, mengendalikan arah 
dari kehidupan keagamaan orang Yahudi. Hal ini bersifatkan praktis, penafsiran legalistis terhadap Taurat, 
seperti yang telah dijelaskan dalam tradisi tak tertulis (Talmud). 

Revelation (Perwahyuan). Ini adalah nama yang diberikan pada konsep bahwa Allah telah berbicara pada 

manusia. Konsep sepenuhnya biasanya dinyatakan dalam tiga istilah: (1) wahyu — Allah telah bertindak dalam 
sejarah manusia; (2) ilham — la telah memberikan penafsiran yang tepat dari tindakanNya dan artinya kepada 
manusia pilihan tertentu untuk dicatat bagi umat manusia; dan (3) pencerahan — la telah memebrikan RohNya 
untuk membantu manusia memahami pernyataan diriNya. 

Semantic field (Bidang Semantik). Ini menunjuk pada bentangan arti yang berhubungan dengan sebuah kata. 
Pada dasarnya hal ini adalah mengenai perbedaan konotasi dari sebuah kata dalam konteks yang berbeda. 

Septuaginta. Ini adalah nama yang diberikan pada terjemahan bahasa Yunani dari Perjanjian Lama Ibrani. Tradisi 
mengatakan bahwa Septuaginta ditulis dalam tajuh puluh hari oleh tajuh puluh ahli Yahudi bagi perpustakaan 
di Aleksandria, Mesir. Tanggal tradisionalnya adalah sekitar tahun 250 S.M. (kenyataannya barangkali 
penterjemahan ini perlu lebih dari seratus tahun untuk menyelesaikannya) Terjemahan ini sangat penting 
karena (1) memberikan pada kita naskah kuno untuk membandingkan dengan naskah Ibrani Masoretik; (2) 
menunjukkan pada kita status dari penafsiran Yahudi dalam abad ketiga dan kedua S.M.; (3) memberikan 
pada kita pemahaman Ke-Mesias-an Yahudi sebelum penolakan mereka atas Yesus. Singkatannya adalah 
"LXX." 

Sinaitikus. Ini adalah sebuah naskah kuno Yunani abad keempat M. Ditemukan oleh ahli dari Jerman, 

Tischendorf, di biara St. Catherine di Jebel Musa, yaitu situs tradisional dari gunung Sinai. Naskah kuno ini 
dinamai dengan huruf pertama Ibrani yaitu "alif ' [X]. Naskah ini berisi baik Perjanjian Lama dan seluruh 
Perjanjian Baru. Ini adalah satu dari MSS berhuruf besar kita yang tertua. 

Spiritualizing (Perohanian). Istilah ini bersinonim dengan pengalegorisasian dalam pengertian penghilangan 
konteks kesejarahan dan tulisan dari suatu bagian dan menafsirkannya atas dasar kriteria lain. 

Sinonim. Ini mnunjuk pada kata dengan arti yang tepat sama atau sangat mirip (walau dalam kenyataannya tak 
ada dua kata yang secara semantic sepenuhnya saling bertumpang tindih). Sedemikian dekatnya artinya, 
sehingga kata-kata ini bisa saling dipertukarkan dalam suatu kalimat tanpa kehilangan artinya. Juga kata ini 
digunakan untuk merancang satu dari tiga bentuk paralelisme puisi Ibrani. Dalam pengertian ini adalah dua 
baris dari puisi yang menyatakan satu kebenaran yang sama (lih. Maz 103:3). 

Sintaksis. Ini adalah istilah Yunani yang menunnjuk pada struktur dari suatu kalimat. Sintaksis berhubungan 
dengan cara menyusun bagian-bagian kalimat untuk membuat suatu pemikiran yang lengkap. 

Sintetis. Ini adalah satu dari tiga istilah yang berhubungan dengan jenis puisi Ibrani. Istilah ini berbicara tentang 
baris dari puisi yang saling membangun dalam pengertian kumulatif, kadang kadang disebut "klimaks" (lih. 
Maz 19:7-9). 

Systematic theology (Teologi Sistematis). Ini adalah tahap dari penafsiran yang mencoba untuk 

menghubungkan kebenaran Alkitab dalam suatu cara menyatu dan rasional. Ini adalah suatu penyajian secara 
logis, daripada hanya kesejarahan dari teologia Kristen dalam kategori-kategori (Allah, manusia, dosa, 
keselamatan, dll.). 

234 



Talmud. Ini adalah judul bagi pengkodean Tradisi Lisan Yahudi.Orang Yahudi percaya hal ini diberikan Allah 
secara lisan kepada Musa di gunung Sinai. Dalam kenyataannya nampaknya ini adalah kumpulan hikmat- 
hikmat dari guru-guru Yahudi dari tahun ke tahun. Ada dua versi Talmud tertulis yang berbeda: Babilonia dan 
yang lebih pendek, Palestina yang tidak selesai. 

Textual criticism (Kritik Kenaskahan). Ini adalah kajian mengenai naskah kuno Alkitab. Kritik kenaskahan 
merupakan keharusan karena tiak satupun naskah asli ada dan salinan-salina yang ada saling berbeda satu 
dengan yang lain. Kritik ini mencoba untuk menerangkan variasi yang ada dan sampai (sedekat mungkin) 
kepada susunan kata asli dari naskah asli Perjanjian Lama dan Baru. Kritik ini sering disebut "kritik yang 
lebih rendah". 

Textus Receptus. Rancangan ini dikembangkan dalam edisi Elzevir dari PB Yunani dalam tahun 1633 M. Pada 
dasarnya ini adalah bantuk dari PB Yunani yang dihasilkan dari beberapa naskah kuno Yunani yang terbaru 
dan versi Latin dari Erasmus (15 10-1535), Stephanus (1546-1559) dan Elzevir (1624-1678). Dalam buku 
Pengantar Kritik kenaskahan Perjanjian Baru, hal. 27, A. T. Robertson mengatakan "naskah Byzantine 
secara praktis adalah Textus Receptus." Naskah Byzantine" adalah yang paling kurang nilainya dari tiga 
keluarga naskah kuno Yunani yang terdahulu (Western, Aleksandrian dan Byzantinum). Naskah ini 
mengandung akumulasi kesalahan-kesalahan dari naskah-naskah yang disalin dengan tangan. Namun 
demikian, juga dikatakan A. T. Robertson "Textus Receptus telah mempertahankan bagi kita suatu naskah 
yang cukup teliti." (p. 21). Tradisi naskah kuno Yunani ini (khususnya Erasmus edisi ketiga tahun 1522) 
membentuk dasar dari versi King James tahun 1611 M.A.D. 

Torah (Taurat). Ini adalah kata Ibrani bagi "mengajar". Berasal dari judul resmi tulisan kitab Musa (Kejadian 
sampai Ulangan). Bagi orang Yahudi ini adalah bagian dari kanonika Ibrani yang paling berkuasa. 

Tipologis. Ini adalah suatu bentuk khusus penafsiran. Biasanya melibatkan kebenaran Perjanjian Baru yang 
ditemukan dalam bagian Perjanjian Lama dengan menggunakan suatu perlambangan yang bersifat analogis. 
Kategori hermeneutika ini adalah suatu elemen utama dari metode Aleksandria. Karena penyalahgunaan dari 
jenis penafsiran ini, seseorang hams membatasi penggunaannya hanya bagi suatu contoh yang spesifik yang 
dicatat di Perjanjian Baru. 

Vatikanus. Ini adalah naskah kuno Yunani abad keempat M. Ditemukan di perpustakaan Vatikan. Aslinya 
naskah ini berisi seluruh Perjanjian Lama, Apokripa dan Perjanjian Baru. Namun demikian, beberapa 
bagiannya hilang (Kejadian, Mazmur, Ibrani, Kitab-kitab pastoral, Filemon, dan Wahyu). Naskah ini sangat 
membantu dalam menentukan susunan kata dari tulisan aslinya. Naskah ini dinamakan huruf besar "B." 

Vulgate. Ini adalah nama dari terjemahan Alkitab Bahasa Latin dari Jerome. Vulgate ini menjadi terjemahan 
dasar atau "umum" bagi Gereja Katolik Romawi. Dikerjakan tahun 380-an M. 

Wisdom literature (Tulisan Hikmat). Ini adalah jenis tulisan yang umum di daerah timur dekat kuno (dan 
dunia moderen). Pada dasarnya adalah suatu upaya untuk mengajar pada generasi baru mengenai pedoman- 
pedoman bagi keberhasilan hidup melalui puisi, amsal, atau esai. Ditujukan lebih kepada pribadi daripada 
kelompok kemasyarakatan. Tulisan ini tidak menggunakan kutipan sejarah, namun berdasarkan pengalaman 
dan pengamatan kehidupan. Dalam Alkitab, Ayub sampai dengan Kidung Agung menganggap hadirat dan 
penyembahan YHWH, namun pandangan dari dunia keagamaan ini tidak eksplisit dalam setiap manusia di 
setiap waktu. 

Sebagai suatu jenis tulisan, tulisan ini menyatakan kebenaran umum. Namun demikian, jenis ini tak dapat 
digunakan dalam setiap situasi khusus. Ini adalah pernyataan yang bersifat umum yang tidak selalu bisa cocok 
dengan setiap situasi pribadi. 

Guru-guru ini berani mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang keras. Sering mereka 
menantang pandangan keagamaan tradisional (Ayub dan Pengkhotbah). Mereka membentuk keseimbangan 
dan ketegangan kepada jawaban mudah mengenai tragedi kehidupan. 

235 



World picture dan worldview (Gambar Dunia dan pandangan dunia). Ini adalah istilah yang berkaitan. 
Keduanya adalah konsep-konsep filosofis yang berhubungan dengan penciptaan. Istilah "gambar dunia" 
menunjuk pada "bagaimana" dari ciptaan, sementara "pandangan dunia" berhubungan dengan "Siapa". 
Istilah-istilah ini relevan untuk penafsiran bahwa Kejadian 1-2 berurusan terutama dengan Siapa, bukan 
bagaimana dari penciptaan. 

YHWH. Ini adalah nama Perjanjian Allah dalam Perjanjian Lama. Didefinisikan dalam Keluaran 3:14. Ini adalah 
bentuk causative dari kata Ibrani "menjadi/adalah." Orang Yahudi takut untuk menyebut nama ini, jangan 
sampai dalam kesia-siaan; sehingga mereka mengganti istilah ini dengan kata Ibrani Adonai, "Tuhan." Inilah 
bagaimana nama perjanjian ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris. 



236 



LAMPIRAN EMPAT 
PERNYATAAN KEDOKTRINAN 



Saya tidak secara khusus peduli dengan pernyataan iman atau kredo. Saya lebih suka meneguhkan Alkitab itu 
sendiri. Namun demikian, saya menyadari bahwa suatu pernyataan iman akan menyediakan pada mereka yang 
belum terbiasa dengan saya suatu cara mengevaluasi sudut pandang kedoktrinan saya. Dalam jaman kita yang 
memiliki demikian banyak kesalahan dan muslihat teologis ini, saya menawarkan ringkasan singkat dari teologia 
saya sebagai berikut.. 

1. Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Baru, adalah Firman Allah yang abadi, terilhami, tidak mengandung 
kesalahan, dan berkuasa. Merupakan pernyataan Diri Allah sendiri yang dicatat oleh manusia di bawah pimpinan 
adi kodrati. Inilah satu-satunya sumber kebenaran yang jelas tentang Allah dan maksudNya. Juga satu-satunya 
sumber iman dan perbuatan bagi gerejaNya. 

2. Hanya ada satu Allah yang kekal, pencipta, dan penebus. la pencipta segalanya, yang terlihat dan yang tak 
terlihat. la telah menyatakan DiriNya sebagai pengasih dan penyayang walau la juga adil dan tegas. la telah 
menyatakan DiriNya dalam tiga pribadi: Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; benar-benar terpisah dan memiliki 
hakikat yang tunggal. 

3. Allah secara aktif berkuasa atas dunia ini. Ada rencana abadi bagi ciptaanNya yang tak dapat diubah dan 
suatu rencana yang berfokus pada pribadi yang mengijinkan kehendak bebas manusia. Tak satupun terjadi tanpa 
sepengetahuan dan seijin Allah, namun la mengijinkan hak-hak pilih baik di antara manusia dan malaikat. Yesus 
adalah Manusia Pilihan Allah Bapa dan semua dapat dipilih dalam Dia. Pengetahuan Allah tentang masa depan 
tidak menyempitkan manusia kepada tulisan yang telah ditetapkan dan telah ditulis sebelumnya. Kita semua 
bertanggung jawab atas pikiran dan perbuatan kita. 

4. Umat manusia, walau diciptakan menurut gambar Allah dan bebas dari dosa, memulih memberontak 
melawan Allah. Walaupun dicobai oleh seorang pelaku adi kodrati, Adam dan Hawa bertanggung jawab atas 
kehendak mereka untuk mementingkan diri sendiri. Pemberontakan mereka telah mempengaruhi manusia dan 
segala makhluk. Kita semua membutuhkan kemurahan dan anugerah Allah baik bagi kondisi kita bersama dalam 
Adam dan pemberontakan pribadi kita sendiri. 

5. Allah telah menyediakan cara pengampunan dan pemulihan bagi manusia yang jatuh. Yesus Kristus, anak 
tunggal Allah, menjadi manusia, hidup tanpa dosa, dan dengan cara kematian penebusannya, membayar hukuman 
dosa manusia. la adalah satu-satunya jalan kepada pemulihan dan persekutuan dengan Allah. Tak ada cara lain 
untuk keselamatan kecuali melalui iman dalam karya paripurnaNya. 

6. Setiap kita harus secara pribadi menerima penawaran Allah akan pengampunan dan pemulihan di dalam 
Yesus. Ini dicapai dengan cara mempercayakan diri pada janji Allah melalui Yesus dan suatu kehendak untuk 
berbalik dari dosa yang diketahui. 

7. Kita semua telah diampuni sepenuhnya dan dipulihkan berdasarkan kepercayaan kita pada Kristus dan 
pertobatan dari dosa. Namun demikian, bukti dari hubungan baru ini nampak dalam suatu kehidupan yang 
diubahkan dan berubah. Sasaran Allah bagi umat manusia bukanlah hanya surga suatu hari nanti, namun 
keserupaan dengan Kristus sekarang. Mereka yang telah sungguh-sungguh ditebus, walau kadang-kadang 
berdosa, akan terus dalam iman dan pertobatan di seluruh hidup mereka. 

8. Roh Kudus adalah "Yesus yang lain". la hadir dalam dunia dan memimpin orang yang hilang kepada 
Kristus dan membangun keserupaan dengan Kristus dalam orang yang telah diselamatkan. Karunia-karunia Roh 
diberikan pada saat keselamatan. Ini adalah kehidupan dan pelayanan Yesus yang dibagi-bagikan pada tubuhNya, 
yaitu gereja. Karunia-karunia ini yang pada dasarnya adalah sikap dan motif dari Yesus perlu di motivasikan 
dengan buah-buah Roh. Roh Kudus bersifat aktif dalam jaman kita sebagaimana la aktif pada masa Alkitab. 

9. Bapa telah menjadikan Yesus Kristus yang telah bangkit Hakim dari segalanya. la akan datang kembali ke 
dunia untuk menghakimi seluruh umat manusia. Mereka yang telah mempercayakan diri pada Kristus dan 
namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba akan menerima tuguh kemuliaan mereka yang kekal pada 
kedatanganNya. Mereka akan bersama denganNya selama-lamanya. Namun demikian, mereka yang telah 

237 



menolak untuk menanggapi kebenaran Allah akan dipisahkan secara kekal dari kesukaan dari persekutuan dengan 
Allah Tritunggal. Mereka akan dihukum sejalan dengan lb lis dan para malaikatnya. 

Ini jelas tidaklah lengkap atau menyeluruh namun saya harap dapat memberikan pada anda selera teologis 
dari hati saya. Saya menyukai pernyataan ini: 

"Yang diperlukan — Kesatuan, Yang menjadi pokok — Kemerdekaan, Dalam segala hal — Kasih" 



238 



PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KEDATANGAN KEDUA 

PENDAHULUAN 

A. Pokok Bahasan ini telah menyebabkan perdebatan besar. 

B. Bagaimananya tidak pasti, kapan juga tidak pasti, namun peristiwanya pasti! 

C. Dimana anda pendapat apa yang anda percayai? 

D. Apa tujuan dari Kedatangan Kedua? 

E. Apakah Alkitab mengajarkan suatu eskatologi sistematik? 

F. Mengapa jaman kita sangat tertarik pada Kedatangan Kedua? 

G. Semua teori yangberkenaan dengan kedatangan Yesus secara fisik adalah pandangan-pandangan konservatif. 

PRAMILENIAL GEREJA MULA-MULA (Pramilenial Historis) 



Penciptaan 



Prasuposisi 

1. Sejarah Bumi analog 
dengan 7 hari 
Penciptaan (Surat Rasul 
Barnabas, Irenaeus, Methodius) 

2. Tiap satu hari adalah 1000 tahun 
(II Pet 3:8; Maz 90:4) 



6000 tahun 


Inkarnasi 
I 


Kenaikan 
+ t 


i 


Penghakiman 
1000 years h 


6 hari penciptaan 


Penasihat 


Kalvari 


Kedatangan ke 2 
Kekuatan 


Penciptaan hari ke 7 



Papias Irenaeus, 

Yustinus Martyr, Tertullian 

Hippolytus, Methodius 

George Ladd (Pra Milenial 
Historis) 



Peristiwa tertentu harus terjadi sebelum Parousia 

a. Injil bagi seluruh bangsa (Mat 24: 14) 

b. Pertobatan Israel (Rom 1 1 :25ff) 

c. Kemurtadan Besar (Mat 24: 10; II Tes 2:3) 

d. Aniaya Besar (Mat 24:21) 

e. Pengungakapan Manusia Dosa - Antikristus 
(II Tes 2:3) 

Sebuah Pengangkatan dan Kedatangan yang terlihat di 

seluruh dunia 



AMILENIAL (milenium yang dinyatakan atau diresmikan) 

Inkarnasi Kenaikan 
Penciptaan ± + T 



Judgment 

A h 



Kalvari 



Kedatangan ke 2 



Prasuposisi 

1. Gereja adalah Israel Rohani 
(Gal 3:9,29; 6:16; Rom 2:5,9, 

28-29; Rev 1:6; I Pet 3:6) 

2. Satu Perjanjian (Lama dan Baru, 
Rom 4 - Abraham ialah contoh Paulus 
Bagi pembenaran oleh iman) 

3. Kerajaan Kristus tidak sementara 
(Yohanes 18:36) 

4. Satu Kedatangan Kedua 
Satu Kebangkitan 

Satu Penghakiman 
Kerajaan Kekal 



Penasihat 

1. Beberapa Bapa Gereja 
Mula-mula 

2. Agustinus 



3. Zwingli 

4. Kalvin (Presbiterianisme) 

5. Ray Summers (Baptis) 

6. Jay Adams (Reformed) 

7. Kebanyakan Gereja Kirustus 



Kekuatan 

1 . Kemenangan dimenangkan di Kalvari, 
bukan Kerajaan Seribu Tahun 

2. Setan diikat sekarang 



3. Kesatuan dari rencana penebusan Allah 



POSTMILENIAL (milenium sekarang) 



Penciptaan 



Inkarnasi 



Kenaikan 

+ t 



Penghakiman 
J: h 



Kalvari 



Kedatangan ke 2 



(Milenium [1000 tahun]) 

239 



Prasuposisi Penasihat 

1 . Upaya manusia akan membawa masuk 1 . 

Kedua 
Ke Kerajaan (II Pet 3:12; Mat 6:10) 2. A. H. Strong 

2. Segala sesuatu semakin membaik 3. W. T. Conner 

4. Kebanyakan Ahli Abad 19" 



Kekuatan 

Jonathan Edwards 



1. 



Menganggap Serius Kedatangan 



Manusia memiliki bagian dalam rencana Allah 
3. Optimis mengenai budaya kontemporer 



PRAMILENIAL DISPENSASIONAL 



Minggu ke 69 

Daniel Kenaikan 



Pengangkatan/ 
Penghakiman 
Rahasia terhadap 
Orang-orang percaya 2 
(IIKor5:10) 

V 



Beberapa perjanjian (Adam sampai Musa) 



T (Jaman Gereja) T h 2 



Penghakiman 
Bangsa-bangsa J 
(Matt. 25) 



ih* Milenium 



Jaman Setan 
yang Singkat 
(Wah 20:7-10) 



_^h 



Kedatangan 
Rahasia 1 



minggu ke 70 
Daniel 



Kedatangan 
yang Tampak 



Ada 3 pandangan mengenai Kedatangan Rahasia ini: 

1 ) Pra-aniaya 

2) Ditengah-aniaya 

3) Pasca-aniaya 

2 Penghakiman Orang-orang Percaya (II Kor 5:10) 

3 Judgment of Nations (Matt. 25) 



Penghakiman 
Terakhir 
(Wah 20:11-15) 



Prasuposisi Penasihat 

1 . Alkitab dibagi ke dalam tujuh 1 . 
Dispensasi yang berbeda 

2. Penggenapan Hurufiah dari setiap 2. 
Nubuatan PL akan Israel 3. 

3. Gereja dan Israel terpisah sepenuhnya. 4. 
Gereja adalah Rencana B Allah ketika 5. 
orang Yahudi menolak Yesus sbg Mesias 6. 

4. Gereja akan diangkat secara rahasia, 7. 
Sebelum Aniaya. Kitab Wahyu 8. 
Setelah pasal 5 adalah untuk orang Yahudi. 9. 

5. PB ditafsirkan dalam terang nubuatan PL 



Kekuatan 



John Darby 1 . 

(Saudara-saudara Plymouth) 

Clarence Larkin 2. 

D. L. Moody 

C. I. Scofield (Alkitab Referensi) 

Dallas Seminary (Pentakosta, Ryrie, Walvoord) 

W. A. Criswell (Southern Baptist) 

Hal Lindsey 

Tim LaHaye 

Gereja-gereja Alkitab (Dallas Seminary) 



Menganggap serius Nubuatan Alkitab 
(khususnya Daniel) 
Kedatangan Kembali sewaktu-wakttu 
(Mat 24:40-42) 



PEMIKIRAN TENTATIF BOB (Pramilenial Historis/Pasca-Aniaya/Nonmilenial) 



Penciptaan 

Taman Eden 
(Kej 1-2) 



Kenaikan 

+ t 



Kedatangan 

Kedua Penghakiman (II Kor 5:10; Mat 25; Wah 20) 



I 



h Kebangkitan Um um 



Kalvari 
T Akhlr Zaman 7 



Surga sebagai Taman Eden Bara 
(Yes 11:6-9; Wah 21-22) 



Keiatuhan 



Inkarnasi 



1 



Pengangkatan (I Tes 4:17) 



Prasuposisi 

1. Satu Rencana (Kej 3:15) 

2. Kesatuan umat Allah 

(Rom 2:28-29;4; Gal 3:29; 6:16) 

3. Sifat Apokaliptis Daniel, Yehezkiel, dan 
Wahyu (jenis aliran sastra) 

4. PL melihat satu kedatangan (Dua Jaman), 
satu kedatangan yang terlihat 

5. Satu kedatangan yang terlihat (Mat 24:27) 
Satu Pengangkatan ( I Tes 4:13-18) 

Satu Kebangkitan 

Satu Penghakiman (Mat 25; Wah 20) 

Kerajaan Kekal 



Ketegangan Dialektis: 

1 . antara model-model nubuatan PL dan model-model kerasulan PB 

2. antara monoteisme Alkitab (satu Allah bagi semua) dan pemilihan Israel 

3. antara aspek bersyarat dari perjanjian dan janji alkitab ("jika...maka") dan 
kesetiaan Allah yang tak bersyarat kepada penebusan manusia yang jatuh 

4. antara genre sastra Timur Dekat dan model-model sastra barat 

5. antara Kerajaan Allah sebagai kini, namun masa depan 

6. antara percaya kedatangan Kristus sewaktu-waktu dan percaya beberapa peristiwa 
harus terjadi dahulu 



240 



Kesimpulan 

1. John Calvin mengatakan mengenai kitab Wahyu, "Hanya Tuhan yang tahu apa artinya." 

2. Tidak ada pemikiran yang disetujui atau pun mayoritas akan Kedatangan Kedua. 

3. Setiap generasi orang percaya memaksakan Alkitab ke dalam latar belakang sejarah dan budayanya sendiri. 

4. Tidak ada eskatologi sistematis dalam PB, namun kebenaran dinyatakan bagi kita sebagai "bersiap" dan "bersedia." 

5. Hanya kelorapok konservatif yang bergumul tentang masalah ini. 

6. Adalah merupakan pengharapan, dorongan, dan motivasi dari setiap generasi orang percaya untuk mengharapkan Kedatangan Kedua dalam 
jangka waktu kehidupan mereka (Mark 13:33-37). 

Hak Cipta © 2000 by Bob Utley 

Marshall, TX, BIBLE LESSONS INTERNATIONAL 

All rights reserved. 



241 



Wahyu 

^dMiv tu/tut Aeddtit 

um/iMO mi/ mena/da6/an. 

tetado &e/a/i lar/i ita banco/ raAa maim ta/udm 

dan memgadidv miaivnaAo >kigo. 

ta/>i a/m faduv 6aAato a/to koniA 6er/aii~kati 

/aaaimana <kmo meliAatjbeAcm do Aano, 

memaM/an a/m tida/ doamatiA 

dan mena/kw/an dengan 6enap. 

^zz/m ta/ai 6aAaAa ada/a/i Aiardxddt 

lado Aomo tida/ 6iAa Ikw dan 6e6a>> 

dengcm intewbretado Aomo 

dan mengaSadwm am6iguita£ tmAeAat. 

aeiwe itajbentong 

(^faga fuwuA ingao 6a/uua, 

AernaA 6&ri>iAw 6aA\v^kuv^o6an <kmo 

adaIaA6ativ~6atim^jM(m6amumwj menabu/. 

ta/>i a/a 6eyka*a/> 6aAiva a/a 6tia memdemgat ■ /ata~/ato 

&/aaJ>a te/a/ mengatu/tan, 

meneavi JKriAtuA ivnudo daoang logo, 

/ai>n m^namu/dtan Q/)ia ada/a/t/ J/(e6enaraM, *J/zidotJ>, Jfa/an. 

dan/ewuidoam 6aAivo a/to a/an/ imxjal/etdea a/ooAemuangan Ae/ari-kam 

da/am Aeran dimiatvl Acuta, 

6a/uita ^djuaA a/am, menang, 

Q/)ia memevintoA tertinggi, 



Q/)ia (/ana memegang /enda/o 



Pat Bergeron 7/21/1999 



242